• (GFD-2025-28608) [HOAKS] BP2MI Beri Bantuan Rp 150 Juta untuk TKI di Timur Tengah, Taiwan, Hongkong, Malaysia

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/08/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video yang beredar di media sosial mengeklaim Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menjanjikan bantuan Rp 150 juta kepada tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.

    Secara khusus, narasi dalam unggahan menyebut dana bantuan diberikan untuk TKI diTimur Tengah, Taiwan, Hongkong dan Malaysia.

    Namun, setelah ditelusuri unggahan tersebut tidak benar atau hoaks.

    Video yang mengeklaim BP2MI menjanjikan bantuan Rp 150 juta kepada TKI di Timur Tengah, Taiwan, Hongkong dan Malaysia salah satunya dibagikan akun Facebook ini.

    Video itu menampilkan mantan Kepala BP2MI, Benny Rhamdani sedang melakukan panggilan video dengan seorang TKI.

    Benny kemudian meminta TKI tersebut untuk mengirim nama lengkap dan alamat tinggal.

    Dalam video, terdapat surat dengan logo BP2MI dan Kementerian Sosial yang berisi pengumuman terkait bantuan Rpp 150 juta kepada TKI di Timur Tengah Taiwan, Hongkong, dan Malaysia.

    Bagi yang tertarik mendapat bantuan diminta menghubungi nomor WhatsApp yang tertera di unggahan.

    Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang menampilkan Benny Rhamdani identik dengan unggahan di kanal YouTube Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia pada 2021.

    Video itu menampilkan momen ketika Benny yang saat itu menjabat Kepala BP2MI melakukan panggilan video dengan seorang TKI bernama Sri Nawa yang bekerja di Dubai.

    Dalam video aslinya, Benny berbincang terkait pemulangan Sri Nawa ke Indonesia usai mengalami kekerasan saat bekerja di Dubai.

    Benny tidak menjanjikan bantuan Rp 150 juta seperti dalam narasi unggahan yang beredar.

    Adapun, saat ini BP2MI telah berubah nama menjadi Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

    Setelah dicek, di laman dan media sosial resminya tidak ditemukan informasi valid BP2MI menjanjikan bantuan Rp 150 juta kepada TKI di Timur Tengah, Taiwan, Hongkong, dan Malaysia

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Video yang mengeklaim BP2MI menjanjikan bantuan Rp 150 juta kepada TKI di Timur Tengah, Taiwan, Hongkong dan Malaysia merupakan informasi tidak benar atau hoaks.

    Adapun video aslinya adalah momen ketika mantan Kepala BP2MI, Benny Rhamdani melakukan panggilan video dengan seorang TKI yang berada di Dubai.

    Dalam video, Benny membahas terkait pemulangan TKI tersebut ke Indonesia usai mengalami kekerasan. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-28539) [SALAH] Pelatih Paus Jessica Radcliffe Meninggal Akibat Dimangsa Ikan Paus

    Sumber: TikTok.com
    Tanggal publish: 21/08/2025

    Berita

    Ditemukan sebuah unggahan video oleh akun TikTok “JessicaIncidenctViral” pada Selasa, (5/8/2025) dalam bentuk video [arsip] yang menunjukkan seorang pelatih paus, Jessica Radcliffe dimangsa ikan paus. Informasi serupa juga ditemukan pada video ini, dan ini.

    Hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut telah dilihat sebanyak 9 juta tayangan, 1896 suka, dan 214 disimpan

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) coba melakukan penelusuran informasi tersebut melalui mesin pencarian Google. Hasilnya, pencarian mengarah pada salah satu artikel yang ditulis oleh media Forbes, informasi itu juga menjadi perbincangan luas di mancanegara.

    Pemeriksaan fakta yang menyeluruh tidak menunjukkan catatan bahwa Jessica Radcliffe bekerja sebagai pelatih paus di mana pun, serta tidak ada laporan media tentang pembenaran insiden tersebut, dan tidak ditemukan pernyataan dari taman laut atau otoritas keselamatan.

    Pemeriksa fakta juga dilakukan dengan menggunakan alat pendeteksi kecerdasan buatan Hive Moderation. Hasilnya menunjukkan probabilitas AI sebanyak 99,4%.

    Kesimpulan

    Video “Pelatih Paus Jessica radcliffe meninggal akibat dimangsa ikan paus” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-28547) Hoaks BI Luncurkan Uang Pecahan Rp250.000 Spesial HUT ke-80 RI

    Sumber:
    Tanggal publish: 21/08/2025

    Berita

    tirto.id - Bank Indonesia (BI) sempat merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia dengan mengeluarkan pecahan uang baru. Pada tahun 2020 lalu misalnya mereka mengeluarkan uang pecahan Rp75 ribu.

    ADVERTISEMENT

    Tahun 2025, narasi ini kembali muncul, dalam rangka ulang tahun Indonesia ke-80. Sebuah akun Facebook bernama “Dunia Parenting Indonesia” (arsip) membagikan klaim ini dalam bentuk unggahan gambar yang diklaim sebagai uang baru pecahan Rp250.000 edisi spesial HUT ke-80 RI.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Cuplikan itu memperlihatkan kertas uang dengan tulisan “Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah” dan “Bank Republik Nusantara”.
    #inline3 img{margin: 20px auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Di sisi lain, kertas dengan dominasi warna merah dan putih ini juga menunjukkan gambar penari dengan latar sebuah candi. Ada pula lambang negara Indonesia burung Garuda di sisi gambar tersebut.
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:20px auto;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Di bagian tengah terdapat tulisan '2025' yang dibubuhi tanda tangan. Akun pengunggah tersebut menambahkan takarir berbunyi, “Uang edisi kemerdekaan 17 Agustus. Pecahan 250.000”.

    Header periksa fakta hoaks uang pecahan baru Rp250 ribu.

    ADVERTISEMENT

    Per Rabu (20/8/2025) atau tiga hari sejak diunggah pada Minggu, 17 Agustus 2025, unggahan itu telah dibagikan sebanyak 43 kali dan memperoleh 298 tanda suka, serta 119 komentar. Para pengguna Facebook di kolom komentar ramai-ramai menanyakan kebenaran informasi ini dan ada pula yang langsung mempercayai narasi dari postingan itu.

    Penelusuran Tirto, unggahan dengan narasi senada juga disebarkan oleh sejumlah akun lainnya seperti ini, ini, dan ini.

    Lantas, bagaimana faktanya?

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi narasi yang berseliweran, Tim Riset Tirto mencoba mengunjungi akun Instagram resmi @bank_indonesia. Namun tak ditemukan informasi yang mengonfirmasi klaim unggahan tersebut.

    BI lewat unggahan Instagram-nya, Jumat (20/6/2025), bahkan BI sempat menyatakan kalau pihaknya tidak menerbitkan uang rupiah peringatan kemerdekaan terbaru.

    BI menjelaskan, uang peringatan kemerdekaan terbaru diterbitkan pada peringatan 75 kemerdekaan RI alias di tahun 2020 silam. Unggahan itu dibuat BI untuk menanggapi kabar berseliweran soal uang pecahan baru yang dibuat BI khusus memperingati HUT ke-80 RI.

    Sementara itu, gambar pecahan uang Rp250.000 yang dikabarkan dikeluarkan BI menyambut Hari Kemerdekaan tahun ini, juga mencurigakan. Kejanggalan dapat diidentifikasi sebab foto uang pecahan Rp250.000 yang beredar di media sosial tidak mencantumkan nama Bank Indonesia, tetapi Bank Republik Nusantara.

    Hal ini diperkuat POH Kepala Biro Strategic Corporate Branding and TJSL Peruri, Yahdi Lil Ihsan, menegaskan sampai saat ini tidak ada penerbitan uang rupiah pecahan Rp250.000. Yahdi menjelaskan pecahan uang rupiah terbaru yang beredar di media sosial menampilkan tulisan Bank Republik Nusantara. Padahal, uang rupiah resmi seharusnya mencantumkan Bank Indonesia.

    "Bukan Bank Republik Nusantara seperti gambar yang beredar di media sosial tersebut," ujar Yahdi sebagaimana dilansir Kompas.com.

    Lebih jauh, sebelumnya BI mengimbau masyarakat untuk mengecek fakta dan memvalidasi informasi lewat saluran resmi BI, antara lain WhatsApp 081 131 131 131 atau media sosial resmi BI. Adapun media sosial resmi BI lain yakni akun X “bank_indonesia”.

    Masyarakat bisa mengecek jenis dan gambar uang yang berlaku saat ini di laman resmi bi.go.id. Menukil situs tersebut, uang kertas yang berlaku saat ini antara lain uang kertas pecahan Rp100.000 tahun emisi 2022, Rp50.000 tahun emisi 2022, Rp20.000 tahun emisi 2022, Rp10.000 tahun emisi 2022, Rp5.000 tahun emisi 2022, Rp2.000 tahun emisi 2022, dan Rp1.000 tahun emisi 2022.

    Sedangkan untuk uang koin, pecahan yang berlaku yakni Rp1.000 tahun emisi 2016, Rp500 tahun emisi 2016, Rp200 tahun emisi 2016, Rp100 tahun emisi 2016, Rp1.000 tahun emisi 2010, dan Rp500 bergambar bunga melati tahun emisi 2003.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran fakta menunjukkan bahwa klaim Bank Indonesia resmi meluncurkan uang pecahan Rp250.000 ribu edisi HUT ke-80 RI bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    BI dan Peruri sudah menyatakan kalau pihaknya tidak menerbitkan uang rupiah peringatan kemerdekaan terbaru. BI menjelaskan, uang peringatan kemerdekaan terbaru diterbitkan pada peringatan 75 kemerdekaan RI, yakni di tahun 2020 silam.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28549) Keliru: Pijat Kaki Bisa Mengatasi Angin Duduk

    Sumber:
    Tanggal publish: 21/08/2025

    Berita

    SEBUAH video beredar di Facebook [arsip] dengan narasi bahwa memijat kaki dapat menyelamatkan seseorang dari serangan angin duduk. Narator dalam video menjelaskan langkah-langkah menolong orang yang tiba-tiba mengalami pusing, muntah-muntah, dan buang air besar berkali-kali. 

    “Cobalah suruh pasanganmu atau orang terdekat yang ada di rumah itu menekan titik berikut ini di telapak kakimu agar dapat menyelamatkan kamu ya. Kalau tidak segera ditolong kemungkinan kamu akan menjadi lemas,” ujarnya.



    Video yang diunggah pada 11 Agustus 2025 itu sudah ditonton 488.000 kali, disukai 4.000 orang, dan mendapat 65 komentar. Namun, benarkah pijat kaki dapat menyembuhkan angin duduk?

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi konten soal pijat kaki untuk mengatasi angin duduk, Tempo mewawancarai dokter spesialis jantung dan menelusuri sumber kredibel. Hasilnya, seseorang yang terkena angin duduk tidak bisa sembuh dengan pijat kaki. Kondisi tersebut tergolong gawat dan perlu segera mendapatkan pertolongan secara medis.

    Menurut dokter spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya, dr. Makhyan Jibril, Sp.JP, angin duduk seperti tiba-tiba mengalami nyeri dada, keringat dingin, dan mual-mual, merupakan tanda-tanda terjadi serangan jantung koroner.

    “Serangan jantung koroner itu sangat bahaya sekali. Kalau tidak segera ditolong, segera tidak dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan rekam jantung, lalu dilakukan kateterisasi, maka kemungkinan tertolongnya akan lebih kecil,” katanya kepada Tempo melalui pesan suara WhatsApp, Selasa, 19 Agustus 2025. 

    Makhyan menegaskan, tindakan-tindakan seperti pijat kaki atau tangan dalam kondisi seperti itu adalah informasi palsu. “Tidak benar, karena logikanya saja yang sakit itu adalah pembuluh darah di dada, di jantungnya, tapi kok malah kakinya yang diterapi. Itu sebenarnya sudah sangat tidak logis sekali,” ucapnya. 

    Memijat kaki justru akan menunda penanganan yang seharusnya bisa diberikan. Padahal, penanganan penyakit jantung koroner saat ini sudah mengalami kemajuan. Gambarannya, tingkat kelangsungan hidup (survival rate) pasien serangan jantung pada era 1950-an, hanya berkisar 30-40 persen. “Tapi dengan teknologi canggih sekarang seperti kateterisasi, trombolitik, dan sebagainya, survival dari serangan jantung itu bisa naik sampai 80-90 persen asalkan ditangani dengan tepat,” ujarnya.

    Untuk itu, Makhyan mengimbau masyarakat agar jeli setiap menerima informasi mengenai angin duduk, meskipun niatnya tampak baik. Angin duduk memang kondisi yang berbahaya, tetapi juga harus diberikan pertolongan yang tepat agar kemungkinan tertolong lebih besar. “Jangan sampai kita niatnya memberikan pertolongan tapi justru malah kita membuang waktu.”

    Dilansir Mayo Clinic, angin duduk atau angina adalah nyeri dada akibat aliran darah ke jantung berkurang dan merupakan gejala penyakit jantung koroner. Gejalanya mirip dengan maag, yakni nyeri atau rasa tidak nyaman di dada seperti terbakar, penuh, tertekan, atau terjepit. Nyeri bisa menjalar ke lengan, leher, rahang, bahu, atau punggung. Gejala lain yang mungkin dialami antara lain pusing, lelah, mual, sesak nafas, dan berkeringat. 

    Risiko serangan angina bisa meningkat tergantung sejumlah faktor. Mulai usia lanjut (terutama di atas 60 tahun), riwayat keluarga dengan penyakit jantung, serta kebiasaan merokok atau paparan asap rokok. Kondisi kesehatan seperti diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol atau trigliserida tinggi, penyakit ginjal kronis, stroke, dan sindrom metabolik juga menambah risiko. Gaya hidup tidak sehat seperti kurang olahraga, obesitas, serta stres emosional dapat memperburuk kondisi jantung.

    Angina bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Tidak merokok, membatasi konsumsi alkohol, menjaga pola makan, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, mengendalikan penyakit yang berhubungan dengan jantung, mengelola stres, serta tidur cukup 7–9 jam per hari.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa klaim pijat kaki dapat menyembuhkan seseorang dari angin duduk adalah keliru. 

    Angin duduk seperti tiba-tiba mengalami nyeri dada, keringat dingin, dan mual-mual, merupakan tanda-tanda terjadi serangan jantung koroner. Tindakan-tindakan seperti pijat kaki atau tangan dalam kondisi seperti itu adalah informasi palsu, yang justru akan menunda penanganan yang seharusnya bisa diberikan.

    Rujukan