KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan video berupa pemberitaan yang mengeklaim pemerintah memberikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 100 juta kepada tenaga kerja Indonesia (TKI).
Namun, setelah ditelusuri video tersebut merupakan hasil manipulasi. Konten itu hoaks dan perlu diluruskan informasinya.
Video yang mengeklaim pemerintah memberikan BSU Rp 100 juta kepada setiap TKI salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan video pemberitaan di media Tribun Jateng. News anchor dalam video mengatakan, pemerintah menyiapkan dana BSU dengan total Rp 10,72 triliun bagi TKI.
Setiap TKI diklaim akan mendapatkan Rp 100 juta. Bagi yang tertarik diminta untuk mengirim pesan di Facebook.
(GFD-2025-27957) [HOAKS] Pemerintah Berikan Bantuan Subsidi Upah Rp 100 Juta kepada TKI
Sumber:Tanggal publish: 17/07/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran di Google Search, tidak ditemukan pemberitaan kredibel pemerintah memberikan BSU Rp 100 juta kepada TKI.
Penelusuran menggunakan teknik reverse image search menemukan video yang beredar memanipulasi unggahan di kanal YouTube Tribun Jateng ini.
Video aslinya berjudul "Bantuan Subsidi Upah Juni 2025 Mulai Cair Hari Ini, Ini 3 Cara Cek Penerimanya".
Dalam pemberitaan dijelaskan bahwa pemerintah kembali menggulirkan program BSU 2025 dengan total anggaran sebesar Rp 10,72 triliun.
Setiap penerima akan memperoleh subsidi sebesar Rp 300.000 per bulan untuk periode Juni dan Juli. Pencairannya dilakukan sekaligus sebesar Rp 600.000
Adapun penerima BSU tersebut yakni peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dan tenaga pendidik non-PNS.
Dalam video itu tidak ada informasi yang menyatakan pemerintah memberikan BSU untuk TKI sebesar Rp 100 juta.
Video itu juga diketahui menggunakan suara yang dibuat menggunakan artificial intelligence.
Hasil uji menggunakan Hive Moderation memperlihatkan, suara dalam video itu memiliki probabilitas dibuat AI generatif sebesar 99,6 persen.
Penelusuran menggunakan teknik reverse image search menemukan video yang beredar memanipulasi unggahan di kanal YouTube Tribun Jateng ini.
Video aslinya berjudul "Bantuan Subsidi Upah Juni 2025 Mulai Cair Hari Ini, Ini 3 Cara Cek Penerimanya".
Dalam pemberitaan dijelaskan bahwa pemerintah kembali menggulirkan program BSU 2025 dengan total anggaran sebesar Rp 10,72 triliun.
Setiap penerima akan memperoleh subsidi sebesar Rp 300.000 per bulan untuk periode Juni dan Juli. Pencairannya dilakukan sekaligus sebesar Rp 600.000
Adapun penerima BSU tersebut yakni peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dan tenaga pendidik non-PNS.
Dalam video itu tidak ada informasi yang menyatakan pemerintah memberikan BSU untuk TKI sebesar Rp 100 juta.
Video itu juga diketahui menggunakan suara yang dibuat menggunakan artificial intelligence.
Hasil uji menggunakan Hive Moderation memperlihatkan, suara dalam video itu memiliki probabilitas dibuat AI generatif sebesar 99,6 persen.
Kesimpulan
Video yang mengeklaim pemerintah memberikan BSU Rp 100 juta kepada TKI merupakan hasil manipulasi. Unggahan itu merupakan konten hoaks.
Adapun video aslinya membahas BSU 2025 yang diberikan pada peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dan tenaga pendidik non-PNS.
Setiap penerima mendapatkan Rp 300.000 per bulan untuk periode Juni dan Juli 2025.
Adapun video aslinya membahas BSU 2025 yang diberikan pada peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dan tenaga pendidik non-PNS.
Setiap penerima mendapatkan Rp 300.000 per bulan untuk periode Juni dan Juli 2025.
Rujukan
- https://www.facebook.com/share/v/1HgvAPaVZM/
- https://www.facebook.com/share/v/1CAV61aKV9/
- https://www.facebook.com/share/v/1AemygSEsp/
- https://www.facebook.com/share/v/1Ay2n7YSAp/
- https://www.youtube.com/watch?v=7Lw0E49BopY&ab_channel=TribunJateng
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-27969) [KLARIFIKASI] Warga Israel Berlarian Bukan akibat Serangan Iran
Sumber:Tanggal publish: 17/07/2025
Berita
KOMPAS.com - Sebuah video yang beredar luas di media sosial menampilkan warga Israel memadati jalanan sambil panik berlarian.
Narasi di media sosial menyebutkan, mereka lari menyelamatkan diri menuju bunker karena serangan Iran.
Namun, setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu disebarkan dengan konteks keliru.
Video warga Israel belarian menyelamatkan diri dari serangan Iran disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 20 Juni 2025:
Warga Israel berhamburan menyelamatkan diri dan berlari menuju bunker...
Narasi di media sosial menyebutkan, mereka lari menyelamatkan diri menuju bunker karena serangan Iran.
Namun, setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu disebarkan dengan konteks keliru.
Video warga Israel belarian menyelamatkan diri dari serangan Iran disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 20 Juni 2025:
Warga Israel berhamburan menyelamatkan diri dan berlari menuju bunker...
Hasil Cek Fakta
Video warga Israel berlarian merupakan peristiwa yang terjadi sebelum adanya serangan Iran.
Klip serupa ditemukan di akun Instagram @iltv_israel pada 30 April 2025. Keterangan video menyebutkan, video berlokasi di Habima Square, Tel Aviv.
Polisi menangkap pelaku kriminal di Habima Square, tetapi aksi tersebut disalahartikan sebagai serangan teror.
Meski penangkapan tidak disertai tembakan, tetapi kerumunan di area tersebut lantas panik dan melarikan diri.
Sebanyak 21 orang dirawat di Rumah Sakit Ichilov karena syok dan luka ringan.
Sebagaimana diwartakan Times of Israel, ketika polisi melakukan penangkapan terhadap pelaku aksi kriminal, beredar informasi keliru di tengah kerumunan.
Informasi palsu tentang adanya tembakan juga mulai menyebar, sehingga menambah kepanikan.
Adapun peristiwa tersebut tidak terkait dengan perang Israel dan Iran yang terjadi pada Juni 2025.
Kedua negara tersebut saling mengirimkan serangan udara. Belakangan, Israel dan Iran telah sepakat gencatan senjata pada 24 Juni 2025.
Klip serupa ditemukan di akun Instagram @iltv_israel pada 30 April 2025. Keterangan video menyebutkan, video berlokasi di Habima Square, Tel Aviv.
Polisi menangkap pelaku kriminal di Habima Square, tetapi aksi tersebut disalahartikan sebagai serangan teror.
Meski penangkapan tidak disertai tembakan, tetapi kerumunan di area tersebut lantas panik dan melarikan diri.
Sebanyak 21 orang dirawat di Rumah Sakit Ichilov karena syok dan luka ringan.
Sebagaimana diwartakan Times of Israel, ketika polisi melakukan penangkapan terhadap pelaku aksi kriminal, beredar informasi keliru di tengah kerumunan.
Informasi palsu tentang adanya tembakan juga mulai menyebar, sehingga menambah kepanikan.
Adapun peristiwa tersebut tidak terkait dengan perang Israel dan Iran yang terjadi pada Juni 2025.
Kedua negara tersebut saling mengirimkan serangan udara. Belakangan, Israel dan Iran telah sepakat gencatan senjata pada 24 Juni 2025.
Kesimpulan
Video warga Israel berlarian menyelamatkan diri merupakan konten lama yang disebarkan dengan konteks keliru.
Peristiwa berlokasi di Habima Square, Tel Aviv pada April 2025 ketika kerumunan warga panik akibat informasi keliru tentang adanya aksi terorisme.
Peristiwa berlokasi di Habima Square, Tel Aviv pada April 2025 ketika kerumunan warga panik akibat informasi keliru tentang adanya aksi terorisme.
Rujukan
- https://www.facebook.com/bang.jacky.128316/videos/1238185187690289
- https://www.facebook.com/reel/751078324030808
- https://www.facebook.com/reel/1238185187690289
- https://www.facebook.com/reel/1209182264343617
- https://www.instagram.com/iltv_israel/p/DJCx_E5tv6l/?img_index=1
- https://www.timesofisrael.com/liveblog_entry/panic-briefly-erupts-at-memorial-day-event-in-tel-avivs-habima-square-after-man-arrested-police-say-theres-no-security-threat/
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-27970) [KLARIFIKASI] Jalan Raya Singaraja-Karangasem Ambles pada Januari, Bukan Juli 2025
Sumber:Tanggal publish: 17/07/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan video dengan narasi yang mengeklaim jalan raya Singaraja-Karangasem di Bali ambles atau turun dari permukaan awal.
Unggahan beredar pada Juli 2025, sehingga menimbulkan kesan bahwa peristiwa baru saja terjadi.
Namun, setelah ditelusuri unggahan tersebut keliru dan perlu diluruskan karena informasinya keliru.
Video yang diklaim menampikan jalan raya Singaraja-Karangasem di Bali ambles pada Juli 2025 dibagikan di Facebook, misalnya oleh akun ini dan ini.
Narasi dalam video disampaikan sebagai berikut:
Setelah jalur Tabanan-Gilimanuk lumpuh karena jalan jebol di Bajra ..Kini jalur Singaraja -Karangasem juga jebo!!Tingkatkan kewaspadaan !!hati hati selalu
Akun Facebook Video yang diklaim menampilkan jalan jalan raya Singaraja-Karangasem di Bali longsor pada Juli 2025Penelusuran Kompas.com
Setelah ditelusuri, video itu ternyata sudah beredar sejak Januari 2025. Video identik dengan unggahan akun TikTok ini.
Tim Cek Fakta Kompas.com juga menemukan tangkapan layar video tersebut di laman Pos Bali ini.
Dalam keterangannya, video itu menampilkan jalan nasional Singaraja - Karangasem, tepatnya di Banjar Dinas Antasari, Desa Pacung, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng yang ambles pada 6 Januari 2025.
Jalan tersebut ambles karena terkena air dari pipa Perumda Tirta Hita Buleleng yang bocor selama lima hari. Jalan yang ambles yakni sepanjang 18 meter dengan lebar 3 meter.
Adapun pada Juli 2025 tidak ditemukan informasi valid jalan Singaraja-Karangasem ambles.
Unggahan beredar pada Juli 2025, sehingga menimbulkan kesan bahwa peristiwa baru saja terjadi.
Namun, setelah ditelusuri unggahan tersebut keliru dan perlu diluruskan karena informasinya keliru.
Video yang diklaim menampikan jalan raya Singaraja-Karangasem di Bali ambles pada Juli 2025 dibagikan di Facebook, misalnya oleh akun ini dan ini.
Narasi dalam video disampaikan sebagai berikut:
Setelah jalur Tabanan-Gilimanuk lumpuh karena jalan jebol di Bajra ..Kini jalur Singaraja -Karangasem juga jebo!!Tingkatkan kewaspadaan !!hati hati selalu
Akun Facebook Video yang diklaim menampilkan jalan jalan raya Singaraja-Karangasem di Bali longsor pada Juli 2025Penelusuran Kompas.com
Setelah ditelusuri, video itu ternyata sudah beredar sejak Januari 2025. Video identik dengan unggahan akun TikTok ini.
Tim Cek Fakta Kompas.com juga menemukan tangkapan layar video tersebut di laman Pos Bali ini.
Dalam keterangannya, video itu menampilkan jalan nasional Singaraja - Karangasem, tepatnya di Banjar Dinas Antasari, Desa Pacung, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng yang ambles pada 6 Januari 2025.
Jalan tersebut ambles karena terkena air dari pipa Perumda Tirta Hita Buleleng yang bocor selama lima hari. Jalan yang ambles yakni sepanjang 18 meter dengan lebar 3 meter.
Adapun pada Juli 2025 tidak ditemukan informasi valid jalan Singaraja-Karangasem ambles.
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Video yang diklaim menampikan jalan raya Singaraja-Karangasem di Bali ambles pada Juli 2025 merupakan informasi keliru.
Faktanya, video itu adalah peristiwa pada Januari 2025. Jalan tersebut ambles karena terkena air dari pipa Perumda Tirta Hita Buleleng yang bocor selama lima hari.
Faktanya, video itu adalah peristiwa pada Januari 2025. Jalan tersebut ambles karena terkena air dari pipa Perumda Tirta Hita Buleleng yang bocor selama lima hari.
Rujukan
- https://www.facebook.com/share/v/1HrRcYgfHV/
- https://www.facebook.com/share/r/1FPXB6H6EE/
- https://www.tiktok.com/@punapisingaraja/video/7456625962906553606?_r=1&_t=ZS-8y2RuPN3iuT
- https://www.posbali.net/berita/1425496408/jalan-nasional-di-jalur-singaraja-karangasem-amblas-ini-penyebabnya
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-27904) [SALAH] Konten Kreator "FB Pro" Mengalami Kecelakaan karena Keasikan Siaran Langsung
Sumber: InstagramTanggal publish: 16/07/2025
Berita
Beredar video [arsip] yang diunggah oleh akun Instagram @dashcamindonesia memperlihatkan seorang konten kreator mengemudikan truk yang diklaim sebelum dan sesudah terjadi kecelakaan, dengan narasi pada video sebagai berikut:
“TONTON SAMPAI AKHIR. MOMEN KREATOR INI MENGALAMI KECELAKAAN KARNA KEASIKAN LIVE”.
“TONTON SAMPAI AKHIR. MOMEN KREATOR INI MENGALAMI KECELAKAAN KARNA KEASIKAN LIVE”.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim tersebut dengan menggunakan narasi klaim sebagai kata kunci di mesin pencarian Google. Hasilnya ditemukan dua artikel dari sulselsatu.com dan detik.com memberitakan kronologi kecelakaan truk yang dikendarai oleh seorang wanita bernama Siti Rodhia atau Sithik.
Kanit Lakalantas Polres Parimo Ipda Ansaruddin menjelaskan kronologi kecelakaan truk tersebut, di mana truk yang dikemudikan Rodhia hilang kendali saat melaju di jalanan menurun, diduga disebabkan oleh rem blong.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo juga menelusuri nama Sithik di Facebook, dan menemukan sebuah akun dengan nama Sithik Tarjikan yang mengunggah video siaran langsung tersebut pada hari Rabu (2/7/2025) yang diklaim sebagai detik-detik sebelum dan setelah kecelakaan terjadi untuk ditonton. Pada video tersebut korban telah mengakhiri siaran langsungnya dikarenakan kendala sinyal jaringan sebelum kecelakaan terjadi.
Lalu video siaran langsung berikutnya yang diunggah secara terpisah pada hari Kamis (3/7/2025) memperlihatkan proses evakuasi truk yang satu hari sebelumnya mengalami kecelakaan. Sehingga video yang ada pada klaim tidak terjadi di hari yang sama.
Kanit Lakalantas Polres Parimo Ipda Ansaruddin menjelaskan kronologi kecelakaan truk tersebut, di mana truk yang dikemudikan Rodhia hilang kendali saat melaju di jalanan menurun, diduga disebabkan oleh rem blong.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo juga menelusuri nama Sithik di Facebook, dan menemukan sebuah akun dengan nama Sithik Tarjikan yang mengunggah video siaran langsung tersebut pada hari Rabu (2/7/2025) yang diklaim sebagai detik-detik sebelum dan setelah kecelakaan terjadi untuk ditonton. Pada video tersebut korban telah mengakhiri siaran langsungnya dikarenakan kendala sinyal jaringan sebelum kecelakaan terjadi.
Lalu video siaran langsung berikutnya yang diunggah secara terpisah pada hari Kamis (3/7/2025) memperlihatkan proses evakuasi truk yang satu hari sebelumnya mengalami kecelakaan. Sehingga video yang ada pada klaim tidak terjadi di hari yang sama.
Kesimpulan
Unggahan berisi klaim “konten kreator FB Pro mengalami kecelakaan karena keasikan siaran langsung” adalah konteks yang salah (false context).
Rujukan
- http[detik.com] Kronologi Emak-emak Sopir Truk Kecelakaan Saat Live Medsos di Parimo [sulselsatu.com] VIDEO: Ibu-ibu Viral di Facebook Alami Kecelakaan Saat Menyetir Truk Sambil Live
- https://www.facebook.com/sithik.tarjikan.2025/videos/991541386220938 (Video livestream akun Facebook Sithik Tarjikan)
- https://www.facebook.com/sithik.tarjikan.2025/videos/24297284843211852 (Video livestream akun Facebook Sithik Tarjikan)
- https://www.detik.com/sulsel/berita/d-7997386/kronologi-emak-emak-sopir-truk-kecelakaan-saat-live-medsos-di-parimo
- https://www.sulselsatu.com/2025/07/04/video/video-ibu-ibu-viral-di-facebook-alami-kecelakaan-saat-menyetir-truk-sambil-live.html
- https://www.instagram.com/reel/DLrZL1hJOpo/ (Unggahan akun Instagram @dashcamindonesia)
- https://archive.ph/nCpZA (Arsip unggahan akun Instagram @dashcamindonesia)
Halaman: 1602/7951

