Akun Facebook “Inspirasi Masa Kini” pada Jumat (11/7/2025) mengunggah foto [arsip] disertai narasi:
“’Meninggal di Jam 4 subuh’ Dunia Hiburan Berduka Inalillahi..Dvnia 4rtis Berdvka Detik – Detik Artis R3ndy Pang4lila Kritis saat acara byon kombat 3 kini dia Di Rumah Sakit Terakhir di Rumah Sakit Jakarta Selatan Minta doa ya fans Semoga Beliau cepat Di Berikanlah Kesembuhan AMIN”
(GFD-2025-27941) [SALAH] Artis Randy Pangalila Meninggal Dunia pada 11 Juli 2025
Sumber: facebook.comTanggal publish: 17/07/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan mengunjungi akun Instagram terverifikasi milik Randy Pangalila (@randpunk).
Akun tersebut masih mengunggah stories pada Selasa (15/7/2025) yang menampilkan foto Randy beserta keluarganya. Sebelumnya, Randy juga masih mengunggah video reels pada Jumat (11/7/2025).
Selain itu, tidak ditemukan pemberitaan dari media kredibel mana pun yang menyebutkan Randy Pangalila meninggal dunia pada Jumat (11/7/2025).
Akun tersebut masih mengunggah stories pada Selasa (15/7/2025) yang menampilkan foto Randy beserta keluarganya. Sebelumnya, Randy juga masih mengunggah video reels pada Jumat (11/7/2025).
Selain itu, tidak ditemukan pemberitaan dari media kredibel mana pun yang menyebutkan Randy Pangalila meninggal dunia pada Jumat (11/7/2025).
Kesimpulan
Unggahan foto berisi klaim “artis Randy Pangalila meninggal dunia pada 11 Juli 2025” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
Rujukan
(GFD-2025-27942) [PENIPUAN] Maia Estianty Berbagi Uang
Sumber: instagram.comTanggal publish: 17/07/2025
Berita
Akun Instagram “berbagi_hadiah_official2” pada Sabtu (12/7/2025) mengunggah video [arsip] yang menampilkan penyanyi wanita, Maia Estianty yang berbagi uang dengan narasi:
“NAZAR SAYA KHUSUSNYA YANG PUNYA REKENING BANK DI BAWAH TAPI SALDONYA KOSONG SINI KUMPUL SAYA TRANSFER 30.000.000 SEKARANG TAPI INGAT SETELAH SAYA TRANSFER UANGNYA JANGAN UNTUK FOYA-FOYA YA PASTI SAYA BANTU INI NYATA BUKAN HANYA KONTEN”
“NAZAR SAYA KHUSUSNYA YANG PUNYA REKENING BANK DI BAWAH TAPI SALDONYA KOSONG SINI KUMPUL SAYA TRANSFER 30.000.000 SEKARANG TAPI INGAT SETELAH SAYA TRANSFER UANGNYA JANGAN UNTUK FOYA-FOYA YA PASTI SAYA BANTU INI NYATA BUKAN HANYA KONTEN”
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan mengunggah video tersebut ke situs pendeteksi Artificial Intelligence (AI), hivemoderation.com.
Hasilnya, suara di video tersebut tersebut diketahui hasil rekayasa Artificial Intelligence (AI) dengan probabilitas 99 persen.
Selain itu, di akun Instagram resmi milik Maia Estianty (@maiaestiantyreal) tidak ditemukan informasi seperti yang ada di klaim.
Hasilnya, suara di video tersebut tersebut diketahui hasil rekayasa Artificial Intelligence (AI) dengan probabilitas 99 persen.
Selain itu, di akun Instagram resmi milik Maia Estianty (@maiaestiantyreal) tidak ditemukan informasi seperti yang ada di klaim.
Kesimpulan
Unggahan berisi klaim “Maia Estianty berbagi hadiah” adalah konten tiruan (impostor content).
Rujukan
(GFD-2025-27943) CEK FAKTA: Tidak Benar! Jepang Akan Blacklist Pekerja Migran Indonesia Buntut Kasus Kriminal
Sumber:Tanggal publish: 17/07/2025
Berita
Beredar informasi di media sosial yang menyebut bahwa Pemerintah Jepang akan melakukan blacklist terhadap pekerja migran Indonesia (PMI). Buntut dari sejumlah kasus kriminal dan aktivitas latihan bela diri di jalanan yang dilakukan oleh WNI di Jepang.
Informasi ini diunggah oleh banyak akun di media sosial. Seperti akun Instagram @duniahariini17 (https://www.instagram.com/p/DMJaqemzLn4/), dengan narasi berbunyi:
"VIRAL JEPANG AKAN BLACKLIST PEKERJA MIGRAN INDONESIA BUNTUT KASUS KRIMINAL DAN LATIHAN SILAT DI JALANAN"
Unggahan tersebut menuai beragam komentar dan kekhawatiran dari warganet, terutama di kalangan calon pekerja migran dan keluarga mereka.
Benarkah informasi tersebut?
Informasi ini diunggah oleh banyak akun di media sosial. Seperti akun Instagram @duniahariini17 (https://www.instagram.com/p/DMJaqemzLn4/), dengan narasi berbunyi:
"VIRAL JEPANG AKAN BLACKLIST PEKERJA MIGRAN INDONESIA BUNTUT KASUS KRIMINAL DAN LATIHAN SILAT DI JALANAN"
Unggahan tersebut menuai beragam komentar dan kekhawatiran dari warganet, terutama di kalangan calon pekerja migran dan keluarga mereka.
Benarkah informasi tersebut?
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta TIMES Indonesia menelusuri kebenaran klaim tersebut dan menemukan bahwa informasi tersebut tidak benar alias hoaks.
Mengutip pemberitaan Kompas.com pada kanal Ohayo Jepang ( Viral Video Jepang Akan Blacklist Indonesia, KBRI Tokyo Beri Penjelasan | Kompas), Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo secara resmi membantah kabar tersebut.
Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Tokyo, Muhammad Al Aula, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada pernyataan resmi dari Pemerintah Jepang mengenai rencana pemblokiran atau blacklist terhadap pekerja migran Indonesia.
“Sampai dengan saat ini tidak ada pernyataan Pemerintah Jepang yang disampaikan ke KBRI Tokyo terkait dengan daftar hitam yang ramai didiskusikan di sosial media,” ujarnya pada 14 Juli 2025.
KBRI Tokyo juga menambahkan bahwa Jepang masih sangat membutuhkan tenaga kerja dari negara-negara sahabat, termasuk Indonesia. Bahkan, Pemerintah Jepang mengapresiasi peningkatan jumlah tenaga kerja asal Indonesia yang datang secara legal dan memenuhi persyaratan.
Terkait beberapa insiden kriminal seperti pencurian yang dilakukan oleh WNI di Jepang, pihak KBRI mengonfirmasi bahwa memang ada sejumlah kasus yang dilaporkan secara resmi oleh otoritas Jepang. Namun, seluruh kasus tersebut sudah diproses sesuai hukum Jepang dan tidak menjadi dasar pelarangan secara kolektif terhadap pekerja migran asal Indonesia.
Sementara itu, mengenai isu latihan bela diri di jalan umum, KBRI menyatakan tidak pernah menerima laporan resmi dari pemerintah Jepang terkait aktivitas tersebut. Pihak KBRI juga terus menjalin kerja sama yang baik dengan otoritas keamanan Jepang guna menjaga ketertiban dan citra baik WNI di Jepang.
KBRI Tokyo turut mengimbau seluruh WNI yang tinggal dan bekerja di Jepang agar senantiasa menghormati hukum, budaya, dan norma setempat.
Sumber: Press Release KBRI Tokyo & KJRI Osaka | Kemlu RI
Mengutip pemberitaan Kompas.com pada kanal Ohayo Jepang ( Viral Video Jepang Akan Blacklist Indonesia, KBRI Tokyo Beri Penjelasan | Kompas), Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo secara resmi membantah kabar tersebut.
Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Tokyo, Muhammad Al Aula, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada pernyataan resmi dari Pemerintah Jepang mengenai rencana pemblokiran atau blacklist terhadap pekerja migran Indonesia.
“Sampai dengan saat ini tidak ada pernyataan Pemerintah Jepang yang disampaikan ke KBRI Tokyo terkait dengan daftar hitam yang ramai didiskusikan di sosial media,” ujarnya pada 14 Juli 2025.
KBRI Tokyo juga menambahkan bahwa Jepang masih sangat membutuhkan tenaga kerja dari negara-negara sahabat, termasuk Indonesia. Bahkan, Pemerintah Jepang mengapresiasi peningkatan jumlah tenaga kerja asal Indonesia yang datang secara legal dan memenuhi persyaratan.
Terkait beberapa insiden kriminal seperti pencurian yang dilakukan oleh WNI di Jepang, pihak KBRI mengonfirmasi bahwa memang ada sejumlah kasus yang dilaporkan secara resmi oleh otoritas Jepang. Namun, seluruh kasus tersebut sudah diproses sesuai hukum Jepang dan tidak menjadi dasar pelarangan secara kolektif terhadap pekerja migran asal Indonesia.
Sementara itu, mengenai isu latihan bela diri di jalan umum, KBRI menyatakan tidak pernah menerima laporan resmi dari pemerintah Jepang terkait aktivitas tersebut. Pihak KBRI juga terus menjalin kerja sama yang baik dengan otoritas keamanan Jepang guna menjaga ketertiban dan citra baik WNI di Jepang.
KBRI Tokyo turut mengimbau seluruh WNI yang tinggal dan bekerja di Jepang agar senantiasa menghormati hukum, budaya, dan norma setempat.
Sumber: Press Release KBRI Tokyo & KJRI Osaka | Kemlu RI
Kesimpulan
Informasi yang menyebut bahwa Pemerintah Jepang akan melakukan blacklist terhadap pekerja migran Indonesia akibat kasus kriminal dan latihan silat di jalanan adalah tidak benar dan termasuk konten menyesatkan (misleading content).
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi, dan senantiasa merujuk pada sumber resmi seperti KBRI atau instansi pemerintah terkait.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi, dan senantiasa merujuk pada sumber resmi seperti KBRI atau instansi pemerintah terkait.
Rujukan
(GFD-2025-27945) Keliru: Uang Kertas BRICS Resmi Digunakan untuk Publik
Sumber:Tanggal publish: 17/07/2025
Berita
SEBUAH video beredar di TikTok [arsip] dan Facebook pada 11 Juli 2025, memuat klaim bahwa uang BRICS telah beredar untuk publik. Video itu memperlihatkan seseorang mengeluarkan beberapa lembar uang kertas BRICS dari dompet dan menghitungnya. “Uang BRICS mulai keluar di publik dan bendera Indonesia ada di sana,” demikian isi narasi yang beredar.
Klaim ini muncul setelah Indonesia menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi BRICS di Rio De Janeiro, Brazil, pada 6 Juli 2025. BRICS adalah organisasi antar-pemerintah yang beranggotakan Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan. Kini anggota BRICS bertambah menjadi 10 negara, termasuk Indonesia dan Iran.
Namun, benarkah uang kertas BRICS telah resmi beredar secara umum untuk bertransaksi?
Klaim ini muncul setelah Indonesia menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi BRICS di Rio De Janeiro, Brazil, pada 6 Juli 2025. BRICS adalah organisasi antar-pemerintah yang beranggotakan Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan. Kini anggota BRICS bertambah menjadi 10 negara, termasuk Indonesia dan Iran.
Namun, benarkah uang kertas BRICS telah resmi beredar secara umum untuk bertransaksi?
Hasil Cek Fakta
Tempo memeriksa klaim tersebut dengan mewawancarai pakar ekonomi serta membandingkan berbagai informasi soal BRICS dengan media-media kredibel. Hasilnya, anggota BRICS belum resmi menggunakan mata uang BRICS sebagai transaksi meski wacana ini muncul dalam sejumlah pertemuan sebelumnya.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti mengatakan, BRICS belum mengeluarkan mata uang bersama (currency union) yang dapat digunakan sebagai transaksi. Menurutnya, wacana itu memang sempat dibahas guna mengurangi dominasi mata uang dollar Amerika Serikat.
Dia menjelaskan, gagasan dan perdebatan mengenai adopsi sistem keuangan bersama, telah lama beredar di kawasan seperti ASEAN. Hal itu dipicu krisis ekonomi melanda Asia pada 1997 dan Eropa yang berhasil menggunakan Euro sejak 1999.
Namun untuk membentuk mata uang bersama, membutuhkan waktu yang tak sebentar. Sebab perlu infrastruktur yang memadai, termasuk memastikan setiap otoritas pemegang moneter masing-masing negara bersedia membentuk kebijakan bersama.
“Sebab membentuk mata uang bersama punya konsekuensi banyak. Jika satu negara inflasinya tinggi, maka negara yang tergabung di dalamnya dengan mudah akan terinfeksi juga,” kata Esther kepada Tempo, Rabu, 16 Juli 2025.
Awal Mula Wacana Mata Uang BRICS
Rencana untuk mengeluarkan mata uang bersama antar anggota BRICS muncul pertama kali pada KTT BRICS 2023 di Johannesburg, Afrika Selatan. Dilansir Reuters, wacana itu disampaikan oleh Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva. Tujuannya, untuk mengurangi ketergantungan pada dominasi mata uang dollar Amerika.
Namun, wacana itu belum ditindaklanjuti secara serius oleh anggota-anggota BRICS. Dalam KTT 2023 itu, tuan rumah bahkan menyiapkan cinderamata dengan bentuk menyerupai uang kertas bertuliskan BRICS dan berisi logo bendera-bendera anggota.
Pada KTT tahun berikutnya di Kazan Rusia, peluncuran mata uang baru juga tidak masuk dalam agenda pertemuan. Seperti diberitakan AFP, Presiden Rusia Vladimir Putin justru mendorong negara-negara anggota BRICS menggunakan mata uang lokal untuk perdagangan.
Demikian juga pada KTT BRICS 2025 di Brazil, tidak ada agenda peluncuran mata uang bersama. Dikutip dari Anadolu Agency dan Reuters, pejabat-pejabat Brasil mengatakan tak ada rancangan teknis untuk membahas mata uang baru. Presiden Brasil, Lula, juga telah mundur dari gagasannya memunculkan mata uang BRICS.
Dedolarisasi atau mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dilakukan BRICS, dengan mendorong penggunaan mata uang lokal untuk transaksi antar negara.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti mengatakan, BRICS belum mengeluarkan mata uang bersama (currency union) yang dapat digunakan sebagai transaksi. Menurutnya, wacana itu memang sempat dibahas guna mengurangi dominasi mata uang dollar Amerika Serikat.
Dia menjelaskan, gagasan dan perdebatan mengenai adopsi sistem keuangan bersama, telah lama beredar di kawasan seperti ASEAN. Hal itu dipicu krisis ekonomi melanda Asia pada 1997 dan Eropa yang berhasil menggunakan Euro sejak 1999.
Namun untuk membentuk mata uang bersama, membutuhkan waktu yang tak sebentar. Sebab perlu infrastruktur yang memadai, termasuk memastikan setiap otoritas pemegang moneter masing-masing negara bersedia membentuk kebijakan bersama.
“Sebab membentuk mata uang bersama punya konsekuensi banyak. Jika satu negara inflasinya tinggi, maka negara yang tergabung di dalamnya dengan mudah akan terinfeksi juga,” kata Esther kepada Tempo, Rabu, 16 Juli 2025.
Awal Mula Wacana Mata Uang BRICS
Rencana untuk mengeluarkan mata uang bersama antar anggota BRICS muncul pertama kali pada KTT BRICS 2023 di Johannesburg, Afrika Selatan. Dilansir Reuters, wacana itu disampaikan oleh Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva. Tujuannya, untuk mengurangi ketergantungan pada dominasi mata uang dollar Amerika.
Namun, wacana itu belum ditindaklanjuti secara serius oleh anggota-anggota BRICS. Dalam KTT 2023 itu, tuan rumah bahkan menyiapkan cinderamata dengan bentuk menyerupai uang kertas bertuliskan BRICS dan berisi logo bendera-bendera anggota.
Pada KTT tahun berikutnya di Kazan Rusia, peluncuran mata uang baru juga tidak masuk dalam agenda pertemuan. Seperti diberitakan AFP, Presiden Rusia Vladimir Putin justru mendorong negara-negara anggota BRICS menggunakan mata uang lokal untuk perdagangan.
Demikian juga pada KTT BRICS 2025 di Brazil, tidak ada agenda peluncuran mata uang bersama. Dikutip dari Anadolu Agency dan Reuters, pejabat-pejabat Brasil mengatakan tak ada rancangan teknis untuk membahas mata uang baru. Presiden Brasil, Lula, juga telah mundur dari gagasannya memunculkan mata uang BRICS.
Dedolarisasi atau mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dilakukan BRICS, dengan mendorong penggunaan mata uang lokal untuk transaksi antar negara.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan mata uang BRICS telah beredar di publik adalah keliru.
Rujukan
- https://www.tiktok.com/@ceritanasional/video/7525292604230077703?_r=1&_t=ZS-8xvWLvrMlpn
- https://mvau.lt/media/0c31ceca-e53e-41c0-a947-eedd28ac58a7
- https://www.facebook.com/reel/659080640484294
- https://www.presidenri.go.id/siaran-pers/hadiri-sesi-pleno-ktt-brics-2025-presiden-prabowo-tegaskan-komitmen-indonesia-pada-perdamaian-dan-reformasi-global/
- https://www.reuters.com/markets/currencies/what-is-brics-currency-is-us-dollar-trouble-2024-12-17/
- https://www.aa.com.tr/en/world/russia-says-brics-not-discussing-common-currency/3467953
- https://www.reuters.com/markets/currencies/brazil-nixes-brics-currency-eyes-less-reliance-mighty-dollar-2025-02-13/
Halaman: 1599/7951





