• (GFD-2025-27993) [HOAKS] Randy Pangalila Meninggal Usai Bertanding di Byon Combat 3

    Sumber:
    Tanggal publish: 19/07/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Aktor Randy Pangalila dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (18/7/2025) setelah bertanding di acara tarung bebas Byon Combat 3.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, kabar tersebut hoaks.

    Kabar kematian Randy Pangalila setelah bertanding di acara Byon Combat 3 dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, dan ini, pada Jumat (18/7/2025).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    'Meninggal di Jam 4 subuh' Dunia Hiburan Berduka Inalillahi..Dvnia 4rtis Berdvka Detik - Detik Artis R3ndy Pang4lila Kritis saat acara byon kombat 3 kini dia Di Rumah Sakit Terakhir di Rumah Sakit Jakarta Selatan Minta doa ya fans Semoga Beliau cepat Di Berikanlah Kesembuhan AMIN

    Screenshot Hoaks, Randy Pangalila meninggal setelah bertanding di Byon Combat 3

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com tidak dapat menemukan pemberitaan kredibel soal Randy Pangalila meninggal dunia pada Jumat (18/7/2025).

    Kendati demikian, narasi Randy meninggal dunia akibat kritis setelah bertanding di acara tarung Byon Combat 3 dapat dipastikan keliru.

    Sebab, acara Byon Combat Volume 3 yang melibatkan Randy Pangalila diadakan pada 22 Juni 2024.

    Randy keluar sebagai pemenang setelah mengandaskan Jekson Karmela atau Kkajhe. Pertandingan itu berlangsung dalam satu ronde.

    Randy juga memamerkan kemenangannya melalui Instagram @randpunk dengan mengunggah foto dirinya berpose tidur sambil mengenakan sabuk juara Byon Combat 3.

    Adapun tayangan ulang pertandingan Randy vs Kkajhe tersebut dapat disaksikan di unggahan YouTube BYON Combat ini.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, kabar Randy Pangalila meninggal dunia usai bertanding di acara Byon Combat 3 adalah hoaks.

    Kabar tersebut beredar di Facebook pada Jumat (18/7/2025). Sementara, acara Byon Combat 3 diadakan pada 22 Juni 2024 dan Randy keluar sebagai pemenang.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27994) [KLARIFIKASI] Video Tentara Israel Menyerukan Kemerdekaan Papua adalah Rekayasa AI

    Sumber:
    Tanggal publish: 19/07/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video yang disebarluaskan di media sosial mengeklaim tentara Israel menyerukan kemerdekaan Papua.

    Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu merupakan hasil manipulasi.

    Video yang diklaim menampilkan tentara Israel menyerukan kemerdekaan Papua disebarluaskan di Facebook, misalnya oleh akun ini, ini, dan ini.

    Dalam video beberapa orang berpakaian militer menyerukan "Papua Merdeka, Freedom Papua". Salah satu tentara tampak membawa bendera Israel.

    Berdasarkan penelusuran di Google Search tidak ditemukan informasi valid tentara Israel menyerukan kemerdekaan Papua.

    Ketika dicermati, di bagian kanan bawah video terdapat watermark kecil bertuliskan "Veo". Ini menunjukkan bahwa konten tersebut merupakan rekayasa berbasis artificial intelligence (AI).

    Veo merupakan kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh Google. Perangkat tersebut dapat membuat video rekayasa melalui perintah teks atau gambar.

    Sehingga, dapat dipastikan video tentara Israel menyerukan kemerdekaan Papua merupakan hasil manipulasi.

    Sebelumnya, di media sosial juga muncul hoaks yang mengaitkan Israel dengan Papua, salah satunya terkait video warga Papua yang diklaim menyambut kedatangan imigran Israel ini.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan tentara Israel menyerukan kemerdekaan Papua merupakan hasil manipulasi berbasis AI.

    Adapun video itu dibuat dengan Veo, sebuah perangkat kecerdasaan buataan yang dikembang oleh Google. Perangkat tersebut dapat membuat video rekayasa melalui perintah teks atau gambar.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27995) [KLARIFIKASI] Video Serangan Rudal di Teheran Dinarasikan Terjadi di Tel Aviv

    Sumber:
    Tanggal publish: 19/07/2025

    Berita

     

    KOMPAS.com - Sebuah video diklaim memperlihatkan serangan rudal Iran ke wilayah Tel Aviv, Israel yang menghancurkan sebuah bangunan.

    Dalam video tampak sebuah ledakan api membuat bangunan runtuh dan sejumlah mobil terlempar.

    Namun, setelah ditelusuri narasi dalam video tersebut keliru dan perlu diluruskan.

    Video yang diklaim menampilkan serangan rudal Iran ke wilayah Tel Aviv salah satunya dibagikan akun Facebook ini.

    Narasi dalam video yakni sebagai berikut:

    Rudal iran menghancirkan bangunan dan menyebabkan ledakan Besar di Tel aviv

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video yang diklaim sebagai serangan rudal Iran ke Tel Aviv

    Hasil Cek Fakta

    Ketika dicermati, terdadapat bendera Iran di sebuah gedung yang mengindikasikan bahwa lokasi tersebut bukan berada di Tel Aviv.

    Kemudian Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan penelusuran menggunakan Google Lens.

    Hasilnya, video itu identik dengan unggahan di laman Tehran Times. Keterangan dalam unggahan menyebut video itu adalah momen ketika Israel menyerang Lapangan Quds di Teheran, Iran.

    Dikutip dari The Jurusalem Post, pada awal Juli 2025 media Iran merilis rekaman dari kamera keamanan di ibu kota Teheran yang mendokumentasikan serangan Israel di Lapangan Quds selama Operasi "Rising Lion". 

    Menurut media Iran, serangan jarak jauh yang dilakukan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) tersebut merupakan upaya menyerang target militer Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

    Sehingga, dapat dipastikan video tersebut bukan serangan Iran di wilayah Tel Aviv.  

    Diberitakan Kompas.id, pada 21 Juni 2025 Iran melancarkan serangan rudal yang menyasar Tel Aviv, Haifa, dan Beer Sheva. 

    Tel Aviv menjadi sasaran serangan Iran karena merupakan jantung berbagai aktivitas Israel. Seperti diketahui, militer Israel, Tzahal membangun markas besarnya di Tel Aviv.

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan serangan rudal Iran ke wilayah Tel Aviv merupakan informasi tidak benar.

    Adapun video aslinya adalah momen ketika Israel menyerang Lapangan Quds di Teheran, Iran. Video itu bersumber dari rekaman kamera keamanan Teheran yang kemudian dibagikan oleh media Iran pada awal Juli 2025. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-28005) [KLARIFIKASI] Tidak Benar BRICS Luncurkan Mata Uang Baru

    Sumber:
    Tanggal publish: 19/07/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Kelompok negara berkembang BRICS diklaim telah meluncurkan mata uang dan uang kertas baru sebagai alat tukar untuk menyaingi dollar yang merupakan mata uang Amerika Serikat.  

    Narasi yang beredar mencantumkan foto Presiden Rusia Vladimir Putin menunjukkan selembar uang kertas. Uang itu menampilkan bendera berbagai negara, salah satunya Indonesia.

    Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu perlu diluruskan sebab informasinya keliru.

    Narasi BRICS meluncurkan mata uang baru dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini, pada Juli 2025. Salah satu narasi dibagikan pada Kamis (17/7/2025).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Keren bendera dan nama Indonesia ada di mata uang BRICS.. mencoba tidak tergantung dengan dollar... Gimana menurut kalian warga FB pro

    Hasil Cek Fakta

    Narasi soal uang kertas BRICS yang memuat bendera Indonesia mulai beredar setelah Indonesia mengikuti KTT ke-17 BRICS di Brasil pada 6 Juli 2025.

    Kendati demikian, isu BRICS meluncurkan uang kertas atau mata uang baru telah beredar di internet sejak beberapa tahun lalu.

    Wacana sistem pembayaran alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS memang pernah disampaikan dalam forum BRICS. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada peluncuran mata uang.

    Pada KTT ke-16 BRICS di Kazan, Rusia, pada Oktober 2024, Putin menyerukan sistem pembayaran alternatif untuk mencegah AS menggunakan dolar sebagai senjata politik.

    "Dolar digunakan sebagai senjata. Kita benar-benar melihat hal ini. Saya pikir ini adalah kesalahan besar," kata Putin, sebagaimana diberitakan The Guardian. 

    Kendati demikian, pernyataan resmi dari pertemuan puncak itu mengindikasikan bahwa sedikit kemajuan telah dicapai pada sistem pembayaran alternatif.

    Selang beberapa bulan kemudian, dilansir Anadolu Agency, Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan bahwa BRICS tidak membahas pembentukan mata uang bersama.

    "Tidak ada pembicaraan tentang pembentukan mata uang bersama BRICS. Diskusi semacam itu belum dan tidak sedang berlangsung," ujar Peskov dalam jumpa pers di Moskow, pada 31 Januari 2025.

    "Sebaliknya, BRICS berfokus pada pengembangan platform investasi bersama baru untuk memfasilitasi investasi dan proyek bersama di negara ketiga," kata dia.

    Pernyataan tersebut disampaikan Peskov untuk menanggapi ancaman Presiden AS Donald Trump yang bakal mengenakan tarif impor 100 persen pada negara-negara BRICS, jika mereka mencoba memperkenalkan mata uang baru atau alternatif terhadap dolar AS.

    Sementara itu, foto Putin memegang barang yang diklaim sebagai "uang kertas" BRICS dapat ditemukan di laman KTT ke-16 BRICS. Foto itu diunggah pada 23 Oktober 2024.

    Berikut keterangan foto yang dicantumkan:

    Presiden Rusia Vladimir Putin setelah pertemuan para kepala delegasi negara-negara BRICS dalam format yang diperluas dalam rangka KTT BRICS XVI di Kazan.

    Dikutip dari AFP Fact Check, uang kertas yang dipegang oleh Putin disebut sebagai "tiruan" atau simbolik, oleh kantor berita Rusia, seperti TASS dan RIA.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi BRICS meluncurkan mata uang baru dan memuat gambar bendera Indonesia perlu diluruskan.

    Wacana sistem pembayaran alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS memang pernah disampaikan dalam forum BRICS, tetapi belum ada peluncuran mata uang.

    Rujukan