KOMPAS.com - Sebuah video yang beredar luas di media sosial mengeklaim artis Maia Estianty membagikan hadiah Rp 50 juta melalui Facebook.
Namun, setelah ditelusuri video itu merupakan hasil manipulasi berbasis artificial intelligence.
Video yang diklaim menampilkan Maia Estianty membagikan hadiah Rp 50 juta salah satunya dibagikan akun Facebook ini.
Warganet yang ingin mendapat hadiah tersebut diminta untuk menyukai dan membagikan unggahan tersebut. Warganet juga diminta untuk mengirim pesan lewat Messenger.
Berikut narasi yang disampaikan dalam unggahan:
ASSALAMUALAIKUM SAYA MAIA ESTIANTY NIAT BERBAGI REZEKI SENILAI 50 JUTA, SUJUT SUKUR ATAS KEZEKI YANG KAMI DAPAT KAN LEWAT SIARAN TV DAN USAHA YANG KAMI JALANKAN. LANGSUNG KLIK TOMBOL MESEGER DI BAWAH
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang mengeklaim Maia Estianty membagikan hadiah Rp 50 juta
(GFD-2025-28147) [HOAKS] Maia Estianty Bagi-bagi Hadiah Rp 50 Juta di Facebook
Sumber:Tanggal publish: 28/07/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Jika dicermati lebih teliti, maka terlihat gerakan bibir dan perkataan Maia dalam video itu tidak sinkron. Hal itu mengindikasikan konten tersebut merupakan hasil manipulasi.
Kemudian Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri sumber video tersebut menggunakan Google Lens.
Hasilnya video tersebut identik dengan unggahan akun TikTok @Kumparan Woman pada 2023.
Dalam video aslinya Maia tidak menawarkan hadiah Rp 50 juta. Namun, Maia menyampaikan mengenai pentingnya memperbaiki diri dan mengubah mindset.
Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, video Maia membagikan hadiah Rp 50 juta di Facebook terdeteksi dihasilkan oleh artificial intelligence (AI). Probabilitas bahwa itu konten AI generatif mencapai 99,5 persen.
Kemudian Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri sumber video tersebut menggunakan Google Lens.
Hasilnya video tersebut identik dengan unggahan akun TikTok @Kumparan Woman pada 2023.
Dalam video aslinya Maia tidak menawarkan hadiah Rp 50 juta. Namun, Maia menyampaikan mengenai pentingnya memperbaiki diri dan mengubah mindset.
Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, video Maia membagikan hadiah Rp 50 juta di Facebook terdeteksi dihasilkan oleh artificial intelligence (AI). Probabilitas bahwa itu konten AI generatif mencapai 99,5 persen.
Kesimpulan
Video yang mengeklaim Maia Estianty membagikan hadiah Rp 50 juta di Facebook merupakan konten hasil manipulasi berbasis AI.
Adapun video aslinya adalah momen ketika Maia memberikan motivasi terkait pentingnya memperbaiki diri dan mengubah mindset.
Setelah dicek menggunakan Hive Moderation video yang beredar terdeteksi dihasilkan AI generatif dengan probabilitas sebesar 99,5 persen.
Adapun video aslinya adalah momen ketika Maia memberikan motivasi terkait pentingnya memperbaiki diri dan mengubah mindset.
Setelah dicek menggunakan Hive Moderation video yang beredar terdeteksi dihasilkan AI generatif dengan probabilitas sebesar 99,5 persen.
Rujukan
(GFD-2025-28148) [HOAKS] Tautan Program Pemulihan Korban Penipuan Online
Sumber:Tanggal publish: 28/07/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar tautan yang diklaim untuk mengakses program pemulihan korban penipuan online.
Program tersebut mengatasnamakan pemerintah melalui Kementerian Keuangan, dan diklaim akan mengganti semua kerugian korban penipuan online.
Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut hoaks.
Tautan yang diklaim untuk mengakses program pemulihan korban penipuan online dibagikan oleh akun Facebook ini pada 24 Juli 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
Program Pemulihan Korban Penipuan Online kini tersedia. Pemerintah bersama Kementerian Keuangan siap membantu mengganti kerugian Anda.
Segera laporkan melalui tautan resmi yang tertera.
Screenshot Hoaks, program pemulihan korban penipuan online
Program tersebut mengatasnamakan pemerintah melalui Kementerian Keuangan, dan diklaim akan mengganti semua kerugian korban penipuan online.
Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut hoaks.
Tautan yang diklaim untuk mengakses program pemulihan korban penipuan online dibagikan oleh akun Facebook ini pada 24 Juli 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
Program Pemulihan Korban Penipuan Online kini tersedia. Pemerintah bersama Kementerian Keuangan siap membantu mengganti kerugian Anda.
Segera laporkan melalui tautan resmi yang tertera.
Screenshot Hoaks, program pemulihan korban penipuan online
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com tidak dapat menemukan program khusus dari Kemenkeu yang secara eksplisit ditujukan untuk pemulihan korban penipuan online.
Situs dan akun media sosial resmi Kemenkeu juga tidak membagikan informasi terkait program tersebut.
Sementara itu, tautan yang dibagikan oleh akun Facebook tersebut dan diklaim untuk mengakses program, terindikasi phishing atau pencurian data.
Tautan tersebut tidak mengarah ke situs resmi Kemenkeu tapi ke situs dengan alamat indonewsssss[dot]com[slash]ajukansekarangjuga.
Situs tersebut menampilkan formulir yang meminta pengunjung menyerahkan data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor telepon.
Awas, jangan memasukkan data pribadi apa pun ke situs tersebut. Ini merupakan modus phishing yang bisa menjadi pintu masuk dalam aksi penipuan.
Situs dan akun media sosial resmi Kemenkeu juga tidak membagikan informasi terkait program tersebut.
Sementara itu, tautan yang dibagikan oleh akun Facebook tersebut dan diklaim untuk mengakses program, terindikasi phishing atau pencurian data.
Tautan tersebut tidak mengarah ke situs resmi Kemenkeu tapi ke situs dengan alamat indonewsssss[dot]com[slash]ajukansekarangjuga.
Situs tersebut menampilkan formulir yang meminta pengunjung menyerahkan data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor telepon.
Awas, jangan memasukkan data pribadi apa pun ke situs tersebut. Ini merupakan modus phishing yang bisa menjadi pintu masuk dalam aksi penipuan.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan yang diklaim untuk mengakses program pemulihan korban penipuan online adalah hoaks.
Tautan itu terindikasi phishing. Selain itu, tidak ditemukan program khusus dari Kemenkeu yang secara eksplisit ditujukan untuk pemulihan korban penipuan online.
Tautan itu terindikasi phishing. Selain itu, tidak ditemukan program khusus dari Kemenkeu yang secara eksplisit ditujukan untuk pemulihan korban penipuan online.
Rujukan
(GFD-2025-28108) [SALAH] Video “Sri Mulyani Permalukan DPR saat Membahas Uang Negara”
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 27/07/2025
Berita
Pada Sabtu (12/7/2025) akun Facebook “Versi Terbaik” membagikan video [arsip] berisi narasi :
“Sri Mulyani T4mpar Keras DPR
Sri Mulyani Perm4lukan Habis DPR: Bapak Biar Gak Nyebar Hoax…..
#dpr #srimulyani #hutangnegara #beritaviral #beritapolitik #viralbanget”
Hingga Minggu (27/7/2025) unggahan mendapatkan 37 ribu tanda suka, 4,7 ribu komentar dan telah dilihat 2 juta kali.
“Sri Mulyani T4mpar Keras DPR
Sri Mulyani Perm4lukan Habis DPR: Bapak Biar Gak Nyebar Hoax…..
#dpr #srimulyani #hutangnegara #beritaviral #beritapolitik #viralbanget”
Hingga Minggu (27/7/2025) unggahan mendapatkan 37 ribu tanda suka, 4,7 ribu komentar dan telah dilihat 2 juta kali.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menyimak video tersebut dari awal hingga akhir. Menit-menit awal (0:01—0:16) memperlihatkan Sri Mulyani mengucapkan narasi sebagai berikut:
“Mungkin bapak yang tidak paham tentang utang negara. Saya akan jelaskan sekali lagi ya, mumpung saya lagi ada semangat untuk menjelaskan. Supaya apa? bapak tidak menyebarkan hoaks, bapak tidak berpikiran jahat terhadap pemerintah ya. Supaya juga menambah pengetahuan bapak tentang utang negara”.
TurnBackHoax kemudian mengunduh video tersebut dan menganalisisnya dengan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, audio dari video tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 81 persen.
TurnBackHoax kemudian menelusuri tangkapan layar dari video unggahan akun Facebook “Versi Terbaik” itu lewat Google Lens. Pencarian teratas mengarah ke video dari kanal YouTube KompasTV “[FULL] Menkeu Sri Mulyani soal Tudingan ‘Automatic Adjustment’ Biayai Bansos: Saya Tegaskan, Tidak”, tayang April 2024.
Diketahui, konteks asli video adalah momen Sri Mulyani hadir di Mahkamah Konstitusi untuk memberikan kesaksian dalam sidang sengketa Pilpres 2024. Ia menjelaskan asal-usul anggaran kegiatan kunjungan serta bantuan sosial yang diberikan Presiden Jokowi jelang Pilpres 2024.
Dalam video aslinya, tidak ditemukan pernyataan dari Sri Mulyani yang menyebut DPR berpikiran jahat terhadap pemerintah dan tidak paham tentang utang negara.
“Mungkin bapak yang tidak paham tentang utang negara. Saya akan jelaskan sekali lagi ya, mumpung saya lagi ada semangat untuk menjelaskan. Supaya apa? bapak tidak menyebarkan hoaks, bapak tidak berpikiran jahat terhadap pemerintah ya. Supaya juga menambah pengetahuan bapak tentang utang negara”.
TurnBackHoax kemudian mengunduh video tersebut dan menganalisisnya dengan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, audio dari video tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 81 persen.
TurnBackHoax kemudian menelusuri tangkapan layar dari video unggahan akun Facebook “Versi Terbaik” itu lewat Google Lens. Pencarian teratas mengarah ke video dari kanal YouTube KompasTV “[FULL] Menkeu Sri Mulyani soal Tudingan ‘Automatic Adjustment’ Biayai Bansos: Saya Tegaskan, Tidak”, tayang April 2024.
Diketahui, konteks asli video adalah momen Sri Mulyani hadir di Mahkamah Konstitusi untuk memberikan kesaksian dalam sidang sengketa Pilpres 2024. Ia menjelaskan asal-usul anggaran kegiatan kunjungan serta bantuan sosial yang diberikan Presiden Jokowi jelang Pilpres 2024.
Dalam video aslinya, tidak ditemukan pernyataan dari Sri Mulyani yang menyebut DPR berpikiran jahat terhadap pemerintah dan tidak paham tentang utang negara.
Kesimpulan
Unggahan berisi klaim “Sri Mulyani permalukan DPR saat membahas uang negara” merupakan konten yang dimanipulasi (manipulated content).
Rujukan
- http[YouTube] KOMPASTV_[FULL] Menkeu Sri Mulyani soal Tudingan ‘Automatic Adjustment’ Biayai Bansos: Saya Tegaskan, Tidak
- https://www.youtube.com/watch?v=rQ0jW-QvMOs [HiveModeration] Pendeteksi AI
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://www.facebook.com/watch/?v=1689639588386981&rdid=hXyIfoQVGsHA91Hm (unggahan akun Facebook “Versi Terbaik”)
- https://archive.ph/UQyVg (arsip unggahan akun Facebook “Versi Terbaik”)
(GFD-2025-28109) [SALAH] Jokowi Mengancam Para Ulama
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 27/07/2025
Berita
Pada Rabu (26/5/2025) akun Facebook “Dadang Gunawan” membagikan video [arsip] berisi narasi :
“Penyiksa Ulama dan umat Islam
Paling kejam sm para ulama”
Hingga Minggu (27/7/2025) unggahan mendapatkan 131 tanda suka, 144 komentar dan telah dibagikan ulang 89 kali.
“Penyiksa Ulama dan umat Islam
Paling kejam sm para ulama”
Hingga Minggu (27/7/2025) unggahan mendapatkan 131 tanda suka, 144 komentar dan telah dibagikan ulang 89 kali.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menyimak video tersebut dari awal hingga akhir. Menit-menit awal (0:01—0:15) memperlihatkan Jokowi mengucapkan narasi sebagai berikut:
“Kalau masih diteruskan ini saya ingatkan pagi hari ini, kalau masih ada yang main main sekali lagi, yang gigit saya sendiri akan saya gigit sendiri, lewat cara saya”
Setelah ditelusuri menggunakan Google Lens, klip tersebut mirip dengan unggahan kanal YouTube Official iNews pada November 2019.
Konteks asli video adalah momen Jokowi saat menyampaikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah 2019 di Sentul, Bogor. Ia menyebut bakal menggigit pihak yang masih mengganggu agenda besar pemerintah melalui aparat penegak hukum.
Lebih lanjut, di menit (0:16-0:35) dalam konten akun Facebook “Dadang Gunawan”, terlihat video yang memperlihatkan Jokowi mengucapkan narasi :
“Kepada seluruh Kapolda, kepada seluruh Kapolres, jajaran Polres, Polsek semuanya, kejar mereka, tangkap mereka, hajar mereka, hantam mereka, kalau undang-undang memperbolehkan dor mereka”
Setelah ditelusuri menggunakan Google Lens, klip tersebut mirip dengan unggahan kanal YouTube Kemeterian Sekretariat Negara RI pada Juni 2016.
Video itu merupakan momen saat Jokowi memberikan sambutan pada peringatan Hari Anti-Narkotika Internasional di Kota Tua, Jakarta. Jokowi kala itu meminta kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) bertindak tegas terhadap pengedar narkoba.
“Kalau masih diteruskan ini saya ingatkan pagi hari ini, kalau masih ada yang main main sekali lagi, yang gigit saya sendiri akan saya gigit sendiri, lewat cara saya”
Setelah ditelusuri menggunakan Google Lens, klip tersebut mirip dengan unggahan kanal YouTube Official iNews pada November 2019.
Konteks asli video adalah momen Jokowi saat menyampaikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah 2019 di Sentul, Bogor. Ia menyebut bakal menggigit pihak yang masih mengganggu agenda besar pemerintah melalui aparat penegak hukum.
Lebih lanjut, di menit (0:16-0:35) dalam konten akun Facebook “Dadang Gunawan”, terlihat video yang memperlihatkan Jokowi mengucapkan narasi :
“Kepada seluruh Kapolda, kepada seluruh Kapolres, jajaran Polres, Polsek semuanya, kejar mereka, tangkap mereka, hajar mereka, hantam mereka, kalau undang-undang memperbolehkan dor mereka”
Setelah ditelusuri menggunakan Google Lens, klip tersebut mirip dengan unggahan kanal YouTube Kemeterian Sekretariat Negara RI pada Juni 2016.
Video itu merupakan momen saat Jokowi memberikan sambutan pada peringatan Hari Anti-Narkotika Internasional di Kota Tua, Jakarta. Jokowi kala itu meminta kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) bertindak tegas terhadap pengedar narkoba.
Kesimpulan
Unggahan video berisi klaim “Jokowi mengancam para ulama” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).
Rujukan
- http[YouTube] Official iNews_Jokowi Akan 'Gigit' Pengganggu Agenda Pemerintah - iNews Malam 13/11
- https://www.youtube.com/watch?v=5twOQDnwnoM&ab_channel=OfficialiNews [YouTube] KementerianSekretariatNegaraRI_Presiden Jokowi: Kejar Pengedar Narkoba! Tangkap! atau Bahkan di Dor Saja!
- https://www.youtube.com/watch?v=quXrsXK5nMQ
- https://www.facebook.com/reel/2177043756088141 (unggahan akun Facebook “Dadang Gunawan”)
- https://archive.ph/fB56c (arsip unggahan akun Facebook “Dadang Gunawan”)
Halaman: 1557/7953

