• (GFD-2025-29357) [KLARIFIKASI] Aksi Petani Bawa Traktor ke SPBU Terjadi 2018, Bukan September 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/09/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan video yang mengeklaim sejumlah petani berbondong-bondong membawa traktor ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) karena dilarang mengisi BBM menggunakan jeriken.

    Peristiwa itu diklaim terjadi pada September 2025. Namun, setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu keliru dan perlu diluruskan.

    Unggahan yang diklaim menampilkan sejumlah petani membawa traktor ke SPBU karena dilarang mengisi BBM menggunakan jeriken dibagikan akun Facebook ini, ini, ini, dan ini pada September 2025. 

    Video itu menampilkan beberapa orang memasuki SPBU dengan membawa traktor. Narasi dalam video yakni demikian:

    Gegara tak dibolehkan isi BBM pakai dirigen, para petani nekat bawa Traktor ke SPBU. 

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video yang mengeklaim sejumlah petani membawa traktor ke SPBU karena tidak diperbolehkan mengisi BBM menggunakan jeriken

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengambil tangkapan layar video tersebut kemudian menelusurinya menggunakan teknik reverse image search.

    Hasilnya, ditemukan video identik di kanal YouTube Kompas TV ini pada 2018.

    Keterangan dalam unggahan menyebut, video itu merupakan momen ketika sejumlah petani di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan melakukan aksi demonstrasi pada Desember 2018.

    Dalam aksi itu, para petani menuntut pihak SPBU untuk tidak mempersulit petani ketika membeli solar bersubsidi.

    Setelah aksi, pengelola SPBU berjanji akan memenuhi tuntutan petani terkait pembelian solar bersubsidi. Namun, petani harus menyertakan surat rekomendasi dari pemerintah desa serta dinas terkait.

    Hal itu sesuai dengan Perpres 191 tahun 2014 yang mengatur tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM. 

    Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com, pada September 2025 tidak ditemukan informasi soal adanya aksi para petani membawa traktor ke SPBU karena dilarang membeli BBM menggunakan jeriken. 

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan sejumlah petani membawa traktor ke SPBU karena dilarang mengisi BBM menggunakan jeriken pada September 2025 merupakan informasi tidak benar.

    Peristiwa dalam video itu diambil pada 2018, saat sejumlah petani di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan melakukan aksi demonstrasi terkait pembelian BBM bersubsidi.

    Dalam aksi itu mereka menuntut pihak SPBU tidak mempersulit petani ketika membeli solar bersubsidi.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29294) Tidak Benar Video Penjarahan SPBU oleh Warga

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/09/2025

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial video yang mengklaim adanya aksi penjarahan oleh masyarakat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

    ADVERTISEMENT

    Menurut keterangan dalam video tersebut, penjarahan dilakukan oleh sejumlah masyarakat ke sebuah SPBU yang berlokasi di Indramayu. Video tersebut mengklaim penyebab penjarahan yakni kebijakan Pertamina terkait bahan bakar minyak (BBM) yang tidak adil, sehingga memicu terjadinya penjarahan SPBU.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Video tersebut diunggah oleh akun TikTok “leminho063” pada Jum'at (26/9/2025).

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Dalam keterangannya, tertulis: “Beginilah akibatnya kalau pertamina tidak adil hancur sudah SPBU. Pertamina sudah dijarah.”
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    PERIKSA FAKTA Video Penjarahan SPBU.

    Hingga artikel ini ditulis pada Sabtu (27/9/2025), unggahan tersebut sudah mendapatkan lebih dari 35 ribu tanda suka, 4.821 komentar dan 2.756 kali dibagikan. Klaim serupa juga ditemukan di TikTok diunggah oleh akun “lukitari”, “mangiring.gultom1”, “cak.sutadji0”, “putune.mbah.lami”, “bulangbirink”, “tukang_sayur1”, “largebooksight”, “andra.parfum”, “faruq.incu.elang”, “ juga pada platfrom YouTube oleh akun “AgusguGunawan” pada Facebook oleh akun “Jajang Miftah Parid” dan “Dian Herdian”. Semua unggahan tersebut mengklaim terjadinya penjarahan di SPBU.

    ADVERTISEMENT

    Lantas, benarkah terjadi penjarahan di SPBU tersebut?

    Penelurusan Fakta

    Tirto menyimak keseluruhan isi video dari awal hingga selesai. Tidak ditemukan petunjuk bahwa warga yang berkerumun sedang melakukan penjarahan di SPBU tersebut.

    Dalam komentar unggahan itu ditemukan banyak tanggapan masyarakat yang mengatakan terjadinya perusakan SPBU bukan penjarahan. Salah satunya ditulis oleh akun bernama “Herman Hakim” menegaskan bahwa perusakan terhadap SPBU tersebut merupakan perbuatan yang tidak dibenarkan.

    “Mestinya SPBU jangan dirusak kita sebagai masyarakat pemakai BBM datang ke Kantor Pertamina untuk mintak aturannya yg dirubah. SPBU bukan milik pertamina tapi milik perorangan kasihan kalau kita rusak,” begitu komentar yang ditulis.

    Menurut informasi tersebut, Tirto mencoba melihat video dengan seksama dan menelusuri gambar tempat kejadian pada unggahan tersebut. Pada video itu, terlihat kerumunan masyarakat bukan terjadi di SPBU melainkan sebuah gedung yang terlihat seperti kantor.

    Senada dengan informasi tersebut, Tirto menemukan laporan yang ditulis Kompas, bahwa ratusan warga yang ikut serta dalam demonstrasi tersebut melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Integrated Terminal Balongan pada Selasa (23/9/2025).

    Unjuk rasa tersebut terkait pengalihan bantuan program Corporate Social Responsibility atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan bagi warga Indramayu. Awalnya unjuk rasa berlangsung tertib, namun suasana sempat memanas dan terjadi aksi pelemparan. Namun warga tidak melakukan penjarahan di lokasi kejadian.

    Pihak Pertamina melakukan audiensi dan mengajak warga untuk melakukan diskusi dan terkait Program CSR di Desa Balongan tersebut.

    Melansir IndramayuJeh, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat menggelar forum diskusi yang dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Indramayu Forkopimda, Forkopimda Balongan, pemerintah desa, dan perwakilan masyarakat pada Selasa (23/9/2025).

    Area Manager Communications & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Susanto Satria, menegaskan bahwa Pertamina senantiasa berkomitmen untuk berkontribusi terhadap pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasinya.

    "Pertamina Patra Niaga yang cakupan wilayah operasinya di Desa Balongan juga mengajak Pemerintah Kabupaten Indramayu, Forkompimda Indramayu, Forkompica Balongan, Pemdes Balongan, dan perwakilan masyarakat melakukan diskusi terfokus terkait Program CSR di Desa Balongan," begitu keterangan Susanto Satria yang ditulis Kompas.com.

    Dengan demikian video beredar yang mengklaim adanya penjarahan SPBU di Indramayu merupakan informasi missing context, unggahan video dengan sengaja direkayasa oleh oknum tidak bertanggung jawab menjadi narasi membangun kebencian terhadap SPBU dan Pertamina.

    Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengimbau masyarakat agar jeli dan teliti terhadap berbagai bentuk disinformasi yang beredar.

    Masyarakat dapat memastikan kebenaran informasi terkait Pertamina, melalui kanal resmi perusahaan, seperti Pertamina Call Center 135 dan akun resmi media sosial Pertamina.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran fakta, klaim bahwa warga menjarah SPBU di Indramayu adalah menyesatkan tanpa tambahan konteks tertentu (missing context).

    Video yang beredar merupakan unjuk rasa warga di depan PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Integrated Terminal Balongan, Selasa (23/9/2025) siang dan tidak terjadi penjarahan. Pihak Pertamina juga telah melakukan audiensi dan diskusi dengan pihak terkait.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29295) [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Lowongan Kerja J&T Express

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 29/09/2025

    Berita

    Pada Sabtu (12/7/2025) akun Facebook “Loker J&T 2025” membagikan tautan [arsip] disertai narasi :

    “Dibuka Lowongan Kerja J&T Tahun 2025

    -Lulusan SMA SMK D1-D3 S1-S3

    -Gaji 5-8jt/Bulan

    -Penempatan Domisili masing2 peserta

    -Pendaftaran Gratis Tidak Dipungut Biaya Apapun

    -Info dan Cara Pendaftaran Klik Link 👇👇👇

    Daftar Sekarang Juga”

    Hingga Senin (29/9/2025) unggahan mendapat 1.100 tanda suka, 759 komentar dan telah dibagikan ulang 26 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan yang dibagikan akun Facebook “Loker J&T 2025”. Diketahui, tautan tidak mengarah ke laman karir J&T Express (jet.co.id/about/career), warganet justru diminta mengisi nama lengkap, alamat, jenis kelamin dan nomor telegram aktif.
    TurnBackHoax kemudian memasukkan kata kunci “lowongan kerja J&T Express” ke mesin pencarian Google. Hasil pencarian mengarah ke laman karier perusahaan di jet.co.id/about/career.
    Dari pengamatan TurnBackHoax, informasi resmi terkait lowongan kerja atau rekrutmen yang ada di laman resmi itu tidak menuliskan nominal gaji, berbeda dengan unggahan akun Facebook “Loker J&T 2025”. Adapun rekrutmen J&T Express tidak melalui tautan tertentu. Pelamar yang ingin mendaftar dapat mengirimkan CV melalui email ke gje.recruitment@jet.co.id dengan subjek: GJE–Posisi yang dilamar–Domisi saat ini.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan “pendaftaran lowongan kerja J&T Express” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-29296) Cek Fakta: Hoaks Tautan Pendaftaran Kupon Berhadiah dari Bank Kalsel

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/09/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan link pendaftaran kupon berhadiah dari Bank Kalsel. Postingan itu muncul sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 25 September 2025.
    Berikut isi postingannya:
    "PROMO 2025" 𝘣𝘢𝘨𝘪 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘯𝘢𝘴𝘢𝘣𝘢𝘩 BPD Bank Kalsel 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘶𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯 Aksel by bank kalsel
    Ayo Buruan Cetak Kupon Kamu Agar Hadiah Bisa Dibawah :
    - 1 𝘶𝘯𝘪𝘵 𝘮𝘰𝘣𝘪𝘭 𝘈𝘭𝘱𝘩𝘢𝘳𝘥
    - 1 𝘶𝘯𝘪𝘵 𝘮𝘰𝘣𝘪𝘭 𝘊𝘙-𝘝 𝘛𝘶𝘳𝘣𝘰
    - 1 𝘶𝘯𝘪𝘵 𝘮𝘰𝘣𝘪𝘭 𝘟𝘱𝘢𝘯𝘥𝘦𝘳
    - 1 𝘶𝘯𝘪𝘵 𝘮𝘰𝘣𝘪𝘭 𝘍𝘰𝘳𝘵𝘶𝘯𝘦𝘳
    - 8 𝘶𝘯𝘪𝘵 𝘔𝘰𝘵𝘰𝘳 𝘚𝘤𝘰𝘱𝘺
    - 8 𝘶𝘯𝘪𝘵 𝘔𝘰𝘵𝘰𝘳 𝘟𝘮𝘢𝘹
    - 20 𝘜𝘯𝘪𝘵 𝘛𝘝 𝘓𝘦𝘥 50 𝘪𝘯.
    - 12 𝘶𝘯𝘪𝘵 𝘚𝘮𝘢𝘳𝘵𝘱𝘩𝘰𝘯𝘦 𝘱𝘳𝘰𝘮𝘢𝘹16
    - 10 𝘦𝘮𝘢𝘴 𝘣𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 & 𝘓𝘰𝘨𝘢𝘮 𝘮𝘶𝘭𝘪𝘢
    - 5 𝘗𝘢𝘬𝘦𝘵 𝘞𝘪𝘴𝘢𝘵𝘢 𝘴𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘱𝘰𝘳𝘦
    - 10 𝘗𝘢𝘬𝘦𝘵 𝘜𝘮𝘳𝘰𝘩 𝘎𝘳𝘢𝘵𝘪𝘴 𝘔𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘶𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘪𝘯𝘯𝘺𝘢...𝘐𝘯𝘧𝘰 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘴𝘪𝘭𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘭𝘪𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘶 (Daftar) 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘚𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘢𝘬𝘢𝘯...
    PROMO BANK KALSEL & BANK KALSEL SYARIAH"
    Postingan itu juga disertai link yang mengarah pada website tertentu.
    Lalu benarkah postingan link pendaftaran kupon berhadiah dari Bank Kalsel?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan bantahan dari Bank Kalsel Syariah. Bantahan itu disampaikan dalam unggahan di akun Instagram resminya yang sudah bercentang biru atau terverifikasi, @bankkalsel pada 30 Maret 2025.
    Berikut isi unggahannya:
    "Jangan mudah tergiur! Kenali ciri-ciri penipuan undian berhadiah berikut ini:
    - Syarat tidak masuk akal
    - Link mencurigakan
    - Tampilan promo tidak resmi
    - Pengumuman & klaim hadiah mendadak
    Selalu pastikan informasi berasal dari sumber resmi dan jangan pernah membagikan data pribadi atau perbankan Anda."
    Selain itu bantahan serupa juga pernah diunggah pada 22 Juli 2025. Berikut isi unggahannya:
    "WASPADA PENIPUAN! JANGAN SAMPAI KENA TIPU
    Jangan mudah percaya jika ada yang mengatasnamakan Bank Kalsel dan meminta data pribadi seperti PIN, OTP, atau password.
    Yuk, mari lebih waspada!• Ubah password secara berkala• Kenali situs resmi Bank Kalsel• Lindungi Kerahasiaan Informasi Rekening anda• Jaga Kerahasiaan Data Pribadi• Waspadai tautan mencurigakan• Segera hubungi Call Center Bank Kalsel 0800 1122 000
    ? Tetap waspada, lindungi data pribadi!"
    Di sisi lain di dalam postingan terdapat link yang mengarah pada website yang bukan milik Bank Kalsel.
    Di sana kita diminta memasukkan data pribadi seperti nama lengkap hingga nomor Telegram. Ini merupakan indikasi pencurian data hingga bisa menghubungkan kita ke pinjaman online ilegal.

    Kesimpulan


    Postingan link pendaftaran kupon berhadiah dari Bank Kalsel adalah hoaks.

    Rujukan