• (GFD-2025-28676) [PENIPUAN] Ada Bantuan untuk TKI dari BP2MI Melalui WhatsApp

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 28/08/2025

    Berita

    Akun Facebook “Bantuan bp2mi pekerja migran” pada Rabu (20/8/25) mengunggah video [arsip] disertai narasi:
    “SECARA RESMI PEMERINTAH INDONESIA MEMBERIKAN DANA BANTUAN KESEJAHTERAAN KEPADA SELURUH TKI YANG SEDANG BERJUANG BEKERJA SEBAGAI PAHLAWAN DEVISA NEGARA
    BANTUAN PEMERINTAH INI SENILAI RP.150.000.000 UNTUK TIAP TENAGA KERJA,CUMAN 20 ORANG AJA YANG BERUNTUNG MENDAPATKAN DANA BANTUAN INI”.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “BP2MI beri Bantuan TKI Senilai 150 Juta” ke mesin pencari Google. Penelusuran teratas mengarah ke pemberitaan kompas.com “[HOAKS] BP2MI Beri Bantuan Rp 150 Juta untuk TKI di Timur Tengah, Taiwan, Hongkong, Malaysia”.
    Berdasarkan laporan yang tayang Jumat (22/8/2025) tersebut diketahui bahwa video itu menampilkan momen ketika Benny Benny Rhamdani (saat itu sebagai Kepala BP2MI) melakukan panggilan video dengan TKI bernama Sri Nawa yang bekerja di Dubai.
    Dalam video aslinya, Benny berbincang terkait pemulangan Sri Nawa ke Indonesia usai mengalami kekerasan saat bekerja di Dubai. Benny tidak menjanjikan bantuan Rp150 juta seperti dalam narasi unggahan yang beredar. Video itu diunggah pada saluran YouTube “Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia”, yang ditayangkan pada Agustus 2021.
    TurnBackHoax kemudian menelusuri akun Instagram “kemenp2mi”. Dalam sematan statusnya, ditemukan salah satu unggahan klarifikasi yang menyebutkan bahwa pihaknya mengimbau untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap berbagai modus penipuan yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan BP2MI atau Kepala BP2MI dan jajarannya.
    Masyarakat dapat memastikan kebenaran informasi yang diterima dengan mengakses:
    laman www.bp2mi.go.id
    Instagram “kemenp2mi”
    Facebook “kemenp2mi”
    X “kemenp2mi”
    TikTok “kemenp2mi”
    YouTube “kemenp2mi”
    Call Center BP2MI di 0800 1000 (dalam negeri) dan +62 21 29244800 (luar negeri)
    atau ke kantor BP2MI terdekat.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi klaim “ada bantuan untuk TKI dari BP2MI melalui WhatsApp” merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-28677) [SALAH] Ratusan Begal Motor Disebar di Jagorawi

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 28/08/2025

    Berita

    Pada Rabu (13/8/2025) akun Facebook “Bibit Ntt” membagikan foto [arsip] berisi narasi:

    “PESAN DARI POLISI : Sampaikan Pesan ini Kepada Keluarga dan Kawan-kawan anda!!

    Pesan ini Ditujukan Kepada Setiap Pria & Wanita Yang Bepergian Sendirian Ke Kampus,Tempat Kerja Atau Kemana Saja, Jika Kalian mMenemukan Anak Kecil Menangis di Jalan Dengan Menunjukkan Sebuah Alamat dan Memintamu Untuk Mengantarnya Ke Alamat Tersebut, Bawalah Anak itu Ke Kantor POLISI dan Jangan Membawa Anak itu Ke Alamat Tersebut !!

    ini Adalah Modus Baru PENJAHAT Untuk MERAMPOK, MEMPERKOSA & MENCULIK Mohon Informasikan Ke Semua Saudara/i Jangan Ragu Untuk membagikan pesan ini kepada yang lainnya.Pesan ini bisa membantu Menyelamatkan Wanita dan Orang yang Penting Dalam Hidup Anda,Karena Sudah Banyak Korban.

    Jadi Biarkan POLISI yang Mengantarkan Anak-anak Seperti itu Ke Alamat Tersebut.

    AYO Dicopy Paste dan Sebarkan Jangan di Abaikan Begitu Saja

    260 Orang Para Pembegal Motor Berilmu Kebal dari Kawasan Sumatra Dini Hari di Infokan Telah Diturunkan di Jagorawi dan Mereka Menyebar Dibeberapa Titik Daerah yang Sudah Tergambarkan Suasananya Oleh Para Pembegal.”

    Hingga Kamis (28/8/2025) unggahan mendapatkan 77 tanda suka dan dibagikan ulang 118 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “260 begal telah diturunkan di Jagorawi” ke mesin pencarian Google. Penelusuran teratas mengarah ke pemberitaan tempo.co “260 Begal Didrop di Jakarta Hoax? Ini Kata Polda” yang tayang pada Februari 2015.

    Kombes Martinus Sitompul (saat itu merupakan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya) menegaskan bahwa informasi mengenai “260 begal motor disebar di Jagorawi” adalah kabar bohong.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi narasi “ratusan begal motor disebar di Jagorawi” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-28678) [SALAH] Serangan Udara Kerajaan Thailand ke Dua Posisi Militer Kamboja

    Sumber: X/Twitter
    Tanggal publish: 28/08/2025

    Berita

    Pada Jumat (25/6/2025) beredar video di X (arsip cadangan) oleh akun “SW News - SOFT WAR NEWS” (@SoftWarNews) dengan narasi:

    “🌍 Rusia–Ukraina | Israel–Palestina | Israel–Iran | India–Pakistan
    Sekarang: 🇹🇭 Thailand vs 🇰🇭 Kamboja
    Angkatan Udara Kerajaan Thailand telah melancarkan serangan udara, menghancurkan setidaknya dua posisi militer Kamboja — termasuk sebuah markas brigade.
    Dunia sedang bergejolak."

    di unggahannya.

    Per tangkapan layar dibuat unggahan tersebut sudah dilihat 22.2 ribu kali, mendapatkan 39 jawaban, dibagikan ulang 43 kali, dan disukai oleh 173 pengguna X lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta MAFINDO (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim menggunakan Google Lens untuk menemukan sumber video yang disebarkan, hasilnya didapatkan beberapa sumber yang sebelumnya membagikan video yang mirip dengan konteks yang benar.

    Sumber pertama adalah unggahan YouTube oleh akun “Reuters” (@Reuters) pada 6 Juni 2025 berjudul “Missiles strike Ukraine's Lutsk”, yang dikoroborasi didukung oleh hasil pencarian menggunakan fitur pencarian YouTube yang memberikan hasil unggahan oleh akun-akun media yang lainnya.

    Koroborasi lainnya didapatkan dari hasil pencarian Google Video dan Google News menggunakan kata kunci “russian missile lutsk”, salah satunya dari akun X “Kate from Kharkiv” (@BohuslavskaKate) yang membagikan video yang mirip.

    Mengenai serangan Thailand ke Kamboja, pencarian menggunakan Google Videos dan Google News menggunakan kata kunci “thailand cambodia airstrikes” menghasilkan video dan artikel liputan media yang berkaitan dengan eskalasi konflik perbatasan Thailand dengan Kamboja pada bulan Juli lalu, hasil pencarian ini tidak menampilkan video seperti yang dibagikan oleh akun @SoftWarNews.

    Berkaitan dengan ketegangan atau konflik perbatasan antara Kamboja dan Thailand baru-baru ini, pencarian Google Videos dan Google News menggunakan kata kunci “cambodia thailand border dispute” menghasilkan video dan artikel dari berbagai media yang meliput topik tersebut.

    Kesimpulan

    Unggahan tersebut masuk ke kategori konteks yang salah (false context), faktanya video yang dibagikan adalah rekaman peristiwa serangan Rusia ke kota Lutsk, Ukraina barat, pada 6 Juni 2025.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28681) Keliru: Video Prabowo Temui Demonstrasi Mahasiswa 25 Agustus 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 28/08/2025

    Berita

    LEBIH dari 20 konten beredar di TikTok [arsip] dan Instagram. Isinya mengklaim Presiden Prabowo Subianto menemui mahasiswa yang berdemonstrasi di gedung DPR RI, Jakarta, pada Senin, 25 Agustus 2025.

    Video yang tersebar itu menampilkan kerumunan mahasiswa, barisan polisi menjaga, serta sosok Prabowo yang terlihat berbincang dengan masyarakat. Teks dalam unggahan menyebut, “Prabowo turun langsung menemui mahasiswa yang demo di gedung DPR RI Jakarta, 25 Agustus 2025.”



    Pertanyaannya, benarkah rekaman tersebut memperlihatkan Prabowo menemui mahasiswa yang berunjuk rasa di DPR?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi klaim itu dengan pencarian gambar terbalik Google, membandingkannya dengan laporan media kredibel, serta menganalisisnya lewat aplikasi pendeteksi akal imitasi (AI). Hasil verifikasi menunjukkan, Presiden Prabowo Subianto tidak pernah menemui demonstran pada 25 Agustus 2025.



    Video yang beredar menampilkan barikade polisi menghadang demonstran. Rekaman itu identik dengan liputan Antara  pada 25 Agustus 2025, yang mendokumentasikan jalannya aksi di gedung DPR RI.

    Tempo menemukan sejumlah kesamaan. Pertama, tampak demonstran berpakaian hijau muda dan hitam berjalan di belakang barisan polisi. Kedua, terlihat Kepolisian menggunakan alat berat berupa forklift.

    Tidak satu pun dari massa tersebut mengenakan jas almamater kampus. Artinya, mereka bukan berasal dari kalangan mahasiswa.

    Hasil penelusuran di sejumlah media kredibel juga tidak menunjukkan adanya laporan Presiden Prabowo Subianto atau anggota DPR RI turun menemui demonstran.

    Menurut catatan Tempo, pada hari yang sama Prabowo justru berada di Istana Negara. Ia bersama jajaran pejabat menyerahkan tanda penghargaan kepada 141 orang yang dianggap berprestasi di bidangnya masing-masing.

    Aksi di depan DPR berakhir ricuh antara massa dan polisi. Identitas penggerak demonstrasi 25 Agustus 2025 pun tak jelas. Dalam pesan yang beredar, mereka hanya mengatasnamakan diri sebagai “Revolusi Rakyat Indonesia”, dengan tuntutan pemakzulan Wapres Gibran serta desakan agar DPR menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah.



    Video yang beredar pada detik ke-14, memperlihatkan Prabowo mengenakan jas dan topi biru berdiri dari dalam mobil putih. Peristiwa tersebut terjadi setelah Prabowo dilantik menjadi Presiden RI pada 20 Oktober 2025. Dalam perjalanannya dari gedung MPR ke Istana Negara, Ia menyapa warga yang berdiri di sepanjang jalan. Berita foto dari Antara merekam situasi serupa.



    Adapun video yang memperlihatkan warga bersalaman dan mencium tangan Prabowo terjadi di Karawang, Jawa Barat, pada 2 Desember 2025, sebagaimana diberitakan Tribunnews. Rekaman itu sama sekali tidak berkaitan dengan aksi demonstrasi 25 Agustus 2025 di Jakarta.



    Pada detik ke-52, video yang beredar menampilkan mahasiswa beralmamater biru dongker berdiri di depan sebuah gerbang. Faktanya, itu adalah mahasiswa Universitas Trisakti yang berunjuk rasa memprotes DPR RI pada 22 Agustus 2024. Gambar tersebut identik dengan publikasi Merdeka.com.

    Dalam aksi itu, mahasiswa menolak pengesahan RUU Pilkada. Mereka bahkan menjebol dan merobohkan gerbang belakang Gedung DPR dengan cara mengikat lalu menariknya bersama-sama. Peristiwa ini tidak ada kaitannya dengan demonstrasi di Jakarta pada 25 Agustus 2025.



    Pada menit ke-1:05, video yang beredar di media sosial memperlihatkan demonstran berdiri di bawah kabel-kabel hitam. Faktanya, itu merupakan rekaman aksi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang tidak berkaitan dengan demonstrasi di Jakarta pada 25 Agustus 2025. Rekaman tersebut identik dengan konten demo Pati di akun Facebook Prili, yang telah diverifikasi melalui visual Google Street View.



    Analisis menggunakan alat pendeteksi konten AI Hiya Deepfakes Voice Detector dan Hive Moderation menunjukkan audio tersebut bukan suara asli, melainkan buatan AI.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan, narasi yang menyebut video itu memperlihatkan Prabowo menemui mahasiswa yang berunjuk rasa di Jakarta pada 25 Agustus 2025 adalah klaim keliru.

    Rujukan