• (GFD-2025-29428) Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Bantuan 17 Juta Bibit Ikan Gratis dari KKP

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/10/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar postingan link pendaftaran untuk mendapatkan 17 juta bibit ikan secara gratis dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 2 Oktober 2025.
    Dalam postingan terdapat tulisan:
    "Tahun 2025, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan membagikan 17 juta bibit ikan & perlengkapan budidaya ikan secara GRATIS kepada masyarakat!
    Dapatkan bibit ikan tawar, ikan laut, serta perlengkapan budidaya untuk mendukung ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat"
    Poster dalam postingan berisi tulisan sebagai berikut:
    "17 JUTA BIBIT IKAN DAN PERLENGKAPAN BUDIDAYA IKAN AKAN DIBAGIKAN SECARA GRATIS KEPADA MASYARAKAT di Tahun 2025 ini. Bibit bibit ikan dan perlatan tersebuit diberikan darı seluruh pembibitikan yang dimiliki oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan
    IKAN TAWAR
    1. Ikan Lele
    2. Ikan Nila
    3. Ikan Gurame
    4. Ikan Patin
    5. Ikan Mujair
    6. Ikan Mas
    IKAN LAUT
    1. Ikan cakalang
    2.ikan kakap merah
    3.ikan kakap putih
    4. ikan bandeng
    5.ikan tenggiri
    6.ikan barakuda
    PERLENGKAPAN BUDIDAYA IKAN
    1. Kolam
    2. Pompa air
    3.Aerator/blower
    4. Serok/seser
    5. Alat ukur kualitas air
    6.Obat dan vitamin ikan"
    Dalam kolom komentar ditambahkan: "Bagi yang berminat mendapatkan bibit ikan, silakan melakukan pendaftaran melalui link yang tertera di bio".
    Ketika bio di klik, akan tampil link Whatsapp.
    Benarkah klaim link pendaftaran untuk mendapatkan 17 juta bibit ikan gratis dari KKP? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     
     
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran untuk mendapatkan 17 juta bibit ikan gratis dari KKP. Penelusuran mengarah pada akun Instagram resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan @kkpgoid.
    Postingan KKP tersebut berisi:
    "Hai #SahabatBahari, yuk lebih cermat dan cerdas dalam memilih dan memilah informasi!! Dengan maraknya penipuan yang mengatasnamakan Kementerian Kelautan dan Perikanan, kamu harus lebih waspada lagi yaa. Segala bentuk informasi resmi bisa kamu akses melalui website dan media sosial KKP ?"
     
    Penelusuran juga mengarah pada informasi dari KKP mengenai "KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDI DAYA NOMOR 81 TAHUN 2025 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDI DAYA NOMOR 311 TAHUN 2024 TENTANG PETUNJUK TEKNIS BANTUAN BENIH IKAN LINGKUP UPT DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDI DAYA TAHUN ANGGARAN 2025"
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran untuk mendapatkan 17 juta bibit ikan gratis dari KKP, tidak benar.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29429) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran Bantuan Traktor dari Kementan

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/10/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar postingan klaim link pendaftaran untuk mendapatkan bantuan traktor dari Kementerian Pertanian (Kementan). Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 2 Oktober 2025.
    Dalam postingan terdapat tulisan:
    "bantuan 100 unit traktor kementrian pertanian akan di salurkan ke seluruh Indonesia..untuk informasi silakan klik link di bawah..👇https://appdftrskrgjuga.ruwavi.com/"
    Dalam poster di postingan yang menyertakan nama Kemeterian Pertanian Republik Indonesia ini, tertulis:
    "100 Unit Traktor Kementerian Pertanian RI
    Akan Disalurkan Ke Seluruh Indonesia Tahun 2025
    SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA"
    Ketika link pendaftaran dalam unggahan tersebut diklik, mengarah pada halaman situs berupa formulir digital yang meminta nama lengkap dan nomor Telegram aktif.
    Benarkah klaim link pendaftaran untuk mendapatkan bantuan traktor dari Kementan? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran untuk mendapatkan bantuan traktor dari Kementan.
    Berdasarkan informasi yang dilansir dari Antara, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan alat dan mesin pada 2025 untuk meningkatkan produksi pertanian.
    Berikut cara mendapatkan bantuan tersebut:
    1. Petani/kelompok tani membuat proposal pengajuan bantuan alat dan mesin pertanian.
    2. Serahkan proposal kepada dinas pertanian kabupaten/kota dengan datang langsung ke kantor.
    3. Petugas mengecek kelengkapan proposal dan dokumen pendukung, seperti identitas anggota kelompok tani.
    4. Jika proposal/dokumen belum lengkap, maka proposal dikembalikan untuk dilengkapi. Jika lengkap, proposal diteruskan ke Kementan.
    5. Kelompok tani yang dapatkan bantuan akan melakukan serah terima dan menandatangani dokumen pertanggung jawaban.
    Keterangan:
    Informasi terkait periode pendaftaran bantuan dapat ditanyakan ke dinas pertanian setempat.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran untuk mendapatkan bantuan traktor dari Kementan, tidak benar.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29430) Cek Fakta: Tidak Benar Meteor Jatuh di Tol Ciperna Cirebon

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/10/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim meteor jatuh di Tol Ciperna Cirebon, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 6 Oktober 2025.
    Klaim meteor jatuh di Tol Ciperna Cirebon berupa video reels yang menampilkan benda terang berbentuk bulat di antara warna hitam.
    Dalam video tersebut terdapat tulisan sebagai berikut.
    "Astagfirullo Kejadian Malam ini!! Meteor Jatuh di Tol Ciperna Cirebon JABAR"
    Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
    "Astagfirulloh , Meteor Jatuh Malam Ini di Tol Ciperna Cirebon Jabar. 😱
    #reels
    #fyp"
    Benarkah klaim meteor jatuh di Tol Ciperna Cirebon? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim meteor jatuh di Tol Ciperna Cirebon, penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Heboh Dentuman Kencang dan Benda Mirip Bola Api di Langit Cirebon, BRIN: Meteor Besar Jatuh di Laut Jawa" yang dimuat situs Liputan6.com, pada 6 Oktober 2025.
    Dalam artikel situs Liputan6.com, Profesor astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin menyebutkan dentuman dan visual bola api itu berasal dari meteor besar yang jatuh di Laut Jawa.
    "Saya menyimpulkan itu adalah meteor cukup besar yang melintas," kata dia dikonfirmasi di Jakarta. Demikian dikutip dari Antara, (6/10/2025).
    Penelusuran juga mengarah pada artikel berjudul "Jasa Marga dan TNI Pastikan Tak Ada Kebakaran di Tol Ciperna Imbas Dugaan Meteor Jatuh" yang dimuat situs Kompas.com pada 6 Oktober 2025.
    Artikel Kompas.com menyebutkan, pihak Jasa Marga selaku pengelola tol bersama aparat TNI dari Kodim 0620/Kabupaten Cirebon segera menelusuri lokasi yang disebut-sebut menjadi titik jatuhnya meteor, yakni di sekitar Gerbang Tol Mertapada KM 219. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda adanya meteor jatuh maupun kebakaran.
    "Hasil pengecekan di lapangan nihil. Tidak ditemukan tanda-tanda meteor jatuh maupun kebakaran di sekitar lokasi. Jadi bisa dipastikan informasi itu tidak benar," ujar petugas Jasa Marga yang didampingi personel Kodim 0620/Kabupaten Cirebon, seperti dikutip dari grup resmi Pusdalops PB BPBD Kabupaten Cirebon, Senin (6/10/2025) dini hari.
    Dandim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf M Yusron, turut mempertegas bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
    Ia menyebut kabar mengenai kebakaran akibat meteor hanyalah unggahan lama yang kembali beredar.
    "Soal kebakaran di ruas tol Ciperna yang beredar di media sosial itu berita lama. Jangan asal membagikan dan memperkeruh suasana. Ketika tidak ada bukti nyata di lapangan, kita harus tetap tenang dan jangan termakan oleh berita-berita hoaks," Yusron menegaskan.

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim meteor jatuh di Tol Ciperna Cirebon tidak benar.
    Profesor astronomi dari BRIN Thomas Djamaluddin menyatakan meteor jatuh di Laut Jawa. 
    Pihak Jasa Marga selaku pengelola tol bersama aparat TNI dari Kodim 0620/Kabupaten Cirebon telah menelusuri lokasi yang disebut-sebut menjadi titik jatuhnya meteor, yakni di sekitar Gerbang Tol Mertapada KM 219. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda adanya meteor jatuh maupun kebakaran.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29433) [HOAKS] Mafia dan Koruptor Sabotase Program MBG

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/10/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar narasi yang mengeklaim keracunan massal pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan dampak sabotase.

    Menurut narasi tersebut, sabotase dilakukan oleh para mafia dan koruptor untuk menjatuhkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

    Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.

    Narasi yang mengeklaim mafia dan koruptor sabotase MBG sehingga terjadi keracunan massal dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini. 

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Setelah gagal menggulingkan, kini para mafia mulai sabotase dan provokasi MBG. Kawal MBG !!

    Screenshot Hoaks, Mafia dan Koruptor Sabotase Program MBG

    Hasil Cek Fakta

    Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana membantah isu penyebab maraknya kasus keracunan di program MBG adalah karena ada sabotase.

    Berdasarkan temuan BGN, sejauh ini penyebab kasus keracunan MBG adalah karena kelalaian terhadap prosedur.

    "Sejauh ini akibat lalai terhadap SOP (standard operating procedure)," kata Dadan kepada Kompas.com, 30 September 2025.

    Sebelumnya, Dadan telah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa sebagian besar kasus terjadi pada dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang baru beroperasi.

    "Data menunjukkan bahwa kasus banyak dialami oleh SPPG yang baru beroperasi karena SDM (sumber daya manusia) masih membutuhkan jam terbang," ujar Dadan, seperti diberitakan Kompas.com, pada 28 September 2025.

    Ia menyebutkan, pada periode 6 Januari hingga 31 Juli 2025 telah terbentuk 2.391 unit SPPG dengan 24 kasus keracunan.

    Sementara pada periode 1 Agustus hingga 27 September 2025, jumlah SPPG bertambah 7.244 unit, dengan 47 kasus keracunan.

    Selain kelalaian dalam menerapkan SOP, kata Dadan, faktor lain yang turut memicu insiden tersebut meliputi kualitas bahan baku, serta kondisi air.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi yang mengeklaim mafia dan koruptor sabotase MBG sehingga terjadi keracunan massal adalah hoaks.

    BGN membantah adanya sabotase pada program MBG. Menurut temuan BGN, penyebab keracunan massal pada program MBG adalah kelalaian penerapan SOP.

    Rujukan