KOMPAS.com - Gubernur Aceh Muzakir Manaf disebut melakukan pemutusan hubungan dagang antara Aceh dengan Sumatera Utara.
Tindakan itu diklaim merupakan respons Gubuernur yang akrab disapa Mualem itu atas razia kendaraan bernomor polisi Aceh atau pelat BL oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.
Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut tidak benar dan perlu diluruskan.
Narasi Gubernur Aceh memutus hubungan dagang antara Aceh dan Sumut dibagikan oleh akun Facebook ini pada 2 Oktober 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
Aceh akan resmi jalur Malaysia
Narasi itu disertai video yang dibubuhi teks sebagai berikut:
Akhirnya PANGLIMA MUZAKIR MANAF akan membuka pelabuhan di Aceh dan memutuskan hubungan dagang dengan Medan
(GFD-2025-29441) [KLARIFIKASI] Tidak Benar Gubernur Aceh Putus Hubungan Dagang dengan Sumut
Sumber:Tanggal publish: 06/10/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, video yang dibagikan oleh akun Facebook tersebut merupakan tayangan berita Metro TV pada 30 September 2025.
Dalam tayangan itu, anggota DPD Aceh Haji Uma membacakan tanggapan masyarakat atas razia pelat BL yang dilakukan Gubernur Sumut Bobby Nasution belum lama ini.
"Hari ini banyak masyarakat yang berandai-andai, berspekulasi. Ini kan sekarang Muzakir Manaf sudah membuka hubungan perdagangan dengan Malaysia melalui laut," kata Haji Uma.
"Pendapat dari masyarakat, tokoh masyarakat, yang berseliweran di media, 'Sudah sekarang kita putuskan hubungan dengan Medan. Kita ambil dari luar negeri saja'" tuturnya.
Dalam video tersebut, Haji Uma tidak mengatakan bahwa Gubernur Aceh Mualem telah memutuskan hubungan dagang dengan Sumut.
Narasi itu bukan merupakan kebijakan resmi Mualem, melainkan opini masyarakat yang muncul sebagai respons atas tindakan Bobby Nasution.
Sebagaimana diberitakan Kompas.com, Muzakir Manaf telah angkat bicara terkait razia kendaraan pelat BL belum lama ini. Dia menyikapi dengan santai tindakan Bobby.
"Biarlah kita diam saja, sabar saja. Biarlah orang lain berkicau," kata Mualem dalam rapat paripurna di kantor DPRA, pada 29 September 2025.
Sebagai konteks, Bobby dan jajarannya menghentikan sejumlah kendaraan yang melintas di Jalan Lintas Bukit Lawang, Kabupaten Langkat, pada 27 September 2025.
Dikutip dari Kompas.id, Bobby mengatakan bahwa razia pelat kendaraan luar Sumut dilakukan untuk optimalisasi pendapatan daerah.
Kendaraan yang dihentikan bukan hanya untuk melihat registrasi kendaraannya, melainkan juga untuk memeriksa apakah kendaraan mengangkut barang melebihi kapasitas.
Mobil truk bernomor polisi BL tersebut awalnya dihentikan untuk diingatkan karena mengangkut barang melebihi kapasitas.
Setelah dilihat kendaraan tersebut bernomor seri BL, Bobby juga meminta agar kendaraan itu dimutasi ke Sumut.
Bobby menyebutkan, saat ini masih tahap sosialisasi dan imbauan. Mereka sedang menyusun aturan resmi yang rencananya mulai diberlakukan pada Januari 2026.
Aturan itu pada prinsipnya meminta perusahaan yang berdomisili dan beroperasi di Sumut mendaftarkan kendaraan operasionalnya di Sumut. Hal itu agar perusahaan membayar pajak kendaraan bermotor kepada provinsi tempat dia beroperasi.
Dalam tayangan itu, anggota DPD Aceh Haji Uma membacakan tanggapan masyarakat atas razia pelat BL yang dilakukan Gubernur Sumut Bobby Nasution belum lama ini.
"Hari ini banyak masyarakat yang berandai-andai, berspekulasi. Ini kan sekarang Muzakir Manaf sudah membuka hubungan perdagangan dengan Malaysia melalui laut," kata Haji Uma.
"Pendapat dari masyarakat, tokoh masyarakat, yang berseliweran di media, 'Sudah sekarang kita putuskan hubungan dengan Medan. Kita ambil dari luar negeri saja'" tuturnya.
Dalam video tersebut, Haji Uma tidak mengatakan bahwa Gubernur Aceh Mualem telah memutuskan hubungan dagang dengan Sumut.
Narasi itu bukan merupakan kebijakan resmi Mualem, melainkan opini masyarakat yang muncul sebagai respons atas tindakan Bobby Nasution.
Sebagaimana diberitakan Kompas.com, Muzakir Manaf telah angkat bicara terkait razia kendaraan pelat BL belum lama ini. Dia menyikapi dengan santai tindakan Bobby.
"Biarlah kita diam saja, sabar saja. Biarlah orang lain berkicau," kata Mualem dalam rapat paripurna di kantor DPRA, pada 29 September 2025.
Sebagai konteks, Bobby dan jajarannya menghentikan sejumlah kendaraan yang melintas di Jalan Lintas Bukit Lawang, Kabupaten Langkat, pada 27 September 2025.
Dikutip dari Kompas.id, Bobby mengatakan bahwa razia pelat kendaraan luar Sumut dilakukan untuk optimalisasi pendapatan daerah.
Kendaraan yang dihentikan bukan hanya untuk melihat registrasi kendaraannya, melainkan juga untuk memeriksa apakah kendaraan mengangkut barang melebihi kapasitas.
Mobil truk bernomor polisi BL tersebut awalnya dihentikan untuk diingatkan karena mengangkut barang melebihi kapasitas.
Setelah dilihat kendaraan tersebut bernomor seri BL, Bobby juga meminta agar kendaraan itu dimutasi ke Sumut.
Bobby menyebutkan, saat ini masih tahap sosialisasi dan imbauan. Mereka sedang menyusun aturan resmi yang rencananya mulai diberlakukan pada Januari 2026.
Aturan itu pada prinsipnya meminta perusahaan yang berdomisili dan beroperasi di Sumut mendaftarkan kendaraan operasionalnya di Sumut. Hal itu agar perusahaan membayar pajak kendaraan bermotor kepada provinsi tempat dia beroperasi.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi Gubernur Aceh memutus hubungan dagang antara Aceh dan Sumut perlu diluruskan.
Narasi itu bukan merupakan kebijakan resmi Gubernur Aceh, melainkan opini masyarakat yang muncul sebagai respons atas tindakan Bobby Nasution.
Narasi itu bukan merupakan kebijakan resmi Gubernur Aceh, melainkan opini masyarakat yang muncul sebagai respons atas tindakan Bobby Nasution.
Rujukan
- https://web.facebook.com/reel/773953758878977
- https://www.youtube.com/watch?v=_Lq-mf3O7CM
- https://regional.kompas.com/read/2025/09/30/072253778/mualem-tanggapi-bobby-hentikan-truk-pelat-aceh-sabar-biar-orang-lain?page=all
- https://www.kompas.id/artikel/soal-razia-plat-aceh-di-sumut-bobby-sebut-bukan-sentimen-daerah-tapi-optimalisasi-pendapatan
- https://app.kompas.com/download?source=Kompas.com&medium=Referral&campaign=belowarticle
(GFD-2025-29450) [HOAKS] Jurnalis Dapat Supercar dari Presiden Usai Tanya soal MBG
Sumber:Tanggal publish: 06/10/2025
Berita
KOMPAS.com - Biro Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden mencabut kartu identitas atau ID peliputan Istana Kepresidenan milik wartawan CNN Indonesia Diana Valencia.
Setelah peristiwa itu disorot, ID tersebut dikembalikan.
Namun, di media sosial beredar klaim yang menyebutkan Diana mendapatkan hadiah supercar dari Presiden Prabowo Subianto usai bertanya mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Konten tersebut tidak benar atau merupakan hoaks. Simak penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com berikut.
Informasi yang mengeklaim jurnalis CNN mendapatkan mobil mewah dari Prabowo usai bertanya soal MBG disebarkan oleh akun Instagram ini, ini, dan Facebook ini.
"Kabar bagus semoga amanah seterusnya," tulis salah satu akun pada Senin (29/9/2025).
Pengunggah menyertakan tangkapan layar konten dari Bangka Pos, dengan narasi berikut:
Sosok Diana Valencia Gunawan, Jurnalis CNN yang Mendapat Hadiah Supercar Dari Presiden Setelah Tanya Tentang MBG
akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Senin (29/9/2025), yang mengeklaim jurnalis CNN mendapatkan mobil dari presiden.
Setelah peristiwa itu disorot, ID tersebut dikembalikan.
Namun, di media sosial beredar klaim yang menyebutkan Diana mendapatkan hadiah supercar dari Presiden Prabowo Subianto usai bertanya mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Konten tersebut tidak benar atau merupakan hoaks. Simak penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com berikut.
Informasi yang mengeklaim jurnalis CNN mendapatkan mobil mewah dari Prabowo usai bertanya soal MBG disebarkan oleh akun Instagram ini, ini, dan Facebook ini.
"Kabar bagus semoga amanah seterusnya," tulis salah satu akun pada Senin (29/9/2025).
Pengunggah menyertakan tangkapan layar konten dari Bangka Pos, dengan narasi berikut:
Sosok Diana Valencia Gunawan, Jurnalis CNN yang Mendapat Hadiah Supercar Dari Presiden Setelah Tanya Tentang MBG
akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Senin (29/9/2025), yang mengeklaim jurnalis CNN mendapatkan mobil dari presiden.
Hasil Cek Fakta
Tangkapan layar yang beredar bersumber dari unggahan di akun Facebook Bangka Pos, 29 September 2025.
Berikut teks yang tertera pada konten aslinya:
Sosok Diana Valencia Gunawan, Jurnalis CNN yang Kartu Persnya Dicabut Istana Kepresidenan
Keterangan unggahan dan pemberitaan Bangka Pos tidak ada yang menginformasikan hadiah supercar yang diterima Diana.
Unggahan di media sosial merupakan tangkapan layar konten yang ditimpa dengan teks lain, sehingga memicu kekeliruan informasi.
Sebagaimana diwartakan Kompas.com, Diana menyatakan, dirinya berterima kasih kepada Biro Pers yang sudah berbesar hati untuk mengembalikan ID peliputan khusus Istana miliknya.
"Aku kayaknya cukup sih. Tapi, yang jelas berterima kasih juga kepada Biro Pers yang sudah mau mengembalikan, berbesar hati tadi juga meminta maaf kepada saya dan juga CNN Indonesia," kata Diana, di Istana, Jakarta, Senin (29/9/2025).
Tidak ada laporan atau informasi valid yang membuktikan Diana mendapatkan mobil dari Prabowo.
Berikut teks yang tertera pada konten aslinya:
Sosok Diana Valencia Gunawan, Jurnalis CNN yang Kartu Persnya Dicabut Istana Kepresidenan
Keterangan unggahan dan pemberitaan Bangka Pos tidak ada yang menginformasikan hadiah supercar yang diterima Diana.
Unggahan di media sosial merupakan tangkapan layar konten yang ditimpa dengan teks lain, sehingga memicu kekeliruan informasi.
Sebagaimana diwartakan Kompas.com, Diana menyatakan, dirinya berterima kasih kepada Biro Pers yang sudah berbesar hati untuk mengembalikan ID peliputan khusus Istana miliknya.
"Aku kayaknya cukup sih. Tapi, yang jelas berterima kasih juga kepada Biro Pers yang sudah mau mengembalikan, berbesar hati tadi juga meminta maaf kepada saya dan juga CNN Indonesia," kata Diana, di Istana, Jakarta, Senin (29/9/2025).
Tidak ada laporan atau informasi valid yang membuktikan Diana mendapatkan mobil dari Prabowo.
Kesimpulan
Narasi yang mengeklaim jurnalis CNN Indonesia mendapatkan mobil dari presiden merupakan hoaks.
Konten yang beredar merupakan tangkapan layar konten Bangka Pos yang ditimpa teks. Keterangan unggahan dan pemberitaan Bangka Pos tidak ada yang menginformasikan hadiah supercar yang diterima jurnalis tersebut.
Konten yang beredar merupakan tangkapan layar konten Bangka Pos yang ditimpa teks. Keterangan unggahan dan pemberitaan Bangka Pos tidak ada yang menginformasikan hadiah supercar yang diterima jurnalis tersebut.
Rujukan
- https://www.instagram.com/reel/DPLtGKbjUZR/
- https://www.instagram.com/p/DPOB3pAD6rR/
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1835878670689012&set=gm.1927153181163302&idorvanity=928334267711870
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1213019304189678&set=a.591444093013872
- https://nasional.kompas.com/read/2025/09/29/13140521/wartawan-cnn-angkat-bicara-setelah-id-yang-dicabut-dikembalikan-istana
- https://app.kompas.com/download?source=Kompas.com&medium=Referral&campaign=belowarticle
(GFD-2025-29451) [KLARIFIKASI] Menkeu Belum Tarik MBG, Dipantau Sampai Akhir Oktober
Sumber:Tanggal publish: 06/10/2025
Berita
KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dikabarkan akan menarik anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Narasi di media sosial menyebutkan, Menkeu akan menarik Rp 71 triliun dana MBG.
Informasi tersebut sebagian benar. Simak konteks lengkapnya dari penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com berikut.
Unggahan yang menyebutkan Menkeu Purbaya menarik Rp 71 triliun anggaran program MBG disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini.
Unggahan serupa juga beredar di Instagram ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 26 September 2025:
MBG AKAN SEGERA TAMAT, PURBAYA TARIK ANGGARAN MBG UNTUK BERAS
Menteri Keuangan Purbaya Alihkan Dana 71 T Anggaran MBG Ke Bantuan Beras, Istana Minta Maaf Banyak Siswa Keracvnan.
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana Merespon Soal Pernyataan Purbaya Menkeu Yang Menyatakan Jika Anggaran MBG 2-25 Tidak. Terserap Semua Akan. Di Ambil. Dan Di Alihkan Pada Bantuan Beras Gratis
Hal Ini Muncul Karena Akhir2 Ini Banyak Anak Korban Keracunan MBG, Purbaya Akan Bertindak Tegas Terkait Hal Ini, Jika Kejadian Berulang Maka MBG Ter4ncam Akan Berhenti
akun Facebook Tangkapan layar konten dengan narasi sebagian benar di sebuah akun Facebook, yang menyebutkan Menkeu Purbaya menarik Rp 71 triliun anggaran program MBG.
Narasi di media sosial menyebutkan, Menkeu akan menarik Rp 71 triliun dana MBG.
Informasi tersebut sebagian benar. Simak konteks lengkapnya dari penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com berikut.
Unggahan yang menyebutkan Menkeu Purbaya menarik Rp 71 triliun anggaran program MBG disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini.
Unggahan serupa juga beredar di Instagram ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 26 September 2025:
MBG AKAN SEGERA TAMAT, PURBAYA TARIK ANGGARAN MBG UNTUK BERAS
Menteri Keuangan Purbaya Alihkan Dana 71 T Anggaran MBG Ke Bantuan Beras, Istana Minta Maaf Banyak Siswa Keracvnan.
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana Merespon Soal Pernyataan Purbaya Menkeu Yang Menyatakan Jika Anggaran MBG 2-25 Tidak. Terserap Semua Akan. Di Ambil. Dan Di Alihkan Pada Bantuan Beras Gratis
Hal Ini Muncul Karena Akhir2 Ini Banyak Anak Korban Keracunan MBG, Purbaya Akan Bertindak Tegas Terkait Hal Ini, Jika Kejadian Berulang Maka MBG Ter4ncam Akan Berhenti
akun Facebook Tangkapan layar konten dengan narasi sebagian benar di sebuah akun Facebook, yang menyebutkan Menkeu Purbaya menarik Rp 71 triliun anggaran program MBG.
Hasil Cek Fakta
Purbaya berencana mengalihkan anggaran program MBG ke program lain, termasuk program bantuan pangan beras 10 kg, jika tidak terserap dengan baik.
Seperti diwartakan Kompas.com, kebijakan ini sejatinya bukan untuk menegur Badan Gizi Nasional (BGN), melainkan untuk membantu penyerapan.
"Tapi kalau memang bisa diserap, kan bagus. Jadi saya enggak negur, tapi saya mendukung. Tapi kalau enggak jalan, saya ambil duitnya," ujar Purbaya.
Ini merupakan bagian dari patroli ke sejumlah kementerian/lembaga untuk memonitor penyerapan anggaran.
Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, penyerapan anggaran BGN untuk program MBG sudah sangat baik.
"Tadi kami pastikan juga bahwa penyerapan anggarannya sekarang kelihatan sangat membaik. Sehingga Menteri Keuangan tidak perlu nanti mengambil anggaran yang tidak terserap," kata Luhut pada Jumat (3/10/2025) sebagaimana diberitakan Kompas.com.
Ia telah mengadakan rapat dengan Kepala BGN Dadan Hindayana di Kantor DEN.
Deden melaporkan, serapan anggaran untuk MBG secara keseluruhan sudah mencapai Rp 21,64 triliun hingga 3 Oktober 2025.
Serapan itu setara dengan 34 persen dari keseluruhan alokasi.
Namun Purbaya tetap akan merelokasi anggaran jika tidak terserap maksimal hingga akhir Oktober 2025.
"Kan kita melihat sampai akhir Oktober, kalau tidak menyerap ya kita akan potong juga," ungkap Purbaya pada Minggu (5/10/2025).
Seperti diwartakan Kompas.com, kebijakan ini sejatinya bukan untuk menegur Badan Gizi Nasional (BGN), melainkan untuk membantu penyerapan.
"Tapi kalau memang bisa diserap, kan bagus. Jadi saya enggak negur, tapi saya mendukung. Tapi kalau enggak jalan, saya ambil duitnya," ujar Purbaya.
Ini merupakan bagian dari patroli ke sejumlah kementerian/lembaga untuk memonitor penyerapan anggaran.
Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, penyerapan anggaran BGN untuk program MBG sudah sangat baik.
"Tadi kami pastikan juga bahwa penyerapan anggarannya sekarang kelihatan sangat membaik. Sehingga Menteri Keuangan tidak perlu nanti mengambil anggaran yang tidak terserap," kata Luhut pada Jumat (3/10/2025) sebagaimana diberitakan Kompas.com.
Ia telah mengadakan rapat dengan Kepala BGN Dadan Hindayana di Kantor DEN.
Deden melaporkan, serapan anggaran untuk MBG secara keseluruhan sudah mencapai Rp 21,64 triliun hingga 3 Oktober 2025.
Serapan itu setara dengan 34 persen dari keseluruhan alokasi.
Namun Purbaya tetap akan merelokasi anggaran jika tidak terserap maksimal hingga akhir Oktober 2025.
"Kan kita melihat sampai akhir Oktober, kalau tidak menyerap ya kita akan potong juga," ungkap Purbaya pada Minggu (5/10/2025).
Kesimpulan
Narasi yang menyebutkan Menkeu Purbaya menarik Rp 71 triliun anggaran program MBG tidak sepenuhnya benar.
Menkeu masih akan memantau penyerapan anggaran hingga akhir Oktober 2025.
Purbaya meluruskan, dirinya bukan menegur BGN melainkan membantu mendukung penyerapan dana.
Menkeu masih akan memantau penyerapan anggaran hingga akhir Oktober 2025.
Purbaya meluruskan, dirinya bukan menegur BGN melainkan membantu mendukung penyerapan dana.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/806099751904565
- https://www.facebook.com/reel/2034477583982625
- https://www.instagram.com/reel/DPEO2TPj_Ma/
- https://www.instagram.com/reel/DPLDIcNE-8n/
- https://www.instagram.com/reel/DPGlSM0jx89/
- https://nasional.kompas.com/read/2025/09/19/18562841/menkeu-bakal-alihkan-anggaran-mbg-ke-bantuan-beras-10-kg-jika-tak-terserap
- https://money.kompas.com/read/2025/10/03/181100026/luhut-serapan-anggaran-mbg-sangat-baik-menkeu-purbaya-tak-perlu-ambil-yang
- https://nasional.kompas.com/read/2025/10/05/14595211/purbaya-respons-luhut-tetap-potong-anggaran-mbg-jika-tak-terserap-hingga
- https://app.kompas.com/download?source=Kompas.com&medium=Referral&campaign=belowarticle
(GFD-2025-29420) Cek Fakta: Hoaks Artikel Said Aqil Puji Wapres Gibran Mirip Nabi Yusuf
Sumber:Tanggal publish: 06/10/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan artikel Said Aqil memuji Wapres Gibran Rakabuming Raka seperti Nabi Yusuf. Postingan itu beredar sejak beberapa waktu lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 22 Agustus 2025.
Dalam postingannya terdapat cuplikan layar artikel berjudul:
"Said Aqil Puji Gibran Mirip Sekali Nabi Yusuf AS Muda Ganteng kecerdasannya Jauh Dari Wakil Presiden Sebelumnya"
Akun itu menambahkan narasi:
"jilat terus ..... termul"
Lalu benarkah postingan artikel Said Aqil memuji Wapres Gibran Rakabuming Raka seperti Nabi Yusuf?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel yang identik dengan postingan. Kesamaan terdapat pada foto yang dipakai dan juga waktu artikel diunggah yakni 15 Agustus 2025 pukul 09.35 WIB.
Artikel itu identik dengan yang diunggah oleh Tempo.co. Namun dalam artikel asli berjudul "Erick Thohir Angkat Kembali Eks Ketua PBNU Said Aqil Siradj sebagai Komisaris Utama PT KAI."
Artikel itu sama sekali tidak membahas pujian Said Aqil pada Wapres Gibran. Artikel asli membahas keputusan Menteri BUMN saat itu, Erick Thohir yang tetap mempertahankan Said Aqil sebagai Dewan Komisaris PT KAI.
Kesimpulan
Postingan artikel Said Aqil memuji Wapres Gibran Rakabuming Raka seperti Nabi Yusuf adalah hoaks.
Rujukan
Halaman: 1231/7953