• (GFD-2025-29439) [HOAKS] Tautan untuk Klaim Bantuan Traktor 2025 dari Kementan

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/10/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan berisi tautan yang diklaim untuk mendapatkan bantuan traktor dari Kementerian Pertanian.

    Menurut informasi yang dicantumkan, Kementan memberikan bantuan 100 unit traktor yang akan disalurkan ke seluruh Indonesia.

    Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut hoaks.

    Tautan yang diklaim untuk mendapatkan bantuan traktor dari Kementan dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Kamis (2/10/2025).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    bantuan 100 unit traktor kementrian pertanian akan di salurkan ke seluruh Indonesia..untuk informasi silakan klik link di bawah.

    Screenshot Hoaks, tautan bantuan traktor dari Kementan

    Hasil Cek Fakta

    Kementan memang mengadakan program bantuan alat dan mesin untuk meningkatkan produktivitas pertanian pada 2025.

    Bantuan itu antara lain berupa traktor roda empat, traktor roda dua, alat pemanen multifungsi, alat penanam padi, dan pompa air.

    Akan tetapi, cara mendapatkan bantuan bukanlah dengan cara mengakses tautan yang disebarkan dalam unggahan Facebook tersebut.

    Dikutip dari Antara, cara memperoleh bantuan alat dan mesin pertanian dari Kementan adalah sebagai berikut:

    Sementara itu, tautan yang dibagikan di Facebook mengarah ke situs terindikasi phishing atau pencurian data.

    Situs tersebut meminta pengunjung memasukkan nama lengkap, asal provinsi, dan akun Telegram aktif. Awas, jangan memasukkan data pribadi ke situs itu.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan yang diklaim untuk mendapatkan bantuan traktor dari Kementan adalah hoaks.

    Tautan tersebut terindikasi phishing. Sebab, pengajuan untuk menjadi penerima bantuan alat pertanian dilakukan melalui dinas pertanian kabupaten/kota.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29418) Cek Fakta: Tidak Benar Link Ini untuk Cek Penerima BSU Periode Oktober

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/10/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar postingan video berisi klaim link untuk mengecek penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) periode Oktober. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 1 Oktober 2025.
    Dalam postingan terdapat tulisan:
    "Pemerintah Melalui Bantuan Menyalurkan Bantuan Subsidi Upah Tahap 3 Periode Oktober (BSU) untuk pekerja/buruh yang memenuhi syarat.
    🔍 Ingin tahu apakah Anda termasuk penerima?
    Kini Anda bisa cek status penerima secara online dan resmi melalui laman berikut:
    👉 https://jingdftrskrg.atirilia.com/
    ✅ Cukup masukkan data Anda
    ✅ Tanpa biaya
    ✅ Hasil langsung tampil
    Jangan lewatkan kesempatan ini! Pastikan nama Anda terdaftar sebagai penerima bantuan."
    Sedangkan narasi dalam video sebagai berikut:
    "Halo warga Indonesia kami dari BPJS Ketenagakerjaan ingin menginfokan bahwa BSU tahap 3 periode Oktober sudah bisa dicairkan"
    Ketika link pengecekan dalam unggahan tersebut diklik, mengarah pada halaman situs berupa formulir digital yang meminta nama lengkap dan nomor Telegram aktif.
    Benarkah klaim link untuk mengecek penerima BSU periode Oktober? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link untuk mengecek penerima BSU periode Oktober. Penelusuran mengarah pada artikel berita yang tayang di Liputan6.com berjudul "Waspada Hoaks! Begini Cara Resmi Cek BSU BPJS Ketenagakerjaan dan Syarat Penerimanya"
    Dalam artikel ini, dijelaskan bahwa Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang disalurkan melalui BPJS Ketenagakerjaan adalah program pemerintah yang bertujuan meringankan beban ekonomi pekerja bergaji rendah.
    Pengecekan status penerima BSU harus selalu dilakukan melalui kanal-kanal resmi yang disediakan pemerintah untuk menghindari penipuan dan informasi palsu. Berikut adalah beberapa cara resmi untuk cek BSU BPJS Ketenagakerjaan:
    Perlu diperhatikan bahwa situs resmi BPJS Ketenagakerjaan bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id untuk pengecekan BSU mungkin tidak bisa diakses karena sedang dalam perbaikan atau layanan pengecekan BSU telah dialihkan sepenuhnya ke situs Kemnaker. Oleh karena itu, selalu prioritaskan situs Kemnaker sebagai sumber informasi utama.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link untuk mengecek penerima BSU periode Oktober, tidak benar.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29419) Cek Fakta: Tidak Benar Video Presiden Israel Dilempari Telur Busuk

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/10/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar postingan klaim video Presiden Israel dilempar telur busuk. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 29 September 2025.
    Dalam video, seorang pria yang mengenakan jas dan dikawal sejumlah orang tampak dilempar dengan cairan. Pria berjas itu pun tampak membersihkan wajahnya.
    Narasi dalam video adalah:
    "PRESIDEN ISRAEL SAAT KELUAR DARI RUANGAN PBB OTK MELEMPARI DENGAN TELUR BUSUK"
    Sedangkan caption postingan sebagai berikut:
    "Presiden Israel Dilempar dgn Telur Busuk oleh OTK 😱"
    Benarkah klaim video Presiden Israel dilempari telur busuk? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Presiden Israel dilempari telur busuk. Penelusuran menemukan foto yang identik dengan peristiwa tersebut.
    Seperti diberitakan dari Sky News, narasi menyebutkan bahwa Nigel Farage disiram minuman setelah meluncurkan kampanye pemilihannya sebagai pemimpin baru Partai Reform UK di Clacton, Inggris, tempat ia berharap terpilih sebagai anggota parlemen (MP).
    Peristiwa ini terjadi pada awal Juni 2024.
    Penelusuran juga mengarah pada artikel dari metrotvnews berjudul "Politikus Kontroversial Inggris Nigel Farage Disiram Milkshake saat Kampanye".
    Dalam artikel ini, Nigel Farage, pemimpin baru Partai Reformasi yang dikenal sebagai sayap kanan Inggris, disiram milkshake pada hari pertama kampanye penuhnya. Farage berkampanye untuk mendapatkan kursi di parlemen dalam pemilihan 4 Juli.
    Farage terkenal karena membantu memimpin kampanye Brexit yang sukses pada 2016. Popularitasnya telah memberikan tekanan pada sejumlah pemimpin Konservatif untuk bersikap lebih keras terhadap imigrasi.
    Tak lama setelah ia meluncurkan kampanyenya di kursi Clacton-on-Sea, Inggris tenggara, seorang wanita melemparkan secangkir besar minuman kepadanya saat ia meninggalkan sebuah pub. Gambar itu tersebar luas di media sosial.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Presiden Israel dilempari telur busuk adalah tidak benar.
    Pria yang dilempar minuman adalah Nigel Farage, bukan Presiden Israel.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29416) [SALAH] Judul Artikel Gelora “Menkeu Purbaya Meminta Rakyat Menyumbang Bila Ingin Ekonomi Maju Lagi”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 04/10/2025

    Berita

    Beredar gambar [arsip] dari akun Facebook “Hamsah Ji” pada Jumat (12/9/2025) yang menampilkan tangkapan layar artikel Gelora berjudul “Menkeu Purbaya Meminta Rakyat Menyumbang Bila Ingin Ekonomi Maju Lagi” disertai narasi:

    Menkeu Purbaya Minta Rakyat Menyumbang Bila Ingin Ekonomi Maju Lagi 😲🤭😁🤣🤣🤣🤣🤣

    Lepas dari srimulyani masuk Purbaya…

    lepas dari mulut siganmasuk mulut buaya..

    Apes bgt jadi WNI…

    punya Mentri kok gini amatt…

    Gimana sih Mr.Prabowo?

    Hingga Sabtu (4/10/2025) unggahan tersebut telah disukai 45 kali, menuai 62 komentar dan dibagikan ulang oleh 3 pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan gambar tangkapan layar tersebut ke mesin pencarian foto Google Image Search.

    Hasilnya ditemukan gambar serupa pada artikel gelora.co yang diunggah Selasa (9/9/2025) berjudul “Menkeu Purbaya Minta Maaf, Akui Salah Ngomong Soal Tuntutan 17+8" dengan tanggal tayang sama dengan konten yang disebarkan oleh akun Facebook "Hamsah Ji".

    Pembuat konten yang disebarkan oleh akun Facebook “Hamsah Ji” memanipulasi judul artikel tersebut dengan "Menkeu Purbaya Meminta Rakyat Menyumbang Bila Ingin Ekonomi Maju Lagi”.


    Dalam artikel tersebut sama sekali tidak membahas pernyataan Menkeu Purbaya yang meminta rakyat menyumbang bila ingin ekonomi maju lagi. Artikel itu membahas Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meluruskan pernyataannya yang menuai kontroversial terkait tuntutan 17+8.

    Kesimpulan

    Faktanya judul asli artikel tersebut adalah “Menkeu Purbaya Minta Maaf, Akui Salah Ngomong Soal Tuntutan 17+8″.

    Rujukan