• (GFD-2025-30090) [SALAH] Bahlil Sambut Kedatangan Ahli Gizi dari India

    Sumber: Tiktok.com
    Tanggal publish: 16/11/2025

    Berita

    Pada Rabu (5/11/2025) akun TikTok “aceng.putra61” membagikan video [arsip] disertai narasi:

    “BREAKING NEWS

    Ahli gizi dari india resmi tiba diindonesia untuk bantu awasi program makanan gizi gratis

    Menindaklanjuti upaya pemerintah mengawasi nilai gizi MBG, hal ini dilakukan agar masyarakat asupan gizi seimbang”

    Hingga Minggu (16/11/2025) unggahan telah mendapatkan 173.000 tanda suka, 27.200 komentar dan telah dibagikan ulang 99.800 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menganalisis konten menggunakan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, video merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,9 persen.

    TurnBackHoax kemudian memasukkan kata kunci “Bahlil sambut kedatangan ahli gizi dari India” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah pemberitaan yang tidak saling berkaitan, antara lain:

    • Pemberitaan suaramerdeka.com “Indonesia Buka Peluang Kerja Sama dengan India Kembangkan Program MBG”. Berita yang tayang pada Kamis (31/10/2025) ini melaporkan bahwa pemerintah Indonesia membuka peluang kerja sama dengan pemerintah India untuk mengembangkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). India disebut sebagai role model karena telah sukses menjalankan program makan gratis di sekolah selama bertahun-tahun. 

    • Pemberitaan rmol.id “BGN Disarankan Kaji Ulang India sebagai Role Model Program MBG”. Berita yang tayang pada Minggu (2/11/2025) ini memuat pandangan sejumlah pakar gizi yang menyarankan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengkaji ulang rencana menjadikan India sebagai contoh (role model) dalam pelaksanaan MBG. Alasannya, beberapa indikator gizi di India masih menunjukkan tantangan yang signifikan sehingga perlu pertimbangan lebih lanjut sebelum dijadikan acuan bagi Indonesia.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Bahlil sambut kedatangan ahli gizi dari India”. 

    Kesimpulan

    Unggahan berisi klaim “Bahlil sambut kedatangan ahli gizi dari India” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-30091) [SALAH] Menkeu Purbaya Curiga Permainan Bunga Rp285,6 Triliun Jadi Penyebab TPG Telat

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 16/11/2025

    Berita

    Pada Selasa (23/10/2025) akun Facebook “Kanza Caca” membagikan video [arsip] disertai narasi:

    “FAKTOR PENCAIRAN TPG SERING TELAT

    Menkeu Purbaya Curiga Ada Permainan Bunga di Dana Pemerintah Rp 285,6 Triliun yang Mengendap

    Mentri keuangan menemukan uang yang mengendap alias disimpan bank dengan jumlah 285 t lebih dengan tujuan agar mendapatkan bunga deposit, mungkin 198 salah satu faktor kenapa TPG sering telat”

    Hingga Minggu (16/11/2025) unggahan telah mendapatkan 7.100 tanda suka, 1.100 komentar dan telah dibagikan ulang 451 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran terhadap klaim dengan mengetikkan kata kunci “Menkeu Purbaya curiga permainan bunga Rp285,6 triliun jadi penyebab TPG telat” ke mesin pencari Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah pemberitaan, antara lain:

    • Berita detik.com  “Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Duit Pemerintah Rp285 T di Deposito Berjangka, Curiga Permainan Bunga!” yang tayang Jumat (17/10/2025). Dalam pemberitaan tersebut dijelaskan bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap adanya dana pemerintah sebesar Rp285,6 triliun yang ditempatkan dalam bentuk deposito berjangka di sejumlah bank. Purbaya menyebut akan menyelidiki kemungkinan adanya permainan bunga dalam penempatan dana tersebut. Namun, tidak ada pernyataan yang mengaitkan hal tersebut dengan keterlambatan pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG).

    • Berita voi.id “Dana Pemerintah di Berjangka Capai Rp285,6 Triliun, Purbaya Curigai Ada Permainan Bunga” yang tayang Rabu (16/10/2025). Berita ini menegaskan bahwa kecurigaan Purbaya terkait pengelolaan dana pemerintah di deposito bertujuan untuk memastikan transparansi pengelolaan kas negara, bukan untuk membahas keterlambatan pencairan tunjangan guru. Tidak disebutkan adanya hubungan langsung antara dana mengendap tersebut dengan proses pencairan TPG.

    Sementara itu, melalui unggahan akun Instagram resminya ‘ditjenpk’, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan menjelaskan bahwa keterlambatan pencairan TPG bagi guru ASN daerah berkaitan dengan proses tahapan penyaluran. Untuk mengetahui sejauh mana proses pencairan tunjangan, para guru dapat memantau status melalui laman Info GTK (info.gtk.dikdasmen.go.id). 

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim “Menkeu Purbaya curiga permainan bunga Rp285,6 triliun jadi penyebab TPG telat”.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi klaim “Menkeu Purbaya curiga permainan bunga Rp285,6 triliun jadi penyebab TPG telat” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-30083) [SALAH] SIM, STNK, TNKB Berlaku Seumur Hidup Mulai 2026

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 15/11/2025

    Berita

    Akun Facebook “Wali Songo” pada Sabtu (20/9/2025) membagikan video [arsip], isinya memperlihatkan Sarifuddin Sudding (Anggota Komisi III DPR RI) sedang berbicara dengan narasi:

    “PERPANJANGAN SIM, STNK, TNKB CUKUP SEKALI SUPAYA MERINGANKAN BEBAN MASYARAKAT SAMA DENGAN KAYA KTP. KTP ITU KAN BERLAKU SEUMUR HIDUP SEKALI SIM JUGA BERLAKU SEUMUR HIDUP”

    Unggahan disertai takarir:

    “Siap tahun 2026 SIM,STNK,TNKB berlaku seumur hidup

    Nah ini baru namanya DPR. SIM,STNK,TNKB berlaku seumur hidup, ladusing gak dapat uang dong”

    Per Sabtu (15/11/2025), konten tersebut telah mendapat 51 ribuan tanda suka dan 5.700-an komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memeriksa tangkapan layar konten menggunakan Google Lens. Hasil penelusuran mengarah ke video di kanal YouTube CNN Indonesia “DPR Usul SIM, STNK dan TNKB Berlaku Seumur Hidup”. 

    Konteks asli video yang tayang Rabu (4/12/2024) tersebut adalah momen anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding yang mengusulkan agar perpanjangan SIM, STNK, dan TNKB cukup dilakukan sekali seumur hidup oleh pemiliknya, seperti konsep KTP yang bisa dimiliki seumur hidup. Dia juga menilai pengadaan dokumen SIM, STNK, dan TNKB hanya untuk memenuhi keinginan vendor. Maka dari itu, ia meminta usulannya dipertimbangkan oleh Korlantas Polri dan pihak terkait lainnya.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “SIM, STNK, dan TNKB berlaku seumur hidup” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran teratas mengarah ke pemberitaan cnbcindonesia.com “Ini Alasan SIM-STNK Tak Bisa Berlaku Seumur Hidup”, tayang Jumat (6/12/2025). 

    Berita itu melaporkan bahwa menurut Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Mahkamah Konstitusi sudah memutuskan SIM tidak bisa berlaku seumur hidup. Adapun STNK juga tidak bisa berlaku seumur hidup karena kendaraan akan dicek kelayakannya saat proses perpanjangan STNK lima tahunan.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “SIM, STNK, dan TNKB akan berlaku seumur hidup mulai tahun 2026”.

    Kesimpulan

    Unggahan video berisi klaim “SIM, STNK, TNKB berlaku seumur hidup mulai 2026” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-30084) [SALAH] Video "Menkeu Purbaya akan Bongkar Penyebab Kerugian BUMN"

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 15/11/2025

    Berita

    Akun Facebook “Aulia Putri Najwa” pada Senin (10/10/2025) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “RAKYAT GA PERNAH HUTANG LISTRIK TAPI PLN RUGI RAKYAT BELI TIKET PESAWAT CASH TAPI GARUDA RUGI RAKYAT BELI BENSIN CASH TAPI PERTAMINA RUGI DETIK INI JUGA SAYA AKAN BONGKAR SEMUANYA”

    Unggahan disertai takarir:

    “Selamat pagi pak pur

    Banyak Para pejabat negara Buang amanah Rakyatnya”

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menemukan video serupa dibagikan oleh akun Instagram “medancyber_official” dan “faraz_channel”.

    Per Sabtu (15/11/2025), konten tersebut telah mendapat lebih dari 5.800-an tanda suka, menuai 351 komentar dan dibagikan ulang sebanyak 373 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengamati adanya indikasi penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam konten berupa ketidaksesuaian gerakan mulut Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dengan audio yang dihasilkan. 

    TurnBackHoax lalu menelusuri konten itu menggunakan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, konten merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,9 persen.

    TurnBackHoax kemudian memeriksa tangkapan layar konten menggunakan Google Lens. Hasil penelusuran mengarah ke video di kanal YouTube Sekretariat Presiden “Keterangan Pers Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Jakarta, 10 September 2025”, tayang Rabu (10/9/2025). Konteks asli video adalah momen wawancara Menkeu Purbaya setelah melakukan pembahasan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bersama DPR.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “video pernyataan Menkeu Purbaya yang akan membongkar penyebab kerugian BUMN”.

    Kesimpulan

    Unggahan video berisi klaim “Menkeu Purbaya akan bongkar penyebab kerugian BUMN” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan