tirto.id - Beredar unggahan di media sosial, yang mengklaim bahwa 74 persen kematian disebabkan oleh vaksin COVID-19.
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh pengguna Instagram bernama “sinshe_ukie” (arsip) pada 5 Juli 2025. Dalam unggahan itu, pengguna menuliskan, “STUDI OTOPSI TERBESAR MENGUNGKAPKAN 74% MENINGGAL KARENA VAKSIN” dengan tambahan teks, “JIKA INI BENAR MAKA SUNGGUH TERLALU.”
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Video yang dibagikan menampilkan seseorang yang mengklaim dirinya sebagai penulis senior studi otopsi, menyebut bahwa dari seluruh kasus kematian yang diteliti, 73,9 persen disebabkan oleh vaksinasi.
#inline3 {margin:1.5em auto}
#inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}
ins.adsbygoogle[data-ad-status="unfilled"] {
display: none !important;
}
Temukan lebih banyakAkses Arsip Berita TirtoPolusi udara JakartaPendidikanKesehatan mental terapisWawancara eksklusifLayanan Pemeriksa FaktaArtikel berita populerArsip berita lengkapRekomendasi Shampo GinsengPelatihan Keamanan Siber
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
“Jawabannya adalah case-case ini, yang datang untuk otopsi, setelah vaksinasi. 73,9 persen dari individu tersebut telah ditentukan bahwa vaksin itu yang menyebabkan kematian,” katanya.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Periksa Fakta Klaim 74% Kematian Disebabkan oleh Vaksin COVID-19.
Di akhir video, terlihat tangkapan layar halaman Preprints with The Lancet, berjudul “A Systematic Review of Autopsy Findings in Deaths after COVID-19 Vaccination”. Tangkapan layar itu menampilkan nama beberapa penulis, di antaranya Nicolas Hulscher, Paul E. Alexander, dan Peter A. McCullough.
ADVERTISEMENT
Diketahui studi tersebut merupakan prapublikasi (preprint) berjudul “A Systematic Review of Autopsy Findings in Deaths after COVID-19 Vaccination” yang sempat diunggah di laman Preprints with The Lancet.
Studi itu meninjau 325 hasil otopsi setelah vaksinasi COVID-19 dan menyimpulkan bahwa sekitar 74 persen kematian dikaitkan dengan vaksin.
Hingga artikel ini ditulis pada Senin (27/10/2025), unggahan tersebut telah mendapatkan 7 ribu tanda suka, dan dikomentari lebih dari 500 kali.
Lalu, bagaimana kebenaran dari klaim tersebut?
(GFD-2025-29723) Salah, Klaim 74% Kematian Disebabkan oleh Vaksin COVID-19
Sumber:Tanggal publish: 28/10/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Untuk menelusuri kebenaran klaim, pertama-tama Tirto mencari artikel yang dicantumkan dalam video.
Tirto memasukkan judul artikel “A Systematic Review of Autopsy Findings in Deaths after COVID-19 Vaccination” ke mesin pencarian Google, dan hasilnya menunjukkan bahwa artikel serupa memang pernah diunggah di situs SSRN, platform yang digunakan Preprints with The Lancet untuk berbagi naskah pracetak (preprint) penelitian tahap awal.
Artikel tersebut diunggah pada 5 Juli 2023. Namun, naskah tersebut dihapus kurang dari 24 jam setelah diunggah. Pihak Preprints with The Lancet menyatakan bahwa makalah tersebut “melanggar kriteria penyaringan” karena kesimpulannya tidak didukung oleh metodologi penelitian yang memadai.
“Pracetak ini telah dihapus oleh Preprints with The Lancet karena kesimpulan penelitian tidak didukung oleh metodologi penelitian. Preprints with The Lancet berhak menghapus makalah yang telah dipublikasikan jika kami memutuskan bahwa makalah tersebut melanggar kriteria penyaringan kami,” tulis Preprints with The Lancet.
Dengan demikian, makalah itu tidak melalui proses peninjauan sejawat (peer review), yakni tahap penting dalam publikasi ilmiah untuk menilai validitas dan kualitas penelitian sebelum diterbitkan.
Melalui laman resminya, Preprints with The Lancet menjelaskan bahwa platform tersebut merupakan hasil kolaborasi antara kelompok jurnal The Lancet dan SSRN untuk memfasilitasi pembagian awal hasil riset.
Namun, naskah yang diunggah di sana bukan publikasi resmi The Lancet dan tidak sedang dalam proses peninjauan oleh jurnal tersebut.
“Pracetak yang tersedia di sini bukan merupakan publikasi The Lancet atau sedang dalam proses peninjauan oleh jurnal The Lancet. Pracetak ini merupakan makalah penelitian tahap awal yang belum melalui proses peninjauan sejawat,” terang Preprints with The Lancet.
Pracetak yang tersedia hanyalah penelitian tahap awal yang belum melalui proses peninjauan sejawat.
“Temuan ini tidak boleh digunakan untuk pengambilan keputusan klinis atau kesehatan masyarakat, maupun disajikan tanpa menyoroti fakta-fakta tersebut,” bunyi keterangan The Lancet juga.
Tirto memasukkan judul artikel “A Systematic Review of Autopsy Findings in Deaths after COVID-19 Vaccination” ke mesin pencarian Google, dan hasilnya menunjukkan bahwa artikel serupa memang pernah diunggah di situs SSRN, platform yang digunakan Preprints with The Lancet untuk berbagi naskah pracetak (preprint) penelitian tahap awal.
Artikel tersebut diunggah pada 5 Juli 2023. Namun, naskah tersebut dihapus kurang dari 24 jam setelah diunggah. Pihak Preprints with The Lancet menyatakan bahwa makalah tersebut “melanggar kriteria penyaringan” karena kesimpulannya tidak didukung oleh metodologi penelitian yang memadai.
“Pracetak ini telah dihapus oleh Preprints with The Lancet karena kesimpulan penelitian tidak didukung oleh metodologi penelitian. Preprints with The Lancet berhak menghapus makalah yang telah dipublikasikan jika kami memutuskan bahwa makalah tersebut melanggar kriteria penyaringan kami,” tulis Preprints with The Lancet.
Dengan demikian, makalah itu tidak melalui proses peninjauan sejawat (peer review), yakni tahap penting dalam publikasi ilmiah untuk menilai validitas dan kualitas penelitian sebelum diterbitkan.
Melalui laman resminya, Preprints with The Lancet menjelaskan bahwa platform tersebut merupakan hasil kolaborasi antara kelompok jurnal The Lancet dan SSRN untuk memfasilitasi pembagian awal hasil riset.
Namun, naskah yang diunggah di sana bukan publikasi resmi The Lancet dan tidak sedang dalam proses peninjauan oleh jurnal tersebut.
“Pracetak yang tersedia di sini bukan merupakan publikasi The Lancet atau sedang dalam proses peninjauan oleh jurnal The Lancet. Pracetak ini merupakan makalah penelitian tahap awal yang belum melalui proses peninjauan sejawat,” terang Preprints with The Lancet.
Pracetak yang tersedia hanyalah penelitian tahap awal yang belum melalui proses peninjauan sejawat.
“Temuan ini tidak boleh digunakan untuk pengambilan keputusan klinis atau kesehatan masyarakat, maupun disajikan tanpa menyoroti fakta-fakta tersebut,” bunyi keterangan The Lancet juga.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran fakta, klaim bahwa 74 persen kematian disebabkan oleh vaksin COVID-19 adalah salah dan menyesatkan (false and misleading). Klaim tersebut bersumber dari sebuah studi prapublikasi berjudul “A Systematic Review of Autopsy Findings in Deaths after COVID-19 Vaccination” yang sempat diunggah di platform Preprints with The Lancet, namun dihapus kurang dari 24 jam setelah dipublikasikan.
Pihak Preprints with The Lancet menyatakan bahwa makalah tersebut dihapus karena kesimpulannya tidak didukung oleh metodologi penelitian yang memadai, sehingga tidak memenuhi kriteria penyaringan mereka.
Selain itu, naskah tersebut belum melalui proses peninjauan sejawat (peer review), yang merupakan tahapan penting untuk memastikan validitas dan akurasi temuan ilmiah.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
closeAdvertisementsgeneral_URL_gpt_producer-20251015-12:23CANCELNEXT VID
Pihak Preprints with The Lancet menyatakan bahwa makalah tersebut dihapus karena kesimpulannya tidak didukung oleh metodologi penelitian yang memadai, sehingga tidak memenuhi kriteria penyaringan mereka.
Selain itu, naskah tersebut belum melalui proses peninjauan sejawat (peer review), yang merupakan tahapan penting untuk memastikan validitas dan akurasi temuan ilmiah.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
closeAdvertisementsgeneral_URL_gpt_producer-20251015-12:23CANCELNEXT VID
Rujukan
(GFD-2025-29724) Hoaks Video Mahfud MD Bagikan Bansos Hasil Perampasan Aset
Sumber:Tanggal publish: 28/10/2025
Berita
tirto.id - Beredar di media sosial sebuah video yang menunjukkan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polhukam) Mahfud MD mengajak masyarakat mendaftar bantuan sosial (bansos) dari perampasan aset.
ADVERTISEMENT
Video ini menunjukkan Mahfud yang mengenakan kemeja batik mengimbau masyarakat segera mendaftarkan diri untuk menerima bansos bagi yang membutuhkan modal usaha.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Tirto menemukan video itu beredar di Facebook dalam unggahan akun “Profesor,Mohammad Mahfud” (arsip), pada 23 Oktober 2025. Dalam video terlihat Mahfud MD di sisi kiri dan klip tumpukan uang dalam jumlah besar di sisi kanan video.
#inline3 {margin:1.5em auto}
#inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}
ins.adsbygoogle[data-ad-status="unfilled"] {
display: none !important;
}
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Lebih lanjut, video berdurasi kurang dari satu menit itu juga menampilkan Mahfud seolah menjamin bahwa informasi bansos dari hasil perampasan aset terhadap para koruptor itu resmi dari pemerintah. Totalnya diklaim mencapai Rp10 miliar yang akan dibagikan kepada masyarakat.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
“Dan ini nantinya akan dibagikan kepada yang belum mempunyai usaha, masing-masing akan dibantu Rp100 juta. Ini real dan juga amanah ya bukan setting-an atau hoaks pasti cair untuk yang mendaftar,” ujar narasi audio dalam video tersebut.
Bersama video juga terdapat caption bertuliskan:
“BANTUAN SOSIAL DARI PEMERINTAH UNTUK MEMBUKA USAHA BARU💥
ADVERTISEMENT
*** ( PROFESOR.H.MOHAMMAD MAHFUD MD )***
🦋 YANG MAU DI PROSES CEPAT DARI SAYA KLIK LINK WHATSAPP DI BAWAH INI⤵️⤵️⤵️⤵️⤵️”
Pengunggah video juga menampilkan sebuah nomor WhatsApp yang diarahkan agar publik mendaftar lewat nomor tersebut. WhatsApp itu diklaim dipegang oleh Mahfud MD sendiri.
periksa fakta hoaks video Mahfud MD umumkan bansos hasil perampasan aset.
Lima hari beredar di Facebook atau hingga Selasa (28/10/2025), postingan tersebut sudah mendapatkan 108 tanda suka, 59 komentar, dan sudah dibagikan ulang sebanyak delapan kali.
Akun tersebut juga mengunggah video serupa, dengan penonton dan interaksi lebih sedikit. Seperti unggahan ini dan unggahan ini
Lalu bagaimana faktanya? Apakah benar Mahfud MD mengumumkan bansos hasil dari perampasan aset para koruptor sebesar Rp10 miliar untuk masyarakat?
ADVERTISEMENT
Video ini menunjukkan Mahfud yang mengenakan kemeja batik mengimbau masyarakat segera mendaftarkan diri untuk menerima bansos bagi yang membutuhkan modal usaha.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Tirto menemukan video itu beredar di Facebook dalam unggahan akun “Profesor,Mohammad Mahfud” (arsip), pada 23 Oktober 2025. Dalam video terlihat Mahfud MD di sisi kiri dan klip tumpukan uang dalam jumlah besar di sisi kanan video.
#inline3 {margin:1.5em auto}
#inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}
ins.adsbygoogle[data-ad-status="unfilled"] {
display: none !important;
}
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Lebih lanjut, video berdurasi kurang dari satu menit itu juga menampilkan Mahfud seolah menjamin bahwa informasi bansos dari hasil perampasan aset terhadap para koruptor itu resmi dari pemerintah. Totalnya diklaim mencapai Rp10 miliar yang akan dibagikan kepada masyarakat.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
“Dan ini nantinya akan dibagikan kepada yang belum mempunyai usaha, masing-masing akan dibantu Rp100 juta. Ini real dan juga amanah ya bukan setting-an atau hoaks pasti cair untuk yang mendaftar,” ujar narasi audio dalam video tersebut.
Bersama video juga terdapat caption bertuliskan:
“BANTUAN SOSIAL DARI PEMERINTAH UNTUK MEMBUKA USAHA BARU💥
ADVERTISEMENT
*** ( PROFESOR.H.MOHAMMAD MAHFUD MD )***
🦋 YANG MAU DI PROSES CEPAT DARI SAYA KLIK LINK WHATSAPP DI BAWAH INI⤵️⤵️⤵️⤵️⤵️”
Pengunggah video juga menampilkan sebuah nomor WhatsApp yang diarahkan agar publik mendaftar lewat nomor tersebut. WhatsApp itu diklaim dipegang oleh Mahfud MD sendiri.
periksa fakta hoaks video Mahfud MD umumkan bansos hasil perampasan aset.
Lima hari beredar di Facebook atau hingga Selasa (28/10/2025), postingan tersebut sudah mendapatkan 108 tanda suka, 59 komentar, dan sudah dibagikan ulang sebanyak delapan kali.
Akun tersebut juga mengunggah video serupa, dengan penonton dan interaksi lebih sedikit. Seperti unggahan ini dan unggahan ini
Lalu bagaimana faktanya? Apakah benar Mahfud MD mengumumkan bansos hasil dari perampasan aset para koruptor sebesar Rp10 miliar untuk masyarakat?
Hasil Cek Fakta
Tirto mencoba melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image search) pada bagian klip yang menampilkan wajah Mahfud, untuk menelusuri keaslian serta sumber utama video tersebut. Salah satu hasil pencarian mengarahkan kami ke artikel berita yang diterbitkan oleh Antara.
Mahfud terlihat mengenakan batik yang sama, juga dengan aksesori pin merah putih di dadanya, serta latar belakang pola dan perisai Burug Garuda yang sama seperti potongan video yang tersebar di media sosial.
Keterangan foto tersebut menyebut foto berasal dari tahun 2021, saat Mahfud, yang kala itu masih menjabat sebagai Menko Polhukam, memberikan pernyataan terkait perkembangan Satgas BLBI, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta.
Artikel yang tayang tahun 2021 tersebut juga sama sekali tak menyebutkan bansos dari hasil perampasan aset. Dalam kesempatan itu, Mahfud menyatakan obligor dan debitur Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sering melobi pemerintah sehingga pelunasan utangnya tertunda. Foto Mahfud dalam artikel tersebut sama persis dengan video yang ada di Facebook.
Karenanya, Tirto mencurigai foto tersebut dimanipulasi menggunakan akal imitasi (artificial intelligence, AI) agar menjadi video, yang isinya berbicara sesuai dengan input dari penyebar video.
Kami mengecek audio video tersebut lewat platform pendeteksi audio AI generate bernama Resemble AI. Hasil pengecekan menyimpulkan bahwa audio tersebut palsu atau dipalsukan.
Kami juga mencoba melakukan pemindaian video, terutama di bagian Mahfud berbicara menggunakan perangkat Hive Moderation. Hasil pemindaian menunjukkan skor agregat 99 persen, video adalah buatan atau dimanipulasi dengan AI. Bagian audio menjadi hal yang paling mendapat sorotan buatan AI, hasil pemindaian Hive Moderation.
Hive Moderation Periksa Fakta Video hoaks Mahfud MD.
Tirto juga mengecek akun yang mencatut nama Mahfud sebagai nama Facebook tersebut. Tak ditemukan indikasi bahwa akun tersebut merupakan media sosial asli milik Mahfud. Justru, akun ini lebih seperti akun palsu karena baru dibuat pada 25 September 2025.
Lewat pengecekan medsos resmi Mahfud di Facebook dan Instagram yang ditandai dengan adanya centang biru, tidak ditemukan satupun unggahan dari Mahfud soal bansos dari hasil perampasan aset.
Temuan ini memperkuat dugaan video Mahfud bagi-bagi bansos yang beredar di Facebook, merupakan hasil manipulasi menggunakan AI.
Modus seperti ini banyak digunakan sebagai upaya penipuan (scam) atau juga upaya untuk pengumpulan data pribadi. Tirto berkali-kali menemukan modus serupa di media sosial.
Mahfud terlihat mengenakan batik yang sama, juga dengan aksesori pin merah putih di dadanya, serta latar belakang pola dan perisai Burug Garuda yang sama seperti potongan video yang tersebar di media sosial.
Keterangan foto tersebut menyebut foto berasal dari tahun 2021, saat Mahfud, yang kala itu masih menjabat sebagai Menko Polhukam, memberikan pernyataan terkait perkembangan Satgas BLBI, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta.
Artikel yang tayang tahun 2021 tersebut juga sama sekali tak menyebutkan bansos dari hasil perampasan aset. Dalam kesempatan itu, Mahfud menyatakan obligor dan debitur Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sering melobi pemerintah sehingga pelunasan utangnya tertunda. Foto Mahfud dalam artikel tersebut sama persis dengan video yang ada di Facebook.
Karenanya, Tirto mencurigai foto tersebut dimanipulasi menggunakan akal imitasi (artificial intelligence, AI) agar menjadi video, yang isinya berbicara sesuai dengan input dari penyebar video.
Kami mengecek audio video tersebut lewat platform pendeteksi audio AI generate bernama Resemble AI. Hasil pengecekan menyimpulkan bahwa audio tersebut palsu atau dipalsukan.
Kami juga mencoba melakukan pemindaian video, terutama di bagian Mahfud berbicara menggunakan perangkat Hive Moderation. Hasil pemindaian menunjukkan skor agregat 99 persen, video adalah buatan atau dimanipulasi dengan AI. Bagian audio menjadi hal yang paling mendapat sorotan buatan AI, hasil pemindaian Hive Moderation.
Hive Moderation Periksa Fakta Video hoaks Mahfud MD.
Tirto juga mengecek akun yang mencatut nama Mahfud sebagai nama Facebook tersebut. Tak ditemukan indikasi bahwa akun tersebut merupakan media sosial asli milik Mahfud. Justru, akun ini lebih seperti akun palsu karena baru dibuat pada 25 September 2025.
Lewat pengecekan medsos resmi Mahfud di Facebook dan Instagram yang ditandai dengan adanya centang biru, tidak ditemukan satupun unggahan dari Mahfud soal bansos dari hasil perampasan aset.
Temuan ini memperkuat dugaan video Mahfud bagi-bagi bansos yang beredar di Facebook, merupakan hasil manipulasi menggunakan AI.
Modus seperti ini banyak digunakan sebagai upaya penipuan (scam) atau juga upaya untuk pengumpulan data pribadi. Tirto berkali-kali menemukan modus serupa di media sosial.
Kesimpulan
Hasil pemeriksaan fakta Tirto menunjukkan video berisi Mahfud mengajak masyarakat daftar bansos hasil perampasan aset di Facebook bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).
Video tersebut diduga kuat hasil suntingan dengan akal imitasi yang ditambahkan narasi tidak sesuai konteksnya dan justru mengajak masyarakat untuk mengakses nomor WhatsApp dari penyebar video.
Konteks asli dari video yang tersebar di media sosial diambil dari sebuah foto momen Mahfud berbicara soal obligor dan debitur Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) pada 2021 silam.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
closeAdvertisementsgeneral_URL_gpt_producer-20251015-11:53CANCELNEXT VIDEOPausePlay% buffered00:0000:0001:21UnmuteMutePlayPowered by GliaStudios
Video tersebut diduga kuat hasil suntingan dengan akal imitasi yang ditambahkan narasi tidak sesuai konteksnya dan justru mengajak masyarakat untuk mengakses nomor WhatsApp dari penyebar video.
Konteks asli dari video yang tersebar di media sosial diambil dari sebuah foto momen Mahfud berbicara soal obligor dan debitur Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) pada 2021 silam.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
closeAdvertisementsgeneral_URL_gpt_producer-20251015-11:53CANCELNEXT VIDEOPausePlay% buffered00:0000:0001:21UnmuteMutePlayPowered by GliaStudios
Rujukan
- https://web.facebook.com/reel/786908997493778
- https://archive.ph/TieIg
- https://www.facebook.com/reel/2417175308697156
- https://m.antaranews.com/berita/2504933/mahfud-sebut-obligor-dan-debitur-blbi-sering-melobi-pemerintah
- https://detect.resemble.ai/results/4a8d54dad9c51b75ca352fee02902b62
- https://web.facebook.com/profile.php?id=61581288246220&sk=about_profile_transparency
- https://www.facebook.com/OfficialMahfudMD
- https://www.instagram.com/mohmahfudmd/?hl=id
- https://mailto:factcheck@tirto.id
(GFD-2025-29728) Hoaks! Tautan pendaftaran program pemutihan sertifikat tanah gratis 2025
Sumber:Tanggal publish: 28/10/2025
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menarasikan tautan untuk program pemutihan sertifikat tanah gratis tahun 2025.
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa pemerintah mengadakan program pemutihan yang memberikan gratis balik nama sertifikat tanah, pembuatan sertifikat baru, serta pembebasan pajak dan denda tunggakan.
Disebutkan pula bahwa program ini berlaku di seluruh wilayah Indonesia, dan unggahan tersebut mencantumkan tautan pendaftaran.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“PEMUTIHAN SERTIFIKAT TANAH GRATIS 2025
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Kesempatan terbaik untuk menertibkan dokumen kepemilikan tanah anda!
Balik nama sertifikat
Pembuatan sertifikat baru
Bebas pajak & denda tunggakan”
Namun, benarkah tautan pendaftaran program pemutihan sertifikat tanah gratis 2025 tersebut?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa pemerintah mengadakan program pemutihan yang memberikan gratis balik nama sertifikat tanah, pembuatan sertifikat baru, serta pembebasan pajak dan denda tunggakan.
Disebutkan pula bahwa program ini berlaku di seluruh wilayah Indonesia, dan unggahan tersebut mencantumkan tautan pendaftaran.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“PEMUTIHAN SERTIFIKAT TANAH GRATIS 2025
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Kesempatan terbaik untuk menertibkan dokumen kepemilikan tanah anda!
Balik nama sertifikat
Pembuatan sertifikat baru
Bebas pajak & denda tunggakan”
Namun, benarkah tautan pendaftaran program pemutihan sertifikat tanah gratis 2025 tersebut?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Hasil Cek Fakta
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui akun Instagram resminya menyatakan bahwa narasi tersebut adalah hoaks.
Tautan yang dibagikan tidak mengarah ke situs resmi Kementerian ATR/BPN maupun situs resmi pemerintah lainnya. Pihak ATR/BPN mengimbau masyarakat agar waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan program sertifikat tanah gratis.
Dalam klarifikasinya, ATR/BPN menjelaskan bahwa program resmi yang saat ini dijalankan pemerintah adalah Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).
Dalam program PTSL, masyarakat memang tidak dikenakan biaya penerimaan negara bukan pajak (PNBP) untuk pendaftaran tanah pertama kali.
Namun, masyarakat tetap memiliki kewajiban membayar biaya lain, seperti Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Penghasilan (PPh) sesuai ketentuan yang berlaku.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Untuk mendapatkan informasi yang benar terkait lokasi pelaksanaan PTSL, masyarakat dapat menghubungi kantor pertanahan setempat.
Klaim: Tautan pendaftaran program pemutihan sertifikat tanah gratis 2025
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Tautan yang dibagikan tidak mengarah ke situs resmi Kementerian ATR/BPN maupun situs resmi pemerintah lainnya. Pihak ATR/BPN mengimbau masyarakat agar waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan program sertifikat tanah gratis.
Dalam klarifikasinya, ATR/BPN menjelaskan bahwa program resmi yang saat ini dijalankan pemerintah adalah Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).
Dalam program PTSL, masyarakat memang tidak dikenakan biaya penerimaan negara bukan pajak (PNBP) untuk pendaftaran tanah pertama kali.
Namun, masyarakat tetap memiliki kewajiban membayar biaya lain, seperti Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Penghasilan (PPh) sesuai ketentuan yang berlaku.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Untuk mendapatkan informasi yang benar terkait lokasi pelaksanaan PTSL, masyarakat dapat menghubungi kantor pertanahan setempat.
Klaim: Tautan pendaftaran program pemutihan sertifikat tanah gratis 2025
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
(GFD-2025-29762) [HOAKS] Prabowo Bentuk Tim Audit Subsidi BBM
Sumber:Tanggal publish: 28/10/2025
Berita
KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto disebut telah membentuk tim audit untuk menangani anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM).
Pengguna media sosial menyebutkan, tim audit itu dibentuk setelah mengetahui bahwa harga dasar Pertalite yakni Rp 4.000 per liter.
Setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.
Informasi yang menyebut Prabowo membentuk tim audit untuk menangani anggaran subsidi BBM disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Berikut penggalan narasi yang ditulis salah satu akun pada Minggu (26/10/2025):
PRABOWO DAN PURBAYA BENTUK TIM AUDIT SUBSIDI BBM!Harga dasar Pertalite ternyata cuma Rp4.000/liter!
Langkah tegas ini langsung bikin heboh jagat politik dan ekonomi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama Presiden Prabowo Subianto sepakat membentuk Tim Audit Nasional Subsidi BBM untuk membongkar ke mana sebenarnya dana subsidi selama ini mengalir.
Sementara, berikut teks yang tertera pada gambar:
Prabowo dan Purbaya membentuk tim audit subsidi BBM, harga dasar pertalite Rp 4.000Luhut dan Bahlil Ngumpet
akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Minggu (26/10/2025), yang menyebut Prabowo membentuk tim audit untuk menangani anggaran subsidi BBM.
Pengguna media sosial menyebutkan, tim audit itu dibentuk setelah mengetahui bahwa harga dasar Pertalite yakni Rp 4.000 per liter.
Setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.
Informasi yang menyebut Prabowo membentuk tim audit untuk menangani anggaran subsidi BBM disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Berikut penggalan narasi yang ditulis salah satu akun pada Minggu (26/10/2025):
PRABOWO DAN PURBAYA BENTUK TIM AUDIT SUBSIDI BBM!Harga dasar Pertalite ternyata cuma Rp4.000/liter!
Langkah tegas ini langsung bikin heboh jagat politik dan ekonomi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama Presiden Prabowo Subianto sepakat membentuk Tim Audit Nasional Subsidi BBM untuk membongkar ke mana sebenarnya dana subsidi selama ini mengalir.
Sementara, berikut teks yang tertera pada gambar:
Prabowo dan Purbaya membentuk tim audit subsidi BBM, harga dasar pertalite Rp 4.000Luhut dan Bahlil Ngumpet
akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Minggu (26/10/2025), yang menyebut Prabowo membentuk tim audit untuk menangani anggaran subsidi BBM.
Hasil Cek Fakta
Sejauh ini tidak ditemukan laporan atau pernyataan resmi, baik dari Presiden maupun Kementerian Keuangan (Kemenkeu), mengenai pembentukan tim audit subsidi BBM.
Sebelumnya, Tim Cek Fakta Kompas.com telah membantah narasi mengenai harga asli BBM jenis Pertalite Rp 4.000. Kemenkeu memastikan narasi itu hoaks.
Saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan, harga normal Pertalite Rp 11.700 per liter dan mendapatkan subsidi 15 persen atau Rp 1.700 per liter.
Dengan kondisi demikian, menurut Purbaya, masyarakat hanya membayar Rp 10.000 per liter.
Sebagai informasi, pemerintah telah merealisasi subsidi dan kompensasi mencapai Rp 218 triliun atau 43,7 persen, per 32 Agustus 2025.
Meski telah melakukan penyesuaian harga BBM dan tarif listrik sejak 2022, sebagian besar harga jual belum mencapai tingkat keekonomian.
“Dari sisi anggaran, pagu subsidi dan kompensasi untuk tahun 2025 sebesar Rp 498,8 triliun dengan realisasi hingga Agustus mencapai Rp 218 triliun atau sekitar 43,7 persen dari pagu tersebut,” kata Purbaya dikutip dari situs web Kemenkeu.
Sebelumnya, Tim Cek Fakta Kompas.com telah membantah narasi mengenai harga asli BBM jenis Pertalite Rp 4.000. Kemenkeu memastikan narasi itu hoaks.
Saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan, harga normal Pertalite Rp 11.700 per liter dan mendapatkan subsidi 15 persen atau Rp 1.700 per liter.
Dengan kondisi demikian, menurut Purbaya, masyarakat hanya membayar Rp 10.000 per liter.
Sebagai informasi, pemerintah telah merealisasi subsidi dan kompensasi mencapai Rp 218 triliun atau 43,7 persen, per 32 Agustus 2025.
Meski telah melakukan penyesuaian harga BBM dan tarif listrik sejak 2022, sebagian besar harga jual belum mencapai tingkat keekonomian.
“Dari sisi anggaran, pagu subsidi dan kompensasi untuk tahun 2025 sebesar Rp 498,8 triliun dengan realisasi hingga Agustus mencapai Rp 218 triliun atau sekitar 43,7 persen dari pagu tersebut,” kata Purbaya dikutip dari situs web Kemenkeu.
Kesimpulan
Narasi yang menyebut Prabowo membentuk tim audit untuk menangani anggaran subsidi BBM merupakan hoaks.
Tidak ada laporan atau informasi resmi mengenai pembentukan tim audit subsidi BBM.
Selain itu, informasi mengenai harga asli Pertalite sebesar Rp 4.000 merupakan hoaks berulang.
Tidak ada laporan atau informasi resmi mengenai pembentukan tim audit subsidi BBM.
Selain itu, informasi mengenai harga asli Pertalite sebesar Rp 4.000 merupakan hoaks berulang.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=122221089902260371&set=a.122096858246260371
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=710225625455256&set=gm.2383456932074842&idorvanity=1545418952545315
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=4290369957875084&set=a.1384398811805561
- https://www.facebook.com/photo?fbid=122296211390233335&set=a.122118631256233335
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2025/10/20/141800782/-hoaks-purbaya-sebut-harga-asli-pertalite-rp-4.000
- https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/berita-utama/Realisasi-Subsidi-dan-Kompensasi-Hingga-Agustus
- https://app.kompas.com/download?source=Kompas.com&medium=Referral&campaign=belowarticle
Halaman: 1157/7951




