Tim Pemeriksa Fakta MAFINDO (TurnBackHoax) memeriksa video yang disebarkan menggunakan Hive Moderation, sebuah perkakas pendeteksi konten buatan AI. Hasilnya, video yang diperiksa terdeteksi buatan AI atau deepfake dengan skor agregat sebesar 99.8%.
Selain itu, suara (audio) dari video diperiksa dengan cara diekstrak dan diperiksa menggunakan Resemble AI, sebuah perkakas pendeteksi konten suara buatan AI. Hasilnya, suara yang diperiksa terdeteksi palsu.
Pencarian menggunakan Google Lens menghasilkan sumber-sumber otoritatif yang memuat video asli yang dapat digunakan sebagai sumber referensi, salah satunya yang diunggah di akun TikTok terverifikasi “raffi_nagita” (@RaffiNagita1717) pada 11 Juni 2024 lalu.
Untuk mengkoroborasi mendukung unggahan oleh @RaffiNagita1717, pencarian di Google News dengan kata kunci “raffi ahmad gunungkidul” menghasilkan artikel dari situs-situs berita yang meliput mengenai Raffi Ahmad yang menarik diri dari keterlibatannya di proyek Gunungkidul di Yogyakarta.
Unggahan yang berisi video Raffi Ahmad mempromosikan situs judol (judi online) merupakan kategori konten yang dimanipulasi (manipulated content), faktanya selain terdeteksi suntingan/editan menggunakan AI (deepfake), di video aslinya yang dibicarakan adalah permintaan doa agar ibadah hajinya mabrur dan menarik diri dari keterlibatannya di proyek Gunungkidul di Yogyakarta.