(GFD-2026-31376) Cek Fakta: Hoaks Video Mahfud Md Bagikan Modal Usaha Rp 100 Juta ke 4 Orang Terpilih
Sumber:Tanggal publish: 04/01/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar kembali postingan di media sosial klaim video mantan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md membagikan bantuan modal usaha sebesar Rp 100 juta. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 1 Januari 2026.
Berikut isi unggahannya:
"berbagi bantuan ahkir. 2025"
Pada klaim video, Mahfud Md terlihat memberi pernyataan sebagai berikut:
"Ini uang adalah sitaan dari korupsi yang akan dibagikan untuk tambahan modal usaha atau yang belum memiliki usaha sendiri. Masing masing akan menerima bantuan sebanyak 100 juta perorangan, pencairan bantuannya langsung hari ini.
Siapa saja boleh ikutan untuk mendaftarkan diri nanti akan kita pilih untuk yang benar benar membutuhkan sebanyak empat orang. Ini nyata juga amanah saya siap bertanggungjawab apalagi tidak cair bagi yang sudah melakukan pendaftaran.
Langsung saja menghubungi whatsapp saya, jangan sampai ada pihak lain yang mengatasnamakan saya untuk yang mau bantuan ini. Yang tidak percaya tidak usah ikutan atau mendaftar apalagi komentar yang bukan bukan, tidak ada paksaan.
Mungkin itu saja yang saya sampaikan ditunggukan whatsapp kalian masuk, kalau ada kesalahan mohon maaf assalamulaikum wr wb"
Dalam video yang beredar tersebut, turut menampilkan tumpukan uang kertas yang diambil dari cuplikan di situs berita BBC.
Lalu benarkah klaim video Mahfud Md membagikan bantuan modal usaha sebesar Rp 100 juta? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Mahfud Md membagikan bantuan modal usaha sebesar Rp 100 juta. Penelusuran video klaim tersebut identik dengan pernyataan Mahfud Md yang menyampaikan selamat ulang kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), seperti yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya @mohmahfudmd pada 11 Agustus 2020.
Berikut unggahannya:
"Selamat Ulang Tahun LPSK!
8 Agustus 2008 - 8 Agustus 2020
"Memastikan Terpenuhinya Hak Saksi dan Korban"
#HUTLPSK12 #LPSK #LPSK12Tahun #LPSKMelindungi"
Mahfud turut menyertakan video pernyataan ulang tahun, berikut bunyinya:
"Selamat ulang tahun yang ke - 12 untuk Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Semoga LSPK dapat menjadi garda terdepan dalam perlindungan dan pemenuhan hak saksi, korban, pelapor serta justice collaborator demi tegaknya hukum. Sekali lagi, selamat ulang tahun, maju terus LPSK"
Dalam video tersebut, Mahfud Md tidak menyebut mengenai pemberian modal usaha sebesar Rp 100 juta.
Mahfud Md pun sebelumnya meminta masyarakat mewaspadai postingan di media sosial yang mencatut namanya dan membagikan dana bantuan uang tunai. Dia menyampaikan, postingan tersebut tidak benar dan merupakan hoaks.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Mahfud Md membagikan bantuan modal usaha sebesar Rp 100 juta, adalah hoaks.
(GFD-2026-31375) Cek Fakta: Tidak Benar Super Flu Lebih Parah dari Covid-19
Sumber:Tanggal publish: 03/01/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim super flu lebih parah dari Covid-19, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 2 Januari 2026.
Klaim super flu lebih parah dari Covid-19 berupa video yang menampilkan tulisan sebagai berikut.
"baru 2026. "super flu" sudah masuk Indonesia lebih parah dari covid-19"
"Para ahli menekankan kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi anak-anak. lansia dan penderita penyakit penyerta, kaena influenza secara umum memang lebih berisiko pada kelompok tersebut, istilah "super flu" lebih banyak muncul karena tingkat keganasan yang lebih tinggi. meski gejalanya bisa terasa lebih berat dibanding flu biasa covid-19 terkini, langkah pencegahan tetap sama: vakinasi influenza, menjaga kebersihan, memakai masker, serta menjaga daya tahan tubuh. pemerinta dan tenaga medis mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada"
Unggahan video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"Flu baru lbih parah dari covid-19 😲😲☝ #fyp #fypreels #fypviral #fypfbpro #fbprofesional #masukberandafyp #rumahtangga #kb #hamil #kisahinspiratif #kesehatan"
Benarkah klaim super flu lebih parah dari Covid-19? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim super flu lebih parah dari Covid-19, penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Menkes Budi Pastikan Super Flu H3N2 Bukan Virus Mematikan seperti COVID-19" yang dimuat Liputan6.com, Sabtu 3 Januari 2025.Dalam artikel Liputan6.com Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, memastikan bahwa influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai sebagai super flu bukanlah virus baru dan tidak bersifat mematikan seperti COVID-19 maupun tuberkulosis (TBC). Dia menegaskan masyarakat tidak perlu panik berlebihan, meski tetap harus waspada dan menjaga kesehatan.
Menurut Budi, virus influenza H3N2 sudah lama beredar dan memiliki karakteristik seperti flu musiman pada umumnya. Penyakit ini bisa menyerang seseorang lebih dari sekali, terutama ketika daya tahan tubuh menurun.
Sumber:https://www.liputan6.com/health/read/6249704/menkes-budi-pastikan-super-flu-h3n2-bukan-virus-mematikan-seperti-covid-19
Kesimpulan
Hasil Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim super flu lebih parah dari Covid-19 tidak benar.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, memastikan bahwa influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai sebagai super flu bukanlah virus baru dan tidak bersifat mematikan seperti COVID-19 maupun tuberkulosis (TBC).
(GFD-2025-31374) Hoaks, Tautan Pendaftaran Internet Rakyat Gratis 3 Bulan dengan Kecepatan 100mbps
Sumber:Tanggal publish: 03/12/2025
Berita
SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah unggahan di media sosial Facebook menarasikan adanya program Internet Rakyat gratis selama tiga bulan tanpa biaya. Postingan tersebut juga menyertakan tautan pendaftaran online.
Informasi itu beredar melalui akun Facebook Program Bantuan 2025 yang diunggah pada 18 Desember 2025. Hingga kini, postingan tersebut telah memperoleh sekitar 333 tanda suka dan lebih dari 16 komentar, dengan sejumlah warganet menyatakan ketertarikan serta menanyakan detail layanan internet gratis yang dimaksud.
Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan narasi:
“Tetap online tanpa beban biaya. Melalui program Internet Rakyat Gratis, masyarakat bisa menikmati internet gratis hingga 25 GB. Fokus pada pemerataan akses digital agar semua bisa terhubung dan produktif.”
Sementara pada gambar yang disertakan, tertulis klaim sebagai berikut:
“Internet Rakyat Kecepatan 100 Mbps Resmi Rilis! Daftar Sekarang dan Amankan Kuota Internet Gratis 3 Bulan.”
Unggahan tersebut juga menyisipkan tautan pendaftaran di bagian bawah gambar. Lalu benarkah postingan tersebut?
Cek Fakta
Tim Cek Fakta Sukabumiupdate.com menelusuri kebenaran informasi tersebut dan menemukan bahwa tautan yang dibagikan tidak valid serta bukan merupakan laman resmi Internet Rakyat.
Berdasarkan penelusuran dan rujukan dari Jabar Saber Hoaks, tautan tersebut justru mengarah ke halaman formulir palsu. Pengunjung diminta mengisi data pribadi berupa nama lengkap sesuai identitas resmi dan nomor Telegram aktif. Pada laman tersebut juga tercantum keterangan bahwa pendaftaran berlaku hingga 31 Desember 2025, namun klaim itu tidak disertai informasi resmi atau sumber yang dapat diverifikasi.
Dikutip dari laman Komdigi, halaman tersebut diduga kuat merupakan modus phishing, karena meminta data pribadi pengguna tanpa kejelasan lembaga penyelenggara.
Sebagaimana diketahui, padahal untuk memperoleh layanan Internet Rakyat, pendaftaran hanya dapat dilakukan melalui situs resmi, yakni internetrakyat.id atau mytelemedia.id.
Melalui kanal resmi tersebut, tersedia informasi lengkap mengenai paket Internet Rakyat, termasuk ketentuan gratis biaya langganan pada bulan pertama serta tanpa biaya pemasangan.
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
(GFD-2026-31373) CEK FAKTA: Hoaks! Akuarium Raksasa Pecah di Mal Bandung
Sumber:Tanggal publish: 03/01/2026
Berita
Beredar sebuah video di media sosial TikTok yang memperlihatkan kaca akuarium berukuran besar tiba-tiba pecah hingga air dan isinya menggenangi lantai pusat perbelanjaan. Dalam video tersebut, pengunjung tampak panik dan berlarian menghindari semburan air dari akuarium.
Unggahan itu disertai narasi bahwa insiden tersebut terjadi di sebuah mal di Kota Bandung, Jawa Barat. Video juga diberi keterangan dramatis seolah merekam detik-detik musibah akuarium raksasa yang pecah dan menghancurkan area mal.
Narasi dalam unggahan berbunyi:
“Detik-detik aquarium besar pecah. Aquarium besar di Bandung pecah: musibah menghancurkan.”
https://www.tiktok.com/@jsjs.ndjd33/video/7562895532960550164
Lantas, benarkah peristiwa akuarium raksasa pecah itu terjadi di Bandung?
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta TIMES Indonesia menelusuri kebenaran klaim tersebut. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video yang beredar bukanlah rekaman kejadian nyata.
Video tersebut merupakan konten hasil rekayasa berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence). Indikasi penggunaan AI bahkan telah ditandai langsung oleh platform TikTok melalui label pada bagian bawah video. Meski demikian, masih ditemukan sejumlah warganet di kolom komentar yang mempertanyakan kebenaran peristiwa tersebut.
Selain itu, tidak ditemukan satu pun laporan resmi, baik dari media massa lokal maupun nasional, terkait insiden akuarium raksasa pecah di pusat perbelanjaan Bandung. Tidak ada pula keterangan dari pihak kepolisian, pengelola mal, maupun otoritas terkait yang membenarkan klaim tersebut.
Dengan demikian, tidak terdapat bukti faktual yang mendukung narasi bahwa kejadian dalam video benar-benar terjadi di Bandung.

