• (GFD-2026-31395) [SALAH] Pemkab Sampang Alergi Muhammadiyah

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 05/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan foto [arsip] pada Selasa (16/12/2025) dari akun TikTok “Rudal Balistik” berisi narasi:
    “PEMKAB SAMPANG ALERGI MUHAMMADIYAH”.
    Per Senin (5/1/2026), unggahan tersebut telah mendapat 900-an tanda suka, 400-an komentar, dan dibagikan ulang 60-an kali oleh pengguna TikTok lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Pemkab Sampang alergi Muhammadiyah” di kolom pencarian Google. Penelusuran mengarah ke pemberitaan detik.comMendikdasmen Abdul Mu'ti Ditolak Pemkab Berkegiatan di Pendopo Sampang”. 

    Berita yang tayang (16/12/2025) itu memuat pembatalan izin sepihak atas penggunaan Pendopo Kabupaten Sampang sehari sebelum pelaksanaan Milad ke-114 Muhammadiyah yang dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Akibatnya, kegiatan dialihkan ke Pondok Pesantren Al Ittihad di Camplong dan PKBM Al-Hikmah di Karang Penang. 

    Lebih lanjut, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sampang, Mohammad Soleh, menyatakan kekecewaannya atas pembatalan tersebut dan menegaskan bahwa panitia telah menempuh seluruh prosedur administrasi sesuai ketentuan Pemkab Sampang. 

    Namun, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Sampang yang menyebutkan bahwa mereka bersikap alergi terhadap Muhammadiyah.

    TurnBackHoax kemudian menganalisis konten menggunakan alat pendeteksi AI, Undetectable. Diketahui, gambar merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligelnce/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99 persen.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi valid atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim “Pemkab Sampang alergi Muhammadiyah”.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar adalah hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99%. Jadi, unggahan berisi klaim “Pemkab Sampang alergi Muhammadiyah” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31394) [SALAH] Video Rapat DPRD Jawa Barat tentang Vasektomi sebagai Syarat Mendapatkan Bansos

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 05/01/2026

    Berita

    Pada Minggu (21/12/2025), beredar sebuah video (arsip cadangan) di Facebook oleh Page “Calon Jutawan” (facebook.com/profile.php?id=61580540480804) dengan narasi: 

    “DPR jawa Barat 
    #fyp #jangkauan #viral” 

    di unggahannya.

    Per tangkapan layar dibuat unggahan tersebut sudah disukai 34 ribu kali, mendapatkan 2.5 ribu komentar, dibagikan 4.1 ribu kali, dan sudah dilihat 1.5 juta kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta MAFINDO (TurnBackHoax) memeriksa video yang disebarkan menggunakan perkakas pendeteksi konten buatan AI Hive Moderation, hasilnya terdeteksi video yang disebarkan adalah buatan AI dengan skor agregat 99.9%.

    Kesimpulan

    Faktanya, video yang disebarkan adalah media sintetis yang terdeteksi buatan AI dengan skor agregat 99.9%. Unggahan yang berisi video rapat DPRD Jawa Barat tentang vasektomi sebagai syarat mendapatkan bansos merupakan kategori konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31393) [SALAH] TNI Tangkap Anggota KKB dan WNA saat Operasi Penyisiran

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 05/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] pada Selasa (30/12/2025) dari akun Facebook “digital ai” berisi narasi sebagai berikut: 

    “PEMIRSA, PASUKAN TNI DILAPORKAN BERHASIL MENANGKAP 1 ANGGOTA KKB DAN 1 WARGA ASING DALAM OPERASI PENYISIRAN. KEDUANYA DIDUGA TERLIBAT TRANSAKSI SENJATA DAN LOGISTIK SEBAGAI PENYUPLAI. TEMUAN INI MENIMBULKAN KEMARAHAN APARAT TNI MEMBUKA KASUS INI KE MEDIA DAN MENGELUARKAN PERINGATAN KERAS”.

    Per Senin (5/1/2026), unggahan tersebut telah mendapat 1.941 tanda suka, 252 komentar, dan 119 kali dibagikan oleh pengguna Facebook lainnya.


    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan pengamatan Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax), video tersebut menunjukkan sejumlah kejanggalan yang mengarah ke dugaan rekayasa AI, seperti pergerakan mulut anggota TNI yang tidak selaras dengan suara.

    TurnBackHoax kemudian menganalisis konten menggunakan alat pendeteksi AI, Undetectable. Diketahui, video merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligelnce/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 97 persen.

    Melansir dari kumparan.com “Sejarah KKB dan Dampak Konflik KKB dengan TNI di Papua”, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) awalnya bernama Organisasi Papua Merdeka (OPM), berdiri sejak 1965 dengan tujuan memisahkan diri dari Indonesia. Dalam memperjuangkan tuntutan kemerdekaan dan referendum, kelompok ini kerap melakukan aksi kriminal bersenjata yang menimbulkan korban jiwa hingga kini.

    Untuk diketahui, konflik antara KKB dan TNI di Papua dipicu oleh ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap pemerintah pusat akibat persoalan historis, isu otonomi, hak asasi manusia, ketimpangan ekonomi, serta keterbatasan akses pendidikan dan layanan kesehatan, yang diperparah oleh dukungan pihak luar terhadap gerakan separatis.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “TNI tangkap anggota KKB dan WNA saat operasi penyisir

    an”.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar adalah hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 100 persen. Jadi, unggahan berisi klaim “TNI tangkap anggota KKB dan WNA saat operasi penyisiran” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31392) [SALAH] Bahlil Minta PLN Menaikkan Harga Token Listrik

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 05/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan [arsip] dari akun Facebook Antexs pada Rabu (24/12/2025), isinya berupa foto Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang disertai narasi:

    “bahlil ajak PLN menaikan harga token agar PT PLN tidak rugi dan agar rakyat belajar menghemat arus”

    Hingga senin (5/1/2026), unggahan tersebut telah mendapat sekitar 13.000 reaksi, 33.800-an komentar, dan 1.000 kali dibagikan oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Periksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim tersebut di mesin pencarian Google dengan menggunakan kata kunci “harga token listrik PLN” pada tab “berita”. Hasilnya, tidak ditemukan informasi resmi atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim.

    Penelusuran mengarah ke pemberitaan medcom “Pemerintah Jaga Daya Beli, Harga Token Listrik tak Berubah” yang tayang Senin (29/12/2025). Isinya melaporkan bahwa tidak ada kenaikan harga listrik hingga akhir tahun 2025, baik untuk prabayar maupun pascabayar.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan  informasi resmi atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim “Bahlil minta PLN menaikkan harga token listrik”.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan informasi resmi atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan berisi klaim “Bahlil minta PLN menaikkan harga token listrik” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan