• (GFD-2025-26396) Keliru: Video Restoran di Nigeria Menjual Menu Daging Manusia

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/04/2025

    Berita

    SEBUAH video dengan klaim restoran di Nigeria yang menyajikan menu daging manusia, diunggah sejumlah akun media sosial seperti Facebook [arsip] dan Instagram.

    Video tersebut memperlihatkan dua tubuh manusia diikat pada sebatang kayu seperti sate dibakar di atas bara api. Bilah kayu diputar-putar layaknya memasak kambing guling.



    Benarkah restoran di Nigeria menjual menu daging manusia?

    Hasil Cek Fakta

    Hasil verifikasi Tempo menunjukkan bahwa video itu bukan menu daging manusia di sebuah restoran di Nigeria. Faktanya, gambar dalam video tersebut merupakan set Halloween yang dipentaskan di taman hiburan Chimelong Ocean Kingdom di Zhuhai, Tiongkok.

    Tempo memverifikasi dengan bantuan Google Lens dan mesin pencarian Google. Hasilnya, video tersebut sudah beredar sejak tahun 2018 lalu. Set yang sama dapat dilihat dalam klip yang dibagikan akun Instagram Galaxychimelong pada tanggal 31 Oktober 2018. Akun Galaxy Chimelong, merupakan bagian dari Chimelong Group yang memiliki dan mengelola taman hiburan di Tiongkok.



    Fullfact.org pernah memeriksa video serupa pada 19 Desember 2024. Video lain yang dibagikan oleh "majalah mikro" Tiongkok pada tanggal 17 Oktober 2018, juga menunjukkan pengunjung sedang memeriksa pameran yang sama, yang jelas-jelas tidak nyata. Postingan tersebut menautkan ke situs web yang mempromosikan "area bertema Halloween" di Chimelong Ocean Kingdom. 

    Selain itu, rangkaian yang sama juga muncul dalam montase video yang dibagikan di YouTube SviatMe pada 27 Oktober 2018 dengan judul: “Pesta Halloween di Taman Laut Chimelong | Zhuhai, Tiongkok”.

    Ini bukan pertama kalinya video tersebut diberi judul yang salah. Menurut sebuah artikel yang diterbitkan oleh surat kabar berbahasa Mandarin Sin Chew, video tersebut dibagikan dengan klaim yang menunjukkan sebuah restoran di Nigeria yang ditutup karena menyajikan daging manusia. Video tersebut juga dibagikan dengan klaim yang menunjukkan kanibalisme di Haiti, menurut pemeriksa fakta di India.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan bahwa restoran di Nigeria menjual menu daging manusia adalah keliru.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26395) Beragam Hoaks Undian Berhadiah Mengatasnamakan Bank Lampung

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/04/2025

    Berita

    tirto.id - Selama Ramadhan 2025, beredar sejumlah unggahan di media sosial yang menarasikan adanya undian berhadiah mengatasnamakan beberapa bank. Baru-baru ini, Tirto menemukan sebuah unggahan Facebook dengan narasi pendaftaran program Ramadhan Penuh Berkah 2025 yang mencatut nama Bank Lampung.

    “PROMO RAMADHAN Pernuh Berkah 2025! Khusus Nasabah Bank Lampung yang sudah mempunyai Bank Lampung Festival Berhadiah Hadir lagi jangan lewatkan kesempatan Anda untuk memenangkan hadiah undian Bank Mandiri Berhadiah, Ayo buruan Daftar dan Raih hadiah menarik sebagai apresiasi dari Bank Lampung ingat nasabah tidak dipungut biaya apapun tinggal klik,

    (DAFTAR SEKARANG) Dibawah,” begitu tulis unggahan akun "Bank Lampung-menandai anda sebagai pemenang undian berhadiah ramadhan" (arsip) pada 8 Maret 2025 lalu.

    Unggahan tersebut mengklaim ada beragam hadiah untuk pemenang undian, termasuk unit mobil Toyota Alphard, BMW, Mitsubishi Pajero Sport, rumah, hingga umrah gratis.

    Nasabah diarahkan untuk menekan tautan di bagian akhir yang mengarahkan ke situs lain. Sampai dengan Jumat (21/3/2025), unggahan media sosialnya sendiri telah mengumpulkan sekitar 34 tanda suka dan empat komentar.

    Kami juga menemukan unggahan terkait program undian berhadiah dari Bank Lampung dari akun "Undian Berhadiah Bank Lampung" (arsip) dan "Bpd Lampung2025" (arsip). Dua unggahan terakhir mengumpulkan tanda suka dan komentar yang lebih banyak, mencapai ratusan.

    Isi kolom komentar unggahan-unggahan tersebut terbagi, ada yang mempercayai isinya dan berusaha mendaftar dan ada yang menyebut narasi tersebut adalah hoaks.

    Lalu, bagaimana faktanya? Apakah benar tautan di media sosial tersebut mengarahkan ke undian berhadiah dari Bank Lampung?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto mencoba mengakses tautan-tautan pendaftaran tersebut. Sayangnya, tautan tersebut justru mengarahkan ke halaman situs tidak bisa diakses.

    Kami juga mencoba melakukan pemindaian situs menggunakan perangkat URLScan.io. Hasilnya, mengatakan situs tersebut mengarahkan ke situs dengan domain appnet-promo.my.id. Situs tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan situs resmi Bank Lampung, https://www.banklampung.co.id.

    Lebih lanjut, kami juga menemukan unggahan berikut dari akun Instagram @bpd_lampung. Meski akun ini tidak bercentang biru, tanda verifikasi, akun Instagram ini terhubung dengan situs resmi Bank Lampung.

    Berdasar keterangan unggahan dari Bank Lampung, modus pendaftaran di Facebook ini adalah penipuan. "HATI-HATI PENIPUAN mengatasnamakan Bank Lampung, selalu cek kebenarannya melalui akun Instagram resmi Bank Lampung (@bpd_lampung) dan Telepon Resmi 1500575," begitu tulis keterangan dalam unggahan. Terlihat juga unggahan di Facebook yang dimaksud serupa dengan temuan kami.

    Informasi lain dari situs resmi Bank Lampung menyebut adanya modus penipuan yang mengarahkan nasabah membuka tautan ke situs lain. Modus ini sudah ada sejak tahun 2023 lalu. "Nasabah diharapkan untuk lebih cermat, Karena penipuan ini menggunakan akun yang menyerupai nama akun media sosial Bank Lampung. Akun resmi Bank Lampung adalah @bpd_lampung," bunyi keterangan dari Bank Lampung.

    Mereka juga memberi peringatan agar tidak membuka tautan mencurigakan. Bank Lampung juga mengatakan tidak pernah meminta nasabah untuk membuka link promo. "Jangan memasukkan data pribadi, kode OTP sampan Password atau PIN anda," tambah pesan dari informasi Bank Lampung tersebut.

    Model unggahan mengatasnamakan undian dari Bank Lampung juga sudah banyak beredar sebelumnya. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pernah memberi label hoaks untuk modus penipuan yang mengarahkan nasabah melakukan pendaftaran lewat tautan yang tersebar di media sosial tersebut.

    Narasi penipuan di media sosial mengatasnamakan bank juga bukan hanya dialami oleh Bank Lampung. Tirto sempat menemukan sejumlah narasi serupa yang menyangkut lembaga perbankan lain.

    Kesimpulan

    Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan tautan undian mengatasnamakan Bank Lampung yang tersebar di media sosial Facebook bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Tautan yang ada di situs mengarahkan ke situs yang tidak terkait dengan Bank Lampung. Selain itu pihak Bank Lampung, lewat unggahan di media sosial dan situs resminya, telah menegaskan kalau modus seperti ini adalah penipuan.

    ===

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26394) Salah, Video Penangkapan Dalang Pembakaran Foto Prabowo-Gibran

    Sumber:
    Tanggal publish: 01/04/2025

    Berita

    tirto.id - Pada awal Maret lalu, cuplikan penangkapan mahasiswa berseliweran di media sosial X. Sebuah akun X bernama @zy_zy_lestary (arsip) mengklaim video ini merupakan dokumentasi penangkapan dalang di balik pembakaran foto Presiden Prabowo Subianto, dan wakilnya, Gibran Rakabuming Raka.

    Klip itu memperlihatkan lebih dari 10 orang memakai kaos tahanan berwarna oranye. Mereka tampak berjalan menyusuri halaman kantor polisi. Kemudian di bagian akhir video muncul dua orang pria berseragam polisi terlihat sedang mengumpulkan barang bukti.

    “Manthaaaap ‼️❗ Indonesia berbenah ❤🇲🇨. Ini negara Demokrasi...tapi jangan lupa kalau negara ini juga negara hukum..bedakan mana kritik mana menghina dan mencaci. Kalian pikir pak prabowo sediem pak jokowi??,” tulis akun pengunggah dalam cuitan yang menyertai videonya.

    Per Selasa (25/3/2025), klip yang diunggah pada Minggu (2/3/2025) ini sudah ditonton sebanyak 85 ribu kali dan disimpan oleh 24 pengguna X lainnya. Impresinya juga tak kalah ramai, yakni mencapai 436 tanda suka, 86 repost, dan 253 komentar.

    Narasi serupa dengan video berbeda juga diketahui beredar di Facebook dan diunggah oleh akun bernama “Guspa Basiran”. Cuplikan ini menampilkan rekaman polisi dengan tulisan "RESMOB" di bagian punggung sedang mengeluarkan laki-laki berhoodie hitam dari sebuah mobil.

    Pertanyaannya, benarkah narasi penangkapan dalang pembakaran foto Prabowo-Gibran dengan video yang beragam ini?

    Hasil Cek Fakta

    Tim Riset Tirto mula-mula menyaksikan video X dari awal sampai akhir. Setelah itu, kami mencoba mengambil tangkapan layar salah satu frame dan menyalinnya ke alat telusur gambar, Google Image. Dari situ Tirto menemukan artikel Berita Satu dengan header foto identik.

    Isi berita itu bukan tentang penangkapan mahasiswa yang jadi dalang pembakaran foto Prabowo-Gibran, melainkan penetapan tersangka 13 mahasiswa Universitas Katolik (Unika) Santo Thomas Medan.

    Tirto lalu melakukan penelusuran lanjutan dengan memasukkan kata kunci “13 mahasiswa Universitas Katolik (Unika) Santo Thomas Medan ditetapkan menjadi tersangka karena melakukan tawuran” ke mesin perambah Google.

    Hasilnya, kami menjumpai video dengan durasi lebih panjang diunggah kanal YouTube Tribun MedanTV. Disebutkan dalam keterangan videonya bahwa Unit Reskrim Polsek Medan Sunggal menangkap 13 mahasiswa Unika Santo Thomas Medan buntut bentrokan sesama mahasiswa yang terjadi pada Kamis 5 Desember 2024 lalu, di Jalan Melati Raya, Kelurahan Sempakata, Medan Selayang, Kota Medan.

    Kapolsek Medan Tembung Kompol Bambang Gunanti Hutabarat mengatakan, mereka yang ditahan merupakan mahasiswa Unika Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian.

    "Berdasarkan hasil pemeriksaan yang kita lakukan terhadap para mahasiswa yang kita amankan, maka 13 orang yang kami amankan ditetapkan sebagai tersangka," kata Kompol Bambang Gunanti Hutabarat, Senin (9/12/2024).

    Tirto tak menjumpai adanya sumber resmi maupun sumber berita kredibel yang melaporkan soal penangkapan dalang pembakaran foto Prabowo-Gibran. Klaim ini justru sudah dinyatakan tidak benar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

    Sementara itu, video polisi dengan tulisan "RESMOB" yang berlalu-lalang di Facebook identik dengan siaran kanal YouTube tvOneNews bertajuk “Debt Collector Bentak Polisi, Sempat Ancam Bunuh Sopir”. Rekaman yang dipublikasikan pada 23 Februari 2023 itu sama sekali tak berkaitan dengan penangkapan dalang pembakar foto Prabowo-Gibran.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran fakta menunjukkan bahwa video dengan klaim dalang pembakaran foto Prabowo-Gibran ditangkap bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Klip itu identik dengan siaran kanal YouTube Tribun MedanTV tentang 13 mahasiswa Universitas Katolik (Unika) Santo Thomas Medan yang ditetapkan menjadi tersangka karena melakukan tawuran.

    Unit Reskrim Polsek Medan Sunggal menangkap mahasiswa tersebut buntut bentrokan sesama mahasiswa yang terjadi pada Kamis 5 Desember 2024 lalu, di Jalan Melati Raya, Kelurahan Sempakata, Medan Selayang, Kota Medan.

    Tirto tak menjumpai adanya sumber resmi maupun sumber berita kredibel yang melaporkan soal penangkapan dalang pembakaran foto Prabowo-Gibran. Klaim ini justru sudah dinyatakan tidak benar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

    Rujukan

  • (GFD-2024-26393) CEK FAKTA: Hoaks Cover Majalah Tempo Bergambar Gibran tentang Jejak Fufufafa di Kaskus

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/09/2024

    Berita

    CEK FAKTA: Hoaks Cover Majalah Tempo Bergambar Gibran tentang Jejak Fufufafa di Kaskus

    Benarkah cover Majalah Tempo bergambar Gibran tentang jejak Fufufafa di Kaskus?

    Beredar di media sosial, sampul majalah Tempo dengan ilustrasi Wakil Presiden Terpilih Gibran Rakabuming Raka yang diisukan sebagai pemilik akun Fufufafa di Kaskus. Akun Fufufafa ini diisukan milik Gibran dan diklaim dulunya aktif menyerang Prabowo Subianto.

    Cover Majalah Tempo tersebut berjudul "PUSING NGAPUSIN JEJAK FUFUFAFA DI KASKUS."

    Lantas, benarkah cover Majalah Tempo bergambar Gibran tentang jejak Fufufafa di Kaskus? Simak penelusurannya;

    Hasil Cek Fakta

    Penelusuran dilakukan dengan memasukkan judul “Pusing Ngapusin Jejak Fufufafa di Kaskus” ke laman resmi Majalah Tempo. Hasilnya tidak temukan judul seperti yang beredar tersebut.

    Namun cover tersebut identik dengan Majalah Tempo yang terbit pada edisi 15 Oktober 2023 dengan judul "Gerilya untuk Putra Mahkota". Dalam edisi itu, Tempo menulis laporan panjang bagaimana upaya Presiden Jokowi yang menduetkan Gibran Rakabuming Raka dengan Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2024.

    Sementara itu dilansir dari Tempo, Pimpinan Redaksi Majalah Tempo, Setri Yasra, mengatakan bahwa cover majalah Tempo yang memperlihatkan gambar Gibran Rakabuming Raka dengan judul "Pusing Ngapusin Jejak Fufufafa di Kaskus” merupakan cover yang tidak pernah diproduksi oleh Tempo.

    Cover tersebut terlihat merupakan hasil rekayasa digital dengan mencomot cover Tempo yang asli dan menempelkan judul yang tidak jelas dan tidak pernah dipublikasikan oleh tempo. Dalam bekerja Tempo sangat menjunjung tinggi nilai kejujuran, integritas, dan konsistensi.

    "Tempo tidak pernah membuat cover seperti ini. Tindakan ini jelas tidak bertanggungjawab itu merugikan Tempo. Kami berharap publik tidak mempercayainya," kata Setri saat dihubungi Selasa (3/9).

    Kesimpulan

    Cover Majalah Tempo dengan ilustrasi Gibran Rakabuming Raka berjudul "PUSING NGAPUSIN JEJAK FUFUFAFA DI KASKUS," merupakan hasil editan.

    Faktanya cover tersebut identik dengan cover Majalah Tempo yang terbit pada edisi 15 Oktober 2023 dengan judul "Gerilya untuk Putra Mahkota"

    Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

    Rujukan