• (GFD-2025-30389) Hoaks Bantuan Dana untuk Gereja dari Kemenag & Kedubes Australia

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/11/2025

    Berita

    tirto.id - Informasi soal program bantuan dana pemerintah selalu menarik perhatian dan mengundang minat masyarakat. Baru-baru ini beredar di media sosial (medsos) Facebook, unggahan tangkapan layar berisi informasi surat yang mengklaim Bantuan Dana D.A.P (Direct Aid Program), untuk Gereja dan umat non-muslim dari Kementerian Agama dan Kedubes Australia.

    ADVERTISEMENT

    Surat tersebut mencatut Kemenag RI, secara khusus, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen. Surat yang dibagikan tersebut juga berkop Kemenag.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Unggahan tersebut diposting akun bernama ‘Program Bantuan Dana D.A.P’ (arsip) pada 25 November 2025. Potongan informasi dalam surat tersebut menyebut bahwa Australia telah menyalurkan dana DAP (Direct Aid Program) sebesar Rp100 juta sampai Rp2 Miliar hingga tahun 2025.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    “Pemerintah Berharap Supaya di Gunakan Untuk Modal Usaha, Bayar Hutang, Jadi Harap Bantuan Ini di Terima Hanya 70% dan wajib di sumbangkan…”.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Jika diperhatikan terjadi kekacauan ejaan dan penulisan dalam surat tersebut.

    Akun tersebut juga menyertakan teks penyerta dalam unggahannya, seperti di bawah ini:

    "Salam Sejahtera Buat kita semua,

    ADVERTISEMENT

    Informasih Langsung Dari Gita Kammath

    Selaku Wakil Duta Besar Australia.

    Menyampaikan Bahwa Bantuan

    Dana D.A.P (Direct Aid Prorgam)

    Untuk Non Muslim & Gereja,

    Telah di salurkan menyebar di seluruh pelosok Indonesia.

    Perlu Bapak/Ibu Ketahui Program

    Bantuan Dana D.A.P (Direct Aid Program),

    Tidak Ada Biaya Pendaftaran Admin/Administrasi.

    Terima Kasih

    Tuhan Yesus Memberkati Kita Semua."

    Di bagian akhir unggahan juga terdapat tombol untuk mengirimkan pesan langsung (DM) ke akun itu.

    Periksa Fakta surat bantuan DAP mencatut Kemenag. foto/hotline periksa fakta tirto

    Sejak diunggah pada Selasa (25/11/2025), konten tersebut telah memperoleh 694 likes, 256 komentar, dan juga 19 kali dibagikan ulang. Jika diperhatikan, banyak komentar meragukan keaslian surat itu. Namun ada juga komentar yang mempercayai narasi akun tersebut.

    Tak sedikit komentar Facebook yang menanyakan cara pendaftaran untuk mengakses klaim bantuan tersebut.

    Lantas, benarkah surat beredar tersebut resmi dikirim oleh Kemenag?

    Hasil Cek Fakta

    Pertama-tama Tirto mencoba mencari informasi mengenai dana bantuan yang diklaim dari pemerintah Australia tersebut di mesin pencari Google. Namun, tidak ada satupun rilis resmi dan pemberitaan kredibel yang mendukung informasi tersebut.

    Tirto juga mencoba menelaah isi surat yang dibagikan akun itu. Jika diperhatikan, sejak awal kalimat sudah terjadi kesalahan penulisan dan ejaan yang digunakan dalam isi surat.

    Hal ini semakin meragukan klaim bahwa surat tersebut adalah informasi resmi yang dibuat oleh instansi pemerintahan.

    Penelusuran Tirto, pihak dari Kemenag diwakili Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen sudah membantah informasi yang beredar ini.

    Lewat laman resmi, Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI, Jeane Marie Tulung, menegaskan informasi tersebut tidak benar dan tidak berasal dari kanal resmi pemerintah. Masyarakat, khususnya gereja dan lembaga keagamaan diingatkan untuk tidak mudah percaya dan tidak terjebak dalam praktik penipuan yang mengatasnamakan pemerintah maupun lembaga asing.

    “Bantuan resmi yang berkaitan dengan gereja atau lembaga keagamaan hanya disampaikan melalui kanal resmi Ditjen Bimas Kristen. Kami meminta masyarakat berhati-hati, melakukan verifikasi, dan tidak menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya,” kata Dirjen Bimas Kristen, Jeane di Jakarta, Rabu (17/09/2029).

    Dia juga menegaskan komitmennya untuk selalu transparan dalam menyampaikan setiap program maupun bantuan yang sah dari pemerintah.

    “Kami tidak pernah menunjuk perorangan atau pihak tertentu untuk memungut biaya dalam proses pengajuan maupun penyaluran bantuan. Jika ada oknum yang mengaku sebagai perantara, itu adalah bentuk penipuan. Masyarakat jangan ragu untuk segera melaporkannya,” tegas Dirjen.

    Lebih lanjut, Dirjen meminta seluruh masyarakat kristen di Indonesia memperkuat literasi digital, agar tidak mudah terprovokasi dan tertipu dengan informasi yang sengaja disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

    Pada Selasa (18/11/2025), Ditjen Bimas Kristen juga sempat mengunggah konten yang membantah adanya kerja sama dengan Pemerintah Australia. Video itu menjelaskan Kemenag tidak pernah bekerja sama dengan Pemerintah Australia untuk menyerahkan bantuan. Dalam memberikan bantuan, Kemenag juga tidak pernah meminta pembayaran.

    Di sisi lain, Kedubes Australia juga sudah mewanti-wanti masyarakat lewat kanal medsos pribadinya untuk tidak mempercayai informasi mencurigakan yang mencatut Kedubes.

    “Jika Anda melihat akun yang mencurigakan, laporkan dan beri tahu kami,” tulis Kedubes Australia.

    Sementara itu, akun Facebook pengunggah surat tersebut juga ditengarai bukan akun resmi milik Kemenag maupun Kedubes Australia. Akun itu baru dibuat pada 2 November 2025.

    Lebih lanjut, akun itu juga hanya mengiklankan postingan terkait klaim surat bantuan tersebut. Ini ditengarai merupakan bentuk penipuan (scam) atau phising yang mengincar data pribadi masyarakat dengan klaim bantuan.

    Salah satu unggahan akun tersebut pada 9 November 2025, berupa video yang mempromosikan program dana bantuan ini. Saat Tirto mencoba menyaksikan video tersebut, terdengar audio yang mencurigakan. Benar saja, setelah dilakukan pemindaian dengan perangkat Hive Moderation, didapatkan skor 99 persen audio dari video tersebut diduga buatan kecerdasan buatan.

    Periksa Fakta surat bantuan DAP mencatut Kemenag. foto/hotline periksa fakta tirto

    Tirto sudah berkali-kali membongkar modus serupa yang menyebarkan informasi bantuan untuk masyarakat dengan mencatut instansi pemerintah.

    Baca juga:Hoaks Tautan Bantuan Insentif Guru Non-ASNHoaks Tautan Pendaftaran Pemutihan Tunggakan BPJS KesehatanHoaks, Bantuan Subsidi Upah Rp600 Ribu Kemnaker November 2025

    Kesimpulan

    Penelusuran menunjukkan bahwa surat bantuan dana DAP yang mencatut Kemenag dan Kedubes Australia bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Surat itu bukan surat resmi yang dikeluarkan Kemenag dan berisi informasi menyesatkan. Kemenag menegaskan tidak pernah menerbitkan surat tersebut dan meminta masyarakat untuk tidak mempercayainya.

    Kemenag juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap modus penipuan.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    closeAdvertisementsgeneral_URL_gpt_producer-20251015-12:23CANCELNEXT VIDEOPausePlay% buffered00:0000:0001:27UnmuteMutePlayPowered by GliaStudios

    Rujukan

  • (GFD-2025-30388) Tidak Benar Narasi Program MBG Akan Diganti dengan Uang Tunai

    Sumber:
    Tanggal publish: 28/11/2025

    Berita

    tirto.id - Beragam kontroversi yang timbul dari program makan bergizi gratis (MBG) memancing polemik dan diskusi publik. Narasi yang sempat naik ke permukaan adalah usulan untuk mengubah skema MBG menjadi bantuan tunai yang diberikan kepada orang tua murid.

    ADVERTISEMENT

    Narasi itu juga kami temukan tersebar dan menjadi bahan diskusi di media sosial. Beredar sebuah potongan video yang menunjukkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dengan narasi pernyataan pemerintah soal perubahan skema MBG menjadi bantuan langsung tunai.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    "MBG diganti uang tunai? Simak pemaparannya. Program makan siang gratis akan diganti dengan uang tunai," tulis teks dalam video unggahan akun Facebook "Kanza Caca" (arsip) pada Kamis (13/11/2025).

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    periksa fakta MBG akan Diganti Uang Tunai.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Hingga Jumat (28/11/2025), unggahan tersebut sudah dilihat 153 ribu orang dan mendapatkan 3,6 ribu tanda suka, 945 komentar, serta sudah dibagikan 164 kali.

    "Bagus... Jadi lebih irit, lebih mudah, gak usah gaji karyawan, gak usah sewa tanah, gak usah bikin dapur umum." tulis komentar teratas pada postingan tersebut yang mendapat 79 tanda suka. Reaksi tersebut menunjukkan kepercayaan publik terhadap narasi tersebut.

    Tirto juga menemukan video serupa yang tersebar di platform TikTok. Setidaknya ada dua unggahan yang kami temukan menyebarkan narasi serupa. (unggahan 1, unggahan 2)

    ADVERTISEMENT

    Lantas, benarkah MBG akan diganti dengan uang tunai?

    Hasil Cek Fakta

    Mula-mula, Tirto menyaksikan keseluruhan video konferensi pers Mensesneg Prasetyo tersebut. Di video tersebut tidak ada pernyataan langsung dia yang menyatakan kalau MBG akan diganti dengan uang tunai.

    Kami kemudian melakukan pencarian sumber video asli dengan metode reverse image search (pencarian gambar terbalik). Hasilnya ditemukan sumber video asli berasal dari kanal YouTube resmi Tribunnews dengan judul “Ribuan Siswa Alami Keracunan MBG di Berbagai Daerah, Istana Minta Maaf: Bukan yang Kita Harapkan”.

    Video tersebut pertama kali tayang pada 19 September 2025. Di dalamnya memuat pernyataan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang meminta maaf atas sejumlah kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Dalam video lengkap tersebut, bagian yang menjadi potongan pada unggahan Facebook memperlihatkan Prasetyo menjawab pertanyaan wartawan mengenai usulan mengubah skema MBG menjadi uang tunai. Ia menjelaskan bahwa ide tersebut sah-sah saja disampaikan oleh siapa pun, namun bukan berarti merupakan opsi terbaik.

    Menurutnya, skema pemberian makan secara langsung kepada siswa di sekolah saat ini dinilai pemerintah sebagai konsep yang paling tepat. "Ide kan banyak, bukan berarti ide tidak baik, tapi konsep yang sekarang dijalankan dianggap oleh pemerintah dan BGN yang terbaik untuk dikerjakan," ujar Prasetyo dalam video tersebut.

    Lebih lanjut, penelusuran Tirto justru mengarahkan ke pernyataan tegas dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, yang menolak usulan mengganti MBG dengan bantuan uang tunai.

    Detik melansir, Dadan menyatakan bahwa pemerintah tidak akan mengganti skema MBG menjadi bantuan uang tunai langsung ke orang tua penerima manfaat. Ia menilai mekanisme penyaluran uang berpotensi menghilangkan manfaat utama program, termasuk tujuan jangka panjang membangun ekosistem pangan yang berkelanjutan.

    "Untuk uang tunai kan sudah ada bantuan langsung tunai (BLT). Jadi kami tidak ingin melakukan itu (ubah skema)," kata Dadan di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Senin (22/9/2025).

    Dia juga menambahkan, pemberian uang tunai membuka risiko penyaluran yang tidak tepat sasaran dan menghambat pengembangan ekosistem pangan lokal.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran fakta, tidak ditemukan bukti bahwa pemerintah akan mengganti program MBG menjadi uang tunai. Potongan video yang beredar di media sosial menempelkan klaim yang tidak sesuai dengan konteks asli.

    Pihak BGN yang menjadi penanggung jawab program MBG bahkan telah menegaskan kalau tidak ada rencana untuk mengganti program MBG menjadi bantuan tunai. Skema makan langsung di sekolah tetap dipertahankan.

    Dengan demikian, klaim bahwa MBG akan diganti menjadi uang tunai adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    closeAdvertisementsgeneral_URL_gpt_producer-20251015-12:23CANCELNEXT VIDEOPausePlay% buffered00:0000:0000:00UnmuteMutePlayPowered by GliaStudios

    Rujukan

  • (GFD-2025-30387) Hoaks, Bantuan Subsidi Upah Rp600 Ribu Kemnaker November 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 28/11/2025

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan di media sosial mengklaim bahwa Bantuan Subsidi Upah (BSU) kembali dibuka untuk tahun 2025 dengan nominal Rp600 ribu per bulan, yang disebut akan dibayarkan sekaligus untuk dua bulan.

    ADVERTISEMENT

    Klaim tersebut dibagikan oleh akun bernama “info berita terkini” (arsip) di Facebook pada Minggu (16/11/2025).

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “BSU Telah Dibuka Kembali! Nominal BSU 2025: Rp600.000/bulan. Untuk 2 bulan yang dibayarkan sekaligus,” tulis akun tersebut.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta BSU Batch November. foto/hotline periksa fakta tirto

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Unggahan ini disertai gambar bertuliskan “BSU 2025” dan ajakan untuk segera mendaftar, serta mencantumkan tautan menuju situs registrasi7-bsu.updateterkini2025.com.

    Hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut telah memperoleh 83 tanda suka dan tujuh komentar.

    Lantas, benarkah BSU 2025 kembali dibuka dengan tautan seperti yang diklaim?

    ADVERTISEMENT

    Hasil Cek Fakta

    Tirto menelusuri tautan registrasi7-bsu.updateterkini2025.com yang dicantumkan dalam unggahan untuk memverifikasi kebenaran klaim. Saat situs dibuka, halaman tersebut menampilkan formulir pengecekan BSU 2025 dengan mencantumkan logo milik Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

    Pengunjung diminta mengisi sejumlah data pribadi, seperti nama lengkap, memilih provinsi, serta mencantumkan nomor Telegram aktif sebelum dapat menekan tombol “Cek Status”.

    Untuk menelusuri asal-usul situs tersebut, Tirto memeriksanya melalui layanan urlscan.io. Hasil pemindaian menunjukkan bahwa domain tersebut berlokasi di Ascension Island dan domain tersebut tidak memiliki afiliasi apa pun dengan Kemnaker.

    Perlu diketahui, mengutip Tirto, BSU merupakan program pemerintah untuk meringankan beban pekerja terdampak inflasi dan kondisi ekonomi, terutama bagi pekerja dengan upah di bawah batas tertentu.

    Hingga saat ini, pemerintah melalui Kemnaker menyatakan bahwa belum ada arahan mengenai pencairan BSU Tahap 2. Sebelumnya, pemerintah juga menegaskan bahwa Bantuan Subsidi Upah tidak akan dicairkan pada Oktober 2025, meskipun beredar kabar di media sosial yang menyebutkan bahwa tahap kedua akan segera disalurkan.

    Kepastian ini disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, yang menegaskan bahwa hingga kini tidak ada instruksi resmi dari Presiden Prabowo Subianto terkait kelanjutan program BSU. Dengan demikian, pencairan bantuan tahun ini dipastikan hanya berlangsung pada periode Juni-Juli 2025.

    Pengecekan status BSU dapat dilakukan melalui situs resmi Kemnaker di bsu.kemnaker.go.id. Setelah membuka laman tersebut, pengguna yang belum memiliki akun diminta untuk melakukan registrasi terlebih dahulu, sementara mereka yang sudah terdaftar dapat langsung masuk menggunakan email, NIK, dan kata sandi.

    Pengguna kemudian perlu memastikan seluruh data profil telah terisi lengkap dan sesuai dengan informasi yang tercatat di BPJS Ketenagakerjaan. Setelah itu, status penerimaan bantuan dapat dilihat dengan membuka menu “Bantuan Subsidi Upah”.

    Selain itu, pengecekan juga bisa dilakukan melalui situs BPJS Ketenagakerjaan di bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id. Pada laman ini, pengguna diminta mengisi NIK, nama lengkap sesuai KTP, tanggal lahir, serta nama ibu kandung. Setelah proses verifikasi selesai, sistem akan menampilkan status kepesertaan BSU, termasuk apakah pengguna terdaftar sebagai penerima bantuan atau tidak.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim bahwa Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 kembali dibuka dengan nominal Rp600 ribu per bulan yang dibayarkan sekaligus untuk dua bulan adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tautan yang dibagikan dalam unggahan tidak terkait dengan Kementerian Ketenagakerjaan.

    Situs tersebut juga meminta data pribadi seperti nama lengkap, provinsi, dan nomor Telegram tanpa mencantumkan instansi resmi yang bertanggung jawab, sehingga berpotensi membahayakan keamanan data pengguna.

    Selain itu, pemerintah melalui Kemnaker telah menegaskan bahwa belum ada arahan terkait pencairan BSU Tahap 2.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    closeAdvertisementsgeneral_URL_gpt_producer-20251015-11:53arrow_forward_iosBaca SelengkapnyaCANCELNEXT VIDEOPausePlay% buffered00:0000:0001:19UnmuteMutePlayPowered by GliaStudios

    Rujukan

  • (GFD-2025-30386) Hoaks Penemuan Gua Penuh Emas di Suriah

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/11/2025

    Berita

    tirto.id - Di era media sosial yang serba cepat, berbagai informasi sensasional kerap muncul dan langsung menarik perhatian masyarakat. Konten berupa video pendek dengan narasi mencengangkan, sering kali dengan mudah menjadi viral dan menjadi konsumsi masyarakat.

    ADVERTISEMENT

    Baru-baru ini media sosial diramaikan dengan beredarnya video penemuan gua yang berisi penuh emas. Video tersebut menarasikan kejadian terjadi di Suriah. Video itu menunjukkan keadaan di dalam gua yang dipenuhi tumpukan emas batangan. Video tersambung dengan footage yang menunjukkan orang-orang yang berbondong-bondong, disebut sebagai masyarakat yang berebut masuk ke gua.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Penemuan gua kuno yang mengandung emas di Kota Hara, Provinsi Dara, Suriah, menimbulkan kekacauan dan menggerakkan ratusan warga,” sebut pengunggah di akun TikToknya, @echO_o__ (arsip) pada Selasa (25/11/2025).

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Goa Emas di Suriah. tirto.id/Fuad

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Hingga Kamis (27/11/2025), video tersebut sudah ditonton 29,6 ribu orang, 176 tanda suka, 13 komentar dan 39 kali dibagikan.

    Narasi dan video serupa juga muncul melalui postingan dari akun anonim berikut. Tidak hanya di TikTok, video tersebut juga tersebar di Facebook seperti dari akun ini (arsip), dan akun berikut.

    Lantas, benarkah adanya penemuan gua penuh emas di Suriah?

    ADVERTISEMENT

    Hasil Cek Fakta

    Tirto melakukan penelusuran dengan meteode reverse image search (pencarian gambar terbalik) dari video di dalam unggahan. Terdapat sejumlah hasil pencarian yang mengarahkan ke video YouTube (tautan 1, tautan 2, tautan 3). Video-video tersebut mencantumkan watermark sumber video yang mengindikasikan video adalah buatan akal imitasi (artificial intelligence, AI).

    Hasil pencarian lain juga mengarahkan ke video berikut dari unggahan kanal @MarcusTheGoldChaser. Video tersebut juga mendapat penanda dari YouTube kalau konten tersebut adalah konten hasil modifikasi atau hasil sintetis yang dibuat secara digital.

    Tirto juga melakukan pemindaian untuk mendeteksi kandungan AI dengan perangkat Hive Moderation. Hasiln pemindaian menunjukkan peluang 90,5 persen video dibuat menggunakan AI atau konten palsu.

    Hasil pencarian lebih lanjut, menggunakan mesin pencarian dengan kata kunci “Gua penuh emas ditemukan di Suriah”, tidak ditemukan sumber yang membenarkan informasi ini. Justru melalui portal berita Syria 24, Direktur Pariwisata Jihad al-Wider mengatakan bahwa rumor penemuan artefak berharga atau emas di dalam gua sama sekali tidak benar.

    Dijelaskan juga kronologis munculnya lubang atau gua tersebut dikarenakan runtuhnya tanah saat seorang warga sipil sedang menggali yang kemudian dievakuasi dan diamankan oleh Unit Keamanan Internal. Lubang tersebut masih di isolasi, sambil menunggu survei dan operasi penilaian teknis untuk memastikan sifatnya.

    Wali kota Al-Hara juga mengonfirmasi bahwa situasi tersebut masih belum jelas, penemuan rongga arkeologis yang ditemukan belum diketahui kedalaman dan sifatnya.

    “Karena sifat berbahaya (yang belum diketahui) dan banyaknya kerumunan orang, membuat pekerjaan arkeologi menjadi sangat sulit.” sebutnya.

    Melalui informasi tersebut, dapat dipastikan bahwa penemuan gua emas bukan informasi yang benar. Penemuan yang ditemukan adalah rongga arkeologis yang belum diketahui sifat dan isi dalamnya.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran fakta yang dilakukan, tidak ditemukan keterangan yang membenarkan informasi penemuan gua penuh emas di Suriah. Video yang tersebar di media sosial adalah kumpulan potongan video buatan AI. Pun narasi serupa sempat beredar di Suriah dan telah di bantah pemerintah negara itu.

    Jadi, klaim penemuan gua emas di Suriah yang diunggah tersebut bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    closeAdvertisementsgeneral_URL_gpt_producer-20251015-12:23CANCELNEXT VIDEOPausePlay% buffered00:0000:0001:27UnmuteMutePlayPowered by GliaStudios

    Rujukan