• (GFD-2025-30621) Hoaks Munculnya Harimau Saat Banjir di Sibolga

    Sumber:
    Tanggal publish: 01/12/2025

    Berita

    tirto.id - Banjir dan tanah longsor tengah melanda Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Bencana ini terjadi akibat cuaca ekstrem dan kerusakan lingkungan yang diperparah oleh Siklon Tropis Koto dan Bibit Siklon 95B pada akhir November 2025.

    ADVERTISEMENT

    Bersamaan dengan terjadinya bencana, beredar di media sosial, sebuah video yang memperlihatkan seekor harimau turun ke permukiman dan berjalan di dalam genangan air. Video tersebut diklaim terjadi di Sibolga, Tapanuli, Sumatra Utara.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Video itu diunggah oleh akun Instagram bernama “abi.dzar_alghifary” (arsip) pada Jumat (28/11/2025).
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    “Di Tengah Banjir Yang Melanda Sibolga Tapanuli Sumatra Nampak Harimau Besar Hutan Di Tengah Genangan Air Berjalan,” bunyi keterangan yang dituliskan pada video.
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Harimau di Banjir Sibolga. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hingga artikel ini ditulis pada Senin (01/12/2025), video tersebut telah mendapat 7,7 ribu likes, 347 komentar, dan banyak di antara komentar itu meyakini kemunculan harimau dalam video.

    ADVERTISEMENT

    Tirto juga menemukan unggahan video serupa pada akun Instagram “akbarmardani9855”, namun pada unggahan itu disebutkan bahwa banjir terjadi di Malaysia.

    Video lainnya juga diunggah di TikTok oleh akun “gemadikamediasejahtera” dan “timescoid”, serta di Facebook oleh akun “Hanif Alfatir Putra Siagian”.

    Lantas, benarkah video kemunculan harimau saat banjir di Sibolga tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Tim Riset Tirto memeriksa keaslian video menggunakan Hive Moderation. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video yang mengklaim munculnya harimau di Sibolga Tapanuli tersebut memiliki kemungkinan 96 persen dibuat dengan menggunakan artificial intelligence (AI).

    Jika ditelusuri lebih jauh, ketika cuplikan video dilihat dengan saksama, tampak bahwa gambar harimau yang muncul dan berjalan dalam genangan air di antara rumah warga memiliki resolusi rendah sehingga terlihat kurang jelas.

    MediaTribun Pekanbaru juga menyatakan informasi mengenai harimau Sumatra menjadi korban banjir adalah tidak benar.

    Sampai saat ini, tidak ada laporan atau pemberitaan yang membenarkan klaim bahwa harimau muncul di permukiman warga saat banjir terjadi di Sibolga.

    Memang, ada hewan yang dilaporkan terseret oleh banjir yang melanda, Sumatra, termasuk seekor gajah sumatera yang ditemukan mati di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

    Kesimpulan

    Penelusuran menunjukkan bahwa video kemunculan harimau di permukiman warga di Sibolga Tapanuli saat banjir terjadi adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Video yang beredar tersebut kemungkinan besar dibuat menggunakan kecerdasan buatan dan memiliki resolusi gambar yang rendah.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2025-30622) Hoaks Video Kemunculan Buaya di Banjir Sibolga

    Sumber:
    Tanggal publish: 01/12/2025

    Berita

    tirto.id - Bencana banjir dan longsor di sebagian wilayah Pulau Sumatra masih terus berlangsung sampai Senin (1/12/2025). Di Sumatra Utara, Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga masih terisolasi. Saluran informasi dari masyarakat setempat pun jadi kian penting. Di media sosial informasi terkait kondisi terkini pun banyak diunggah.

    ADVERTISEMENT

    Salah satu yang Tirto temukan terkait kemunculan buaya besar di tengah banjir yang diklaim berada di Sibolga. Video ini diunggah melalui akun Facebook “Mentari Putri Telaumbanua” (arsip), pada Kamis (25/11/2025).

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Dalam video tersebut terlihat tiga orang yang berdiri di atas genteng rumah dengan kondisi banjir menutupi sampai hampir bagian atap. Terlihat juga ada benda bergerak di tengah banjir, bentuknya mirip punggung buaya. Terdengar suara warga yang berteriak ketakutan sebagai latarnya. akan kehadiran buaya besar yang berenang di tengah genangan banjir.
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Narasi yang dibawa adalah kabar terbaru banjir besar dan hujan lebat yang melanda 7 perkampungan pada 26 Oktober 2025, di Sibolga, Tapanuli, Sumatera Utara.
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “Pray Tapteng, kota Sibolga. Kota kelahiran ku. Tuhan jaga kedua orang tua ku, adek dan semua penduduk yg ada disana.” tulis pengunggah di keterengan video.

    Hingga Senin (1/12/2025), unggahan tersebut sudah ditonton 181 ribu orang dan mendapatkan 41 komentar serta dibagikan 39 kali.

    Kolom komentar terbagi dua, beberapa turut mendoakan keadaan warga yang terdampak banjir, sementara beberapa lainnya mempertanyakan kebenaran adanya buaya di tengah banjir apalagi dengan maraknya penggunaan akal imitasi (artificial intelligence, AI).

    ADVERTISEMENT

    Periksa Fakta Buaya di Banjir Sibolga. foto/hotline periksa fakta tirto

    Video dengan narasi serupa juga ditemukan di media sosial lain, tepatnya dari unggahan TikTok berikut dan Instagram ini. Keduanya muncul pada akhir Oktober sampai pertengahan November.

    Lantas benarkah adanya kemunculan buaya di banjir Sibolga, Sumatra Utara?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto mencoba menyaksikan keseluruhan video berdurasi sekitar 13 detik tersebut. Terdapat beberapa hal mencurigakan dari klip tersebut. Mulai dari tiga orang yang berdiri di atas atap tidak bergerak sama sekali, sampai dengan banjir yang terlalu tenang dalam kondisi hujan lebat.

    Berdasar kecurigaan itu, kami mencoba melakukan penelusuran lebih jauh dengan pendeteksi AI Hive Moderation. Hasilnya menunjukkan video buaya di Sibolga, Sumatra Utara yang tersebar di media sosial mempunyai kemungkinan 99,8 persen mengandung konten AI alias konten fabrikasi.

    Hasil penelusuran gambar terbalik (reverse image search) mengarahkan ke video berikut di TikTok. Video tersebut tayang sejak 23 Oktober 2025. Unggahan menyebut kejadian seekor buaya yang muncul saat banjir melanda pemukiman. Namun, video tersebut dijelaskan dengan jelas kalau buatan AI.

    "Simulasi ini dibuat dengan teknologi AI Generatif untuk menggambarkan situasi ekstrem yang bisa terjadi di sekitar manusia," begitu tulis pemilik akun.

    Penelusuran lebih lanjut, lewat penelusuran di mesin pencarian tidak mengarahkan ke hasil apapun. Tidak ada informasi dari sumber resmi ataupun media nasional mengenai munculnya buaya dalam kejadian banjir di Sibolga.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video kemunculan buaya di tengah banjir yang melanda Sibolga, Tapanuli adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Video yang beredar di media sosial adalah konten buatan AI yang telah diunggah sejak akhir Oktober 2025. Tidak ada juga berita atau pemerintah yang memverifikasi informasi tersebut.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2025-30414) Keliru: Video Warga Papua Usir Imigran Asal Jawa

    Sumber:
    Tanggal publish: 01/12/2025

    Berita

    VIDEO unjuk rasa dengan klaim masyarakat Papua mulai usir imigran asal Jawa, diunggah oleh Tiktok [arsip] dan Facebook pada 22 Oktober 2025. 

    Video sepanjang delapan detik tersebut memperlihatkan rombongan pendemo meneriakkan yel-yel berbunyi “usir pendatang sekarang juga”. Sementara pada bagian frame ditimpa dengan tulisan, “Masyarakat Papua mulai usir imigran dari Jawa gara-gara intoleransi terus terjadi”.



    Hingga tulisan ini diterbitkan, video tersebut sudah ditonton 279 ribu orang, serta mendapatkan 3.305 suka dan 230 komentar. Namun, benarkah video itu adalah demo masyarakat Papua untuk mengusir orang Jawa?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi klaim itu dengan pencarian gambar terbalik dan mewawancarai organisasi HAM di Papua. Hasilnya, unjuk rasa tersebut bentuk protes masyarakat Papua atas maraknya rasisme pada 2019.  

    Menggunakan alat pencarian gambar terbalik Google Images, Tempo menemukan video dengan durasi lebih panjang diunggah oleh akun Tiktok Acel.bob. Pada detik ke-33, terdapat kesamaan pada pendemo berbaju biru muda dan berbaju putih garis hitam. Terdengar pula teriakan, “usir pendatang sekarang juga”.



    Pada detik ke-2, terlihat warga membawa poster bertuliskan: “Stop Intimidasi dan Intoleransi Rasis”, “Stop Intimidasi dan Rasis Terhadap Orang Asli Papua”.

    Dengan petunjuk tersebut, Tempo menggunakannya sebagai kata kunci pada mesin pencari Google. Hasil pencarian memunculkan beberapa foto dan video pendek lain yang identik diunggah oleh akun YouTube 90001 official dan Media Hukum Indonesia. Video tersebut dipublikasikan pada 19 Agustus 2019. 



    Foto yang identik lainnya berukuran lebih besar, dipublikasikan oleh situs media Voice of America pada artikel  “Koalisi Masyarakat Sipil Minta Agar Kekerasan Rasis Tak Terulang”. Peristiwa itu merupakan unjuk rasa warga Manokwari, Papua yang memprotes insiden kekerasan dan pengusiran mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya pada 16-17 Agustus 2019. 



    Protes Antirasisme di Papua 2019

    Dikutip dari buku Veronica Koman Gerakan West Papua Melawan (2019), unjuk rasa bernama Gerakan West Papua Melawan itu terjadi di 23 kota di Papua, 17 kota di Indonesia, dan 3 kota di luar negeri sejak 19 Agustus hingga 30 September 2019. 

    Tiga tuntutan utama Gerakan Melawan adalah mengutuk rasisme, mengadili pelaku insiden rasisme di Jawa, dan menuntut hak menentukan nasib sendiri melalui referendum kemerdekaan.

    Pemicu Gerakan Melawan adalah persekusi rasis terhadap mahasiswa Papua di beberapa kota di Indonesia. Secara berurutan persekusi itu terjadi di Malang pada 15 Agustus 2019, di Surabaya pada 16 dan 17 Agustus 2019, serta di Semarang pada 18 Agustus 2019. 

    Namun pemicu utamanya adalah insiden di Surabaya. Beberapa anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) berulang kali meneriakkan kata “monyet” kepada para mahasiswa. Kata “monyet” belakangan direbut kembali oleh gerakan dan menjadi simbol resistensi Gerakan Melawan, serta masih banyak digunakan hingga hari ini. 

    Pada tahun 2020, banyak orang Papua memperingati 17 Agustus, Hari Kemerdekaan Indonesia sebagai Hari Anti-Rasisme Nasional.

    Protes damai tersebut kemudian berubah menjadi kerusuhan di sejumlah titik. Menurut Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid pada 1 September 2019, masalah tersebut membesar karena pemerintah terlambat menangani insiden di Surabaya dan Malang. Padahal kejahatan itu terjadi di hadapan aparat hukum.  

    Apalagi, Usman mengatakan permasalahan Papua tak hanya menyoal isu rasisme dan diskriminasi. Tanah Papua memiliki sejarah panjang dalam urusan konflik dengan pemerintah. Berbagai pelanggaran HAM hingga ketidakkonsistenan pemerintah dalam menjalankan otonomi khusus di sana, membuat permasalahan di Papua semakin rumit.

    Peneliti Tim Kajian Papua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Aisah Putri Budiarti, mengatakan peristiwa yang terjadi di Papua tersebut tidak berdiri sendiri. Berdasarkan riset LIPI pada 2009, ada empat akar masalah di Papua yang seharusnya diselesaikan pemerintah. Empat masalah itu adalah stigmatisasi dan diskriminasi, pelanggaran hak asasi manusia, kegagalan pembangunan, dan status serta sejarah politik Papua.  

    Narasi Usir Pendatang

    Kalimat “usir pendatang sekarang juga” memang diteriakkan oleh pendemo tolak rasisme pada 19 Agustus 2019. Namun, Koordinator KontraS Papua, Sam Awom mengatakan, narasi tersebut bertujuan mengalihkan perhatian masyarakat dari situasi pelanggaran HAM yang marak terjadi di Papua. 

    Selama ini, masyarakat Papua menghadapi perampasan hutan adat, kekerasan akibat investasi Proyek Strategis Nasional (PSN) di Merauke dan Intan Jaya, konflik agraria di Yahukimo, hingga operasi besar-besaran yang melibatkan pasukan TNI. 

    Dampaknya, 103 ribu masyarakat adat terpaksa mengungsi dari tanahnya. Konten-konten yang memecah belah itu, dapat melemahkan fokus advokasi terkait isu lingkungan. “Potongan video tersebut mengakibatkan masalah utama di Tanah Papua menjadi bias,” ujar Sam kepada Tempo, Jumat, 28 November 2025.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran Tempo, klaim bahwa masyarakat Papua berdemo untuk mengusir pendatang termasuk orang Jawa adalah keliru. Video tersebut berasal dari protes damai warga Papua yang menolak rasisme sepanjang 2019.

    Rujukan

  • (GFD-2025-30415) Cek Fakta: Tidak Benar Video Banjir Sibolga Diiringi Erupsi Gunung Api

    Sumber:
    Tanggal publish: 01/12/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video erupsi gunung di tengah banjir Sibolga, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 29 November 2025.
    Klaim video erupsi gunung di tengah banjir Sibolga menampilkan air berwarna coklat permukaannya hampir setara atap rumah. Kemudian dalam video terdapat gunung yang mengepulkan asap dan api dibagian puncaknya.
    Dalam video terdapat tulisan sebagai berikut.
    "Ya Allah lindungilah mereka yang terjebak banjir"
    Dalam video juga terdapat narasi sebagai berikut.
    "Yaallah lumpurnya makin tinggi, astaga itu mobilnya kebawa, pegang kuat kuat buk pegang. Lihat gunungnya meletus-meletus, semua naik naik ke atas."
    Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
    "Sibolga berduka"
    Benarkah klaim video erupsi gunung di tengah banjir Sibolga? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video erupsi gunung di tengah banjir Sibolga, dengan menghubungi pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM.
    Kepala PVMBG Hadi Wijaya menjelaskan, Sibolga yang terletak di Sumatera Utara dan gunung api yang aktif di wilayah tersebut adalah Gunung Sinabung. Namun, saat ini Gunung Sinabung sedang tidak dalam periode erupsi.
    Dia pun menyebut klaim video erupsi gunung di tengah banjir Sibolga diragukan kebenarannya.
    "Sehingga kemungkinan video tsb diragukan kebenarannya," kata Hadi, saat berbincang dengan Liputan6.com, Senin (1/12/2025).
    Hadi melanjutkan, selain Gunung Sinabung di Sumatera Utara juga ada Gunung Sorik Marapi yang terletak di wilayah Tapanuli Selatan, tetapi saat ini juga tidak dalam kondisi erupsi.
    Penelusuran dilanjutkan dengan memeriksa unsur AI dalam video tersebut dengan menggunakan perangkat pendeteksi AI pada situs hivemoderation.com.
    Hasil pemeriksaan menunjukkan video tersebut 99% mengandung konten yang dihasilkan AI atau deepfake.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com klaim video erupsi gunung di tengah banjir Sibolga tidak benar.
    Bedasarkan data PVMBG, dua gunung api yang ada di Provinsi Sumatera Utara tidak sedang mengalami erupsi saat banjir Sibolga berlangsung.
    Perangkat pendeteksi AI pada situs hivemoderation.com menunjukan hasil penelusuran klaim video erupsi gunung di tengah banjir Sibolga 99% mengandung konten yang dihasilkan AI atau deepfake.