TEMPO menemukan sedikitnya tujuh varian video yang memperlihatkan harimau muncul di tengah bencana banjir di Sumatera pada akhir November. Video-video dibagikan oleh sejumlah akun di Facebook yakni akun satu [arsip], dua, tiga, empat, lima, enam, dan tujuh.
Rekaman tersebut memperlihatkan harimau di berbagai lokasi. Ada yang berjalan di perkampungan tergenang air, terseret arus, menyeberangi banjir, hingga rekaman anak harimau yang tampak diselamatkan.
Namun, benarkah harimau muncul di tengah banjir Sumatera seperti ditunjukkan oleh video-video tersebut?
(GFD-2025-30463) Keliru: Video Harimau Muncul di Tengah Banjir Sumatera
Sumber:Tanggal publish: 02/12/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Tempo memverifikasi video-video itu dengan pengamatan visual, pemindaian menggunakan aplikasi pendeteksi konten akal imitasi (AI) dan membandingkan narasinya dengan informasi dari sumber kredibel. Hasilnya, video-video tersebut hasil buatan AI.
Video pertama memperlihatkan sepasang anak dan induk harimau berjalan di tengah banjir. Analisis manual menemukan kejanggalan. Pada detik ketiga, ketika ekor induk menyentuh air, muncul garis hitam di permukaan banjir yang tidak selaras dengan gerak air.
Kejanggalan lain terlihat dari telepon seluler yang ikut merekam ke arah sama. Layar perangkat itu tidak menampilkan harimau. Ketidakkonsistenan seperti ini lazim muncul pada video yang dibuat dengan mesin akal imitasi AI.
Pengujian menggunakan aplikasi pendeteksi AI, AI or NOT menghasilkan kemungkinan 84 persen menggunakan AI. Demikian juga hasil deteksi Hive Moderation, kemungkinan penggunaan AI sebesar 99,9 persen.
Pada video kedua, kejanggalan sudah terlihat sejak awal, di mana visual harimau justru lebih mirip kuda. Leher harimau tampak memanjang dan bagian mulut sedikit moncong ke depan. Anak harimau yang sebelumnya tak tampak, tiba-tiba muncul pada detik ke-2.
Perubahan bentuk seperti itu juga sering ditemukan pada video yang dibuat menggunakan AI.
Alat deteksi AI or NOT memberikan hasil 90 persen kemungkinan visual dibuat menggunakan AI. Deteksi dengan Hive Moderation menyatakan 99,9 persen kemungkinan video itu mengandung elemen AI.
Pada video ketiga, frame yang memperlihatkan perempuan berkerudung biru terlihat anomali. Bagian leher perempuan itu, tampak seperti patah.
Analisis dengan alat Hive Moderation, menghasilkan kemungkinan 99,9 persen video itu dibuat dengan AI. Sementara Zhuque AI Detection Assistant menunjukkan kemungkinan melibatkan AI sebesar 82,89 persen.
Video berikutnya memperlihatkan penyelamatan anak harimau yang berusaha bertahan dari arus banjir pada sebongkah kayu. Namun video ini juga memiliki kejanggalan. Kaki depan bagian kiri, memiliki enam cakar. Padahal, harimau memiliki lima cakar seperti yang ditunjukkan foto berita Antara.
Selain itu, pada detik ke-6, anak harimau dipegang dalam posisi vertikal. Posisi ini justru akan membuat anak harimau terjatuh.
Analisis menggunakan AI or NOT dan Hive Moderation menunjukkan video itu juga dibuat menggunakan AI dengan kemungkinan masing-masing 98 persen dan 96,4 persen.
Pada video kelima, analisis dengan alat AI or NOT menghasilkan kemungkinan 68 persen video itu dibuat dengan AI. Demikian juga dengan alat Hive Moderation yang menunjukkan kemungkinan 96,3 persen buatan AI.
Video keenam memperlihatkan seekor harimau yang menumpang pada lembaran seng agar selamat dari banjir. Namun, lembaran seng atau logam yang ditumpangi seekor harimau tidak akan mengapung di atas permukaan air. Selain itu, wujud harimau itu berubah-ubah pada detik ke-07.
Analisis dengan alat AI or NOT menghasilkan kemungkinan pelibatan AI generatif sebesar 81 persen. Sementara deteksi dengan Hive Moderation menghasilkan kemungkinan AI mencapai 99,8 persen.
Pada detik ke-7, video memperlihatkan tiang listrik yang berada di tengah jalan. Posisi tersebut tak sejajar dengan tiang listrik lainnya. Selain itu, arah bayangan rumah, tiang, dan pohon juga tak konsisten. Ada yang tegak lurus dengan arah cahaya matahari, namun ada pula yang berlawanan.
Alat deteksi AI or NOT menghasilkan kemungkinan video itu mengandung elemen AI mencapai 100 persen. Sedangkan alat Hive Moderation menghasilkan kemungkinan AI 99,9 persen.
Bencana Banjir Sumatera
Berdasarkan berita Tempo, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah atau BNPB mengumumkan korban meninggal dari bencana tersebut mencapai 604 orang pada tanggal 1 Desember 2025. Sebanyak 151 berada di Aceh, 165 ditemukan di Sumatra Barat, dan 283 di Sumatra Utara.
Di sisi lain 464 orang masih hilang dan 2.600 orang terluka. Secara umum 1,5 juta jiwa terdampak, di mana di antaranya terdapat 570.700 warga harus mengungsi dari rumah mereka. Sejumlah pihak mendorong Presiden Prabowo Subianto menetapkan status darurat nasional atas bencana tersebut, namun belum disetujui.
Cuaca ekstrim berupa hujan dengan curah tinggi yang menyebabkan banjir dan putusnya aliran listrik di beberapa kawasan di Provinsi Aceh, terjadi sejak tanggal 18 November 2025.
Kemudian di bulan yang sama, Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara, sebagian wilayahnya sama-sama dilanda banjir bandang dan tanah longsor yang menewaskan ratusan warga. Sejumlah pihak menganggap bencana itu disebabkan musim hujan, siklon tropis Senyar, dan menurunnya kualitas alam sekitar karena kehilangan tutupan hutan.
Video pertama memperlihatkan sepasang anak dan induk harimau berjalan di tengah banjir. Analisis manual menemukan kejanggalan. Pada detik ketiga, ketika ekor induk menyentuh air, muncul garis hitam di permukaan banjir yang tidak selaras dengan gerak air.
Kejanggalan lain terlihat dari telepon seluler yang ikut merekam ke arah sama. Layar perangkat itu tidak menampilkan harimau. Ketidakkonsistenan seperti ini lazim muncul pada video yang dibuat dengan mesin akal imitasi AI.
Pengujian menggunakan aplikasi pendeteksi AI, AI or NOT menghasilkan kemungkinan 84 persen menggunakan AI. Demikian juga hasil deteksi Hive Moderation, kemungkinan penggunaan AI sebesar 99,9 persen.
Pada video kedua, kejanggalan sudah terlihat sejak awal, di mana visual harimau justru lebih mirip kuda. Leher harimau tampak memanjang dan bagian mulut sedikit moncong ke depan. Anak harimau yang sebelumnya tak tampak, tiba-tiba muncul pada detik ke-2.
Perubahan bentuk seperti itu juga sering ditemukan pada video yang dibuat menggunakan AI.
Alat deteksi AI or NOT memberikan hasil 90 persen kemungkinan visual dibuat menggunakan AI. Deteksi dengan Hive Moderation menyatakan 99,9 persen kemungkinan video itu mengandung elemen AI.
Pada video ketiga, frame yang memperlihatkan perempuan berkerudung biru terlihat anomali. Bagian leher perempuan itu, tampak seperti patah.
Analisis dengan alat Hive Moderation, menghasilkan kemungkinan 99,9 persen video itu dibuat dengan AI. Sementara Zhuque AI Detection Assistant menunjukkan kemungkinan melibatkan AI sebesar 82,89 persen.
Video berikutnya memperlihatkan penyelamatan anak harimau yang berusaha bertahan dari arus banjir pada sebongkah kayu. Namun video ini juga memiliki kejanggalan. Kaki depan bagian kiri, memiliki enam cakar. Padahal, harimau memiliki lima cakar seperti yang ditunjukkan foto berita Antara.
Selain itu, pada detik ke-6, anak harimau dipegang dalam posisi vertikal. Posisi ini justru akan membuat anak harimau terjatuh.
Analisis menggunakan AI or NOT dan Hive Moderation menunjukkan video itu juga dibuat menggunakan AI dengan kemungkinan masing-masing 98 persen dan 96,4 persen.
Pada video kelima, analisis dengan alat AI or NOT menghasilkan kemungkinan 68 persen video itu dibuat dengan AI. Demikian juga dengan alat Hive Moderation yang menunjukkan kemungkinan 96,3 persen buatan AI.
Video keenam memperlihatkan seekor harimau yang menumpang pada lembaran seng agar selamat dari banjir. Namun, lembaran seng atau logam yang ditumpangi seekor harimau tidak akan mengapung di atas permukaan air. Selain itu, wujud harimau itu berubah-ubah pada detik ke-07.
Analisis dengan alat AI or NOT menghasilkan kemungkinan pelibatan AI generatif sebesar 81 persen. Sementara deteksi dengan Hive Moderation menghasilkan kemungkinan AI mencapai 99,8 persen.
Pada detik ke-7, video memperlihatkan tiang listrik yang berada di tengah jalan. Posisi tersebut tak sejajar dengan tiang listrik lainnya. Selain itu, arah bayangan rumah, tiang, dan pohon juga tak konsisten. Ada yang tegak lurus dengan arah cahaya matahari, namun ada pula yang berlawanan.
Alat deteksi AI or NOT menghasilkan kemungkinan video itu mengandung elemen AI mencapai 100 persen. Sedangkan alat Hive Moderation menghasilkan kemungkinan AI 99,9 persen.
Bencana Banjir Sumatera
Berdasarkan berita Tempo, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah atau BNPB mengumumkan korban meninggal dari bencana tersebut mencapai 604 orang pada tanggal 1 Desember 2025. Sebanyak 151 berada di Aceh, 165 ditemukan di Sumatra Barat, dan 283 di Sumatra Utara.
Di sisi lain 464 orang masih hilang dan 2.600 orang terluka. Secara umum 1,5 juta jiwa terdampak, di mana di antaranya terdapat 570.700 warga harus mengungsi dari rumah mereka. Sejumlah pihak mendorong Presiden Prabowo Subianto menetapkan status darurat nasional atas bencana tersebut, namun belum disetujui.
Cuaca ekstrim berupa hujan dengan curah tinggi yang menyebabkan banjir dan putusnya aliran listrik di beberapa kawasan di Provinsi Aceh, terjadi sejak tanggal 18 November 2025.
Kemudian di bulan yang sama, Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara, sebagian wilayahnya sama-sama dilanda banjir bandang dan tanah longsor yang menewaskan ratusan warga. Sejumlah pihak menganggap bencana itu disebabkan musim hujan, siklon tropis Senyar, dan menurunnya kualitas alam sekitar karena kehilangan tutupan hutan.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan video-video yang beredar memperlihatkan kondisi harimau yang terdampak banjir bandang Sumatra pada akhir November 2025 adalah keliru. Pembuatan video-video itu melibatkan mesin AI.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/816413138051963
- https://perma.cc/T9DH-8JB7
- https://www.facebook.com/reel/2934276036768177
- https://www.facebook.com/reel/1441759751285631
- https://www.facebook.com/reel/1886208765300087
- https://www.facebook.com/reel/1161826629471486
- https://www.facebook.com/reel/869846888714681
- https://www.facebook.com/reel/887633650592605
- http://aiornot.com
- http://hivemoderation.com
- https://matrix.tencent.com/ai-detect/
- https://www.antaranews.com/berita/402670/harimau-penghuni-vila-derita-abnormalitas-paru
- https://www.tempo.co/ekonomi/banjir-bandang-robohkan-5-tower-pln-di-aceh-2093673
(GFD-2025-30483) Hoaks Munculnya Harimau Saat Banjir di Sibolga
Sumber:Tanggal publish: 01/12/2025
Berita
tirto.id - Banjir dan tanah longsor tengah melanda Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Bencana ini terjadi akibat cuaca ekstrem dan kerusakan lingkungan yang diperparah oleh Siklon Tropis Koto dan Bibit Siklon 95B pada akhir November 2025.
ADVERTISEMENT
Bersamaan dengan terjadinya bencana, beredar di media sosial, sebuah video yang memperlihatkan seekor harimau turun ke permukiman dan berjalan di dalam genangan air. Video tersebut diklaim terjadi di Sibolga, Tapanuli, Sumatra Utara.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Video itu diunggah oleh akun Instagram bernama “abi.dzar_alghifary” (arsip) pada Jumat (28/11/2025).
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
“Di Tengah Banjir Yang Melanda Sibolga Tapanuli Sumatra Nampak Harimau Besar Hutan Di Tengah Genangan Air Berjalan,” bunyi keterangan yang dituliskan pada video.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Periksa Fakta Harimau di Banjir Sibolga. foto/hotline periksa fakta tirto
Hingga artikel ini ditulis pada Senin (01/12/2025), video tersebut telah mendapat 7,7 ribu likes, 347 komentar, dan banyak di antara komentar itu meyakini kemunculan harimau dalam video.
ADVERTISEMENT
Tirto juga menemukan unggahan video serupa pada akun Instagram “akbarmardani9855”, namun pada unggahan itu disebutkan bahwa banjir terjadi di Malaysia.
Video lainnya juga diunggah di TikTok oleh akun “gemadikamediasejahtera” dan “timescoid”, serta di Facebook oleh akun “Hanif Alfatir Putra Siagian”.
Lantas, benarkah video kemunculan harimau saat banjir di Sibolga tersebut?
ADVERTISEMENT
Bersamaan dengan terjadinya bencana, beredar di media sosial, sebuah video yang memperlihatkan seekor harimau turun ke permukiman dan berjalan di dalam genangan air. Video tersebut diklaim terjadi di Sibolga, Tapanuli, Sumatra Utara.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Video itu diunggah oleh akun Instagram bernama “abi.dzar_alghifary” (arsip) pada Jumat (28/11/2025).
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
“Di Tengah Banjir Yang Melanda Sibolga Tapanuli Sumatra Nampak Harimau Besar Hutan Di Tengah Genangan Air Berjalan,” bunyi keterangan yang dituliskan pada video.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Periksa Fakta Harimau di Banjir Sibolga. foto/hotline periksa fakta tirto
Hingga artikel ini ditulis pada Senin (01/12/2025), video tersebut telah mendapat 7,7 ribu likes, 347 komentar, dan banyak di antara komentar itu meyakini kemunculan harimau dalam video.
ADVERTISEMENT
Tirto juga menemukan unggahan video serupa pada akun Instagram “akbarmardani9855”, namun pada unggahan itu disebutkan bahwa banjir terjadi di Malaysia.
Video lainnya juga diunggah di TikTok oleh akun “gemadikamediasejahtera” dan “timescoid”, serta di Facebook oleh akun “Hanif Alfatir Putra Siagian”.
Lantas, benarkah video kemunculan harimau saat banjir di Sibolga tersebut?
Hasil Cek Fakta
Tim Riset Tirto memeriksa keaslian video menggunakan Hive Moderation. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video yang mengklaim munculnya harimau di Sibolga Tapanuli tersebut memiliki kemungkinan 96 persen dibuat dengan menggunakan artificial intelligence (AI).
Jika ditelusuri lebih jauh, ketika cuplikan video dilihat dengan saksama, tampak bahwa gambar harimau yang muncul dan berjalan dalam genangan air di antara rumah warga memiliki resolusi rendah sehingga terlihat kurang jelas.
MediaTribun Pekanbaru juga menyatakan informasi mengenai harimau Sumatra menjadi korban banjir adalah tidak benar.
Sampai saat ini, tidak ada laporan atau pemberitaan yang membenarkan klaim bahwa harimau muncul di permukiman warga saat banjir terjadi di Sibolga.
Memang, ada hewan yang dilaporkan terseret oleh banjir yang melanda, Sumatra, termasuk seekor gajah sumatera yang ditemukan mati di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Jika ditelusuri lebih jauh, ketika cuplikan video dilihat dengan saksama, tampak bahwa gambar harimau yang muncul dan berjalan dalam genangan air di antara rumah warga memiliki resolusi rendah sehingga terlihat kurang jelas.
MediaTribun Pekanbaru juga menyatakan informasi mengenai harimau Sumatra menjadi korban banjir adalah tidak benar.
Sampai saat ini, tidak ada laporan atau pemberitaan yang membenarkan klaim bahwa harimau muncul di permukiman warga saat banjir terjadi di Sibolga.
Memang, ada hewan yang dilaporkan terseret oleh banjir yang melanda, Sumatra, termasuk seekor gajah sumatera yang ditemukan mati di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Kesimpulan
Penelusuran menunjukkan bahwa video kemunculan harimau di permukiman warga di Sibolga Tapanuli saat banjir terjadi adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).
Video yang beredar tersebut kemungkinan besar dibuat menggunakan kecerdasan buatan dan memiliki resolusi gambar yang rendah.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
closeAdvertisementsgeneral_URL_gpt_producer-20251015-12:23CANCELNEXT VIDEOPausePlay% buffered00:0000:0001:27UnmuteMutePlayPowered by GliaStudios
Video yang beredar tersebut kemungkinan besar dibuat menggunakan kecerdasan buatan dan memiliki resolusi gambar yang rendah.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
closeAdvertisementsgeneral_URL_gpt_producer-20251015-12:23CANCELNEXT VIDEOPausePlay% buffered00:0000:0001:27UnmuteMutePlayPowered by GliaStudios
Rujukan
- https://www.instagram.com/p/DRgccA-EtrE/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=NTc4MTIwNjQ2YQ%3D%3D
- https://archive.ph/nawLI
- https://www.instagram.com/reel/DRd7yQkjH6y/
- https://www.tiktok.com/@gemadikamediasejahtera/video/7576944161056722197?is_from_webapp=1&sender_device=pc&web_id=7434737634667267591
- https://www.tiktok.com/@timescoid/video/7576979874347257089?is_from_webapp=1&sender_device=pc&web_id=7434737634667267591
- https://www.facebook.com/share/p/1A1RTsShH9/
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection?gad_source=1&gad_campaignid=19609884447&gclid=CjwKCAiA86_JBhAIEiwA4i9JuzobCraHBxlJ6PUZiho54b_eMsI_rTiOhIL_MbVV0MMeW6im2aq6exoCCmkQAvD_BwE
- https://www.youtube.com/watch?v=BwlXaX41mFM
- https://www.tempo.co/politik/gajah-sumatera-ditemukan-mati-di-pidie-jaya-yang-dilanda-banjir-2094277
(GFD-2025-30484) Hoaks Video Kemunculan Buaya di Banjir Sibolga
Sumber:Tanggal publish: 01/12/2025
Berita
tirto.id - Bencana banjir dan longsor di sebagian wilayah Pulau Sumatra masih terus berlangsung sampai Senin (1/12/2025). Di Sumatra Utara, Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga masih terisolasi. Saluran informasi dari masyarakat setempat pun jadi kian penting. Di media sosial informasi terkait kondisi terkini pun banyak diunggah.
ADVERTISEMENT
Salah satu yang Tirto temukan terkait kemunculan buaya besar di tengah banjir yang diklaim berada di Sibolga. Video ini diunggah melalui akun Facebook “Mentari Putri Telaumbanua” (arsip), pada Kamis (25/11/2025).
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Dalam video tersebut terlihat tiga orang yang berdiri di atas genteng rumah dengan kondisi banjir menutupi sampai hampir bagian atap. Terlihat juga ada benda bergerak di tengah banjir, bentuknya mirip punggung buaya. Terdengar suara warga yang berteriak ketakutan sebagai latarnya. akan kehadiran buaya besar yang berenang di tengah genangan banjir.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Narasi yang dibawa adalah kabar terbaru banjir besar dan hujan lebat yang melanda 7 perkampungan pada 26 Oktober 2025, di Sibolga, Tapanuli, Sumatera Utara.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
“Pray Tapteng, kota Sibolga. Kota kelahiran ku. Tuhan jaga kedua orang tua ku, adek dan semua penduduk yg ada disana.” tulis pengunggah di keterengan video.
Hingga Senin (1/12/2025), unggahan tersebut sudah ditonton 181 ribu orang dan mendapatkan 41 komentar serta dibagikan 39 kali.
Kolom komentar terbagi dua, beberapa turut mendoakan keadaan warga yang terdampak banjir, sementara beberapa lainnya mempertanyakan kebenaran adanya buaya di tengah banjir apalagi dengan maraknya penggunaan akal imitasi (artificial intelligence, AI).
ADVERTISEMENT
Periksa Fakta Buaya di Banjir Sibolga. foto/hotline periksa fakta tirto
Video dengan narasi serupa juga ditemukan di media sosial lain, tepatnya dari unggahan TikTok berikut dan Instagram ini. Keduanya muncul pada akhir Oktober sampai pertengahan November.
Lantas benarkah adanya kemunculan buaya di banjir Sibolga, Sumatra Utara?
ADVERTISEMENT
Salah satu yang Tirto temukan terkait kemunculan buaya besar di tengah banjir yang diklaim berada di Sibolga. Video ini diunggah melalui akun Facebook “Mentari Putri Telaumbanua” (arsip), pada Kamis (25/11/2025).
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Dalam video tersebut terlihat tiga orang yang berdiri di atas genteng rumah dengan kondisi banjir menutupi sampai hampir bagian atap. Terlihat juga ada benda bergerak di tengah banjir, bentuknya mirip punggung buaya. Terdengar suara warga yang berteriak ketakutan sebagai latarnya. akan kehadiran buaya besar yang berenang di tengah genangan banjir.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Narasi yang dibawa adalah kabar terbaru banjir besar dan hujan lebat yang melanda 7 perkampungan pada 26 Oktober 2025, di Sibolga, Tapanuli, Sumatera Utara.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
“Pray Tapteng, kota Sibolga. Kota kelahiran ku. Tuhan jaga kedua orang tua ku, adek dan semua penduduk yg ada disana.” tulis pengunggah di keterengan video.
Hingga Senin (1/12/2025), unggahan tersebut sudah ditonton 181 ribu orang dan mendapatkan 41 komentar serta dibagikan 39 kali.
Kolom komentar terbagi dua, beberapa turut mendoakan keadaan warga yang terdampak banjir, sementara beberapa lainnya mempertanyakan kebenaran adanya buaya di tengah banjir apalagi dengan maraknya penggunaan akal imitasi (artificial intelligence, AI).
ADVERTISEMENT
Periksa Fakta Buaya di Banjir Sibolga. foto/hotline periksa fakta tirto
Video dengan narasi serupa juga ditemukan di media sosial lain, tepatnya dari unggahan TikTok berikut dan Instagram ini. Keduanya muncul pada akhir Oktober sampai pertengahan November.
Lantas benarkah adanya kemunculan buaya di banjir Sibolga, Sumatra Utara?
Hasil Cek Fakta
Tirto mencoba menyaksikan keseluruhan video berdurasi sekitar 13 detik tersebut. Terdapat beberapa hal mencurigakan dari klip tersebut. Mulai dari tiga orang yang berdiri di atas atap tidak bergerak sama sekali, sampai dengan banjir yang terlalu tenang dalam kondisi hujan lebat.
Berdasar kecurigaan itu, kami mencoba melakukan penelusuran lebih jauh dengan pendeteksi AI Hive Moderation. Hasilnya menunjukkan video buaya di Sibolga, Sumatra Utara yang tersebar di media sosial mempunyai kemungkinan 99,8 persen mengandung konten AI alias konten fabrikasi.
Hasil penelusuran gambar terbalik (reverse image search) mengarahkan ke video berikut di TikTok. Video tersebut tayang sejak 23 Oktober 2025. Unggahan menyebut kejadian seekor buaya yang muncul saat banjir melanda pemukiman. Namun, video tersebut dijelaskan dengan jelas kalau buatan AI.
"Simulasi ini dibuat dengan teknologi AI Generatif untuk menggambarkan situasi ekstrem yang bisa terjadi di sekitar manusia," begitu tulis pemilik akun.
Penelusuran lebih lanjut, lewat penelusuran di mesin pencarian tidak mengarahkan ke hasil apapun. Tidak ada informasi dari sumber resmi ataupun media nasional mengenai munculnya buaya dalam kejadian banjir di Sibolga.
Berdasar kecurigaan itu, kami mencoba melakukan penelusuran lebih jauh dengan pendeteksi AI Hive Moderation. Hasilnya menunjukkan video buaya di Sibolga, Sumatra Utara yang tersebar di media sosial mempunyai kemungkinan 99,8 persen mengandung konten AI alias konten fabrikasi.
Hasil penelusuran gambar terbalik (reverse image search) mengarahkan ke video berikut di TikTok. Video tersebut tayang sejak 23 Oktober 2025. Unggahan menyebut kejadian seekor buaya yang muncul saat banjir melanda pemukiman. Namun, video tersebut dijelaskan dengan jelas kalau buatan AI.
"Simulasi ini dibuat dengan teknologi AI Generatif untuk menggambarkan situasi ekstrem yang bisa terjadi di sekitar manusia," begitu tulis pemilik akun.
Penelusuran lebih lanjut, lewat penelusuran di mesin pencarian tidak mengarahkan ke hasil apapun. Tidak ada informasi dari sumber resmi ataupun media nasional mengenai munculnya buaya dalam kejadian banjir di Sibolga.
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video kemunculan buaya di tengah banjir yang melanda Sibolga, Tapanuli adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).
Video yang beredar di media sosial adalah konten buatan AI yang telah diunggah sejak akhir Oktober 2025. Tidak ada juga berita atau pemerintah yang memverifikasi informasi tersebut.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
closeAdvertisementsgeneral_URL_gpt_producer-20251015-11:53CANCELNEXT VIDEOPausePlay% buffered00:0000:0000:00UnmuteMutePlayPowered by GliaStudios
Video yang beredar di media sosial adalah konten buatan AI yang telah diunggah sejak akhir Oktober 2025. Tidak ada juga berita atau pemerintah yang memverifikasi informasi tersebut.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
closeAdvertisementsgeneral_URL_gpt_producer-20251015-11:53CANCELNEXT VIDEOPausePlay% buffered00:0000:0000:00UnmuteMutePlayPowered by GliaStudios
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/1362954788627227
- https://archive.today/qqFNo
- https://www.tiktok.com/@m4zsda/video/7573307121513663762
- https://www.instagram.com/reel/DQOeDItDF_y/
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection?gad_source=1&gad_campaignid=19609884447&gclid=CjwKCAiA86_JBhAIEiwA4i9JuxhO6AjvJisWw9CSJY-pMqAnKmia12cabZYVXFkCjJdexwVYZJbf9RoCoesQAvD_BwE
- https://www.tiktok.com/@ainzeye/video/7564305086361472263
- https://mailto:factcheck@tirto.id
(GFD-2025-30506) Hoaks Munculnya Harimau Saat Banjir di Sibolga
Sumber:Tanggal publish: 01/12/2025
Berita
tirto.id - Banjir dan tanah longsor tengah melanda Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Bencana ini terjadi akibat cuaca ekstrem dan kerusakan lingkungan yang diperparah oleh Siklon Tropis Koto dan Bibit Siklon 95B pada akhir November 2025.
ADVERTISEMENT
Bersamaan dengan terjadinya bencana, beredar di media sosial, sebuah video yang memperlihatkan seekor harimau turun ke permukiman dan berjalan di dalam genangan air. Video tersebut diklaim terjadi di Sibolga, Tapanuli, Sumatra Utara.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Video itu diunggah oleh akun Instagram bernama “abi.dzar_alghifary” (arsip) pada Jumat (28/11/2025).
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
“Di Tengah Banjir Yang Melanda Sibolga Tapanuli Sumatra Nampak Harimau Besar Hutan Di Tengah Genangan Air Berjalan,” bunyi keterangan yang dituliskan pada video.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Periksa Fakta Harimau di Banjir Sibolga. foto/hotline periksa fakta tirto
Hingga artikel ini ditulis pada Senin (01/12/2025), video tersebut telah mendapat 7,7 ribu likes, 347 komentar, dan banyak di antara komentar itu meyakini kemunculan harimau dalam video.
ADVERTISEMENT
Tirto juga menemukan unggahan video serupa pada akun Instagram “akbarmardani9855”, namun pada unggahan itu disebutkan bahwa banjir terjadi di Malaysia.
Video lainnya juga diunggah di TikTok oleh akun “gemadikamediasejahtera” dan “timescoid”, serta di Facebook oleh akun “Hanif Alfatir Putra Siagian”.
Lantas, benarkah video kemunculan harimau saat banjir di Sibolga tersebut?
ADVERTISEMENT
Bersamaan dengan terjadinya bencana, beredar di media sosial, sebuah video yang memperlihatkan seekor harimau turun ke permukiman dan berjalan di dalam genangan air. Video tersebut diklaim terjadi di Sibolga, Tapanuli, Sumatra Utara.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Video itu diunggah oleh akun Instagram bernama “abi.dzar_alghifary” (arsip) pada Jumat (28/11/2025).
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
“Di Tengah Banjir Yang Melanda Sibolga Tapanuli Sumatra Nampak Harimau Besar Hutan Di Tengah Genangan Air Berjalan,” bunyi keterangan yang dituliskan pada video.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Periksa Fakta Harimau di Banjir Sibolga. foto/hotline periksa fakta tirto
Hingga artikel ini ditulis pada Senin (01/12/2025), video tersebut telah mendapat 7,7 ribu likes, 347 komentar, dan banyak di antara komentar itu meyakini kemunculan harimau dalam video.
ADVERTISEMENT
Tirto juga menemukan unggahan video serupa pada akun Instagram “akbarmardani9855”, namun pada unggahan itu disebutkan bahwa banjir terjadi di Malaysia.
Video lainnya juga diunggah di TikTok oleh akun “gemadikamediasejahtera” dan “timescoid”, serta di Facebook oleh akun “Hanif Alfatir Putra Siagian”.
Lantas, benarkah video kemunculan harimau saat banjir di Sibolga tersebut?
Hasil Cek Fakta
Tim Riset Tirto memeriksa keaslian video menggunakan Hive Moderation. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video yang mengklaim munculnya harimau di Sibolga Tapanuli tersebut memiliki kemungkinan 96 persen dibuat dengan menggunakan artificial intelligence (AI).
Jika ditelusuri lebih jauh, ketika cuplikan video dilihat dengan saksama, tampak bahwa gambar harimau yang muncul dan berjalan dalam genangan air di antara rumah warga memiliki resolusi rendah sehingga terlihat kurang jelas.
MediaTribun Pekanbaru juga menyatakan informasi mengenai harimau Sumatra menjadi korban banjir adalah tidak benar.
Sampai saat ini, tidak ada laporan atau pemberitaan yang membenarkan klaim bahwa harimau muncul di permukiman warga saat banjir terjadi di Sibolga.
Memang, ada hewan yang dilaporkan terseret oleh banjir yang melanda, Sumatra, termasuk seekor gajah sumatera yang ditemukan mati di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Jika ditelusuri lebih jauh, ketika cuplikan video dilihat dengan saksama, tampak bahwa gambar harimau yang muncul dan berjalan dalam genangan air di antara rumah warga memiliki resolusi rendah sehingga terlihat kurang jelas.
MediaTribun Pekanbaru juga menyatakan informasi mengenai harimau Sumatra menjadi korban banjir adalah tidak benar.
Sampai saat ini, tidak ada laporan atau pemberitaan yang membenarkan klaim bahwa harimau muncul di permukiman warga saat banjir terjadi di Sibolga.
Memang, ada hewan yang dilaporkan terseret oleh banjir yang melanda, Sumatra, termasuk seekor gajah sumatera yang ditemukan mati di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Kesimpulan
Penelusuran menunjukkan bahwa video kemunculan harimau di permukiman warga di Sibolga Tapanuli saat banjir terjadi adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).
Video yang beredar tersebut kemungkinan besar dibuat menggunakan kecerdasan buatan dan memiliki resolusi gambar yang rendah.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Video yang beredar tersebut kemungkinan besar dibuat menggunakan kecerdasan buatan dan memiliki resolusi gambar yang rendah.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.instagram.com/p/DRgccA-EtrE/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=NTc4MTIwNjQ2YQ%3D%3D
- https://archive.ph/nawLI
- https://www.instagram.com/reel/DRd7yQkjH6y/
- https://www.tiktok.com/@gemadikamediasejahtera/video/7576944161056722197?is_from_webapp=1&sender_device=pc&web_id=7434737634667267591
- https://www.tiktok.com/@timescoid/video/7576979874347257089?is_from_webapp=1&sender_device=pc&web_id=7434737634667267591
- https://www.facebook.com/share/p/1A1RTsShH9/
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection?gad_source=1&gad_campaignid=19609884447&gclid=CjwKCAiA86_JBhAIEiwA4i9JuzobCraHBxlJ6PUZiho54b_eMsI_rTiOhIL_MbVV0MMeW6im2aq6exoCCmkQAvD_BwE
- https://www.youtube.com/watch?v=BwlXaX41mFM
- https://www.tempo.co/politik/gajah-sumatera-ditemukan-mati-di-pidie-jaya-yang-dilanda-banjir-2094277
Halaman: 957/7934





