• (GFD-2025-31204) [PENIPUAN] Tautan “Pendaftaran BLT Kesra di Bulan Desember 2025”

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 29/12/2025

    Berita

    Akun Facebook “bansos blt 2025/2026” pada Minggu (14/11/2025) membagikan tautan [arsip] disertai narasi:


    BANSOS BLT KESRA DI BULAN DESEMBER SUDAH CAIR

    Bantuan Sosial uang tunai Rp. 900 Ribu.

    Cek Dan Daftarkan Diri anda..

    Klik Daftar Di Bawah Ini 👇

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari artikel Periksa Fakta tirto.id.

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim Riset Tirto mengunjungi tautan tersebut. Tautan mengarah ke sebuah laman bertajuk “Resentra Kemensos Tahun 2025–2026 Rencana Strategis Kementerian Sosial” yang menampilkan sejumlah logo, seperti Kementerian Sosial, PKH, DTKS, dan Sembako. 

    Terdapat sejumlah kejanggalan dalam laman tersebut, salah satunya perbedaan nominal bantuan yang disebutkan sebesar Rp2,5 juta, tidak sesuai dengan informasi dalam unggahan yang menyebut Rp900 ribu. Selain itu, laman tersebut tidak mencantumkan alamat kantor, kontak resmi, maupun keterangan legal yang menunjukkan afiliasi dengan Kementerian Sosial.

    Pada laman tersebut juga diminta mengisi data pribadi berupa nama lengkap sesuai KTP dan nomor Telegram aktif. Setelah itu, pengunjung diarahkan untuk memasukkan kode OTP guna melanjutkan proses pencairan bantuan. Tautan berisi laman seperti ini sering digunakan sebagai modus penipuan.

    Pemeriksaan lebih lanjut menggunakan urlscan.io menunjukkan bahwa tautan tersebut tidak berasal dari domain resmi Kemensos. Domain itu diketahui berlokasi di Ascension Island, terdaftar di bawah CLOUDFLARENET, dibuat pada 4 Desember 2025, dan hanya berlaku selama tiga bulan, sehingga menambah indikasi bahwa situs tersebut tidak kredibel.

    Sebagai pembanding, Tirto melakukan penelusuran dengan kata kunci “BLT Kesra bulan Desember 2025” dan menemukan laporan MetroTV yang menyebut pemerintah masih menyalurkan BLT Kesra hingga akhir 2025 sebesar Rp300 ribu per bulan, dicairkan sekaligus untuk bulan Oktober, November, dan Desember dengan total Rp900 ribu. Pemerintah menyediakan dua kanal resmi untuk mengecek status penerima, yakni melalui situs cekbansos.kemensos.go.id dan aplikasi Cek Bansos yang tersedia di Google Play Store dan App Store.

    Kesimpulan

    Faktanya, pemerintah menyediakan dua kanal resmi untuk mengecek status penerima BLT Kesra, yakni melalui situs cekbansos.kemensos.go.id dan aplikasi Cek Bansos yang tersedia di Google Play Store dan App Store. Unggahan berisi tautan “pendaftaran BLT Kesra di bulan Desember 2025” merupakan konten tiruan (impostor content).
    (Ditulis oleh Moch. Marcellodiansyah)

    Rujukan

  • (GFD-2025-31207) Cek Fakta: Hoaks Pesan Berantai Pertamina Bagikan Hadiah Tahun Baru Rp 1,5 Juta Hanya dengan Isi Kuesioner

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/12/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di aplikasi percakapan pesan berantai Pertamina membagikan uang Rp 1,5 juta hanya dengan isi kuesioner. Pesan berantai itu beredar sejak pekan lalu.
    Berikut isi pesan berantai tersebut:
    "Pertamina - Hadiah Tahun Baru
    Semua orang bisa mendapatkan hadiah tahun baru 2026"
    Pesan berantai itu juga disertai tautan yang mengarah ke website tertentu.
    Lalu benarkah pesan berantai Pertamina membagikan uang Rp 1,5 juta hanya dengan isi kuesioner?
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan mengunjungi akun resmi Pertamina di Instagram, @pertamina yang sudah bercentang biru atau terverifikasi.
    Di sana terdapat bantahan pada pesan berantai yang tersebar. Bantahan itu diunggah sejak 25 Desember 2025.
    Berikut isi unggahannya:
    "Waspada Penipuan
    Pertamina mengimbau masyarakat agar waspada terhadap undian atau hadiah Natal 2025& Tahun Baru 2026 yang mengatasnamakan Pertamina, baik disampaikan melalui WhatsApp, SMS, maupun email.
    Seluruh program promosi Pertamina disampaikan melalui saluran komunikasi resmi perusahaan yakni website www.pertamina.com, akun sosial media @pertamina serta aplikasi resmi My Pertamina."
    Di sisi lain tautan yang disertakan tidak mengarah pada website resmi Pertamina. Pada tautan tersebut justru meminta pengguna untuk mengisi kuesioner dan data pribadi.
    Hal ini sangat berbahaya karena bisa berujung pencurian data dan juga menghubungkan kita ke pinjaman online ilegal.

    Kesimpulan


    Pesan berantai Pertamina membagikan uang Rp 1,5 juta hanya dengan isi kuesioner adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2025-31208) Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Undian Akhir Tahun dari Bank Jateng

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/12/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan klaim link pendaftaran undian akhir tahun dari Bank Jateng. Postingan tersebut beredar di salah satu akun Facebook pada 22 Desember 2025.
    Berikut isi unggahannya:
    "KHUSUS Nasabah Bank BPD JATENG Yg sudah Aktif Menggunakan Aplikasi BIMA MOBILE ( MBanking )
    Kini Telah Hadir Promo Undian akhir tahun 2025.Dari Bank BPD JATENG
    Ayo buruan daftar undian gebyar akhir tahun Bank BPD JATENG jangan lewatkan ke sempatan kamu untuk menangkan Hadiah Menarik Di Bawah ini...!!!
    HADIAH UTAMA:
    10 Tiket Umroh Gratis
    1 Mobile Fortuner
    1 Mobile Pajero Sport 1 Mobile X Pander
    30 Motor Honda Vario 25 TV Led 31in
    10 Hp Iphone 15 promax
    40 Kulkas Dua Pintu
    20 Emas & Logam Mulia
    Masih Banyak Hadiah Lainnya
    Untuk melanjut kan pendaftaran kupon undian BANK BPD JATENG .� Klik daftar"
    Unggahan tersebut disertai menu pendaftaran, jika diklik akan muncul link berikut: "https://promobpdjateng-id.vercel.app/?fbclid=IwY2xjawO-7-tleHRuA2FlbQIxMQBzcnRjBmFwcF9pZAwyNTYyODEwNDA1NTgAAR58g6E1waISkVYx3cy7Ky1mg8tWtR-R_7dYx7q1zT6l5J3q_PDCUSpiaYt9RA_aem_x7RVLFp8INEGKGzCBGqVew"
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran undian akhir tahun dari Bank Jateng? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran undian akhir tahun dari Bank Jateng. Penelusuran mengarah pada pernyataan Bank Jateng melalui akun Instagram resminya yakni @bankjateng pada 19 November 2025.
    Bank Jateng meminta masyarakat tidak terkecoh dengan modus penipuan yang mengatasnamakan Bank Jateng.
    Berikut isi unggahannya:
    "Hati sudah senang, eh ternyata penipuan! ?Jangan mudah terkecoh dengan modus yang mengatasnamakan Bank Jateng, Sahabat BIMA.
    Pastikan akun sosial medianya resmi, karena Bank Jateng tidak pernah meminta data pribadi nasabah. Cek selalu akun sosial media dan layanan informasi resmi Bank Jateng.
    #BankJateng"
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran undian akhir tahun dari Bank Jateng, tidak benar.

    Rujukan

  • (GFD-2025-31464) Hoaks Purbaya Mastermind Penyitaan Uang Korupsi Konglomerat

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/12/2025

    Berita

    tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial yang menyebutkan Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa sebagai mastermind dari operasi penyitaan uang korupsi konglomerat sebanyak Rp6 triliun dan Rp13 triliun.

    ADVERTISEMENT

    Mastermind merujuk ke istilah bagi orang yang berperan merencanakan dan mengendalikan ide atau proyek besar atau disebut dalang. Dalam video unggahan akun Instagram “@wijaya27071” (arsip) pada Sabtu (27/12/2025), tertulis pesan “Purbaya Mastermind Dibalik Penyitaan Duit Korupsi Konglomerat”.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Dalam video berdurasi 2 menit 52 detik tersebut dijabarkan upaya-upaya Purbaya untuk menyita uang hasil korupsi. Narator juga menyertakan sejumlah detail informasi untuk memperkuat narasi.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    ”Para pecinta cerita digital, sitaan uang sebesar Rp13 triliun dan Rp6 triliun ternyata di belakangnya ada mastermind yang bernama Purbaya yang menjabat sebagai Menteri Keuangan,” begitu pesan narator, membuka cerita dalam video.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Narator dalam video juga menyebutkan bahwa Purbaya memiliki big data terkait uang masuk dan keluar di Indonesia dan tidak memberikan surat sakti yang dapat digunakan oleh oknum aparat untuk memilah sitaan yang akan dilegalkan. Dikatakan bahwa di zaman Purbaya siapapun yang mengumumkan kasus korupsi harus bertanggung jawab untuk memasukkan uangnya ke negara.

    Sampai artikel ini ditulis pada Senin (29/12/2025), unggahan tersebut telah mendapatkan 13,1 ribu likes, 649 komentar, dan 475 kali dibagikan ulang. Sejumlah komentar teratas juga mengindikasikan audiens yang percaya dengan informasi dalam video tersebut.

    ADVERTISEMENT

    Periksa Fakta Purbaya Dalang Sita Uang Konglomerat. foto/Hotline periska fakta tirto

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram “ywidi927” (arsip) dan platform X diunggah oleh akun bernama “monica official” (arsip).

    Lantas, benarkah video yang menyebut bahwa Purbaya adalah mastermind dibalik penyitaan uang konglomerat?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto mengamati keseluruhan video berdurasi hampir 3 menit tersebut. Dalam video tidak terdapat keterangan tempat dan waktu yang spesifik.

    Video terlihat seperti suntingan yang menggabungkan sejumlah kejadian. Terlihat beberapa latar belakang tempat dan kejadian yang berbeda. Pengunggah juga menambahkan beberapa ilustrasi seperti kebun sawit dan meja dengan tumpukan uang.

    Tirto kemudian mencoba melakukan pencocokan visual terhadap beberapa potongan gambar dalam video. Potongan yang paling mencolok, yang menunjukkan Purbaya berdiri di depan tumpukan uang menjadi fokus kami.

    Hasil pencarian gambar terbalik (reverse image search) mengarahkan kami ke video berikut dari unggahan Sekretariat Presiden. Video tersebut adalah momen saat Presiden Prabowo menyaksikan penyerahan hasil penyelamatan keuangan negara di Jakarta, Rabu (24/12/2025).

    Di kesempatan itu Purbaya sempat berfoto dengan memegang piagam bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Momen serupa unggahan di media sosial bisa ditemukan di sekitar menit 18, video Sekretariat Presiden.

    Tumpukan uang tersebut bukan hasil penyitaan uang konglomerat, melainkan hasil dari denda administratif dari 20 perusahaan perkebunan kelapa sawit dan pertambangan yang melanggar aturan di kawasan hutan, serta hasil rampasan perkara korupsi besar (minyak goreng dan gula). Uang tunai tersebut dipajang di lobi Gedung Bundar Kejaksaan Agung dan diserahkan langsung oleh Jaksa Agung kepada negara dengan disaksikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

    Lebih lanjut, Tirto juga menemukan informasi dari akun Instagram @ppid.kemenkeu. ditemukan unggahan yang memberikan pernyataan bahwa berita yang menyatakan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mastermind dibalik penyitaan duit korupsi adalah tidak benar.

    "Berita yang menyatakan bahwa Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mastermind di balik penyitaan duit korupsi adalah tidak benar atau hoaks," demikian pernyataan tertulis yang dikutip dari akun Instagram resmi PPID Kemenkeu, Senin (29/12/2025).

    Berdasar rangkuman Tirto, dana Rp6 triliun yang dimaksud berasal dari dua sumber. Pertama, penagihan denda administratif kehutanan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Kedua, hasil penyelamatan keuangan negara dari penanganan kasus dugaan korupsi di sektor kehutanan.

    Uang tersebut sebelumnya dipamerkan oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam konferensi pers yang turut disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (24/12/2025).

    Sementara itu terkait klaim dana senilai Rp13 triliun, atau tepatnya Rp13.255.244.538.149 diserahkan Kejaksaan Agung pada Senin (20/10/2025). Dana tersebut merupakan uang pengganti dari korporasi yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi CPO, antara lain Wilmar Group senilai Rp11,88 triliun, Permata Hijau Group Rp1,86 miliar, dan Musim Mas Rp1,8 triliun.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video yang mengklaim Purbaya adalah mastermind dibalik penyitaan uang korupsi konglomerat adalah adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Video yang beredar di media sosial menggunakan potongan klip dari kejadian lain yang tidak terkait dengan penyitaan uang korupsi konglomerat. Pihak Kementerian Keuangan juga telah menekankan kalau informasi yang tersebar di media sosial adalah hoaks.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan