• (GFD-2024-22640) [SALAH] Gibran yang disertai narasi “dek…kamu di mana?” dalam artikel Kompas.com

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 15/09/2024

    Berita

    “dek…kamu di mana?”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Facebook Jusuf Sudrajat memposting sebuah tanggapan layar artikel milik kompas.com berjudul “KPK Akui Tak Tahu Keberadaan Kaesang Usai Isu Gratifikasi Jet Pribadi”. Gambar dalam artikel tersebut menampilkan gambar Gibran yang seolah-olah sedang mencari sesuatu, dalam gambar tersebut juga diberi narasi “dek…kamu di mana?”. Postingan yang disertai caption “Kaya nya ngumpet di tempat harus masiku :face_with_hand_over_mouth::face_with_hand_over_mouth:” diunggah pada dua September 2024 pukul 22.19.

    Setelah ditelusuri dalam website Kompas.com menggunakan index dan memasukkan tanggal di publish-nya artikel tersebut hasilnya ditemukan artikel yang asli. Jika dibandingkan judul antara postingan Facebook dan artikel asli memiliki kesamaan, begitu pula tanggal public dan waktu publish yaitu 31 Agustus 2024 pukul 13.30 WIB. Namun jika diperhatikan lebih detail, gambar artikel yang asli menampilkan gambar Kaesang Pangarep dan Erina Gudono ketika berkunjung di Ngarsopuro kota Solo, Jawa Tengah bukan gambar Gibran yang disertai narasi “dek…kamu di mana?”. Gambar Gibran yang ada dalam postingan Facebook diambil saat debat cawapres pada pemilu 2024.

    Dengan demikian gambar Gibran yang disertai narasi “dek…kamu di mana?” dalam artikel Kompas.com merupakan hasil manipulasi. Gambar dalam artikel yang asli adalah gambar Kaesang dan Erina Gudono saat berkunjung di Ngarsopuro kota Solo, sehingga tersebut masuk dalam kategori kontennya parodi.

    Kesimpulan

    Gambar Gibran yang disertai narasi “dek…kamu di mana?” dalam artikel Kompas.com dengan judul “KPK Akui Tak Tahu Keberadaan Kaesang Usai Isu Gratifikasi Jet Pribadi” merupakan hasil manipulasi. Faktanya, gambar dalam artikel yang asli adalah gambar Kaesang dan Erina Gudono saat berkunjung di Ngarsopuro kota Solo.

    Rujukan

  • (GFD-2024-22639) [SALAH] Gambar HMI Jakarta Raya tolak kedatangan Paus Fransiskus

    Sumber: x.com
    Tanggal publish: 15/09/2024

    Berita

    “HIMPUNAN
    MAHASISWA
    ISLAM Cabang Jakarta Raya
    TOLAK KEDATANGAN
    PAUS FRANSISKUS DI INDONESIA”

    Hasil Cek Fakta

    Akun X @Tita83079013 memposting sebuah gambar yang mencatut logo himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jakarta Raya. Dalam gambar tersebut terdapat narasi bahwa HMI cabang Jakarta Raya menolak kedatangan Paus Fransiskus di Indonesia. Terdapat juga keterangan penanggung jawab Ali Loilatul yang menjabat sebagai ketua umum dan korlap Muh. Ubaidillah daga sebagai Kabid PTKP.

    Setelah pemeriksa fakta Mafindo mengkonfirmasi ke HMI Jakarta Raya melalui WhatsApp Syihab Souwakil selaku Kabid Infokom HMI Jakarta Raya mengatakan bahwa layar tersebut hoax.
    “Izin menginfokan kalau flayer tersebut hoax.” saat dikonfirmasi pada 4 September 2024.

    Keterangan yang sama diungkapkan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Bagas Kurniawan bahwa poster yang mengatasnamakan HMI berisi ajakan berdemontrasi atas kunjungan Paus Fransiskus merupakan hoaks. Sebaliknya, PB HMI menegaskan justri menyambut baik kedatangan Paus Fransiskus.

    Sebagai informasi, Paus Fransiskus merupakan Pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia sekaligus kepala negara Vatikan. Pemilik nama asli Jorge Mario Bergoglio adalah Paus gereja Katolik ke 266.

    Dengan demikian gambar HMI Jakarta Raya tolak kedatangan Paus Fransiskus merupakan informasi hoaks, hal tersebut dijelaskan oleh Syihab Souwakil selaku Kabid Infokom HMI Jakarta Raya sehingga hal tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Gambar HMI Jakarta Raya tolak kedatangan Paus Fransiskus merupakan informasi hoaks, hal tersebut dijelaskan oleh Syihab Souwakil selaku Kabid Infokom HMI Jakarta Raya.

    Rujukan

  • (GFD-2024-22638) [PENIPUAN] Akun WA Sekda Bali 0895 2867 0787 Dewa Made Indra

    Sumber: WhatsApp.com
    Tanggal publish: 14/09/2024

    Berita

    NARASI:
    0895 2867 0787
    Sekretaris

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari akun Facebook Diskominfotik Bali.

    Beredar akun WA 0895 2867 0787 mengaku sebagai Sekda Bali Dewa Made Indra. Akun tersebut memasang foto profil Bapak Sekda berkaos putih dan memakai udeng, penutup kepala khas Bali.
    Faktanya nomor tersebut bukan nomor resmi Sekda Bali.

    Diskominfotik Bali melalui media sosial resminya mengklarifikasi hal tersebut. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali, Gede Pramana mengonfirmasi ada oknum yang menggunakan nama dan foto Bapak Sekda untuk aksi penipuan. Sekda Made Dewa tidak pernah mengganti nomor WA pribadinya.

    Gede Pramana mengingkatkan masyarakat Bali selalu waspada terhadap modus penipuan tersebut. Maka akun WA 0895 2867 0787 mengaku sebagai Sekda Bali merupakan akun dan konten tiruan.

    Kesimpulan

    Diskominfotik Bali menegaskan nomor tersebut bukan nomor WA resmi Sekda Dewa Made Indra. Dan Bapak Sekda tidak pernah mengganti nomor WA.

    Rujukan

  • (GFD-2024-22637) [PENIPUAN] Akun Wa PJ Wali Kota Pontianak Ani Sofian

    Sumber: WhatsApp.com
    Tanggal publish: 14/09/2024

    Berita

    NARASI:
    “Assalamualaikum apa bener ini dengan salah satu pengurus Masjid Al – Furqan
    Apaka benar ini dengan bapak …
    Perkenalkan saya Bpk Drs Ani Sofian”

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari Pemkot Pontianak.
    Beredar pesan dari nomor WA yang mengaku sebagai Pj Wali Kota Pontianak Ani Sodian yang tertuju pada salah satu tempat ibadah. Foto profil akun WA 0831 2483 7831 yaitu foto Ani Sofian memakai pakaian dinas.

    Ani Sofian memberikan klarifikasi melalui situs resminya pontianak.go.id. Ia menjelaskan bahwa nomor yang beredar bukan miliknya. Ia juga tidak pernah menghubungi tempat ibadah atau Lembaga terkait pemberian bantuan sosial apalagi secara langsung melalui nomor pribadi.

    Ani Sofian mengimbau kepada warga jika menerima akun yang mengatasnamakan pejabat dengan modus pemberian bantuan segera melapor dan tanyakan langsung ke Pemkot Pontianak, "Kami imbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan waspada apabila ada yang mencoba untuk meminta atau menawarkan bantuan melalui perangkat telekomunikasi karena sudah banyak korban yang terkena. Apalagi mereka semakin canggih dalam meyakinkan korbannya,” ungkap Ani Sofian dilansir dari Pontianak.go.id (2/9/24).

    Kesimpulan

    Ani Sofian menegaskan nomor dan isi pesan bukan darinya dan ia tidak pernah menghubungi lembaga atau tempat ibadah secara langsung dalam pemberian bansos melalui nomor pribadi.

    Rujukan