Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “pemilihan rektor ugm” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke laman ugm.ac.id “Proses Seleksi Bakal Calon Rektor dan Pemilihan Calon Rektor UGM Segera Dimulai”.
Dari berita yang tayang Kamis (20/1/2022) itu, diketahui bahwa proses pemilihan rektor UGM melibatkan tahapan seleksi administrasi, penjaringan aspirasi publik, seleksi oleh Senat Akademik (pemaparan program dan penilaian), hingga pemilihan akhir oleh majelis wali amanat (MWA) melalui pemungutan suara.
MWA adalah badan tertinggi di UGM yang menetapkan kebijakan umum, mengangkat rektor, dan mengawasi pengelolaan universitas. Keanggotaan MWA berjumlah 19 orang yang berasal dari unsur Menteri, Sri Sultan Hamengku Buwono, Rektor, tokoh masyarakat, alumni,dosen guru besar, dosen bukan guru besar, tenaga pendidikan, dan mahasiswa.
Melansir cnnindonesia.com, pemilihan rektor UGM terakhir dilaksanakan pada Mei 2022, dan memutuskan Prof. dr. Ova Emilia, M.Med., Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., sebagai rektor terpilih untuk periode 2022-2027. Sepanjang penelusuran tidak ditemukan informasi valid yang membenarkan klaim “rektor UGM dipilih langsung oleh Jokowi”.
Faktanya, pemilihan rektor UGM dilakukan dengan mekanisme pemungutan suara rahasia oleh majelis wali amanat (MWA). Jadi, unggahan berisi klaim “rektor UGM dipilih langsung oleh Jokowi” merupakan konten palsu (fabricated content).