• (GFD-2025-30792) [SALAH] Video “Ular Piton Muncul saat Banjir di Padang Sumatra Barat 2025”

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 15/12/2025

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] pada Rabu (3/12/2025) dari akun TikTok “rendii_reall003” disertai narasi :

    “Munculnya Ular Piton Saat Banjir Bandang di Sumatera Saksikan penampakan ular piton raksasa saat banjir bandang melanda Sumatera. #banjirbandang #banjur2025 #sumaterabarat

    Per Senin (15/12/2025), unggahan tersebut telah mendapat 6.757 tanda suka, 1.219 komentar dan 1.645 kali dibagikan oleh pengguna TikTok lainnya.


    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan pengamatan Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax), video tersebut memiliki sejumlah kejanggalan yang mengarah ke kemungkinan rekayasa AI, seperti ekspresi tim SAR yang kaku dan tidak normal, juga ular yang memiliki panjang dan ukuran yang tidak wajar.

    TurnBackHoax kemudian menganalisis konten menggunakan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, video merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligelnce/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 98,6 persen.

    Selanjutnya, TurnBackHoax memasukkan kata kunci “penampakan ular piton saat banjir di Padang Sumatra Barat 2025” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan tribunpadang.com “Warga Palinggam Padang Dikagetkan Kemunculan Ular Piton di Depan Rumahnya pada Malam Hari”.

    Berita yang tayang Jumat (16/5/2025) itu melaporkan kemunculan tiga ekor ular piton di jalan depan rumah warga di Jalan Palinggam, Kelurahan Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatra Barat, pada Sabtu (15/11/2025) malam.

    Berbeda dengan video unggahan akun TikTok “rendii_reall003”, ular piton dalam pemberitaan itu terlihat berukuran relatif jauh lebih kecil, serta bukan muncul saat banjir melanda Padang pada Sabtu (22/12/2025).

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “penampakan ular piton saat banjir di Padang Sumatra Barat 2025”.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar adalah hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 98,6 persen. Jadi, unggahan berisi klaim “penampakan ular piton saat banjir di Padang Sumatera Barat 2025” merupakan konten palsu (false context).

    Rujukan

  • (GFD-2025-30793) [KOMEDI] Pembelian Uang Koin Angklung Indonesia oleh Donald Trump

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 15/12/2025

    Berita

    Akun Facebook “Bos Koin Kuno” pada Kamis (12/12/2025) membagikan video [arsip] yang menampilkan Presiden Amerika Donald Trump yang sedang berbicara.

    Berikut narasi selengkapnya:

    “SAYA JAUH DATANG KE INDONESIA HANYA KARENA KOIN ANGKLUNG SAYA AKAN BELI 25.000.000 PER KEPING UNTUK BAHAN BAKU BOM ATOM INI AKU DI PASAR TANAH ABANG KITA COD KOIN DI SINI”

    Unggahan disertai takarir:

    “Koin Angklung Go Internasional Diburu Kolektor Dunia”

    Per Senin (15/12/2025) konten tersebut telah mendapat lebih dari 2.700-an tanda suka, menuai 3.600-an komentar dan dibagikan ulang sebanyak 222 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran konten menggunakan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, konten merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,9 persen.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “Donald Trump beli koin angklung Indonesia” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah pemberitaan mengenai koin kripto milik Donald Trump, antara lain:

    • Berita cnbcindonesia.com “Donald Trump Umumkan 5 Koin Kripto Ini Jadi Cadangan Strategis AS”, tayang Senin (3/3/2025). Berita ini melaporkan bahwa Trump mengumumkan pembentukan cadangan kripto strategis untuk Amerika Serikat. Cadangan ini bertujuan untuk mendukung industri kripto setelah bertahun-tahun menghadapi tekanan dari pemerintahan Biden.

    • Berita cnbcindonesia.com “Trump Cuan Rp 82,2 Triliun Usai Koin WLFI Dilempar ke Publik”, tayang Selasa (2/9/2025). Berita ini melaporkan bahwa keluarga Trump meraup kekayaan senilai Rp82,20 triliun setelah perusahaan kripto andalannya membuka perdagangan mata uang digital baru.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “pembelian uang koin angklung Indonesia oleh Donald Trump”.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,9 persen. Unggahan video berisi klaim “pembelian uang koin angklung Indonesia oleh Donald Trump” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-30794) Menyesatkan: Video Dedi Mulyadi Mengunjungi Korban Bencana di Aceh dan Padang

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/12/2025

    Berita

    VIDEO dengan klaim Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengunjungi korban bencana di Aceh beredar di X [arsip], Facebook, Tiktok, dan Instagram pada 7 Desember 2025. Satu akun Facebook dan YouTube lainnya juga mengklaim video kedatangan Dedi tersebut terjadi di Padang, Sumatera Barat.  

    Video itu berisi lautan manusia yang menyambut kedatangan Dedi Mulyadi. Pengunggah konten memuat narasi bahwa kedatangan Dedi tersebut disambut ribuan warga Aceh dan Padang yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor.  



    Namun, benarkah video itu saat Dedi Mulyadi mengunjungi korban bencana di Aceh dan Padang?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi video tersebut menggunakan alat pencarian terbalik Google, kata kunci, dan penelusuran situs media kredibel. Selain itu, Tempo mengecek pula akun media sosial yang dikelola oleh Dedi Mulyadi. 

    Hasilnya, Dedi Mulyadi memang benar mengunjungi penyintas bencana, tetapi video tersebut bukan bagian dari kunjungan Gubernur Jawa Barat itu ke Sumatera. Faktanya video itu terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, jauh sebelum banjir bandang melanda Sumatera.

    Melalui pencarian gambar terbalik dan kata kunci "lautan warga sambut kdm", Tempo menemukan video identik yang dipublikasikan oleh sejumlah akun di pelbagai pelantar media sosial. Akun-akun tersebut termasuk Tiktok Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin dan rekaman siaran langsung YouTube Tribunnews. 

    Tempo menemukan petunjuk serupa pada video asli, antara lain deretan bendera panjang berwarna putih dan mobil berwarna putih dengan kap terbuka.



    Dari video unggahan akun Tiktok @fauzi.abdullah254, Tempo dapat mengidentifikasi sebuah gedung bertuliskan "Kantor Bupati Tasikmalaya" di dekat kerumunan warga. Akun YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel juga memperlihatkan tenda dan gedung yang sama.



    Dilansir dari akun Instagram Pemkab Tasikmalaya, kedatangan Dedi Mulyadi tersebut untuk menghadiri perayaan hari jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-393 di kompleks kantor Bupati Tasikmalaya pada 26 Juli 2025. Rangkaian perayaan itu terisi pawai budaya, panggung hiburan rakyat, upacara bendera, dan peluncuran program baru.

    Kunjungan Dedi Mulyadi di Daerah Terdampak Bencana Sumatera

    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memang mengunjungi daerah terdampak bencana Sumatera yakni ke Sumatera Barat pada 4 Desember 2025. Ia berbelanja kebutuhan pokok di Pasar Raya Padang untuk disumbangkan ke warga terdampak bencana. Aktivitas Dedi selama di Sumatera Barat terekam melalui akun TikToknya @dedimulyadiofficial. 

    Pada 6 Desember 2025, ia menggunakan pesawat Susi Air menuju Sibolga, Sumatera Utara. Di sana, ia menyempatkan bertemu warga dan turut memberikan bantuan beras langsung dari helikopter. 

    Kemudian, ia melanjutkan perjalanan menuju Langsa melalui Bandara Silangit. Di Aceh Tamiang, ia bertemu dengan saudara perempuannya bernama Teh Dedeh yang menjadi korban banjir Sumatera. Melalui akun YouTube-nya, Dedi tampak telah kembali ke Jawa Barat untuk meninjau banjir di Kabupaten Bandung pada 8 Desember 2025.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran Tempo, klaim bahwa Dedi Mulyadi disambut ribuan warga Aceh yang menjadi korban banjir Sumatera adalah menyesatkan. Sebab video itu bukan bagian dari kunjungan Dedi Mulyadi di Sumatera, melainkan di Tasikmalaya, Jawa Barat.

    Rujukan

  • (GFD-2025-30795) [SALAH] Duta Besar Inggris Sebut Keberadaan Indonesia di Aceh Tidak Sah

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 15/12/2025

    Berita

    Beredar foto [arsip] dari akun TikTok “wan.limpeun.sapee” pada Selasa (9/12/2025), isinya memperlihatkan tangkapan layar berisi narasi:

    “Duta Besar Inggris mengatakan keberadaan Indonesia di Aceh tidak sah (Ilegal)”

    Hingga Senin (15/12/2025), konten itu mendapat lebih dari 1.624 tanda suka, 104 interaksi komentar, serta dibagikan ulang sebanyak 431 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Duta Besar Inggris mengatakan keberadaan Indonesia di Aceh tidak sah (Ilegal)”. Hasilnya, tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim.

    TurnBackHoax kemudian melakukan pencarian gambar terbalik dengan memanfaatkan Google Lens. Hasilnya, ditemukan foto serupa di  laman bmcc.org.my “Welcoming H.E. Ajay Sharma, British High Commissioner to Malaysia at EQ Hotel Kuala Lumpur”.  

    Diketahui, konteks asli foto tersebut adalah dokumentasi penyambutan Ajay Sharma (komisaris tinggi Inggris untuk Malaysia atau diplomat senior yang mewakili Britania Raya di negara-negara anggota PBB) pada Juni 2025 di EQ Kuala Lumpur. 

    Selain itu, TurnBackHoax menemukan unggahan serupa dari akun TikTok “welding305” yang menampilkan tangkapan layar Berita Harian Malaysia, namun dengan nama penulis, jam dan tanggal terbit berita tersebut mengarah ke pemberitaan “Krisis politik negara ASEAN: Malaysia destinasi pelaburan lebih stabil

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan narasi yang membenarkan narasi “Duta Besar Inggris sebut keberadaan Indonesia di Aceh tidak sah (Ilegal)”.

    Kesimpulan

    Faktanya Klaim merupakan tangkapan layar Berita Harian Malaysia, namun dengan nama penulis, jam dan tanggal terbit berita tersebut mengarah ke pemberitaan “Krisis politik negara ASEAN: Malaysia destinasi pelaburan lebih stabil”. Selain itu konteks asli foto adalah dokumentasi penyambutan Ajay Sharma (komisaris tinggi Inggris untuk Malaysia atau diplomat senior yang mewakili Britania Raya di negara-negara anggota PBB) pada Juni 2025 di EQ Kuala Lumpur. Jadi, unggahan video berisi klaim “Duta Besar Inggris sebut keberadaan Indonesia di Aceh tidak sah (Ilegal)” merupakan konten yang dimanipulasi (manipulated content).

    Rujukan