• (GFD--31966) Cek Fakta: Detik-Detik Pesawat ATR Jatuh karena Power Bank Terbakar Viral, Ini Faktanya

    Sumber:

    Berita

    SuaraJakarta.id - Belakangan ini beredar sebuah video di media sosial yang diklaim sebagai “detik-detik pesawat ATR jatuh karena power bank terbakar di tengah penerbangan”. Unggahan tersebut memicu kekhawatiran publik dan cepat dibagikan oleh banyak akun.

    Beredar video dari akun TikTok “berita.indonesia143” pada Senin (19/1/2025). isinya memperlihatkan adanya api di kabin pesawat. 

    Unggahan disertai narasi:

    “Gara-gara Powerbank Terbakar di Tengah Penerbangan

    DETIK DETIK JATUH NYA PESAWAT ATR 400 YANG MENEWASKAN 143 PENUMPANG DAN 4 ORANG PRAMUGARI”

    Hingga Jumat (23/1/2026), konten itu mendapat lebih dari 20.500-an tanda suka, 383 interaksi komentar, serta dibagikan ulang 1.110 kali.

    Namun setelah ditelusuri, klaim itu tidak benar dan termasuk konten yang menyesatkan.

    Video yang beredar bukanlah rekaman dari kecelakaan pesawat ATR Indonesia. Pemeriksa fakta dari Mafindo menemukan bahwa video tersebut berasal dari dokumentasi lama sebuah insiden di pesawat lain, di mana baterai lithium terbakar di kabin pesawat China Air dalam penerbangan dari Hangzhou menuju Incheon, Korea Selatan pada Oktober 2025.

    Dengan kata lain:

    Fakta Insiden yang Sebenarnya:

    Belakangan, sebuah pesawat ATR 42-500 dilaporkan hilang kontak saat terbang di wilayah Maros–Pangkep pada 17 Januari 2026. Namun, insiden ini bukan karena power bank terbakar di dalam kabin. Video yang dipakai sebagai bukti di unggahan viral tidak berkaitan dengan kejadian tersebut.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Video yang beredar berasal dari kejadian terbakarnya baterai lithium di penerbangan luar negeri, bukan kecelakaan ATR di Indonesia.

    Sebaiknya masyarakat waspada terhadap klaim viral sebelum mempercayai atau membagikannya.

    Tips untuk Cek Fakta Sebelum Berbagi
  • (GFD--26594) CEK FAKTA: AHY Minta Ikhaskan Dana Haji yang Dibawa Kabur Yaqut Cholil Qoumas

    Sumber:

    Berita

    Suara.com - Media sosial dihebohkan dengan narasi terkait dana haji dibawa kabur Menteri Agama RI periode 2020-2024 yakni Yaqut Cholil Qoumas.

    Dalam unggahan Facebook itu menyebut Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta masyarakat untuk merelakan dana haji yang disebut dibawa kabur Gus Yaqut.

    Adapun narasi tangkapan layar judul artikel sebagai berikut:

    "AHY: Dana Haji Yang Dibawa Kabur Oleh Bpk Yaqut Cholil Sudah Di Ikhlaskan Oleh Masyarakat Indonesia"

    Lantas benarkah AHY minta masyarakat ikhaskan dana haji yang dibawa kabur mantan Menag Yaqut?

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tangkapan layar berita dalam unggahan tersebut menampilkan foto, waktu, dan tanggal terbit yang identik dengan salah satu artikel CNN Indonesia berjudul "AHY Wanti-wanti Dampak Perang Tarif Trump secara Global".

    Dalam isi artikel yang sebenarnya memuat pernyataan AHY selaku Direktur The Yudhoyono Institute (TYI).

    AHY mengingatkan dampak dari kebijakan tarif impor yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump.

    AHY menilai bahwa kebijakan tersebut berpotensi memicu perlawanan kolektif dari berbagai negara terhadap Amerika Serikat.
  • (GFD--28137) Cek Fakta: Anies Baswedan Diminta Tidak Terjun ke Dunia Politik Lagi, Benarkah?

    Sumber:

    Berita

    Suara.com - Sebuah unggahan yang menyebar di media sosial mengklaim bahwa Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha meminta Anies Baswedan untuk tidak lagi terjun ke dunia politik.

    Narasi tersebut tersebar luas dan menimbulkan perdebatan di kalangan warganet.

    Akun Facebook bernama “PETIR ICE” pada Rabu, 23 Juli 2025, membagikan sebuah foto disertai narasi: “Wamen Giring: Minta Anies Tidak Usah Lagi Terjun Ke Politik Gaduh Terus Jika Masih Ada Anies”.

    Unggahan tersebut juga disertai takarir yang memprovokasi, berbunyi: “Ini orang harus di apain guyss… !!!”.

    Hingga Senin, 28 Juli 2025, konten tersebut telah mendapatkan sekitar 537 emoji reaksi dan lebih dari 364 komentar, menunjukkan tingkat penyebaran yang cukup tinggi.

    Namun, setelah ditelusuri oleh Tim Pemeriksa Fakta MAFINDO (TurnBackHoax), klaim tersebut dinyatakan sebagai konten yang dimanipulasi (manipulated content).

    Pemeriksaan dilakukan menggunakan fitur pencarian gambar Google Lens, yang mengarahkan pada artikel asli dari situs sindonews.com dengan judul “Pendidikan Wamen Kebudayaan Giring Ganesha yang Kini Jadi Komisaris Anak Perusahaan Garuda”.

    Artikel tersebut tayang pada Selasa, 22 Juli 2025, dan membahas tentang latar belakang pendidikan serta profil Giring Ganesha, tanpa menyebutkan apapun terkait pernyataan terhadap Anies Baswedan.

    Dengan kata lain, judul berita yang beredar di media sosial telah dimanipulasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

    Mereka mengubah judul asli menjadi: “Wamen Giring: Minta Anies Tidak Usah Lagi Terjun Ke Politik Gaduh Terus Jika Masih Ada Anies”, padahal tidak ada pernyataan semacam itu dalam artikel sumber.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Klaim yang menyebut Wamen Giring meminta Anies Baswedan tidak lagi masuk dunia politik adalah tidak benar.

    Judul tersebut merupakan hasil manipulasi dari artikel asli yang sama sekali tidak membahas pernyataan tersebut.

    Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan tidak langsung mempercayai informasi yang tersebar di media sosial tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

    Tentang Kiprah Politik Anies Baswedan

    Anies Baswedan memulai kiprah politiknya dengan mengikuti konvensi calon presiden Partai Demokrat pada tahun 2013.

    Setahun kemudian, ia bergabung dengan tim pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai juru bicara dalam Pemilihan Presiden 2014.
  • (GFD--28138) CEK FAKTA: Benarkah Ada Program Transmigrasi ke IKN?

    Sumber:

    Berita

    Suara.com - Sebuah unggahan di media sosial kembali membuat gaduh ruang digital Indonesia.

    Akun Facebook bernama “Bowo Pompia” pada Rabu, 18 Juni 2025, membagikan informasi berjudul “Berikut adalah cara daftar transmigrasi ke IKN (Ibu Kota Nusantara)”.

    Dalam unggahan tersebut disebutkan tahapan pendaftaran yang dimulai dari mengunjungi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi daerah, hingga mengisi formulir yang mencantumkan data pribadi dan pengalaman kerja.

    Klaim ini cukup menarik perhatian warganet meskipun hanya memperoleh 8 suka dan 4 komentar hingga 28 Juli 2025.

    Namun setelah ditelusuri lebih lanjut, klaim tersebut terbukti tidak benar.

    Kementerian Transmigrasi menegaskan bahwa tidak ada program transmigrasi ke IKN Kalimantan Timur.

    Melalui akun Instagram resmi @kementrans.ri, pada Sabtu, 21 Juni 2025, kementerian menyatakan bahwa informasi yang menyebar di media sosial dan aplikasi pesan instan mengenai program transmigrasi ke IKN adalah menyesatkan.

    Penegasan ini juga diperkuat oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Transmigrasi, Felix Vernando Wanggai.

    Dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube resmi Kementerian Transmigrasi, Felix menyampaikan bahwa pihaknya sama sekali tidak pernah membuka rekrutmen transmigrasi ke Kalimantan Timur, apalagi secara khusus ke wilayah Ibu Kota Nusantara.

    Ia juga mengingatkan masyarakat agar hanya mempercayai informasi dari sumber resmi pemerintah.

    Kementerian Transmigrasi mengimbau publik untuk selalu waspada terhadap hoaks dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

    Segala informasi resmi mengenai program transmigrasi hanya dapat diakses melalui situs transmigrasi.go.id serta akun media sosial resmi Kementerian Transmigrasi.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa klaim cara daftar transmigrasi ke IKN yang beredar di Facebook adalah konten palsu (fabricated content).