• (GFD--26289) Cek Fakta: Ridwan Kamil Ditahan KPK Pertengahan Maret 2025

    Sumber:

    Berita

    Suara.com - Beredar video di media sosial yang menarasikan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Kang Emil ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Dalam video Facebook berdurasi kurang dari semenit tersebut menampilkan seorang pria mengenakan topi, masker dan rompi merah tahanan kejaksaan.

    Diketahui sebelumnya, KPK memang melakukan penggeledahan rumah Ridwan Kamil pada Senin, 10 Maret 2025 untuk mengusut dugaan korupsi Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) periode 2021-2023.

    Adapun narasi dalam unggahan tersebut:

    "Ridwan Kamil ditangkap

    seret semuanya pak biar dipenjara berjamaah"

    Akan tetapi, apakah benar video itu merupakan saat Ridwan Kamil ditahan KPK?

    Hasil Cek Fakta

    Tim cek fakta Antara menggunakan Google Image Reverse untuk mengkonfirmasi video tersebut. Hasilnya, video serupa ditemukan di YouTube KompasTV Palembang yang berjudul “Diduga Korupsi Perizinan Kebun Sawit, Mantan Kades Musi Rawas Ditahan Kejati Sumsel”.

    Sesuai keterangannya, pria berompi tahanan itu adalah BA, anggota DPRD Musi Rawas yang menjadi buronan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi perizinan kebun sawit. Ia diduga merugikan negara hingga Rp61,3 miliar.
  • (GFD--27058) Cek Fakta: Benarkah Cina Akan Bangun Pangkalan Militer di Indonesia?

    Sumber:

    Berita

    Suara.com - Sebuah unggahan video yang beredar luas di Facebook memantik perdebatan setelah menarasikan bahwa China akan membangun pangkalan militer di Indonesia.

    Klaim ini sontak menuai reaksi beragam dari masyarakat, mulai dari kekhawatiran atas kedaulatan negara hingga spekulasi soal hubungan geopolitik di kawasan Asia Tenggara.

    Dalam narasi tersebut, disebutkan bahwa pembangunan pangkalan tersebut akan menjadi bagian dari kerja sama strategis antara kedua negara.

    Namun, hingga kini, belum ada bukti kuat maupun pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia maupun China yang mengonfirmasi klaim tersebut.

    Perlu diketahui, pangkalan militer adalah fasilitas yang secara umum digunakan untuk menampung personel angkatan bersenjata, menyimpan persenjataan, serta menyediakan logistik dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk operasi militer.

    Kehadiran pangkalan militer asing di suatu negara bukanlah hal sepele karena menyangkut isu sensitif seperti kedaulatan, keamanan nasional, serta stabilitas regional.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “CHINA BANGUN PANGKALAN MILITER DI RI?

    CHINA SUDAH SIAPKAN PASUKAN UNTUK KUASAI INDONESIA”

    Namun, benarkah China akan membuat pangkalan militer di Indonesia?

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, video tersebut serupa dengan unggahan YouTube TVOne berjudul “Cina Bangun Pangkalan Militer di Republik Indonesia? | tvOne” yang diunggah pada 4 September 2020.

    Sebuah video yang beredar luas di media sosial mengklaim bahwa Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Dephan AS) mengungkapkan rencana Cina untuk membangun pangkalan militer di sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Narasi dalam video tersebut menyebut bahwa pembangunan pangkalan militer itu merupakan bagian dari strategi besar Cina dalam membentuk jaringan logistik dan militer raksasa guna memperluas pengaruhnya di kawasan Asia-Pasifik. Disebutkan pula bahwa Cina tengah gencar melakukan pendekatan diplomatik dan ekonomi terhadap negara-negara mitra demi merealisasikan rencana tersebut, termasuk melalui investasi besar-besaran di sektor infrastruktur dan pelabuhan.

    Namun demikian, informasi tersebut langsung dibantah oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Dalam pernyataan resminya, Kemlu menegaskan bahwa Indonesia tidak akan pernah memberikan izin kepada negara manapun untuk mendirikan pangkalan militer asing di wilayah kedaulatannya, dengan alasan dan tujuan apapun.

    Sikap Indonesia jelas dan konsisten: kebijakan luar negeri bebas aktif menjadi dasar utama dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas nasional. Indonesia juga berkomitmen untuk tidak memihak pada kekuatan global manapun dalam konflik geopolitik dan lebih memilih berperan sebagai penengah serta mitra damai di kawasan.
  • (GFD--26804) CEK FAKTA: Kabar Prabowo Resmi Copot Wapres Gibran, Benarkah?

    Sumber:

    Berita

    Suara.com - Di tengah isu pemakzulan, beredar kabar menarasikan Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Gibran Rakabuming Raka dari posisinya sebagai wakil presiden (wapres) pada 29 April.

    Narasi dibagikan sebuah kanal YouTube dengan menyebut Presiden Prabowo akan mengumumkan posisi wapres akan diganti dengan Ketua DPR yang juga putri Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani.

    Adapun narasi yang dibagikan sebagai berikut:

    "Jokowi PINGSAN ! Prabowo Resmi Copot Gibran ! Presiden Umumkan Penganti Wapres~ PDIP Ajukan PUAN !"

    Diketahui, sebelumnya ramai diberitakan terkait delapan poin usulan Forum Purnawirawan Prajurit TNI yang mana salah satu di antaranya yakni usulan penggantian wakil presiden.

    Lantas benarkah Presiden Prabowo resmi mencopot Gibran sebagai Wapres pada akhir April?

    Hasil Cek Fakta

    Penelusuran Antara mengungkap jika tidak ada pernyataan resmi Presiden Prabowo yang menyatakan bahwa akan memberhentikan Gibran dari jabatannya sebagai wakil presiden.

    Dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, prosedur pemberhentian presiden dan/atau wakil presiden diatur secara ketat dalam Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 7A.

    Pasal tersebut menegaskan bahwa presiden dan/atau wakil presiden hanya dapat diberhentikan dari jabatannya apabila terbukti melakukan pelanggaran berat, seperti pengkhianatan terhadap negara, korupsi, atau tindak pidana berat lainnya.
  • (GFD--33222) CEK FAKTA: Benarkah Pemprov Sulsel Habiskan Rp2 Miliar untuk Sewa Helikopter?

    Sumber:

    Berita

    SuaraSulsel.id - Isu mengenai penggunaan anggaran Rp2 miliar oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk menyewa helikopter ramai beredar di media sosial.

    Informasi tersebut memicu beragam reaksi publik dan menimbulkan kesan seolah-olah anggaran daerah telah digunakan untuk kepentingan tersebut.

    Namun, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar.

    Melalui keterangan resmi, Pemprov Sulsel menegaskan bahwa kabar mengenai pengeluaran Rp2 miliar untuk sewa helikopter merupakan informasi keliru atau hoaks.

    Hasil Cek Fakta

    Ia menegaskan bahwa angka Rp2 miliar yang beredar di publik sebenarnya merupakan pagu anggaran yang tercantum dalam dokumen perencanaan, bukan realisasi penggunaan anggaran.

    “Anggaran tersebut sudah tercantum dalam perencanaan, namun hingga saat ini belum ada realisasi atau penggunaan,” kata Suhartono, dalam rilisnya Kamis (2/4/2026).

    Asal Mula Anggaran Rp2 Miliar

    Menurut Suhartono, rencana penganggaran tersebut disiapkan sebagai langkah antisipatif untuk kebutuhan kedaruratan.

    Helikopter diproyeksikan dapat digunakan dalam berbagai situasi yang membutuhkan mobilitas cepat.

    Misalnya untuk penanganan bencana alam, evakuasi darurat, hingga menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat.

    “Sewa helikopter ini diproyeksikan untuk kepentingan mendesak, serta mendukung penanganan kedaruratan seperti bencana banjir, termasuk akses ke daerah yang sulit dijangkau,” jelasnya.

    Karena itu, keberadaan anggaran tersebut bersifat situasional dan tidak dirancang untuk penggunaan rutin.

    Tidak Digunakan untuk Mobilitas Gubernur

    Pemprov Sulsel juga menegaskan bahwa penggunaan helikopter oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, selama ini tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah.