• (GFD-2020-3508) [SALAH] Sri Sultan Hamengku Buwono X Katakan Cina dan Keturunannya Tidak Pantas Jadi Pemimpin di Bumi Nusantara dan Fakta Sejarah, Tionghoa adalah Satu-satunya Penghianat NKRI

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 04/01/2020

    Berita

    Postingan akun Facebook Harimau Sumatera atau @dormeng.meng.5 yang menayangan screenshot atau potongan gambar dari salah satu web (namanya tertera dalam screenshot) yang berjudul “SRI SULTAN HAMENGKUBUWONO : MAAF BUKAN SARA, TAPI CINA DAN KETURUNANNYA TIDAK PANTAS JADI PEMIMPIN DI BUMI NUSANTARA. FAKTA SEJARAH, TIONGHOA ADALAH SATU-SATUNYA PENGHIANAT NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI),” adalah tidak benar adanya. “Itu tidak betul, wong saya tidak pernah bicara itu,” ungkap Sri Sultan, Rabu (19/4/2017).

    Polda DIY sudah menangkap pelaku berdasarkan laporan yang dilakukan oleh Sri Sultan. Pelaku adalah warga Sumsel berinisial RNM, 25 tahun. Atas perbuatan tersebut, tersangka RNM melanggar Pasal 27 UU No.11/2008 dengan ancaman hukum enam tahun penjara dan denda Rp. 1 miliar.

    Diketahui foto Sri Sultan yang disematkan dan diunggah kembali oleh akun @dormeng.meng.5 adalah hasil karya Jurnalis Liputan 6 yakni Fathi Mahmud yang digunakan dalam artikel “Sultan HB X: Gunakan Hak Pilih Sebaik-baiknya”.

    NARASI:

    “SRI SULTAN HAMENGKUBUWONO : MAAF BUKAN SARA, TAPI CINA DAN KETURUNANNYA TIDAK PANTAS JADI PEMIMPIN DI BUMI NUSANTARA. FAKTA SEJARAH, TIONGHOA ADALAH SATU-SATUNYA PENGHIANAT NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI),” posting akun Facebook Harimau Sumatera atau @dormeng.meng.5, Senin (30/12/2019).

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN:





    Akun Facebook Harimau Sumatera atau @dormeng.meng.5 mengunggah screenshot atau potongan gambar yang diambil dari salah satu web (namanya tertera dalam screenshot) dengan judul artikel “SRI SULTAN HAMENGKUBUWONO : MAAF BUKAN SARA, TAPI CINA DAN KETURUNANNYA TIDAK PANTAS JADI PEMIMPIN DI BUMI NUSANTARA. FAKTA SEJARAH, TIONGHOA ADALAH SATU-SATUNYA PENGHIANAT NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI),” pada Senin (30/12/2019).


    Unggahan akun @dormeng.meng.5 tersebut, ketika artikel ini dibuat sudah direspon 864 kali dengan 191 komentar dan dibagikan sekitar 2 ribu kali. Setelah ditelusuri melalui mesin pencari, ketika diketikan judul tersebut, tidak muncul dalam pemberitaan media daring dan situsnya pun sudah tidak dapat diakses.


    Diketahui unggahan akun @dormeng.meng.5 adalah tidak benar, “Itu tidak betul, wong saya tidak pernah bicara itu,” ungkap Sri Sultan, Rabu (19/4/2017). Dan Sri Sultan pun sudah melaporkannya ke Kepolisan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).


    Tidak menunggu waktu lama, sekitar seminggu dari laporan Sri Sultan, Polda DIY berhasil menangkap penyebar berita hoax yang mengutip Gubernur DIY Sri Sultan HB X, pada Rabu (26/4/2017) lalu.


    Pelaku adalah warga Sumatra Selatan (Sumsel) berinisial RNM, 25 tahun. Tersangka ditangkap di tempat tinggalnya di Sumsel. Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dofiri menjelaskan dari hasil pemeriksaan, motif pelaku adalah ekonomi agar laman miliknya semakin banyak dikunjungi. Dengan demikian, iklan yang masuk juga semakin banyak.


    “Yang hoax-nya dia yang membuat, dia ambil dari beberapa konten dipotong-potong. Seolah-olah itu bahasanya Pak Gubernur (DIY),” tegasnya di Yogyakarta, Jumat (28/4.2017).


    Dari hasil penyelidikan, banyak warga di kampung tempat tinggal tersangka yang membuat blog kemudian mendapatkan penghasilan dari iklan.


    Beberapa barang bukti yang disita, antara lain ponsel, sebuah laptop, dan beberapa kartu seluler. Barang bukti berupa laptop telah diuji laboratorium forensik. Hasilnya, laptop tersebut menjadi alat untuk mengunggah berita hoax yang menyudutkan Sri Sultan HB X.
    Atas perbuatan tersebut, tersangka RNM melanggar Pasal 27 UU No.11/2008 dengan ancaman hukum enam tahun penjara dan denda Rp. 1 miliar.


    Terakhir, foto yang digunakan dan diunggah kembali oleh akun @dormeng.meng.5 adalah hasil karya Jurnalis Liputan 6 yakni Fathi Mahmud dan digunakan dalam artikel “Sultan HB X: Gunakan Hak Pilih Sebaik-baiknya”.

    Rujukan

  • (GFD-2020-3489) [SALAH] Video Banjir Ikan di Waduk Wadas Lintang Kebumen

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 03/01/2020

    Berita

    Beredar video melalui aplikasi Whatsapp yang diklaim sebagai banjir ikan di pinggir jalan. Melalui tulisan yang tertera dalam video tersebut diklaim bahwa kejadian di Kebumen. Jawa Tengah. Berikut narasi dalam video tersebut:

    Waduk Wadas Lintang Kebumen

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, peristiwa dalam video tersebut bukan terjadi di Kebumen, Jawa Tengah. Selain itu, video tersebut sudah pernah beredar pada Januari 2019 dan sudah mendapat bantahan dari pihak kepolisian setempat.

    Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede pada 24 Januari 2019 mengatakan bahwa dari hasil pengecekan lapangan tidak terjadi kejadian seperti dalam video. “Dari hasil pengecekan dan konfirmasi di lapangan, kejadian seperti itu tidak ada di sekitar Waduk Wadaslintang,” ujarnya.

    Ia juga menegaskan, video tersebut hoaks lantaran pada detik ke tujuh video tersebut, ada tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang bukan berasal dari Indonesia. “Itu bukan tipe TNKB Indonesia,” kata Pardede.

    Mengacu kepada TNKB tersebut, TNKB untuk wilayah Kebumen, Jawa Tengah memiliki kode huruf awal AA. Selain itu, untuk TNKB di Indonesia memiliki latar belakang warna hitam, tidak putih seperti pada video.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa peristiwa dalam video tersebut tidak terjadi di Kebumen atau wilayah Indonesia lainnya. Oleh sebab itu, video tersebut masuk ke dalam kategori False Context atau Konten yang Salah.

    Rujukan

  • (GFD-2020-3477) [SALAH] Video “Sebuah Restoran Menyajikan Daging Manusia kepada Pelanggannya”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 02/01/2020

    Berita

    Antara narasi dan video sama sekali tidak ada kaitannya. Video itu adalah bagian dari “Halloween Party” di Chimelong Ocean Park pada Oktober 2018. Sementara terkait narasi “Restoran di Nigeria memasak dan menyajikan daging manusia”, ternyata adalah penemuan dua tengkorak busuk yang ditaruh di salah satu kamar hotel akibat dari persaingan bisnis.

    Akun KUKAR.ID (fb.com/kukarweb) mengunggah sebuah video dengan narasi:

    “Mengerikkan!!! Sebuah Restoran Menyajikan Daging Manusia kepada Pelanggannya”

    Di video yang unggah, terlihat seolah ada 2 orang yang sedang dipanggang. Terdapat juga narasi yang mengklaim adanya restoran di Negeria yang ditutup oleh pihak berwenang karena setelah penemuan kepala manusia.

    Restoran viral

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN

    Berdasarkan hasil penelusuran, antara video dan narasi yang ada di video itu sama sekali tidak terkait.

    Sosok yang seolah manusia yang tampak sedang dipanggang di video itu bukanlah manusia melainkan properti yang digunakan untuk acara “Halloween Party” di Chimelong Ocean Park, Zhuhai, Provinsi Guangdong, China yang dilaksanakan pada Oktober 2018.

    Video yang serupa diunggah di akun instagram galaxychimelong pada tanggal 31 Oktober 2018 dengan narasi “Копчёный человечки”.

    Video terkait acara “Halloween Party” di Chimelong Ocean Park bisa ditonton di kanal youtube SviatMe yang mengunggah video dengan judul “Halloween Party at Chimelong Ocean Park | Zhuhai, China | SviatMe” pada tanggal 27 Oktober 2018.

    Sementara itu, terkait narasi yang mengiringi video yaitu :

    “Restoran penyaji daging manusia digerebek dan 10 orang ditahan.

    Restoran di Nigeria dilaporkan ditutup pihak berwenang, setelah diketahui memasak dan menyajikan daging manusia kepada para pelanggannya. Hal itu terungkap dari informasi penduduk setempat, yang melapor pada polisi bahwa ada sesuatu mencurigakan dan mengerikan di dalam dapur restoran itu. Berdasarkan informasi tersebut, polisi menggerebek restoran di hotel itu. Mereka kemudian menemukan penemuan mengerikan, yakni kepala manusia yang masih berlumuran darah dalam kantong plastik.”

    Narasi berita ini tidak sepenuhnya salah, penemuan kepala manusia itu memang benar adanya, namun pemilik hotel, Bonaventure Mokwe menyatakan bahwa ia ada perselisihan tentang parkir motor antara dia dan beberapa penduduk asli Onitsha.

    Menurut Mokwe, saingan bisnisnya menanam dua tengkorak busuk (serta senapan dan majalah) di salah satu kamar hotelnya, dan desas-desus tentang manusia yang dilayani para tamu adalah alasan palsu agar polisi bisa menggerebek hotel, menangkap Mokwe, mengadilinya untuk pembunuhan, dan akhirnya menghancurkan hotelnya.

    Rujukan

  • (GFD-2020-3478) [SALAH] “Tentara Malaysia Siap Diterjunkan Ke Palestina”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 02/01/2020

    Berita

    Foto dengan narasi/klaim tidak nyambung. Foto yang muncul di thumbnail adalah tentara Filipina, dan foto tentara Malaysia yang ditampilkan menggunakan foto yang sudah beredar sebelumnya.

    NARASI

    “Demi Lindungi Al-Aqsa…Tentara Malaysia Siap Diterjunkan Ke Palestina”.

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN


    (1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Koneksi yang Salah

    Ketika judul, gambar, atau keterangan tidak mendukung konten”.

    * SUMBER membagikan video dengan narasi/klaim tentara Malaysia yang siap diterjunkan ke Palestina.

    * Video yang dibagikan menggunakan foto-foto yang tidak ada hubungannya dengan narasi/klaim yang disebutkan di dalam video.



    (2) Salah satu sumber foto yang muncul di thumbnail, THE STRAITS TIMES: “Komando terlatih AS di Filipina membunuh 10 militan yang terkait dengan Al-Qaeda: Tentara”

    Deskripsi foto: “Prajurit komando Filipina berpawai di pangkalan udara Clark di Angeles City, Filipina pada 21 Desember. FOTO: EPA”

    Google Translate, selengkapnya di http://bit.ly/2rAy3qt / http://archive.md/v9ODs (arsip cadangan).



    (3) Salah satu sumber foto yang muncul di video sekitar 0:12, Getty Images: “Hari Kemerdekaan Malaysia ke-56 | Kuantan 6

    [KONTEN YANG TIDAK DIVERIFIKASI] tentara, kemerdekaan, Agustus 2013, malaysia, tentara, tentera, perang, kuantan, pahang”

    Google Translate, selengkapnya di http://bit.ly/363sCiE / http://archive.md/H9fuv (arsip cadangan).

    * Konten tidak terverifikasi oleh Getty Images, tetapi berdasarkan kronologi muncul lebih dulu sebelum video (publikasi foto: 2013, publikasi video: 2017).

    ======

    Rujukan