• (GFD-2025-31088) [SALAH] Luhut Ancam Korban Banjir Bandang Sumatera

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 23/12/2025

    Berita

    Pada Jumat (19/12/2025), beredar sebuah video (arsip cadangan) di TikTok oleh akun “albiaL” (@albial.adv) dengan narasi: 

    “pejabat macam gini kok ya gak DIPECAT ?!? kira² Prabowo takut atau gimana ya.....😇” 

    di unggahannya dan 

    “LUHUT BERULAH LAGI!!!
    KALI INI ANCAM KORBAN BANJIR BANDANG SUMATERA” 

    di dalam video.

    Per tangkapan layar dibuat unggahan tersebut sudah disukai 43.9 ribu kali, dikomentari 7.758 kali, disimpan sebagai penunjuk halaman (bookmark) atau favorit 3.997 kali, dan dibagikan 6.146 kali oleh pengguna TikTok lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta MAFINDO (TurnBackHoax) memeriksa video yang disebarkan dengan cara dijeda (pause) untuk mencari sumber-sumber autoritatif atau valid menggunakan perkakas (tools) pencarian gambar Google Lens, hasilnya ditemukan beberapa sumber yang memuat gambar pratinjau (thumbnail) yang mirip yang berasal dari unggahan video dengan konteks yang benar. 

    Salah satu sumber tersebut adalah unggahan di YouTube oleh akun “detikcom” (@detikcom) pada Selasa (3/7/2018) dengan deskripsi “Aktivis Ratna Sarumpaet terlibat cekcok dengan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Pandjaitan di tepi Danau Toba. Mereka meributkan masalah apakah pencarian korban KM Sinar Bangun dihentikan atau tidak.” 

    Selain itu, koroborasi atau dukungan referensi didapatkan juga melalui pencarian Google Videos menggunakan kata kunci “luhut ratna sarumpaet” yang menghasilkan sumber-sumber dari media yang memberitakan mengenai peristiwa tersebut, yaitu perdebatan antara Luhut Pandjaitan dengan Ratna Sarumpaet berkaitan dengan pencarian korban peristiwa tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di Danau Toba pada tahun 2018 lalu.

    Kesimpulan

    Faktanya, video yang disebarkan berkaitan dengan pencarian korban peristiwa tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di Danau Toba pada tahun 2018 lalu. Unggahan dengan klaim Luhut mengancam korban banjir bandang Sumatera merupakan kategori konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-31089) [SALAH] Video Evakuasi Kucing di Tengah Aliran Banjir Besar Sumatera

    Sumber: Instagram.com
    Tanggal publish: 23/12/2025

    Berita

    Akun Instagram “feelsgood.id_” pada Kamis (27/11/2025) membagikan video [arsip] menunjukkan dua ekor kucing sedang diselamatkan di tengah arus aliran banjir bandang. Video tersebut disertai narasi:

    “MEWEK! Momen cowo ini evakuasi kucing saat terkena banjir besar di Sumatera”

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) semula mengamati video tersebut terlihat janggal, terlihat salah satu tangan petugas penyelamat yang memiliki enam jari.

    TurnBackHoax kemudian mengunduh video tersebut dan mengunggahnya ke alat pendeteksi AI dari Hive Moderation. Hasil analisa menunjukkan bahwa video tersebut sebesar 99,9 persen merupakan hasil buatan AI.

    Kesimpulan

    Faktanya, sebesar 99,9 persen video tersebut hasil buatan AI. Unggahan video berisi klaim “evakuasi kucing di tengah aliran banjir besar Sumatera” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-31090) [SALAH] Video KDM Disambut Warga Aceh Korban Banjir

    Sumber: TikTok.com
    Tanggal publish: 23/12/2025

    Berita

    Akun TikTok “bady7852” pada Kamis (4/12/2025) membagikan video [arsip] berisi video KDM terlihat dikerumuni warga disertai narasi:


    “Detik-detik KDM tiba di Aceh dikerubuti warga korban banjir

    Gubernur Jabar Dedi Mulyadi tiba di Aceh langsung diserbu emak-emak dan warga yang antusias ingin jumpa langsung. Ribuan warga korban banjir di Aceh merasa bahagia dikunjungi kang Dedi, rasa sedih mereka seketika hilang. Baru turun dari mobil, warga langsung menghampiri dan bersalaman dengan Gubernur Jabar tersebut.”

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari artikel Cek Fakta tempo.co.

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Tempo, peristiwa dalam video dalam rangka menghadiri peringatan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-393 yang berlangsung di kompleks Kantor Bupati Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dan direkam jauh sebelum banjir bandang melanda Sumatera pada Sabtu (26/7/2025).

    Video dengan momen serupa sebelumnya pernah dibagikan akun TikTok Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin, “fauzi.abdullah254”, serta rekaman siaran langsung di kanal YouTube “Tribunnews” dan “Kang Dedi Mulyadi Channel”. Dalam video-video tersebut tampak ciri visual yang sama, seperti deretan bendera putih panjang dan kendaraan berwarna putih dengan kap terbuka.

    Kendati demikian, KDM memang pernah mengunjungi daerah terdampak bencana Sumatera seperti yang dibagikan kanal YouTube resminya “Kang Dedi Mulyadi Channel” pada Minggu (14/12/2025). Dilansir dari tribunnews.com, agenda Dedi Mulyadi ke Sumatera dalam rangka menjemput warga Jawa Barat yang ikut terdampak banjir bandang agar bisa kembali ke daerahnya.

    Kesimpulan

    Faktanya, video tersebut dalam rangka KDM menghadiri peringatan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-393 yang berlangsung di kompleks Kantor Bupati Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Unggahan video berisi klaim “KDM disambut warga Aceh korban banjir” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-31349) Tidak Benar, Narasi Demo Kades Minta Purbaya Mundur dari Menkeu

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/12/2025

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengklaim bahwa terjadi aksi demonstrasi besar-besaran kepala desa (kades) yang menuntut Purbaya Yudhi Sadewa untuk mundur dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan.

    ADVERTISEMENT

    Klaim tersebut disebarkan oleh “Anthony Tristan” (arsip) di laman Facebook miliknya, pada 11 Desember 2025. Dalam unggahannya, pengunggah menulis, “KEPALA DESA DEMO Minta PURBAYA MUNDUR. JUJUR…Kalian Dukung PURBAYA atau KEPALA DESA”.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Periksa Fakta Tirto Kepala Desa Minta Purbaya Mundur. foto/hotline periksa fakta tirto

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Unggahan tersebut turut disertai kolase gambar kerumunan massa berseragam cokelat yang diklaim sebagai aksi demonstrasi kepala desa, serta foto Purbaya Yudhi Sadewa. Pada gambar juga tertera teks tambahan, antara lain “KADES DEMO MINTA PURBAYA MUNDUR” dan “JUJUR, KALIAN DUKUNG PURBAYA ATAU PARA KADES YANG HAUS DANA DESA”.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut sudah mendapatkan 47 tanda suka, 51 komentar, dan dibagikan lebih dari 200 kali.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    ADVERTISEMENT

    Hasil Cek Fakta

    Untuk menelusuri kebenaran klaim tersebut, Tirto menelusuri pemberitaan media arus utama terkait aksi demonstrasi kepala desa yang disebut-sebut menuntut Purbaya Yudhi Sadewa mundur. Penelusuran mengarahkan pada laporan Tirto mengenai aksi unjuk rasa yang digelar oleh Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) di sekitar Istana Negara, Jakarta, pada Senin (8/11/2025).

    Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa sekitar 2.155 personel aparat gabungan dikerahkan untuk mengamankan aksi Apdesi.

    Aksi tersebut diketahui merupakan bentuk penolakan terhadap Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2025 yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

    Aturan ini dinilai oleh sebagian pemerintah desa berpotensi menghambat pencairan dana desa tahap II serta mengalihkan sebagian anggaran desa ke program-program yang berada di luar kewenangan pemerintah desa.

    Para kepala desa menilai PMK 81/2025 tidak mengakomodasi aspirasi mereka, sebab dialog justru dilakukan dengan pihak di luar DPP Apdesi yang selama ini menjadi wadah resmi kepala desa di seluruh Indonesia.

    DPP Apdesi menegaskan tuntutan pencabutan PMK 81/2025 dan mengancam menggelar aksi lanjutan apabila pemerintah tidak segera merespons desakan terkait pencairan dana desa.

    Namun, dalam pemberitaan tersebut tidak ditemukan informasi yang menyebut bahwa aksi unjuk rasa dilakukan untuk menuntut Purbaya Yudhi Sadewa mundur dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan, sebagaimana diklaim dalam unggahan Facebook yang beredar.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran fakta, klaim yang menyebut adanya aksi demonstrasi besar-besaran kepala desa yang menuntut Purbaya Yudhi Sadewa mundur dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan adalah kekurangan konteks (missing context).

    Hasil penelusuran Tirto menunjukkan bahwa aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) memang benar terjadi. Namun, demonstrasi tersebut digelar sebagai bentuk penolakan terhadap Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2025, bukan untuk menuntut Purbaya Yudhi Sadewa mundur dari jabatannya.

    =========

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan