(GFD-2019-2427) Polisi Bantah Terkait Pesan WhatsApp Tentang Penyerangan Warga Jakarta Utara Ke Matraman Jakarta Timur
Sumber: WhatsApp.comTanggal publish: 15/05/2019
Berita
Debunk ini berisi klarifikasi dari pihak kepolisian mengenai informasi akan terjadi penyerangan di Matraman, yang menrupakan ajang balas dendam buntut pembacokan warga priuk yang meninggal di taman genjing. Kapolsek Matraman Kompol Warsito menyatakan, tidak ada tawuran sebagaimana yang dinarasikan dalam pesan yang beredar luas lewat WhatsApp tersebut. "Belum (ada informasi soal itu). Semoga tidak masuk wilayah Matraman, masyarakat dan petugas tetap waspada," kata Warsito saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (13/5/2019).
Hasil Cek Fakta
Belum lama ini, beredar informasi melalui pesan berantai WhatsApp terkait himbauan bagi warga Matraman Jakarta Timur agar tidak keliar rumah dan mewaspadai aksi balas dendam yan akan dilakukan warga Jakarta Utara, pasca peristiwa pembacokan yang menewaskan warga Priuk di taman genjing pada selasa lalu.
Dilansir dari kompas.com Polisi menyebut, pesan yang memberitakan tawuran akibat balas dendam di kawasan Matraman, Jakarta Timur, merupakan kabar bohong atau hoaks.
Kapolsek Matraman Kompol Warsito menyatakan, tidak ada tawuran sebagaimana yang dinarasikan dalam pesan yang beredar luas lewat WhatsApp tersebut.
"Belum (ada informasi soal itu). Semoga tidak masuk wilayah Matraman, masyarakat dan petugas tetap waspada," kata Warsito saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (13/5/2019).
Kendati demikian, kata Warsito, pihaknya tetap mewaspadai aksi-aksi tawuran yang biasa muncul saat Ramadhan.
Menurut dia, setiap malamnya, ada anggota kepolisian yang berpatroli untuk mencegah tawuran di wilayah Matraman.
"Tetap kita respons segala info dari masyarakat sebagai bentuk kewaspadaan masyarakat dan kesiapan jajaran, mencegah lebih baik daripada kejadian," ujar dia.
Dilansir dari kompas.com Polisi menyebut, pesan yang memberitakan tawuran akibat balas dendam di kawasan Matraman, Jakarta Timur, merupakan kabar bohong atau hoaks.
Kapolsek Matraman Kompol Warsito menyatakan, tidak ada tawuran sebagaimana yang dinarasikan dalam pesan yang beredar luas lewat WhatsApp tersebut.
"Belum (ada informasi soal itu). Semoga tidak masuk wilayah Matraman, masyarakat dan petugas tetap waspada," kata Warsito saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (13/5/2019).
Kendati demikian, kata Warsito, pihaknya tetap mewaspadai aksi-aksi tawuran yang biasa muncul saat Ramadhan.
Menurut dia, setiap malamnya, ada anggota kepolisian yang berpatroli untuk mencegah tawuran di wilayah Matraman.
"Tetap kita respons segala info dari masyarakat sebagai bentuk kewaspadaan masyarakat dan kesiapan jajaran, mencegah lebih baik daripada kejadian," ujar dia.
Rujukan
- https://megapolitan.kompas.com/read/2019/05/13/20185281/hoaks-pesan-whatsapp-tentang-penyerangan-warga-ke-matraman
- https://news.detik.com/berita/d-4546206/tangkis-isu-penyerangan-di-matraman-malam-ini-polisi-patroli-gabungan
- https://www.liputan6.com/news/read/3964051/polisi-tegaskan-pesan-berantai-warga-tanjung-priok-serang-matraman-hoaks
(GFD-2019-2326) [SALAH] “INI DI CILENGSI”
Sumber: twitter.comTanggal publish: 14/05/2019
Berita
“Bukan main!”.
Hasil Cek Fakta
Bukan di “CILENGSI”, lokasi foto halte yang dibagikan oleh SUMBER sebenarnya adalah di Kollam, Kerala, India. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
(GFD-2019-2345) Video “Siaran Kecurangan Pilpres TV Al Jazeera”
Sumber: facebook.com, twitter.comTanggal publish: 14/05/2019
Berita
Beredarnya sebuah video berjudul “Siaran Kecurangan Pilpres TV Al Jazeera” di media sosial maupun aplikasi percakapan.
Banyak warganet yang menyebarkan video tersebut dengan diberikan narasi yang bermuatan negatif.
"*TV Al-Jazeera* menyiarkan kecurangan Pemilu di Indonesia, bikin geger Dunia. Pemilu curang telah dipertontonkan oleh Rezim Jokowi yang merusak citra Indonesia dimata dunia, demokrasi sudah mati di Indonesia. Itu Wiranto kalau berani suruh tutup…" salah satu narasinya.
Di dalam video tersebut mencuplik berita Al Jazeera berbahasa Arab. Terdapat potongan wawancara politikus Fahri Hamzah yang dialih suara dengan bahasa Arab dan petugas Bawaslu yang menghamburkan kertas yang tampak seperti lembaran C1.
Banyak warganet yang menyebarkan video tersebut dengan diberikan narasi yang bermuatan negatif.
"*TV Al-Jazeera* menyiarkan kecurangan Pemilu di Indonesia, bikin geger Dunia. Pemilu curang telah dipertontonkan oleh Rezim Jokowi yang merusak citra Indonesia dimata dunia, demokrasi sudah mati di Indonesia. Itu Wiranto kalau berani suruh tutup…" salah satu narasinya.
Di dalam video tersebut mencuplik berita Al Jazeera berbahasa Arab. Terdapat potongan wawancara politikus Fahri Hamzah yang dialih suara dengan bahasa Arab dan petugas Bawaslu yang menghamburkan kertas yang tampak seperti lembaran C1.
Hasil Cek Fakta
Pihak Al Jazeera Tv langsung membuat surat klarifikasi kepada awak media terkait viralnya video tersebut.
Dibawah ini surat siaran pers klarifikasinya ;
Sehubungan dengan tersebarnya sebuah video berjudul “Siaran Kecurangan Pilpres TV Al Jazeera” di media sosial maupun aplikasi percakapan, Al Jazeera Media Network Biro Jakarta bermaksud menyampaikan keterangan sebagai berikut:
1. Al Jazeera Media Network menyesalkan beredarnya video “Siaran Kecurangan Pilpres TV Al Jazeera” karena menggunakan tayangan berita Al Jazeera Media Network yang telah diedit dan diberi caption di luar konteks berita sehingga dapat membingungkan penontonnya.
2. Al Jazeera Media Network selalu berpegang kuat pada prinsip obyektifitas dan cover both sides dalam setiap peliputan termasuk pada penyelenggaraan Pemilihan Umum Indonesia 2019.
3. Al Jazeera Media Network mengimbau semua pihak untuk menggunakan situs maupun akun media sosial resmi kami agar terhindar dari konten hoax atau informasi yang menyesatkan dengan mengatasnamakan Al Jazeera Media Network.
4. Peristiwa ini merupakan kali kedua menimpa Al Jazeera Media Network sepanjang Pemilihan Umum 2019 sehingga kami mempertimbangkan untuk menggunakan langkah hukum terhadap pihak yang berupaya merusak kredibilitas media kami dengan menyebar konten hoax atau informasi menyesatkan dengan mengatasnamakan Al Jazeera Media Network.
Demikian pernyataan ini kami sampaikan. Terima kasih.
Sohaib Jassim
Kepala Biro Jakarta
Al Jazeera Media Network
Dibawah ini surat siaran pers klarifikasinya ;
Sehubungan dengan tersebarnya sebuah video berjudul “Siaran Kecurangan Pilpres TV Al Jazeera” di media sosial maupun aplikasi percakapan, Al Jazeera Media Network Biro Jakarta bermaksud menyampaikan keterangan sebagai berikut:
1. Al Jazeera Media Network menyesalkan beredarnya video “Siaran Kecurangan Pilpres TV Al Jazeera” karena menggunakan tayangan berita Al Jazeera Media Network yang telah diedit dan diberi caption di luar konteks berita sehingga dapat membingungkan penontonnya.
2. Al Jazeera Media Network selalu berpegang kuat pada prinsip obyektifitas dan cover both sides dalam setiap peliputan termasuk pada penyelenggaraan Pemilihan Umum Indonesia 2019.
3. Al Jazeera Media Network mengimbau semua pihak untuk menggunakan situs maupun akun media sosial resmi kami agar terhindar dari konten hoax atau informasi yang menyesatkan dengan mengatasnamakan Al Jazeera Media Network.
4. Peristiwa ini merupakan kali kedua menimpa Al Jazeera Media Network sepanjang Pemilihan Umum 2019 sehingga kami mempertimbangkan untuk menggunakan langkah hukum terhadap pihak yang berupaya merusak kredibilitas media kami dengan menyebar konten hoax atau informasi menyesatkan dengan mengatasnamakan Al Jazeera Media Network.
Demikian pernyataan ini kami sampaikan. Terima kasih.
Sohaib Jassim
Kepala Biro Jakarta
Al Jazeera Media Network
Kesimpulan
Video “Siaran Kecurangan Pilpres TV Al Jazeera” ini menggunakan tayangan berita Al Jazeera Media Network yang telah diedit dan diberi caption di luar konteks berita.
Rujukan
(GFD-2019-2358) [SALAH] “Bangunkan saudara2mu #RakyatTahuKalianCurang”
Sumber: twitter.comTanggal publish: 14/05/2019
Berita
“Mahasiswa trisakti dan jayabaya sudah mulai jalan???????? td malam..tdk diliput oleh tv
Alhamdulillah adinda sdh bangun dari tidur syantik.
Bangunkan saudara2mu.
#RakyatTahuKalianCurang”.
Alhamdulillah adinda sdh bangun dari tidur syantik.
Bangunkan saudara2mu.
#RakyatTahuKalianCurang”.
Hasil Cek Fakta
SUMBER membagikan video yang tidak terkait dengan pemilu, Presiden BEM Universitas Trisakti menjelaskan bahwa kegiatan di video tersebut adalah bagian dari ‘Malam Gelora’ untuk mendoakan korban Tragedi Trisakti. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
Halaman: 7527/7794





