• (GFD-2019-2435) [SALAH] “Dibuang Sajaa”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 19/05/2019

    Berita

    Foto Ma'ruf Amin hasil suntingan.

    Hasil Cek Fakta

    Foto Ma’ruf Amin yang dibagikan oleh SUMBER adalah hasil suntingan, menggunakan foto yang sudah beredar sebelumnya di Internet. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

    Rujukan

  • (GFD-2019-2436) [SALAH] “Sore Tadi Para Dayak Berbondong2 Ke Jakarta”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 19/05/2019

    Berita

    “Sore Tadi Para Dayak Berbondong2 Ke Jakarta…..
    Demi KPU Mereka Berbondong2 Untuk Ikut Menjaga KPU Dan Siap Melawan Peopel Power….
    Puluhan Ribu Suku Dayak Mereka Antusias Berbondong2 Untuk Melawan FPI Yang Akan Bikin Rusuh NKRI Tercinta…..
    Pasukan Siap Mati Ini Demi Menjaga NKRI Akan Ber….(lanjut halaman 12)”.

    Hasil Cek Fakta

    Foto yang diedarkan oleh SUMBER adalah hasil tangkapan layar dari video unggahan tahun 2017, bukan peristiwa “Sore Tadi” seperti klaim di narasi. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

    Rujukan

  • (GFD-2019-2433) [BENAR] Dianggap Lecehkan Guru, Iklan Hago Diprotes

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 18/05/2019

    Berita

    “…
    Jadi, itukah yang diinginkan oleh pemerintah kita dalam pembentukan karakter anak-anak kita di sekolah? Sudah di rumahnya sulit dikontrol oleh orangtuanya, ehh … di sekolah sekarang malah didukung bermain games online dan akan masuk kurikulum.
    Trus nanti guru-gurunya bakal ada diklat games online dong? Apa guru-guru import itu yang akan ngajarin cara bermain games online yang baik dan benar supaya anak-anak kita sukses jadi pecandu gadget?
    …”

    Hasil Cek Fakta

    Klarifikasi dari Hago: “Tidak ada niat dari kami beserta tim untuk menggambarkan suatu profesi dengan tidak sepantasnya. Konten terkait sudah kami hapus dari seluruh kanal resmi kami dan kami akan melakukan evaluasi proses internal sehingga hal tersebut tidak terjadi lagi di masa mendatang”, selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

    Rujukan

  • (GFD-2019-2431) [SALAH] Video dan Foto Korban Tawuran di Jembatan Siak IV, Pekanbaru

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 17/05/2019

    Berita

    Video dan foto yang diklaim sebagai korban tawuran di Jembatan Siak IV, Pekanbaru menyebar di media sosial dan digunakan oleh sebuah media daring lokal sebagai foto artikel. Ada beberapa foto yang menampilkan korban dengan luka bacokan hingga tangan terputus. Sedangkan, videonya berisikan seorang lelaki dengan luka menganga di bagian punggung.

    Berikut beberapa narasinya:

    1) Ya allah kasihan, kurang kerjaan lha pulak ko kawan,,,

    #korban tawuran jembatan siak lV pekanbaru

    2) tawuran di pekanbaru

    3) Salah seorang korban tawuran di Jembatan Siak IV Pekanbaru yang tangannya putus kena sabetan samurai. (Foto: istimewa)

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran pemberitaan, diketahui bahwa foto dan video tersebut tidak terkait dengan peristiwa tawuran di Jembatan Siak IV, Pekanbaru. Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto menyatakan bahwa foto dan video yang tersebar tersebut tidak benar atau hoaks. “Tak ada korban yang putus tangan seperti foto-foto yang beredar saat ini, dan juga tidak ada korban dengan sejumlah luka si bagian belakangnya seperti dalam video. Itu semua hoaks,” kata Sunarto.

    Sunarto menjelaskan, pada peristiwa tawuran di Jembatan Siak IV memang ada empat korban. Namun, mereka tidak mengalami luka seperti yang ada di video sadis yang viral tersebut.

    “Yang ada di lapangan, ada empat korban yaitu korban berinisial RA mengalami luka sayatan di bagian pergelangan tangan kanan, A di bagian kepala dirawat di RS Ibnu Sina, dan dua lainnya luka-luka dirawat di RSUD Arifin Ahmad,” ujar Sunarto.

    Atas beredarnya video dan foto tersebut, Sunarto mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membagikannya kembali di media sosial pribadi. “Kita imbau kepada masyarakat pengguna medsos untuk tidak menge-share foto-foto dan video tersebut, sebab hal ini akan memperuncing persoalan yang sebenarnya tidak sedemikian adanya,” pinta Sunarto.

    Perihal awal mula peristiwa itu, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto menjelaskan, terjadi karena adanya salah paham antara dua kelompok pemuda. “Awalnya ada kesalahpahaman antara dua kelompok pemuda ketika berbuka puasa, yang menimbulkan miskomunikasi dan akhirnya terjadi keributan,” ungkapnya.

    Dampak dari keributan tersebut, lanjut dia, berdampak luas yang berujung kelompok A membawa rekan-rekannya, begitu juga dengan kelompok B.

    Keributan pun tak terhindarkan. Di mana, kedua kubu saling serang menggunakan senjata tajam dan juga kayu di pangkal Jembatan Siak IV. Polisi yang mendapat informasi langsung ke tempat kejadian menenangkan massa.

    Rujukan