“Prof Ronnie Higuchi Rusli (pakar IT, statistik dan guru besar UI) dipanggil Bawaslu sbg ahli kesahihan QC lembaga2 survey. Tak ada satu pun surveyor QC yg mau hadir. Menariknya, kata Prof Ronnie, semua anggota Bawaslu dan KPU hanya plonga plongo melihat rumus2 yg disajikan beliau. Tak ada yg bisa tanya kpd Prof Ronnie. …”
Salinan narasi selengkapnya di (3) bagian REFERENSI.
(GFD-2019-2233) [SALAH] “semua anggota Bawaslu dan KPU hanya plonga plongo”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 12/05/2019
Berita
Hasil Cek Fakta
Klarifikasi Bawaslu: “SAKSI AHLI YANG DIHADIRKAN OLEH PIHAK BPN PRABOWO-SANDI, BUKAN SAKSI AHLI DARI BAWASLU”. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
(GFD-2019-2234) Ulin Yusron dengan menyebar informasi data pribadi orang yang diduga ada dalam video berisi seorang laki-laki yang menyebut akan "memenggal kepala Jokowi"
Sumber: twitter.comTanggal publish: 12/05/2019
Berita
Video berisi seorang laki-laki yang menyebut akan "memenggal kepala Jokowi" viral di media sosial Twitter. Video tersebut diambil saat sekelompok orang yang menamakan diri Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan dan Kebenaran (GERAK) melakukan unjuk rasa di depan Kantor Bawaslu RI, Kamis (9/5/2019) lalu.
Hal itu kemudian ditanggapi beragam oleh warganet. Salah satunya adalah Ulin Yusron dengan menyebar informasi data pribadi orang yang diduga ada dalam video tersebut. Ulin menyebar dua nama yang diduga sebagai pelaku yang mengancam bakal memenggal kepala Presiden Joko Widodo melalui akun twitternya @ulinyusron
"Ini orangnya. Silahkan diproses sesuai hukum yang berlaku!" cuit Ulin pada 11 Mei 2019, sembari menyebar data pribadi seorang lelaki bernama Cep Yanto. Dalam kicauan lainnya, Ulin juga menyebar data pribadi lelaki dengan nama Dheva Suprayoga.
Namun, dua twit tersebut kini telah dihapus.
Rekam digital tweet tersebut bisa diakses di : http://tiny.cc/i0bl6y
Hal itu kemudian ditanggapi beragam oleh warganet. Salah satunya adalah Ulin Yusron dengan menyebar informasi data pribadi orang yang diduga ada dalam video tersebut. Ulin menyebar dua nama yang diduga sebagai pelaku yang mengancam bakal memenggal kepala Presiden Joko Widodo melalui akun twitternya @ulinyusron
"Ini orangnya. Silahkan diproses sesuai hukum yang berlaku!" cuit Ulin pada 11 Mei 2019, sembari menyebar data pribadi seorang lelaki bernama Cep Yanto. Dalam kicauan lainnya, Ulin juga menyebar data pribadi lelaki dengan nama Dheva Suprayoga.
Namun, dua twit tersebut kini telah dihapus.
Rekam digital tweet tersebut bisa diakses di : http://tiny.cc/i0bl6y
Hasil Cek Fakta
Dheva yang dituduh Ulin sebagai pelaku telah menyampaikan klarifikasi bahwa lelaki dalam video yang viral bukan dirinya. Dheva mengaku sebagai siswa Taruna Nusantara dan sedang berada di Kebumen, Jawa Tengah.
Kepolisian juga mengkonfirmasi dua nama yang disebut Ulin bukan lelaki yang ada dalam video.
Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah menangkap pelaku berinisial HS di Bogor, Jawa Barat, Minggu (12/5/2019) pagi.
“Pelaku berinisial HS, ditangkap di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor, hari ini,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono.
Ulin sendiri telah menyampaikan permintaan maaf melalui akun Twitter pribadinya karena telah menyebut nama-nama yang keliru.
"Pria yang Ancam Penggal Kepala Jokowi Ditangkap! Akhirnya. Mohon maaf kepada nama2 yang disebut dan keliru. Ini murni kesalahan menerima informasi dan mengolahnya. Terima kasih yang sudah meramaikan percakapan soal penggal sehingga telah menutupi demo," cuit Ulin, Minggu (12/5/2019) siang.
Kepolisian juga mengkonfirmasi dua nama yang disebut Ulin bukan lelaki yang ada dalam video.
Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah menangkap pelaku berinisial HS di Bogor, Jawa Barat, Minggu (12/5/2019) pagi.
“Pelaku berinisial HS, ditangkap di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor, hari ini,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono.
Ulin sendiri telah menyampaikan permintaan maaf melalui akun Twitter pribadinya karena telah menyebut nama-nama yang keliru.
"Pria yang Ancam Penggal Kepala Jokowi Ditangkap! Akhirnya. Mohon maaf kepada nama2 yang disebut dan keliru. Ini murni kesalahan menerima informasi dan mengolahnya. Terima kasih yang sudah meramaikan percakapan soal penggal sehingga telah menutupi demo," cuit Ulin, Minggu (12/5/2019) siang.
Rujukan
- https://tirto.id/menuduh-orang-sebarkan-data-pribadinya-ulin-yusron-dikecam-dA7Y
- https://turnbackhoax.id/2019/05/11/salah-atas-nama-dheva-suprayoga/
- https://twitter.com/penguasahati/status/1127124971459792896?s=19
- https://metro.tempo.co/read/1204576/polisi-tangkap-pria-yang-ancam-penggal-kepala-jokowi
- https://twitter.com/ulinyusron/status/1127442020622987264
(GFD-2019-2231) [SALAH] "ibu2 pedagang di siram air panas oleh FPI"
Sumber: facebook.comTanggal publish: 11/05/2019
Berita
“ibu2 pedagang di siram air panas oleh FPI”
Hasil Cek Fakta
Bukan pedagang, SUMBER membagikan foto yang tidak ada kaitannya dengan klaim yang disebutkan di narasi. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
(GFD-2019-2230) Petugas KPPS Bandung Meninggal Diracun
Sumber: facebook.comTanggal publish: 10/05/2019
Berita
Di media sosial beredar, petugas KPPS bernama Sita Fitriati asal Kota Bandung meninggal akibat kandungan racun di dalam tubuhnya. Kabar meninggalnya Sita itu disebarkan oleh pemilik akun Facebook bernama Dody Fajar. Dalam postingannya itu, dia menyampaikan informasi terkait meninggalnya Sita Fitriati seorang anggota KPPS 32, RW 12, Kelurahan Kebon Jayanti, Kota Bandung.
Kemudian dijelaskan dalam postingannya, bila almarhumah merupakan mahasiswi tingkat akhir berusia 21 tahun. Selain itu terdapat keterangan diduga penyebab meninggalnya petugas tersebut.
“Ditemukan zat kimia C11H16NO2PS dalam tubuh korban KPPS, efek dari Racun….VX (nama IUPAC: O-ethyl S-[2- (diisopropylmino) ethyl] methyphosphonothioate) merupakan senyawa golongan organofosfat yang sangat beracun,” tulisnya dalam postingan tersebut.
Selain itu, dalam postingan itu juga menampilkan dua foto atau gambar. Foto pertama memperlihatkan adanya gambar dengan tulisan ‘Misteri Kematian Petugas KPPS 2019’. Sementara foto ke dua nampak dua orang perempuan dan salah satunya diduga sebagai petugas meninggal.
Kabar yang sama juga dibagikan oleh akun twitter bernama PEJUANG PADI @5thsekali. Sama dengan Dody Fajar, akun PEJUANG PADI juga menuliskan keterangan dan mencantumkan foto tersebut.
Saat ini, kedua akun tersebut sudah tidak bisa diakses.
Kemudian dijelaskan dalam postingannya, bila almarhumah merupakan mahasiswi tingkat akhir berusia 21 tahun. Selain itu terdapat keterangan diduga penyebab meninggalnya petugas tersebut.
“Ditemukan zat kimia C11H16NO2PS dalam tubuh korban KPPS, efek dari Racun….VX (nama IUPAC: O-ethyl S-[2- (diisopropylmino) ethyl] methyphosphonothioate) merupakan senyawa golongan organofosfat yang sangat beracun,” tulisnya dalam postingan tersebut.
Selain itu, dalam postingan itu juga menampilkan dua foto atau gambar. Foto pertama memperlihatkan adanya gambar dengan tulisan ‘Misteri Kematian Petugas KPPS 2019’. Sementara foto ke dua nampak dua orang perempuan dan salah satunya diduga sebagai petugas meninggal.
Kabar yang sama juga dibagikan oleh akun twitter bernama PEJUANG PADI @5thsekali. Sama dengan Dody Fajar, akun PEJUANG PADI juga menuliskan keterangan dan mencantumkan foto tersebut.
Saat ini, kedua akun tersebut sudah tidak bisa diakses.
Hasil Cek Fakta
Kabar itu dibantah langsung oleh keluarga Sita Fitriati petugas KPPS yang meninggal tersebut. Menurut pihak keluarga, Sita meninggal bukan karena racun seperti yang dijelaskan dalam postingan itu.
Muhammad Rizal kaka dari Sita Fitriati menuturkan, adiknya meninggal pada Rabu (8/5/2019) lalu. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, adiknya sempat menjalani perawatan selama tiga hari.
“Meninggalnya itu kemarin tanggal 8 Mei, sebelum meninggal di rumah sakit (dirawat dulu) tiga hari,” kata Rizal saat dihubungi, Jumat (10/5/2019).
Rizal mengaku cukup terkejut kabar meninggal adiknya itu menjadi bahan hoaks oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Apalagi beberapa informasi yang disampaikan salah, seperti umur dan juga nomor TPS.
“Kalau nama memang benar, tapi untuk usia adik saya bukan 21 tapi 23 tahun. Terus TPS-nya juga bukan 32 tapi TPS 33,” ucapnya.
Rizal mengaku cukup terkejut kabar meninggal adiknya itu menjadi bahan hoaks oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Apalagi beberapa informasi yang disampaikan salah, seperti umur dan juga nomor TPS.
“Kalau nama memang benar, tapi untuk usia adik saya bukan 21 tapi 23 tahun. Terus TPS-nya juga bukan 32 tapi TPS 33,” ucapnya.
Paling parah, kata dia, dalam berita hoaks itu memampangkan foto yang salah. Menurutnya foto yang ditampilkan bukan foto adiknya melainkan foto orang lain.
“Saya juga heran, ko berita hoaks kayak gini. Itu sudah ngawur, foto juga salah, latar belakang pendidikan juga bukan,” ujar Rizal.
“Terus fotonya itu bukan adik saya, yang dilingkari itu kebetulan anaknya pak RW, dan itu orangnya masih hidup,” kata dia.
Keluarga korban menyayangkan kabar hoaks tersebut sengaja diciptakan oleh orang yang tak bertanggungjawab demi kepentingan politik. Pihak keluarga telah melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian. Hal ini disampaikan oleh kakak korban bernama Syra Siti Rohmah melalui akun Instagram @syrasiti.
Syra mengakui, keluarga sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan klarifikasi atas kabar hoaks yang beredar tersebut.
Namun, ternyata peredaran kabar hoaks begitu cepat dan luas sehingga pihak keluarga memutuskan untuk melaporkannya ke polisi.
Muhammad Rizal kaka dari Sita Fitriati menuturkan, adiknya meninggal pada Rabu (8/5/2019) lalu. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, adiknya sempat menjalani perawatan selama tiga hari.
“Meninggalnya itu kemarin tanggal 8 Mei, sebelum meninggal di rumah sakit (dirawat dulu) tiga hari,” kata Rizal saat dihubungi, Jumat (10/5/2019).
Rizal mengaku cukup terkejut kabar meninggal adiknya itu menjadi bahan hoaks oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Apalagi beberapa informasi yang disampaikan salah, seperti umur dan juga nomor TPS.
“Kalau nama memang benar, tapi untuk usia adik saya bukan 21 tapi 23 tahun. Terus TPS-nya juga bukan 32 tapi TPS 33,” ucapnya.
Rizal mengaku cukup terkejut kabar meninggal adiknya itu menjadi bahan hoaks oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Apalagi beberapa informasi yang disampaikan salah, seperti umur dan juga nomor TPS.
“Kalau nama memang benar, tapi untuk usia adik saya bukan 21 tapi 23 tahun. Terus TPS-nya juga bukan 32 tapi TPS 33,” ucapnya.
Paling parah, kata dia, dalam berita hoaks itu memampangkan foto yang salah. Menurutnya foto yang ditampilkan bukan foto adiknya melainkan foto orang lain.
“Saya juga heran, ko berita hoaks kayak gini. Itu sudah ngawur, foto juga salah, latar belakang pendidikan juga bukan,” ujar Rizal.
“Terus fotonya itu bukan adik saya, yang dilingkari itu kebetulan anaknya pak RW, dan itu orangnya masih hidup,” kata dia.
Keluarga korban menyayangkan kabar hoaks tersebut sengaja diciptakan oleh orang yang tak bertanggungjawab demi kepentingan politik. Pihak keluarga telah melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian. Hal ini disampaikan oleh kakak korban bernama Syra Siti Rohmah melalui akun Instagram @syrasiti.
Syra mengakui, keluarga sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan klarifikasi atas kabar hoaks yang beredar tersebut.
Namun, ternyata peredaran kabar hoaks begitu cepat dan luas sehingga pihak keluarga memutuskan untuk melaporkannya ke polisi.
Rujukan
- https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-4544311/viral-petugas-kpps-bandung-tewas-diracun-keluarga-hoaks
- https://www.antaranews.com/berita/864879/hoakskabar-anggota-kpps-di-bandung-meninggal-karena-racun
- https://www.suara.com/news/2019/05/10/205313/viral-petugas-kpps-bandung-tewas-diracun-keluarga-pastikan-hoaks
Halaman: 7529/7794






