“”GILA … TERNYATA BARESKRIM MABES POLRI DI GAMBIR JADI PUSAT KENDALI SITUNG KPU ‼
ALHAMDULILLAH PENYUSUP TERLACAK ‼
KATA PAKAR ITB , ADA INTRUDER DI SITUNG KPU ……..
INTRUDER BERFUNGSI MENGUBAH DATA UNTUK DISESUAIKAN DENGAN HASIL QUICK COUNT ……
Dengan intruder ini , maka perolehan suara paslon 02 tidak akan mampu menyalip posisi 01
Bahkan mendekati pun tidak , meski ada suara tambahan besar2an pada paslon 02 .
…”
Salinan narasi selengkapnya di (3) bagian REFERENSI.
(GFD-2019-1974) [SALAH] “BARESKRIM POLRI GAMBIR JADI PUSAT KENDALI SITUNG KPU”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 04/05/2019
Berita
Hasil Cek Fakta
Situng BUKAN yang menentukan hasil pemilu secara nasional karena proses penetapan berdasarkan BERITA ACARA MANUAL yang dilakukan berjenjang di masing-masing tingkatan, selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
(GFD-2019-1967) Risma Walikota Surabaya Marah Besar dengan KPU dan Bawaslu
Sumber: facebook.comTanggal publish: 03/05/2019
Berita
Beredar video seorang perempuan berorasi di depan sebuah gedung dan sejumlah aparat Kepolisian, bertuliskan Wali Kota Surabaya Ibu Risma di media sosial. Dalam video tersebut wajah sang perempuan tampak tidak ditayangkan secara jelas, dan hanya terdengar suaranya saja yang lantang menggunakan alat pengeras suara.
Hasil Cek Fakta
Atas beredarnya video yang menyangkut nama Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini itu, Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya M Fikser memberikan pernyataan tegas bahwa sosok perempuan itu bukanlah Wali Kota Surabaya.
“Sosok di video itu bukan Wali Kota Surabaya, Ibu Tri Rismaharini. Video tersebut juga tidak berlokasi di Surabaya,” kata M Fikser, Kamis (2/5/2019).
Berdasarkan pernyataan M Fikser, jelas bahwa video yang berdurasi 2 menit 5 detik tersebut adalah hoax.
Klarifikasi ini juga dimuat di akun fanspage terverifikasi milik Humas Pemkot Surabaya dengan narasi :
“KLARIFIKASI VIDEO HOAX ATAS NAMAKAN BU RISMA!
Pemkot Surabaya menyatakan bahwa video ini tidak benar Bu risma terlibat dalam video ini.
Dalam video ini, kejadiannya juga tidak berada di Surabaya.
Yuk kita jangan ikut dalam menyebarkan video hoax!!”
Setelah ditelusuri, orasi wanita tersebut ternyata adalah bagian dari aksi yang dilakukan puluhan orang tergabung dalam Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Jumat, 26 April 2019. Mereka menuntut lembaga penyelenggara Pemilu itu untuk tidak curang dalam penghitungan suara pemilu.
Massa tampak berkumpul di depan kantor KPU yang terletak di Sumber, Banjarsari, Solo. Sebuah truk yang dimodifikasi menjadi panggung orasi juga terparkir di depan pintu masuk kantor itu.
Sejumlah personel Kepolisian dan TNI berjaga-jaga di sekitar kantor itu. Polisi juga memasang kawat berduri untuk yang diletakkan depan kantor KPU.
Fakta ini diperkuat setelah tangkapan layar dari video tersebut dibandingkan dengan foto yang dimuat di situs viva.co.id dan foto tampilan depan kantor KPU Surakarta yang dimuat di Goggle Maps.
“Sosok di video itu bukan Wali Kota Surabaya, Ibu Tri Rismaharini. Video tersebut juga tidak berlokasi di Surabaya,” kata M Fikser, Kamis (2/5/2019).
Berdasarkan pernyataan M Fikser, jelas bahwa video yang berdurasi 2 menit 5 detik tersebut adalah hoax.
Klarifikasi ini juga dimuat di akun fanspage terverifikasi milik Humas Pemkot Surabaya dengan narasi :
“KLARIFIKASI VIDEO HOAX ATAS NAMAKAN BU RISMA!
Pemkot Surabaya menyatakan bahwa video ini tidak benar Bu risma terlibat dalam video ini.
Dalam video ini, kejadiannya juga tidak berada di Surabaya.
Yuk kita jangan ikut dalam menyebarkan video hoax!!”
Setelah ditelusuri, orasi wanita tersebut ternyata adalah bagian dari aksi yang dilakukan puluhan orang tergabung dalam Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Jumat, 26 April 2019. Mereka menuntut lembaga penyelenggara Pemilu itu untuk tidak curang dalam penghitungan suara pemilu.
Massa tampak berkumpul di depan kantor KPU yang terletak di Sumber, Banjarsari, Solo. Sebuah truk yang dimodifikasi menjadi panggung orasi juga terparkir di depan pintu masuk kantor itu.
Sejumlah personel Kepolisian dan TNI berjaga-jaga di sekitar kantor itu. Polisi juga memasang kawat berduri untuk yang diletakkan depan kantor KPU.
Fakta ini diperkuat setelah tangkapan layar dari video tersebut dibandingkan dengan foto yang dimuat di situs viva.co.id dan foto tampilan depan kantor KPU Surakarta yang dimuat di Goggle Maps.
Rujukan
(GFD-2019-1962) [SALAH] Menpora Imam Nahrawi Mundur Dari Jabatannya
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 02/05/2019
Berita
Beredar pesan berantai melalui aplikasi pesan Whatsapp tentang mundurnya Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi. Dalam pesan itu, tidak disebutkan kapan tanggal dan sumbernya secara jelas. Berikut narasinya:
INFO
Dari sebelah
Imam Nahrawi kabarnya malam ini mau mengundurkan diri sebagai menpora tp blm tahu lokasi di istana atau dmn
pantau semuanya ya
INFO
Dari sebelah
Imam Nahrawi kabarnya malam ini mau mengundurkan diri sebagai menpora tp blm tahu lokasi di istana atau dmn
pantau semuanya ya
Hasil Cek Fakta
Setelah melakukan penelusuran, diketahui bahwa pesan tersebut tidak benar. Sebab, beberapa pihak terkait sudah memberikan bantahannya. Bantahan pertama dari Deputi Pengembangan Pemuda di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Asrorun Niam Sholeh pada 30 April 2019 menyatakan bahwa kabar tersebut hoaks. Apalagi, saat diminta keterangannya oleh awak media, Asrorun menyatakan dirinya tengah bersama Imam saat diminta konfirmasi.
“Itu hoaks. Info dari siapa? Ini saya lagi sama dia (Imam),” kata Asrorun saat dihubungi awak media pada Selasa Malam, 30 April 2019.
Asrorun menjelaskan, pertemuan antara Menpora dengan Presiden Joko Widodo membahas SEA Games.
Senada dengan Asrorun, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto pun membantahnya. Menurut Gatot, kabar pengunduran diri Imam Nahrawi yang telah diterima awak media hanya rumor belaka alias hoaks.
“Enggak benar, karena enggak ada info. Hoaks,” ujar Gatot.
Bantahan kedua dinyatakan oleh elite Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Wakil Sekretaris Jenderal PKB, Lukmanul Khakim menegaskan, isu tersebut adalah hoaks. “Tidak benar. Itu hoax. Tidak tahu siapa yang menyebarkan. Mas Imam masih Menpora,” kata Lukman.
Senada dengan Lukman, Ketua DPP PKB, Abdul Kadir Karding menyatakan hal yang sama, yakni isu mundurnya Imam sebagai Menpora adalah hoaks. Ia menekankan bahwa kedatangan Imam ke Istana untuk menemui Jokowi bukan pamitan sebagai menteri. Namun, ada pembahasan terkait persiapan Sea Games 2019.
“Enggak benar itu. Saya sudah ngomong ke mas Imam. Itu kan ke Istana ngomong soal Sea Games 2019 di Filipina,” tutur Karding.
Dan, bantahan terakhir dikemukakan oleh Imam Nahrawi sendiri. Ia menegaskan, isu yang menyatakan dirinya mengundurkan diri dari jabatannya merupakan hoaks. “Wah, itu berita hoaks,” kata Imam.
Imam mengaku, baru mengetahui mengenai pesan broadcast yang menyebut kehadirannya ke Istana sore ini untuk menyampaikan permohonan pengunduran diri kepada Presiden Jokowi. “Wah, saya kok baru dengar,” ujar Imam.
Menurut Imam, pertemuannya dengan Jokowi untuk membahas persiapan SEA Games 2019 dan Olimpiade 2020. “Soal persiapan menuju SEA Games 2019 dan Olimpiade 2020,” sambungnya.
“Itu hoaks. Info dari siapa? Ini saya lagi sama dia (Imam),” kata Asrorun saat dihubungi awak media pada Selasa Malam, 30 April 2019.
Asrorun menjelaskan, pertemuan antara Menpora dengan Presiden Joko Widodo membahas SEA Games.
Senada dengan Asrorun, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto pun membantahnya. Menurut Gatot, kabar pengunduran diri Imam Nahrawi yang telah diterima awak media hanya rumor belaka alias hoaks.
“Enggak benar, karena enggak ada info. Hoaks,” ujar Gatot.
Bantahan kedua dinyatakan oleh elite Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Wakil Sekretaris Jenderal PKB, Lukmanul Khakim menegaskan, isu tersebut adalah hoaks. “Tidak benar. Itu hoax. Tidak tahu siapa yang menyebarkan. Mas Imam masih Menpora,” kata Lukman.
Senada dengan Lukman, Ketua DPP PKB, Abdul Kadir Karding menyatakan hal yang sama, yakni isu mundurnya Imam sebagai Menpora adalah hoaks. Ia menekankan bahwa kedatangan Imam ke Istana untuk menemui Jokowi bukan pamitan sebagai menteri. Namun, ada pembahasan terkait persiapan Sea Games 2019.
“Enggak benar itu. Saya sudah ngomong ke mas Imam. Itu kan ke Istana ngomong soal Sea Games 2019 di Filipina,” tutur Karding.
Dan, bantahan terakhir dikemukakan oleh Imam Nahrawi sendiri. Ia menegaskan, isu yang menyatakan dirinya mengundurkan diri dari jabatannya merupakan hoaks. “Wah, itu berita hoaks,” kata Imam.
Imam mengaku, baru mengetahui mengenai pesan broadcast yang menyebut kehadirannya ke Istana sore ini untuk menyampaikan permohonan pengunduran diri kepada Presiden Jokowi. “Wah, saya kok baru dengar,” ujar Imam.
Menurut Imam, pertemuannya dengan Jokowi untuk membahas persiapan SEA Games 2019 dan Olimpiade 2020. “Soal persiapan menuju SEA Games 2019 dan Olimpiade 2020,” sambungnya.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/884549075210962/
- https://turnbackhoax.id/2019/05/02/salah-menpora-imam-nahrawi-mundur-dari-jabatannya/
- https://sport.tempo.co/read/1200856/menpora-mundur-deputi-kemenpora-hoaks
- https://www.beritasatu.com/nasional/551676/kabar-imam-mundur-sebagai-menpora-politisi-pkb-hoax
- https://news.okezone.com/read/2019/04/30/337/2050008/pkb-imam-nahrawi-mundur-dari-menpora-hoaks
- https://bola.kompas.com/read/2019/05/01/04310048/muncul-isu-menpora-imam-nahrawi-mundur-sesmenpora-beri-bantahan
- https://www.viva.co.id/berita/politik/1144760-pkb-bantah-isu-imam-nahrawi-mundur-dari-menpora-hoax-itu
(GFD-2019-1963) HRS Akan Kerahkan People Power, POLRI: Kami Siap Tembak “Mati” Perusuh NKRI Sekalipun Itu Cucu Nabi
Sumber: ghsryhey7547ujrhzs.blogspot.comTanggal publish: 02/05/2019
Berita
Beredar konten di situs ghsryhey7547ujrhzs[dot]blogspot[dot]com yang mengatakan bahwa “HRS Akan Kerahkan People Power, POLRI: Kami Siap Tembak “Mati” Perusuh NKRI Sekalipun Itu Cucu Nabi.”
Dalam artikel ini berisi tentang pernyataan Kapolri yang menyarankan paslon capres dan cawapres Prabowo-Sandi untuk melakukan rekonsiliasi daripada mengerahkan people power yang diwacanakan Habib Rizieq.
Dalam artikel ini berisi tentang pernyataan Kapolri yang menyarankan paslon capres dan cawapres Prabowo-Sandi untuk melakukan rekonsiliasi daripada mengerahkan people power yang diwacanakan Habib Rizieq.
Hasil Cek Fakta
Divisi Humas Polri menyatakan bahwa artikel tersebut adalah tidak benar alias hoaks. Melalui akun media sosial Instagram divisihumaspolri, Rabu (1/5/2019) ditegaskan bahwa Kapolri Jenderal Tito Karnavian tidak pernah mengeluarkan pernyataan tersebut.
“Telah beredar konten di Facebook “HRS Akan Kerahkan People Power, POLRI: Kami Siap Tembak “Mati” Perusuh NKRI Sekalipun Itu Cucu Nabi”, adalah Tidak Benar/ HOAX. Kapolri, Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D., tidak pernah mengeluarkan statement/ Pernyataan tersebut.”
Saring Sebelum Sharing.
Dalam akun resmi Divisi Humas Polri itu juga dicantumkan hastag #TangkalHoax, #SaringSebelumSharing, #LawanHoax.
Penelusuran Bisnis.com, tidak ada kutipan yang sesuai dengan judul artikel. Kemudian, pernyataan yang dikutip bukan dari Kapolri tetapi Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin yang diwawancarai Tirto.id tentang saran terhadap kubu Prabowo-Sandi menyikapi hasil hitung cepat dan rekapitulasi KPU.
Selain itu, setelah dilakukan penelurusuran, situs ghsryhey7547ujrhzs[dot]blogspot[dot]com ini adalah situs yang dibuat oleh pemilik akun blogger yang sama dengan akun yang membuat situs operain[dot]blogspot[dot]com yang sering dilaporkan sebagai situs penyebar hoaks dan saat ini sudah dihapus oleh Google.
“Telah beredar konten di Facebook “HRS Akan Kerahkan People Power, POLRI: Kami Siap Tembak “Mati” Perusuh NKRI Sekalipun Itu Cucu Nabi”, adalah Tidak Benar/ HOAX. Kapolri, Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D., tidak pernah mengeluarkan statement/ Pernyataan tersebut.”
Saring Sebelum Sharing.
Dalam akun resmi Divisi Humas Polri itu juga dicantumkan hastag #TangkalHoax, #SaringSebelumSharing, #LawanHoax.
Penelusuran Bisnis.com, tidak ada kutipan yang sesuai dengan judul artikel. Kemudian, pernyataan yang dikutip bukan dari Kapolri tetapi Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin yang diwawancarai Tirto.id tentang saran terhadap kubu Prabowo-Sandi menyikapi hasil hitung cepat dan rekapitulasi KPU.
Selain itu, setelah dilakukan penelurusuran, situs ghsryhey7547ujrhzs[dot]blogspot[dot]com ini adalah situs yang dibuat oleh pemilik akun blogger yang sama dengan akun yang membuat situs operain[dot]blogspot[dot]com yang sering dilaporkan sebagai situs penyebar hoaks dan saat ini sudah dihapus oleh Google.
Rujukan
Halaman: 7532/7794





