• (GFD-2019-2866) [SALAH] Video Menag dan Forum LGBTIQ Penerima Penghargaan

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 20/07/2019

    Berita

    “Kiamat makin dekat” istigfhar bareng2 yuuu”.

    Hasil Cek Fakta

    Pelintiran daur ulang. Per tahun 2016 sudah diklarifikasi bahwa kehadiran Menag adalah untuk menyampaikan orasi kebudayaan, tidak bisa mengintervensi penetapan penerima penghargaan.

    Selengkapnya di PENJELASAN dan REFERENSI.

    Rujukan

  • (GFD-2019-2867) [SALAH] “Khoirul Anwar Penemu 4G LTE”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 20/07/2019

    Berita

    “Khoirul Anwar dianggap gila. Ditertawakan. Bahkan dicemooh. Idenya dianggap muskil. Tak masuk akal. Semua ilmuwan yang berkumpul di Hokkaido, Jepang, itu menganggap pemikiran yang dipresentasikan itu tak berguna. …”

    Salinan narasi selengkapnya di (3) bagian REFERENSI.

    Hasil Cek Fakta

    Pelintiran daur ulang. Per tahun 2014 sudah diklarifikasi oleh yang bersangkutan bahwa yang ditemukan dan dipatenkan adalah konsep dua FTT, dan 4G LTE seharusnya lebih tepat disebut “disepakati” daripada “ditemukan”.

    Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

    Rujukan

  • (GFD-2019-2835) [SALAH] Seorang Suporter Meninggal Pada Laga Tira-Persikabo VS Persija

    Sumber: kompasnews.com
    Tanggal publish: 17/07/2019

    Berita

    Tersebar berita telah meninggalnya seorang suporter pada laga Tira-Persikabo VS Persija pada 16 Juli 2019 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat. Pada laga tersebut sempat terjadi kerusuhan di akhir laga. Dari peristiwa kerusuhan itu, diberitakan memakan korban meninggal dari pihak Jakmania. Berikut kutipan narasi pemberitaannya:

    Tira-Persikabo VS tamunya Persija Jakarta Tumbalkan Satu Nyawa

    KOMPAS News-Laga lanjutan Liga 1 2019 antara Tira-Persikabo melawan tamunya Persija Jakarta,berakhir bentrok. Dikabarkan, satu orang tewas dalam insiden tersebut.
    “Ada satu orang tewas, dia (korban, red) lagsung di bawa ke rumah sakit, ” tukas saksi mata,Suhendri pada Kompas News,
    ‘Selasa (16/7).
    Menurutnya, korban yang belum diketahui namanya tersebut menjadi bulan-bulanan karena dianggap provokator.
    “Dia dari persija, tapi masuk ke sini (persikabo, red) dan memanas-manasi penonton, ” ucapnya.
    Ia bercerita, bentrokan terjadi usai pertandingan. Diawali dari saling ejek antar suporter.
    “Awalnya adem-adem saja. Selesai tanding tiba-tiba saling menghina dan mulai saling pukul, ” tukasnya.
    Hingga berita ini dirilis, pihak kepolisian belum memberikan informasi lebih lanjut.
    (untung)

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa informasi itu tidak benar. Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspitasari membantah kabar yang menyebutkan seorang suporter meninggal saat kerusuhan yang terjadi usai laga.

    “Tidak ada laporan masuk (soal suporter meninggal). Pertandingan berjalan lancar,” ujar Ita.

    Bantahan pun disampaikan oleh perwakilan Manajemen Tira-Persikabo. Media Officer Tira Persikabo, Nandang Permana Sidik menyebutkan bahwa kabar itu hoaks karena ia telah melakukan kunjungan ke rumah sakit dan tidak ditemukan adanya korban jiwa seperti pada kabar yang beredar.

    “Kami melakukan kroscek ke RS Cibinong, kami cek di IGD (Instalasi Gawat Darurat), tidak ada (korban meninggal). Kedua, kami kroscek ke RS Cikaret, juga tidak ada. Lalu, di RS EMC, ada satu korban, tapi sudah pulang,” ujar pria yang akrab disapa Kang Pepe.

    Nandang mengatakan dirinya sudah menghubungi pihak kepolisian. Namun, sejauh ini, kepolisian belum mendapat laporan mengenai adanya korban meninggal dunia usai laga sore tadi.

    “Pihak Kabag Ops dan Intelkam belum menerima kabar (adanya) korban meninggal di daerah hukumnya,” kata Nandang.

    Rujukan

  • (GFD-2019-2824) [SALAH] Deddy Dhukun Meninggal

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 16/07/2019

    Berita

    Beredar di kalangan wartawan pesan berantai yang menyebutkan bahwa Deddy Dhukun telah meninggal dunia. Dalam pesan itu disebutkan bahwa meninggal di RS An Nisa Tangerang. Berikut kutipan narasinya:

    Berita Duka...
    Telah meninggal Dunia pagi ini, Selasa, 16 Juli'2019 pada jm.06.20 di RS An Nisa Tangerang saudaraku tercinta yg kita kenal sebagai Deduk / Deddy Dhukun dalam usia 65 tahun...
    Mohon Doa' nya dan agar dimaafkan segala kesalahannya...
    Akan dimakamkan hari ini di tanah kusir

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa informasi tersebut tidak benar. Glenn Roty, Produser 2D (grup bernaungnya Deddy Dhukun) membantah kabar tersebut. Glenn mengatakan, di malam sebelumnya, yakni Senin 15 Juli 2019, Deddy masih beraktivitas seperti biasa.

    “Kayaknya nggak deh, nggak itu nggak bener. Hoaks. Karena nggak mungkin kalau Deddy Dhukun kena serangan jantung ya. Soalnya kemaren malem tuh masih kumpul-kumpul,” kata Glenn.

    Tak hanya itu, menurut Glenn ada kejanggalan dalam pesan tersebut. Sebab, dalam pesan itu disebutkan Deddy dibawa ke sebuah rumah sakit di bilangan Tangerang. Padahal, menurut Glenn, kediaman Deddy Dhukun di daerah Ciganjur, Jakarta Selatan.

    “Kalau misalnya kena serangan jantung nggak mungkin jauh-jauh dibawa ke Tangerang. Rumahnya kan di Ciganjur. Paling dia ke Depok atau ke Bogor atau ke Pondok Indah,” dia melanjutkan.

    Perihal kabar itu pun sampai ke Deddy Dhukun. Penyanyi yang beken di tahun 80-an itu menepis kabar dirinya telah meninggal dunia. Deddy menyatakan, dirinya masih sehat walafiat. “Itu gosip brother. Deddy Dhukun sehat walafiat. Hahaha,” kelakar Deddy.

    Deddy pun merasa heran dirinya dikabarkan seperti demikian. “Semalam (Deddy Dhukun) dikabarkan sakit, tadi pagi dikabarkan meninggal,” ucap Deddy heran.

    Meski begitu, Deddy tak mau berburuk sangka. Teman duet mendiang Dian Pramana Poetra ini tetap berpikir positif. “Ya enggak tahu itu kerjaannya siapa. Mungkin yang meninggal Deddy Dhukun yang lain,” ucapnya.

    Rujukan