• (GFD-2020-4861) [SALAH] Kumpulan Mobil di Pool Grab Cinere karena Sopir Tidak Sanggup Bayar Kredit Saat Covid-19

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 10/04/2020

    Berita

    1. Pool Grab Cinere Semoga wabah Covid-19 di Indonesia segera selesai ya Allah sehingga perekonomian segera pulih kembali. #CekalCoronaSaveEkonomi@YRadianto@03__nakula@shinichikudo991@tacubz,” cuit akun Twitter Den mas Pupunk atau @arjuno_ireng01, Rabu (8/4).

    2. “Ini suasana Pool Cinere, Pool Grab, ini orang gak sangup lagi bayar kreditnya jadi dipulangkan saja semuanya, sopirnya pada stres pada pulang kampung, gak bisa makan, gak bisa bayar kontrakan,” bunyi suara seorang pria dalam video yang diunggah akun Twitter @arjuno_ireng01, Rabu (8/4).

    Hasil Cek Fakta

    Akun Twitter Den mas Pupunk atau @arjuno_ireng01 mengunggah video berdurasi 30 detik dengan suasana kumpulan mobil di suatu tempat. Akun itu juga menambahkan narasi sebagai berikut:

    Pool Grab Cinere Semoga wabah Covid-19 di Indonesia segera selesai ya Allah sehingga perekonomian segera pulih kembali. #CekalCoronaSaveEkonomi@YRadianto@03__nakula@shinichikudo991@tacubz,” cuit akun Twitter Den mas Pupunk atau @arjuno_ireng01, Rabu (8/4).

    Dalam video tersebut juga terdengar suara seorang pria yang menyatakan bahwa kumpulan mobil itu adalah milik para sopir Grab Car yang dikembalikan karena sudah tidak sanggup lagi membayar kreditnya. Berikut narasi lengkap dalam video tersebut:

    “Ini suasana Pool Cinere, Pool Grab, ini orang gak sangup lagi bayar kreditnya jadi dipulangkan saja semuanya, sopirnya pada stres pada pulang kampung, gak bisa makan, gak bisa bayar kontrakan,” bunyi suara seorang pria dalam video yang diunggah akun Twitter @arjuno_ireng01, Rabu (8/4).

    Setelah ditelusuri melalui mesin pencari, diketahui cuitan beserta video yang dibagikan akun @arjuno_ireng01 adalah tidak benar atau keliru.

    Public Relations Manager Grab Indonesia, Andre Sebastian menyatakan bahwa kabar yang disebarkan akun Twitter @arjuno_ireng01 adalah hoaks (hoax). Ia menyatakan tempat atau pool dalam video memang benar milik mitra rental Grab under PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI), tetapi tempat tersebut untuk kondisi mobil yang bermacam-macam, bukan terkait pengembalian mobil yang dilakukan beramai – rama karena wabah Covid-19.

    Andre pun menerangkan bahwa pihak Grab Indonesia juga telah mempersiapkan skema bantuan dan langkah-langkah untuk mendukung program pemerintah yang bertujuan untuk membantu mengurangi kendala keuangan yang dihadapi oleh pra mitra Grab.

    Berikut penjelasan Andre dalam artikel bertajuk “[HOAKS] Video Mitra Grab Kembalikan Mobil di Pool Cinere” yang ditayangkan kompas.com pada Kamis (9/4).

    “[HOAKS] Video Mitra Grab Kembalikan Mobil di Pool Cinere

    KOMPAS.com – Sebuah video berisi informasi mengenai adanya deratan mobil yang terparkir diduga berada di Pool Grab di Cinere, Depok, Jawa Barat beredar luas di media sosial, Twitter pada Rabu (8/4/2020). Dalam video tersebut disebutkan bahwa deretan mobil tersebut merupakan mobil sewaan yang dikembalikan oleh mitra Grab lantaran mereka pulang kampung. Namun, setelah dikonfirmasi kepada pihak Grab Indonesia, kabar tersebut tidak benar.

    Narasi yang beredar Berdasarkan penelusuran Kompas.com, salah satu akun Twitter bernama Den mas Pupunk, @arjuno_ireng01 mengunggah video yang menampilkan deretan mobil terparkir di Pool Grab Cinere.

    Ia juga menyebut beberapa akun dalam twitnya.

    “Pool Grab Cinere Semoga wabah Covid-19 di Indonesia segera selesai ya Allah sehingga perekonomian segera pulih kembali. #CekalCoronaSaveEkonomi@YRadianto@03__nakula@shinichikudo991@tacubz,” tulis Den mas Pupunk.

    Selain itu, dalam video berdurasi 30 detik tersebut juga terdengar seorang pria mengungkapkan, deretan mobil tersebut dikembalikan ke pool lantaran mitra Grab memilih pulang kampung dan tidak sanggup lagi merampungkan masa kredit.

    Berikut bunyi pesan tersebut: “Ini suasana Pool Cinere, Pool Grab, ini orang gak sangup lagi bayar kreditnya jadi dipulangkan saja semuanya, sopirnya pada stres pada pulang kampung, gak bisa makan, gak bisa bayar kontrakan”.

    Hingga kini, unggahan tersebut telah di-retwit sebanyak 121 kali dan telah disukai sebanyak 245 kali oleh pengguna Twitter lainnya.

    Penjelasan Grab

    Menanggapi adanya unggahan itu, Public Relations Manager Grab Indonesia, Andre Sebastian menegaskan bahwa informasi yang beredar merupakan hoaks.

    “Jadi, terkait videonya, memang itu tempat poolnya mitra rental Grab under PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI). Sebenarnya tempat tersebut untuk kondisi mobil yang bermacam-macam, seperti butuh perbaikan atau lainnya,” ujar Andre saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (9/4/2020).

    “Bukan karena adanya Covid-19 terus mereka berbondong-bondong mengembalikan mobil itu, enggak seperti itu,” lanjut dia.

    PT TPI merupakan perusahaan angkutan sewa khusus (rental/kendaraan) sekaligus perusahaan mitra terpercaya Grab.

    Program kemitraan

    Andre menjelaskan, mitra Grab Car ada yang memiliki mobil secara individu ada yang bekerja sama dengan pihak rental mobil yakni PT TPI.

    Namun, PT TPI ini merupakan perusahaan leasing yang memiliki sejumlah program untuk meringankan keuangan mitranya.

    “Kalau dari minggu lalu, spesifik dari TPI sendiri memang ada program yang sudah dikomunikasikan ke mitranya, karena mereka juga terkena dampak suasana virus corona, tetapi mereka sudah menyiapkan paket bantuan, salah satunya penundaan biaya rental (penangguhan selama 2 bulan) dan cash reward,” terang Andre.

    Oleh karena itu, diindikasikan ada beberapa mitra yang mengembalikan mobil tersebut secara sukarela untuk mendapatkan cash reward dan program loyalti lainnya.

    Ada juga mitra yang mengembalikan mobil tersebut karena kondisi mobil yang rusak atau butuh perbaikan.

    Di sisi lain, pihak Grab Indonesia telah mempersiapkan skema bantuan dan langkah-langkah untuk mendukung program pemerintah yang bertujuan untuk membantu mengurangi kendala keuangan yang dihadapi oleh pra mitra Grab.

    Adapun langkah-langkah tersebut antara lain:

    Grab bersama TPI tengah menyiapkan program dan inisiatif yang diharapkan dapat meringankan beban serta membantu keberlangsungan pendapatan mitra pengemudi yang juga ikut terkena dampak dari pandemi Covid-19.

    Sejumlah program kerja sama yang disiapkan antara Grab dengan TPI antara lain adalah penundaan biaya rental mobil hingga dua (2) bulan ke depan serta pemberian dana tunai sebagai bagian dari program loyalitas mitra yang tergabung dalam TPI.

    Inisiatif ini akan terlaksana dengan mendapatkan dukungan dari pihak Perbankan.

    Informasi lebih rinci dari program ini telah disampaikan kepada mitra pengemudi yang menjadi anggota TPI dan kebijakan ini akan dievaluasi setelah periode dua bulan.

    Mitra pengemudi anggota TPI juga tetap akan mendapatkan manfaat asuransi kesehatan, asuransi jiwa serta program beasiswa bagi putra-putri mereka yang masih berjalan. Berbagai Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Grab untuk melindungi kesejahteraan para mitra pengemudinya.”

    Kesimpulan

    Public Relations Manager Grab Indonesia, Andre Sebastian menyatakan bahwa tempat atau pool dalam video memang benar milik mitra rental Grab under PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI), tetapi tempat tersebut untuk kondisi mobil yang bermacam-macam, bukan terkait pengembalian mobil yang dilakukan berbondong – bondong karena Covid-19.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4862) [SALAH] Perjalanan Seluruh KA Dari Atau Arah Jakarta Mulai 10 – 23 April Dibatalkan

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 10/04/2020

    Berita

    Beredar di pesan berantai whatsapp dan media sosial yang mengklaim bahwa seluruh perjalanan kereta api baik yang dari ataupun menuju Jakarta dibatalkan mulai 10 hingga 23 april mendatang.

    Hasil Cek Fakta

    Beredar di pesan berantai whatsapp dan media sosial yang mengklaim bahwa seluruh perjalanan kereta api baik yang dari ataupun menuju Jakarta dibatalkan mulai 10 hingga 23 april mendatang.

    Berdasarkan penelusuran, Saat dikonfirmasi, Plt VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, pembatalan KA tersebut menyesuaikan dengan pembatasan jam operasi transportasi umum di DKI Jakarta pada masa PSBB yaitu dari pukul 06.00-18.00 WIB.

    “Pertimbangan pembatalan juga mengacu pada penurunan okupansi dari KA yang sebelumnya dioperasikan,” kata Joni saat dihubungi Kompas.com, Kamis (9/4/2020).

    Setidaknya, 44 perjalanan KA dari dan menuju DKI Jakarta akan dibatalkan perjalanannya mulai 10-23 April 2020. Kendati demikian, imbuh Joni, masih ada 14 perjalanan KA yang akan tetap dijalankan.

    Joni mengungkapkan jumlah KA yang dibatalkan totalnya sebanyak 44 perjalanan KA terdiri dari 36 KA Jarak Jauh dan 8 KA Lokal, dengan rincian 22 KA keberangkatan dari DKI Jakarta dan 22 KA kedatangan menuju DKI Jakarta.

    Adapun 14 KA tersebut memiliki jadwal kedatangan dan keberangkatan di wilayah DKI Jakarta sesuai dengan jam operasi transportasi umum yang telah ditetapkan.

    “KA yang berjalan tetap kami jual hanya 50 persen dari kapasitas tempat duduk.

    Hal ini bertujuan untuk menjaga physical distancing antar penumpang di atas kereta,” katanya lagi. Lebih lanjut, Joni menegaskan bahwa penumpang yang jadwal keretanya batal berangkat akan dikembalikan bea tiketnya 100 persen.

    Sementara itu, melalui laman akun twitter resminya @KAI121, PT KAI menyebut bahwa informasi pembatalan perjalanan KA dari dan menuju Jakarta tidak sepenuhnya benar.

    “Hari ini beredar info bhw seluruh perjalanan KA dari & menuju Jakarta dibatalkan. Railmin konfirmasi hal tsb tidak sepenuhnya benar.

    Terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta, ada bbrp KA (tidak semua KA) dari/tujuan Jakarta yg dibatalkan: 10-23 April 2020.” cuit akun PT KAI.

    Kesimpulan

    Tidak seluruh perjalanan dibatalkan. PT Kereta Api Indonesia melalui Plt VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan Setidaknya, 44 perjalanan KA dari dan menuju DKI Jakarta akan dibatalkan perjalanannya mulai 10-23 April 2020, kendati demikian, masih ada 14 perjalanan KA yang akan tetap dijalankan.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4863) [SALAH] “Tadi Malem di Amerika Serikat, Sholat Magrib berjamaah di Mesjid sampai Tumpah Ruah di Jalan Raya”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 10/04/2020

    Berita

    Akun Hafiz Okta Sanjaya (fb.com/heruguntoro29) mengunggah sebuah video dengan narasi sebagai berikut:

    “SITUASI & KONDISI ( Sikon) Tadi Malem di Amerika Serikat . …Saat Tiba Masuk Sholat Magrib Masyarakat Kaum Muslim berbondong bondong Menunaikan Sholat berjama”ah di Mesjid sampai Tumpah Ruah di Jalan Raya .
    Sehubungan dengan Adanya Covid 19 , Pemerintah Setempat Memberi Kesempatan Ummat Islam beribadah Secara Terbuka & di boleh kan Suara Volume Mesdjid di besar kan .
    Tumben… Sebelum Covid 19 datang di Amerika , Suara Volume Mesjid tidak di bolehkan Keluar.”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa video itu adalah video umat Muslim yang sedang salat maghrib di Amerika Serikat baru-baru ini dan dikaitkan dengan wabah virus Corona COVID-19 adalah klaim yang salah.

    Video itu sduah ada sejak Februari 2017 dan tidak terkait dengan wabah virus Corona COVID-19.

    Rekaman video itu diambil ketika sebagian peserta aksi unjuk rasa damai memprotes Donald Trump yang melarang masuk untuk sementara para pengungsi dan pendatang dari tujuh negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim pada tanggal 2 Februari 2017 sedang menunaikan salat maghrib.

    Salah satu kanal Youtube, Quran videos mengunggah video yang sama dengan judul “Muslim praying in New york streets” pada tanggal 5 Februari 2017.

    Dikuti dari bklyner.com, pada hari Kamis, 2 Februari 2017, sekitar 7.000 ribu orang Yaman-Amerika, Muslim, dan pendukung secara damai berdemonstrasi di Brooklyn Borough Hall untuk memprotes “larangan Muslim” Trump dan berdiri dengan warga Yaman-Amerika New Yorker yang anggota keluarganya terdampar di luar negeri.

    Pada 27 Januari 2017, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif (executive order) yang melarang masuk untuk sementara para pengungsi dan pendatang dari tujuh negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim.

    Kebijakan setara Keppres, yang bernomor 13769 itu berjudul, “Melindungi Bangsa dari Penyusupan Teroris Asing ke Amerika Serikat”. Negara-negara yang warganya dilarang masuk AS adalah Suriah, Iran, Irak, Sudan, Libya, Somalia, dan Yaman. Negara lain yang juga kena dampaknya adalah Korea Utara.

    Kesimpulan

    Video tahun 2017 dan tidak terkait dengan COVID-19. Rekaman video itu diambil ketika sebagian peserta aksi unjuk rasa damai memprotes Donald Trump pada tanggal 2 Februari 2017 sedang menunaikan ibadah salat maghrib.

    Rujukan

  • (GFD-2020-3879) [SALAH] Erdogan Tak akan Tutup Mesjid di Turki Selama Pandemi Covid-19

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 09/04/2020

    Berita

    Turki tidak melarang solat berjamaah di masjid saat pandemi
    Postingan dari akun facebook Boss inggris adalah keliru. Dewan Tertinggi Urusan Agama Direktorat Agama Turki telah mengeluarkan fatwa untuk menghentikan salat berjamaah di semua masjid pada 16 Maret 2020 hingga ancaman virus berakhir, termasuk salat Jumat. Selain itu, pemerintah Turki juga menghentikan sementara aktivitas tempat peribadatan lainnya seperti Gereja dan Sinagoge di Istanbul.
    [NARASI]:

    Tidak ada mesjid yang ditutup di turki dari ancaman virus corona..
    Alloh huakbar
    Baru matap ini punya persideun????????????

    Hasil Cek Fakta

    Beredar di media sosial berupa gambar presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan disertai narasi yang mengklaim bahwa Turki tidak akan menutup Masjid selam pandemi covid-19. gambar itu pun beredar di media sosial dan dibagikan oleh salah satu akun facebook bernama Boss inggris pada 6 april 2020.

    Setelah ditelusuri, dari kantor berita Turki, Anadolu Agency, Dewan Tertinggi Urusan Agama Direktorat Agama Turki telah mengeluarkan fatwa untuk menghentikan salat berjamaah di semua masjid pada 16 Maret 2020 hingga ancaman virus berakhir, termasuk salat Jumat.

    Keputusan Direktorat Agama Turki itu pun dipasang di pintu masuk masjid-masjid. Bahkan, di Ankara, ibu kota Turki, petugas kepolisian ditempatkan di depan masjid untuk mencegah warga masuk. Meskipun begitu, azan tetap dikumandangkan.

    Setelah azan, sebuah pengumuman dibacakan, “Mari kita berdoa di rumah atau tempat kerja untuk melindungi bangsa kita dari epidemi ini. Semoga Allah melindungi kita, negara kita, bangsa kita, dan seluruh umat manusia dari penyakit dan kemalangan ini.”

    Salah satu masjid yang dikunjungi oleh Anadolu Agency, Masjid Eyup Sultan di Istanbul, dikunci pada hari Jumat. Langkah-langkah keamanan juga diambil di sekitar masjid. Warga yang mendekati masjid serta makam yang berada di masjid tersebut ditolak oleh penjaga keamanan.

    Kepala Direktorat Agama Turki, Ali Erbas, mengatakan bahwa untuk menggantikan salat Jumat, warga dapat melakukan salat zuhur. Adapun pada 19 Maret 2020, karena ancaman virus semakin besar, Direktorat Agama Turki memutuskan untuk menutup masjid pada malam Isra Miraj.

    Dilansir dari Republika.co.id, Erbas mengatakan bahwa penghentian salat berjamaah di masjid ini akan dilakukan hingga risiko wabah virus Corona Covid-19 berakhir. Namun, menurut Erbas, masjid akan tetap terbuka untuk salat pribadi.

    Selain masjid-masjid, gereja dan sinagoge di Istanbul juga menghentikan layanan mereka sebagai respons atas penyebaran virus Corona. Menurut laporan media setempat, gereja dan sinagoge terlihat ditutup di distrik Beyoglu, Istanbul.

    Akhir Maret lalu, pemerintah Turki telah menginstruksikan warganya yang berusia lebih dari 65 tahun serta yang menderita sakit kronis untuk tinggal di rumah. Erdogan juga memutuskan untuk menutup perbatasan di 31 kota termasuk Istanbul bagi semua kendaraan, kecuali untuk transit dan pemasokan produk pangan, kesehatan, dan sanitasi untuk mengatasi penyakit ini.

    ======

    Rujukan