• (GFD-2020-4865) [SALAH] Pasien Berstatus Positif Covid-19 di Wilayah Tiban Melarikan Diri

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 11/04/2020

    Berita

    Hati-hati Tiban Koperasi ada yang positif Covid-19 Blok K, Ruli, atas nama Ikhwannudin asal …. usia 25 tahun lab positif tapi pasien tidak kooperatif, tidak terbuka.

    Jadi mohon lebih hati-hari buat yang lainnya ya. Safety health kalau ke luar rumah, pakek masker karena Tiban sudah ada yang positif, untuk keluarganya sekarang masih dicari karena belum ada info ke mana.

    Semoga aja sudah ikut diisolasi ya. Awalnya korban baru pulang dari Malaysia dan periksa ke RS Elisabet terus dirujuk ke RSOB dan hasil lab positif…sekian info dari perangkat RT kami

    ===

    Hasil Cek Fakta

    Viral sebuah pesan berantai yang menyebut bahwa telah melarikan diri seorang pasien berstatus positif virus corona atau Covid-19 di wilayah Tiban, Batam. Menurut pesan yang beredar, masyarakat diminta waspada apabila ingin keluar rumah mengingat tidak diketahuinya keberadaan pasien.

    Pasca beredarnya informasi yang cukup membuat resah masyarakat Tiban tersebut, pihak terkait pun akhirnya angkat bicara. Melansir dari suryakepri.com, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam menyatakan bahwa pesan viral tersebut adalah tidak benar alias hoaks. Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi menyatakan hingga saat ini pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Batam masih berjumlah 10 orang.

    “Belum. Masih 10 orang. Kalau bukan kami yang umumkan artinya hoaks,” tegas Didi.

    Senada dengan Kadinkes Kota Batam, pernyataan serupa juga dilontarkan oleh Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Azril Apriansyah. Azril menegaskan hingga saat ini belum terdapat penambahan jumlah pasien positif Covid-19 di Batam.

    “Info yang saya dapat masih seperti kemarin, belum ada penambahan yang positif. Itu belum didukung data yang benar,” jelasnya.

    Kesimpulan

    Masyarakat Tiban dikejutkan dengan viralnya sebuah pesan yang menyebut bahwa telah melarikan diri seorang pasien berstatus positif virus corona atau Covid-19 di wilayah Tiban, Batam. Namun hal tersebut mendapat bantahan langsung dari Dinas Kesehatan setempat dan petugas Percepatan Penanganan Covid-19 wilayah Batam.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4864) [SALAH] “Bansos PSBB Covid-19 dari Pemda DKI Jakarta Paket sembako senilai 350rb + uang tunai 150rb = 500rb rupiah”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 10/04/2020

    Berita

    Akun Senopati Pamungkas (fb.com/100039118371369) mengunggah sebuah foto dengan narasi sebagai berikut:

    “Penampakan bansos PSBB Covid-19 dari Pemda DKI Jakarta
    Paket sembako senilai 350rb + uang tunai 150rb = 500rb rupiah…dan sepucuk surat dari Anies Baswedan untuk warga yg dicintainya..ingat ya ini bantuan dari pemda DKI bukan dari yg lain..
    Barakallah Goodbener
    Noted : Bantuan dibagikan setiap Minggu
    https://m.detik.com/news/berita/d-4971973/anies-jamin-125-juta-keluarga-di-dki-terima-bantuan-tiap-minggu-selama-psbb“

    Di dalam foto tersebut ada bahan kebutuhan pokok (beras, minyak, gula pasir, sarden, biskuit, dan sabun batang) dan masker kain, juga disertai dengan uang tunai dan surat dari Gubernur Provinsi DKI Jakarta.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Jalahoaks DKI Jakarta, klaim bahwa ada uang tunai dan gula pasir dalam paket bantuan sosial Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Covid-19 DKI Jakarta Covid-19 DKI Jakarta adalah klaim yang salah.

    Dikutip dari situs data.jakarta.go.id/jalahoaks, berdasarkan hasil penelusuran Tim Jalahoaks DKI Jakarta kepada Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta dan Humas PD. Pasar Jaya (10/04/2020), diperoleh keterangan bahwa foto tersebut adalah palsu atau hoaks. Adapun isi dari Paket Bantuan Sosial PSBB Covid-19 DKI Jakarta memang terdiri dari sejumlah bahan kebutuhan pokok namun gula pasir dan uang tunai tidak termasuk di dalam paket bantuan yang diberikan.

    Sebagai tambahan informasi, disampaikan bahwa paket bantuan sosial PSBB Covid-19 DKI Jakarta adalah terdiri dari: Beras 5 kg (1 karung), Sarden (2 kaleng), Biskuit (2 bungkus), Minyak goreng 0,9 liter (1 bungkus), Sabun mandi batang (2 buah), dan Masker kain (2 buah).

    Hal tersebut diamini oleh Ketua II Gugus Tugas Covid-19 DKI Catur Laswanto. Menurut dia, ada tujuh jenis barang yang didistribusikan kepada masyarakat.

    “Bantuan yang diberikan berupa paket komoditas bahan pangan pokok; beras 5 kilogram 1 karung, sarden 2 kaleng kecil, minyak goreng 0,9 liter 1 pouch, biskuit 2 bungkus, masker kain 2 pieces dan sabun mandi 2 batang,” ujar Catur kepada wartawan, Jumat (10/4/2020).

    Tak ketinggalan, dalam paket bantuan itu, diselipkan juga sepucuk surat dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pemberian surat ini juga pernah dilakukan Anies untuk para tenaga medis yang diinapkan di hotel.

    “Dan surat dari Gubernur Provinsi DKI Jakarta,” jelasnya.

    Foto salah satu paket bantuan sosial PSBB DKI Jakarta ini juga diunggah ke laman resmi Pemprov DKI Jakarta pada Jumat, 10 April 2020 pukul 19:42. Tidak tampak adanya gula pasir dan uang tunai seperti yang terlihat di foto yang diunggah oleh sumber klaim.

    Kesimpulan

    TIDAK terdapat gula pasir dan uang tunai dalam paket bantuan sosial PSBB Covid-19 DKI Jakarta. Paket bantuan sosial PSBB Covid-19 DKI Jakarta adalah terdiri dari: Beras 5 kg (1 karung), Sarden (2 kaleng), Biskuit (2 bungkus), Minyak goreng 0,9 liter (1 bungkus), Sabun mandi batang (2 buah), dan Masker kain (2 buah).

    Rujukan

  • (GFD-2020-8037) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Foto-foto Jenazah Pasien Corona di Ekuador yang Digeletakkan di Pinggir Jalan?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 10/04/2020

    Berita


    Sejumlah foto jenazah yang terbungkus plastik ataupun kain serta peti mati yang digeletakkan di pinggir jalan beredar di media sosial. Menurut narasi yang menyertainya, foto-foto itu merupakan foto jenazah pasien yang meninggal di Ekuador karena terinfeksi virus Corona Covid-19.
    Salah satu akun di Facebook yang membagikan foto-foto tersebut adalah akun 2020 Story, yakni pada 8 April 2020. Terdapat lima foto yang diunggah oleh akun ini. Foto pertama memperlihatkan jenazah yang terbungkus plastik. Foto kedua merupakan foto peti mati yang diletakkan di pinggir jalan.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook 2020 Story.
    Foto ketiga memperlihatkan seorang pria yang terduduk di trotoar dengan wajah menunduk. Di depan pria itu terdapat peti mati yang terbungkus plastik. Adapun foto keempat memperlihatkan petugas yang membereskan kardus yang berukuran sebesar peti mati dan foto kelima memperlihatkan jenazah yang terbungkus kain yang diletakkan di sebuah bangku di pinggir jalan.
    Apa benar foto-foto di atas merupakan foto-foto pasien Corona di Ekuador?

    Hasil Cek Fakta


    Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo dengan tool Source, kelima foto tersebut pernah dimuat oleh media asing maupun media dalam negeri. Foto-foto itu pun benar diambil di Ekuador dan merupakan pasien yang meninggal karena terinfeksi virus Corona Covid-19.
    Foto pertama, yakni foto jenazah yang terbungkus plastik, pernah diunggah di akun Twitter milik situs stok foto Getty Images pada 7 April 2020. Foto ini diambil oleh fotografer yang bernama Francisco Macias di sebuah jalan di Guayaquil, Ekuador.
    Foto itu diberi keterangan, "Mayat yang terbungkus plastik dan ditutupi kardus yang digeletakkan di trotoar di Guayaquil. Ekuador memiliki 3.747 kasus yang terkonfirmasi Corona dan 191 meninggal. Pihak berwenang menyatakan bahwa angka yang sebenarnya mungkin lebih tinggi karena kamar mayat penuh."
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Twitter Getty Images.
    Foto kedua, yakni foto peti mati yang diletakkan di pinggir jalan, pernah dimuat di situs media Italia  Sky  pada 7 April 2020. Foto yang bersumber dari Getty Images ini dimuat dalam artikel yang berjudul "Virus Corona, Ekuador dengan 3.747 kasus adalah salah satu negara yang paling terdampak di Amerika Selatan". Dalam artikel ini, dimuat pula foto pertama tadi.
    Foto ketiga, yakni foto seorang pria yang terduduk di trotoar dengan wajah menunduk, pernah dimuat oleh situs media Chicago Tribune pada 6 April 2020. Foto tersebut berasal dari Getty Images dan diberi keterangan, "Kerabat korban virus Corona menangis di sebelah peti mati korban itu sambil menunggu untuk dibawa ke pemakaman di Guayaquil, Ekuador, pada 4 April 2020."
    Terkait foto keempat, yakni foto petugas yang membereskan kardus yang berukuran sebesar peti mati, ditemukan foto yang serupa dengan angle berbeda di situs media The Guardian dalam artikelnya pada 5 April 2020. Foto ini diberi keterangan, "Peti mati kardus di Guayaquil."
    Adapun foto kelima, yakni foto jenazah yang terbungkus kain yang diletakkan di sebuah bangku di pinggir jalan, pernah dimuat dalam artikel di situs media dalam negeri, Detik.com, pada 8 April 2020. Foto ini juga merupakan foto jenazah pasien virus Corona Covid-19 di Ekuador. Foto tersebut berasal dari Getty Images. Dalam artikel di Detik.com ini, juga dimuat empat foto lainnya yang diunggah akun 2020 Story.
    Dilansir dari organisasi media nonprofit NPR, Ekuador merupakan salah satu negara terkecil di Amerika Selatan yang menghadapi wabah virus Corona Covid-19 terburuk di kawasan itu. Hingga 3 April 2020, lebih dari 3.100 kasus dan 120 kematian akibat Covid-19 teridentifikasi di Ekuador.
    Pusat wabah Corona di negara ini berada di kota pelabuhan Guayaquil. Di sana, mayat-mayat terbaring di pinggir-pinggir jalan. Guayaquil mencatatkan sekitar setengah dari total kasus Covid-19 di Ekuador. Pasien memenuhi rumah sakit kota. Jam malam yang diberlakukan serta birokrasi di sana pun menghambat para petugas untuk mengurus jenazah.
    Hal ini membuat jenazah orang-orang yang meninggal di rumah karena virus Corona Covid-19 atau penyakit lainnya terbaring selama berhari-hari di pinggir-pinggir jalan. Jenazah-jenazah itu terbungkus seprai dan plastik, lalu membusuk di bawah teriknya matahari tropis Ekuador.
    Itulah yang terjadi pada Victor Morande, warga Guayaquil berusia 38 tahun, yang meninggal karena gagal pernapasan. Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi lokal TV Ecuavisa, Keyla Reyes, sepupu Morande, menyatakan rasa putus asanya karena Morande sudah meninggal selama empat hari dan mulai membusuk sehingga mesti dipindahkan ke trotoar. "Kami telah memanggil polisi, tapi tidak ada yang datang," ujar Reyes.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, foto-foto unggahan akun Facebook 2020 Story di atas adalah benar foto-foto jenazah serta peti mati dari pasien yang meninggal karena terinfeksi virus Corona Covid-19 di Ekuador, tepatnya di Kota Guayaquil. Jam malam yang diberlakukan serta birokrasi di sana menghambat para petugas untuk mengurus jenazah.
    IBRAHIM ARSYAD
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2020-4252) [SALAH] “Lagu “corona” dr Bimbo.. lagu 30 tahun yang lalu jadi kenyataan sekarang”

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 10/04/2020

    Berita

    Lagu "corona" dari Bimbo
    Dulu hanya dianggap sebagai lagu biasa saja
    Ternyata sekarang terbukti
    Lagu 30 tahun yang lalu jadi kenyataan
    Luar biasa
    Subhanallah

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa lagu Bimbo yang bercerita tentang pandemi virus corona COVID-19 itu sudah dicptakan 30 tahun yang lalu adalah klaim yang salah.

    Salah satu personel Bimbo, Acil menegaskan bahwa lagu tersebut dibuat oleh Bimbo belum lama ini, lagu tersebut merupakan karya terbaru Bimbo yang dipersembahkan untuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

    “Kita baru selesai juga, baru bikin (lagunya) seminggu (yang lalu). Baru selesai rekamannya juga baru seminggu. Belum mungkin, seminggu juga,” ucap Acil saat dihubungi via sambungan telepon, Jumat (10/4).

    Pemilik nama Acil Darmawan Hardjakusumah ini menegaskan bahwa lagu tersebut dibuat oleh Bimbo, belum lama ini, bukan 30 tahun yang lalu.

    Rencananya, mereka ingin memberikan lagu itu untuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Lagu itu dibuat atas inisiatif mereka sendiri, bukan permintaan dari BNPB dan bukan pula untuk album baru.

    Acil justru mempertanyakan siapa oknum yang menyebarkan lagu tersebut dan dari mana oknum itu mendapatkan lagu tersebut. Pasalnya, kata Acil, lagu tersebut baru selesai menjalani proses rekaman seminggu yang lalu.

    Kata pria berumur 76 tahun ini, para personel Bimbo yang lain pun terkejut saat mengetahui kabar tersebut. Meski begitu, mereka melihat ini bisa menjadi peluang untuk promosi.

    “(Reaksi personel Bimbo yang lain) itu kurang lebih sama, lah. Kita juga kaget, jadi sakti. Bagusnya itu jadi promosi, lah,” pungkas Acil Bimbo.

    Kesimpulan

    BUKAN lagu yang diciptakan 30 tahun yang lalu. Salah satu personel Bimbo, Acil menegaskan bahwa lagu tersebut dibuat oleh Bimbo belum lama ini, lagu tersebut merupakan karya terbaru Bimbo yang dipersembahkan untuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

    Rujukan