• (GFD-2019-3012) [KLARIFIKASI] Polri bantah informasi gambar meme yang sudutkan Komjen Arief

    Sumber: kaskus.co.id
    Tanggal publish: 23/08/2019

    Berita

    Beredar meme 'Skandal Buku Merah, Arief Sulistyanto dan Barisan Iblis'. Selain Arief, di gambar itu terdapat Bambang Widjojanto, Haris Azhar, Ali Maftuh dan Muhammad Adam Firdaus. Gambar itu menyebutkan, Arief Sulistyanto selaku Perwira Tinggi Polri menggelontorkan Rp3 miliar untuk mengeksekusi skandal Buku Merah dan sebagian uang itu dinikmati oleh nama-nama tersebut. Seolah ada 'Perang Jenderal' dalam kasus Buku Merah.

    Hasil Cek Fakta

    Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan bahwa informasi yang dibeberkan dalam sejumlah gambar meme di media sosial yang menyudutkan Kepala Lemdiklat Polri Komjen Pol Arief Sulityanto, tidak benar.

    "Tidak benar sama sekali," kata Kombes Asep di Mabes Polri, Jakarta, Jumat.

    Ia pun menegaskan bahwa Polri tetap solid di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Hal ini sekaligus membantah opini yang berkembang seolah ada 'perang bintang' di institusi Polri.

    "Yang jelas Polri solid di bawah kepemimpinan Jenderal Tito," katanya.

    Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan, masyarakat perlu waspada dengan informasi dan meme seperti itu.

    "Hati-hati akun yang mem-framing personal seperti itu. Ada sanksi pidananya, akan didalami oleh Tim Siber," kata dia ketika dihubungi Tirto, Kamis (8/8/2019).

    Rujukan

  • (GFD-2019-3016) [SALAH] Diam-Diam David Beckham Ke Wamena-Papua

    Sumber: potretanakmelanesia.blogspot.com
    Tanggal publish: 23/08/2019

    Berita

    Beredar kembali sebuah artikel dari situs potretanakmelanesia.blogspot.com yanmg berisi narasi sebagai berikut :

    “Pemain sepak bola asal Inggris David Beckham ternyata berkunjung ke pedalaman Wamena-Papua secara diam-diam.Pemain ternama Dunia ini ternyata memberikana bantuan kemanusiaan setelah mendegar tragedi kematian anak di Nduga pada tahun silam 2015 lalu.Pada kedatangan sang bintang sepak bola itu akhirnya dikagetkana dengan kaos baju yang dikenakan David Beckham yang bertulisan”Free West Papua”.

    Hasil Cek Fakta

    Faktanya, tulisan Free West Papua di kaos putih David Beckham merupakan hasil editan dari situs tersebut. Di foto aslinya, David Beckham hanya memakai kaos polos putih. Foto asli tersebut terpajang di sebuah artikel berjudul ‘David Beckham’s 7 Fund: Keeping children safe from malnutrition in Papua New Guinea’ yang dimuat oleh situs medium.com, situs buatan Evan Williams, pendiri dan mantan CEO Twitter.

    Artikel tersebut juga sudah diunggah sejak 28 Juni 2016 lalu. Berikut cuplikan artikelnya:
    “David Beckham recently travelled to every continent on Earth to find out how grassroots football brings communities together, for a BBC documentary called For the Love of the Game.His incredible journey took him from the dense forests of Papua New Guinea to the foothills of the Himalayas. Along the way he visited Unicef programmes and met some of the children being supported by Unicef and David’s 7 Fund.
    In Papua New Guinea, David met children who were suffering from malnutrition, which is a major issue in the country. It’s the leading cause of death among children under five, with almost half not getting the nutritious food they need to grow up healthy and strong. The first 1,000 days — from conception to a child’s second birthday — is the most critical time in a child’s development; if they don’t get the right nutrients during this time, it can lead to stunting. Stunting causes irreversible physical and mental damage that can harm health, education and economic productivity for life.
    In Papua New Guinea, the underlying causes of child malnutrition are poverty, a diet lacking in the correct nutrients, and a lack of knowledge of good feeding practices and child nutrition. In the Western Highlands, the region that David visited, these factors have been made worse by a seven-month drought, which has caused crops to fail, resulting in smaller than usual harvests, food shortages and even higher levels of malnutrition in the region.”

    Rujukan

  • (GFD-2019-3004) [KLARIFIKASI] Joe Ramadhan yang menghina Alm. Mbah Moen bukan reporter tvOne

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/08/2019

    Berita

    Beredar gambar tangkapan layar dengan narasi sebagai berikut :
    “Kok ada manusia seperti itu Reporter TV ONE tapi mulutnya Busuk, semoga Allah segera menghukum mu atas ucapanmu”

    Hasil Cek Fakta

    General Manager News Daily and News Gathering tvOne, Ecep S Yasa, mengatakan, tidak ada karyawan, wartawan atau kontributor di jaringan tvOne yang bernama Joe Ramadhan. “Saya tegaskan nama itu (Joe Ramadhan) tak tercatat sebagai karyawan atau jaringan wartawan dan kontributor tvOne di Indonesia dan luar negeri,” ujar Ecep kepada VIVAnews, Jumat, 9 Agustus 2019. Ecep mengatakan, kontributor tvOne di Palangkaraya saat ini adalah Agus Supriyanto. Atas pencatutan nama tvOne tersebut, kontributor tvOne di Palangkaraya, Agus Supriyanto, telah melaporkan Joe Ramadhan ke kepolisian setempat. Ecep juga menegaskan, atribut yang dipakai Joe Ramadan dalam postingan yang viral itu, merupakan atribut tvOne yang sudah lama alias usang.
    Sementara itu, Joe Ramadhan (40) sudah ditangkap di Dusun Kalatiri, Desa Mulyasari, Kecamatan Sukamaju, Kebupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Jumat (9/8/2019) sekitar pukul 15.00 Wita. Joe Ramadhan sendiri meminta maaf karena telah menghina Almarhum Mbah Moen dan mengklarifikasi bahwa dirinya bukan kru tvone. Ia meminta maaf pada seluruh rakyat Indonesia dan juga kepada tvOne. Joe meminjam atribut tvOne pada tahun 2013 saat berada di Jakarta. Ia mengakui perbuatannya sudah merugikan tvOne.

    Rujukan

  • (GFD-2019-3005) [SALAH] Bill Gates Mencuitkan Tentang Idul Adha di Akun Twitternya

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 22/08/2019

    Berita

    Beberapa akun Facebook membagikan sebuah tangkapan layar yang terlihat seperti akun Twitter milik Bill Gates, pendiri Microsoft. Dalam postingan itu disertakan narasi yang menyebutkan bahwa cuitan Bill Gates tersebut merupakan dukungan kepada umat Muslim terkait pro kontra pelaksanaan Idul Adha yang dikatakan sebagai ritual pembantaian hewan. Berikut kutipan narasinya:

    Bill Gates: Saya tidak mau melihat lagi Tweet kebencian terhadap muslim yg menyembelih hewan, sekitar sejuta hewan dibunuh setiap hari oleh KFC, McDonalds, Burger King dll juga untuk memberi makan bagi orang-orang kaya dan untuk memperoleh buanyak uang daripadanya. Selama IED umat muslim berkurban untuk memberi makan orang-orang miskin dengan gratis dan kamu semua kehilangan akal sehat.

    #otakkecetit

    Hasil Cek Fakta

    Melalui hasil penelusuran, diketahui bahwa isi klaim postingan tersebut tidak benar. Sebab, berdasarkan hasil pencarian berdasarkan Twitter Advance Search, akun Twitter Bill Gates (@BillGates) tidak pernah mencuitkan seperti pada tangkapan layar dari tanggal 5 Agustus 2019 hingga 17 Agustus 2019. Tweet dari akun tersebut hanya berjumlah delapan cuitan dan tidak satupun sama seperti pada tangkapan layar yang beredar.

    Masih melalui Twitter Advance Search, diketahui bahwa cuitan dengan narasi seperti di tangkapan layar dicuitkan oleh akun-akun lainnya. Cukup banyak akun lain yang mencuitkan narasi sesuai dengan tangkapan layar, namun tidak ada akun Bill Gates yang terjaring peranti pencarian Twitter tersebut.

    Adapun, dilansir dari laman afp.com, diketahui bahwa cuitan orginal dengan narasi seperti itu berasal dari akun @WolfieBabiee. Akun tersebut mencuitkan narasi itu pada tanggal 10 Agustus 2019.

    Pihak afp.com pun sudah berhasil mewawancarai pemilik akun tersebut dan memverifikasi bahwa memang akun itulah yang mencuitkan narasi perihal Idul Adha itu. Berikut kutipan dari laman afp.com:

    […] AFP Fact-Check spoke to @WolfieBabiee by phone, who said that she was the original author of the tweet. She said she is a 20 year-old business student from the Iraqi Kurdistan, but declined to have her name published for privacy reasons.

    She said she was not aware that the content had been shared as a Bill Gates quote, nor who might have done it.

    “I’m not sure what the point of sharing a fake Bill Gates tweet is,” she said.

    She explained that she had wanted to take part in the debate about animal cruelty in the context of Eid Al-Adha after seeing much criticism about Islamic rituals online. […]

    Terjemahan:

    […] AFP Fact-Check berbicara kepada @WolfieBabiee melalui telepon, yang mengatakan bahwa dia adalah penulis asli tweet tersebut. Dia mengatakan dia adalah mahasiswa bisnis berusia 20 tahun dari Kurdistan Irak, tetapi menolak namanya dipublikasikan karena alasan privasi.

    Dia mengatakan dia tidak menyadari bahwa konten tersebut telah dibagikan sebagai kutipan Bill Gates, atau siapa yang mungkin melakukannya.

    "Saya tidak yakin apa gunanya berbagi tweet Bill Gates palsu," katanya.

    Dia menjelaskan bahwa dia ingin mengambil bagian dalam perdebatan tentang kekejaman terhadap hewan dalam konteks Idul Adha setelah melihat banyak kritik tentang ritual Islam online. […]

    Kesimpulan

    Dari penjelasan itu, maka dapat dipastikan bahwa akun @BillGates tidak pernah mencuitkan narasi seperti pada tangkapan layar. Dengan demikian, postingan tangkapan layar tersebut masuk ke dalam kategori Imposter Content atau Konten Tiruan.

    Rujukan