• (GFD-2019-3319) [SALAH] Bintang sepakbola dunia menutup sebelah matanya sebagai dukungan atas penembakan pada wartawan foto Palestina, Muath Amarneh

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 19/11/2019

    Berita

    Foto hasil suntingan. Foto kedelapan pemain sepakbola tersebut ditambahkan perban sehingga seolah menutupi kiri mereka.


    Akun Kerabat PKS (fb.com/kamikerabatpks) menunggah sebuah gambar dengan narasi sebagai berikut :

    “Mu’ath Amarneh (kanan bawah), wartawan foto Palestina ditembak mata kirinya oleh tentara Israel. *Para bintang sepakbola dunia menutup sebelah matanya sebagai dukungan atas perjuangannya (*Amiin).”

    Di gambar tersebut, tampak foto wajah-wajah pemain sepakbola seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Mohamed Salah, Paul Pogba, Sergio Ramos, Luka Modric, Neymar, dan Zlatan Ibrahimovic.

    Juga terdapat foto wajah wartawan foto , Muath Amarneh yang tertembak polisi Israel saat tengah meliput aksi protes di kota Surif, dekat Hebron, Palestina pada Jumat, 15 November 2019.

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN

    Berdasarkan hasil penelusuran terhadap 8 foto wajah pemain sepak bola yang diunggah oleh sumber klaim, ditemukan fakta bahwa kedelapan foto itu telah mengalami proses penyuntingan atau prose manipulasi foto.

    Manipulasi foto yang dimaksud adalah penambahan perban ke setiap mata kiri delapan pemain sepakbola tersebut sehingga seolah mereka menutup mata kirinya dengan perban.

    Gambar yang sudah dimanipulasi ini sendiri awalnya diunggah oleh akun instagram Eye On Palestine (instagram.com/eye.on.palestine) dengan narasi

    “#Palestine || What if one of your favorite celebrities has been in an accident that caused him to lose one of his eyes. What would have been your reaction?
    fortunately this hasn’t happened but unfortunately this is what happened to the journalist Moua’ad Amarneh as a result of being shot by one of the Israeli occupation snipers while covering the confrontations and outrage that is happening now in Hebron which caused the aforementioned journalist to lose his left eye. #muatheye .”

    Tidak ada klaim bahwa foto delapan pemain sepak bola tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap Muath Amarneh, akun tersebut hanya meminta pengikutnya membayangkan bagaimana jika kejadian yang menimpa Muath Amarneh terjadi pada salah satu selebriti favorit pengikutnya.

    Sementara itu, dikutip dari aljazeera.com, Senin, 18 November 2019, Amarneh adalah wartawan foto paruh waktu yang pada Jumat, 15 November 2019, tertembak dibagian mata kirinya saat sedang meliput aksi protes di kota Surif, dekat Hebron, Palestina. Dia saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Hadassah.

    Menurut Amarneh dia berada di tengah demonstran ketika dia menyadari ditembak oleh peluru tentara Israel. Dalam tugas peliputan itu, Amarneh mengenakkan jaket dan helm bertuliskan ‘pers’.

    “Ketika terjadi bentrokan, saya sedang berdiri di pinggir. Tiba-tiba saya merasakan sesuatu mengenai mata kiri saya. Saya tidak bisa melihat dan salah satu mata saya benar-benar hilang pengelihatan,” kata Amarneh, 35 tahun.

    Menurut tim dokter, sebuah benda logam dengan Panjang sekitar 2 cm telah menusuk bola matanya dan ‘bercokol’ di area dekat otak. Tareq, sepupu Amarneh mengatakan tim dokter telah berencana untuk mengambil benda logam itu, namun masih mengurungkannya karena hal itu bisa merusak mata kanan Amarneh atau memicu terjadinya pendarahan di otak.

    Sanak saudara Amarneh mengatakan dokter telah mengatakan pada mereka kalau Amarneh sudah kehilangan penglihatannya. Namun rumah sakit secara resmi belum mengkonfirmasi kalau dia mengalami luka serius.

    Presiden Palestina Mahmoud Abbas menelepon Amarneh sebagai bentuk simpati. Dia mengutuk penembakan pada wartawan foto itu dan menjanjikan Amarneh kalau dia akan mendapat pengobatan terbaik untuk menyembuhkan luka tembakan itu.

    Rujukan

  • (GFD-2019-3320) [SALAH] Monumen Ondel-Ondel di Kemayoran, sebuah kreasi anak bangsa bernama Anies Baswedan.

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 19/11/2019

    Berita

    Bukan monumen kreasi Anies Baswedan ataupun dibangun saat era gubernur Anies Baswedan, melainkan didirikan oleh Pusat Pengelolah Komplek Kemayoran (PPKK) dengan melibatkan sejumlah seniman dan budayawan pada Desember 2013 dan diresmikan pada 17 Januari 2014.

    Akun Eko Saif Reborn (fb.com/eko.saif.7) menunggah sebuah foto dengan narasi :

    “Monumen Ondel-Ondel di Kemayoran, sebuah kreasi anak bangsa bernama Anies Baswedan.”

    Foto ini menampilkan 2 patung ondel-ondel raksasa yang ada di sebuah bundaran lalu lintas.

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN

    Berdasarkan hasil penelusuran terhadap foto yang diunggah sumber klaim, ditemukan fakta bahwa 2 patung raksasa yang ada di foto itu memang benar adalah patung ondel-ondel raksasa yang merupakan ikon kebudayaan Betawi dipasang di kawasan eks bandara, Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat.

    Namun narasi “sebuah kreasi anak bangsa bernama Anies Baswedan” tidak benar, karena patung ini didirikan oleh Pusat Pengelolah Komplek Kemayoran (PPKK) dengan melibatkan sejumlah seniman dan budayawan pada Desember 2013 dan diresmikan pada 17 Januari 2014.

    Sementara, Gubernur DKI Jakarta saat ini, Anies Baswedan baru dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/10/2017).

    Jul Hendri, salah seorang seniman, mengatakan dua patung ondel-ondel yang terbuat fiber tersebut, didirikan oleh Pusat Pengelolah Komplek Kemayoran (PPKK). “Untuk satu patungnya memiliki berat 1,5 ton dan tingginya 9,5 meter,” terangnya, Kamis (19/12).

    Hingga saat ini, sambungnya, proses pengerjaan patung telah mencapai finishing berupa pengecatan dan di pastikan akan selesai pada akhir Desember ini.

    “Karena memang dari pihak pemesan memberi waktu 3 bulan, dan Desember harus selesai,” jelasnya.

    Lebih lanjut diungkapkan Jul, lamanya proses pembuatan dikarenakan dirinya harus melakukan pengkajian lebih dulu tentang ondel-ondel.

    “Selama ini kan kita tahu Ondel-Ondel itu topeng yang seram, tapi setelah dikonsultasikan dengan budayawan ternyata itu orang,” ungkapnya.

    Ali, salah seorang Humas PPKK, mengatakan, patung tersebut nantinya juga akan menjadi ikon Kota Jakarta yang ada di kawasan Kemayoran.

    “Selama ini kan Kemayoran terkenal karena PRJ-nya,” ucapnya singkat.

    Peresmian Ondel-ondel sebagai ikon Kemayoran dilaksanakan pada tanggal 17 Januari 2014. Ondel-ondel raksasa tersebut berukuran tinggi 9 meter dan berdiri di atas pondasi setinggi 4 meter, sehingga keseluruhannya mencapai tinggi 13 meter.

    Hal ini membuat Ondel-ondel Kemayoran dinobatkan sebagai Ondel-ondel terbesar yang pernah ada di Indonesia dan memenangkan rekor MURI.

    Rujukan

  • (GFD-2019-3298) [SALAH] KRITIK ANIESS, WILLIAM PSI DIPECAT DPRD JAKARTA SUKURRIN

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 18/11/2019

    Berita

    William Aditya Sarana, politisi Partai Solidaritas Indonesia sampai saat ini masih menjadi anggota DPRD DKI Jakarta. Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI Jakarta akan segera menggelar rapat terkait laporan dugaan pelanggaran kode etik terhadap William. Ketua BK DPRD DKI, Achmad Nawawi mengatakan terdapat beberapa sanksi jika William terbukti bersalah seperti teguran lisan, tertulis hingga pemecatan.

    Akun Youtube 651 SAFA (youtube.com/channel/UCUON9H8Lrjrh2BW7_7x8lKQ) menunggah sebuah video dengan judul “KRITIK ANIESS, WILLIAM PSI DIPECAT DPRD JAKARTA SUKURRIN “

    Pada gambar thumbnail video tersebut, tertulis narasi
    “KIRITIK ANIES KENA MUKA SENDIRI
    PSI DIPECAT DARI DPRD DKI”

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN

    Setelah menonton video berdurasi 11 menit 35 detik itu sampai selesai, tidak ditemukan satupun fakta bahwa William Aditya Sarana, politisi Partai Solidaritas Indonesia telah dipecat dari keanggotaan DPRD DKI Jakarta.

    Pengisi suara pada video itu ternyata hanya membacakan artikel berita yang dimuat di situs suara.com pada Selasa, 05 November 2019, 14:38 WIB yang berjudul “William Terancam Dipecat dari DPRD DKI karena Bongkar Skandal Lem Aibon”

    Berdasarkan artikel tersebut, didapati fakta bahwa William baru terancam akan mendapatkan sanksi dari BK DPRD DKI jika terbukti bersalah.

    Berikut isi lengkap artikel beritu tersebut :

    “Suara.com – Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI Jakarta akan segera menggelar rapat terkait laporan dugaan pelanggaran kode etik terhadap anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi PSI, William Aditya Sarana. BK tidak menutup kemungkinan adanya pemberhentian William sebagai legislator jika terbukti bersalah.

    Ketua BK DPRD DKI, Achmad Nawawi mengatakan pihaknya akan menggelar rapat bersama perwakilan fraksi untuk menentukan nasib William. Terdapat beberapa sanksi jika William terbukti bersalah seperti teguran lisan, tertulis hingga pemecatan.

    “Sanksi bisa teguran lisan, teguran tertulis, dan ada pemberhentian kalau melanggar betul, yang luar biasa,” ujar Achmad saat dikonfirmasi, Selasa (5/11/2019).

    Meski demikian, menurutnya keputusan pemberhentian itu sulit untuk diambil. Namun ia sendiri juga menilai soal masalah William berhubungan dengan nama baik DPRD.

    “Tapi enggak semudah itu. Saya sih berharap tidak ada teguran. Tapi kalau demi jaga nama baik kita, ya mestinya harus hati – hatilah. Dalam Demokrasi pun tetap aja ada batasan – batasan,” jelasnya.

    Selain itu, tindakan William yang menyebarkan draf anggaran ke media sosial dan jumpa pers merugikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Menurutnya William selaku anggota DPRD DKI bisa bersinergi dengan menyisir anggaran itu tanpa membuat gaduh masyarakat.

    “Anggota Dewan dengan Gubernur sama – sama unsur penyelenggara pemerintah di daerah Provinsi dan kabupaten/kota kan. Beda dengan DPR pusat. Jadi kalau ada kekeliruan, Gubernur katakan lah keliru, kan kita telpon, datang, bisa ngingetin gitu lho. Tidak bisa menyudutkan,” pungkasnya.

    Sebelumnya, seorang warga Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara bernama Sugiyanto melaporkan Anggota DPRD DKI dari fraksi PSI, William Aditya Sarana ke Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI. Alasannya karena tindakan William yang membuka anggaran janggal Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI seperti lem aibon senilai Rp 82 miliar.

    Menurut Sugiyanto, William telah melanggar aturan karena membuka draf anggaran itu bukan saat forum resmi, melainkan lewat jumpa pers dan media sosial. Tindakan itu, kata Sugiyanto, juga merugikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

    Ia menganggap politisi muda ini melanggar Peraturan DPRD DKI Jakarta Nomor 1 tahun 2014 tentang Tata Tertib DPRD DKI Jakarta. Tindakan William itu dinilainya hanya menimbulkan kegaduhan.

    “Sikap yang bersangkutan justru menimbulkan opini negatif kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang seolah-olah dianggap tidak transparan,” ujar Sugiyanto dalam keterangan tertulis, Senin (4/11/2019).”

    Selanjutnya, video tersebut lagi-lagi hanya berisi salinan artikel-artikel berita lain.

    “Soal Lem Aibon Rp 82 M, Pengamat: PSI Tampar Muka Sendiri” dari situs politik.rmol.id, dimuat pada 31 Oktober 2019, 09:14 Wib

    “Pansus: Sejarah Akan Mencatat, Anies Mampu Tuntaskan Tugas Tanpa Wagub” dari situs kompas.com, dimuat pada 11 Agustus 2019, 16:59 Wib

    “Kinerja Anies Bakal Semakin Kinclong Jika Didampingi Wagub” dari situs nusantara.rmol.id, dimuat pada 08 Agustus 2019, 15:08 Wib

    Rujukan

  • (GFD-2019-3299) [KLARIFIKASI] Polisi: Info Penculikan Anak di Bogor Hoaks, Anak Ini Pergi dari Rumah untuk Cari Ketenangan di Apartemen

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 18/11/2019

    Berita

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, kabar penculikan anak di Bogor tidak benar alias hoaks. Argo menjelaskan, RAH ditemukan di sebuah apartemen kawasan Jakarta Selatan pada 7 November lalu. RAH beralasan pergi dari rumah untuk mencari situasi yang lebih tenang. Dia sudah dikembalikan ke keluarganya.

    Seorang remaja laki-laki berinisal RAH (14) mendadak menghebohkan jagad dunia maya. RAH sebelumnya ramai diberitakan menjadi korban penculikan pada tanggal 5 November 2019.

    Akun Virdiawan IP V misalnya, ia membagikan tangkapan layar dari stories instagram vania.wr yang menampilkan beberapa foto RAH dan informasi tentang menghilangnya RAH.

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, kabar tersebut tidak benar alias hoaks. Fakta tersebut diketahui setelah aparat Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menelisik laporan tersebut.

    Ternyata, RAH kabur dari rumah orang tuanya. Ditambah, ia membawa kabur Surat Izin Mengemudi (SIM) milik ayahnya.

    “Kemudian tim dari Resmob menelusuri dari pelaporan itu, ternyata tanpa sepengetahuan bapaknya, anak ini pergi ya meninggalkan rumah dan kemudian anak itu membawa SIM milik bapaknya,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Kamis (7/11/2019).

    Argo mengatakan pihaknya menemukan remaja tersebut di sebuah apartemen di bilangan Jakarta Selatan pada 7 November 2019. Kekinian, RAH telah ditemukan dan dikembalikan ke pihak keluarga.

    “Anak tersebut bukan diculik, melainkan pergi dari rumah. Tanggal 5 (November) dia perginya dan tanggal 7 (November) berhasil kita temukan di apartemen di Jakarta Selatan. Sekarang anak tersebut telah kembali ke orang tuanya,” kata dia.

    Argo menambahkan, RAH menyewa kamar apartemen dengan jaminan SIM ayahnya. Mencari sebuah ketenangan menjadi alasan bocah tersebut kabur dari rumah.

    “Anaknya tersebut hanya ingin belajar dengan tenang, tidak ada gangguan-gangguan,” tutup Argo.

    Rujukan