• (GFD-2020-3941) [SALAH] Ulama Windusari Dijemput Paksa Terkait Covid-19

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 13/05/2020

    Berita

    Beredar Informasi melalui media sosial Facebook Siti Zhulaikha diposting 9 Mei 2020, yang mengabarkan adanya penculikan secara halus seorang Kyai di wilayah Windusari, Kabupaten Magelang. Unggahan itu juga menyebutkan bahwa penculikan Kyai pengasuh Pondok Pesantren tersebut yaitu dengan memvonis positif Virus Corona.

    Berikut kutipan narasinya:

    “yaa robby jaga Para ULAMA KAMI
    Mereka ialah yg membawa sunnah kakesih mu ..
    mohon agar waspada ini kejadian diwindusari mereka sudah mulai(menjemput) menculik secara halus kyai, pengasuh pondok dengan menvonis yang bersangkutan positif korona.
    lokasi Pondok pesantren di Ds Kiringan,Gondangrejo Windusari
    Kab.
    Magelang Jawa Tengah jumat 8/5/2020”

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri dengan mesin pencari, pemberitaan dari Tribrata News, dengan judul “Bantah Kabar Kyai Diculik karena Positif COVID-19, Pihak Kepolisian Buka Suara.” Dalam narasinya disebutkan Kapolsek Windusari Iptu Irfan Azyan, membenarkan adanya pesan berantai hoaks yang meresahkan.

    Irfan menjelaskan bahwa pada tanggal 8 Mei 2020 telah melakukan penjemputan seorang ulama dan dua orang lainnya di daerah Windusari. Irfan menambahkan, saat proses penjemputan tidak ada unsur paksaan dari petugas. Namun sebaliknya mendapat respon positif dari pasien dan pihak keluarganya.

    Penelusuran berikutnya dengan mesin pencari dari beberapa media mainstream. Pikiran Rakyat, Boroburur News, juga mengabarkan hal yang serupa terkait klarifikasi penjemputan paksa ulama di Windusari. merupakan tidak benar, dan sudah dilakukan uji tes yang hasilnya positif.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran, bahwa postingan yang diunggah akun Facebook Siti Zhulaikha merupakan tidak benar dan keliru, faktanya ulama tersebut dijemput dengan tim medis APD lengkap, karena sebelumnya sudah dilakukan tes yang hasilnya positif Corona. Maka, informasi tersebut dinyatakan sebagai Misleading content atau konten yang menyesatkan.

    Rujukan

  • (GFD-2020-8084) [Fakta atau Hoaks] Benarkah 500 TKA Cina Bakal Kerjakan Proyek PLTU Morowali Seperti dalam Video Ini?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 13/05/2020

    Berita


    Narasi bahwa 500 tenaga kerja asing (TKA) asal Cina bakal mengerjakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Morowali, Sulawesi Tengah, beredar di media sosial. Narasi ini dilengkapi dengan video berdurasi 3 menit 16 detik itu yang memperlihatkan pembangunan sebuah proyek di sekitar tebing-tebing curam.
    Sebelumnya, pemerintah memang telah menyetujui rencana dua perusahaan tambang di Sulawesi Tenggara untuk mendatangkan 500 TKA Cina. Sedianya, ratusan TKA Cina itu tiba pada 22 April 2020. Namun, gubernur, DPRD, hingga warga Sulawesi Tenggara menolak karena khawatir akan penyebaran virus Corona Covid-19. Kedatangan para TKA Cina itu pun ditunda.
    Di Facebook, narasi bahwa 500 TKA Cina itu bakal mengerjakan proyek PLTU di Morowali dibagikan oleh akun Mia Maryana, yakni pada 11 Mei 2020. Akun ini menulis, "500 TKA dari China untuk sebagian pekerjaan proyek di PLTU Morowali seperti ini, sudah ditawarkan ke tenaga kerja lokal, mereka tidak ada yg mau."
    Adapun dalam video yang dibagikannya, terlihat pembangunan sebuah jembatan di antara dua tebing. Terlihat pula pekerja yang baru saja keluar dari kolam lumpur dan pekerja yang ditarik keluar dari sebuah pipa. Beberapa pekerja juga terlihat melakukan pekerjaannya di atas sebuah menara serta meniti kabel di ketinggian.
    Hingga artikel ini dimuat, unggahan tersebut telah dikomentari lebih dari 200 kali, dan dibagikan lebih dari 1.800 kali. Adapun videonya telah ditonton lebih dari 51 ribu kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Mia Maryana.
    Apa benar 500 TKA Cina tersebut bakal mengerjakan proyek PLTU di Morowali seperti dalam video di atas?

    Hasil Cek Fakta


    Terkait kedatangan 500 TKA Cina
    Berdasarkan arsip berita Tempo pada 10 Mei 2020, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengatakan bahwa 500 TKA Cina itu akan dipekerjakan di kawasan industri di Konawe, Sulawesi Tenggara. Adapun perusahaan yang menaungi para pekerja itu adalah PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS).
    Menurut Luhut, kedua perusahaan itu tengah membangun pabrik HPAL (high pressure acid leaching) untuk membangun industri baterailithium, di mana nikel merupakan bahan baku produk tersebut. Dikutip dari Kompas.com, kedua perusahaan itu merupakan perusahaan pengolahan nikel yang berada di Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara.
    Menurut Luhut, para TKA Cina itu merupakan pekerja yang memiliki kemampuan dalam bidang tersebut, yang tidak bisa digantikan oleh orang lain. Dia mengatakan, saat ini, Indonesia belum memiliki teknologi guna membangun industri itu. "Nanti tenaga asing yang mengerjakan dan setelah itu bersamaan tenaga kerja Indonesia masuk, teknologi kan dari dia, kami enggak bisadongngerjain semua, tetap ada asing," ujarnya.
    Setelah proyek ini selesai, kata Luhut, para TKA Cina itu akan dikurangi dan diganti dengan pekerja lokal hingga sekitar 92 persen dari total pekerja yang dibutuhkan. Dia mengatakan politeknik yang sudah dibangun bisa meningkatkan kemampuan dari anak-anak bangsa dan bisa memenuhi kebutuhan pekerja industri tersebut. "Untuk bikin lapangan kerja perlu orang dulu bikin induknya, setelah itu kita yang kerjakan semua," tuturnya.
    Dikutip dari Detik.com, External Affairs Manager PT VDNI, Indrayanto, mengatakan bahwa 500 TKA Cina itu didatangkan karena memiliki keahlian khusus. "500 TKA itu adalah karyawan kontraktor yang mempunyai skill untuk memasang alat produksi kami," katanya pada 9 Mei 2020.
    Menurut Indrayanto, 500 TKA Cina itu hanya akan bekerja paling lama enam bulan. "Setelah mereka melakukan pemasangan, mereka akan kembali lagi ke Tiongkok, mungkin sekitar tiga bulan, paling lama enam bulan, karena alat konstruksi mesin yang kita mau pasang itu sekitar 33 tungku," tuturnya.
    PT VDNI berharap pemerintah mempertimbangkan rencana kedatangan 500 TKA Cina itu karena berhubungan pula dengan nasih sekitar 3 ribu karyawan lokal. "Kami berharap TKA ini bisa diberikan masuk karena, jika tidak, karyawan yang sudah kami rekrut, sekitar 3 ribu karyawan untuk 33 tungku itu, pasti akan terus bertanya kapan mereka bekerja," ujar Indrayanto.
    Saat ini, Kementerian Ketenagakerjaan telah memutuskan untuk menunda rencana kedatangan 500 TKA Cina itu dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona Covid-19. Menurut Luhut, 500 TKA Cina itu akan menuju kawasan industri di Konawe sekitar Juni atau Juli 2020. Saat ini, PT VDNI dan PT OSS sedang menyelesaikan proses perizinannya.
    Dilansir dari Kompas.com, PT VDNI merupakan perusahaan berstatus Penanaman Modal Asing (PMA) yang berdiri sejak Agustus 2014. Induk perusahaan ini adalah De Long Nickel Co. Ltd. di Jiangsu, Cina, dan memiliki wilayah operasi di Konawe, Sulawesi Tenggara. Pada 2015, PT VDNI menginvestasikan US$ 5 miliar untuk membangun pabrik feronikel di kawasan industri di Konawe.
    Adapun PT OSS, dilansir dari Tirto.id, berdiri pada Juni 2016 dengan area tambang seluas 398 hektare. Induk perusahaan ini adalah Hong Kong Xiangyu Hansheng Co. Ltd. dan Singapore Xiangyu Hansheng Pte. Ltd. PT OSS memproduksi pemurnian nikel dan baja nirkarat dengan kapasitas tahunan mencapai 3 juta ton.
    Terkait video
    Untuk mencari sumbernya, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut dengan tool InVID. Hasilnya, ditemukan video serupa yang pernah diunggah oleh akun Facebook milik kantor berita Cina, China Xinhua News, pada 19 Mei 2019 dengan judul "Hardworking Chinese: Watch how bridge is built between cliffs" atau "Orang Cina pekerja keras: Perhatikan bagaimana jembatan dibangun di antara tebing".
    Video pembangunan jembatan ini juga pernah diunggah ke YouTube oleh kanal milik saluran televisi Cina, CGTN, pada 14 Mei 2019 dengan judul "Chinese workers build bridge 150 meters above a canyon" atau "Pekerja Cina membangun jembatan 150 meter di atas ngarai".
    Dalam keterangannya, dijelaskan bahwa para pekerja dalam video itu sedang membangun jembatan di atas ngarai setinggi 150 meter di barat daya Cina. Video ini viral di Douyin, TikTok versi Cina, dan telah mendapatkan lebih dari 3 juta likes. Jembatan tersebut akan menghubungkan provinsi Yunnan dan Sichuan sehingga meningkatkan sistem transportasi lokal.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, narasi bahwa 500 TKA Cina bakal mengerjakan proyek PLTU di Morowali seperti dalam video di atas menyesatkan. Ratusan TKA Cina tersebut akan dipekerjakan di kawasan industri pengolahan nikel di Konawe, Sulawesi Tenggara, bukan di PLTU Morowali, Sulawesi Tengah. Video yang melengkapi narasi itu pun bukan video yang diambil di Indonesia, melainkan di Cina. Video tersebut memperlihatkan pembangunan sebuah jembatan yang menghubungkan provinsi Yunnan dan Sichuan.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cekf akta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2020-3905) [SALAH] @call.serviis.homecredit.id dan @homecredir_pusat_bantuan Akun Instagram Official Home Credit

    Sumber: instagram.com
    Tanggal publish: 12/05/2020

    Berita

    Beredar sejumlah akun Instagram yang mengklaim sebagai akun media sosial milik Home Credit Indonesia (PT Home Credit Indonesia). Dalam biodata akun-akun tersebut tercantum bahwa akun tersebut Official milik Home Credit.

    Berikut yang tercantum dalam biodata akun-akun tersebut:

    1. “Home Credit Indonesia Official
    #KamuBisa????
    PT Home Credit Indonesia Terdaftar dan Diawasi
    oleh Otoritas Jasa Keuangan
    www[dot]homecredit[dot]co[dot]id”

    2. “Home_Credit_Indonesia_Official
    Homecredit[dot]co[dot]id”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa akun Instagram resmi milik Home Credit Indonesia ialah @homecreditid dengan centang biru. Akun resmi Home Credit pun sudah membuat pernyataan atas beredarnya sejumlah akun-akun Instagram yang mengklaim akun resmi Home Credit. Berikut pernyataan tersebut:

    […] Hi Sobat, tetap tenang dan lebih waspada ya, terutama saat pandemi Covid-19 ini. Jangan sampai keliru, karena banyak banget akun palsu yang mengatasnamakan Home Credit. Bila dihubungi? Pastikan dahulu, karena akun @HomeCreditID hanya yang ada centang birunya!

    Perlu diingat, Home Credit tidak pernah meminta data pribadi ataupun uang tunai melalui WhatsApp atau chat pribadi lainnya. Home Credit hanya meminta data pribadi melalui akun resmi yang sudah terverifikasi.

    Selalu hati-hati Sobat! […]

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan tersebut, maka akun media sosial Instagram resmi milik PT Home Credit Indonesia ialah @homecreditid dengan centang biru. Oleh sebab itu, akun Instagram selain itu masuk ke dalam kategori Imposter Content atau Konten Tiruan.

    Rujukan

  • (GFD-2020-3909) [SALAH] “Setelah adanya Virus Covid-19. Umat Islam Arab banyak yg Murtad”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 12/05/2020

    Berita

    Melalui situs web berbagi video Youtube, beredar sebuah video berjudul “Massyaallah pembukaan gereja di makkah”. Video tersebut lantas dibagikan oleh para pengguna media sosial Facebook dengan keterangan bahwa banyak umat islam yang memutuskan berpindah agama di tengah persebaran virus corona atau Covid-19. Namun setelah dilakukan penelusuran, klaim yang diberikan tersebut diketahui tidak sesuai dengan fakta alias hoaks.

    NARASI:

    “Puji Tuhan. Setelah adanya Virus Covid-19. Umat Islam Arab banyak yg Murtad.”

    “Massyaalah pembukaan gereja di makkah”

    ===

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN: Beredar sebuah video yang disebarkan melalui situs web berbagi video Youtube berjudul “Massyaallah pembukaan gereja di makkah”. Video tersebut diunggah pada 15 Januari 2020 dan telah disaksikan oleh 90 ribu pengguna Youtube lainnya. Video tersebut lantas juga turut dibagikan oleh para pengguna media sosial Facebook, yang disertai dengan keterangan bahwa banyak umat islam yang memutuskan untuk berpindah agama di tengah persebaran wabah Covid-19.

    Namun setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, klaim tersebut diketahui tidak sesuai dengan fakta. Pasalnya video tersebut bukan terjadi di Mekah seperti yang terdapat di dalam klaim. Coba melakukan penelusuran lebih lanjut, ditemukan video serupa yang juga diunggah melalui Youtube. Video tersebut diunggah oleh Emirates News Agency dengan judul menggunakan Bahasa Arab yang apabila diartikan melalui mesin terjemahan milik Google berarti “Gereja Ortodoks Koptik di Abu Dhabi Menghargai Metodologi Emirates Tengah”.

    Namun tak berhenti sampai di situ, pencarian juga dilakukan menggunakan kata kunci berbahasa Arab, sesuai dengan judul pada unggahan di kanal Youtube Emirates News Agency. Ditemukan fakta bahwa video dengan klaim “pembukaan gereja di makkah” adalah tidak tepat. Melansir dari pemberitaan milik media UEA alroeya.com, diketahui bahwa video tersebut merupakan kejadian di Gereja St Anthony Coptic Orthodox Cathedral di Abu Dhabi, UEA.

    Saat itu alroeya.com menerbitkan pemberitaan dengan judul berbahasa Arab sesuai dengan ketentuan kaidah pemberitaan setempat yang apabila diartikan menggunakan mesin penerjemah milik google berarti “Gereja Ortodoks Koptik di Abu Dhabi menghargai metodologi negara tengah”.

    Pemberitaan serupa juga diterbitkan oleh media setempat, yakni albayan.ae. Saat itu albayan.ae menerbitkan pemberitaan yang juga dengan judul menggunakan bahasa Arab yang apabila diterjemahkan dengan mesin penerjemah milik Google yang berarti “Geraja Ortodoks Koptik di Abu Dhabi menghargai metodologi negara tengah. Nahyan bin Mubarak: UEA adalah model konsistensi dan perdamaian”.

    Jika merujuk kepada media-media tersebut, tentunya klaim yang menyebut “Massyaallah pembukaan gereja di makkah” adalah tidak sesuai dengan fakta alias hoaks. Unggahan tersebut masuk ke dalam kategori false context. False context sendiri merupakan konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.

    ===

    Rujukan