(GFD-2020-4769) [SALAH] Empat Ton Telur Bansos Pemprov Jabar Membusuk di Gudang Penyimpanan Bulog Garut
Sumber: facebook.comTanggal publish: 14/05/2020
Berita
Beredar unggahan foto ditambahkan narasi melalui akun Facebook Jasmine Greentea II. Akun tersebut menyebutkan bahwa bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah Jawa Barat berupa beras, mie instan, telur, vitamin, minyak sayur, gula, dan terigu, masih tersimpan dan tidak dibagikan kepada masyarakat. Akibat terlalu lama disimpan, empat ton telur membusuk didalam gudang Bulog Garut.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, faktanya klaim tersebut salah. Dikutip dari laman prfmnews.pikiran-rakyat.com, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat, Mohammad Arifin Soedjayana membantah informasi tersebut. Menurutnya, tidak ada bansos telur di Bulog Garut yang busuk.
Pasalnya, bansos untuk Kabupaten Garut ditunda karena masih ada masalah terkait pendataan Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS) Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Arifin menjelaskan bahwa bansos tersebut diredistribusi ke daerah lain, yaitu ke Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.
“Karena ada penundaan, telur digeser ke kabupaten/kota lain,” kata dia.
“Telur yang ada sekarang di Garut itu kiriman baru, dan akan dilaunching besok (Selasa, 12 Mei),” kata dia.
“Jadi bukan sudah busuk, tapi ada potensi (potensi busuk) kalau tidak ada penyaluran,” tambahnya.
Sementara itu dikutip melalui akun Facebook resmi Wakil Gubernur Jawa barat Uu Ruzhanul Ulum ditemukan unggahan foto beliau yang tengah melepas distribusi bantuan sembako dari Provinsi Jawa Barat yang dibagikan pada tanggal 12 Mei 2020 kepada masyarakat Kabupaten Garut yang terdampak Covid-19 di kantor Pos Garut, Jl. Ahmad Yani No. 40 Garut bersama Bupati @kang_rudy_gunawan dan Wabup @kanghelmi_budiman.
Info akurat terkait bansos Provinsi Jawa Barat ini bisa dicek di akun @humas_jabar, @pikobar_jabar, @dinsosjabar, @disperindag_jbr, @jabarquickrespons dan akun resmi pemerintah kabupaten serta pemerintah kota setempat.
Pada bagian akhir postingan Wakil Gubernur Jawa Barat, Ia memberikan klarifikasi bahwa informasi terkait busuknya empat ton telur di gudang milik Bulog Garut adalah hoaks.
Berdasarkan penjelasan tersebut maka konten yang beredar di Facebook dapat masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan
Pasalnya, bansos untuk Kabupaten Garut ditunda karena masih ada masalah terkait pendataan Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS) Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Arifin menjelaskan bahwa bansos tersebut diredistribusi ke daerah lain, yaitu ke Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.
“Karena ada penundaan, telur digeser ke kabupaten/kota lain,” kata dia.
“Telur yang ada sekarang di Garut itu kiriman baru, dan akan dilaunching besok (Selasa, 12 Mei),” kata dia.
“Jadi bukan sudah busuk, tapi ada potensi (potensi busuk) kalau tidak ada penyaluran,” tambahnya.
Sementara itu dikutip melalui akun Facebook resmi Wakil Gubernur Jawa barat Uu Ruzhanul Ulum ditemukan unggahan foto beliau yang tengah melepas distribusi bantuan sembako dari Provinsi Jawa Barat yang dibagikan pada tanggal 12 Mei 2020 kepada masyarakat Kabupaten Garut yang terdampak Covid-19 di kantor Pos Garut, Jl. Ahmad Yani No. 40 Garut bersama Bupati @kang_rudy_gunawan dan Wabup @kanghelmi_budiman.
Info akurat terkait bansos Provinsi Jawa Barat ini bisa dicek di akun @humas_jabar, @pikobar_jabar, @dinsosjabar, @disperindag_jbr, @jabarquickrespons dan akun resmi pemerintah kabupaten serta pemerintah kota setempat.
Pada bagian akhir postingan Wakil Gubernur Jawa Barat, Ia memberikan klarifikasi bahwa informasi terkait busuknya empat ton telur di gudang milik Bulog Garut adalah hoaks.
Berdasarkan penjelasan tersebut maka konten yang beredar di Facebook dapat masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan
Rujukan
- https://prfmnews.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/pr-13380859/ini-klarifikasi-pemprov-jabar-soal-telur-bansos-yang-busuk-di-garut?page=2
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/8koBMn5b-tak-dibagi-bagikan-4-ton-telur-bansos-pemprov-jabar-membusuk
- https://web.facebook.com/UuRuzhanul/posts/4554846247874583
- https://news.detik.com/berita/d-5010335/distribusi-bansos-garut-ditunda-stok-telur-dialihkan-ke-daerah-lain
- https://archive.fo/IMgSH
- https://www.fixindonesia.com/4-ton-telur-bansos-pemprov-membusuk-dprd-jabar-pemprov-jabar-ceroboh/
(GFD-2020-3938) [SALAH] “Vaksin pertama kali dibuat di bawah kekhalifahan Ottoman. Tahun 1717”
Sumber: FacebookTanggal publish: 13/05/2020
Berita
“VAKSIN…
Vaksin pertama kali dibuat di bawah kekhalifahan Ottoman. Tahun 1717, Lady Mary Montagu istri dubes British di Istanbul, menulis surat kepada beberapa temannya bahwa di Istanbul ada sesuatu “yang disebut vaksinasi” dalam mengobati orang cacar di Istanbul.
Lady Mary menceritakan bahwa perempuan dan anak-anak dikumpulkan lalu di lengan mereka dibuat semacam goresan. Setelah itu diberi sesuatu dan mereka akan mengalami demam ringan, selanjunya akan menjadi imun. Surat ini adalah dokumentasi tertua menyangkut produksi dan pemakaian vaksin. Surat-surat tersebut tertanggal 1 April 1717.
Edward Jenner yang disebut penemu vaksin cacar (smallpox) melakukan penelitian tahun 1798. Edward menemukan teori dan tehniknya, namun belum memproduksi vaksin.
Sedang Louis Pasteur (1822-1895), pembuat vaksin rabies dan antrax, ketika hendak membuat studi produksi vaksinnya, dia kehabisan uang. Dia lalu menulis surat kepada Sultan Abdul Hamid II. Sultan lalu menyetujui dengan syarat laboratoriumnya dipindah ke Istanbul.
Pasteur menolak syarat tsb. Sultan lalu meminta agar 3 dokter Ottoman dijadikan asisten dalam penelitian yang kemudian diterima oleh Pasteur. Sultan kemudian mengirim bantuan 10.000 lira Ottoman dan memberi Pasteur penghargaan medali Order of Medjidie (1st Class).
Tahun 1885, vaksin rabies dibuat lalu dibawa ke Istanbul awal Januari 1887. Vaksin rabies pertama kali diproduksi di Istanbul.
——-
Yang malas mencari, silakan download makalah Prof. Osman Sadi Yenen dari Fakultas Kedokteran Univ. Istanbul. Makalah ini menceritakan sejarah wabah dan timeline produksi vaksin di Ottoman. Teks surat Lady Mary Montagu juga dilampirkan.
https://pdfs.semanticscholar.org/c18f/f008471b7822c067d7e8faf317d541904fe0.pdf
Sejarah Vaksin
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1200696/
Gbr 1-4, Telkihhane (Smallpox Vaccine Production Center)
dan Laboratorium Bakteriologi.
Gbr 5, surat bantuan duit utk Louis Pasteur”
Vaksin pertama kali dibuat di bawah kekhalifahan Ottoman. Tahun 1717, Lady Mary Montagu istri dubes British di Istanbul, menulis surat kepada beberapa temannya bahwa di Istanbul ada sesuatu “yang disebut vaksinasi” dalam mengobati orang cacar di Istanbul.
Lady Mary menceritakan bahwa perempuan dan anak-anak dikumpulkan lalu di lengan mereka dibuat semacam goresan. Setelah itu diberi sesuatu dan mereka akan mengalami demam ringan, selanjunya akan menjadi imun. Surat ini adalah dokumentasi tertua menyangkut produksi dan pemakaian vaksin. Surat-surat tersebut tertanggal 1 April 1717.
Edward Jenner yang disebut penemu vaksin cacar (smallpox) melakukan penelitian tahun 1798. Edward menemukan teori dan tehniknya, namun belum memproduksi vaksin.
Sedang Louis Pasteur (1822-1895), pembuat vaksin rabies dan antrax, ketika hendak membuat studi produksi vaksinnya, dia kehabisan uang. Dia lalu menulis surat kepada Sultan Abdul Hamid II. Sultan lalu menyetujui dengan syarat laboratoriumnya dipindah ke Istanbul.
Pasteur menolak syarat tsb. Sultan lalu meminta agar 3 dokter Ottoman dijadikan asisten dalam penelitian yang kemudian diterima oleh Pasteur. Sultan kemudian mengirim bantuan 10.000 lira Ottoman dan memberi Pasteur penghargaan medali Order of Medjidie (1st Class).
Tahun 1885, vaksin rabies dibuat lalu dibawa ke Istanbul awal Januari 1887. Vaksin rabies pertama kali diproduksi di Istanbul.
——-
Yang malas mencari, silakan download makalah Prof. Osman Sadi Yenen dari Fakultas Kedokteran Univ. Istanbul. Makalah ini menceritakan sejarah wabah dan timeline produksi vaksin di Ottoman. Teks surat Lady Mary Montagu juga dilampirkan.
https://pdfs.semanticscholar.org/c18f/f008471b7822c067d7e8faf317d541904fe0.pdf
Sejarah Vaksin
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1200696/
Gbr 1-4, Telkihhane (Smallpox Vaccine Production Center)
dan Laboratorium Bakteriologi.
Gbr 5, surat bantuan duit utk Louis Pasteur”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Periksa Fakta AFP, klaim bahwa vaksin pertama kali dibuat di bawah kekhalifahan Ottoman tahun 1717 adalah klaim yang keliru.
Menurut berbagai rekaman sejarah, vaksin pertama diperkenalkan pada tahun 1796 oleh seorang dokter Inggris bernama Edward Jenner. Prosedur medis sebelum itu dikenal dengan “variolasi” atau “inokulasi”.
Surat Lady Montagu yang bercerita tentang imunisasi di Turki itu bertanggal 1 April 1717. Dia mengirim surat tersebut kepada sahabatnya Sarah Chiswell di London untuk menjelaskan prosedur medis di Turki untuk menangkal penyakit cacar.
AFP telah menandai bagian yang menyebut prosedur medis yang dimaksud di surat Lady Montagu. Diterjemahkan ke bahasa Indonesia, bagian yang ditandai itu artinya:
“Selanjutnya dia membuka bagian yang tubuh yang diinginkan dengan jarum besar (sakitnya tidak lebih dari luka goresan) dan memasukkan racun ke dalam pembuluh darah sebanyak yang bisa ditampung pada ujung jarum, selanjutnya luka itu dirapatkan dengan cangkak, dan dengan cara ini membuka empat atau lima pembuluh darah.”
Prosedur yang digambarkan Lady Montagu di suratnya tersebut dikenal dengan “variolasi”, menurut linimasa pada historyofvaccines.org, website yang dikelola oleh Sekolah Kedokteran Philadelphia.
Menurut linimasa tersebut, variolasi, juga dikenal dengan “inokulasi”, telah dipraktikkan di Tiongkok, Afrika dan Turki sebelum dikenal di Eropa. Lady Montagu dianggap sebagai orang yang membawa praktik medis tersebut ke Inggris, di mana dia memerintahkan seorang dokter melakukan variolasi pada anak perempuannya di tahun 1721.
Variolasi menggunakan bentuk virus yang lebih ringan yang diambil dari bintil pasien cacar untuk untuk menciptakan imunitas melawan penyakit cacar, menurut Encyclopaedia Britannica.
Perpustakaan Medik Nasional Amerika Serikat menjelaskan:
“Variolasi tidak bebas resiko. Tidak saja pasien bisa terbunuh karena prosedur itu, tapi bentuk ringan dari penyakit yang diidap pasien bisa menyebar, dan lebih jauh dapat menimbulkan pandemi. Korban variolasi dapat ditemukan di semua strata sosial; Raja George III kehilangan seorang putra karena prosedur itu, begitu juga dengan warga lainnya,”
Vaksin cacar pertama, diciptakan oleh Jenner pada tahun 1796 sebagai alternatif variolasi, adalah vaksin sukses pertama di dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia dan Perpustakaan Medik Nasional Amerika Serikat.
“Vaksin pertama diperkenalkan oleh dokter Inggris, Edward Jenner, yang tahun 1796 menggunakan virus cacar sapi (vaccinia) untuk memberikan perlindungan melawan cacar, virus yang sejenis, pada manusia,” tulis Encyclopaedia Britannica.
Menurut berbagai rekaman sejarah, vaksin pertama diperkenalkan pada tahun 1796 oleh seorang dokter Inggris bernama Edward Jenner. Prosedur medis sebelum itu dikenal dengan “variolasi” atau “inokulasi”.
Surat Lady Montagu yang bercerita tentang imunisasi di Turki itu bertanggal 1 April 1717. Dia mengirim surat tersebut kepada sahabatnya Sarah Chiswell di London untuk menjelaskan prosedur medis di Turki untuk menangkal penyakit cacar.
AFP telah menandai bagian yang menyebut prosedur medis yang dimaksud di surat Lady Montagu. Diterjemahkan ke bahasa Indonesia, bagian yang ditandai itu artinya:
“Selanjutnya dia membuka bagian yang tubuh yang diinginkan dengan jarum besar (sakitnya tidak lebih dari luka goresan) dan memasukkan racun ke dalam pembuluh darah sebanyak yang bisa ditampung pada ujung jarum, selanjutnya luka itu dirapatkan dengan cangkak, dan dengan cara ini membuka empat atau lima pembuluh darah.”
Prosedur yang digambarkan Lady Montagu di suratnya tersebut dikenal dengan “variolasi”, menurut linimasa pada historyofvaccines.org, website yang dikelola oleh Sekolah Kedokteran Philadelphia.
Menurut linimasa tersebut, variolasi, juga dikenal dengan “inokulasi”, telah dipraktikkan di Tiongkok, Afrika dan Turki sebelum dikenal di Eropa. Lady Montagu dianggap sebagai orang yang membawa praktik medis tersebut ke Inggris, di mana dia memerintahkan seorang dokter melakukan variolasi pada anak perempuannya di tahun 1721.
Variolasi menggunakan bentuk virus yang lebih ringan yang diambil dari bintil pasien cacar untuk untuk menciptakan imunitas melawan penyakit cacar, menurut Encyclopaedia Britannica.
Perpustakaan Medik Nasional Amerika Serikat menjelaskan:
“Variolasi tidak bebas resiko. Tidak saja pasien bisa terbunuh karena prosedur itu, tapi bentuk ringan dari penyakit yang diidap pasien bisa menyebar, dan lebih jauh dapat menimbulkan pandemi. Korban variolasi dapat ditemukan di semua strata sosial; Raja George III kehilangan seorang putra karena prosedur itu, begitu juga dengan warga lainnya,”
Vaksin cacar pertama, diciptakan oleh Jenner pada tahun 1796 sebagai alternatif variolasi, adalah vaksin sukses pertama di dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia dan Perpustakaan Medik Nasional Amerika Serikat.
“Vaksin pertama diperkenalkan oleh dokter Inggris, Edward Jenner, yang tahun 1796 menggunakan virus cacar sapi (vaccinia) untuk memberikan perlindungan melawan cacar, virus yang sejenis, pada manusia,” tulis Encyclopaedia Britannica.
Rujukan
- https://periksafakta.afp.com/unggahan-menyesatkan-mengklaim-vaksin-pertama-dibuat-di-bawah-pemerintahan-turki-usmani
- https://nyamcenterforhistory.org/2017/03/28/lady-mary-wortley-montagu-and-immunization-advocacy/
- https://www.historyofvaccines.org/timeline/all#EVT_15
- https://www.britannica.com/science/variolation
- https://www.nlm.nih.gov/exhibition/smallpox/sp_variolation.html
- https://www.who.int/csr/disease/smallpox/vaccines/en/
- https://www.nlm.nih.gov/exhibition/smallpox/sp_vaccination.html
- https://www.britannica.com/science/vaccine
(GFD-2020-3939) [SALAH] Sitkom Bajaj Bajuri Prediksi Corona 17 Tahun Lalu
Sumber: whatsapp.com dan twitter.comTanggal publish: 13/05/2020
Berita
Beredar sebuah informasi yang menyebutkan jika sitkom Bajaj Bajuri telah memprediksi virus Corona atau COVID-19 dari 17 tahun lalu. Berikut kutipan narasinya:
WhatsApp: “Di Tahun 2002, ada sebuah cuplikan Dlm salah satu episode Bajay bajuri Tentang penyakit menular yg berasal dari China
Semua orang sudah pakai masker, dan orang yang diduga kena penyakit menular harus dikarantina.
Saat itu kita hanya menontonnya sebagai cerita biasa
18 Tahun kemudian, kisah itu Identik dgn apa yg kita rasakan sekarang
Tanpa sadar kita kadang sudah diperlihatkan tanda² nya”
Twitter: “we've been warned 17 years ago”
WhatsApp: “Di Tahun 2002, ada sebuah cuplikan Dlm salah satu episode Bajay bajuri Tentang penyakit menular yg berasal dari China
Semua orang sudah pakai masker, dan orang yang diduga kena penyakit menular harus dikarantina.
Saat itu kita hanya menontonnya sebagai cerita biasa
18 Tahun kemudian, kisah itu Identik dgn apa yg kita rasakan sekarang
Tanpa sadar kita kadang sudah diperlihatkan tanda² nya”
Twitter: “we've been warned 17 years ago”
Hasil Cek Fakta
Namun setelah melakukan penelusuran, ternyata potongan video tersebut merupakan video sitkom Bajaj Bajuri pada episode 205 yang berjudul “Katakan Saja Ogah Berpuasa.” Dalam episode tersebut terlihat Said dan Oneng tengah membahas virus SARS yang pada tahun 2002 tengah melanda China.
Melihat dari video lengkapnya yang diunggah oleh akun Youtube Bang Rose, episode tersebut menceritakan Ucup yang memiliki gejala yang sama dengan pasien yang mengidap virus SARS. Dalam video tersebut ucup menjadi pasien yang harus menjalani karantina, namun Ucup menolak untuk menjalaninya.
Selain itu dalam video tersebut juga memperlihatkan jika Emak terkena gejala yang sama setelah kontak dengan Ucup.
Melihat dari video lengkapnya yang diunggah oleh akun Youtube Bang Rose, episode tersebut menceritakan Ucup yang memiliki gejala yang sama dengan pasien yang mengidap virus SARS. Dalam video tersebut ucup menjadi pasien yang harus menjalani karantina, namun Ucup menolak untuk menjalaninya.
Selain itu dalam video tersebut juga memperlihatkan jika Emak terkena gejala yang sama setelah kontak dengan Ucup.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, mengenai potongan video sitkom yang meramalkan virus Corona 17 tahun lalu adalah tidak benar. Informasi tersebut masuk ke dalam Konten yang Salah
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2020/05/13/salah-sitkom-bajaj-bajuri-prediksi-corona-17-tahun-lalu/
- https://hai.grid.id/read/072147684/bajaj-bajuri-diduga-ramalkan-virus-corona-2020-pada-15-tahun-lalu-begini-faktanya?page=all
- https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5012564/heboh-ramalan-bajaj-bajuri-dan-cocoklogi-virus-corona
- https://www.youtube.com/watch?v=1-8QnzRIXKY
- https://www.ayobandung.com/read/2020/05/11/88943/bajaj-bajuri-ramalkan-virus-corona-sejak-15-tahun-lalu-ini-faktanya
- https://merahputih.com/post/read/hoaks-atau-fakta-sitkom-bajaj-bajuri-ramalkan-corona-sejak-17-tahun-lalu
(GFD-2020-3940) [SALAH] Tidak Menggunakan Masker Denda Rp300 Ribu di Semarang
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 13/05/2020
Berita
Beredar pesan berantai mengenai imbauan operasi “Masker” di jalan protokol Semarang. Jalan yang disebutkan ada Jalan Mataram, Jalan Dr. Cipto, dan jalan besar lainnya. Pesan tersebut juga mengimbau akan ada denda bagi pengendara yang tidak menggunakan masker sebesar Rp300.000.
Berikut kutipan narasinya:
“PERHATIAN....
Sepanjang jl. Mataram
Dr. Cipto & Jalan Besar Lain nya .
Hari ini Ada Operasi
"MASKER"
Bagi Siapa Tidak Gunakan MASKER
Kena DENDA Rp.300.000,-
Operasi Tersebut Gabungan PM & POLISI Mohon Gunakan MASKER.”
Berikut kutipan narasinya:
“PERHATIAN....
Sepanjang jl. Mataram
Dr. Cipto & Jalan Besar Lain nya .
Hari ini Ada Operasi
"MASKER"
Bagi Siapa Tidak Gunakan MASKER
Kena DENDA Rp.300.000,-
Operasi Tersebut Gabungan PM & POLISI Mohon Gunakan MASKER.”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, mengenai denda dalam operasi masker, melansir dari tribunnews.com Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi menyatakan Kota Semarang tidak ada penerapan sanksi denda Rp300 ribu bagi pengendara yang tidak menggunakan masker saat berkendara.
"Tidak benar infonya soal denda. Kalau operasi masker memang ada di beberapa pospam."
"Tapi, sifatnya imbauan persuasif. Tidak sampai ada denda," kata AKBP Ardi.
Pengecekan penggunaan masker bagi pengendara juga dilakukan di sejumlah akses perbatasan masuk Kota Semarang.
Bantahan lain, mengenai operasi masker di sepanjang Jalan Dr. Cipto, Kapolsek Semarang Timur, Iptu Budi Antoro mengatakan, sejauh ini tidak ada operasi masker oleh tim gabungan di sepanjang Jalan Dr. Cipto.
"Tidak ada pengecekan di sepanjang Jalan Dr Cipto sejauh ini. Jadi, jelas ga ada operasi. Apalagi denda. Itu hoaks infonya," terangnya.
"Tidak benar infonya soal denda. Kalau operasi masker memang ada di beberapa pospam."
"Tapi, sifatnya imbauan persuasif. Tidak sampai ada denda," kata AKBP Ardi.
Pengecekan penggunaan masker bagi pengendara juga dilakukan di sejumlah akses perbatasan masuk Kota Semarang.
Bantahan lain, mengenai operasi masker di sepanjang Jalan Dr. Cipto, Kapolsek Semarang Timur, Iptu Budi Antoro mengatakan, sejauh ini tidak ada operasi masker oleh tim gabungan di sepanjang Jalan Dr. Cipto.
"Tidak ada pengecekan di sepanjang Jalan Dr Cipto sejauh ini. Jadi, jelas ga ada operasi. Apalagi denda. Itu hoaks infonya," terangnya.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut imbauan mengenai denda Rp300 Ribu bagi pengendara yang tidak menggunakan masker tidak benar, pesan berantai tersebut masuk dalam Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2020/05/13/salah-tidak-menggunakan-masker-denda-rp300-ribu-di-semarang/
- https://banyumas.tribunnews.com/2020/05/12/hoaks-pesan-berantai-denda-rp-300-ribu-bagi-pengendara-tak-gunakan-masker-di-semarang
- https://www.motorplus-online.com/read/252148713/heboh-pesan-berantai-denda-rp-300-ribu-bagi-pengendara-enggak-pakai-masker-polisi-langsung-bereaksi
Halaman: 7466/7995




