tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial yang menyebutkan Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa sebagai mastermind dari operasi penyitaan uang korupsi konglomerat sebanyak Rp6 triliun dan Rp13 triliun.
ADVERTISEMENT
Mastermind merujuk ke istilah bagi orang yang berperan merencanakan dan mengendalikan ide atau proyek besar atau disebut dalang. Dalam video unggahan akun Instagram “@wijaya27071” (arsip) pada Sabtu (27/12/2025), tertulis pesan “Purbaya Mastermind Dibalik Penyitaan Duit Korupsi Konglomerat”.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Dalam video berdurasi 2 menit 52 detik tersebut dijabarkan upaya-upaya Purbaya untuk menyita uang hasil korupsi. Narator juga menyertakan sejumlah detail informasi untuk memperkuat narasi.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
”Para pecinta cerita digital, sitaan uang sebesar Rp13 triliun dan Rp6 triliun ternyata di belakangnya ada mastermind yang bernama Purbaya yang menjabat sebagai Menteri Keuangan,” begitu pesan narator, membuka cerita dalam video.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Narator dalam video juga menyebutkan bahwa Purbaya memiliki big data terkait uang masuk dan keluar di Indonesia dan tidak memberikan surat sakti yang dapat digunakan oleh oknum aparat untuk memilah sitaan yang akan dilegalkan. Dikatakan bahwa di zaman Purbaya siapapun yang mengumumkan kasus korupsi harus bertanggung jawab untuk memasukkan uangnya ke negara.
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (29/12/2025), unggahan tersebut telah mendapatkan 13,1 ribu likes, 649 komentar, dan 475 kali dibagikan ulang. Sejumlah komentar teratas juga mengindikasikan audiens yang percaya dengan informasi dalam video tersebut.
ADVERTISEMENT
Periksa Fakta Purbaya Dalang Sita Uang Konglomerat. foto/Hotline periska fakta tirto
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram “ywidi927” (arsip) dan platform X diunggah oleh akun bernama “monica official” (arsip).
Lantas, benarkah video yang menyebut bahwa Purbaya adalah mastermind dibalik penyitaan uang konglomerat?
(GFD-2025-31486) Hoaks Purbaya Mastermind Penyitaan Uang Korupsi Konglomerat
Sumber:Tanggal publish: 29/12/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Tirto mengamati keseluruhan video berdurasi hampir 3 menit tersebut. Dalam video tidak terdapat keterangan tempat dan waktu yang spesifik.
Video terlihat seperti suntingan yang menggabungkan sejumlah kejadian. Terlihat beberapa latar belakang tempat dan kejadian yang berbeda. Pengunggah juga menambahkan beberapa ilustrasi seperti kebun sawit dan meja dengan tumpukan uang.
Tirto kemudian mencoba melakukan pencocokan visual terhadap beberapa potongan gambar dalam video. Potongan yang paling mencolok, yang menunjukkan Purbaya berdiri di depan tumpukan uang menjadi fokus kami.
Hasil pencarian gambar terbalik (reverse image search) mengarahkan kami ke video berikut dari unggahan Sekretariat Presiden. Video tersebut adalah momen saat Presiden Prabowo menyaksikan penyerahan hasil penyelamatan keuangan negara di Jakarta, Rabu (24/12/2025).
Di kesempatan itu Purbaya sempat berfoto dengan memegang piagam bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Momen serupa unggahan di media sosial bisa ditemukan di sekitar menit 18, video Sekretariat Presiden.
Tumpukan uang tersebut bukan hasil penyitaan uang konglomerat, melainkan hasil dari denda administratif dari 20 perusahaan perkebunan kelapa sawit dan pertambangan yang melanggar aturan di kawasan hutan, serta hasil rampasan perkara korupsi besar (minyak goreng dan gula). Uang tunai tersebut dipajang di lobi Gedung Bundar Kejaksaan Agung dan diserahkan langsung oleh Jaksa Agung kepada negara dengan disaksikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Lebih lanjut, Tirto juga menemukan informasi dari akun Instagram @ppid.kemenkeu. ditemukan unggahan yang memberikan pernyataan bahwa berita yang menyatakan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mastermind dibalik penyitaan duit korupsi adalah tidak benar.
"Berita yang menyatakan bahwa Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mastermind di balik penyitaan duit korupsi adalah tidak benar atau hoaks," demikian pernyataan tertulis yang dikutip dari akun Instagram resmi PPID Kemenkeu, Senin (29/12/2025).
Berdasar rangkuman Tirto, dana Rp6 triliun yang dimaksud berasal dari dua sumber. Pertama, penagihan denda administratif kehutanan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Kedua, hasil penyelamatan keuangan negara dari penanganan kasus dugaan korupsi di sektor kehutanan.
Uang tersebut sebelumnya dipamerkan oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam konferensi pers yang turut disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (24/12/2025).
Sementara itu terkait klaim dana senilai Rp13 triliun, atau tepatnya Rp13.255.244.538.149 diserahkan Kejaksaan Agung pada Senin (20/10/2025). Dana tersebut merupakan uang pengganti dari korporasi yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi CPO, antara lain Wilmar Group senilai Rp11,88 triliun, Permata Hijau Group Rp1,86 miliar, dan Musim Mas Rp1,8 triliun.
Video terlihat seperti suntingan yang menggabungkan sejumlah kejadian. Terlihat beberapa latar belakang tempat dan kejadian yang berbeda. Pengunggah juga menambahkan beberapa ilustrasi seperti kebun sawit dan meja dengan tumpukan uang.
Tirto kemudian mencoba melakukan pencocokan visual terhadap beberapa potongan gambar dalam video. Potongan yang paling mencolok, yang menunjukkan Purbaya berdiri di depan tumpukan uang menjadi fokus kami.
Hasil pencarian gambar terbalik (reverse image search) mengarahkan kami ke video berikut dari unggahan Sekretariat Presiden. Video tersebut adalah momen saat Presiden Prabowo menyaksikan penyerahan hasil penyelamatan keuangan negara di Jakarta, Rabu (24/12/2025).
Di kesempatan itu Purbaya sempat berfoto dengan memegang piagam bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Momen serupa unggahan di media sosial bisa ditemukan di sekitar menit 18, video Sekretariat Presiden.
Tumpukan uang tersebut bukan hasil penyitaan uang konglomerat, melainkan hasil dari denda administratif dari 20 perusahaan perkebunan kelapa sawit dan pertambangan yang melanggar aturan di kawasan hutan, serta hasil rampasan perkara korupsi besar (minyak goreng dan gula). Uang tunai tersebut dipajang di lobi Gedung Bundar Kejaksaan Agung dan diserahkan langsung oleh Jaksa Agung kepada negara dengan disaksikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Lebih lanjut, Tirto juga menemukan informasi dari akun Instagram @ppid.kemenkeu. ditemukan unggahan yang memberikan pernyataan bahwa berita yang menyatakan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mastermind dibalik penyitaan duit korupsi adalah tidak benar.
"Berita yang menyatakan bahwa Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mastermind di balik penyitaan duit korupsi adalah tidak benar atau hoaks," demikian pernyataan tertulis yang dikutip dari akun Instagram resmi PPID Kemenkeu, Senin (29/12/2025).
Berdasar rangkuman Tirto, dana Rp6 triliun yang dimaksud berasal dari dua sumber. Pertama, penagihan denda administratif kehutanan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Kedua, hasil penyelamatan keuangan negara dari penanganan kasus dugaan korupsi di sektor kehutanan.
Uang tersebut sebelumnya dipamerkan oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam konferensi pers yang turut disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (24/12/2025).
Sementara itu terkait klaim dana senilai Rp13 triliun, atau tepatnya Rp13.255.244.538.149 diserahkan Kejaksaan Agung pada Senin (20/10/2025). Dana tersebut merupakan uang pengganti dari korporasi yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi CPO, antara lain Wilmar Group senilai Rp11,88 triliun, Permata Hijau Group Rp1,86 miliar, dan Musim Mas Rp1,8 triliun.
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video yang mengklaim Purbaya adalah mastermind dibalik penyitaan uang korupsi konglomerat adalah adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).
Video yang beredar di media sosial menggunakan potongan klip dari kejadian lain yang tidak terkait dengan penyitaan uang korupsi konglomerat. Pihak Kementerian Keuangan juga telah menekankan kalau informasi yang tersebar di media sosial adalah hoaks.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Video yang beredar di media sosial menggunakan potongan klip dari kejadian lain yang tidak terkait dengan penyitaan uang korupsi konglomerat. Pihak Kementerian Keuangan juga telah menekankan kalau informasi yang tersebar di media sosial adalah hoaks.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.instagram.com/reels/DSuXZ8gE0mN/
- https://archive.today/jh9sE
- https://www.instagram.com/reels/DSuhs0zAUfC/
- https://archive.today/QPWnf
- https://x.com/NenkMonica/status/2004527610957894006
- https://archive.today/X8zr6
- https://www.youtube.com/watch?v=l-HKUobajl0
- https://www.instagram.com/p/DSzi6IBkztP/?igsh=MTB3MzIzNm56Z3lwdg%3D%3D
- https://tirto.id/kemenkeu-bantah-purbaya-mastermind-penyitaan-uang-koruptor-hoty
(GFD-2025-31182) Cek Fakta: Tidak Benar Klaim Link Hadiah PLN Tahun Baru 2026
Sumber:Tanggal publish: 27/12/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link hadiah PLN Tahun Baru 2026, informasi tersebut berdar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.
Klaim link hadiah PLN Tahun Baru 2026 berupa tautan berupa tulisan sebagai berikut.
"PLN-Hadiah Tahun Baru 2025Klik tautan untuk mengklaim Hadiah Tahun Baru 2026 Anda."
Unggahan tersebut disertai dengan link berikut.
"https://wezk.buzz/?id=MDQuMi4xLzEmclwobmdoKiwmLl4zYjEsKiwsMSdxY3VlLF1veHUmNCdxXydzMTExMjM"
Jika link tersebut diklik, mengarah pada halaman situs yang terdapat tulisan berikut ini.
"Selamat!
PLN - Hadiah Tahun Baru 2026
Melalui kuesioner, Anda akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan Rp1500000"
Halam situs tersebut pun mengarahkan untuk mengisi kuesioner.
Benarkah klaim link hadiah PLN Tahun Baru 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link hadiah PLN Tahun Baru 2026, penelusuran mengarah pada unggahan akun resmi PLN @pln_id, unggahan tersebut berupa imbauan agar masyarakat mewaspadai penipuan dan informasi palsu terkait hadiah tahun baru 2026 dengan modus kuesioner.
Unggahan tersebut juga menampilkan tangkapan layar yang identik dengan halaman situs dari link yang disertakan.
PLN juga mengimbau masyarakat untuk memeriksa kebenaran informasi yang didapat dan memastikan informasi berasal dari sumber yang valid, adapun situs resmi PLN adalah www.pln.co.id
Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"Electrizen, waspada terhadap penipuan dan informasi palsu yang mengatasnamakan hadiah tahun baru 2026 dengan modus kuesioner dari PLN.
Seluruh informasi terkait PLN dapat diperoleh secara benar dan valid melalui situs dan media sosial resmi, PLN Mobile, serta Contact Center PLN 123."
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link hadiah PLN Tahun Baru 2026 tidak benar.
PLN mengimbau masyarakat mewaspadai penipuan dan informasi palsu terkait hadiah tahun baru 2026 dengan modus kuesioner.
Rujukan
(GFD-2025-31162) Hoaks! Luhut nyatakan Dedi Mulyadi ke Sumatera hanya untuk pencitraan
Sumber:Tanggal publish: 26/12/2025
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menampilkan foto Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, yang diberi tulisan seolah-olah Luhut menyebut Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), datang ke Sumatera untuk menemui korban banjir hanya demi konten dan pencitraan.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Luhut Mengatakan: KDM Itu Kesumatra Cuma Mau Bikin Konten Pencitraan Dia Kan Gubernur Koneten Creator”
Unggahan tersebut juga disertai narasi:
“Luhut Mengatakan: KDM Itu Ke Sumatra Cuma Buat Ngonten Pencitraan Diakan Gubernur Konten Kreator .Bagaimana Menurut kalian .. mllah lah lou sendiri lihang lahat bisa ya apa nyingir nyingir ajh gtt iri ka bpk aing .. .kumaha baraya nanggapan nu si lihang lahat ini, luhut maksud ya”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, benarkah Luhut nyatakan KDM ke Sumatera hanya untuk pencitraan?
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Luhut Mengatakan: KDM Itu Kesumatra Cuma Mau Bikin Konten Pencitraan Dia Kan Gubernur Koneten Creator”
Unggahan tersebut juga disertai narasi:
“Luhut Mengatakan: KDM Itu Ke Sumatra Cuma Buat Ngonten Pencitraan Diakan Gubernur Konten Kreator .Bagaimana Menurut kalian .. mllah lah lou sendiri lihang lahat bisa ya apa nyingir nyingir ajh gtt iri ka bpk aing .. .kumaha baraya nanggapan nu si lihang lahat ini, luhut maksud ya”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, benarkah Luhut nyatakan KDM ke Sumatera hanya untuk pencitraan?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi maupun video yang membuktikan Luhut pernah mengatakan KDM ke Sumatera hanya untuk membuat konten atau pencitraan.
Foto Luhut yang digunakan dalam unggahan tersebut juga diketahui serupa dengan foto yang pernah dipublikasikan CNBC sebagai dokumentasi Luhut dalam acara “CNBC Indonesia Economic Outlook” bertema “Menuju Pemulihan Ekonomi Indonesia 2021,” sehingga foto itu tidak berkaitan dengan klaim yang dituliskan.
Dengan demikian, unggahan tersebut menyesatkan karena mencantumkan pernyataan yang tidak didukung bukti dan memakai foto di luar konteks.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Klaim: Luhut nyatakan Dedi Mulyadi ke Sumatera hanya untuk pencitraan
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Foto Luhut yang digunakan dalam unggahan tersebut juga diketahui serupa dengan foto yang pernah dipublikasikan CNBC sebagai dokumentasi Luhut dalam acara “CNBC Indonesia Economic Outlook” bertema “Menuju Pemulihan Ekonomi Indonesia 2021,” sehingga foto itu tidak berkaitan dengan klaim yang dituliskan.
Dengan demikian, unggahan tersebut menyesatkan karena mencantumkan pernyataan yang tidak didukung bukti dan memakai foto di luar konteks.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Klaim: Luhut nyatakan Dedi Mulyadi ke Sumatera hanya untuk pencitraan
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
(GFD-2025-31179) Cek Fakta; Hoaks Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Dedi Mulyadi ke Sumatera Hanya untuk Pencitraan
Sumber:Tanggal publish: 26/12/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan yang mengklaim Luhut Binsar Pandjaitan menuding Gubernur Jabar Dedi Mulyadi datang ke Sumatera hanya untuk pencitraan. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 11 Desember 2025.
Dalam postingannya terdapat foto Luhut dengan narasi sebagai berikut:
"Luhut Mengatakan: KDM Itu ke Sumatra Cuma Mau Bikin Konten Pencitraan Dia Kan Gubernur Konten Creator"
Akun itu menambahkan narasi:
"Luhut Mengatakan: KDM Itu Ke Sumatra Cuma Buat Ngonten Pencitraan Diakan Gubernur Konten Kreator. Bagaimana Menurut kalian"
Lalu benarkah postingan yang mengklaim Luhut Binsar Pandjaitan menuding Gubernur Jabar Dedi Mulyadi datang ke Sumatera hanya untuk pencitraan?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan menggunakan Google Images. Hasilnya foto yang dipakai dalam postingan beberapa kali digunakan situs berita CNBCIndonesia.com sejak empat tahun lalu.
Namun isi berita sama sekali tidak pernah membahas pernyataan Luhut terkait Dedi Mulyadi. Salah satu artikel yang diunggah pada 10 Juni 2021 berjudul "Simak Kata-Kata Luhut: Laut Memilih Kita Menjadi Sahabat".
Selain itu CNBCIndonesia juga pernah memuat artikel dengan foto yang sama pada 8 Juni 2021 dengan judul "Luhut 'Pede' Hubungan RI-China Bakalan Makin 'Mesra'".
Di sisi lain tidak ditemukan pernyataan resmi dari Luhut terkait Dedi Mulyadi soal kunjungannya ke Sumatra yang hanya untuk pencitraan.
Kesimpulan
Postingan yang mengklaim Luhut Binsar Pandjaitan menuding Gubernur Jabar Dedi Mulyadi datang ke Sumatera hanya untuk pencitraan adalah hoaks.
Rujukan
Halaman: 741/7911


