"yg terjangkit virus corona sekrg tdk diobati tp ditembak mati"
Video gabungan dari tiga video berbeda yang diambil dalam waktu yang berbeda. Ketiga polisi di video itu tidak melakukan penembakan massal terhadap warga yang terinfeksi virus Corona. Mereka dikirim ke Jalan Futian untuk mengatasi anjing gila. Suara yang mirip tembakan dalam video itu pun bukan suara senjata, suara itu adalah suara kembang api atau petasan. Wabah virus Corona memang terjadi saat tahun baru Cina.
Akun Anan Qan (fb.com/Anan-Qan-111368947079397) mengunggah sebuah video dengan narasi :
“Kondisi WUHAN Terkini …Langsung Di TEMBAK Mati ● Yang Terkena (CORONA) NERAKA CHINA”
(GFD-2020-3608) [SALAH] Video “Kondisi WUHAN Terkini …Langsung Di TEMBAK Mati Yang Terkena CORONA NERAKA CHINA”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 20/02/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Tempo yang menggunakan tools InVID untuk memfragmentasi video unggahan sumber klaim tersebut menjadi beberapa gambar. Dan dari sejumlah potongan gambar itu, Tempo menelusuri asal-usulnya dengan reverse image tools, baik milik Google, Yandex, maupun TinEye.
Hasilnya, Tempo menemukan bahwa video yang diunggah sumber klaim itu adalah gabungan dari tiga video berbeda yang diambil dalam waktu yang berbeda pula.
Berikut hasil periksa terkait 3 video tersebut:
1. Video pertama (Detik pertama hingga detik ke-20)
Misinformasi mengenai video tiga pria yang memegang senjata itu pertama kali beredar pada 1 Februari 2020. Salah satu akun yang membagikannya adalah akun Twitter @lym104_hker. Oleh akun ini, video tersebut diberi narasi “Somewhere in Wuhan, three unknown people are wearing protective clothing but holding guns”.
Faktanya, tiga pria itu memang adalah polisi. Namun, ketiganya tidak sedang berada di Wuhan. Berdasarkan nomor yang tertera di badan mobil, yakni G1796, mobil tersebut adalah mobil milik biro kepolisian Kota Yiwu, Provinsi Zhejiang, Cina bagian timur.
Ketiga polisi itu pun tidak melakukan penembakan massal terhadap warga yang terinfeksi virus Corona. Dikutip dari situs China Global Television Network (CGTN), ketiga polisi tersebut dikirim ke Jalan Futian untuk mengatasi anjing gila.
Pernyataan resmi dari polisi berbunyi: “Pada 1 Februari pukul 11.37, polisi Yiwu menerima laporan dari warga sipil yang meminta bantuan untuk menangani anjing yang telah melukai orang-orang di lingkungan Futian. Biro kemudian mengirim tiga polisi bersenjata dengan peralatan pelindung, untuk melindungi dari virus COVID-2019.”
2. Video kedua (Detik ke-21 sampai detik ke-35)
Sejumlah orang yang terbaring di tanah bersama para perawat dalam cuplikan tersebut bukanlah warga yang ditembak massal seperti yang diklaim oleh sumber klaim. Tempo menemukan bahwa video itu pernah beredar sebelumnya pada 26 Januari 2020. Video tersebut diunggah oleh akun Twitter @wongwaaa.
Akun ini menjelaskan bahwa video itu adalah video orang-orang di Wuhan yang terpaksa dirawat di rumah mereka karena rumah sakit sudah penuh dengan pasien yang terinfeksi virus Corona COVID-2019.
Suara yang mirip tembakan dalam video itu pun bukan suara senjata. Tempo memperoleh petunjuk dari komentar akun @siren12041. Akun ini menjelaskan bahwa suara itu adalah suara kembang api atau petasan. Wabah virus Corona memang terjadi saat tahun baru Cina. Bahkan, beberapa desa di Cina menyalakan kembang api atau petasan sebagai tradisi ketika ada anggota keluarga yang meninggal dengan tujuan untuk memberitahu warga lain.
3. Video ketiga (Detik ke-36 sampai selesai)
Organisasi cek fakta Perancis, Observers France24, telah memverifikasi video ini dengan mewawancarai Zhang W (bukan nama sebenarnya), salah satu warga Kota Wuzu, Cina, yang berkomunikasi dengan saksi-saksi kejadian dalam video tersebut secara langsung.
Video itu direkam di Kota Wuzu, tepatnya di depan sekolah Siyuan, pada 29 Januari 2020. Orang berjaket kuning dalam video itu bukanlah warga yang ditembak massal, melainkan korban kecelakaan motor.
Zhang W pun menunjukkan sejumlah video yang memiliki beberapa kesamaan dengan video unggahan sumber klaim, yakni bentuk trotoar dan orang yang tergeletak di tanah dengan sepeda motor di sebelahnya. Terdapat pula jejak kecelakaan yang terlihat, yakni pecahan beton dan bercak darah di dekat sebuah pohon, tidak jauh dari korban.
Selain itu, Zhang W mengirim beberapa gambar tangkapan layar yang berisi diskusinya dengan sekelompok warga Wuzu di aplikasi pesan WeChat serta video lain yang menunjukkan kejadian yang sama, yang direkam dari mobil yang bergerak.
Informasi kecelakaan ini diperkuat dengan siaran pers dari polisi setempat yang dikirim Zhang W ke Observers France24.
Siaran pers itu berbunyi:
“Pada 29 Januari sore, kecelakaan tunggal terjadi di Kota Wuzu. Orang tersebut mengendarai skuter. Karena lalu lintas yang buruk, dia bergeser ke sisi jalan, menabrak batu-batu, dan jatuh dengan benturan di bagian belakang kepala. Sayangnya, dia meninggal. Pengemudilah yang bertanggung jawab. Polisi setempat dan staf pusat kesehatan dengan cepat tiba untuk menangani kecelakaan itu.”
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Tempo yang menggunakan tools InVID untuk memfragmentasi video unggahan sumber klaim tersebut menjadi beberapa gambar. Dan dari sejumlah potongan gambar itu, Tempo menelusuri asal-usulnya dengan reverse image tools, baik milik Google, Yandex, maupun TinEye.
Hasilnya, Tempo menemukan bahwa video yang diunggah sumber klaim itu adalah gabungan dari tiga video berbeda yang diambil dalam waktu yang berbeda pula.
Berikut hasil periksa terkait 3 video tersebut:
1. Video pertama (Detik pertama hingga detik ke-20)
Misinformasi mengenai video tiga pria yang memegang senjata itu pertama kali beredar pada 1 Februari 2020. Salah satu akun yang membagikannya adalah akun Twitter @lym104_hker. Oleh akun ini, video tersebut diberi narasi “Somewhere in Wuhan, three unknown people are wearing protective clothing but holding guns”.
Faktanya, tiga pria itu memang adalah polisi. Namun, ketiganya tidak sedang berada di Wuhan. Berdasarkan nomor yang tertera di badan mobil, yakni G1796, mobil tersebut adalah mobil milik biro kepolisian Kota Yiwu, Provinsi Zhejiang, Cina bagian timur.
Ketiga polisi itu pun tidak melakukan penembakan massal terhadap warga yang terinfeksi virus Corona. Dikutip dari situs China Global Television Network (CGTN), ketiga polisi tersebut dikirim ke Jalan Futian untuk mengatasi anjing gila.
Pernyataan resmi dari polisi berbunyi: “Pada 1 Februari pukul 11.37, polisi Yiwu menerima laporan dari warga sipil yang meminta bantuan untuk menangani anjing yang telah melukai orang-orang di lingkungan Futian. Biro kemudian mengirim tiga polisi bersenjata dengan peralatan pelindung, untuk melindungi dari virus COVID-2019.”
2. Video kedua (Detik ke-21 sampai detik ke-35)
Sejumlah orang yang terbaring di tanah bersama para perawat dalam cuplikan tersebut bukanlah warga yang ditembak massal seperti yang diklaim oleh sumber klaim. Tempo menemukan bahwa video itu pernah beredar sebelumnya pada 26 Januari 2020. Video tersebut diunggah oleh akun Twitter @wongwaaa.
Akun ini menjelaskan bahwa video itu adalah video orang-orang di Wuhan yang terpaksa dirawat di rumah mereka karena rumah sakit sudah penuh dengan pasien yang terinfeksi virus Corona COVID-2019.
Suara yang mirip tembakan dalam video itu pun bukan suara senjata. Tempo memperoleh petunjuk dari komentar akun @siren12041. Akun ini menjelaskan bahwa suara itu adalah suara kembang api atau petasan. Wabah virus Corona memang terjadi saat tahun baru Cina. Bahkan, beberapa desa di Cina menyalakan kembang api atau petasan sebagai tradisi ketika ada anggota keluarga yang meninggal dengan tujuan untuk memberitahu warga lain.
3. Video ketiga (Detik ke-36 sampai selesai)
Organisasi cek fakta Perancis, Observers France24, telah memverifikasi video ini dengan mewawancarai Zhang W (bukan nama sebenarnya), salah satu warga Kota Wuzu, Cina, yang berkomunikasi dengan saksi-saksi kejadian dalam video tersebut secara langsung.
Video itu direkam di Kota Wuzu, tepatnya di depan sekolah Siyuan, pada 29 Januari 2020. Orang berjaket kuning dalam video itu bukanlah warga yang ditembak massal, melainkan korban kecelakaan motor.
Zhang W pun menunjukkan sejumlah video yang memiliki beberapa kesamaan dengan video unggahan sumber klaim, yakni bentuk trotoar dan orang yang tergeletak di tanah dengan sepeda motor di sebelahnya. Terdapat pula jejak kecelakaan yang terlihat, yakni pecahan beton dan bercak darah di dekat sebuah pohon, tidak jauh dari korban.
Selain itu, Zhang W mengirim beberapa gambar tangkapan layar yang berisi diskusinya dengan sekelompok warga Wuzu di aplikasi pesan WeChat serta video lain yang menunjukkan kejadian yang sama, yang direkam dari mobil yang bergerak.
Informasi kecelakaan ini diperkuat dengan siaran pers dari polisi setempat yang dikirim Zhang W ke Observers France24.
Siaran pers itu berbunyi:
“Pada 29 Januari sore, kecelakaan tunggal terjadi di Kota Wuzu. Orang tersebut mengendarai skuter. Karena lalu lintas yang buruk, dia bergeser ke sisi jalan, menabrak batu-batu, dan jatuh dengan benturan di bagian belakang kepala. Sayangnya, dia meninggal. Pengemudilah yang bertanggung jawab. Polisi setempat dan staf pusat kesehatan dengan cepat tiba untuk menangani kecelakaan itu.”
Rujukan
(GFD-2020-3599) [SALAH] Video “Seorang Pria Di Inggris Yang Membenci Islam Memecahkan Kaca Jendela Masjid”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 19/02/2020
Berita
Bukan kaca jendela masjid dan bukan di Inggris. Pria itu memecahkan jendela toko di Lubliniec, Polandia, pada bulan September 2017. Setelah itu, pria itu memutuskan untuk melarikan diri dan sebuah mobil menabraknya di jalan.
Akun Helmi Alamri (fb.com/emilcoocoy) membagikan video yang diunggah oleh akun Berbagi Informasi Dunia (fb.com/berbagiinformasidunia) yang diberi judul “Lihatlah Balasan Allah Kepada Lelaki Penghancur Kaca Masjid Ini” dan narasi “Seorang Pria Di Inggris Yang Membenci Islam Memecahkan Kaca Jendela Masjid, Namun Allah Langsung Membalasnya. Tonton Videonya Sampai Selesai.”
Akun Helmi Alamri (fb.com/emilcoocoy) membagikan video yang diunggah oleh akun Berbagi Informasi Dunia (fb.com/berbagiinformasidunia) yang diberi judul “Lihatlah Balasan Allah Kepada Lelaki Penghancur Kaca Masjid Ini” dan narasi “Seorang Pria Di Inggris Yang Membenci Islam Memecahkan Kaca Jendela Masjid, Namun Allah Langsung Membalasnya. Tonton Videonya Sampai Selesai.”
Hasil Cek Fakta
PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan oleh Tim Periksa Fakta AFP, faktanya video tersebut telah dibagikan dalam konteks yang menyesatkan karena sebenarnya memperlihatkan seorang pria yang memecahkan jendela toko di Lubliniec, Polandia, pada bulan September 2017.
Pencarian gambar terbalik di Google diikuti dengan pencarian kata kunci menemukan video berdurasi 52 detik diunggah di YouTube pada tanggal 23 September 2017 oleh penyedia konten viral ViralHog. Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, judul video itu berbunyi: “Setelah Beberapa Kejadian Perusak Menerima Pembalasan Karma || ViralHog”.
Diterjemahkan, keterangan video itu berbunyi:
“Terjadi pada tanggal 21 September 2017 / Lubliniec, Slask, Polandia.
“Info dari Pemberi Lisensi: ‘Pria dalam video itu telah merusak jendela toko kami dua kali. Yang pertama terjadi 2 minggu yang lalu pada tanggal 9 September 2017 dan minggu ini pada hari Kamis dia melakukannya lagi. Orang lain menelepon polisi dan setelah pria itu memutuskan untuk melarikan diri dan sebuah mobil menabraknya di jalan. Ia menderita beberapa luka ringan dan dibawa ambulans ke rumah sakit.’”
Ada keterangan waktu terlihat di kanan atas video, yang menunjukkan perusakan itu terjadi pada tanggal 21 September 2017, sekitar pukul 14:01 waktu setempat.
Menurut laporan media Polandia Fakt24 dan Wirtualna Polska pada tanggal 25 September 2017, kejadian itu terjadi pada tanggal 21 September 2017 dan perusak itu adalah pria berusia 27 tahun dari Lubliniec.
Lubliniec adalah sebuah kota di selatan Polandia. Lokasi perusakan tersebut sesuai dengan jalan di Lubliniec di Google Street View.
Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan oleh Tim Periksa Fakta AFP, faktanya video tersebut telah dibagikan dalam konteks yang menyesatkan karena sebenarnya memperlihatkan seorang pria yang memecahkan jendela toko di Lubliniec, Polandia, pada bulan September 2017.
Pencarian gambar terbalik di Google diikuti dengan pencarian kata kunci menemukan video berdurasi 52 detik diunggah di YouTube pada tanggal 23 September 2017 oleh penyedia konten viral ViralHog. Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, judul video itu berbunyi: “Setelah Beberapa Kejadian Perusak Menerima Pembalasan Karma || ViralHog”.
Diterjemahkan, keterangan video itu berbunyi:
“Terjadi pada tanggal 21 September 2017 / Lubliniec, Slask, Polandia.
“Info dari Pemberi Lisensi: ‘Pria dalam video itu telah merusak jendela toko kami dua kali. Yang pertama terjadi 2 minggu yang lalu pada tanggal 9 September 2017 dan minggu ini pada hari Kamis dia melakukannya lagi. Orang lain menelepon polisi dan setelah pria itu memutuskan untuk melarikan diri dan sebuah mobil menabraknya di jalan. Ia menderita beberapa luka ringan dan dibawa ambulans ke rumah sakit.’”
Ada keterangan waktu terlihat di kanan atas video, yang menunjukkan perusakan itu terjadi pada tanggal 21 September 2017, sekitar pukul 14:01 waktu setempat.
Menurut laporan media Polandia Fakt24 dan Wirtualna Polska pada tanggal 25 September 2017, kejadian itu terjadi pada tanggal 21 September 2017 dan perusak itu adalah pria berusia 27 tahun dari Lubliniec.
Lubliniec adalah sebuah kota di selatan Polandia. Lokasi perusakan tersebut sesuai dengan jalan di Lubliniec di Google Street View.
Rujukan
(GFD-2020-3600) [SALAH] Video “penampakan ribuan burung gagak di kota wuhan china!”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 19/02/2020
Berita
Bukan di Wuhan. Video itu direkam di kota Xining, terletak kurang lebih dari 1.600 km dari barat laut Wuhan, di Provinsi Qinghai.
Akun Bee (fb.com/bongplok.cebongkoplok) mengunggah sebuah video dengan narasi :
“Video penampakan ribuan burung gagak di kota wuhan china!”
Sumber : https://perma.cc/M9AK-35HP (Arsip) – Sudah dibagikan 168 kali saat tangkapan layar diambil.
Akun Bee (fb.com/bongplok.cebongkoplok) mengunggah sebuah video dengan narasi :
“Video penampakan ribuan burung gagak di kota wuhan china!”
Sumber : https://perma.cc/M9AK-35HP (Arsip) – Sudah dibagikan 168 kali saat tangkapan layar diambil.
Hasil Cek Fakta
PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Periksa Fakta AFP, faktanya klaim tersebut menyesatkan, video itu diambil kurang lebih dari 1.600 km dari barat laut Wuhan di kota Xining, di Provinsi Qinghai berdasarkan jarak yang tertera di Google Map.
Pencarian gambar terbalik menemukan video yang sama sebelumnya telah diunggah oleh akun Twitter nerd_hawk pada tanggal 11 Februari 2020.
Cuitan berbahasa Inggris yang menyertai unggahan video itu jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia artinya: “Burung gagak terbang berkelompok di Jalan Wusi, Distrik Chengxi, Kota Xining, Provinsi Qinghai. Burung gagak suka hewan mati, seperti bangkai. Terlihat seperti film Resident Evil.”
Pencarian di Baidu Maps menemukan bahwa lokasi yang terlihat di video cocok dengan perempatan jalan kota Xining.
Pencarian kata kunci juga menemukan sebagian cuplikan video di sumber klaim telah diunggah di Weibo oleh Pear Video, media Tiongkok, pada tanggal 11 Februari 2020.
Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, keterangan video berbahasa mandarin itu artinya:
“#GagakSerbuJalananXining#, warga: pemandangan musim dingin yang lazim, menakutkan namun indah] 9 Februari 2020. Xining, Qinghai. Seorang pria bernama Hua Yi mengunggah video yang menunjukkan kawanan burung gagak terbang di atas jalan Wencheng dan menarik perhatian warganet. Dia mengatakan pemandangan seperti itu telah menjadi biasa sejak dia pindah di daerah itu pada bulan September tahun lalu, di permulaan musim dingin. Agak menakutkan namun menakjubkan melihat benda hitam bergerak di atas jalan di malam hari, sekitar pukul 7 malam.”
Kemunculan burung gagak ini berkaitan dengan efek pulau panas (heat island). Bagian dari migrasi parsial untuk beradaptasi dengan perubahan kondisi lingkungan.
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Periksa Fakta AFP, faktanya klaim tersebut menyesatkan, video itu diambil kurang lebih dari 1.600 km dari barat laut Wuhan di kota Xining, di Provinsi Qinghai berdasarkan jarak yang tertera di Google Map.
Pencarian gambar terbalik menemukan video yang sama sebelumnya telah diunggah oleh akun Twitter nerd_hawk pada tanggal 11 Februari 2020.
Cuitan berbahasa Inggris yang menyertai unggahan video itu jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia artinya: “Burung gagak terbang berkelompok di Jalan Wusi, Distrik Chengxi, Kota Xining, Provinsi Qinghai. Burung gagak suka hewan mati, seperti bangkai. Terlihat seperti film Resident Evil.”
Pencarian di Baidu Maps menemukan bahwa lokasi yang terlihat di video cocok dengan perempatan jalan kota Xining.
Pencarian kata kunci juga menemukan sebagian cuplikan video di sumber klaim telah diunggah di Weibo oleh Pear Video, media Tiongkok, pada tanggal 11 Februari 2020.
Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, keterangan video berbahasa mandarin itu artinya:
“#GagakSerbuJalananXining#, warga: pemandangan musim dingin yang lazim, menakutkan namun indah] 9 Februari 2020. Xining, Qinghai. Seorang pria bernama Hua Yi mengunggah video yang menunjukkan kawanan burung gagak terbang di atas jalan Wencheng dan menarik perhatian warganet. Dia mengatakan pemandangan seperti itu telah menjadi biasa sejak dia pindah di daerah itu pada bulan September tahun lalu, di permulaan musim dingin. Agak menakutkan namun menakjubkan melihat benda hitam bergerak di atas jalan di malam hari, sekitar pukul 7 malam.”
Kemunculan burung gagak ini berkaitan dengan efek pulau panas (heat island). Bagian dari migrasi parsial untuk beradaptasi dengan perubahan kondisi lingkungan.
Rujukan
(GFD-2020-3601) [SALAH] Foto “Gambar ‘pemandangan’ anak zaman sekarang”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 19/02/2020
Berita
Foto hasil suntingan / editan. Foto gambar asli adalah gambar 2 anak yang membawa bendera merah putih. Gambar ini adalah gambar dari salah satu peserta lomba menggambar dan mewarnai di acara Peringatan Hari Anak Nasional yang digelar oleh UPT Puskesmas Garuda Kecamatan Andir, Kota Bandung pada 16 Agustus 2018.
Akun Cucu Ken Arok (fb.com/didit.indrawan.90) mengunggah sebuah gambar ke grup KOMUNITAS PEDULI MALANG RAYA (fb.com/groups/Infokriminallalulintasindonesia) disertai narasi sebagai berikut:
“Anak.e sopo se iki
Kok pinter tenan lek gambar pemandangan”
atau yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia;
“Anaknya siapa ini
Kok pintar sekali kalau gambar pemandangan”
Akun Cucu Ken Arok (fb.com/didit.indrawan.90) mengunggah sebuah gambar ke grup KOMUNITAS PEDULI MALANG RAYA (fb.com/groups/Infokriminallalulintasindonesia) disertai narasi sebagai berikut:
“Anak.e sopo se iki
Kok pinter tenan lek gambar pemandangan”
atau yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia;
“Anaknya siapa ini
Kok pintar sekali kalau gambar pemandangan”
Hasil Cek Fakta
PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran, faktanya foto yang diunggah oleh sumber klaim tersebut adalah foto hasil suntingan atau editan.
Foto gambar asli adalah gambar 2 anak yang membawa bendera merah putih. Gambar ini adalah gambar dari salah satu peserta lomba menggambar dan mewarnai di acara Peringatan Hari Anak Nasional yang digelar oleh UPT Puskesmas Garuda Kecamatan Andir, Kota Bandung pada 16 Agustus 2018.
Acara tersebut diisi kegiatan lomba menggambar dan mewarnai yang diikuti siswa sekolah dasar (SD) se-Kecamatan Andir.
Lomba mewarnai bertema “Aku Bangga Menjadi Anak Indonesia” ini diikuti oleh siswa kelas 1-3 SD, sedangkan lomba menggambar diikuti oleh siswa kelas 4-6 SD. Lomba mewarnai diikuti oleh 46 peserta dan lomba mewarnai diikuti 43 peserta.
Ada 46 anak yang mengikuti lomba mewarnai dan 43 anak yang mengikuti lomba menggambar. Setiap peserta dibekali bingkisan berisi meja lipat dan alat tulis dari panitia. Meski demikian, peserta dibebaskan menggunakan alat tulis apa saja baik krayon maupun pensil warna yang mereka bawa sendiri.
Lomba menggambar dan mewarnai berlangsung dalam suasana ceria. Peserta terlihat antusias menggambar dan mewarnai sesuai tema “Aku Bangga Menjadi Anak Indonesia”.
Masing-masing peserta menampilkan mengungkapkan ide-ide mereka tentang anak Indonesia lewat gambar dan warna-warna yang mereka gunakan. Dekorasi tempat lomba yang didominasi warna merah dan putih serta lagu-lagu nasional yang mengiringi aktivitas lomba, membuat peserta ceria.
Berdasarkan hasil penelusuran, faktanya foto yang diunggah oleh sumber klaim tersebut adalah foto hasil suntingan atau editan.
Foto gambar asli adalah gambar 2 anak yang membawa bendera merah putih. Gambar ini adalah gambar dari salah satu peserta lomba menggambar dan mewarnai di acara Peringatan Hari Anak Nasional yang digelar oleh UPT Puskesmas Garuda Kecamatan Andir, Kota Bandung pada 16 Agustus 2018.
Acara tersebut diisi kegiatan lomba menggambar dan mewarnai yang diikuti siswa sekolah dasar (SD) se-Kecamatan Andir.
Lomba mewarnai bertema “Aku Bangga Menjadi Anak Indonesia” ini diikuti oleh siswa kelas 1-3 SD, sedangkan lomba menggambar diikuti oleh siswa kelas 4-6 SD. Lomba mewarnai diikuti oleh 46 peserta dan lomba mewarnai diikuti 43 peserta.
Ada 46 anak yang mengikuti lomba mewarnai dan 43 anak yang mengikuti lomba menggambar. Setiap peserta dibekali bingkisan berisi meja lipat dan alat tulis dari panitia. Meski demikian, peserta dibebaskan menggunakan alat tulis apa saja baik krayon maupun pensil warna yang mereka bawa sendiri.
Lomba menggambar dan mewarnai berlangsung dalam suasana ceria. Peserta terlihat antusias menggambar dan mewarnai sesuai tema “Aku Bangga Menjadi Anak Indonesia”.
Masing-masing peserta menampilkan mengungkapkan ide-ide mereka tentang anak Indonesia lewat gambar dan warna-warna yang mereka gunakan. Dekorasi tempat lomba yang didominasi warna merah dan putih serta lagu-lagu nasional yang mengiringi aktivitas lomba, membuat peserta ceria.
Rujukan
Halaman: 7404/7813







