(GFD-2020-4790) [SALAH] Di Bekasi Sudah Ada Terduga Pasien Virus Corona
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 17/02/2020
Berita
Diberitahukan kepada seluruh Masyarakat Kab Bekasi bahwa mulai hari ini diharapkan agar memakai MASKER guna untuk menghindari tertularnya penyakit terutama Corona. Karna di RSUD kab Bekasi sudah ada 1 pasien yg diduga terkena Corona. Terimakasi*Info Dari Dinas Kesehatan Kab. Bekasi
Hasil Cek Fakta
Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi mengklarifikasi guna beredarnya sebuah pesan berantai yang menyatakan bahwa telah ditemukan satu orang pasien yang diduga terkena virus corona. Informasi tersebut beredar melalui pesan berantai Whatsapp dalam beberapa hari terakhir. Dalam pesan disebutkan bahwa di RSUD Kabupaten Bekasi telah ditemukan satu orang yang diduga terkena virus corona.
Guna meluruskan informasi tersebut, Dinas Kesehatan setempat pun akhirnya angkat bicara. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny dengan tegas membantah seluruh narasi yang tertera di dalam pesan. Ia menyatakan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar alias hoaks.
“Tidak benar. Masyarakat harus bisa bijak menanggapi berita, dan bila belum yakin untuk tidak menyebarkan informasi tersebut,” jelas Sri Enny.
Hal serupa juga disampaikan oleh akun Instagram Pemerintah Kabupaten Bekasi. Dalam unggahannya dijelaskan bahwa apa yang disampaikan dalam pesan berantai tersebut adalah tidak benar. Dijelaskan pula agar masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak mempunyai kejelasan sumber valid.
Guna meluruskan informasi tersebut, Dinas Kesehatan setempat pun akhirnya angkat bicara. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny dengan tegas membantah seluruh narasi yang tertera di dalam pesan. Ia menyatakan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar alias hoaks.
“Tidak benar. Masyarakat harus bisa bijak menanggapi berita, dan bila belum yakin untuk tidak menyebarkan informasi tersebut,” jelas Sri Enny.
Hal serupa juga disampaikan oleh akun Instagram Pemerintah Kabupaten Bekasi. Dalam unggahannya dijelaskan bahwa apa yang disampaikan dalam pesan berantai tersebut adalah tidak benar. Dijelaskan pula agar masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak mempunyai kejelasan sumber valid.
Kesimpulan
Sebuah pesan berantai dengan narasi yang menyebut bahwa ditemukan satu pasien terduga virus corona di wilayah Kabupaten Bekasi. Informasi tersebut beredar melalui pesan berantai Whatsapp dan cukup membuat masyarakat Kabupaten Bekasi resah akan kebenaran hal tersebut. Namun belakangan diketahui bahwa apa yang terdapat dalam pesan berantai itu adalah tidak benar. Fakta tersebut didapat melalui klarifikasi yang dilontarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi.
Rujukan
(GFD-2020-3593) [SALAH] “Ribuan Burung Gagak Muncul di Wuhan Menandakan Banyak Bau Mayat”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 14/02/2020
Berita
erkaitan dengan efek pulau panas (heat island), BUKAN dengan mayat. Bagian dari migrasi parsial untuk beradaptasi dengan perubahan kondisi lingkungan.
NARASI
“#SeruanUlamaBerantasKorupsi
Ini Menandakan Banyak Bau Mayat Disekitar Situ Guy’s..!!!
…
@sorotnews ???? Ribuan Burung Gagak Muncul di Wuhan Tempat Virus Corona Ditemukan
#SeruanUlamaBerantasKorupsi”.
======
NARASI
“#SeruanUlamaBerantasKorupsi
Ini Menandakan Banyak Bau Mayat Disekitar Situ Guy’s..!!!
…
@sorotnews ???? Ribuan Burung Gagak Muncul di Wuhan Tempat Virus Corona Ditemukan
#SeruanUlamaBerantasKorupsi”.
======
Hasil Cek Fakta
PENJELASAN
(1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang Menyesatkan
Penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu atau individu”.
* SUMBER menghubung-hubungkan Burung Gagak yang bermigrasi dari daerah dingin ke daerah perkotaan yang lebih hangat dengan kondisi di kota Wuhan, Tiongkok.
(2) Mengenai migrasi parsial dan efek pulau panas, The Cornel Lab: ““Migrasi parsial” —di mana beberapa individu dalam suatu populasi bermigrasi dan beberapa tidak — adalah umum di antara burung …
“Pulau panas” perkotaan, serta tren pemanasan umum, dapat membuat lebih banyak burung mempersingkat migrasi mereka dan menghabiskan musim dingin lebih dekat dengan wilayah pengembangbiakan mereka.
Google Translate, selengkapnya di http://bit.ly/3bymeD7 / http://archive.md/t0D81 (arsip cadangan).
======
(1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang Menyesatkan
Penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu atau individu”.
* SUMBER menghubung-hubungkan Burung Gagak yang bermigrasi dari daerah dingin ke daerah perkotaan yang lebih hangat dengan kondisi di kota Wuhan, Tiongkok.
(2) Mengenai migrasi parsial dan efek pulau panas, The Cornel Lab: ““Migrasi parsial” —di mana beberapa individu dalam suatu populasi bermigrasi dan beberapa tidak — adalah umum di antara burung …
“Pulau panas” perkotaan, serta tren pemanasan umum, dapat membuat lebih banyak burung mempersingkat migrasi mereka dan menghabiskan musim dingin lebih dekat dengan wilayah pengembangbiakan mereka.
Google Translate, selengkapnya di http://bit.ly/3bymeD7 / http://archive.md/t0D81 (arsip cadangan).
======
Rujukan
(GFD-2020-3594) [SALAH] Ditemukan Virus Machupo Dalam Paracetamol
Sumber: facebook.comTanggal publish: 14/02/2020
Berita
Beredar informasi melalui pesan berantai Whatsapp dan media sosial Facebook mengenai adanya kandungan virus Machupo dalam obat Paracetamol P/500. Ciri-ciri obat bervirus Machupo itu berwarna putih dan mengkilap. Berikut kutipan narasinya:
Hati hati untuk tidak menggunakan Paracetamol yang datang ditulis P/500 , ini adalah Paracetamol baru sangat putih dan mengkilap , mengandung MACHUPO VIRUS dianggap salah satu virus yang paling berbahaya di dunia , dan dengan tingkat kematian yang tinggi , silahkan berbagai pesan ini untuk semua orang dan keluarga dan menyelamatkan hidup dari mereka , saya sudah melakukan bagian saya , sekarang giliran anda lagi..makasih…!!!
Paracetamol mengandung machupo
Hati hati untuk tidak menggunakan Paracetamol yang datang ditulis P/500 , ini adalah Paracetamol baru sangat putih dan mengkilap , mengandung MACHUPO VIRUS dianggap salah satu virus yang paling berbahaya di dunia , dan dengan tingkat kematian yang tinggi , silahkan berbagai pesan ini untuk semua orang dan keluarga dan menyelamatkan hidup dari mereka , saya sudah melakukan bagian saya , sekarang giliran anda lagi..makasih…!!!
Paracetamol mengandung machupo
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa isu mengenai virus Machupo dalam Paracetamol P/500 merupakan hoaks lama bersemi kembali. Isu tersebut sempat muncul pada tahun 2017 dan 2018. Narasinya serupa dan tidak banyak perubahan.
Adapun, pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah pernah menyatakan bahwa isu tersebut hoaks pada tahun 2017. Berikut kutipan pernyataan resmi BPOM:
[…] Beredarnya isu yang berbunyi:
“PERINGATAN:Hati-hati untuk tidak mengambil Paracetamol yang datang ditulis P/500. Ini adalah Paracetamol baru, sangat putih dan mengkilap. Menurut dokter terbukti mengandung “Machupo” virus, dianggap salah satu virus yang paling berbahaya di dunia dan dengan tingkat kematian yang tinggi. Silakan berbagi pesan ini, untuk semua orang dan keluarga dan menyelamatkan hidup dari mereka”.
ISU tersebut adalah HOAX.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) melakukan evaluasi terhadap keamanan, khasiat, mutu, dan penandaan/label produk obat sebelum diedarkan (pre-market evaluation) dan secara rutin melakukan pengawasan terhadap sarana produksi dan distribusi, serta produk yang beredar di wilayah Indonesia (post-market control).
Terkait isu di atas yang disebarkan secara berantai melalui media sosial, sampai saat ini Badan POM tidak pernah menerima laporan kredibel yang mendukung klaim bahwa virus Machupo telah ditemukan dalam produk obat Parasetamol atau produk obat lainnya.
Virus Machupo sendiri diketahui merupakan jenis virus yang penyebarannya dapat terjadi melalui udara, makanan, atau kontak langsung. Virus Machupo dapat bersumber dari air liur, urin, atau feses hewan pengerat yang terinfeksi dan menjadi pembawa (reservoir) virus tersebut.
Kepala Badan POM, Penny K. Lukito menyampaikan bahwa Badan POM tidak pernah menemukan hal-hal seperti yang diisukan tersebut, termasuk kandungan virus Machupo dalam produk obat.
Penny K. Lukito mengimbau masyarakat Indonesia untuk membeli obat di apotek atau sarana resmi lainnya seperti toko obat berizin. "Ingat CEK KLIK, cek kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa", ujar Penny K. Lukito. "Jadilah konsumen cerdas, jangan mudah terpengaruh oleh isu/hoax yang beredar di media sosial. Apabila menemukan produk yang mencurigakan, laporkan ke contact center Badan POM di nomor telepon 1500533 (pulsa lokal) atau Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia”, pesan Kepala Badan POM. […]
Adapun, pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah pernah menyatakan bahwa isu tersebut hoaks pada tahun 2017. Berikut kutipan pernyataan resmi BPOM:
[…] Beredarnya isu yang berbunyi:
“PERINGATAN:Hati-hati untuk tidak mengambil Paracetamol yang datang ditulis P/500. Ini adalah Paracetamol baru, sangat putih dan mengkilap. Menurut dokter terbukti mengandung “Machupo” virus, dianggap salah satu virus yang paling berbahaya di dunia dan dengan tingkat kematian yang tinggi. Silakan berbagi pesan ini, untuk semua orang dan keluarga dan menyelamatkan hidup dari mereka”.
ISU tersebut adalah HOAX.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) melakukan evaluasi terhadap keamanan, khasiat, mutu, dan penandaan/label produk obat sebelum diedarkan (pre-market evaluation) dan secara rutin melakukan pengawasan terhadap sarana produksi dan distribusi, serta produk yang beredar di wilayah Indonesia (post-market control).
Terkait isu di atas yang disebarkan secara berantai melalui media sosial, sampai saat ini Badan POM tidak pernah menerima laporan kredibel yang mendukung klaim bahwa virus Machupo telah ditemukan dalam produk obat Parasetamol atau produk obat lainnya.
Virus Machupo sendiri diketahui merupakan jenis virus yang penyebarannya dapat terjadi melalui udara, makanan, atau kontak langsung. Virus Machupo dapat bersumber dari air liur, urin, atau feses hewan pengerat yang terinfeksi dan menjadi pembawa (reservoir) virus tersebut.
Kepala Badan POM, Penny K. Lukito menyampaikan bahwa Badan POM tidak pernah menemukan hal-hal seperti yang diisukan tersebut, termasuk kandungan virus Machupo dalam produk obat.
Penny K. Lukito mengimbau masyarakat Indonesia untuk membeli obat di apotek atau sarana resmi lainnya seperti toko obat berizin. "Ingat CEK KLIK, cek kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa", ujar Penny K. Lukito. "Jadilah konsumen cerdas, jangan mudah terpengaruh oleh isu/hoax yang beredar di media sosial. Apabila menemukan produk yang mencurigakan, laporkan ke contact center Badan POM di nomor telepon 1500533 (pulsa lokal) atau Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia”, pesan Kepala Badan POM. […]
Kesimpulan
Berdasarkan hal tersebut, maka isi informasi yang beredar itu tidak benar. Adapun, isu tersebut sudah pernah muncul sebelumnya dan sudah dibantah oleh BPOM. Atas dasar itu, maka konten informasi tersebut masuk ke dalam kategori Fabricated Content atau Konten Palsu.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1111861865813014/
- https://turnbackhoax.id/2020/02/14/salah-ditemukan-virus-machupo-dalam-paracetamol/
- https://turnbackhoax.id/2017/02/22/hoax-paracetamol-mengandung-virus-machupo/
- https://turnbackhoax.id/2018/07/17/benar-parasetamol-tidak-mengandung-virus-machupo/
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/8koBYwlb-ditemukan-virus-berbahaya-machupo-pada-parasetamol-jenis-baru-ini-faktanya
- https://www.pom.go.id/new/view/more/klarifikasi/45/KLARIFIKASI-BADAN-POM-TERKAIT-BEREDARNYA-ISU--PRODUK-OBAT-PARASETAMOL-YANG-MENGANDUNG-VIRUS-BERBAHAYA.html
(GFD-2020-4786) [SALAH] “Firus Corona Sudah Masuk Di Saudi Arabia”
Sumber: twitter.comTanggal publish: 14/02/2020
Berita
“Viralkan 🔊🔊
Firus Corona Sudah Masuk Di Saudi Arabia
Menteri Kesehatan Saudi Arabia dalam keterangan Pers menyampaikan data Akhir virus Corona di negaranya.
Terinfeksi Corona : 224 Orang
Proponsi Jeddah : 64 Orang
Meninggal : 18 Orang
Sumber : Telegram Group”.
Firus Corona Sudah Masuk Di Saudi Arabia
Menteri Kesehatan Saudi Arabia dalam keterangan Pers menyampaikan data Akhir virus Corona di negaranya.
Terinfeksi Corona : 224 Orang
Proponsi Jeddah : 64 Orang
Meninggal : 18 Orang
Sumber : Telegram Group”.
Hasil Cek Fakta
SUMBER membagikan video yang sebelumnya sudah dipublikasikan pada tahun 2014. Narasi SUMBER menimbulkan kesimpulan yang salah mengenai waktu publikasi video.
WHO @ 2 Oktober 2014: “Focal Point IHR Nasional Arab Saudi (SAU) telah melaporkan tambahan kasus yang dikonfirmasi laboratorium dengan infeksi coronavirus sindrom Timur Tengah (MERS-CoV) ke WHO.
Antara 11 Agustus dan 28 September 2014, 15 kasus infeksi dengan coronavirus syndrome pernapasan Timur Tengah (MERS-CoV) termasuk 4 kematian dilaporkan ke WHO.”
WHO: “Pada tanggal 31 Desember 2019, WHO diberitahu tentang sekelompok kasus pneumonia yang penyebabnya tidak diketahui terdeteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei Cina.”
WHO @ 2 Oktober 2014: “Focal Point IHR Nasional Arab Saudi (SAU) telah melaporkan tambahan kasus yang dikonfirmasi laboratorium dengan infeksi coronavirus sindrom Timur Tengah (MERS-CoV) ke WHO.
Antara 11 Agustus dan 28 September 2014, 15 kasus infeksi dengan coronavirus syndrome pernapasan Timur Tengah (MERS-CoV) termasuk 4 kematian dilaporkan ke WHO.”
WHO: “Pada tanggal 31 Desember 2019, WHO diberitahu tentang sekelompok kasus pneumonia yang penyebabnya tidak diketahui terdeteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei Cina.”
Kesimpulan
Video sudah dipublikasikan sebelumnya pada tahun 2014. MERS-CoV (2014), BUKAN COVID-19 yang sebelumnya dinamakan “Novel Coronavirus (2019-nCoV)”.
Rujukan
Halaman: 7407/7813




