• (GFD-2020-3587) [SALAH] Mi Goreng Indonesia Masuk Daftar Makanan Yang Menyebarkan Virus Corona di Australia

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 12/02/2020

    Berita

    Beredar pesan berantai di aplikasi whatsapp yang menyebut bahwa warga Australia dihimbau untuk menghindari beberapa produk makanan, salah satunya produk Mi Goreng asal Indonesia. himbauan itu juga meminta tidak mendatangi daerah Cabramatta, Burwood, Strathfield, Newtown, Chester Hill dan Guilford di dekat Sydney. Disebutkan di daerah itu ada virus corona.

    Hasil Cek Fakta

    [PENJELASAN]:

    Seperti halnya di Indonesia dimana informasi menyestkan bahkan hoaks mengenai virus corona yang sedang mewabah ramai beredar di media sosial, sama hal nya dengan yang terjadi di Australia dengan menyeret sebuah produk makanan Indonesia yang diklaim turut menyebarkan virus corona.

    Beredar pesan berantai di aplikasi whatsapp yang menyebut bahwa warga Australia dihimbau untuk menghindari beberapa produk makanan, salah satunya produk Mi Goreng asal Indonesia. himbauan itu juga meminta tidak mendatangi daerah Cabramatta, Burwood, Strathfield, Newtown, Chester Hill dan Guilford di dekat Sydney. Disebutkan di daerah itu ada virus corona.

    Seperti diketahui, produk Mi Goreng instan asal Indonesia memang diekspor ke Australia dan bisa didapatkan warga di sana di sejumlah supermarket setempat.

    Setelah dilakukan penelusuran, Badan Kesehatan Negara Bagian New South Wales (NSW Health) menegaskan kalau pesan yang beredar terkait larangan makan Mi Goreng dan aneka makanan lainnya adalah hoax. Larangan kunjungan ke daerah tertentu di New South Wales karena virus corona juga adalah hoax.

    Untuk Australia, hingga saat ini dari data real time John Hopkins University sudah ada 15 kasus positif virus corona. Mereka tersebar di Queensland (5), New South Wales (4), Victoria (4) dan South Australia (2).

    Kesimpulan

    FAKTANYA, Badan Kesehatan Negara Bagian New South Wales (NSW Health) menegaskan kalau pesan yang beredar terkait larangan makan Mi Goreng dan aneka makanan lainnya adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4780) [SALAH] 7 Penumpang Lion Air Yang Berasal Dari China di Manado Terinfeksi Virus Corona

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 12/02/2020

    Berita

    Sudah ada yg masuk indonesia, via Manado.
    7 pax ini positif virus carona di pesawat Lion jt 2742
    changsa to mdc , sdh block on 20:00,
    Info update karantina sdh ada.

    Hati-hati

    Semoga bermanfaat.

    Hasil Cek Fakta

    Beredar di media sosial dan pesan berantai sebuah informasi yang diklaim bahwa di Manado terdapat tujuh orang penumpang maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT-2742 rute Changsha, Tiongkok Menuju Manado yang positif terinfeksi virus corona. Terlihat dalam foto yang berlokasi di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, para awak pesawat dan tim medis berkumpul di garbarata, tepatnya di muka pintu pesawat bagian depan. Berdasarkan penelusuruan, informasi bahwa tujuh penumpang Lion Air dari Changsa menuju Manado positif terinfeksi virus korona adalah salah, dan pihak maskapai pun telah memberikan klarifikasi. Dilansir dari Kompas.com, melalui artikel berjudul “Lion Air: 7 Penumpang Asal China yang Tiba di Manado Negatif Virus Corona” dimuat pada Minggu 26 Januari 2020, Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro memastikan, tujuh penumpang Lion Air tersebut negatif virus corona. “Lion Air menerima keterangan setelah dilakukan pemeriksaan, pengecekan secara intensif oleh pihak terkait, dinyatakan negatif atau tidak terindikasi virus dimaksud,” jelas Danang melalui keterangan tertulis. Pemeriksan terhadap tujuh penumpang Lion Air asal Tiongkok dilakukan oleh tim medis beserta tim Kantor Kesehatan Pelabuhan/KKP Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Manado. Pesawat Lion Air JT-2742 yang terbang dari Changsha ke Manado pada Sabtu (25/1/2020) diketahui membawa 7 kru dan 176 penumpang. Lion Air memastikan seluruh kru dan penumpang telah melalui standar prosedur bandara. Danang menjelaskan, penerbangan JT-2742 sudah dipersiapkan dengan baik. Seluruh kru dan tamu menjalani pemeriksaan kesehatan berdasarkan ketentuan. “Ketika pesawat berada pada pelataran parkir bandar udara (apron) untuk menurunkan penumpang, petugas kesehatan terlebih dahulu masuk ke dalam kabin pesawat guna melakukan pemeriksaan kepada seluruh tamu dan awak pesawat,” kata dia. Antisipasi dilakukan mengacu pada surat edaran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia No SR.01.0111/5888/2019 ‘Pemberitahuan Kewaspadaan Penyakit Polio’ pada 30 Desember 2019 dan No PM.04.021111143/2020 ‘Kesiapsiagaan dan Antisipasi Penyebaran Penyakit Pneumonia Berat yang belum diketahui etiologinya’ pada 3 Januari 2020. Maka dari itu, informasi yang menyebutkan bahwa terdapat 7 penumpang pesawat Lion Air yang positif terinfeksi virus corona di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado adalah tidak benar. 7 penumpang yang diklaim tersebut setelah dilakukan tindakan medis dinyatakan negatif terinfeksi virus corona.

    Kesimpulan

    Beredar sebuah informasi berupa foto disertai narasi di media sosial dan pesan berantai yang menyebutkan bahwa terdapat 7 orang penumpang maskapai Lion Air rute penerbangan Changsha, Tiongkok ke Manado yang terinfeksi virus corona. FAKTANYA, pihak Lion Air sendiri beserta tim medis bandara internasional Sam Ratulangi telah mengecek ke tujuh penumpang tersebut dan dinyatakan negatif.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4781) [SALAH] Virus Corona Sudah Sampai di Apartemen Taman Anggrek

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 12/02/2020

    Berita

    Dapet Info dari Client, Virus Corona udah sampe sini. di Apartement TA udah ada org wuhan yg kena tp management tutup2i. Supaya mall bs beroperasi dan mrk ga rugi. barusan bgt dpt info dr client saya yg suaminya org cina, mrk ada komunitas org cina di indo dan mrk kasih tau utk jauhi apartement TA dan sekitarnya. kmrn2 pake masker, jgn pergi dlu ke mall.. org wuhan jg baru ada yg dtng di daerah thamrin krn ada perusahaan yg dr wuhan byk yg masuk. Kalo mau keluar2 sekarang mending pakai masker. Mulai stok makanan dirumah. Tolong beritahukan keluarga dan teman2. Stay safe dan berdoa minta perlindungan Tuyhan.

    Hasil Cek Fakta

    Belum lama ini beredar pesan berantai di aplikasi whatsapp yang menyebut bahwa virus corona telah sampai di apartemen Taman Anggrek yang berlokasi di Jakarta Barat.

    Dalam pesan berantai tersebut juga terdapat himbauan agar menjauhi daerah apartemen Taman Anggrek dan sekitarnya, dan jangan dulu bepergian ke mall.

    Setelah ditelusuri, dilansir dari liputan6.com, kabar tentang virus corona yang sudah sampai di Apartemen Taman Anggrek, Jakarta Barat ternyata tidak benar.

    Pesan berantai yang terlanjur viral itu dibantah Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia. Ia mengatakan bahwa kabar tersebut adalah hoaks.

    “Hoaks itu, tidak ada informasi seperti itu,” kata Dwi saat dihubungi Liputan6.com, Senin (3/2/2020).

    Dwi pun menyesalkan kabar tersebut beredar di media sosial. Ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak terpancing isu-isu yang tidak benar terkait virus corona.

    Kesimpulan

    Beredar informasi pada pesan berantai whatsapp yang menyebutkan bahwa virus corona sudah menjangkiti penghuni apartemen Taman Anggrek Jakarta Barat. Namun setelah ditelusuri, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengatakan bahwa informasi yang beredar adalah tidak benar.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4783) [SALAH] “Orng kaya di Wuhan mulai stress, mereka menghamburkan uang”

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 12/02/2020

    Berita

    “Orng kaya di Wuhan mulai stress, mereka menghamburkan uang ( dlm arti sebenarnya)

    Uang menjadi tiada arti dibandingkan keselamatan diri.”

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan video yang sebelumnya sudah dipublikasikan pada tahun 2017. Narasi SUMBER menimbulkan kesimpulan yang salah mengenai tanggal dan jam publikasi video. Pada tanggal 31 Desember 2019, sebuah konsorsium ahli medis China didakwa oleh CDC China dengan menyelidiki permulaan apa yang sekarang dikenal sebagai Wuhan Coronavirus. [216] Pada 24 Januari 2020, laporan mereka dipublikasikan di The Lancet. [217] Mereka mencatat dari ulasan mereka tentang catatan medis lokal bahwa pasien pertama yang kemudian didiagnosis dengan Coronavirus Wuhan pertama kali mengalami gejala pada 8 Desember 2019. Namun, konsorsium menemukan kasus sebelumnya dari seorang pasien yang pertama kali mengalami gejala pada 1 Desember 2019, menunjuk ke asal yang lebih awal. [218] Terlepas dari kasus awal ini, antara 8 hingga 18 Desember 2019, tujuh kasus yang kemudian didiagnosis dengan Wuhan Coronavirus didokumentasikan, dua di antaranya terkait dengan Pasar Grosir Makanan Laut Huanan di Wuhan, lima tidak. [219]”

    Kesimpulan

    Video yang dibagikan sebelumnya sudah dipublikasikan pada tahun 2017, TIDAK TERKAIT dengan Virus Corona 2019.

    Rujukan