Foto korban infeksi yang disebabkan oleh bakteri pemakan daging (Necrotizing Fasciitis), BUKAN karena hal lain.
NARASI
“Dengan tatapan dingin, wanita muda itu menunjukkan sebuah buku bersampul biru, berukuran lebih besar dari buku saku. Rupanya itu adalah Al-Qur’an. Berlatar bendera Slovakia di dalam kawasan”
(GFD-2020-3604) [SALAH] Foto “Merobek, Membakar Dan Kencingi Al-Quran, Wanita Ini Langsung Mendapat Azab Dari Allah”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 20/02/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
PENJELASAN
(1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang Salah
Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”.
* SUMBER membagikan foto Dana Sedgewick dari Sheffield (Inggris) yang terinfeksi bakteri pemakan daging (Necrotizing Fasciitis), peristiwa pada tahun 2017.
* SUMBER menarasikan hal yang tidak berkaitan dengan fakta dari foto yang dibagikan sehingga menimbulkan kesimpulan yang salah.
(2) Salah satu situs yang memuat foto, kibris724.com: “Aynı gün kızı Megan, annesini bacakları kanlı döküntüler içinde yatarken buldu. Acilen doktora kaldırılan kadın hastanede bayıldı. Ambulansla başka bir hastaneye sev edildikten sonra nekrotizan fasiit teşhisi konuldu. Et yiyen bakteri, kasığındaki küçük kesikten kaynaklanıyordu.”
Selengkapnya di “GENİTAL BÖLGE TIRAŞI ÖLDÜRÜYORDU!” http://bit.ly/39SjfnH / http://archive.md/zfRKy (arsip cadangan).
======
(1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang Salah
Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”.
* SUMBER membagikan foto Dana Sedgewick dari Sheffield (Inggris) yang terinfeksi bakteri pemakan daging (Necrotizing Fasciitis), peristiwa pada tahun 2017.
* SUMBER menarasikan hal yang tidak berkaitan dengan fakta dari foto yang dibagikan sehingga menimbulkan kesimpulan yang salah.
(2) Salah satu situs yang memuat foto, kibris724.com: “Aynı gün kızı Megan, annesini bacakları kanlı döküntüler içinde yatarken buldu. Acilen doktora kaldırılan kadın hastanede bayıldı. Ambulansla başka bir hastaneye sev edildikten sonra nekrotizan fasiit teşhisi konuldu. Et yiyen bakteri, kasığındaki küçük kesikten kaynaklanıyordu.”
Selengkapnya di “GENİTAL BÖLGE TIRAŞI ÖLDÜRÜYORDU!” http://bit.ly/39SjfnH / http://archive.md/zfRKy (arsip cadangan).
======
Rujukan
(GFD-2020-3605) [SALAH] Cikarang Siaga 3 Virus Corona Karena Sudah 3 Orang Meninggal di Meikarta
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 20/02/2020
Berita
"Virus corona sudah menyebar di jawa barat"
Beredar sebuah informasi di facebook yang menyebut bahwa ada 3 orang meninggal dunia akibat virus corona di perusahaan Meikarta dan membuat Cikarang siaga 3. Setelah ditelusuri, memang ada satu orang TKA asal China yang meninggal di kawasan Meikarta namun bukan karena virus corona melainkan karena kecelakaan kerja.
[NARASI]:
“Cikarang siaga 3 dengan virus Corona ada kabar untuk daerah Lippo sudah ada yg terserang viirus Corona 3 orang dan meninggal dunia namun kita belum nyelidiki ke TKP…dan himbauan untuk warga CIKARANG dan sekitarnya untuk hari ini dan seterusnya WAJIB MEMAKAI MASKER agar tidak terkena virus Corona….pusat virus Corona ada di sebuah perusahaan besar MEIKARTA, dan sampai saat ini pemerintah blm menindak tegas,, bahkan tdi pagi ada aksi dari para habib seBEKASI meminta pemerintah membasmi virus Corona di BEKASI
Jangan lupa di sheare ya kawan”
Beredar sebuah informasi di facebook yang menyebut bahwa ada 3 orang meninggal dunia akibat virus corona di perusahaan Meikarta dan membuat Cikarang siaga 3. Setelah ditelusuri, memang ada satu orang TKA asal China yang meninggal di kawasan Meikarta namun bukan karena virus corona melainkan karena kecelakaan kerja.
[NARASI]:
“Cikarang siaga 3 dengan virus Corona ada kabar untuk daerah Lippo sudah ada yg terserang viirus Corona 3 orang dan meninggal dunia namun kita belum nyelidiki ke TKP…dan himbauan untuk warga CIKARANG dan sekitarnya untuk hari ini dan seterusnya WAJIB MEMAKAI MASKER agar tidak terkena virus Corona….pusat virus Corona ada di sebuah perusahaan besar MEIKARTA, dan sampai saat ini pemerintah blm menindak tegas,, bahkan tdi pagi ada aksi dari para habib seBEKASI meminta pemerintah membasmi virus Corona di BEKASI
Jangan lupa di sheare ya kawan”
Hasil Cek Fakta
[PENJELASAN]:
Sebuah akun facebook bernama Pinggir Cikarang memposting sebuah informasi yang menyebutkan bahwa Cikarang siaga 3 virus corona dan sudah ada 3 korban meninggal di daerah Lippo tepatnya Meikarta.
Setelah ditelusuri, melansir dari akun instagram Humas Kabupaten Bekasi, menyebut bahwa informasi terkait CIkarang siaga 3 akibat virus corona adalah tidak benar alias hoaks.
Sehubungan telah beredarnya informasi “Siaga 3 Virus Corona” melalui media sosial Facebook. Dapat kami sampaikan, bahwa berita tersebut HOAX alias TIDAK BENAR!
Jika ada yang menerima pesan tersebut, dimohon untuk tidak meneruskan pesan tersebut. Dan dapat memberikan informasi yang sebenarnya.. tulis akun instagram huma_kab_bekasi.
Sementara itu, informasi yang menyebutkan bahwa adanya korban meninggal di Meikarta memang benar adanya tetapi bukan 3 orang melainkan satu orang Pekerja di proyek Meikarta asal China.
Dilansir dari Kompas.com, Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan memastikan penyebab kematian Yuan Haisheng (46) warga negara China di pintu B1 tower 153 lantai 11 Apartemen Meikarta Lippo Cikarang bukan karena virus corona.
“Bukan virus corona, ini indikasinya jatuh dari lift lantai 16 atau 17 ke lantai 11. Untuk sementara karena jatuh, kita sedang selidiki lebih dalam,” ujar Hendra saat dihubungi, Senin (10/2/2020).
Sebelumnya, Yuan warga negara China ditemukan meninggal dunia di pintu B1 tower 153 lantai 11 Apartemen Meikarta Lippo Cikarang, Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Jumat (7/2/2020) pukul 19.30 WIB.
Adapun Yuan adalah tenaga kerja asal China yang bekerja sebagai direktur supervisour di Apartemen Meikarta. Dia ditemukan meninggal setelah menghilang sejak Rabu (5/2/2020).
Kepolisian lalu menghubungi Kedubes China di Jakarta, guna mengonfirmasi ke pihak keluarga korban untuk melakukan visum. Hal ini untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.
“Namun karena korban adalah WNA, polisi harus meminta permohonan izin autopsinya dari keluarga korban di China. Sedangkan saat ini WNA China belum bisa masuk ke Indonesia, karena dari sana belum bisa keluar (travel bannned),” jelas Hendra.
Sebuah akun facebook bernama Pinggir Cikarang memposting sebuah informasi yang menyebutkan bahwa Cikarang siaga 3 virus corona dan sudah ada 3 korban meninggal di daerah Lippo tepatnya Meikarta.
Setelah ditelusuri, melansir dari akun instagram Humas Kabupaten Bekasi, menyebut bahwa informasi terkait CIkarang siaga 3 akibat virus corona adalah tidak benar alias hoaks.
Sehubungan telah beredarnya informasi “Siaga 3 Virus Corona” melalui media sosial Facebook. Dapat kami sampaikan, bahwa berita tersebut HOAX alias TIDAK BENAR!
Jika ada yang menerima pesan tersebut, dimohon untuk tidak meneruskan pesan tersebut. Dan dapat memberikan informasi yang sebenarnya.. tulis akun instagram huma_kab_bekasi.
Sementara itu, informasi yang menyebutkan bahwa adanya korban meninggal di Meikarta memang benar adanya tetapi bukan 3 orang melainkan satu orang Pekerja di proyek Meikarta asal China.
Dilansir dari Kompas.com, Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan memastikan penyebab kematian Yuan Haisheng (46) warga negara China di pintu B1 tower 153 lantai 11 Apartemen Meikarta Lippo Cikarang bukan karena virus corona.
“Bukan virus corona, ini indikasinya jatuh dari lift lantai 16 atau 17 ke lantai 11. Untuk sementara karena jatuh, kita sedang selidiki lebih dalam,” ujar Hendra saat dihubungi, Senin (10/2/2020).
Sebelumnya, Yuan warga negara China ditemukan meninggal dunia di pintu B1 tower 153 lantai 11 Apartemen Meikarta Lippo Cikarang, Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Jumat (7/2/2020) pukul 19.30 WIB.
Adapun Yuan adalah tenaga kerja asal China yang bekerja sebagai direktur supervisour di Apartemen Meikarta. Dia ditemukan meninggal setelah menghilang sejak Rabu (5/2/2020).
Kepolisian lalu menghubungi Kedubes China di Jakarta, guna mengonfirmasi ke pihak keluarga korban untuk melakukan visum. Hal ini untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.
“Namun karena korban adalah WNA, polisi harus meminta permohonan izin autopsinya dari keluarga korban di China. Sedangkan saat ini WNA China belum bisa masuk ke Indonesia, karena dari sana belum bisa keluar (travel bannned),” jelas Hendra.
Rujukan
(GFD-2020-3606) [SALAH] Video Perkelahian di Jalan M. H. Thamrin
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 20/02/2020
Berita
Kepolisian mengamankan dua orang terkait dengan pembuatan video perkelahian rekayasa di Jalan M. H. Thamrin. Video tersebut belakangan diketahui merupakan video rekayasa yang dibuat oleh seorang dosen dan seorang mahasiswa, dengan tujuan agar masyarakat menjadi resah dan seolah-olah Jakarta tidak aman atau rawan terjadi tindak kriminal.
Hasil Cek Fakta
PENJELASAN: Sempat beredar di media sosial Instagram, sebuah video yang memperlihatkan perkelahian yang dilakukan oleh beberapa orang di Jalan M. H. Thamrin. Video tersebut bermula diunggah oleh akun Instagram @mbx.yeyen yang saat ini telah dihapus. Dalam video tersebut terlihat seorang pria berkelahi dengan beberapa orang pria lainnya. Namun belakangan diketahui bahwa video tersebut hanyalah video rekayasa yang dibuat untuk meresahkan masyarakat Jakarta.
Melansir dari suara.com, untuk menindaklanjuti hal tersebut pihak kepolisian yakni polsek Menteng pun akhirnya mengamankan dua orang terkait dengan rekayasa video perkelahian. Dua orang pelaku itu merupakan seorang pria berinisial FG dan seorang wanita berinisial YA yang hubungan keduanya adalah dosen dan mahasiwa di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta.
Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, Kapolsek Metro Menteng AKBP Guntur Muhammad Thariq menjelaskan bagaimana awal mula FG dan YA memviralkan video tersebut. Yakni dengan mengirimkan video tersebut ke sebuah akun Instagram @peduli.jakarta dengan biaya sejumlah Rp 50.000.
“Setelah video selesai dibuat, pelaku FG dan F mengaku dirinya dengan sengaja mengirimkan video yang dibuatnya ke akun @peduli.jakarta untuk diviralkan dengan membayar Rp 50.000 yang ditransfer via M-Banking ke admin akun @peduli.jakarta,” jelas AKBP Guntur.
AKBP Guntur menambahkan bahwa FG membayar sejumlah orang untuk memberi kesan bahwa peristiwa tersebut benar-benar terjadi. Terdapat empat orang yang berinisial D, BI, AS dan AW yang dibayar oleh FG dan meminta empat orang tersebut seolah-olah menyerangnya saat hendak melintasi zebra cross di Kawasan M. H. Thamrin. AKBP Guntur juga menjelaskan terkait dengan motif para pelaku. Mereka ingin mengasumsikan bahwa Jakarta tidak aman dan rawan terjadi tindak pidana.
“Para pelaku ini ingin mengesankan bahwa di Jakarta itu taka man dan rawan terjadi tindak pidana,” pungkas AKBP Guntur.
Atas perbuatannya tersebut, FG dan YA terancam dijerat oleh UU ITE, pasal 28 ayat 1 jo 45 A UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan UU No 11 tahun 2008 dan atau pasal 14 sub 15 UU RI No 1 tahun 1946 tentang peraturan hokum pidana.
Melansir dari suara.com, untuk menindaklanjuti hal tersebut pihak kepolisian yakni polsek Menteng pun akhirnya mengamankan dua orang terkait dengan rekayasa video perkelahian. Dua orang pelaku itu merupakan seorang pria berinisial FG dan seorang wanita berinisial YA yang hubungan keduanya adalah dosen dan mahasiwa di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta.
Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, Kapolsek Metro Menteng AKBP Guntur Muhammad Thariq menjelaskan bagaimana awal mula FG dan YA memviralkan video tersebut. Yakni dengan mengirimkan video tersebut ke sebuah akun Instagram @peduli.jakarta dengan biaya sejumlah Rp 50.000.
“Setelah video selesai dibuat, pelaku FG dan F mengaku dirinya dengan sengaja mengirimkan video yang dibuatnya ke akun @peduli.jakarta untuk diviralkan dengan membayar Rp 50.000 yang ditransfer via M-Banking ke admin akun @peduli.jakarta,” jelas AKBP Guntur.
AKBP Guntur menambahkan bahwa FG membayar sejumlah orang untuk memberi kesan bahwa peristiwa tersebut benar-benar terjadi. Terdapat empat orang yang berinisial D, BI, AS dan AW yang dibayar oleh FG dan meminta empat orang tersebut seolah-olah menyerangnya saat hendak melintasi zebra cross di Kawasan M. H. Thamrin. AKBP Guntur juga menjelaskan terkait dengan motif para pelaku. Mereka ingin mengasumsikan bahwa Jakarta tidak aman dan rawan terjadi tindak pidana.
“Para pelaku ini ingin mengesankan bahwa di Jakarta itu taka man dan rawan terjadi tindak pidana,” pungkas AKBP Guntur.
Atas perbuatannya tersebut, FG dan YA terancam dijerat oleh UU ITE, pasal 28 ayat 1 jo 45 A UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan UU No 11 tahun 2008 dan atau pasal 14 sub 15 UU RI No 1 tahun 1946 tentang peraturan hokum pidana.
Rujukan
(GFD-2020-3607) [SALAH] Foto “Wanita pengikut ISIS ini bangga setelah memenggal kepala sesama umat Allah”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 20/02/2020
Berita
Bukan pengikut ISIS, sebaliknya wanita itu adalah komandan grup milisi di Irak yang memenggal kepala anggota ISIS di negaranya sebagai pembalasan atas pembunuhan saudara-saudaranya oleh ISIS.
Peringatan!, Tautan REFERENSI mengandung konten sadis! Tidak perlu dibuka jika anda mudah terganggu dengan foto mayat/darah.
Akun Wiajeng Nia (fb.com/nia.wiajeng) mengunggah sebuah foto dengan narasi:
“Wanita pengikut ISIS ini yg begitu bangganya setelah memenggal kepala sesama umat Allah dgn mengatas namakan krn perintah Allah
Bener2 sakit parah mental mereka
Masihkah kita harus menerima 600 lainya yg sudah terkena virus terroris kejam seperti ini?”
Peringatan!, Tautan REFERENSI mengandung konten sadis! Tidak perlu dibuka jika anda mudah terganggu dengan foto mayat/darah.
Akun Wiajeng Nia (fb.com/nia.wiajeng) mengunggah sebuah foto dengan narasi:
“Wanita pengikut ISIS ini yg begitu bangganya setelah memenggal kepala sesama umat Allah dgn mengatas namakan krn perintah Allah
Bener2 sakit parah mental mereka
Masihkah kita harus menerima 600 lainya yg sudah terkena virus terroris kejam seperti ini?”
Hasil Cek Fakta
PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan Tim Periksa Fakta AFP, klaim bahwa wanita di dalam foto itu adalah pengikut ISIS ternyata salah.
Faktanya, foto tersebut telah beredar di berbagai laporan media mengenai seorang komandan grup milisi di Irak yang memenggal kepala anggota ISIS di negaranya.
Pencarian gambar terbalik di Google diikuti dengan pencarian kata kunci menemukan foto asli diunggah pada tanggal 19 November 2015 di laman Facebook Wahida Mohamed. Foto tersebut merupakan bagian dari unggahan Facebook tertanggal 19 November 2015 yang memperlihatkan perempuan yang sama berpose dengan mayat orang yang berbeda-beda.
Foto itu juga muncul di laporan yang diterbitkan oleh media yang berbasis di Amerika Serikat, The International Business Times, tertanggal 4 Oktober 2016. Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, laporan tersebut berjudul: “Irak: Perempuan memenggal kepala anggota Isis, memasak kepala mereka sebagai pembalasan atas pembunuhan saudara-saudaranya.”
Empat paragraf pertama laporan itu berbunyi: “Seorang wanita Irak dengan cepat berubah menjadi individu yang paling ditakuti oleh kelompok Negara Islam – juga dikenal sebagai Negara Islam Irak dan Suriah (Isis) atau Negara Islam Irak dan Syam (Isil) – karena dia membalas dendam kepada mereka.
“Perempuan berusia 39 tahun itu bernama Wahida Mohamed Al Jumaily yang beberapa kerabat dekatnya, termasuk ayah, suami, dan tiga saudara lelakinya, dibunuh oleh Isis di beberapa tahun terakhir. Bahkan suaminya dibunuh awal tahun ini yang tampaknya menjadi pemicu tindakannya saat ini terhadap anggota Isis.
“Jumaily, yang lebih dikenal sebagai Um Hanadi di antara mereka yang telah melakukan kontak dengannya, telah dibandingkan dengan Abu Azrael sang ‘Rambo Irak’, karena memiliki kesamaan dalam upaya mereka untuk mendorong Isis keluar dari Irak dan mendapatkan kembali negara untuk warganya.
“Jumaily memimpin grup milisi beranggotakan 70 orang yang menentang Isis, dan dilaporkan tidak hanya memenggal kepala anggota organisasi teroris itu tetapi juga memasak kepala mereka, dalam unjuk kekuatan yang dicocokan dengan apa yang Isis lakukan terhadap tahanannya. Dia bahkan mengunggah foto-foto tersebut di platform media sosial.”
Diterjemahkan dari bahasa Inggris, keterangan foto tersebut adalah: “Irak: Perempuan memenggal kepala anggota Isis, memasak kepala mereka sebagai balas dendam karena membunuh sanak keluarganya. Wahida Mohamed Al Jumaily telah menerima banyak ancaman mati dari pemimpin Isis Abu Bakr al-Baghdadi.” Kredit foto itu diberikan kepada “Um Hanadi” yang merupakan nama lain Al Jumaily.
Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan Tim Periksa Fakta AFP, klaim bahwa wanita di dalam foto itu adalah pengikut ISIS ternyata salah.
Faktanya, foto tersebut telah beredar di berbagai laporan media mengenai seorang komandan grup milisi di Irak yang memenggal kepala anggota ISIS di negaranya.
Pencarian gambar terbalik di Google diikuti dengan pencarian kata kunci menemukan foto asli diunggah pada tanggal 19 November 2015 di laman Facebook Wahida Mohamed. Foto tersebut merupakan bagian dari unggahan Facebook tertanggal 19 November 2015 yang memperlihatkan perempuan yang sama berpose dengan mayat orang yang berbeda-beda.
Foto itu juga muncul di laporan yang diterbitkan oleh media yang berbasis di Amerika Serikat, The International Business Times, tertanggal 4 Oktober 2016. Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, laporan tersebut berjudul: “Irak: Perempuan memenggal kepala anggota Isis, memasak kepala mereka sebagai pembalasan atas pembunuhan saudara-saudaranya.”
Empat paragraf pertama laporan itu berbunyi: “Seorang wanita Irak dengan cepat berubah menjadi individu yang paling ditakuti oleh kelompok Negara Islam – juga dikenal sebagai Negara Islam Irak dan Suriah (Isis) atau Negara Islam Irak dan Syam (Isil) – karena dia membalas dendam kepada mereka.
“Perempuan berusia 39 tahun itu bernama Wahida Mohamed Al Jumaily yang beberapa kerabat dekatnya, termasuk ayah, suami, dan tiga saudara lelakinya, dibunuh oleh Isis di beberapa tahun terakhir. Bahkan suaminya dibunuh awal tahun ini yang tampaknya menjadi pemicu tindakannya saat ini terhadap anggota Isis.
“Jumaily, yang lebih dikenal sebagai Um Hanadi di antara mereka yang telah melakukan kontak dengannya, telah dibandingkan dengan Abu Azrael sang ‘Rambo Irak’, karena memiliki kesamaan dalam upaya mereka untuk mendorong Isis keluar dari Irak dan mendapatkan kembali negara untuk warganya.
“Jumaily memimpin grup milisi beranggotakan 70 orang yang menentang Isis, dan dilaporkan tidak hanya memenggal kepala anggota organisasi teroris itu tetapi juga memasak kepala mereka, dalam unjuk kekuatan yang dicocokan dengan apa yang Isis lakukan terhadap tahanannya. Dia bahkan mengunggah foto-foto tersebut di platform media sosial.”
Diterjemahkan dari bahasa Inggris, keterangan foto tersebut adalah: “Irak: Perempuan memenggal kepala anggota Isis, memasak kepala mereka sebagai balas dendam karena membunuh sanak keluarganya. Wahida Mohamed Al Jumaily telah menerima banyak ancaman mati dari pemimpin Isis Abu Bakr al-Baghdadi.” Kredit foto itu diberikan kepada “Um Hanadi” yang merupakan nama lain Al Jumaily.
Rujukan
Halaman: 7403/7813







