• (GFD-2020-4797) [SALAH] “Jackie Chan Dikabarkan Dikarantina Karena Terinfeksi Corona”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 29/02/2020

    Berita

    Beredar isu tentang aktor laga Jackie Chan dikarantina karena virus Corona baru, Covid-2019 di media sosial.

    Salah satu akun yang menyebarkan adalah akun Movie Community (fb.com/mocmty) yang mengunggah foto Jackie Chan dengan narasi sebagai berikut :

    “Jackie Chan Dikabarkan Dikarantina Karena Terinfeksi Corona
    Kabar kurang sedap datang dari salah satu aktor kenamaan asal Hong Kong, Jackie Chan. Aktor laga legendaris ini dikabarkan dikarantina karena terinfeksi virus corona.
    Sejumlah media Hongkong dan Tiongkok menyebutkan bahwa aktor 65 tahun tersebut terjangkit virus corona karena ikut dalam sebuah pesta pribadi dengan beberapa anggota polisi, di mana beberapa di antaranya telah terindikasi mengidap virus mematikan tersebut.
    Dilansir Today Online pada Selasa (25/2), disebutkan bahwa seminggu yang lalu Jackie Chan bertemu dengan Eric Tsang, Alan Tam, dan Alex Fong. Disebutkan pula bahwa aktor laga ini tak memakai masker untuk mencegah penularan virus corona saat perayaan itu berlangsung.
    Kepolisian Hong Kong mengonfirmasi bahwa 59 petugas ditempatkan di bawah karantina. Mereka dikarantina setelah menghadiri pesta pensiun seorang rekan perwira polisi berusia 48 tahun yang kemudian dinyatakan positif terkena virus corona.
    Rumor kemudian segera mulai menyebar di media sosial setempat bahwa Jackie Chan dan beberapa rekan artisnya berada di pesta yang sama. Hal tersebut berarti kemungkinan besar ditempatkan di bawah karantina juga.
    Namun, beberapa pihak dengan cepat menyatakannya sebagai berita palsu. Mereka mengatakan sang aktor tak pernah menghadiri pesta yang digelar oleh polisi yang terinfeksi corona tersebut.
    “Jackie Chan dan Komisaris Polisi tidak berada di pertemuan yang sama, ini pertemuan yang berbeda,” tutur salah satu sumber.
    Perlu dicatat bahwa berita ini hanya rumor dan belum dikonfirmasi dengan pihak terkait baik dari pemerintah Hongkong ataupun dari pihak Jackie Chan sendiri. Di sisi lain, sebelumnya Jackie Chan dikabarkan menawarkan sejumlah uang yang cukup besar, yakni USD 140 ribu (atau sekitar Rp2 miliar) bagi siapapun yang bisa menemukan atau mengatasi penyebaran virus corona.
    source wowkeren”

    Hasil Cek Fakta

    Menurut arsip berita Tempo pada 27 Februari 2020, kabar bahwa Jackie Chan dikarantina karena virus Corona bermula ketika muncul sebuah video yang memperlihatkan aktor laga itu tengah berpesta bersama petugas kepolisian Hong Kong beberapa waktu yang lalu.

    Pada 21 Februari 2020, muncul pemberitaan bahwa Kepolisian Hong Kong telah mengkonfirmasi sebanyak 59 petugas harus dikarantina setelah menghadiri sebuah pesta pensiun. Dalam pesta itu, ada seorang polisi berusia 48 tahun yang dinyatakan positif terkena virus Corona. Selain itu, istri dan ibu mertua polisi tersebut serta empat polisi lainnya menunjukkan gejala penyakit tersebut.

    Informasi ini pun memantik pendapat di media sosial bahwa Jackie Chan kemungkinan juga menjalani karantina karena berada di tempat yang sama. Namun, ada pula warganet yang mengatakan bahwa informasi itu tidak benar. “Jackie Chan dan komisaris polisi itu tidak berada di pertemuan yang sama. Ini pertemuan yang berbeda.”

    Setelah diselidiki lebih lanjut, pesta tersebut nyatanya terjadi di dua tempat yang berbeda. Polisi yang terinfeksi virus Corona berada di restoran seafood dan angsa panggang di Distrik Barat Hong Kong. Sementara Jackie Chan berada di Yau Yat Chuen Garden City Club di Kowloon. Di Google Maps, kedua lokasi itu berjarak sekitar 30 menit. Selain Tempo, informasi tersebut juga dimuat di situs Detik.com pada 25 Februari 2020.

    Lewat akun Instagram-nya, Jackie Chan pun menanggapi rumor tersebut. Dalam unggahannya pada 27 Februari 2020, Jackie Chan menulis dalam bahasa Inggris yang terjemahannya adalah sebagai berikut: “Terima kasih atas perhatian kalian semua! Saya aman dan sehat, dan sangat sehat. Jangan khawatir, saya tidak dalam karantina. Saya berharap semua orang tetap aman dan sehat juga!”

    Kesimpulan

    Jackie Chan telah menyatakan bahwa ia tidak dikarantina. Jackie Chan pun berada di pesta yang berbeda dengan seorang polisi Hong Kong yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4799) [SALAH] “Info kemkes 6 kota zona kuning corona”

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 29/02/2020

    Berita

    “Info kemkes 6 kota zona kuning corona: Medan, Batam, Jkt, Sby, Bali dan Manado.

    Sediakan masker di rumah dan hand sanitizer. Usahakan jangan dl ke tempat umum dan travelling”.

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan pesan palsu, berdasarkan klarifikasi dari yang terkait TIDAK ADA himbauan dari Kemenkes.

    kumparan: “pesan itu dibantah oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Anung Sugihantono.

    “Kemenkes tidak pernah mengeluarkan zonasi kewaspadaan dan atau kedaruratan karena Covid-19,” kata Anung saat dihubungi, Jumat (28/2).

    Anung juga memastikan pihaknya juga tidak mengeluarkan imbauan khusus terhadap enam kota seperti yang tertulis dalam pesan berantai tersebut. Pihaknya mengeluarkan imbauan yang sama untuk seluruh wilayah di Indonesia.

    “Seluruh kota/kabupaten di Indonesia yang harus waspada,” ucap dia.”

    Medanbisnisdaily.com: “Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dr Alwi Mujahit Hasibuan melalui Sekretaris Dinas dr Aris Yudhariansyah membantah keras bahwa informasi tersebut sama sekali tidak benar. Ia menyebutkan, Kemenkes maupun Dinas Kesehatan Sumut, sama sekali tidak ada mengeluarkan pernyataan jika 6 kota tersebut (termasuk Medan) sebagai zona kuning COVID-19.

    “Dipastikan berita bohong,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (28/2/2020).

    Sementara itu, anggota Tim Penyakit Infeksi New Emerging dan Re-Emerging (PINERE) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan, dr Restuti Hidayani Saragih, Sp.PD, K-PTI, FINASIM, M.H.(Kes) juga mengatakan bahwa sampai saat ini Kemenkes RI tidak ada mengeluarkan peringatan terkait adanya zona kuning atau warna apapun di Indonesia terkait COVID-19.

    Karenanya ia meminta kepada semua pihak agar membantu melawan hoax dan menyebarluaskan informasi yang benar. “Bersama kita bisa, lawan hoax, tetap siap siaga menghadapi COVID-19,” sebutnya.”

    OKEZONE.COM: “Anung pun mengimbau agar masyarakat mengikuti pemberitahuan yang dilakukan oleh Kementerian kesehatan atau Dinas Kesehatan setempat. Terutama yang berkaitan dengan kejadian COVID- 19 ini.

    Dia juga menegaskan, masyarakat harus pintar saat mendapatkan informasi apapun terkait COVID-19. Apabila ragu, Anda dapat konfirmasi ke hotline Kementerian Kesehatan atau otoritas kesehatan setempat.

    “Jadilah orang pintar, mencerna pemberitaan. Selanjutnya hati-hati dalam membagi pemberitaan atau informasi yang belum jelas kebenarannya,” tuturnya.”

    detikNews.com: “Alwi meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan pesan tersebut. Dia meminta masyarakat mengecek terlebih dulu kebenaran sebuah berita sebelum ikut menyebarkannya.

    “Kalau ada berita, jangan panik, tidak buru-buru di-share sebelum dicek kebenarannya, cari info yang benar dari saluran yang tepat, check and recheck,” jelas Alwi.”

    Kesimpulan

    Kemenkes TIDAK PERNAH mengeluarkan himbauan seperti yang diedarkan di pesan berantai WhatsApp, masyarakat dihimbau untuk pintar dan hati-hati dalam mencerna dan membagikan informasi.

    Rujukan

  • (GFD-2020-3622) [SALAH] Video “karyawan yang sedang menyortir atau memasukkan masker tiga ply dengan merek solida”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 28/02/2020

    Berita

    Pihak Solida membantah bahwa apa yang terlihat pada video itu merupakan produksi dan pengemasan masker Solida. Faktanya, produksi masker Solida dilakukan di pabrik yang berstandar dan tanpa sentuhan tangan manusia.

    Akun Siti Budiman (fb.com/siti.budiman.792) mengunggah foto dan video dengan narasi “Peringatan semua orang masker solida jangan dibeli bekas orang pakai”

    Pada foto, tampak kotak produk Face Mask dengan merk Solida. Sementara video memperlihatkan pengemasan masker. Video berdurasi selama 1 menit 23 detik itu direkam oleh seseorang pria. Pria itu juga terdengar berbicara ketika video sedang berlangsung.

    Secara lengkap, berikut transkrip dari suara yang terdengar dari video tersebut:

    “Rabu, 19 Februari 2020. Waktu menunjukkan jam 12.30 WIB. Ini untuk orderan Ibu Mariana melalui mediator bapak dengan Bapak Yanto di Jakarta. Jadi kalau misalnya ini, posisi-posisi ini di gudang atau di pabriknya. Ini karyawan-karyawan yang sedang sortir atau memasukkan masker 3 ply dengan merek Solida. Ini barangnya asli. 3 ply bukan 2 ply. Jadi kalau mau booking atau order dipersilakan melalui mediator bapak Yanto dipersilakan. Ini bukan barang gaib ya. Barang-barang nyata bukan barang gaib”.

    Hasil Cek Fakta

    Pihak Solida membantah bahwa apa yang terlihat pada video itu merupakan produksi dan pengemasan masker Solida. Faktanya, produksi masker Solida dilakukan di pabrik yang berstandar dan tanpa sentuhan tangan manusia.

    Tim CekFakta Medcom.id menghubungi Yosephine Anita selaku Humas Produsen Solida terkait video viral tersebut.Yosephine mengatakan, proses produksi masker Solida oleh pabrik di Bantul, Yogyakarta ini, telah memiliki sertifikasi Produksi Alat Kesehatan, CPAKB, memiliki NIE-AKD dari Kemenkes RI dan telah melakukan ekspor selama bertahun-tahun.

    Berikut secara lengkap klarifikasi dari pihak Solida:

    “Bersama ini kami menyatakan bahwa video viral produksi masker rumahan yang tidak berstandar, namun potongan masker SOLIDA yang diexpose di media sosial tersebut, adalah bukan produksi resmi masker SOLIDA.

    Kami sangat menyayangkan video tersebut dibuat oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, karena produksi masker SOLIDA oleh pabrik di Bantul, Yogyakarta ini telah meliliki Sertifikasi Produksi Alat Kesehatan, CPAKB, memiliki NIE-AKD dari Kemenkes RI dan telah melakukan ekspor selama bertahun-tahun. Maka tidak mungkin masker SOLIDA diproduksi seperti yang terlihat pada video tersebut.

    Oleh karena itu, SOLIDA telah melakukan klarifikasi melalui story Instagram akun @solida.proteksi dengan menunjukkan kondisi pabrik SOLIDA yang sebenarnya saat proses produksi.

    Maka kami mengharapkan agar video viral tersebut tidak disebarluaskan agar tidak merugikan brand kami, dan tidak membuat panik masyarakat.

    Terima kasih,
    SOLIDA”.

    Bantahan resmi juga disampaikan melalui akun media sosial Solida, @solida.proteksi

    Melalui unggahan tersebut, Solida juga memberikan klarifikasi:

    “PABRIK MASKER SOLIDA YANG SEBENARNYA Video ini merupakan pabrik resmi masker SOLIDA yang berlokasi di Yogyakarta. Sangat berbeda dengan video viral yang beredar di media sosial belakangan ini. . cc : @kemenkes_ri@kemendag fyi : @lambe_turah@undercover.id @ndorobeii#maskersolida” tulis postingan akun Solida Proteksi

    Rujukan

  • (GFD-2020-3623) [SALAH] Pesan Undian Berhadiah dari PT Pertamina

    Sumber: www.whatsapp.com
    Tanggal publish: 28/02/2020

    Berita

    Sebuah pesan berantai mengatasnamakan PT. Pertamina dengan klaim bahwa penerima pesan tersebut berhasil mendapat hadiah sejumlah uang. Menanggapi adanya pesan tersebut, pihak Pertamina pun angkat bicara dengan menyatakan bahwa pesan tersebut bukanlah produk buatan mereka.
    NARASI:

    Info resmi

    KANTOR PUSAT

    PT.PERTAMINA (Persero)

    M-ngucapkan

    SELAMAT..!!!

    Anda Mendapatkan

    Hadiah Rp. 100juta

    PIN-(27dd45)

    U/info klik

    Bit.ly/promo2020-pertamina

    Hasil Cek Fakta

    Pihak Pertamina angkat bicara terkait dengan munculnya pesan undian berhadiah yang mengklaim berasal dari PT. Pertamina. Pesan tersebut dikirim baik melalui SMS, Whatsapp dan juga email. Untuk mencegah adanya indikasi penipuan, pihak terkait pun akhirnya angkat bicara.

    Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menyatakan bahwa pesan tersebut bukan produk Pertamina. Fajriyah menjelaskan seluruh program promosi Pertamina disampaikan melalui saluran komunikasi resmi perusahaan, yakni www.pertamina.com, akun media sosial Pertamina @pertamina.com dan aplikasi resmi MyPertamina.

    “Bagi masyarakat yang mendapat pesan pribadi bahwa memenangkan undian tertentu dari Pertamina, baik melalui SMS atau Whatasapp maupun email, agar segera menghubungi Call Center 135 untuk memastikan kebenaran tersebut,” jelas Fajriyah.

    Fajriyah menuturkan, memang benar saat ini pihaknya tengah melaksanakan Program Berbagi Berkah MyPertamina, namun hal tersebut dilakukan secara terbuka dan tanpa dipungut biaya sedikit pun.

    “Jika ada program promosi atau undian berhadiah yang disampaikan secara tertutup, maka dipastikan itu penipuan dan hoaks atau berita bohong, bukan dari Pertamina. Segera hubungi Call Center 135, jangan sampai menjadi korban dari modus penipuan,” jelas Fajriyah.

    ===

    Rujukan