Beredar pesan berantai melalui aplikasi Whatsapp dengan narasi sebagai berikut :
“Assalamualaikum….
Ada info dari rekan kerja yg tinggal di Villa Bekasi Indah 1, bahwa salah satu warganya ada yg positif terkena virus Corona, hari ini meninggal dunia dan akan dimakamkan di TPU Mangunjaya….
Untuk sementara waktu hindari tempat tempat keramaian, tetap menjaga kesehatan dan semoga Allah SWT menjaga kita semua….aamiin…”
(GFD-2020-4804) [SALAH] “salah satu warga Bekasi ada yg positif terkena virus Corona, meninggal dunia”
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 04/03/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Keluarga D, pasien suspect corona yang meninggal dunia di RSDH Cianjur membantah korban terjangkit virus corona atau Covid-19. Korban yang merupakan pegawai Telkom ini sempat akan dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung.
“Dari awal saya jamin bukan virus corona, saya saja enggak pakai apa-apa karena memang negatif,” kata Sudrajat, kerabat korban di rumahnya di Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa, 3 Maret 2020.
“Dari gejalanya juga enggak sama (seperti Corona). Enggak ada panas sama batuk. Cuma sesak napas aja,” ujar Sudrajat. “Dokternya bilang ada pembengkakan di jantung sama paru-parunya ada cairan. Istilah medisnya apa saya kurang paham,” kata dia.
Dia menyayangkan adanya pemberitaan berlebihan yang ditujukan pada keluarga. Padahal, sejak dirawat dan diisolasi di RS Mitra Keluarga Bekasi hingga RSDH Cianjur, tidak ada satupun dokter yang menyatakan D terkena virus corona.
Sebab, ia memiliki surat yang didapat dari rumah sakit yang menyetakan bahwa Darja tidak dinyatakan terkena virus itu.
“Sempat dirawat di Mitra Keluarga Bekasi Timur, lalu diisolasi. Kemudian dinyatakan negatif (virus corona) makanya dipulangkan,” kata dia.
Karena merasa badannya masih drop, D kemudian pergi ke Cianjur untuk berobat. Memilih berobat di RSDH Cianjur lantaran di sana ada banyak keluarganya.
“Kenapa dibawa ke Cianjur karena di enggak ada keluarganya di sini. Di Cianjur ada mertua, ada adeknya supaya kalau ada apa-apa dekat. Lalu dibawa ke RSDH statusnya apa dicek disana, ternyata negatif,” tambah dia.
Pernyataan Sudrajat dikonfirmasi kebenarannya oleh Sekretaris Dirjen P2P Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto. Dia menegaskan, pasien RSDH Cianjur yang merupakan warga Kabupaten Bekasi negatif Covid-19.
“Dari data kami, beliau masuk 155 (spesimen) yang negatif. Jadi, meninggalnya bukan karena Covid-19,” katanya.
Pasien di Cianjur tersebut adalah salah satu dari 155 spesimen yang diambil sampelnya oleh pemerintah dari 44 rumah sakit di 23 provinsi. Dari 155 spesimen tersebut, pemerintah menyatakan dua positif yakni dua warga Depok yang telah dirawat di RSPI Sulianto Saroso, sementara yang di Cianjur dinyatakan negatif.
“Dari awal saya jamin bukan virus corona, saya saja enggak pakai apa-apa karena memang negatif,” kata Sudrajat, kerabat korban di rumahnya di Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa, 3 Maret 2020.
“Dari gejalanya juga enggak sama (seperti Corona). Enggak ada panas sama batuk. Cuma sesak napas aja,” ujar Sudrajat. “Dokternya bilang ada pembengkakan di jantung sama paru-parunya ada cairan. Istilah medisnya apa saya kurang paham,” kata dia.
Dia menyayangkan adanya pemberitaan berlebihan yang ditujukan pada keluarga. Padahal, sejak dirawat dan diisolasi di RS Mitra Keluarga Bekasi hingga RSDH Cianjur, tidak ada satupun dokter yang menyatakan D terkena virus corona.
Sebab, ia memiliki surat yang didapat dari rumah sakit yang menyetakan bahwa Darja tidak dinyatakan terkena virus itu.
“Sempat dirawat di Mitra Keluarga Bekasi Timur, lalu diisolasi. Kemudian dinyatakan negatif (virus corona) makanya dipulangkan,” kata dia.
Karena merasa badannya masih drop, D kemudian pergi ke Cianjur untuk berobat. Memilih berobat di RSDH Cianjur lantaran di sana ada banyak keluarganya.
“Kenapa dibawa ke Cianjur karena di enggak ada keluarganya di sini. Di Cianjur ada mertua, ada adeknya supaya kalau ada apa-apa dekat. Lalu dibawa ke RSDH statusnya apa dicek disana, ternyata negatif,” tambah dia.
Pernyataan Sudrajat dikonfirmasi kebenarannya oleh Sekretaris Dirjen P2P Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto. Dia menegaskan, pasien RSDH Cianjur yang merupakan warga Kabupaten Bekasi negatif Covid-19.
“Dari data kami, beliau masuk 155 (spesimen) yang negatif. Jadi, meninggalnya bukan karena Covid-19,” katanya.
Pasien di Cianjur tersebut adalah salah satu dari 155 spesimen yang diambil sampelnya oleh pemerintah dari 44 rumah sakit di 23 provinsi. Dari 155 spesimen tersebut, pemerintah menyatakan dua positif yakni dua warga Depok yang telah dirawat di RSPI Sulianto Saroso, sementara yang di Cianjur dinyatakan negatif.
Kesimpulan
“RS Dr Hafiz Cianjur menyatakan D negatif (Corona). Jadi, bukan terkena Corona,” kata perwakilan keluarga pasien. Kementerian Kesehatan juga memastikan warga Bekasi yang meninggal di Cianjur itu tidak terinfeksi virus corona.
Rujukan
- https://megapolitan.kompas.com/read/2020/03/03/13451021/bukan-karena-virus-corona-pasien-asal-bekasi-yang-meninggal-di-cianjur?page=all
- https://jabar.suara.com/read/2020/03/03/141830/kemenkes-pastikan-warga-bekasi-meninggal-di-cianjur-tak-terinfeksi-corona
- https://metro.tempo.co/read/1314964/keluarga-bantah-warga-bekasi-meninggal-karena-virus-corona/full&view=ok
(GFD-2020-3627) [SALAH] Tes Sederhana Untuk Mengenal Virus Corona Hanya Dalam Sepuluh Detik
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 03/03/2020
Berita
Beredar informasi mengenai tes sederhana untuk mengenal virus Corona dalam waktu sepuluh detik. Dalam informasi yang beredar melalui Whatsapp itu disebutkan tes sederhana itu berasal dari dokter Jepang. Berikut kutipan narasinya:
“Segera mendesak:
Tes sederhana untuk mengenal Virus Corona hanya dalam sepuluh detik tanpa urusan ke Dokter atau Laboratorium, yang belum diketahui siapa pun!
Awalnya Corona mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi hingga 28 hari setelah gejala COVID 19 muncul.
Dokter Jepang menawarkan tes sederhana yang bisa kita lakukan setiap pagi! Ambil napas dalam-dalam dan tahan napas selama lebih dari 10 detik! Jika Anda berhasil mengeluarkan napas tanpa batuk, tidak nyaman, lelah, dan kaku di dada, ini membukti kan bahwa tidak ada Fibrosis di paru-paru dan itu sebenarnya menunjukkan bahwa tidak ada virus!
Anda juga perlu memastikan mulut dan tenggorokan Anda lembab dan tidak kering! Minumlah secangkir air setidaknya sekali setiap 15 menit karena meskipun Virus masuk ke mulut Anda, cairan yang Anda makan secara teratur dapat ditransfer ke perut, dan keasaman lambung akan membunuh virus!
Tolong jangan menjadi penonton dan kirimkan ke semua kontak dan grup Anda!, Tks.”
"Apa benar test bebas corona dengan tarik napas 10 detik"
"Apa benar test bebas corona dengan tarik napas 10 detik"
DR. Berlian Siagian
Test Bebas Corona Setiap Pagi: Murah, Sederhana, dan Praktis!
Awalnya infeksi virus Corona mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi. Gejala klinis baru terlihat antara 7 - 28 hari setelah infeksi.
Test yang murah, sederhana, dan praktis untuk mengenal infeksi virus Corona hanya dalam 30 detik tanpa kunjungan ke dokter atau pemeriksaan laboratorium sangat kita perlukan.
Anda dapat melakukannya sendiri!
Perhatikan cara berikut ini:
Ambil napas dalam-dalam dan tahan napas selama lebih dari 10 detik! Jika setelah menahan nafas anda berhasil mengeluarkan napas pelan2 tanpa batuk, rasa tidak nyaman, lelah, dan kaku di dada, ini membuktikan bahwa tidak ada fibrosis di paru-paru anda, dan itu sebenarnya menunjukkan bahwa tidak ada virus apapun didalam paru2 anda!
Anda juga perlu memastikan mulut dan tenggorokan anda lembab dan tidak kering! Minumlah beberapa teguk air hangat setidaknya sekali setiap 30 menit.
Seandainya ada virus Corona telah masuk kedalam mulut anda, air hangat yang anda minum secara teratur dapat masuk kedalam perut, dimana keasaman lambung akan langsung membunuh virus Corona!
Mari jangan menjadi penonton dan sampaikan ke semua teman, kenalan, saudara yang anda kenal.
Tidak perlu minta ijin untuk membagikan status ini.
apakah benar tes sederhana covid 10 detik?
“Segera mendesak:
Tes sederhana untuk mengenal Virus Corona hanya dalam sepuluh detik tanpa urusan ke Dokter atau Laboratorium, yang belum diketahui siapa pun!
Awalnya Corona mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi hingga 28 hari setelah gejala COVID 19 muncul.
Dokter Jepang menawarkan tes sederhana yang bisa kita lakukan setiap pagi! Ambil napas dalam-dalam dan tahan napas selama lebih dari 10 detik! Jika Anda berhasil mengeluarkan napas tanpa batuk, tidak nyaman, lelah, dan kaku di dada, ini membukti kan bahwa tidak ada Fibrosis di paru-paru dan itu sebenarnya menunjukkan bahwa tidak ada virus!
Anda juga perlu memastikan mulut dan tenggorokan Anda lembab dan tidak kering! Minumlah secangkir air setidaknya sekali setiap 15 menit karena meskipun Virus masuk ke mulut Anda, cairan yang Anda makan secara teratur dapat ditransfer ke perut, dan keasaman lambung akan membunuh virus!
Tolong jangan menjadi penonton dan kirimkan ke semua kontak dan grup Anda!, Tks.”
"Apa benar test bebas corona dengan tarik napas 10 detik"
"Apa benar test bebas corona dengan tarik napas 10 detik"
DR. Berlian Siagian
Test Bebas Corona Setiap Pagi: Murah, Sederhana, dan Praktis!
Awalnya infeksi virus Corona mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi. Gejala klinis baru terlihat antara 7 - 28 hari setelah infeksi.
Test yang murah, sederhana, dan praktis untuk mengenal infeksi virus Corona hanya dalam 30 detik tanpa kunjungan ke dokter atau pemeriksaan laboratorium sangat kita perlukan.
Anda dapat melakukannya sendiri!
Perhatikan cara berikut ini:
Ambil napas dalam-dalam dan tahan napas selama lebih dari 10 detik! Jika setelah menahan nafas anda berhasil mengeluarkan napas pelan2 tanpa batuk, rasa tidak nyaman, lelah, dan kaku di dada, ini membuktikan bahwa tidak ada fibrosis di paru-paru anda, dan itu sebenarnya menunjukkan bahwa tidak ada virus apapun didalam paru2 anda!
Anda juga perlu memastikan mulut dan tenggorokan anda lembab dan tidak kering! Minumlah beberapa teguk air hangat setidaknya sekali setiap 30 menit.
Seandainya ada virus Corona telah masuk kedalam mulut anda, air hangat yang anda minum secara teratur dapat masuk kedalam perut, dimana keasaman lambung akan langsung membunuh virus Corona!
Mari jangan menjadi penonton dan sampaikan ke semua teman, kenalan, saudara yang anda kenal.
Tidak perlu minta ijin untuk membagikan status ini.
apakah benar tes sederhana covid 10 detik?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut sudah dibantah oleh pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Daeng M Faqih mengatakan, informasi tersebut tidak benar dan tidak berdasar. "Iya (tidak benar), tidak ada dasar," kata Faqih.
Menurut Faqih, tes deteksi virus corona yang ada di Indonesia dan sudah diakreditasi oleh WHO adalah tes PCR Litbangkes.
"Yang ada di Indonesia dan sudah diakreditasi WHO adalah Litbangkes tes PCR," jelasnya.
Seperti diketahui, tes PCR telah dilakukan Litbangkes sejak 1 Februari 2020 lalu. Hasil dari tes tersebut dapat diketahui dalam waktu kurang dari 12 jam sejak sampel diterima.
Terkait adanya dua kasus pertama virus corona dikonfirmasi di Indonesia, Faqih menyebutkan bahwa PB IDI akan mengirimkan seruan ke semua dokter, IDI cabang, dan IDI wilayah.
Di antara imbauan IDI adalah mengaktifkan satuan tugas kesiapsiagaan IDI.
IDI juga akan melakukan rapat koordinasi dengan seluruh elemen dokter di daerah masing-masing.
"Segera melakukan rapat koordinasi dengan seluruh elemen dokter di daerah masing-masing baik yang bekerja di rumah sakit, puskesmas, klinik swasta maupun praktek pribadi," kata Faqih.
"Senantiasa menjaga kebersihan dan kesehatan, menjaga daya tahan tubuh, istirahat cukup, asupan gizi yang baik dan selalu memakai alat pelindung diri saat memberikan pelayanan terhadap pasien," sambungnya.
Menurut Faqih, tes deteksi virus corona yang ada di Indonesia dan sudah diakreditasi oleh WHO adalah tes PCR Litbangkes.
"Yang ada di Indonesia dan sudah diakreditasi WHO adalah Litbangkes tes PCR," jelasnya.
Seperti diketahui, tes PCR telah dilakukan Litbangkes sejak 1 Februari 2020 lalu. Hasil dari tes tersebut dapat diketahui dalam waktu kurang dari 12 jam sejak sampel diterima.
Terkait adanya dua kasus pertama virus corona dikonfirmasi di Indonesia, Faqih menyebutkan bahwa PB IDI akan mengirimkan seruan ke semua dokter, IDI cabang, dan IDI wilayah.
Di antara imbauan IDI adalah mengaktifkan satuan tugas kesiapsiagaan IDI.
IDI juga akan melakukan rapat koordinasi dengan seluruh elemen dokter di daerah masing-masing.
"Segera melakukan rapat koordinasi dengan seluruh elemen dokter di daerah masing-masing baik yang bekerja di rumah sakit, puskesmas, klinik swasta maupun praktek pribadi," kata Faqih.
"Senantiasa menjaga kebersihan dan kesehatan, menjaga daya tahan tubuh, istirahat cukup, asupan gizi yang baik dan selalu memakai alat pelindung diri saat memberikan pelayanan terhadap pasien," sambungnya.
Kesimpulan
Berdasarkan hal tersebut maka informasi yang beredar tidak benar. Oleh sebab itu, konten informasi tersebut masuk ke dalam Fabricated Content atau Konten Palsu.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1125992764399924/
- https://turnbackhoax.id/2020/03/03/salah-tes-sederhana-untuk-mengenal-virus-corona-hanya-dalam-sepuluh-detik/
- https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/02/191605365/hoaks-tes-sederhana-deteksi-diri-virus-corona-hanya-dalam-sepuluh-detik?page=all#page3
- https://sumsel.tribunnews.com/2020/03/02/hoaks-tes-sederhana-untuk-mengenal-virus-corona-hanya-dalam-sepuluh-detik-tersebar-di-whatsapp?page=all
- https://pontianak.tribunnews.com/2020/03/02/cek-fakta-tes-sederhana-deteksi-virus-corona-dalam-10-detik-tanpa-ke-dokter-atau-laboratorium?page=all
(GFD-2020-3628) [SALAH] 1000 Tiket Pesawat Gratis Untuk WNI Pulang Ke Tanah Air Dari PT Angkasa Pura 1 Karena Virus Corona
Sumber: facebook.comTanggal publish: 03/03/2020
Berita
Beredar informasi bahwa PT Angkasa Pura (AP) 1 memberikan 1000 tiket gratis untuk Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri untuk pulang ke Indonesia. Dalam narasi disebutkan, program itu merupakan instruksi dari Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi. Berikut kutipan narasinya:
“Mentri luar negeri ibu retno marsudi, memberitahukan kepada seluruh warga wni yang ada di luar negeri, agar kiranya untuk berhari" akibat virus korona yang ada di china, president jokowi, memerintahkan kepada ibu retno marsudi, menteri luar negeri, untuk memulangkan wni yang ingin mau pulang sebanyak 1000 tiket gratis.
Buruan secepat mungkin untuk melaporkan diri anda, di PT. Angkasa pura, di nomor hp yg tertera di bawah, karna stok tiketnya terbatas cuma 1000 lembar, siapa cepat dia akan pulang dengan gratis.
PT. Angkasa pura1 (persero) bekerjasama untuk memulangkan wni yg ingin mau pulang ke tanah air, sebanyak 1000 orang di luar negeri secara grstis.
PT. Angkasa pura 1 (persero) mengeluarkan dana corporate soaial responsility, yang di setujui rapat anggota dewan pusat( DPR) pusat
Negara yg di tujuh antara lain: china, hongkong, macau, taiwan, japan, korea, singapura, malaysia, bruney darussalam, saudi arabia, dll.
Silahkan laporkan data di kalian: sesuai paspor dan KTP anda: tlp kantor PT. Angkasa pura bagian pengurusan tiket, Bpk H. Suryanto 082237033117”
“Mentri luar negeri ibu retno marsudi, memberitahukan kepada seluruh warga wni yang ada di luar negeri, agar kiranya untuk berhari" akibat virus korona yang ada di china, president jokowi, memerintahkan kepada ibu retno marsudi, menteri luar negeri, untuk memulangkan wni yang ingin mau pulang sebanyak 1000 tiket gratis.
Buruan secepat mungkin untuk melaporkan diri anda, di PT. Angkasa pura, di nomor hp yg tertera di bawah, karna stok tiketnya terbatas cuma 1000 lembar, siapa cepat dia akan pulang dengan gratis.
PT. Angkasa pura1 (persero) bekerjasama untuk memulangkan wni yg ingin mau pulang ke tanah air, sebanyak 1000 orang di luar negeri secara grstis.
PT. Angkasa pura 1 (persero) mengeluarkan dana corporate soaial responsility, yang di setujui rapat anggota dewan pusat( DPR) pusat
Negara yg di tujuh antara lain: china, hongkong, macau, taiwan, japan, korea, singapura, malaysia, bruney darussalam, saudi arabia, dll.
Silahkan laporkan data di kalian: sesuai paspor dan KTP anda: tlp kantor PT. Angkasa pura bagian pengurusan tiket, Bpk H. Suryanto 082237033117”
Hasil Cek Fakta
Melalui hasil penelusuran, diketahui bahwa informasi tersebut tidak benar. Pihak AP1 sudah memberikan bantahannya melalui akun media sosial milik perusahaan tersebut. Berikut kutipan bantahan dari pihak AP1:
Di Facebook AP1:
[…] ⚠ WASPADA HOAX ⚠
Waspada Hoax yang menginformasikan bahwa Angkasa Pura I menyediakan sebanyak 1.000 tiket gratis untuk WNI dari luar negeri akibat Virus Korona.
Angkasa Pura I sebagai operator bandara tidak pernah melakukan penjualan tiket pesawat udara kepada penumpang atau bekerjasama dengan biro/agen perjalanan.
Di mohon kepada seluruh Warga Negara Indonesia atau masyarakat agar selalu berhati-hati dan tidak mengirimkan data diri dan mentransfer sejumlah uang kepada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Terima kasih […]
Di Twitter AP1 (@AP_Airports):
[…] ⚠ WASPADA HOAX ⚠
Informasi pada gambar di bawah mohon dibaca dengan cermat ya, #SahabatAP1.
Harap selalu berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi dari media sosial. […]
Di Facebook AP1:
[…] ⚠ WASPADA HOAX ⚠
Waspada Hoax yang menginformasikan bahwa Angkasa Pura I menyediakan sebanyak 1.000 tiket gratis untuk WNI dari luar negeri akibat Virus Korona.
Angkasa Pura I sebagai operator bandara tidak pernah melakukan penjualan tiket pesawat udara kepada penumpang atau bekerjasama dengan biro/agen perjalanan.
Di mohon kepada seluruh Warga Negara Indonesia atau masyarakat agar selalu berhati-hati dan tidak mengirimkan data diri dan mentransfer sejumlah uang kepada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Terima kasih […]
Di Twitter AP1 (@AP_Airports):
[…] ⚠ WASPADA HOAX ⚠
Informasi pada gambar di bawah mohon dibaca dengan cermat ya, #SahabatAP1.
Harap selalu berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi dari media sosial. […]
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka konten informasi tentang 1000 tiket gratis untuk WNI pulang merupakan informasi yang tidak benar. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori Fabricated Content atau Konten Palsu.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1126007004398500/
- https://turnbackhoax.id/2020/03/03/salah-1000-tiket-pesawat-gratis-untuk-wni-pulang-ke-tanah-air-dari-pt-angkasa-pura-1-karena-virus-corona/
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4192250/cek-fakta-hoaks-1000-tiket-pesawat-gratis-untuk-wni-pulang-ke-tanah-air
- https://www.facebook.com/angkasapura.airports/posts/1336533113217731
- https://twitter.com/AP_Airports/status/1233922974396207105
- https://www.facebook.com/Kemlu.RI/photos/a.425190977517347/3388336251202790/
(GFD-2020-3629) [SALAH] Foto Muslim New Delhi Yang Dibantai Akibat UU Kewarganegaraan India
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 03/03/2020
Berita
BUKAN korban pembantaian. Foto gerakan protes mengenakan kain kafan, oleh para penentang UU Kewarganegaraan India di Aurangabad.
=====
NARASI:
Innaalilaahi wa’inaailaihi rooji’uun …????
Akibat Pengesahan Undang² anti Muslim di India,
saudara² muslim kita di Mesjid di Delhi dibantai oleh ekstrimis Hindu, disiram air keras, diperkosa, Al Qur’an serta Mesjidnya dibakar, HAM dimana…?? Ketika Muslim terbunuh semua diam, Muslim yang paling banyak diteror tapi label terörist diberikan kepada Muslim..!!
Allahul Musta’an ????
=====
NARASI:
Innaalilaahi wa’inaailaihi rooji’uun …????
Akibat Pengesahan Undang² anti Muslim di India,
saudara² muslim kita di Mesjid di Delhi dibantai oleh ekstrimis Hindu, disiram air keras, diperkosa, Al Qur’an serta Mesjidnya dibakar, HAM dimana…?? Ketika Muslim terbunuh semua diam, Muslim yang paling banyak diteror tapi label terörist diberikan kepada Muslim..!!
Allahul Musta’an ????
Hasil Cek Fakta
PENJELASAN: Akun Facebook @ItaMuraya membagikan dua buah foto yang menunjukkan sejumlah pria tengah terbaring dan diblut dengan kain kafan. Foto tersebut diunggah oleh akun @ItaMuraya sejak Kamis, 27 Februari 2020 dan telah dibagikan sebanyak 802 pengguna Facebook lainnya.
Unggahan @ItaMuraya sendiri beredar di tengah meletusnya bentrokan antara kelompok pro dan kontra terkait dengan pemberlakuan amandemen Citizenship Amendment Act (CAA) atau Undang-Undang Kewarganegaraan India oleh pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi pada 12 Desember 2019 lalu.
Berdasarkan dari hasil penelusuran yang dilakukan, melalui Google Reverse Image, dua foto serupa berhasil ditemukan namun dengan narasi yang berbeda. Salah satu akun yang mnegunggah foto serupa adalah akun milik seorang politikus Peace Party India @MohammadIrfan. Akun @MohammadIrfan membagikan foto tersebut pada 24 Februari 2020. Dengan narasi berbahasa Hindi yang apabila diterjemahkan kedalam bahas Indonesia yang berarti “Gerakan unik dengan masuk ke dalam kain kafan di Aurangabad”.
Narasi yang diberikan oleh akun @MohammadIrfan sendiri dilengkapi dengan tagar #Reject_CAA_NRC_NPR, adalah tagar popular yang digunakan oleh kelompok yang menentang UU Kewarganegaraan India. Narasi serupa juga dibagikan oleh akun Twitter, salah satunya adalah akun @tabishkhanss. Dalam unggahannya akun @tabishkhanss juga memberikan narasi yang sama yakni “Gerakan unuk dengan mengenakan kafan di Aurangabad” beserta tagar #Reject_CAA_NRC_NPR.
Aurangabad sendiri merupakan sebuah kota di India yang terletak di sisi barat tepatnya di negara bagian Maharashtra. Sejak Desember 2019, warga Aurangabad sendiri kerap melakukan protes terhadap UU Kewarganegaraan India. Melansir dari Indiatimes.com, Gerakan tersebut dipelopori oleh India Majlis E Ittehadul Muslimeen (MIM) yang menolak UU Kewarganegaraan India karena dianggap mendiskirminasi kaum muslim.
Berdasarkan dari hasil pemeriksaan fakta yang dilakukan, unggahan akun Facebook @ItaMuraya mengarah kepada narasi yang menyesatkan atau mengacu kepada Missleading Content. Pasalnya kedua foto tersebut bukanlah foto kaum muslim di New Delhi yang menjadi korban pembantaian oleh ekstremis Hindu, melainkan foto gerakan protes dengan mengenakan kain kafan oleh para penentang UU Kewarganegaraan India di Aurangabad pada 24 Februari 2020.
===
Unggahan @ItaMuraya sendiri beredar di tengah meletusnya bentrokan antara kelompok pro dan kontra terkait dengan pemberlakuan amandemen Citizenship Amendment Act (CAA) atau Undang-Undang Kewarganegaraan India oleh pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi pada 12 Desember 2019 lalu.
Berdasarkan dari hasil penelusuran yang dilakukan, melalui Google Reverse Image, dua foto serupa berhasil ditemukan namun dengan narasi yang berbeda. Salah satu akun yang mnegunggah foto serupa adalah akun milik seorang politikus Peace Party India @MohammadIrfan. Akun @MohammadIrfan membagikan foto tersebut pada 24 Februari 2020. Dengan narasi berbahasa Hindi yang apabila diterjemahkan kedalam bahas Indonesia yang berarti “Gerakan unik dengan masuk ke dalam kain kafan di Aurangabad”.
Narasi yang diberikan oleh akun @MohammadIrfan sendiri dilengkapi dengan tagar #Reject_CAA_NRC_NPR, adalah tagar popular yang digunakan oleh kelompok yang menentang UU Kewarganegaraan India. Narasi serupa juga dibagikan oleh akun Twitter, salah satunya adalah akun @tabishkhanss. Dalam unggahannya akun @tabishkhanss juga memberikan narasi yang sama yakni “Gerakan unuk dengan mengenakan kafan di Aurangabad” beserta tagar #Reject_CAA_NRC_NPR.
Aurangabad sendiri merupakan sebuah kota di India yang terletak di sisi barat tepatnya di negara bagian Maharashtra. Sejak Desember 2019, warga Aurangabad sendiri kerap melakukan protes terhadap UU Kewarganegaraan India. Melansir dari Indiatimes.com, Gerakan tersebut dipelopori oleh India Majlis E Ittehadul Muslimeen (MIM) yang menolak UU Kewarganegaraan India karena dianggap mendiskirminasi kaum muslim.
Berdasarkan dari hasil pemeriksaan fakta yang dilakukan, unggahan akun Facebook @ItaMuraya mengarah kepada narasi yang menyesatkan atau mengacu kepada Missleading Content. Pasalnya kedua foto tersebut bukanlah foto kaum muslim di New Delhi yang menjadi korban pembantaian oleh ekstremis Hindu, melainkan foto gerakan protes dengan mengenakan kain kafan oleh para penentang UU Kewarganegaraan India di Aurangabad pada 24 Februari 2020.
===
Rujukan
Halaman: 7397/7813




