Barusan pak bojo crita, kl td ketemuan sama dinas kesehatan, di yogya sdh ada 3 org yg terinfeksi virus covid 19, anak ugm, asli bali. Total di indonesia sampe siang td sdh ada 16 org.
Jd berhati2 nih besok naik kereta, dikeramean dan mesti pegang gagang2 pintu, konon katanya bs tertular dr logam ya… kudu siap2 sanitazer ato apa yg ampuh ya?
(GFD-2020-4801) [SALAH] Pesan Berantai WhatsApp Tiga Warga Yogyakarta Terjangkit Virus Corona
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 03/03/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Melalui pesan berantai Whatsapp, beredar sebuah narasi dengan klaim bahwa Dinas Kesehatan Yogyakarta menemukan tiga pasien terinfeksi virus corona. Dalam narasi tersebut, pembuat pesan menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati apabila hendak bepergian menggunakan kereta api.
Guna melusurkan informasi yang beredar luas di masyarakat, Dinas Kesehatan Yogyarta pun angkat bicara. Melansir dari suara.com, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DI Yogyakarta, Pembayun Setyaning Astutie menegaskan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar alias hoaks.
“Maaf itu hoaks. Mungkin penyebar hoaks ini meminta perhatian kepada orang namun caranya yang tidak pas,” jelas Pembayun.
Meski informasi tersebut adalah hoaks, Pembayun menghimbau masyarakat untuk lebih menjaga kebersihan diri dan mencegah virus tersebut.
“Masyarakat harus tetap menjaga kesehatan dengan melaksanakan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS). Yang utama adalah cuci tangan pakai sabun dan batuk yang beretika dengan menutup dengan kain atau sapu tangan,” jelasnya.
Guna melusurkan informasi yang beredar luas di masyarakat, Dinas Kesehatan Yogyarta pun angkat bicara. Melansir dari suara.com, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DI Yogyakarta, Pembayun Setyaning Astutie menegaskan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar alias hoaks.
“Maaf itu hoaks. Mungkin penyebar hoaks ini meminta perhatian kepada orang namun caranya yang tidak pas,” jelas Pembayun.
Meski informasi tersebut adalah hoaks, Pembayun menghimbau masyarakat untuk lebih menjaga kebersihan diri dan mencegah virus tersebut.
“Masyarakat harus tetap menjaga kesehatan dengan melaksanakan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS). Yang utama adalah cuci tangan pakai sabun dan batuk yang beretika dengan menutup dengan kain atau sapu tangan,” jelasnya.
Kesimpulan
Kembali beredar melalui pesan berantai Whatsapp, sebuah pesan dengan klaim narasi bahwa Dinas Kesehatan Yogyakarta menemukan tiga orang terinfeksi virus corona. Menanggapi hal tersebut, Dinas Kesehatan Yogyakarta angkat bicara dan menyatakan bahwa pesan tersebut tidak benar alias hoaks.
Rujukan
(GFD-2020-3625) [SALAH] Video 280 Jemaah Umrah Tertahan di Pesawat dan 18 Di Antaranya Positif Terinfeksi Virus Corona
Sumber: facebook.comTanggal publish: 02/03/2020
Berita
Beredar di media sosial video yang diklaim sebagai kondisi jemaah umrah asal Palembang dan Makasar yang berjumlah 280 tertahan di pesawat lantaran 18 di antaranya dinyatakan positif terinfeksi virus Corona atau COVID-19. Dalam video itu terlihat sejumlah orang menggunakan masker dan pakaian steril. Berikut kutipan narasinya:
Ada 280 jamaah Umroh dari palembang dan makassar disini .. semua pada nangis.
18 jamaah indonesia di nyatakan positif terinfeksi virus corona . sekarang mereka semua 1 pesawat tidak diijinkan masuk saudi harus dibawa pulang ke INDONESIA.
Ada 280 jamaah Umroh dari palembang dan makassar disini .. semua pada nangis.
18 jamaah indonesia di nyatakan positif terinfeksi virus corona . sekarang mereka semua 1 pesawat tidak diijinkan masuk saudi harus dibawa pulang ke INDONESIA.
Hasil Cek Fakta
Melalui hasil penelusuran, diketahui bahwa pihak Pemerintah Indonesia sudah memberikan bantahan akan kabar tersebut. Bantahan pertama berasal dari Eko Hartono selaku Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Kerajaan Arab Saudi. Ia menegaskan, kabar tersebut tidak benar. “Jadi berita itu tidak benar. Tidak ada jemaah umrah yang tertahan karena dianggap terinfeksi Covid 19 dan kemudian dipulangkan,” ujar Eko.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa pihaknya telah memantau sejak 27 Februari 2020 dan jemaah Indonesia lancar dalam menjalankan umrah. "Kita pantau terus di lapagan sejak tanggal 27 Februari dan jemaah Indonesia lancar jalankan umrah kok" terangnya.
Eko juga menjelaskan tidak ada jemaah yang sudah sampai di Arab Saudi yang dipulangkan. “Yang ada adalah bahwa mereka yang masih transit di negara lain terpaksa pulang ke Indonesia. Serta yang belum terbang dan masih di Indonesia, tidak jadi berangkat,” kata Eko.
Bantahan kedua dikemukakan oleh Plt Jubir Kemenlu Teuku Faizasyah. Ia memastikan bahwa kabar tersebut merupakan kabar bohong atau hoaks. “Hoaks mas," kata Teuku kepada merdeka.com (28/2).
Lalu, bantahan selanjutnya dikemukakan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan dr Achmad Yurianto. Ia menegaskan bahwa kabar yang beredar tersebut tidak benar. Pria yang akrab disapa Yuri ini mengimbau agar masyarakat tidak menyebarkannya. "Itu hoaks jangan disebarkan lagi," katanya.
Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag), Arfi Hatim pun angkat bicara. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut adalah berita bohong alias hoaks. “Hoaks itu hoaks,” tegas Arfi.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa pihaknya telah memantau sejak 27 Februari 2020 dan jemaah Indonesia lancar dalam menjalankan umrah. "Kita pantau terus di lapagan sejak tanggal 27 Februari dan jemaah Indonesia lancar jalankan umrah kok" terangnya.
Eko juga menjelaskan tidak ada jemaah yang sudah sampai di Arab Saudi yang dipulangkan. “Yang ada adalah bahwa mereka yang masih transit di negara lain terpaksa pulang ke Indonesia. Serta yang belum terbang dan masih di Indonesia, tidak jadi berangkat,” kata Eko.
Bantahan kedua dikemukakan oleh Plt Jubir Kemenlu Teuku Faizasyah. Ia memastikan bahwa kabar tersebut merupakan kabar bohong atau hoaks. “Hoaks mas," kata Teuku kepada merdeka.com (28/2).
Lalu, bantahan selanjutnya dikemukakan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan dr Achmad Yurianto. Ia menegaskan bahwa kabar yang beredar tersebut tidak benar. Pria yang akrab disapa Yuri ini mengimbau agar masyarakat tidak menyebarkannya. "Itu hoaks jangan disebarkan lagi," katanya.
Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag), Arfi Hatim pun angkat bicara. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut adalah berita bohong alias hoaks. “Hoaks itu hoaks,” tegas Arfi.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka klaim video yang tersebar di media sosial tersebut tidak benar. Oleh sebab itu, konten video beserta klaimnya masuk kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1125262334472967/
- https://turnbackhoax.id/2020/03/02/salah-video-280-jemaah-umrah-tertahan-di-pesawat-dan-18-di-antaranya-positif-terinfeksi-virus-corona/
- https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/01/172748865/hoaks-soal-280-jemaah-umrah-tertahan-di-pesawat-dan-18-di-antaranya-positif?page=all#page3
- https://www.merdeka.com/cek-fakta/cek-fakta-hoaks-jemaah-ri-positif-corona-pesawat-tak-diizinkan-masuk-saudi.html
- https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4918073/viral-hoax-jemaah-indonesia-ditolak-arab-saudi-karena-positif-corona
- https://www.liputan6.com/news/read/4189838/kemenag-soal-isu-jemaah-umrah-terinfeksi-virus-corona-itu-hoaks
(GFD-2020-3626) [SALAH] “Pantesan si tuan narendra modi makanannya kayak gini”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 02/03/2020
Berita
Beredar foto Perdana Menteri India, Narendra Modi, tengah memakan kotoran hewan. Dalam narasi disebutkan kotoran tersebut merupakan kotoran sapi. Berikut kutipan narasinya:
"Pantesan si tuan narendra modi makanannya kayak gini, pantaslah otaknya sapi"
"Pantesan si tuan narendra modi makanannya kayak gini, pantaslah otaknya sapi"
Hasil Cek Fakta
Melalui hasil penelusuran, diketahui bahwa foto tersebut merupakan foto hasil suntingan. Sebab, foto aslinya didapatkan dari akun twitter milik Narendra Modi.
Pada foto aslinya, Modi tengah memakan makanan khas India bernama Litti Chokha. Berikut kutipan postingan dari akun terverifikasi Modi di (@narendramodi):
[…] Had tasty Litti Chokha for lunch along with a hot cup of tea... #HunarHaat […]
Foto aslinya diunggah oleh Modi pada 19 Februari 2020. Foto tersebut diambil saat Modi tengah menghadiri perayaan ‘Hunar Haat’ atau Festival Keberagaman India pada tanggal 19 Februari 2020.
Perihal Litti Chokha, diketahui merupakan makanan sejenis roti yang dimakan dengan kuah khusus khas masakan India. Berikut kutipan penjelasan mengenai Litti Chokha:
[…] Litti, bersama dengan chokha, adalah makanan lengkap yang berasal dari anak benua India; dan populer di negara bagian India Bihar, Jharkhand, bagian dari Uttar Pradesh Timur serta negara bagian Madhesh di Nepal. Ini adalah bola adonan yang terbuat dari tepung gandum utuh dan diisi dengan sattu (tepung buncis panggang) dicampur dengan bumbu dan rempah-rempah dan kemudian dipanggang di atas batu bara atau kue kotoran sapi atau kayu kemudian dilemparkan dengan banyak ghee. [1] Meskipun sangat sering bingung dengan baati yang terkait erat, itu adalah hidangan yang sama sekali berbeda dalam hal rasa, tekstur dan persiapan. Ini bisa dimakan dengan yogurt, baigan bharta, alu bharta, dan papad. [2] Litti secara tradisional dipanggang di atas api kotoran sapi, [3] tetapi di zaman modern versi goreng baru telah dikembangkan. […]
Pada foto aslinya, Modi tengah memakan makanan khas India bernama Litti Chokha. Berikut kutipan postingan dari akun terverifikasi Modi di (@narendramodi):
[…] Had tasty Litti Chokha for lunch along with a hot cup of tea... #HunarHaat […]
Foto aslinya diunggah oleh Modi pada 19 Februari 2020. Foto tersebut diambil saat Modi tengah menghadiri perayaan ‘Hunar Haat’ atau Festival Keberagaman India pada tanggal 19 Februari 2020.
Perihal Litti Chokha, diketahui merupakan makanan sejenis roti yang dimakan dengan kuah khusus khas masakan India. Berikut kutipan penjelasan mengenai Litti Chokha:
[…] Litti, bersama dengan chokha, adalah makanan lengkap yang berasal dari anak benua India; dan populer di negara bagian India Bihar, Jharkhand, bagian dari Uttar Pradesh Timur serta negara bagian Madhesh di Nepal. Ini adalah bola adonan yang terbuat dari tepung gandum utuh dan diisi dengan sattu (tepung buncis panggang) dicampur dengan bumbu dan rempah-rempah dan kemudian dipanggang di atas batu bara atau kue kotoran sapi atau kayu kemudian dilemparkan dengan banyak ghee. [1] Meskipun sangat sering bingung dengan baati yang terkait erat, itu adalah hidangan yang sama sekali berbeda dalam hal rasa, tekstur dan persiapan. Ini bisa dimakan dengan yogurt, baigan bharta, alu bharta, dan papad. [2] Litti secara tradisional dipanggang di atas api kotoran sapi, [3] tetapi di zaman modern versi goreng baru telah dikembangkan. […]
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka konten foto yang tersebar tersebut terbukti hasil suntingan. Dengan demikian, konten tersebut masuk ke dalam kategori Manipulated Content atau Konten Manipulasi.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1125321217800412/
- https://turnbackhoax.id/2020/03/02/salah-pantesan-si-tuan-narendra-modi-makanannya-kayak-gini/
- https://twitter.com/narendramodi/status/1230077171953070080
- https://www.narendramodi.in/prime-minister-narendra-modi-modi-visits-hunar-haat-at-rajpath-in-delhi-548445
- https://economictimes.indiatimes.com/news/politics-and-nation/pm-modis-surprise-visit-to-hunar-haat-check-pics/chai-per-charcha/slideshow/74238885.cms
- https://timesofindia.indiatimes.com/india/pm-modi-urges-people-to-visit-hunar-haat-to-appreciate-countrys-diverse-expanse-cultures/articleshow/74264138.cms
- https://www.thehindu.com/news/cities/Delhi/pm-modi-makes-surprise-visit-to-hunar-haat-at-rajpath-relishes-litti-chokha/article30859590.ece
- https://en.wikipedia.org/wiki/Litti_(cuisine)
- https://food.ndtv.com/food-drinks/everything-you-should-know-about-the-bihari-delicacy-litti-chokha-1692578
(GFD-2020-4800) [SALAH] “Paus Fransiskus dan dua pembantunya dinyatakan positif mengidap Coronavirus”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 01/03/2020
Berita
Beredar isu yang mengklaim bahwa Paus Fransiskus dan dua pembantunya positif terjangkit virus korona (COVID-19). Mereka dikabarkan mendapat perawatan medis di dekat Santa Marta, hotel di Vatikan.
Isu ini pertama kali disebarkan oleh situs MCM News (mcmnt[dot]com) dengan judul “Vatican confirms Pope Francis and two aides test positive for Coronavirus” atau yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia: “Vatikan mengkonfirmasi Paus Francis dan dua pembantunya positif mengidap Coronavirus”
Isu ini pertama kali disebarkan oleh situs MCM News (mcmnt[dot]com) dengan judul “Vatican confirms Pope Francis and two aides test positive for Coronavirus” atau yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia: “Vatikan mengkonfirmasi Paus Francis dan dua pembantunya positif mengidap Coronavirus”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, ditemukan fakta bahwa klaim “Vatikan mengkonfirmasi Paus Francis dan dua pembantunya positif mengidap Coronavirus” adalah klaim yang salah. Tidak ada satu pun informasi valid yang mengonfirmasi Paus terjangkit virus itu.
Pertama, MCM News adalah satu-satunya situs berita yang melaporkan Paus Fransiskus kena virus corona. Tidak ada kantor-kantor berita besar dan kredibel yang melaporkan demikian, termasuk Vaticannews.va yang memang khusus memberitakan informasi seputar Takhta Suci Vatikan. Pun sejauh ini tidak ada pernyataan Vatikan yang menyebut Paus positif virus corona.
Reuters, kantor berita Inggris, mengutip juru bicara Vatikan Matteo Bruni yang menyebut Paus hanya menderita sakit ringan. Bruni juga membantah berbagai spekulasi soal penyakit Paus, dia mengatakan “tidak ada bukti diagnosa apapun kecuali sakit ringan”.
Alasan kedua, MCM News diragukan keabsahannya sebagai situs berita terpercaya. Hal ini berdasarkan penelusuran Cindy Otis, yang 10 tahun menjadi analis militer di CIA, Amerika Serikat.
Penulis buku “True or False” ini melalui akun Twitternya mengatakan MCM News adalah situs tidak jelas alias abal-abal. Hal ini terlihat dari “About Us” di situs itu yang tidak menjelaskan siapa mereka dan susunan redaksinya. Padahal susunan redaksi adalah informasi yang wajib dicantumkan setiap kantor berita.
Akun sosial media MCM News, menurut Otis, tidak memiliki tautan berita yang tepat. Selain itu, MCM News juga hanya memiliki 30 berita di situs mereka, total. Penelusuran Otis juga menunjukkan domain MCM News didaftarkan pada 2016 di China. Informasi domain ini kemudian diubah pada 26 Februari lalu.
Berita MCM News tersebut telah dibagikan ribuan orang dan dikutip oleh berbagai media, yang kemudian meralatnya setelah tahu hoaks. Termasuk salah satunya adalah Tempo.co yang mencabut artikelnya dengan menulis ralat sebagai berikut:
“CATATAN KOREKSI: Artikel sebelumnya dicabut pada hari Minggu, tanggal 1 Maret 2020 jam 7.30 karena sumber tidak kredibel. Dengan demikian kesalahan telah diperbaiki. Redaksi mohon maaf.”
Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Tahta Suci Vatikan mengklarifikasi kabar yang menyebut pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus, terinfeksi atau mengidap virus korona (COVID-19). Menurut KBRI, tidak ada satu pun informasi valid yang mengonfirmasi Paus terjangkit virus itu.
“Dari pantauan kami sampai Sabtu (29/2/2020) malam, baik melalui berita resmi dari Vatikan, Italia, dan kontak pribadi dengan pejabat Vatikan, tidak satu pun menyatakan Paus Fransiskus terinfeksi virus corona,” kata Dubes RI untuk Vatikan, Agus Sriyono, dalam pesan singkatnya kepada iNews.id, Rabu (1/3/2020).
Dia menuturkan, Paus hanya mengidap sakit ringan. “Mereka (para pejabat Vatikan) menyatakan ‘The Pope has a mild indisposition’ (Paus hanya sakit ringan atau tidak enak badan). Kami terus memonitor perkembangan kesehatan Paus Fransiskus. Terima kasih,” ucapnya.
Pertama, MCM News adalah satu-satunya situs berita yang melaporkan Paus Fransiskus kena virus corona. Tidak ada kantor-kantor berita besar dan kredibel yang melaporkan demikian, termasuk Vaticannews.va yang memang khusus memberitakan informasi seputar Takhta Suci Vatikan. Pun sejauh ini tidak ada pernyataan Vatikan yang menyebut Paus positif virus corona.
Reuters, kantor berita Inggris, mengutip juru bicara Vatikan Matteo Bruni yang menyebut Paus hanya menderita sakit ringan. Bruni juga membantah berbagai spekulasi soal penyakit Paus, dia mengatakan “tidak ada bukti diagnosa apapun kecuali sakit ringan”.
Alasan kedua, MCM News diragukan keabsahannya sebagai situs berita terpercaya. Hal ini berdasarkan penelusuran Cindy Otis, yang 10 tahun menjadi analis militer di CIA, Amerika Serikat.
Penulis buku “True or False” ini melalui akun Twitternya mengatakan MCM News adalah situs tidak jelas alias abal-abal. Hal ini terlihat dari “About Us” di situs itu yang tidak menjelaskan siapa mereka dan susunan redaksinya. Padahal susunan redaksi adalah informasi yang wajib dicantumkan setiap kantor berita.
Akun sosial media MCM News, menurut Otis, tidak memiliki tautan berita yang tepat. Selain itu, MCM News juga hanya memiliki 30 berita di situs mereka, total. Penelusuran Otis juga menunjukkan domain MCM News didaftarkan pada 2016 di China. Informasi domain ini kemudian diubah pada 26 Februari lalu.
Berita MCM News tersebut telah dibagikan ribuan orang dan dikutip oleh berbagai media, yang kemudian meralatnya setelah tahu hoaks. Termasuk salah satunya adalah Tempo.co yang mencabut artikelnya dengan menulis ralat sebagai berikut:
“CATATAN KOREKSI: Artikel sebelumnya dicabut pada hari Minggu, tanggal 1 Maret 2020 jam 7.30 karena sumber tidak kredibel. Dengan demikian kesalahan telah diperbaiki. Redaksi mohon maaf.”
Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Tahta Suci Vatikan mengklarifikasi kabar yang menyebut pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus, terinfeksi atau mengidap virus korona (COVID-19). Menurut KBRI, tidak ada satu pun informasi valid yang mengonfirmasi Paus terjangkit virus itu.
“Dari pantauan kami sampai Sabtu (29/2/2020) malam, baik melalui berita resmi dari Vatikan, Italia, dan kontak pribadi dengan pejabat Vatikan, tidak satu pun menyatakan Paus Fransiskus terinfeksi virus corona,” kata Dubes RI untuk Vatikan, Agus Sriyono, dalam pesan singkatnya kepada iNews.id, Rabu (1/3/2020).
Dia menuturkan, Paus hanya mengidap sakit ringan. “Mereka (para pejabat Vatikan) menyatakan ‘The Pope has a mild indisposition’ (Paus hanya sakit ringan atau tidak enak badan). Kami terus memonitor perkembangan kesehatan Paus Fransiskus. Terima kasih,” ucapnya.
Kesimpulan
Tidak ada satu pun informasi valid yang mengonfirmasi Paus Fransiskus terjangkit virus corona. Juru bicara Vatikan, Matteo Bruni menyebut Paus hanya menderita sakit ringan. Situs mcmnt[dot]com yang pertama kali memuat klaim itu juga diragukan keabsahannya sebagai situs berita terpercaya.
Rujukan
- https://kumparan.com/kumparannews/hoaxbuster-paus-fransiskus-tidak-positif-virus-corona-1swJ5lVhAFz
- https://twitter.com/CindyOtis_/status/1233771696462684161
- https://dunia.tempo.co/read/1313925/kasus-virus-corona-italia-lewati-1-000-29-meninggal/full&view=ok
- https://www.inews.id/news/internasional/kabar-paus-fransiskus-terinfeksi-korona-begini-penjelasan-kbri-vatikan
- https://www.cnnindonesia.com/internasional/20200301083325-134-479435/italia-terjangkit-wabah-paus-fransiskus-disebut-sakit-ringan
- https://news.detik.com/internasional/d-4920435/paus-fransiskus-dilaporkan-sakit-ringan-sejumlah-jadwal-dibatalkan
Halaman: 7398/7813




