(GFD-2020-8034) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Narasi Soal Utang untuk Listrik Gratis Ini Berasal dari Menteri Keuangan Sri Mulyani?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 08/04/2020
Berita
Narasi bahwa listrik gratis serta diskon listrik selama pandemi virus Corona Covid-19 dibiayai dengan utang dari Bank Dunia sebesar Rp 5 triliun beredar di Facebook. Narasi itu diklaim berasal dari pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Narasi tersebut terdapat dalam sebuah poster berlatar warna merah yang memuat foto Sri Mulyani. Dalam poster itu, terdapat logo Kementerian Keuangan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Adapun narasi dalam poster itu berbunyi, "Mohon berhemat listrik. Listrik gratis dan diskon yang diberikan negara dibiayai dengan utang dari Bank Dunia sebesar 5 triliun yang harus dibayar ke depan dengan uang rakyat juga. Karenanya tarif listrik ke depan bisa lebih mahal lagi. Kini kami juga tengah berjuang mencari bantuan dan pinjaman ke negara-negara Islam di Timur Tengah agar kebutuhan pangan rakyat di tengah wabah segera bisa terpenuhi."
Salah satu akun di Facebook yang mengunggah poster itu adalah akun Misna Dan Arlan, yakni pada 6 April 2020. Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun tersebut telah dibagikan lebih dari 200 kali.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Misna dan Arlan.
Mulai April 2020, sebanyak 24 juta pelanggan listrik 450 VA dan 7 juta pelanggan listrik 900 VA bersubsidi memang mendapatkan keringanan dalam pembayaran tagihan listrik rumah tangganya selama tiga bulan. ???Diskon tarif ini diberikan sebagai perlindungan sosial bagi masyarakat yang terdampak pandemi Corona.
Namun, benarkah Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan dua hal seperti yang tertulis dalam poster di atas?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, tidak ditemukan poster tersebut di akun-akun resmi milik Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, maupun PT PLN. Tidak ditemukan pula pernyataan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani di sumber-sumber yang kredibel bahwa diskon tarif listrik berasal dari utang Bank Dunia sebesar Rp 5 triliun.
Pada pekan ketiga Maret 2020, Bank Dunia memang menyetujui pinjaman kepada Indonesia sebesar US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,9 triliun (kurs Rp 16.480 per dolar Amerika Serikat) yang berbentuk general financing. Namun, utang itu digunakan untuk melaksanakan reformasi pada sektor keuangan. Reformasi ini diharapkan bisa membantu mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan mencapai tujuan kesejahteraan bersama.
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman menuturkan utang dari Bank Dunia tersebut tidak secara spesifik diperuntukkan untuk mendanai kegiatan tertentu, seperti contohnya untuk mitigasi dampak virus Corona Covid-19. "Dengan general financing, justru kita punya fleksibilitas," kata Luky.
Lewat akun Instagram resminya, Kementerian Keuangan menjelaskan bahwa sumber anggaran untuk diskon tarif listrik selama tiga bulan tersebut berasal dari penambahan anggaran belanja sebesar Rp 3,5 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2020 sebagai perlindungan sosial bagi masyarakat yang terdampak pandemi Corona. ???
Anggaran sebear Rp 3,5 triliun itu menjadi bagian dari tambahan belanja dan pembiayaan APBN 2020 untuk penanganan dampak Covid-19 yang totalnya sebesar Rp 405,1 triliun. Anggaran itu terdiri atas anggaran di bidang kesehatan Rp 75 triliun, perluasan Jaring Pengaman Sosial Rp 110 triliun, dukungan industri (insentif perpajakan dan stimulus Kredit Usaha Rakyat) Rp 70,1 triliun, dan pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional Rp 150 triliun.
Presiden Joko Widodo atau Jokowi juga telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Rahayu Puspasari, menjelaskan bahwa dana diskon tarif listrik tersebut diperoleh dari relokasi dan refocusing anggaran APBN 2020 untuk penanganan Covid-19 dan sumber sah lainnya. "Informasi yang beredar mengenai subsidi tersebut dari pinjaman Bank Dunia sebesar Rp 5 triliun adalah hoaks,” kata Rahayu pada 6 April 2020.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, poster yang diunggah oleh akun Facebook Misna Dan Arlan, yang menyebut listrik gratis serta diskon listrik selama pandemi virus Corona Covid-19 dibiayai dengan utang dari Bank Dunia sebesar Rp 5 triliun, tidak diterbitkan oleh Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, maupun PT PLN. Termasuk juga narasi yang tertulis dalam poster tersebut, bukan pernyataan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Dengan demikian, unggahan itu keliru.
IKA NINGTYAS
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://web.archive.org/web/20200408072518/
- https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1724066617733789&set=a.137824023024731&type=3&theater
- https://bisnis.tempo.co/read/1323380/utang-rp-49-t-dari-bank-dunia-tak-hanya-untuk-tangani-corona/full&view=ok
- https://www.instagram.com/p/B-g_LWbBEjr/
- https://www.kemenkeu.go.id/covid19
- https://www.kominfo.go.id/content/detail/25622/hoaks-pernyataan-menteri-keuangan-ri-terkait-listrik-gratis-dan-diskon/0/laporan_isu_hoaks
(GFD-2020-3818) [SALAH] Kota Cirebon Lockdown
Sumber: facebook.comTanggal publish: 08/04/2020
Berita
Postingan dari akun Facebook Endang Sinyo diunggah pada 5 April 2020, akun tersebut menarasikan Kota Cirebon dan beberapa titik akan diberlakukan lockdown. Berikut kutipannya:
“Besok Kota Cirebon Lockdown, akan ada penyekatan di 4 titik...Kalijaga, Ciperna, Tangkil dan Kedawung..
Beritahu kerabat/sodara yg sekiranya perlu diberitahu
#dapet info barangkali bermanfaat”
“Besok Kota Cirebon Lockdown, akan ada penyekatan di 4 titik...Kalijaga, Ciperna, Tangkil dan Kedawung..
Beritahu kerabat/sodara yg sekiranya perlu diberitahu
#dapet info barangkali bermanfaat”
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri dengan mesin pencari, pemberitaan dari radarcirebon.com diterbitkan pada 29 Maret 2020 dengan judul “Pemdes Kalensari Berlakukan Lockdown Untuk Cegah Virus Corona, Begini Persiapannya.”
Dalam pemberitaan tersebut, tidak ditemukan adanya kapan dan tanggal diberlakukan lockdown. Melainkan berisi langkah-langkah antisipasi apa saja ketika ada instruksi lockdown dari wilayah tersebut.
Penelusuran berikutnya, pemberitaan dari timesindonesia.com diterbitkan pada 27 maret 2020 dengan judul “Tak berlakukan Lockdown, Ini Upaya Pemkot Cirebon Memutus Penyebaran Virus Corona”
Dalam pemberitaan tersebut, instruksi Wali Kota Cirebon Nasrudin Aziz menegaskan tidak adanya lockdown ataupun karantina wilayah. Menurutnya lockdown akan merugikan secara perekonomian dan menghimbau untuk lebih waspada terhadap keluar masuk masyarakat dari luar daerah.
Penelusuran berikutnya dengan mesin pencari, mengapa beberapa wilayah tidak berlakukan lockdown. Ditemukan pemberitaan dari medcom.com diterbitkan 7 April 2020 dengan judul “Dua Pertimbangan Pemerintah Tidak Berlakukan Lockdown.”
Dalam narasinya karena persoalan beban anggaran yang terlalu besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemerintah juga memperimbangkan nasib masyarakat pekerja harian lepas, mereka tidak bisa bekerja diluar selama lockdown diberlakukan, dan menganggap kebijakan Presiden Joko Widodo sudah tepat, dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020, tentang pembatasan sosial secara berkala besar.
Dalam pemberitaan tersebut, tidak ditemukan adanya kapan dan tanggal diberlakukan lockdown. Melainkan berisi langkah-langkah antisipasi apa saja ketika ada instruksi lockdown dari wilayah tersebut.
Penelusuran berikutnya, pemberitaan dari timesindonesia.com diterbitkan pada 27 maret 2020 dengan judul “Tak berlakukan Lockdown, Ini Upaya Pemkot Cirebon Memutus Penyebaran Virus Corona”
Dalam pemberitaan tersebut, instruksi Wali Kota Cirebon Nasrudin Aziz menegaskan tidak adanya lockdown ataupun karantina wilayah. Menurutnya lockdown akan merugikan secara perekonomian dan menghimbau untuk lebih waspada terhadap keluar masuk masyarakat dari luar daerah.
Penelusuran berikutnya dengan mesin pencari, mengapa beberapa wilayah tidak berlakukan lockdown. Ditemukan pemberitaan dari medcom.com diterbitkan 7 April 2020 dengan judul “Dua Pertimbangan Pemerintah Tidak Berlakukan Lockdown.”
Dalam narasinya karena persoalan beban anggaran yang terlalu besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemerintah juga memperimbangkan nasib masyarakat pekerja harian lepas, mereka tidak bisa bekerja diluar selama lockdown diberlakukan, dan menganggap kebijakan Presiden Joko Widodo sudah tepat, dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020, tentang pembatasan sosial secara berkala besar.
Kesimpulan
Dalam beberapa sumber yang sudah ditemukan, tidak adanya pemberlakuan lockdown Kota Cirebon, melainkan pembatasan masyarakat luar daerah yang akan masuk ke Kota Cirebon. Informasi tersebut ditanyakan sebagai Misleading Content atau Konten yang menyesatkan.
Rujukan
- https://www.radarcirebon.com/2020/03/29/pemdes-kalensari-berlakukan-lockdown-untuk-cegah-virus-corona-begini-persiapannya/
- https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/gNQGMVWk-dua-pertimbangan-pemerintah-tak-berlakukan-lockdown
- https://www.timesindonesia.co.id/read/news/259995/tak-berlakukan-lockdown-ini-upaya-pemkot-cirebon-memutus-penyebaran-virus-corona
(GFD-2020-3819) [SALAH] “Daftar list hotel di bali yg di jual, Hotel for SALE in BALI april 2020”
Sumber: whatsapp.com & facebook.comTanggal publish: 08/04/2020
Berita
Beredar informasi yang menyebutkan ada sekitar 47 hotel di Bali yang dijual. Dalam informasi yang tersebar melalui Whatsapp dan Facebook itu, disertakan harga dari masing-masing hotelnya. Berikut kutipan narasinya:
“Daftar list hotel di bali yg di jual
Hotel for SALE in BALI april 2020
1. Hotel Premium Legian Bali - IDR22,000,000,000
2-stars Hotel / *DIRECT OWNER*
2. Everyday Smart Hotel - Kuta Bali - IDR 60,000,000,000
2-stars Hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
3. The Segara Suites Nusa Dua Bali - IDR 55,000,000,000
4-stars Condotel / *DIRECT KUASA OWNER*
4. Berry Biz Hotel Sunset road Kuta Bali - IDR110,000,000,000
3-stars Hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
5. The Royal Beach Seminyak Bali - IDR1.500,000,000,000
5-stars Hotel / *DIRECT OWNER*
6.PoP! Harris Dewi Sri Kuta Bali - IDR150,000,000,000
2-stars Hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
7.The Sintesa Jimbaran - IDR950,000,000,000
5-stars Hotel / *DIRECT OWNER*
8. Hotel Keraton Jimbaran - IDR600,000,000,000
4-stars Hotel / *DIRECT OWNER*
9. Swiss-belexpress Legian Kuta Bali - IDR125,000,000,000
3-stars Hotel / *DIRECT OWNER*
10. Swiss-belhotel Segara Nusa Dua Bali - IDR300,000,000,000
4-stars Hotel / *DIRECT OWNER*
11.PoP! Harris Teuku Umar Denpasar - IDR110,000,000,000
2-stars Hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
12.Santosa City Hotel Denpasar - IDR40,000,000,000
2-stars Hotel / *DIRECT OWNER*
13.Aston Canggu Beach Resort - Bali - IDR200,000,000,000
4-stars Resort / *DIRECT KUASA OWNER*
14.Jimbaran Bay Beach Resort & Spa - IDR185,000,000,000
4-stars Resort / *DIRECT OWNER*
15.Ibis Bali Legian Street Hotel - IDR150,000,000,000
3-stars Hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
16.Bali Relaxing Resort & Spa Tanjung Benoa - USD 50.000.000
5-stars Resort / *DIRECT OWNER*
17.Aston Denpasar Gatot Subroto - IDR400,000,000,000
4-stars Hotel / *DKK*
18.Hanging Gardens of Ubud - IDR1,000,000,000,000
5-stars Resort / *DIRECT OWNER*
19.THE Sterling - World hotel @Dreamland Resort - IDR 750,000,000,000
5-stars Resort / *DIRECT OWNER*
20.Jungle Fish - Ubud - IDR400,000,000,000
5-stars Hotel & Villa / *DIRECT KUASA OWNER*
21.Hotel Bintang 4 - Kartika Plaza Street Kuta - IDR400,000,000,000 / *DIRECT OWNER*
22.Art Resort Ubud - IDR 85,000,000,000
3-stars Boutique Resort / *DKK*
23.Swiss belresort Pecatu - IDR 500,000,000,000 / *DIRECT KUASA OWNER*
4-stars Resort
24.Hotel Bintang 3 - Tuban - Kuta Bali IDR185,000,000,000 / *DIRECT KUASA OWNER*
25.Summer home Umasari - IDR15,000,000,000
3-stars Boutique Hotel / *DIRECT OWNER*
26.Sing Ken Ken Boutique Hotel - IDR350,000,000,000
4-stars Boutique Hotel / *DIRECT OWNER*
27.Grand Livio Hotel - IDR175,000,000,000
3-stars Hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
28.Zia Bali Seminyak / Daun Bali Seminyak - IDR160,000,000,000
3-stars Boutique Hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
29.L Hotel Seminyak - IDR 145,000,000,000
4-stars Luxury Hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
30.Swiss-belhotel Petitenget - IDR 250,000,000,000 4-stars Hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
31.Kanvaz Village Resort Seminyak - IDR700,000,000,000
4-stars Boutique Hotel / *DIRECT OWNER*
32.Hotel d’Sri Saren Legian - Bali - IDR45,000,000,000
3-stars Hotel / *DIRECT OWNER*
33.Legian Sunset Residence Bali
IDR 70.000.000.000 / *DIRECT OWNER*
3-star hotel
34.pandawa Hill Resort
IDR 160.000.000.000
4 star hotel / *DIRECT OWNER*
35.Berry Glee Raya Kuta bali
IDR 150.000.000.000
3 Star hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
36.Ion Hotel Nusa dua Bali
IDR 185.000.000.000
4 Star hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
37.Bedrock Hotel tuban bali
IDR 300.000.000.000
4 Star hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
38.Pullman hotel kuta 60% Saham
IDR 1.500.000.000.000.000
5 Star hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
39.Lee Grande pecatu graha bali
IDR 650.000.000.000
5 star hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
40.Suris Hotel kuta bali
IDR 55.000.000.000
2 Star hotel / *DIRECT OWNER*
41.Sun island legian kuta bali
IDR 250.000.000.000
4 Star hotel / *DIRECT OWNER*
42.Mercure pantai kuta bali
IDR 270.000.000.000
4 Star hotel / *DIRECT OWNER*
43.Rivavi hotel kuta
IDR 200.000.000.000
3 Star hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
44.J hotel raya kuta
IDR 120.000.000.000
3 Star hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
45.Saris hotel raya kuta bali
IDR 200.000.000.000
3 Star hotel / *DIRECT OWNER*
46.Souverigh Hotel tuban kuta bali
IDR 270.000.000.000
4 Star hotel / *DIRECT OWNER*
47.Kuta anggel hotel kuta bali
IDR 55.000.000.000
2 St
ar hotel
siapa tau berminat ????”
“Daftar list hotel di bali yg di jual
Hotel for SALE in BALI april 2020
1. Hotel Premium Legian Bali - IDR22,000,000,000
2-stars Hotel / *DIRECT OWNER*
2. Everyday Smart Hotel - Kuta Bali - IDR 60,000,000,000
2-stars Hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
3. The Segara Suites Nusa Dua Bali - IDR 55,000,000,000
4-stars Condotel / *DIRECT KUASA OWNER*
4. Berry Biz Hotel Sunset road Kuta Bali - IDR110,000,000,000
3-stars Hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
5. The Royal Beach Seminyak Bali - IDR1.500,000,000,000
5-stars Hotel / *DIRECT OWNER*
6.PoP! Harris Dewi Sri Kuta Bali - IDR150,000,000,000
2-stars Hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
7.The Sintesa Jimbaran - IDR950,000,000,000
5-stars Hotel / *DIRECT OWNER*
8. Hotel Keraton Jimbaran - IDR600,000,000,000
4-stars Hotel / *DIRECT OWNER*
9. Swiss-belexpress Legian Kuta Bali - IDR125,000,000,000
3-stars Hotel / *DIRECT OWNER*
10. Swiss-belhotel Segara Nusa Dua Bali - IDR300,000,000,000
4-stars Hotel / *DIRECT OWNER*
11.PoP! Harris Teuku Umar Denpasar - IDR110,000,000,000
2-stars Hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
12.Santosa City Hotel Denpasar - IDR40,000,000,000
2-stars Hotel / *DIRECT OWNER*
13.Aston Canggu Beach Resort - Bali - IDR200,000,000,000
4-stars Resort / *DIRECT KUASA OWNER*
14.Jimbaran Bay Beach Resort & Spa - IDR185,000,000,000
4-stars Resort / *DIRECT OWNER*
15.Ibis Bali Legian Street Hotel - IDR150,000,000,000
3-stars Hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
16.Bali Relaxing Resort & Spa Tanjung Benoa - USD 50.000.000
5-stars Resort / *DIRECT OWNER*
17.Aston Denpasar Gatot Subroto - IDR400,000,000,000
4-stars Hotel / *DKK*
18.Hanging Gardens of Ubud - IDR1,000,000,000,000
5-stars Resort / *DIRECT OWNER*
19.THE Sterling - World hotel @Dreamland Resort - IDR 750,000,000,000
5-stars Resort / *DIRECT OWNER*
20.Jungle Fish - Ubud - IDR400,000,000,000
5-stars Hotel & Villa / *DIRECT KUASA OWNER*
21.Hotel Bintang 4 - Kartika Plaza Street Kuta - IDR400,000,000,000 / *DIRECT OWNER*
22.Art Resort Ubud - IDR 85,000,000,000
3-stars Boutique Resort / *DKK*
23.Swiss belresort Pecatu - IDR 500,000,000,000 / *DIRECT KUASA OWNER*
4-stars Resort
24.Hotel Bintang 3 - Tuban - Kuta Bali IDR185,000,000,000 / *DIRECT KUASA OWNER*
25.Summer home Umasari - IDR15,000,000,000
3-stars Boutique Hotel / *DIRECT OWNER*
26.Sing Ken Ken Boutique Hotel - IDR350,000,000,000
4-stars Boutique Hotel / *DIRECT OWNER*
27.Grand Livio Hotel - IDR175,000,000,000
3-stars Hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
28.Zia Bali Seminyak / Daun Bali Seminyak - IDR160,000,000,000
3-stars Boutique Hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
29.L Hotel Seminyak - IDR 145,000,000,000
4-stars Luxury Hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
30.Swiss-belhotel Petitenget - IDR 250,000,000,000 4-stars Hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
31.Kanvaz Village Resort Seminyak - IDR700,000,000,000
4-stars Boutique Hotel / *DIRECT OWNER*
32.Hotel d’Sri Saren Legian - Bali - IDR45,000,000,000
3-stars Hotel / *DIRECT OWNER*
33.Legian Sunset Residence Bali
IDR 70.000.000.000 / *DIRECT OWNER*
3-star hotel
34.pandawa Hill Resort
IDR 160.000.000.000
4 star hotel / *DIRECT OWNER*
35.Berry Glee Raya Kuta bali
IDR 150.000.000.000
3 Star hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
36.Ion Hotel Nusa dua Bali
IDR 185.000.000.000
4 Star hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
37.Bedrock Hotel tuban bali
IDR 300.000.000.000
4 Star hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
38.Pullman hotel kuta 60% Saham
IDR 1.500.000.000.000.000
5 Star hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
39.Lee Grande pecatu graha bali
IDR 650.000.000.000
5 star hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
40.Suris Hotel kuta bali
IDR 55.000.000.000
2 Star hotel / *DIRECT OWNER*
41.Sun island legian kuta bali
IDR 250.000.000.000
4 Star hotel / *DIRECT OWNER*
42.Mercure pantai kuta bali
IDR 270.000.000.000
4 Star hotel / *DIRECT OWNER*
43.Rivavi hotel kuta
IDR 200.000.000.000
3 Star hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
44.J hotel raya kuta
IDR 120.000.000.000
3 Star hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
45.Saris hotel raya kuta bali
IDR 200.000.000.000
3 Star hotel / *DIRECT OWNER*
46.Souverigh Hotel tuban kuta bali
IDR 270.000.000.000
4 Star hotel / *DIRECT OWNER*
47.Kuta anggel hotel kuta bali
IDR 55.000.000.000
2 St
ar hotel
siapa tau berminat ????”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa informasi tersebut tidak benar. Ketua Bali Hotel Association I Made Ricky Darmika Putra menyatakan bahwa kabar puluhan hotel di Bali dijual karena terdampak pandemi virus corona (COVID-19) beredar ramai media sosial dalam beberapa hari terakhir. Informasi itu dipastikan hoaks.
"Ada informasi yang kami terima tentang hotel-hotel di Bali dijual. Kami pastikan informasi itu tidak benar," katanya pada Minggu (5/4/2020).
Dia menjelaskan bahwa yang terjadi adalah sebagian besar manajamen menutup sementara operasional hotel dalam rangka melaksanakan imbauan pemerintah terkait pandemi COVID-19. Di sisi lain, tingkat okupansi hampir semua hotel di Bali sedang anjlok akibat larangan warga negara asing berkunjung ke Indonesia untuk mencegah penyebaran COVID-19 Jika pun ada hotel yang masih beroperasi, maka tingkat okupansinya di bawah 10 persen.
"Jam operasional restoran juga kita batasi sesuai imbauan pemerintah," ujar Ricky.
Menurutnya, dalam situasi seperti ini, pihaknya lebih mengutamakan pencegahan penyebaran COVID-19 agar pandemi ini bisa segera berlalu. "Dengan komitmen itu kami optimistis pandemi ini akan segera berakhir dan pariwisata kembali bangkit," tandasnya.
Ricky pun berharap kepada semua general manager dan pemilik hotel sebisanya menghindari PHK sembari tetap berdoa di situasi saat ini. "Kami berharap semua general manager dan pemilik hotel sebisanya menghindari PHK sembari tetap berdoa situasi ini segera pulih," kata Ricky.
Hal senada disampaikan pula oleh asosiasi profesi para general manager hotel yang tergabung dalam Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali. Wakil Ketua IHGMA Bali I Made Ramia Adnyana mengatakan terhadap informasi soal puluhan hotel di Bali yang akan dijual itu merupakan hoaks.
"Contohnya saja hotel H Sovereign Bali, yang masuk dalam daftar informasi hoaks itu. H Sovereign Bali tidak sedang dalam kondisi dijual. Kami masih buka, walaupun ada wisatawan hanya 5-10 kamar," ujar Ramia yang juga GM hotel H Sovereign Bali itu.
Untuk menyikapi situasi yang sulit ini, pihaknya telah melakukan efisiensi di semua lini, termasuk menjadwalkan karyawan untuk mengambil libur, cuti dan "extra off" mereka mulai dari pertengahan Februari 2020.
"Selain itu, juga menunda semua rencana perbaikan produk, menunda semua Purchase Request (PR) dan Purchase Order (PO), melakukan negosiasi pembayaran ke vendor dengan termin yang lebih panjang, serta menagih semua piutang untuk mendapatkan uang tunai," ucapnya.
Di samping itu, melakukan pemasaran yang lebih kreatif dengan menambahkan keuntungan lebih banyak dan menjual voucher yang bisa berlaku setahun ke depan untuk diambil dikemudian hari dengan "open voucher".
"Kami tidak ada rencana melakukan PHK, tetapi kami melakukan giliran kerja yang adil untuk semua karyawan," ujar Ramia.
"Ada informasi yang kami terima tentang hotel-hotel di Bali dijual. Kami pastikan informasi itu tidak benar," katanya pada Minggu (5/4/2020).
Dia menjelaskan bahwa yang terjadi adalah sebagian besar manajamen menutup sementara operasional hotel dalam rangka melaksanakan imbauan pemerintah terkait pandemi COVID-19. Di sisi lain, tingkat okupansi hampir semua hotel di Bali sedang anjlok akibat larangan warga negara asing berkunjung ke Indonesia untuk mencegah penyebaran COVID-19 Jika pun ada hotel yang masih beroperasi, maka tingkat okupansinya di bawah 10 persen.
"Jam operasional restoran juga kita batasi sesuai imbauan pemerintah," ujar Ricky.
Menurutnya, dalam situasi seperti ini, pihaknya lebih mengutamakan pencegahan penyebaran COVID-19 agar pandemi ini bisa segera berlalu. "Dengan komitmen itu kami optimistis pandemi ini akan segera berakhir dan pariwisata kembali bangkit," tandasnya.
Ricky pun berharap kepada semua general manager dan pemilik hotel sebisanya menghindari PHK sembari tetap berdoa di situasi saat ini. "Kami berharap semua general manager dan pemilik hotel sebisanya menghindari PHK sembari tetap berdoa situasi ini segera pulih," kata Ricky.
Hal senada disampaikan pula oleh asosiasi profesi para general manager hotel yang tergabung dalam Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali. Wakil Ketua IHGMA Bali I Made Ramia Adnyana mengatakan terhadap informasi soal puluhan hotel di Bali yang akan dijual itu merupakan hoaks.
"Contohnya saja hotel H Sovereign Bali, yang masuk dalam daftar informasi hoaks itu. H Sovereign Bali tidak sedang dalam kondisi dijual. Kami masih buka, walaupun ada wisatawan hanya 5-10 kamar," ujar Ramia yang juga GM hotel H Sovereign Bali itu.
Untuk menyikapi situasi yang sulit ini, pihaknya telah melakukan efisiensi di semua lini, termasuk menjadwalkan karyawan untuk mengambil libur, cuti dan "extra off" mereka mulai dari pertengahan Februari 2020.
"Selain itu, juga menunda semua rencana perbaikan produk, menunda semua Purchase Request (PR) dan Purchase Order (PO), melakukan negosiasi pembayaran ke vendor dengan termin yang lebih panjang, serta menagih semua piutang untuk mendapatkan uang tunai," ucapnya.
Di samping itu, melakukan pemasaran yang lebih kreatif dengan menambahkan keuntungan lebih banyak dan menjual voucher yang bisa berlaku setahun ke depan untuk diambil dikemudian hari dengan "open voucher".
"Kami tidak ada rencana melakukan PHK, tetapi kami melakukan giliran kerja yang adil untuk semua karyawan," ujar Ramia.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka informasi yang menyebutkan sekitar puluhan hotel di Bali dijual tidak benar. Maka, konten tersebut masuk ke dalam kategori Fabricated Content atau Konten Palsu.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1155211464811387/
- https://turnbackhoax.id/2020/04/08/salah-daftar-list-hotel-di-bali-yg-di-jual-hotel-for-sale-in-bali-april-2020/
- https://www.liputan6.com/bisnis/read/4220169/asosiasi-tegaskan-informasi-puluhan-hotel-di-bali-dijual-hoaks
- https://daerah.sindonews.com/read/1579645/174/hoaks-kabar-puluhan-hotel-di-bali-dijual-1586099622
- https://bali.bisnis.com/read/20200405/538/1222708/beredar-hoaks-puluhan-hotel-di-bali-dijual-dampak-corona
- https://www.nusabali.com/berita/71514/bha-bali-tepis-puluhan-hotel-bakal-dijual
- https://www.merdeka.com/uang/asosiasi-kabar-puluhan-hotel-di-bali-akan-dijual-tidak-benar.html
- https://bali.inews.id/berita/viral-puluhan-hotel-dijual-ketua-bali-hotel-kami-pastikan-tidak-benar
(GFD-2020-3820) [SALAH] Menag Izinkan Masjid Gelar Salat Tarawih Saat Pandemi Covid-19
Sumber: facebook.comTanggal publish: 08/04/2020
Berita
Beredar sebuah potongan video yang memperlihatkan Menteri Agama Fachrul Razi memberikan izin untuk salat tarawih bersama pada bulan Ramadan. Berikut kutipan narasinya:
“LEMBAGA PEDULI SOSIAL MAKASSAR (LPSM)
BERITA GEMBIRA
Menteri Agama Fahrur Rozi mengizinkan masjid2 untuk melaksanakan sholat tarawih, buka puasa bersama dll di bulan Ramadan tahun ini dengan tetap menjaga kebersihan dan kewaspadaan.”
Apakah tarawih tetap diadakan padahal masih ada corona?
Berita terkait sholat tarawih di rumah masing masing
“LEMBAGA PEDULI SOSIAL MAKASSAR (LPSM)
BERITA GEMBIRA
Menteri Agama Fahrur Rozi mengizinkan masjid2 untuk melaksanakan sholat tarawih, buka puasa bersama dll di bulan Ramadan tahun ini dengan tetap menjaga kebersihan dan kewaspadaan.”
Apakah tarawih tetap diadakan padahal masih ada corona?
Berita terkait sholat tarawih di rumah masing masing
Hasil Cek Fakta
Namun setelah melakukan penelusuran, potongan video tersebut diunggah oleh beritasatu.com pada tanggal 13 Maret 2020. Saat itu Menag Fachrul Razi usai mendampingi Presiden Joko Widodo dalam kegiatan bersih-bersih istiqlal, tepatnya 40 hari menjelang Ramadan.
Dalam video tersebut Menag juga menyampaikan dua hal terkait penyambutan Ramadan. Pertama, tentang imbauan berwudhu dengan air mengalir dan masjid siapkan alat pembersih tangan. Kedua, Menag menyampaikan bahwa kegiatan Ramadan akan berjalan seperti biasa, kecuali jika keadaan berubah menjadi lebih buruk.
“Mengambil air wudhu betul-betul yakinkan air itu mengalir dengan baik, kemudian di tiap-tiap tempat wudhu tersebut kami siapkan sabun dan antiseptik, mudah-mudahan dengan itu akan menjadi lebih baik, penularan penyakit menjadi lebih kecil. Kemudian hal lain kami informasikan juga bahwa sebentar lagi akan Ramadan, kami sepakat, Ramadan tarawih maupun buka puasa bersama tetap kita adakan sebagaimana biasa, kecuali ada perubahan situasi yang membuat situasi sangat jelek, kecuali itu ya. Mudah-mudahan tidak akan terjadi. Kalau itu kita akan ambil langkah-langkah lain,” ujar Menag.mengutip dari kemenag.go.id.
Pernyataan lengkap Menag saat wawancara pun telah dimuat dalam berita yang dirilis melalui laman kemenag.go.id dengan judul “Cegah Penyebaran Korona, Menag Galakkan Bersih-Bersih Rumah Ibadah” pada tanggal 13 Maret 2020.
Merespon perkembangan saat ini, Menag kemudian mengeluarkan SE No 6 Tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441H di tengah Pandemi Wabah COVID-19. Dalam panduan yang bertujuan untuk mencegah meluasnya penyebaran COVID-19 tersebut, Menteri Agama Fachrul Razi mengimbau umat muslim di Indonesia untuk melakukan tarawih dan tadarus di rumah selama Ramadan.
“Salat Tarawih cukup dilakukan secara individual atau berjemaah bersama keluarga inti di rumah,” ujar Menag Fachrul di Jakarta, Senin kemarin. Dikutip dari celebesmedia.com.
Dalam video tersebut Menag juga menyampaikan dua hal terkait penyambutan Ramadan. Pertama, tentang imbauan berwudhu dengan air mengalir dan masjid siapkan alat pembersih tangan. Kedua, Menag menyampaikan bahwa kegiatan Ramadan akan berjalan seperti biasa, kecuali jika keadaan berubah menjadi lebih buruk.
“Mengambil air wudhu betul-betul yakinkan air itu mengalir dengan baik, kemudian di tiap-tiap tempat wudhu tersebut kami siapkan sabun dan antiseptik, mudah-mudahan dengan itu akan menjadi lebih baik, penularan penyakit menjadi lebih kecil. Kemudian hal lain kami informasikan juga bahwa sebentar lagi akan Ramadan, kami sepakat, Ramadan tarawih maupun buka puasa bersama tetap kita adakan sebagaimana biasa, kecuali ada perubahan situasi yang membuat situasi sangat jelek, kecuali itu ya. Mudah-mudahan tidak akan terjadi. Kalau itu kita akan ambil langkah-langkah lain,” ujar Menag.mengutip dari kemenag.go.id.
Pernyataan lengkap Menag saat wawancara pun telah dimuat dalam berita yang dirilis melalui laman kemenag.go.id dengan judul “Cegah Penyebaran Korona, Menag Galakkan Bersih-Bersih Rumah Ibadah” pada tanggal 13 Maret 2020.
Merespon perkembangan saat ini, Menag kemudian mengeluarkan SE No 6 Tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441H di tengah Pandemi Wabah COVID-19. Dalam panduan yang bertujuan untuk mencegah meluasnya penyebaran COVID-19 tersebut, Menteri Agama Fachrul Razi mengimbau umat muslim di Indonesia untuk melakukan tarawih dan tadarus di rumah selama Ramadan.
“Salat Tarawih cukup dilakukan secara individual atau berjemaah bersama keluarga inti di rumah,” ujar Menag Fachrul di Jakarta, Senin kemarin. Dikutip dari celebesmedia.com.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, narasi yang digunakan dalam potongan video Menteri Agama adalah tidak benar. Informasi ini masuk ke dalam Konten Yang Menyesatkan.
Rujukan
- https://kemenag.go.id/berita/read/513141
- https://kemenag.go.id/berita/read/513003
- https://www.youtube.com/watch?v=zqLAb28UEsg
- https://www.youtube.com/watch?v=JH1xbbl2J2s
- https://celebesmedia.id/celebes/artikel/1007070420/tidak-benar-menag-imbau-masjid-gelar-tarawih-berjamaah-saat-darurat-pandemi-covid-19
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4220901/cek-fakta-tidak-benar-menag-izinkan-masjid-gelar-salat-tarawih-saat-pandemi-covid-19
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/lKYx6Zjk-menteri-agama-izinkan-masjid-gelar-salat-tarawih-dan-buka-puasa-bersama
Halaman: 7343/7817




