• (GFD-2020-4671) [SALAH] “Lawan Gus Ipul, Gerinda Usung Ahmad Dhani di Pilwali Pasuruan”

    Sumber: Portal Berita
    Tanggal publish: 19/08/2020

    Berita

    Beredar artikel berjudul “Lawan Gus Ipul, Gerinda Usung Ahmad Dhani di Pilwali Pasuruan” yang dimuat di situs beritalangit[dot]net pada 15 Agustus 2020.

    Berikut kutipan artikel tersebut;

    “Pilwali Pasuruan 2020 bakal berlangsut sengit setelah Partai Gerindra bakal mencalonkan, Ahmad Dhani Prasetyo, pentolan grup Dewa-19 untuk maju sebagai calon wali kota dalam Pilwali, Desember mendatang. Ketua DPC Partai Gerindra Kota Pasuruan, Ahmad Zubaedi, membenarkan jika musisi kelahiran Surabaya tersebut bakal ikut kontestasi pilkada Kota Pasuruan. “Iya benar. Ada komunikasi dari Jakarta terkait calon dari Gerindra, yakni Mas Dhani,” katanya.”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa politikus Partai Gerindra Ahmad Dhani bakal dicalonkan sebagai calon wali kota dalam Pilwali Pasuruan 2020 adalah klaim yang salah.

    Faktanya, Ahmad Dhani dan elite Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membantah klaim yang menyebutkan Ahmad Dhani maju Pilkada Pasuruan.

    Bantahan maju Pilkada Pasuruan ini disampaikan Dhani di akun Instagram resminya dengan menyertakan caption ‘Hoax’. “BERITA HOAAAXXX” tulis Dhani di unggahan di akun Instagramnya pada 15 Agustus 2020.

    Dhani turut menyoroti pemelintiran video dirinya didukung komunitas Tionghoa pada Pilkada Kabupaten Bekasi tempo lalu.

    “Saya sangat kecewa, ‘VIDEO DEKLARASI DUKUNGAN TIONGHOA UNTUK AHMADDHANI DI KAB BEKASI 2016’ kok dicuri untuk kepentingan politik murahan,” kata Ahmad Dhani saat dikonfirmasi detikcom, Senin (17/8/2020).

    Partai Gerindra membela Ahmad Dhani dan menyebut ada pihak yang mengabaikan etika politik. Menurut Habiburokhman, pihak yang ‘mencuri’ video dukungan Tionghoa itu tidak bertanggung jawab. Persoalan video yang sebenarnya adalah dukungan untuk Ahmad Dhani di Pilkada Bekasi tahun 2016 itu disebutnya merepotkan.

    “Mungkin itu ada pihak yang mainkan politik lokal Pasuruan, bawa-bawa nama Mas Dhani karena beliau public figure. Kita juga heran kok mereka berani bawa-bawa nama Mas Dhani. Kadang-kadang karena urusan politik, etika diabaikan,” kata juru bicara Partai Gerindra, Habiburokhman, kepada wartawan, Senin (17/8/2020).

    Sementara itu, elite Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad memastikan Ahmad Dhani tidak akan maju di Pilkada Pasuruan. Wakil Ketua DPR itu pun meminta persoalan video yang ‘dicuri’ tidak lagi dibesar-besarkan.

    “Kalau soal masalah video dukungan itu ya saya rasa sih kan karena banyak yang ngefans sama Mas Ahmad Dhani. Saya pikir nggak usah terlalu dipermasalahkan lah, namanya juga public figure, tentunya banyak yang mendukung dengan segala macam cara,” ujar Dasco.

    Kesimpulan

    Ahmad Dhani dan elite Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membantah klaim yang menyebutkan Ahmad Dhani maju Pilkada Pasuruan.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4672) [SALAH] Foto Lelaki Menginjak Merah Putih

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 19/08/2020

    Berita

    Akun Facebook Danang Loring Djoyo mengunggah foto seorang lelaki berjanggut mengacungkan jari telunjuk menginjak sebuah bendera. Dalam narasi yang menyertainya, akun tersebut menyebutkan bahwa lelaki dalam foto tengah menginjak bendera merah putih.

    Berikut kutipan narasinya:

    “Bangsat ini sudah menginjak merah putih,hukuman apa yg pantas bagi bangsat ini”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa foto tersebut tidak lengkap. Foto aslinya yang lengkap diketahui sempat diunggah di akun Twitter @Charles_Lister pada 4 April 2015. Pada twit akun tersebut dituliskan bahwa lelaki dalam foto tersebut merupakan Khalid Saeed Batarfi, salah seorang Komandan Al Qaeda, yang melarikan diri dari penjara Mukalla, Yaman tengah menginjak bendera Yaman. Foto tersebut beredar pada tahun 2015.

    Bila melihat secara keseluruhan foto tersebut, Khalid bukan menginjak bendera merah putih, melainkan bendera Yaman.

    Kesimpulan

    Foto yang diunggah tidak lengkap. Pada foto aslinya yang lengkap menampilkan Khalid Saeed Batarfi, salah seorang komandan Al Qaeda, tengah menginjak bendera Yaman, bukan bendera merah putih.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4673) [SALAH] Video “Viral di Lombok, anak SMP berubah wujud menjadi anjing”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 19/08/2020

    Berita

    Beredar video dengan klaim adanya anak SMP yang berubah wujud menjadi anjing di Lombok.

    Salah satu sumber klaim yang cukup ramai dibagikan adalah akun TikTok hello_mimoy (tiktok.com/@hello_mimoy) yang mengunggah video itu pada tanggal 14 Agustus 2020 dengan narasi “astagfirullah lagi rame di lombok, mau tau kelanjutannya ga ???”. Selain itu, di video terdapat narasi “Astagfirullah” dan “VIRAL DI LOMBOK ANAK SMP BERUBAH WUJUD MENJADI A****G”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Medcom, klaim adanya anak SMP yang berubah wujud menjadi anjing di Lombok adalah klaim yang salah.

    Faktanya, Polisi memastikan video yang beredar adalah hoaks. Polres Lombok Tengah menjelaskan seekor anjing dalam video itu benar-benar hewan, bukan jelmaan manusia, bukan jelmaan anak SMP.

    Polisi menyebut penyebar isu ini sekadar mencari sensasi. Video ini berasal dari kawasan Kelurahan Panji Sari, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

    “Enggak ada ilmu hitam. Itu mencari sensasi saja,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Tengah (Loteng) AKP Priyono Suhartono saat dihubungi detikcom, Minggu 16 Agustus 2020.

    Dari hasil investigasi sementara pihak kepolisian, anjing yang diracun warga itu diduga bukan milik seseorang. Itu adalah anjing liar yang mudah dijumpai di Lombok.

    “Itu anjing liar, banyak banget anjing liar memang,” kata Priyono.

    Kepala Bidang Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto menambahkan, anjing malang itu diduga diracun oleh manusia. Itulah mengapa si anjing terlihat terbaring tanpa daya, nafasnya tersengal-sengal.

    “Hasil penyelidikan polisi sementara ini, anjing tersebut diduga makan makanan yang mengandung racun, dan saat ini anjing tersebut sudah mati dan telah dikubur,” kata Artanto kepada detikcom

    Anjing itu juga diklaim diperlakukan manusia secara tidak manusiawi. Anjing itu dikabarkan dikubur hidup-hidup. Menurut polisi, informasi itu juga tidak benar. Faktanya, anjing ini baru dikubur setelah mati.

    “Diracun dulu, katanya mati, habis itu baru dikubur,” kata Priyono.

    Hingga saat ini, pihak kepolisian mencari pengunggah awal video tersebut.

    Kesimpulan

    Polisi memastikan video yang beredar adalah hoaks. Polres Lombok Tengah menjelaskan seekor anjing dalam video itu benar-benar hewan, bukan jelmaan manusia, bukan jelmaan anak SMP. Polisi menyebut penyebar isu ini sekadar mencari sensasi.

    Rujukan

  • (GFD-2020-8233) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Kembang Api Olimpiade Tokyo yang Akhirnya Dinyalakan di Gunung Fuji?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 18/08/2020

    Berita


    Video pendek yang memperlihatkan pertunjukan kembang api di depan sebuah gunung dengan puncak bersalju beredar di media sosial. Kembang api dalam video itu diklaim sebagai kembang api untuk upacara pembukaan Olimpiade Tokyo yang batal yang akhirnya dinyalakan di depan Gunung Fuji, Jepang.
    Di Facebook, video itu dibagikan salah satunya oleh akun Endang Poerbowati, yakni pada 14 Agustus 2020. Akun ini pun memberikan narasi sebagai berikut: “Kembang api untuk pembukaan Olimpiade di Tokyo yang dibatalkan karena pandemi covid-19, akhirnya dinyalakan di depan Gunung Fuji karena kembang api tidak bisa disimpan hingga tahun depan.”
    Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah ditonton lebih dari 15 ribu kali dan dibagikan lebih dari 500 kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Endang Poerbowati.
    Apa benar video di atas merupakan video kembang api Olimpiade Tokyo yang akhirnya dinyalakan di Gunung Fuji?

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim itu, Tim CekFakta Tempo mula-mula memasukkan kata kunci “Tokyo Olympic firework” ke kolom pencarian YouTube. Lewat cara ini, ditemukan video yang sama yang pernah dipublikasikan pada 1 Desember 2015 oleh kanal hiramu55bocaboca. Video itu berjudul "FWsim Mount Fuji Synchronized Fireworks Show2".
    Kanal tersebut memberikan keterangan dalam bahasa Jepang yang menyatakan bahwa video tersebut dibuat untuk memperingati didaftarkannya Gunung Fuji sebagai Warisan Budaya Dunia. Pertunjukan kembang api yang disertai musik dalam video itu merupakan hasil dari program simulasi komputer. Musik latar video itu berasal dari Philharmonia Orchestra/Riccardo Muti.
    “Ini adalah pekerjaan baru pertama dalam waktu satu tahun. Seperti karya sebelumnya, latar belakang didasarkan pada khayalan 'pertunjukan kembang api skala besar yang diadakan pada musim dingin di Danau Kawaguchi bekerja sama dengan Koperasi Perikanan Danau Kawaguchi, dalam rangka memperingati pendaftaran Gunung Fuji sebagai Warisan Budaya Dunia."
    Kanal hiramu55bocaboca memang mengkhususkan diri pada video-video pertunjukan kembang api. Seluruh videonya, termasuk yang berlatar belakang Gunung Fuji, dibuat dengan FWSim, sebuah aplikasi untuk menambahkan kembang api virtual dalam video atau membuat pertunjukan kembang api dengan musik favorit.
    Hingga kini, kanal hiramu55bocaboca telah mengunggah enam video yang mensikronisasi pertunjukan kembang api berlatar belakang Gunung Fuji dengan musik yang berbeda-beda. Video pertamanya, dirilis pada 5 November 2014 berjudul "FWsim Mount Fuji Synchronized Fireworks Show" dan video keenamnya, diunggah pada 16 Februari 2020, berjudul "FWsim Mount Fuji Synchronized Fireworks Show6 (Simulation)".
    Pelaksanaan Olimpiade Tokyo sendiri diumumkan ditunda hingga 23 Juli 2021 karena pandemi Covid-19. Sejumlah organisasi pemeriksa fakta, seperti BoomLive dan Associated Press, juga telah memverifikasi video tersebut dan menyatakannya sebagai video simulasi, bukan pertunjukan kembang api karena olimpiade yang batal.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas merupakan video kembang api Olimpiade Tokyo yang akhirnya dinyalakan di Gunung Fuji, Jepang, keliru. Video tersebut adalah video simulasi yang dibuat dengan program komputer oleh kanal hiramu55bocaboca yang ditujukan untuk memperingati didaftarkannya Gunung Fuji sebagai Warisan Budaya Dunia.
    IKA NINGTYAS
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan