(GFD-2020-4862) [SALAH] Perjalanan Seluruh KA Dari Atau Arah Jakarta Mulai 10 – 23 April Dibatalkan
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 10/04/2020
Berita
Beredar di pesan berantai whatsapp dan media sosial yang mengklaim bahwa seluruh perjalanan kereta api baik yang dari ataupun menuju Jakarta dibatalkan mulai 10 hingga 23 april mendatang.
Hasil Cek Fakta
Beredar di pesan berantai whatsapp dan media sosial yang mengklaim bahwa seluruh perjalanan kereta api baik yang dari ataupun menuju Jakarta dibatalkan mulai 10 hingga 23 april mendatang.
Berdasarkan penelusuran, Saat dikonfirmasi, Plt VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, pembatalan KA tersebut menyesuaikan dengan pembatasan jam operasi transportasi umum di DKI Jakarta pada masa PSBB yaitu dari pukul 06.00-18.00 WIB.
“Pertimbangan pembatalan juga mengacu pada penurunan okupansi dari KA yang sebelumnya dioperasikan,” kata Joni saat dihubungi Kompas.com, Kamis (9/4/2020).
Setidaknya, 44 perjalanan KA dari dan menuju DKI Jakarta akan dibatalkan perjalanannya mulai 10-23 April 2020. Kendati demikian, imbuh Joni, masih ada 14 perjalanan KA yang akan tetap dijalankan.
Joni mengungkapkan jumlah KA yang dibatalkan totalnya sebanyak 44 perjalanan KA terdiri dari 36 KA Jarak Jauh dan 8 KA Lokal, dengan rincian 22 KA keberangkatan dari DKI Jakarta dan 22 KA kedatangan menuju DKI Jakarta.
Adapun 14 KA tersebut memiliki jadwal kedatangan dan keberangkatan di wilayah DKI Jakarta sesuai dengan jam operasi transportasi umum yang telah ditetapkan.
“KA yang berjalan tetap kami jual hanya 50 persen dari kapasitas tempat duduk.
Hal ini bertujuan untuk menjaga physical distancing antar penumpang di atas kereta,” katanya lagi. Lebih lanjut, Joni menegaskan bahwa penumpang yang jadwal keretanya batal berangkat akan dikembalikan bea tiketnya 100 persen.
Sementara itu, melalui laman akun twitter resminya @KAI121, PT KAI menyebut bahwa informasi pembatalan perjalanan KA dari dan menuju Jakarta tidak sepenuhnya benar.
“Hari ini beredar info bhw seluruh perjalanan KA dari & menuju Jakarta dibatalkan. Railmin konfirmasi hal tsb tidak sepenuhnya benar.
Terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta, ada bbrp KA (tidak semua KA) dari/tujuan Jakarta yg dibatalkan: 10-23 April 2020.” cuit akun PT KAI.
Berdasarkan penelusuran, Saat dikonfirmasi, Plt VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, pembatalan KA tersebut menyesuaikan dengan pembatasan jam operasi transportasi umum di DKI Jakarta pada masa PSBB yaitu dari pukul 06.00-18.00 WIB.
“Pertimbangan pembatalan juga mengacu pada penurunan okupansi dari KA yang sebelumnya dioperasikan,” kata Joni saat dihubungi Kompas.com, Kamis (9/4/2020).
Setidaknya, 44 perjalanan KA dari dan menuju DKI Jakarta akan dibatalkan perjalanannya mulai 10-23 April 2020. Kendati demikian, imbuh Joni, masih ada 14 perjalanan KA yang akan tetap dijalankan.
Joni mengungkapkan jumlah KA yang dibatalkan totalnya sebanyak 44 perjalanan KA terdiri dari 36 KA Jarak Jauh dan 8 KA Lokal, dengan rincian 22 KA keberangkatan dari DKI Jakarta dan 22 KA kedatangan menuju DKI Jakarta.
Adapun 14 KA tersebut memiliki jadwal kedatangan dan keberangkatan di wilayah DKI Jakarta sesuai dengan jam operasi transportasi umum yang telah ditetapkan.
“KA yang berjalan tetap kami jual hanya 50 persen dari kapasitas tempat duduk.
Hal ini bertujuan untuk menjaga physical distancing antar penumpang di atas kereta,” katanya lagi. Lebih lanjut, Joni menegaskan bahwa penumpang yang jadwal keretanya batal berangkat akan dikembalikan bea tiketnya 100 persen.
Sementara itu, melalui laman akun twitter resminya @KAI121, PT KAI menyebut bahwa informasi pembatalan perjalanan KA dari dan menuju Jakarta tidak sepenuhnya benar.
“Hari ini beredar info bhw seluruh perjalanan KA dari & menuju Jakarta dibatalkan. Railmin konfirmasi hal tsb tidak sepenuhnya benar.
Terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta, ada bbrp KA (tidak semua KA) dari/tujuan Jakarta yg dibatalkan: 10-23 April 2020.” cuit akun PT KAI.
Kesimpulan
Tidak seluruh perjalanan dibatalkan. PT Kereta Api Indonesia melalui Plt VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan Setidaknya, 44 perjalanan KA dari dan menuju DKI Jakarta akan dibatalkan perjalanannya mulai 10-23 April 2020, kendati demikian, masih ada 14 perjalanan KA yang akan tetap dijalankan.
Rujukan
- https://www.kompas.com/tren/read/2020/04/09/203100965/psbb-diterapkan-44-perjalanan-ka-dibatalkan-14-masih-beroperasi-simak?page=3
- https://news.detik.com/berita/d-4971182/pt-kai-pastikan-kabar-pembatalan-seluruh-jadwal-kereta-saat-psbb-dki-hoax
- https://www.liputan6.com/bisnis/read/4223822/kai-tak-ada-pembatalan-semua-perjalanan-kereta-saat-psbb
(GFD-2020-4863) [SALAH] “Tadi Malem di Amerika Serikat, Sholat Magrib berjamaah di Mesjid sampai Tumpah Ruah di Jalan Raya”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 10/04/2020
Berita
Akun Hafiz Okta Sanjaya (fb.com/heruguntoro29) mengunggah sebuah video dengan narasi sebagai berikut:
“SITUASI & KONDISI ( Sikon) Tadi Malem di Amerika Serikat . …Saat Tiba Masuk Sholat Magrib Masyarakat Kaum Muslim berbondong bondong Menunaikan Sholat berjama”ah di Mesjid sampai Tumpah Ruah di Jalan Raya .
Sehubungan dengan Adanya Covid 19 , Pemerintah Setempat Memberi Kesempatan Ummat Islam beribadah Secara Terbuka & di boleh kan Suara Volume Mesdjid di besar kan .
Tumben… Sebelum Covid 19 datang di Amerika , Suara Volume Mesjid tidak di bolehkan Keluar.”
“SITUASI & KONDISI ( Sikon) Tadi Malem di Amerika Serikat . …Saat Tiba Masuk Sholat Magrib Masyarakat Kaum Muslim berbondong bondong Menunaikan Sholat berjama”ah di Mesjid sampai Tumpah Ruah di Jalan Raya .
Sehubungan dengan Adanya Covid 19 , Pemerintah Setempat Memberi Kesempatan Ummat Islam beribadah Secara Terbuka & di boleh kan Suara Volume Mesdjid di besar kan .
Tumben… Sebelum Covid 19 datang di Amerika , Suara Volume Mesjid tidak di bolehkan Keluar.”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa video itu adalah video umat Muslim yang sedang salat maghrib di Amerika Serikat baru-baru ini dan dikaitkan dengan wabah virus Corona COVID-19 adalah klaim yang salah.
Video itu sduah ada sejak Februari 2017 dan tidak terkait dengan wabah virus Corona COVID-19.
Rekaman video itu diambil ketika sebagian peserta aksi unjuk rasa damai memprotes Donald Trump yang melarang masuk untuk sementara para pengungsi dan pendatang dari tujuh negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim pada tanggal 2 Februari 2017 sedang menunaikan salat maghrib.
Salah satu kanal Youtube, Quran videos mengunggah video yang sama dengan judul “Muslim praying in New york streets” pada tanggal 5 Februari 2017.
Dikuti dari bklyner.com, pada hari Kamis, 2 Februari 2017, sekitar 7.000 ribu orang Yaman-Amerika, Muslim, dan pendukung secara damai berdemonstrasi di Brooklyn Borough Hall untuk memprotes “larangan Muslim” Trump dan berdiri dengan warga Yaman-Amerika New Yorker yang anggota keluarganya terdampar di luar negeri.
Pada 27 Januari 2017, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif (executive order) yang melarang masuk untuk sementara para pengungsi dan pendatang dari tujuh negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim.
Kebijakan setara Keppres, yang bernomor 13769 itu berjudul, “Melindungi Bangsa dari Penyusupan Teroris Asing ke Amerika Serikat”. Negara-negara yang warganya dilarang masuk AS adalah Suriah, Iran, Irak, Sudan, Libya, Somalia, dan Yaman. Negara lain yang juga kena dampaknya adalah Korea Utara.
Video itu sduah ada sejak Februari 2017 dan tidak terkait dengan wabah virus Corona COVID-19.
Rekaman video itu diambil ketika sebagian peserta aksi unjuk rasa damai memprotes Donald Trump yang melarang masuk untuk sementara para pengungsi dan pendatang dari tujuh negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim pada tanggal 2 Februari 2017 sedang menunaikan salat maghrib.
Salah satu kanal Youtube, Quran videos mengunggah video yang sama dengan judul “Muslim praying in New york streets” pada tanggal 5 Februari 2017.
Dikuti dari bklyner.com, pada hari Kamis, 2 Februari 2017, sekitar 7.000 ribu orang Yaman-Amerika, Muslim, dan pendukung secara damai berdemonstrasi di Brooklyn Borough Hall untuk memprotes “larangan Muslim” Trump dan berdiri dengan warga Yaman-Amerika New Yorker yang anggota keluarganya terdampar di luar negeri.
Pada 27 Januari 2017, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif (executive order) yang melarang masuk untuk sementara para pengungsi dan pendatang dari tujuh negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim.
Kebijakan setara Keppres, yang bernomor 13769 itu berjudul, “Melindungi Bangsa dari Penyusupan Teroris Asing ke Amerika Serikat”. Negara-negara yang warganya dilarang masuk AS adalah Suriah, Iran, Irak, Sudan, Libya, Somalia, dan Yaman. Negara lain yang juga kena dampaknya adalah Korea Utara.
Kesimpulan
Video tahun 2017 dan tidak terkait dengan COVID-19. Rekaman video itu diambil ketika sebagian peserta aksi unjuk rasa damai memprotes Donald Trump pada tanggal 2 Februari 2017 sedang menunaikan ibadah salat maghrib.
Rujukan
- https://www.youtube.com/watch?v=Kcr4h-oHPOo
- https://bklyner.com/thousands-yemeni-americans-supporters-rally-trumps-muslim-ban/
- https://www.newyorker.com/news/news-desk/the-bodega-strike-against-trumps-executive-order-on-immigration
- https://www.liputan6.com/global/read/3880577/27-1-2017-donald-trump-larang-warga-7-negara-muslim-masuk-as
(GFD-2020-3879) [SALAH] Erdogan Tak akan Tutup Mesjid di Turki Selama Pandemi Covid-19
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 09/04/2020
Berita
Turki tidak melarang solat berjamaah di masjid saat pandemi
Postingan dari akun facebook Boss inggris adalah keliru. Dewan Tertinggi Urusan Agama Direktorat Agama Turki telah mengeluarkan fatwa untuk menghentikan salat berjamaah di semua masjid pada 16 Maret 2020 hingga ancaman virus berakhir, termasuk salat Jumat. Selain itu, pemerintah Turki juga menghentikan sementara aktivitas tempat peribadatan lainnya seperti Gereja dan Sinagoge di Istanbul.
[NARASI]:
Tidak ada mesjid yang ditutup di turki dari ancaman virus corona..
Alloh huakbar
Baru matap ini punya persideun????????????
Postingan dari akun facebook Boss inggris adalah keliru. Dewan Tertinggi Urusan Agama Direktorat Agama Turki telah mengeluarkan fatwa untuk menghentikan salat berjamaah di semua masjid pada 16 Maret 2020 hingga ancaman virus berakhir, termasuk salat Jumat. Selain itu, pemerintah Turki juga menghentikan sementara aktivitas tempat peribadatan lainnya seperti Gereja dan Sinagoge di Istanbul.
[NARASI]:
Tidak ada mesjid yang ditutup di turki dari ancaman virus corona..
Alloh huakbar
Baru matap ini punya persideun????????????
Hasil Cek Fakta
Beredar di media sosial berupa gambar presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan disertai narasi yang mengklaim bahwa Turki tidak akan menutup Masjid selam pandemi covid-19. gambar itu pun beredar di media sosial dan dibagikan oleh salah satu akun facebook bernama Boss inggris pada 6 april 2020.
Setelah ditelusuri, dari kantor berita Turki, Anadolu Agency, Dewan Tertinggi Urusan Agama Direktorat Agama Turki telah mengeluarkan fatwa untuk menghentikan salat berjamaah di semua masjid pada 16 Maret 2020 hingga ancaman virus berakhir, termasuk salat Jumat.
Keputusan Direktorat Agama Turki itu pun dipasang di pintu masuk masjid-masjid. Bahkan, di Ankara, ibu kota Turki, petugas kepolisian ditempatkan di depan masjid untuk mencegah warga masuk. Meskipun begitu, azan tetap dikumandangkan.
Setelah azan, sebuah pengumuman dibacakan, “Mari kita berdoa di rumah atau tempat kerja untuk melindungi bangsa kita dari epidemi ini. Semoga Allah melindungi kita, negara kita, bangsa kita, dan seluruh umat manusia dari penyakit dan kemalangan ini.”
Salah satu masjid yang dikunjungi oleh Anadolu Agency, Masjid Eyup Sultan di Istanbul, dikunci pada hari Jumat. Langkah-langkah keamanan juga diambil di sekitar masjid. Warga yang mendekati masjid serta makam yang berada di masjid tersebut ditolak oleh penjaga keamanan.
Kepala Direktorat Agama Turki, Ali Erbas, mengatakan bahwa untuk menggantikan salat Jumat, warga dapat melakukan salat zuhur. Adapun pada 19 Maret 2020, karena ancaman virus semakin besar, Direktorat Agama Turki memutuskan untuk menutup masjid pada malam Isra Miraj.
Dilansir dari Republika.co.id, Erbas mengatakan bahwa penghentian salat berjamaah di masjid ini akan dilakukan hingga risiko wabah virus Corona Covid-19 berakhir. Namun, menurut Erbas, masjid akan tetap terbuka untuk salat pribadi.
Selain masjid-masjid, gereja dan sinagoge di Istanbul juga menghentikan layanan mereka sebagai respons atas penyebaran virus Corona. Menurut laporan media setempat, gereja dan sinagoge terlihat ditutup di distrik Beyoglu, Istanbul.
Akhir Maret lalu, pemerintah Turki telah menginstruksikan warganya yang berusia lebih dari 65 tahun serta yang menderita sakit kronis untuk tinggal di rumah. Erdogan juga memutuskan untuk menutup perbatasan di 31 kota termasuk Istanbul bagi semua kendaraan, kecuali untuk transit dan pemasokan produk pangan, kesehatan, dan sanitasi untuk mengatasi penyakit ini.
======
Setelah ditelusuri, dari kantor berita Turki, Anadolu Agency, Dewan Tertinggi Urusan Agama Direktorat Agama Turki telah mengeluarkan fatwa untuk menghentikan salat berjamaah di semua masjid pada 16 Maret 2020 hingga ancaman virus berakhir, termasuk salat Jumat.
Keputusan Direktorat Agama Turki itu pun dipasang di pintu masuk masjid-masjid. Bahkan, di Ankara, ibu kota Turki, petugas kepolisian ditempatkan di depan masjid untuk mencegah warga masuk. Meskipun begitu, azan tetap dikumandangkan.
Setelah azan, sebuah pengumuman dibacakan, “Mari kita berdoa di rumah atau tempat kerja untuk melindungi bangsa kita dari epidemi ini. Semoga Allah melindungi kita, negara kita, bangsa kita, dan seluruh umat manusia dari penyakit dan kemalangan ini.”
Salah satu masjid yang dikunjungi oleh Anadolu Agency, Masjid Eyup Sultan di Istanbul, dikunci pada hari Jumat. Langkah-langkah keamanan juga diambil di sekitar masjid. Warga yang mendekati masjid serta makam yang berada di masjid tersebut ditolak oleh penjaga keamanan.
Kepala Direktorat Agama Turki, Ali Erbas, mengatakan bahwa untuk menggantikan salat Jumat, warga dapat melakukan salat zuhur. Adapun pada 19 Maret 2020, karena ancaman virus semakin besar, Direktorat Agama Turki memutuskan untuk menutup masjid pada malam Isra Miraj.
Dilansir dari Republika.co.id, Erbas mengatakan bahwa penghentian salat berjamaah di masjid ini akan dilakukan hingga risiko wabah virus Corona Covid-19 berakhir. Namun, menurut Erbas, masjid akan tetap terbuka untuk salat pribadi.
Selain masjid-masjid, gereja dan sinagoge di Istanbul juga menghentikan layanan mereka sebagai respons atas penyebaran virus Corona. Menurut laporan media setempat, gereja dan sinagoge terlihat ditutup di distrik Beyoglu, Istanbul.
Akhir Maret lalu, pemerintah Turki telah menginstruksikan warganya yang berusia lebih dari 65 tahun serta yang menderita sakit kronis untuk tinggal di rumah. Erdogan juga memutuskan untuk menutup perbatasan di 31 kota termasuk Istanbul bagi semua kendaraan, kecuali untuk transit dan pemasokan produk pangan, kesehatan, dan sanitasi untuk mengatasi penyakit ini.
======
Rujukan
(GFD-2020-8035) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Lokasi Karantina Corona untuk TKI dari Luar Negeri yang Pulang ke Jawa Timur?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 09/04/2020
Berita
Foto-foto yang memperlihatkan gubuk-gubuk dari bambu serta sejumlah orang dengan masker dan seorang petugas medis dengan alat pelindung diri (APD) beredar di media sosial. Foto-foto itu diklaim sebagai foto-foto lokasi karantina untuk tenaga kerja Indonesia (TKI) dari luar negeri yang pulang ke Jawa Timur dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona Covid-19.
Foto pertama memperlihatkan belasan gubuk bambu yang berjejer di sebuah tanah kosong. Masing-masing gubuk diisi oleh satu orang yang mengenakan masker. Foto kedua memperlihatkan seorang petugas dengan APD yang tengah memeriksa suhu tubuh seorang penghuni gubuk.
Adapun foto ketiga memperlihatkan seorang laki-laki dengan masker yang sedang duduk di tepi sebuah pembaringan. Tempat tidur yang juga terbuat dari bambu itu menjadi satu-satunya fasilitas di dalam gubuk yang beralaskan tanah tersebut.
Akun Facebook yang membagikan foto-foto itu adalah akun Jaka Donie, yakni pada 6 April 2020. Akun ini menulis, "Pemerintah jawa timur sdh menyiapkan 52 buah tempat kurantin bagi TKI yg bru pulang dari luar negri. Mereka akan Di kuarantin selama likor likor nam belas hari."
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Jaka Donie.
Apa benar foto-foto di atas merupakan foto-foto lokasi karantina TKI yang pulang ke Jawa Timur?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, foto-foto tersebut telah beredar di Twitter sebelumnya. Ada yang menyebut bahwa lokasi dalam foto tersebut berada di Laos. Namun, ada pula yang menyebut bahwa gubuk-gubuk itu merupakan kamp pengungsian etnis Rohingya di Bangladesh.
Untuk memastikan lokasi yang sebenarnya dari foto-foto tersebut, Tempo menggunakan tool Source. Hasilnya, ditemukan bahwa foto-foto itu pernah dimuat di sejumlah situs media Myanmar. Foto-foto tersebut diambil di sebuah lokasi karantina untuk para pendatang di Myanmar.
Dilansir dari artikel di Bamakhit.com yang dimuat pada 1 April 2020, gubuk-gubuk itu dibangun di negara bagian Shan, Myanmar, yang berbatasan dengan Cina, Thailand, dan Laos. Puluhan gubuk tersebut dipakai untuk mengkarantina para pendatang atau imigran selama 14 hari.
Dikutip dari artikel di Democratic Voice of Burma pada 1 April 2020, lokasi karantina itu didirikan dan dikelola oleh Tentara Negara Wa Bersatu (UWSA), pasukan militer di wilayah otonomi Wa, bersama Departemen Kesehatan Myanmar.
Para petugas akan melaporkan hasil pemantauan terhadap para pendatang ke pejabat kesehatan Myanmar. Sejauh ini, terdapat 84 pendatang yang tercatat menempati lokasi karantina di distrik Mong Hsat. Pada 1 April, tersisa 51 pendatang yang masih dikarantina.
Dilansir dari artikel di Myanmarmix.com pada 2 April 2020, kembalinya puluhan ribu pekerja migran dari Thailand memang menjadi keprihatinan utama bagi para pejabat Myanmar. Mereka khawatir para pendatang tersebut bakal menyebarkan virus Corona Covid-19 ketika bepergian di Myanmar.
Pemerintah Myanmar pun meminta para migran untuk melakukan karantina selama dua minggu. Namun, instruksi tersebut diabaikan. Oleh karena itu, beberapa wilayah di Myanmar mengambil inisiatif untuk mendirikan kamp karantina sementara.
Aktivis kemanusiaan Matt Walsh juga pernah mengunggah foto-foto lokasi karantina bagi para migran yang kembali ke Myanmar tersebut di Twitter. Dalam unggahannya pada 2 April 2020 itu, Walsh mencuit bahwa foto-foto itu diambil di negara bagian Shan dan wilayah otonomi Wa.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, narasi yang menyertai foto-foto di atas, bahwa lokasi dalam foto tersebut adalah lokasi karantina TKI yang pulang ke Jawa Timur, menyesatkan. Puluhan gubuk dalam foto-foto itu memang merupakan lokasi karantina bagi pendatang dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona Covid-19. Namun, gubuk-gubuk tersebut berada di Myanmar, bukan di Jawa Timur.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://web.facebook.com/photo.php?fbid=1592384967591283&set=pcb.1592385034257943&type=3&__tn__=HH-R&eid=ARD0xvcsD2faUmLK0MAVmW3u4pF_85aDJxsURnlCAXn5YJXaLwYZiQrRym_-wuvt1auwUGOx3T_AS4yk
- https://bit.ly/2XjS2qX
- http://burmese.dvb.no/archives/379693
- https://bit.ly/2wmHpID
- https://twitter.com/mattyrwalsh/status/1245517231611465729
Halaman: 7340/7817



