• (GFD-2020-8049) [Fakta atau Hoaks] Benarkah FBI Gerebek Sinagoge Yahudi di New York yang Timbun Masker N95?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 17/04/2020

    Berita


    Video yang diklaim sebagai video penggerebekan sebuah sinagoge atau rumah ibadah kaum Yahudi di New York, Amerika Serikat, beredar di media sosial. Menurut narasi yang menyertai video itu, sinagoge tersebut digerebek oleh Biro Investigasi AS atau FBI karena dipakai untuk menimbun ribuan masker N95.
    Video itu diunggah oleh akun Facebook Ayesha Rahman pada 7 April 2020. Akun ini menulis narasi, "FBI menggrebek sinagoge (tempat ibadah) Yahudi di New York, tempat orang Yahudi menyembunyikan ribuan Masker yang diperlukan sangat di rumah sakit, semuanya masker jenis N95. Ini adalah moral mereka yang dikenal sejak zaman kuno."
    Hingga artikel ini dimuat, video berdurasi 2 menit 42 detik yang diunggah oleh akun Ayesha Rahman tersebut telah ditonton lebih dari 4 ribu kali dan dibagikan lebih dari 300 kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Ayesha Rahman.
    Apa benar video di atas adalah video penggerebekan FBI terhadap sebuah sinagoge Yahudi di New York yang dipakai untuk menimbun ribuan masker N95?

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memeriksa klaim yang diunggah oleh akun Facebook Ayesha Rahman, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video itu menjadi sejumlah gambar dengantoolInVID. Kemudian, gambar-gambar itu ditelusuri denganreverse image toolYandex.
    Hasilnya, video yang sama pernah diunggah ke YouTube oleh kanal Euro News Amateur pada 1 April 2020. Video tersebut diberi keterangan "FBI agents return thousands of N95 masks stolen from the hospital(Agen FBI mengembalikan ribuan masker N95 yang dicuri dari rumah sakit)".
    Video serupa dari lokasi yang sama juga pernah diunggah oleh kanal YouTube milik media asing ABC News pada 2 April 2020 dengan judul "Authorities remove almost a million N95 masks and other supplies from alleged hoarder(Pihak berwenang menyita hampir satu juta masker N95 dan persediaan lainnya dari seseorang yang diduga penimbun)".
    Gambar tangkapan layar video unggahan kanal YouTube ABC News.
    Menurut ABC News, pihak berwenang menyita sekitar 192 ribu masker respirator N95, sekitar 600 ribu sarung tangan medis, 130 ribu masker bedah, masker prosedur, masker N100, pakaian bedah, handuk disinfektan, filter partikel, hand sanitizer, dan semprotan disinfektan setelah seorang pria asal Brooklyn, sebuah wilayah di New York, ditangkap atas dugaan penimbunan peralatan medis.
    Sebuah foto yang diambil di lokasi penggerebekan di Brooklyn itu juga pernah dimuat oleh situs media NY Daily News pada 30 Maret 2020. Foto itu diberi keterangan "FBI menggerebek rumah Baruch Feldheim". Menurut berita yang memuat foto itu, Feldheim, 43 tahun, adalah pria asal Brooklyn yang mengaku menderita infeksi virus Corona Covid-19 dan batuk di depan agen FBI yang menggerebek rumahnya.
    Feldheim juga berbohong kepada FBI tentang alat perlindungan diri (APD) yang dia timbun untuk menghasilkan uang. Karena itu, Feldheim didakwa telah menyerang pejabat federal dan membuat pernyataan palsu kepada penegak hukum. Menurut jaksa penuntut, Feldheim telah menimbun respirator N95, masker bedah, pakaian medis, dan alat disinfektan, lalu menjualnya ke para profesional perawatan kesehatan dengan harga yang tinggi.
    Penangkapan Feldheim bermula ketika seorang dokter di New Jersey menghubunginya melalui grup WhatsApp yang bernama "Virus2020!". Feldheim pun setuju untuk menjual sekitar 1.000 masker N95 dan berbagai peralatan lainnya kepada dokter itu dengan harga US$ 12 ribu, jauh lebih tinggi sekitar 700 persen dari harga normal.
    Kemudian, Feldheim menyuruh dokter itu mengambil pesanannya ke sebuah bengkel mobil di Irvington, New Jersey. Menurut dokter tersebut, bengkel tersebut dipenuhi dengan berbagai produk, seperti hand sanitizer, tisu basah, bahan kimia pembersih, dan perlengkapan bedah. Setelah itu, Feldheim memberi tahu dokter tersebut bahwa dia terpaksa memindahkan berbagai produk itu ke lokasi lain.
    Beberapa hari kemudian, Feldheim diduga menawarkan sejumlah pakaian bedah kepada seorang perawat, dan mengarahkan perawat itu ke kediamannya di Brooklyn. Pada 25 Maret 2020, Feldheim juga menerima kiriman dari Kanada yang berisi delapan palet masker bedah. Dua hari kemudian, FBI mendapati sebuah kardus kemasan masker N95 yang sudah kosong di luar rumah Feldheim. FBI juga melihat beberapa orang yang, ketika pergi dari rumah Feldheim, membawa kotas atau tas yang diduga berisi peralatan medis.
    Ketika FBI mendatangi rumahnya dan bertanya tentang peralatan medis itu, Feldheim mengaku bahwa ia menderita infeksi virus Corona Covid-19 dan batuk di depan para agen. Jaksa penuntut juga mengatakan bahwa Feldheim telah berbohong dan mengaku kepada FBI bahwa ia bekerja untuk perusahaan yang menjual APD.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas adalah video penggerebekan FBI terhadap sebuah sinagoge Yahudi di New York yang dipakai untuk menimbun ribuan masker N95, menyesatkan. Video itu memang memperlihatkan penggerebekan FBI terkait kasus penimbunan ribuan masker N95 serta perlengkapan medis lainnya. Namun, penggerebekan itu terjadi di rumah seorang pria asal Brooklyn, Baruch Feldheim, bukan di sinagoge atau tempat ibadah orang Yahudi.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2020-8050) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Terjadi Bentrok TNI-Polri di Papua yang Dipicu oleh Masuknya TKA Cina Ilegal?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 17/04/2020

    Berita


    Akun Facebook Nomost mengunggah sebuah poster berlogo situs media CNN Indonesia pada 16 April 2020. Poster itu berisi informasi tentang bentrok antara TNI penjaga perbatasan dengan Polri di Papua. Menurut poster tersebut, bentrokan itu dipicu oleh masuknya tenaga kerja asing (TKA) Cina ilegal di perbatasan.
    Di bagian atas poster itu, tertulis judul "Bentrok Baku Tembak antara TNI Penjaga Perbatasan dengan Polri di Papua". Terdapat pula dua foto yang diklaim sebagai foto TKA Cina ilegal yang memicu bentrokan TNI-Polri serta sebuah gambar tangkapan layar video berlogo CNN Indonesia yang menampilkan berita berjudul "Bentrok Oknum TNI-Polri".
    Poster ini juga berisi empat paragraf yang berisi kronologi bentrokan tersebut. Bentrokan itu diklaim berawal saat prajurit TNI berpatroli di perbatasan dan memergoki adanya TKA Cina ilegal yang masuk. Prajurit TNI pun menahan 139 TKA Cina tersebut. Tak lama kemudian, polisi datang dan mereka terlibat adu mulut. Bentrokan kemudian terjadi.
    Akun Nomost juga memberikan narasi pada unggahannya itu, yakni, "Ketahuan siapa yang melindungi TKA CINA. Bravo TNI. Tembak semua hingga mati penghinat bangsa ini." Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun Nomost tersebut telah dibagikan lebih dari 300 kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Nomost.
    Artikel ini akan berisi pemeriksaan terhadap dua hal:

    Hasil Cek Fakta


    Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri gambar tangkapan layar video berlogo CNN Indonesia dalam poster di atas. Namun, ketika dimasukkan kata kunci sesuai judul video berita yang tertera, yakni "Bentrok Oknum TNI-Polri", ke kanal YouTube CNN Indonesia, hasilnya nihil. CNN Indonesia tidak pernah menyiarkan video tersebut.
    Tempo justru menemukan bahwa video itu merupakan tayangan program Kabar Pagi yang disiarkan oleh tvOne pada 12 April 2020. Hal itu terlihat dari kesamaan logo Kabar Pagi, juru bahasa isyarat, serta cuplikan video pada detik ke-55. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa gambar tangkapan layar video dalam poster di akun Nomost telah disunting dengan menambahkan logo CNN Indonesia untuk menutup logo tvOne.
    Gambar tangkapan layar video berita tvOne tentang bentrokan TNI-Polri di Papua.
    Selanjutnya, Tempo melakukan pencarian di situs media CNN Indonesia mengenai berita terkait. Hasilnya, CNN Indonesia hanya pernah memuat satu berita tentang bentrok TNI-Polri dengan judul "3 Polisi Tewas dalam Bentrokan Polri dan TNI di Mamra Papua" pada 12 April 2020. Setelah berita itu dibaca secara menyeluruh, tidak ditemukan informasi bahwa bentrokan itu dipicu oleh masuknya 139 TKA Cina ilegal di Papua.
    Dalam berita itu, CNN Indonesia memuat keterangan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab. Ia mengatakan bahwa bentrokan itu terjadi karena kesalahpahaman antara kedua belah pihak. Namun, ia tidak menjelaskan secara detail duduk perkara insiden tersebut. Saat ini, insiden itu sedang diinvestigasi oleh tim bentukan Pangdam Cenderawasih bersama Kepala Polda Papua.
    Terkait foto
    Tempo juga menelusuri dua foto yang terdapat dalam poster tersebut yang diklaim sebagai 139 TKA Cina yang diselundupkan ke Papua. Hasilnya, kedua foto itu merupakan foto peristiwa yang sudah terjadi jauh sebelumnya. Foto itu pun tidak diambil di Papua.

    Foto ini adalah foto 35 WNA asal Cina yang ditahan oleh petugas Imigrasi Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 11 Januari 2016. Mereka ditangkap saat beraktivitas di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sambelia, Lombok Timur, NTB.
    Sumber: Kompas.com

    Foto ini adalah foto TKA Cina yang tiba di Bandara Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 24 April 2018. Mereka akan bekerja di sejumlah lokasi di Sulawesi Tenggara, terutama di perusahaan-perusahaan pemilik pabrik nikel.
    Sumber: iNews.id
    Bukan TKA penyebab bentrok TNI-Polri di Papua pada 12 April 2020
    Tempo tidak menemukan pemberitaan yang menyebut bentrok TNI-Polri di Kasonaweja, Mamberamo Raya, Papua, dipicu oleh masuknya TKA Cina ilegal.
    Berdasarkan arsip berita Koran Tempo, Kepala Polda Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw mengatakan pertikaian itu berawal dari urusan sewa motor sehari sebelum kejadian. Saat itu, anggota Polres Mambero Raya menyewa motor tukang ojek yang mangkal di dekat Markas Batalion Infanteri 755/Yalet. Dalam perjanjian antara mereka, motor hanya disewa satu jam. Tapi ternyata motor itu disewa hingga tiga jam sebelum keributan.
    Saat keributan terjadi, anggota Yonif 755 berusaha melerai. Tapi keributan justru meluas dengan melibatkan TNI dan Polri. Selanjutnya, polisi tersebut melapor ke Polres Mambero. Sejumlah anggota Polres Mambero Raya pun mendatangi markas Yonif 755. Kemudian, terjadi baku tembak antara polisi dan TNI. Insiden ini mengakibatkan tiga anggota Polres Mambero tewas tertembak.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, narasi dalam poster unggahan akun Nomost, bahwa terjadi bentrok TNI-Polri di Papua yang dipicu oleh masuknya TKA Cina ilegal, keliru. CNN Indonesia tidak pernah menayangkan video, foto, ataupun berita sebagaimana yang tercantum dalam poster tersebut. Bentrok TNI-Polri di Papua itu pun, yakni pada 12 April 2020, bukan dipicu oleh masuknya TKA Cina ilegal, melainkan urusan sewa motor.
    IKA NINGTYAS
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2020-3840) [SALAH] Akun Media Sosial Erick Thohir For President 2024

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 16/04/2020

    Berita

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan, ia tak memiliki akun media sosial baik Facebook, Instagram, maupun Twitter dengan nama Erick Thohir for Indonesia ataupun Erick Thohir for President.

    Hasil Cek Fakta

    Beredar akun media sosial bernama Erick Thohir For President 2024 yang bertujuan untuk mencalonkan dirinya sebagai Presiden Republik Indonesia (RI) di masa mendatang.

    Akun grup facebook tersebut memiliki lebih dari 25 ribu anggota dan terdapat 6.778 foto sudah diunggah di grup itu.

    Setelah ditelusuri, Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir membantah memiliki akun media sosial dengan nama Erick Thohir for President.

    “Saya ingin sampaikan bahwa saya tidak pernah membuat akun sosial media baik di FB, Instagram ataupun Twitter yang bernama seperti Erick Thohir for Indonesia ataupun Erick Thohir for President,” kata Erick dalam keterangan tertulis, Sabtu, 11 April 2020. Keterangan tertulis tersebut dibenarkan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga.

    Menurut Erick, apabila ada unggahan dari akun seperti itu sama sekali bukan darinya dan bukan juga team. Bahkan, menurut Erick, unggahan akun tersebut mengganggunya.

    “Apabila ada posting dari akun seperti itu sama sekali bukan dari saya juga team, bahkan postingan tersebut mengganggu kami,” kata Erick dalam keterangannya, Sabtu (11/4/2020).

    “Saat ini yang saya ingin lakukan hanya bekerja dengan baik, mengemban tugas yang diberikan kepada saya dari Presiden Joko Widodo,” kata dia.

    Di Twitter, akun resmi Erick Thohir yang bercentang biru tanda telah diverifikasi kepemilikannya adalah akun @erickthohir. Nama yang sama juga digunakan untuk akun Instagram yang juga telah mendapat centang biru.

    Rujukan

  • (GFD-2020-3841) [SALAH] Foto “Ariel NOAH Jadi Relawan Tenaga Medis di tengah pandemi virus corona atau Covid-19”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 16/04/2020

    Berita

    BUKAN jadi relawan tenaga medis. Foto itu adalah ketika Nazril Irham atau Ariel Noah sedang berkunjung ke PT Cedefindo (Martha Tilaar Group) pada Desember 2019.

    Beredar foto vokalis dari grup musik Noah, Nazril Irham atau lebih populer dikenal dengan nama Ariel Noah yang disertai narasi bahwa selebriti papan atas Indonesia itu memilih menjadi relawan petugas medis di sebuah rumah sakit di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

    Salah satunya dimuat di situs komentar[dot]id dalam artikel berjudul: “Perawat Pasien Corona Histeris Ariel NOAH Jadi Relawan Tenaga Medis”. Artikel ini dimuat pada Rabu, 15 April 2020.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa foto Ariel NOAH yang dimuat di sumber klaim adalah foto ketika Ariel menjadi relawan tenaga medis di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 adalah klaim yang salah.

    Foto itu adalah ketika Nazril Irham atau Ariel Noah sedang berkunjung ke PT Cedefindo (Martha Tilaar Group) pada Desember 2019.

    Penelusuran menggunakan Google Images menemukan bahwa foto yang diunggah oleh sumber klaim sama dengan foto dan video yang diunggah ke kanal Youtube dan Instagram pada Desember 2019.

    Salah satunya, adalah akun instagram snurjanah131187, yang mengunggah foto dirinya dengan Ariel pada tanggal 17 Desember 2017 dengan narasi:

    “With @arielnoah hari ini visit ke pabrik.. Udah ngefans dr jaman sekolah kann.. Akhirnya bs foto tks babang ariel #instagram #instalike #ariel #arielnoah #arielnoahfans”

    Kumpulan foto dan video saat Ariel NOAH berkunjung ke pabrik tersebut juga diunggah oleh kanal Youtube PUCUK ILMU pada tanggal 17 Desember 2019 dengan judul “ARIEL NOAH BERKUNJUNG KE PABRIK PT CEDEFINDO MARTHA TILAAR GROUP”

    PT CeDeF Indo adalah perusahaan yang didirikan sebagai distributor kosmetik Perancis, seperti, Lancome, Drakkar, dll pada tahun 1981. PT CeDeF Indo adalah awal dari PT Cedefindo sebelum berganti nama pada tahun 1989. Pada tahun 1999, PT Cedefindo secara resmi menjadi bagian dari Martha Tilaar Group.

    Rujukan