(GFD-2020-8266) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Tentara Merah Cina Berkamuflase Jadi Banser NU untuk Adu Domba Muslim?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 08/09/2020
Berita
Sebuah foto Kartu Tanda Anggota (KTA) Barisan Serba Guna Nahdlatul Ulama atau Banser NU dengan nama Lie Tjin Kiong beredar di media sosial. Pria pemilik KTA tersebut diklaim sebagai Tentara Merah Cina yang berkamuflase menjadi Banser dan GP Ansor, organisasi pemuda NU, untuk mengadu domba umat Islam.
"Tentara Merah RRC.. Berkamuflase jadi Banser dan Ansor.. Sasaranya mengadu domba unat Islam.. Waspada... Ini berita fix dan bisa di pertanggung jawabkan.." demikian narasi yang menyertai foto KTA tersebut.
Dalam KTA Banser NU Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Tandes, Surabaya, tersebut, Lie Tjin Kiong tercatat sebagai anggota resmi Banser NU sejak 24 April 2016. Tertera juga masa berlaku kartu itu, yakni hingga 20 Februari 2020. KTA tersebut ditandatangani oleh Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur Rudi Triwahid dan Kepala Satuan Koordinasi Wilayah Banser Jawa Timur Umar Usman.
Di Facebook, foto KTA Banser tersebut dibagikan salah satunya oleh akun Anto Lay pada 2 september 2020. Akun ini pun menulis, "Yang perlu tuk di waspadai." Hingga artikel ini dimuat, foto tersebut telah dibagikan lebih dari 135 kali.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Anto Lay.
Apa benar Tentara Merah Cina berkamuflase menjadi Banser dan GP Ansor NU untuk mengadu domba umat Islam?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran Tempo, KTA Banser NU milik Lie Tjin Kiong tersebut telah beredar di internet sejak 2017. Dilansir dari berita di situs media Jawa Timur, Beritajatim.com, pada 3 Mei 2017, Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jatim Rudi Triwahid membenarkan bahwa Lie Tjin Kiong merupakan anggota Banser dan seorang mualaf.
Menurut Rudi, Lie Tjin Kiong mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser pada 2001. "Siapapun boleh menjadi anggota Banser," kata Rudi.
Kepala Satkorwil Banser Jatim pada 2017, Abid Umar, juga menegaskan bahwa Lie Tjin Kiong merupakan salah satu pengurus Masjid Cheng Ho Surabaya yang telah mengikuti Diklatsar Banser. "KTA memang benar diteken oleh Kasatkorwil Banser Jatim yang lama, Umar Usman. Banser juga punya yang londo. Tapi mereka beragama Islam," ujar Abid.
Dilansir dari situs resmi NU, NU.or.id, Lie Tjin Kiong akrab disapa Ayong. Setelah memeluk Islam, Ayong berganti nama menjadi Ahmad Subkhi. Namun, pada 15 Agustus 2020 lalu, Ayong tutup usia. Kabar ini dibenarkan oleh Ketua Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Tandes, Sutrabaya, Luthfi Ansori.
"Iya, benar. Lie Tjin Kiong atau Ahmad Subkhi alias Ayong telah meninggal dunia Sabtu pagi ini di RS Muji Rahayu. Jenazah dimakamkan di TPU Babat Jerawat, Tandes," ujar Luthfi.
Ayong merupakan Kepala Satuan Koordinasi Banser Kelurahan Balongsari. Sehari-hari, ia menjalankan usaha cuci cetak foto. Usaha tersebut berlokasi di sebuah toko yang terdapat di area rumah yang merupakan warisan orang tuanya. "Beliau orang yang luar biasa, selain ibadahnya tekun,” kata Luthfi.
Menurut Luthfi, pengabdian Ayong terhadap Ansor dan Banser yang sangat luar biasa dibuktikan dengan tidak pernah menolak tugas. Jika terdapat anggota Ansor atau Banser yang ingin mencuci cetak foto di tokonya, Ayong pun kerap menggratiskannya. “Ia tidak pernah mau menerima bayaran dari sahabatnya," tutur Lutfi.
Ayong meninggal dunia di usianya yang ke-41 dan meninggalkan istri serta tiga putra-putrinya. Anak pertama baru saja melangsungkan pernikahan, sementara anak terakhir masih berusia 7 tahun.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa Tentara Merah Cina berkamuflase menjadi Banser dan GP Ansor NU untuk mengadu domba umat Islam, keliru. Pemilik KTA Banser NU tersebut, Lie Tjin Kiong, merupakan seorang mualaf. Lie Tjin Kiong atau Ahmad Subkhi, yang akrab disapa Ayong, adalah salah satu pengurus Masjid Cheng Ho Surabaya dan Kepala Satuan Koordinasi Banser Kelurahan Balongsari, Surabaya.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/nahdlatul-ulama
- https://archive.fo/63siF
- https://www.tempo.co/tag/cina
- http://m.beritajatim.com/politik_pemerintahan/296899/lie_tjin_kiong_anggota_banser_di_surabaya_hebohkan_medsos.html
- https://www.nu.or.id/post/read/122374/innalillahi--banser-tionghoa--ayong--tutup-usia
- https://www.tempo.co/tag/gp-ansor
- https://www.tempo.co/tag/banser-nu
(GFD-2020-8267) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Demo Covid-19 di Polandia yang Tuntut Pandemi Diakhiri?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 08/09/2020
Berita
Video pendek yang diklaim sebagai video demonstrasi di Polandia untuk menuntut agar pandemi Covid-19 diakhiri beredar di Facebook. Menurut klaim yang menyertai video tersebut, warga Polandia menuntut pandemi diakhiri karena sudah menyadari bahwa Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus Corona jenis baru, adalah penipuan.
Dalam video berdurasi 16 detik itu, terlihat ribuan orang yang menyemut di jalanan sebuah kota sembari membentangkan bendera berwarna putih-merah-putih dalam berbagai ukuran.
Di Facebook, video itu dibagikan salah satunya oleh akun Mohd Shukri Mohamed, yakni pada 4 September 2020. Akun ini pun menulis, “Ini di Polandia (Poland). Tuntutan agar diakhiri pandemi palsu. Orang Eropa sudah menyadari penipuan Covid-19.”
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Mohd Shukri Mohamed.
Apa benar video itu adalah video demo Covid-19 di Polandia yang menuntut agar pandemi diakhiri?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, video tersebut bukanlah video demo Covid-19 di Polandia yang menuntut agar pandemi diakhiri. Pertama, unjuk rasa tersebut berlokasi di Belarusia. Kedua, demo itu digelar untuk menuntut mundur Presiden Belarusia Alexander Lukashenko karena dianggap mencurangi pemilu.
Untuk memverifikasi klaim dalam unggahan akun Mohd Shukri Mohamed, Tempo mula-mula memfragmentasi video itu menjadi sejumlah gambar dengantoolInVID. Kemudian, gambar-gambar tersebut ditelusuri denganreverse image toolGoogle. Hasilnya, ditemukan bahwa video itu pernah diunggah oleh akun Facebook terverifikasi, Adeyanju Deji, pada 24 Agustus 2020.
Adeyanju Deji merupakan seorang aktivis di Nigeria. Ia memberikan keterangan terhadap video itu bahwa rakyat Belarusia turun ke jalan untuk memprotes presidennya yang mencurangi hasil pemilu. "The president rigged the elections in Belarus but the people are now on the streets resisting it. Nigerians are still waiting for who will mobilize & transport them then give them THANK YOU FOR COMING package," katanya.
Tempo pun mendapatkan petunjuk lain dari situs media berbahasa Bosnia, Balkan Time, yang melaporkan bahwa unjuk rasa tersebut terjadi di Belarusia untuk mendesak pemilihan umum ulang. Balkan Time memuat video itu dengan menyebutkan sumbernya, yakni akun Twitter terverifikasi @ronzheimer pada 23 Agustus 2020.
Akun itu adalah akun milik Paul Ronzheimer, jurnalis media Jerman, BILD-Zeitung. Dalam unggahannya, Paul menulis pernyataan seorang polisi yang menyerukan bahwa demonstrasi tersebut tidak sah. Tapi para demonstran tidak peduli. "Police: 'Dear citizens, this is an unauthorized mass meeting...' But people dont care, even the street which leads to the square is PACKED."
Dengan memasukkan kata kunci “Belarus protest” di YouTube, Tempo menemukan video-video liputan unjuk rasa di Belarusia pada 23 Agustus 2020 tersebut yang salah satunya dimuat oleh kanal milik media Deutsche-Welle.
Deutsche-Welle melaporkan bahwa puluhan ribu pengunjuk rasa di Belarusia turun ke jalan-jalan di pusat ibukota, Minsk, dalam dua pekan berturut-turut. Mereka menuntut Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengundurkan diri karena dianggap mencurangi pemilu. Lukashenko telah memerintah Belarusia selama 26 tahun dan menuduh NATO berusaha memecah belah Belarusia. Dia mengerahkan tentara untuk mengepung Minsk.
Covid-19 itu nyata
Klaim bahwa Covid-19 palsu adalah klaim yang tidak berdasarkan bukti. Data WorldoMeter menunjukkan bahwa virus Corona Covid-19 telah menginfeksi 27.500.917 orang di seluruh dunia hingga 8 September 2020. Dari jumlah yang terinfeksi, sebanyak 896.988 orang meninggal.
Di Eropa, Covid-19 telah menginfeksi 2.373.856 orang per 7 September 2020 dengan angka kematian sebanyak 182.839 orang. Menurut data CDC Eropa, negara-negara di Eropa dengan kasus Covid-19 tertinggi adalah Spanyol (498.989 kasus), Inggris (347.152 kasus), Prancis (324.777 kasus), Italia (277.634 kasus), dan Jerman (250.799).
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas adalah video demo Covid-19 di Polandia yang menuntut agar pandemi diakhiri, keliru. Video tersebut adalah video unjuk rasa di Belarusia untuk menuntut Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengundurkan diri karena dianggap mencurangi pemilu. Covid-19 sendiri bukan penyakit palsu atau bentuk penipuan. Di seluruh dunia, sebanyak 896.988 orang meninggal karena infeksi virus Corona jenis baru tersebut.
IKA NINGTYAS
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/covid-19
- https://archive.ph/FZssO
- https://www.tempo.co/tag/polandia
- https://www.facebook.com/AdeyanjuDeji1979/posts/1513373882180552
- https://twitter.com/ronzheimer/status/1297513701680058369
- https://www.youtube.com/watch?v=jsnKdsQPCuI
- https://www.worldometers.info/coronavirus/
- https://www.tempo.co/tag/corona
- https://www.ecdc.europa.eu/en/cases-2019-ncov-eueea
- https://www.tempo.co/tag/virus-corona
(GFD-2020-4951) [SALAH] Alat Thermo Gun dapat Merusak Kelenjar Pineal
Sumber: facebook.comTanggal publish: 08/09/2020
Berita
“Dari perawat Australia …
Pengukuran suhu inframerah pada kelenjar pineal !!
Saya sangat khawatir. Saya sudah mulai menerapkan protokol baru yang berlaku. Salah satu tugas baru saya adalah mengukur dan mencatat suhu setiap orang. Saya membidik bagian tengah dahi mereka dengan pistol berbentuk termometer saya, saya menarik pelatuknya, menunggu bunyi bip dan mencatat suhu. Saya selalu meminta maaf kepada orang tersebut sebelum melanjutkan! Setelah melakukan ini selusin kali atau lebih, saya tiba-tiba menyadari:
Apakah kita tidak peka untuk menjadi sasaran di kepala dan juga menyebabkan masalah kesehatan potensial dengan mengarahkan sinar infra merah ke kelenjar pineal? Jadi saya mulai mengukur suhu di pergelangan tangan, yang ternyata lebih akurat mengingat dahi lebih dingin daripada pergelangan tangan dan hasilnya berbeda lebih dari satu derajat dalam beberapa kasus.
Saya pergi ke pusat perbelanjaan dan orang-orang berbaris untuk diperiksa suhu tubuhnya oleh seorang karyawan yang jelas-jelas bukan tenaga medis dan tidak dididik dengan baik tentang cara melakukan prosedur ini dengan benar. Banyak yang terkejut ketika tiba giliran saya dan saya mengambil pistol yang diarahkan ke dahi saya dan mengarahkannya kembali ke pergelangan tangan saya. Saya berbicara dengan lembut tetapi tegas dan memberi tahu karyawan itu bahwa termometer inframerah tidak boleh diarahkan ke dahi seseorang, terutama bayi dan anak kecil. Selain itu, diperlukan pengetahuan dasar tentang cara membaca suhu seseorang dengan benar, yaitu menempatkan termometer di pergelangan tangan atau lipatan siku jauh lebih akurat dan jauh lebih tidak berbahaya.
Sangat mengganggu bagi saya untuk mengamati anak-anak yang terbiasa melihat benda berbentuk pistol yang diarahkan ke dahi mereka dan tanpa reaksi negatif dari orang dewasa seolah-olah hal tersebut normal dan dapat diterima. […] (narasi dilanjutkan setelah bagian Referensi)
Pengukuran suhu inframerah pada kelenjar pineal !!
Saya sangat khawatir. Saya sudah mulai menerapkan protokol baru yang berlaku. Salah satu tugas baru saya adalah mengukur dan mencatat suhu setiap orang. Saya membidik bagian tengah dahi mereka dengan pistol berbentuk termometer saya, saya menarik pelatuknya, menunggu bunyi bip dan mencatat suhu. Saya selalu meminta maaf kepada orang tersebut sebelum melanjutkan! Setelah melakukan ini selusin kali atau lebih, saya tiba-tiba menyadari:
Apakah kita tidak peka untuk menjadi sasaran di kepala dan juga menyebabkan masalah kesehatan potensial dengan mengarahkan sinar infra merah ke kelenjar pineal? Jadi saya mulai mengukur suhu di pergelangan tangan, yang ternyata lebih akurat mengingat dahi lebih dingin daripada pergelangan tangan dan hasilnya berbeda lebih dari satu derajat dalam beberapa kasus.
Saya pergi ke pusat perbelanjaan dan orang-orang berbaris untuk diperiksa suhu tubuhnya oleh seorang karyawan yang jelas-jelas bukan tenaga medis dan tidak dididik dengan baik tentang cara melakukan prosedur ini dengan benar. Banyak yang terkejut ketika tiba giliran saya dan saya mengambil pistol yang diarahkan ke dahi saya dan mengarahkannya kembali ke pergelangan tangan saya. Saya berbicara dengan lembut tetapi tegas dan memberi tahu karyawan itu bahwa termometer inframerah tidak boleh diarahkan ke dahi seseorang, terutama bayi dan anak kecil. Selain itu, diperlukan pengetahuan dasar tentang cara membaca suhu seseorang dengan benar, yaitu menempatkan termometer di pergelangan tangan atau lipatan siku jauh lebih akurat dan jauh lebih tidak berbahaya.
Sangat mengganggu bagi saya untuk mengamati anak-anak yang terbiasa melihat benda berbentuk pistol yang diarahkan ke dahi mereka dan tanpa reaksi negatif dari orang dewasa seolah-olah hal tersebut normal dan dapat diterima. […] (narasi dilanjutkan setelah bagian Referensi)
Hasil Cek Fakta
Beredar postingan dari akun Facebook Jan Roskott dengan narasi berbahasa Inggris yang berisikan klaim bahwa alat thermo gun dapat merusak kelenjar pineal. Postingan ini telah disebarkan kembali sebanyak 2 ribu kali dan disukai oleh 503 akun.
Klaim ini ternyata sudah pernah beredar dan viral pada bulan Juli lalu. Menurut artikel periksa fakta afp.com, Gabrielle Girardeau sebagai peneliti neurosains di institusi France’s Inserm menjelaskan bahkan jika sinar infra merah diarahkan pada kelenjar pineal tidak memungkinkan karena posisinya yang terlalu dalam di dalam otak sehingga sinar tersebut tidak dapat mencapainya. Kelenjar pineal sendiri menghasilkan hormon melatonin yang berfungsi untuk mengatur antara fase tidur dan fase terjaga.
Sinar laser yang dikeluarkan oleh thermo gun sendiri bukanlah yang berfungsi untuk mengukur temperatur melainkan hanya sebagai alat bantu untuk membidik bagian yang akan diukur suhunya. Sinar laser ini berwarna merah yang menggunakan daya lebih rendah daripada 1 mW dan energinya sangat kecil sehingga tidak akan mampu untuk merusak jaringan retina apalagi sehingga menembus jaringan otak. Cara thermo gun mengukur suhu suatu benda adalah dengan cara mengukur energi dan emisivitas infra merah yang diradiasikan oleh benda yang akan diukur suhunya.
Melihat dari penjelasan tersebut, klaim alat thermo gun dapat merusak kelenjar Pineal adalah tidak benar dan termasuk dalam Konten yang menyesatkan/Misleading Content.
Klaim ini ternyata sudah pernah beredar dan viral pada bulan Juli lalu. Menurut artikel periksa fakta afp.com, Gabrielle Girardeau sebagai peneliti neurosains di institusi France’s Inserm menjelaskan bahkan jika sinar infra merah diarahkan pada kelenjar pineal tidak memungkinkan karena posisinya yang terlalu dalam di dalam otak sehingga sinar tersebut tidak dapat mencapainya. Kelenjar pineal sendiri menghasilkan hormon melatonin yang berfungsi untuk mengatur antara fase tidur dan fase terjaga.
Sinar laser yang dikeluarkan oleh thermo gun sendiri bukanlah yang berfungsi untuk mengukur temperatur melainkan hanya sebagai alat bantu untuk membidik bagian yang akan diukur suhunya. Sinar laser ini berwarna merah yang menggunakan daya lebih rendah daripada 1 mW dan energinya sangat kecil sehingga tidak akan mampu untuk merusak jaringan retina apalagi sehingga menembus jaringan otak. Cara thermo gun mengukur suhu suatu benda adalah dengan cara mengukur energi dan emisivitas infra merah yang diradiasikan oleh benda yang akan diukur suhunya.
Melihat dari penjelasan tersebut, klaim alat thermo gun dapat merusak kelenjar Pineal adalah tidak benar dan termasuk dalam Konten yang menyesatkan/Misleading Content.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).
Sinar laser berwarna merah yang dihasilkan oleh thermo gun hanya berfungsi sebagai alat bantu membidik bagian yang akan diukur suhunya dan energinya digunakan sangat kecil sehingga tidak akan bisa menembus jaringan otak sehingga mengenai kelenjar Pineal.
Sinar laser berwarna merah yang dihasilkan oleh thermo gun hanya berfungsi sebagai alat bantu membidik bagian yang akan diukur suhunya dan energinya digunakan sangat kecil sehingga tidak akan bisa menembus jaringan otak sehingga mengenai kelenjar Pineal.
Rujukan
- https://kominfo.go.id/content/detail/28972/hoaks-thermo-gun-merusak-kelenjar-pineal/0/laporan_isu_hoaks
- https://factcheck.afp.com/taking-your-temperature-infrared-thermometer-does-not-damage-pineal-gland
- https://www.kompas.com/tren/read/2020/08/28/164850965/hoaks-tembak-dahi-dengan-thermo-gun-rusak-kelenjar-pineal-di-otak
- https://turnbackhoax.id/2020/07/20/salah-laser-dari-termometer-gun-akan-merusak-struktur-otak/
(GFD-2020-4952) [SALAH] “SEKOLAH DASAR NEGERI CEBONGAN 01 JL. KOLAM KODOK NO.32”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 08/09/2020
Berita
“Bejo ID atau Bejo I Dungu.. baru lulus pendidikan jd cebonger.. tolong dibantu ya..utk medptkan nasi bungkus.. krn tanoa nasi bungkus… dungunya masih amatir an…”
“TEMPAT PENDIDIKAN PENJILAT SONTOLOYO khusus cebong
SEKOLAH DASAR NEGERI CEBONGAN 01
jl. kolam kodok no.32
SETELAH LULUS
DIPEKERJAKAN SEBAGAI PENEBAR HOAK DAN FITNAH”
“TEMPAT PENDIDIKAN PENJILAT SONTOLOYO khusus cebong
SEKOLAH DASAR NEGERI CEBONGAN 01
jl. kolam kodok no.32
SETELAH LULUS
DIPEKERJAKAN SEBAGAI PENEBAR HOAK DAN FITNAH”
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook bernama Sofhy Sofhy mengunggah status pada tanggal 06/9/2020 di grup facebook ‘Indonesia 24 Jam’ berupa foto papan nama sekolah bertuliskan ‘SEKOLAH DASAR NEGERI CEBONGAN 01 JL. KOLAM KODOK NO.32’.
Setelah ditelusuri melalui laman sekolah.data.kemdikbud.go.id, diketahui papan nama yang asli bertuliskan “SEKOLAH DASAR NEGERI CEBONGAN 01 KECAMATAN ARGOMULYO KODYA SALATIGA ALAMAT DS CEBONGAN KEC ARGOMULYO 50731”. Pada bagian alamat telah di sunting atau diedit menjadi “jl. kolam kodok no.32”. Jalan ‘kolam kodok’ tidak ditemukan di daerah sekitar sekolah maupun dari hasil penelusuran melalui google maps.
Cebongan sendiri merupakan salah satu nama daerah di kota Salatiga, Jawa Tengah. Sekolah ini terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud melalui situs dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id sebagai Sekolah Dasar (SD) milik Pemerintah Daerah. Narasi yang menyebut ‘tempat pendidikan penjilat sontoloyo’ juga tidak berhubungan dengan gambar yang ditampilkan. Dari penelusuran di atas, status tersebut masuk kategori Konten yang Dimanipulasi.
Setelah ditelusuri melalui laman sekolah.data.kemdikbud.go.id, diketahui papan nama yang asli bertuliskan “SEKOLAH DASAR NEGERI CEBONGAN 01 KECAMATAN ARGOMULYO KODYA SALATIGA ALAMAT DS CEBONGAN KEC ARGOMULYO 50731”. Pada bagian alamat telah di sunting atau diedit menjadi “jl. kolam kodok no.32”. Jalan ‘kolam kodok’ tidak ditemukan di daerah sekitar sekolah maupun dari hasil penelusuran melalui google maps.
Cebongan sendiri merupakan salah satu nama daerah di kota Salatiga, Jawa Tengah. Sekolah ini terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud melalui situs dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id sebagai Sekolah Dasar (SD) milik Pemerintah Daerah. Narasi yang menyebut ‘tempat pendidikan penjilat sontoloyo’ juga tidak berhubungan dengan gambar yang ditampilkan. Dari penelusuran di atas, status tersebut masuk kategori Konten yang Dimanipulasi.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Rizqi Abdul Azis (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia).
Gambar suntingan atau editan. Foto papan nama yang asli bertuliskan “SEKOLAH DASAR NEGERI CEBONGAN 01 KECAMATAN ARGOMULYO KODYA SALATIGA ALAMAT DS CEBONGAN KEC ARGOMULYO 50731”.
Gambar suntingan atau editan. Foto papan nama yang asli bertuliskan “SEKOLAH DASAR NEGERI CEBONGAN 01 KECAMATAN ARGOMULYO KODYA SALATIGA ALAMAT DS CEBONGAN KEC ARGOMULYO 50731”.
Rujukan
Halaman: 7310/8081



