(GFD-2020-8174) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Pria di Video Ini Orang Suruhan yang Bakar Bendera PDIP?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 08/07/2020
Berita
Sebuah video yang diklaim memperlihatkan peristiwa penangkapan orang suruhan yang membakar bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP beredar di YouTube. Video ini menyebar beberapa hari setelah insiden pembakaran bendera PDIP saat demonstrasi menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di depan gedung DPR, Jakarta, pada 24 Juni 2020 lalu.
Video berdurasi 12 menit 24 detik tersebut diawali dengan cuplikan wawancara Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Krisyanto. Lalu, video itu memperlihatkan cuplikan penangkapan dan interogasi terhadap seorang pria berbaju hitam. Salah satu pria yang berada di depannya mengatakan, "Kau mau dibawa ke kantor polisi ini."
Di YouTube, video tersebut diunggah salah satunya oleh kanal Official News Update, yakni pada 30 Juni 2020. Video itu diberi judul "Berita Terkini~Beredar.!! Orang Suruhan yang Bakkar Bendera PDIP Ditannggkap |Viral Hari Ini News". Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah ditonton lebih dari 475 ribu kali dan disukai lebih dari 6.700 kali.
Gambar tangkapan layar unggahan kanal YouTube Official News Update.
Apa benar pria dalam video di atas merupakan orang suruhan yang membakar bendera PDIP?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim itu, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menjadi beberapa gambar dengantoolInVID. Selanjutnya, gambar-gambar itu ditelusuri jejak digitalnya denganreverse image toolGoogle. Hasilnya, ditemukan bahwa video di atas merupakan gabungan dari tujuh video yang berbeda yang tidak terkait dengan pembakaran bendera PDIP.
Video pertama, yang memperlihatkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, bersumber dari video yang diunggah kanal YouTube Kumparan pada 5 Januari 2018. Video yang logo Kumparan di sisi kanan atasnya telah diburamkan ini berjudul “Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Menangis Azwar Anas Mundur”. Ketika itu, Anas mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur. Namun, Anas mundur setelah foto mesum yang memperlihatkan seorang pria mirip dirinya beredar.
Video kedua, yang memperlihatkan penangkapan dan interogasi terhadap seorang pria berbaju hitam, telah beredar sejak 2018, sebelum terjadinya insiden pembakaran bendera PDIP saat demonstrasi menolak RUU HIP di depan gedung DPR pada 24 Juni 2020 lalu. Video itu merupakan video penangkapan seorang pria yang diduga sebagai pelaku perusakan atribut Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau. Video ini pernah diunggah oleh kanal YouTube Riau Andalas pada 15 Desember 2018 dengan judul “Pelaku perusakan Baliho Partai Demokrat di kota Pekanbaru tertangkap”.
Video ketiga, yang memperlihatkan wawancara politikus PDIP Ribka Tjiptaning, juga merupakan video lama. Video ini bersumber dari kanal YouTube Indonesia Morning Show NET, sebuah program di stasiun televisi NET, yang diunggah pada 3 Oktober 2016.
Video keempat, yang memperlihatkan sebuah rapat di ruangan dengan bendera berlogo Partai Komunis Indonesia (PKI), merupakan salah satu adegan film tentang Gerakan 30 September 1965. Video ini pernah diunggah oleh kanal YouTube Review Media pada 30 September 2017 dengan judul "Dialog Paling Populer Aidit di Film G30S/PKI".
Video kelima merupakan cuplikan dari video yang diunggah oleh kanal YouTube KompasTV pada 20 Oktober 2019 berjudul “Ini Bunyi Sumpah Pelantikan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin”. Video ini dimanipulasi dengan cara diperbesar sehingga logo dan judul tidak terlihat.
Video keenam merupakan cuplikan dari video debat antara politikus PDIP Aria Bima dengan Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Ahmad Maarif yang diunggah oleh kanal YouTube tvOneNews pada 25 Juni 2020 dengan judul “Debat Panas! Fraksi PDIP vs Ketua PA 212, Soal Kontroversi Konsep Trisila & Ekasila”.
Adapun video ketujuh merupakan video pidato Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di hadapan kader PDIP yang diunggah oleh kanal YouTube KompasTV pada 10 Januari 2017 dengan judul "Megawati Jelaskan Arti Ketuhanan di HUT ke-44 PDI-P".
Tempo juga menemukan bahwa narasi yang dibacakan oleh pengisi suara dalam video unggahan kanal YouTube Official News Update tersebut berasal dari beberapa artikel. Salah satunya adalah artikel cek fakta Vivanews.com yang dimuat pada 30 Juni 2020 dengan judul “Video Orang Suruhan yang Bakar Bendera PDIP Ditangkap, Faktanya”.
Artikel itu berisi pemeriksaan fakta terhadap video yang diklaim sebagai video orang suruhan yang membakar bendera PDIP. Video itu sama dengan video yang memperlihatkan cuplikan penangkapan dan interogasi terhadap seorang pria berbaju hitam yang diunggah oleh kanal YouTube Official News Update. Namun, video tersebut hanya mengambil bagian penjabaran tentang klaim yang menyertai video itu. Bagian hasil cek fakta terhadap video itu tidak dibacakan.
Padahal, menurut artikel cek fakta Vivanews.com, yang mengutip situs Cekfakta.com, klaim yang menyertai video tersebut keliru. Sama seperti temuan Tempo lewat penelusuran jejak digital di atas, artikel itu menyebut bahwa video tersebut memperlihatkan kejadian pada 2018.
Dilansir dari Detik.com, terduga pelaku perusak baliho penyambutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga antribut Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau, telah ditangkap polisi. Pemuda yang bernama Heryd Swanto, 22 tahun, ini ditangkap di Jalan Sudirman pada 15 Desember 2018 sekitar pukul 01.45 WIB.
Dari lokasi penangkapan, polisi menyita sejumlah barang bukti, yakni tiang bambu dan kayu, potongan sobekan baliho, dan pisaucutter. Menurut seorang saksi, Donal Zakirman, Heryd terlihat memanjat baliho penyambutan SBY dan merobeknya dengan pisau cutter. Ketika itu, Donal sedang melaju menggunakan motor di depan SPBU Sudirman yang mengarah ke bandara.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa pria dalam video unggahan kanal YouTube Official News Update merupakan orang suruhan yang membakar bendera PDIP keliru. Pria yang ditangkap dan diinterogasi dalam salah satu bagian video tersebut merupakan terduga pelaku perusakan atribut Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau, pada Desember 2018.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- http://archive.ph/OKvSU
- https://www.youtube.com/watch?v=3A1KnoYdQok
- https://www.youtube.com/watch?v=YC1txjQJboA
- https://www.youtube.com/watch?v=IyFg4jqwU_k
- https://www.youtube.com/watch?v=4rvMDOzRCok
- https://www.youtube.com/watch?v=h6muyzMK4n8
- https://www.youtube.com/watch?v=AyYh9XJJtSg
- https://bit.ly/2CcPdzs
- https://bit.ly/2CfZ9bg
- https://bit.ly/2VXnMjT
(GFD-2020-4275) [SALAH] Foto “Gubernur DKI Jakarta Menghilang Sejak Kisruh PPDB Jakarta”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 07/07/2020
Berita
Akun Facebook bernama Diandra Diandra mengunggah foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dilengkapi dengan narasi bahwa gubernur tersebut menghilang sejak terjadi kekisruhan PPDB Jakarta dalam grup “Laskar Ahok” pada 2 Juli 2020. Unggahan tersebut mendapatkan respon sebanyak 176 emotikon, 76 komentar, dan telah dibagikan sebanyak 5 kali.
Berikut kutipan narasinya:
“BERITA ORANG HILANG
TELAH HILANG GUBERNUR DKI YANG BIASANYA KONPERS MULU, KINI MENDADAK ENTAH DIMANA SEJAK KISRUH PPDB DKI. DICARI OLEH RIBUAN ORANG TUA SISWA KARENA TIDAK PERNAH MUNCUL”
Berikut kutipan narasinya:
“BERITA ORANG HILANG
TELAH HILANG GUBERNUR DKI YANG BIASANYA KONPERS MULU, KINI MENDADAK ENTAH DIMANA SEJAK KISRUH PPDB DKI. DICARI OLEH RIBUAN ORANG TUA SISWA KARENA TIDAK PERNAH MUNCUL”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, foto dengan narasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghilang sejak kisruh PPDB Jakarta adalah salah. Pada 1 Juli 2020 Gubernur Anies Baswedan masih tampil di hadapan publik dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta untuk menyampaikan perpanjangan PSBB transisi di Jakarta. Selain itu, Gubernur Anies Baswedan juga hadir di talk show bersama host Dwi Anggia pada 4 Juli 2020 dalam acara bernama ZOOM-IN tvOne.
Sebagai tambahan, foto yang digunakan dalam narasi tersebut merupakan foto yang diambil oleh Faizal Fanani saat Anies Baswedan menerima undangan untuk bertemu Surya Paloh di kantor DPP Partai NasDem pada 24 Juli 2019.
Terkait permasalahan PPDB Jakarta, Gubernur Anies Baswedan belum memaparkan langkah-langkah strategis untuk menyelesaikan masalah akibat kebijakan menyertakan aturan usia dalam jalur zonasi. Kebijakan tersebut membuat puluhan wali murid menggelar demonstrasi pada 3 Juli 2020 di Taman Aspirasi Monas namun dilarang untuk menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Sebagai tambahan, foto yang digunakan dalam narasi tersebut merupakan foto yang diambil oleh Faizal Fanani saat Anies Baswedan menerima undangan untuk bertemu Surya Paloh di kantor DPP Partai NasDem pada 24 Juli 2019.
Terkait permasalahan PPDB Jakarta, Gubernur Anies Baswedan belum memaparkan langkah-langkah strategis untuk menyelesaikan masalah akibat kebijakan menyertakan aturan usia dalam jalur zonasi. Kebijakan tersebut membuat puluhan wali murid menggelar demonstrasi pada 3 Juli 2020 di Taman Aspirasi Monas namun dilarang untuk menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Kesimpulan
Berdasarkan pemaparan di atas, foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghilang adalah satir. Sebab pada faktanya, beliau masih tampil di hadapan publik. Narasi tersebut merupakan bentuk sindiran pada gubernur Anies Baswedan terkait kebijakan PPDB di DKI Jakarta.
Rujukan
- https://www.youtube.com/watch?v=j5AehuDlaRw
- https://www.liputan6.com/news/read/4026627/saling-sindir-anies-nasdem-gara-gara-sampah
- https://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-01584730/dilarang-temui-anies-baswedan-wali-murid-pemrotes-ppdb-jakarta-mengadu-pada-presiden-jokowi
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/ZkeBRM5K-anies-baswedan-menghilang-ini-faktanya
- https://youtu.be/bXt3scnk1sw
(GFD-2020-4276) [SALAH] Foto Presiden Jokowi dengan Narasi Mengakui Bahwa Marahnya Menggunakan Teks
Sumber: facebook.comTanggal publish: 07/07/2020
Berita
“Saya itu kalo lg MARAH.. SERING LUPA apa yg di OMONGIN, MAKA NYA SAYA pake Tek,” tulisan yang disematkan pada foto Presiden Jokowi yang diunggah akun Facebook Wiro Sableng (Wiro Jak Mania) atau @angga.pratama.52831666, Rabu (1/7).
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Facebook Wiro Sableng (Wiro Jak Mania) atau @angga.pratama.52831666 mengunggah foto Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan penambahkan tulisan dalam foto yang berbunyi ““Saya itu kalo lg MARAH.. SERING LUPA apa yg di OMONGIN, MAKA NYA SAYA pake Tek,” pada Rabu (1/7).
Selain itu, akun Facebook Wiro Sableng juga menambahkan narasi “Kapan Mundur dia sih
Udah merasa bosen saya?,” tulisnya, Rabu (1/7).
Setelah menelusuri melalui mesin pencari, unggahan akun Facebook Wiro Sableng diketahui salah atau keliru.
Foto asli Presiden Jokowi yang mengenakan setelan jas dengan dasi merah dan berdiri di podium adalah karya dari Jurnalis Antara yakni Wahyu Putro A. Foto tersebut dijadikan sampul oleh viva.co.id untuk artikel berjudul “Pasal MD3 Bikin DPR ‘Perkasa’, Ini Respons Jokowi” yang ditayangkan pada Selasa, 13 Februari 2018 lalu.
Kemudian, Ketika diketikan narasi serupa yang terdapat dalam foto tersebut yang diklaim akun Facebook Wiro Sableng, tidak ditemukan pemberitaannya pada media daring.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin juga telah membantah penilaian Pengamat Politik, Rocky Gerung yang mengatakan Presiden Jokowi marah dengan menggunakan teks. Ia mengatakan bahwa Presiden Jokowi marah tidak menggunakan teks.
“Dari mana bisa dia tahu, mana ada orang marah-marah pakai teks?. Apakah kalau beliau (Jokowi) melihat beberapa poin materi di itu kemudian marah-marah harus pakai teks, sehingga harus dinilai pake gimik itu kan tergantung,” ujar Ngabalin, Rabu (1/7).
Selain itu, akun Facebook Wiro Sableng juga menambahkan narasi “Kapan Mundur dia sih
Udah merasa bosen saya?,” tulisnya, Rabu (1/7).
Setelah menelusuri melalui mesin pencari, unggahan akun Facebook Wiro Sableng diketahui salah atau keliru.
Foto asli Presiden Jokowi yang mengenakan setelan jas dengan dasi merah dan berdiri di podium adalah karya dari Jurnalis Antara yakni Wahyu Putro A. Foto tersebut dijadikan sampul oleh viva.co.id untuk artikel berjudul “Pasal MD3 Bikin DPR ‘Perkasa’, Ini Respons Jokowi” yang ditayangkan pada Selasa, 13 Februari 2018 lalu.
Kemudian, Ketika diketikan narasi serupa yang terdapat dalam foto tersebut yang diklaim akun Facebook Wiro Sableng, tidak ditemukan pemberitaannya pada media daring.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin juga telah membantah penilaian Pengamat Politik, Rocky Gerung yang mengatakan Presiden Jokowi marah dengan menggunakan teks. Ia mengatakan bahwa Presiden Jokowi marah tidak menggunakan teks.
“Dari mana bisa dia tahu, mana ada orang marah-marah pakai teks?. Apakah kalau beliau (Jokowi) melihat beberapa poin materi di itu kemudian marah-marah harus pakai teks, sehingga harus dinilai pake gimik itu kan tergantung,” ujar Ngabalin, Rabu (1/7).
Kesimpulan
Unggahan Foto Presiden Jokowi dengan narasi mengakui bahwa dirinya marah dengan teks adalah tidak benar. Diketahui foto aslinya adalah karya Jurnalis Antara yakni Wahyu Putro A yang diambil 2018 lalu dan tidak ada hubungannya dengan aksi marah Presiden Jokowi kepada menteri – menteri di kabinet beberapa waktu lalu.
Rujukan
- http1.
- https://archive.fo/3Gpzj 2.
- https://www.facebook.com/groups/282806375631591/permalink/711133432798881/?_rdc=1&_rdr 3.
- https://www.viva.co.id/berita/nasional/1006637-pasal-md3-bikin-dpr-perkasa-ini-respons-jokowi 4.
- https://www.suara.com/news/2020/07/02/041500/rocky-gerung-sebut-jokowi-marah-pakai-teks-ngabalin-dari-mana-bisa-tahu
(GFD-2020-4277) [SALAH] Foto “INILAH BOS NYA PKI. DARI MULUT ORANG INI PKI MUNCUL”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 07/07/2020
Berita
“INILAH BOS NYA PKI. DARI MULUT ORANG INI PKI MUNCUL.”
Foto itu memperlihatkan pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab mengenakan serban berlogo palu arit dan di mulutnya terdapat sandal jepit berwarna hitam.
Foto itu memperlihatkan pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab mengenakan serban berlogo palu arit dan di mulutnya terdapat sandal jepit berwarna hitam.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya foto pimpinan FPI Rizieq Shihab yang mengenakan serban berlogo palu arit dan di mulutnya terdapat sandal jepit berwarna hitam adalah klaim yang salah.
Faktanya, foto tersebut adalah foto hasil suntingan atau editan. Pada foto asli, Habib Rizieq Shihab menggunakan serban putih polos. Tidak ada logo palu arit di serbannya dan tidak ada sandal di mulutnya.
Foto asli yang identik dengan foto yang diunggah sumber klaim diunggah di situs Merdeka.com di artikel berjudul “DPRD Purwakarta kedatangan Habib Rizieq picu konflik” pada Kamis, 17 Desember 2015.
Foto yang sama diunggah di artikel berjudul “Besok diperiksa, Rizieq diingatkan untuk tidak bawa massa” yang dimuat pada Senin, 06 Februari 2017.
Faktanya, foto tersebut adalah foto hasil suntingan atau editan. Pada foto asli, Habib Rizieq Shihab menggunakan serban putih polos. Tidak ada logo palu arit di serbannya dan tidak ada sandal di mulutnya.
Foto asli yang identik dengan foto yang diunggah sumber klaim diunggah di situs Merdeka.com di artikel berjudul “DPRD Purwakarta kedatangan Habib Rizieq picu konflik” pada Kamis, 17 Desember 2015.
Foto yang sama diunggah di artikel berjudul “Besok diperiksa, Rizieq diingatkan untuk tidak bawa massa” yang dimuat pada Senin, 06 Februari 2017.
Kesimpulan
Foto hasil suntingan / editan. Pada foto asli, Habib Rizieq Shihab menggunakan serban putih polos. Tidak ada logo palu arit di serbannya dan tidak ada sandal di mulutnya.
Rujukan
- https://www.merdeka.com/peristiwa/dprd-purwakarta-kedatangan-habib-rizieq-picu-konflik.html
- https://bandung.merdeka.com/halo-bandung/besok-diperiksa-rizieq-diingatkan-untuk-tidak-bawa-massa-170206h.html
- https://www.kapanlagi.com/habib-rizieq/foto/foto-habib-rizieq-013.html
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/0kp01J6k-beredar-foto-habib-rizieq-shihab-pakai-serban-logo-pki-ini-faktanya
Halaman: 7272/7906





