Beredar video di Facebook yang diklaim sebagai detik-detik lahirnya 17 anak kembar.
Berikut kutipan narasinya:
“WOW AMAZING
KUASA ALLOH DETIK DETIK LAHIRNYA 17 ANAK KEMBAR
SEMOGA YANG BELOM PUNYA ANAK DI SEGERAKAN AAMIN
BAGIKAN BIAR BANYAK YANG TAU
KEAJAIBAN ITU ADA BAGI YANG PERCAYA”
(GFD-2020-4286) [SALAH] Video Detik-Detik Lahirnya 17 Anak Kembar
Sumber: facebook.comTanggal publish: 07/07/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa video tersebut merupakan hasil suntingan dari sejumlah gambar dan video. Cuplikan pertama, yakni gambar wanita dengan perut besar bukan foto wanita hamil, melainkan foto Mercedes Talamantes, wanita pengidap tumor ovarium seberat kurang lebih 60 kilogram.
Cuplikan kedua merupakan foto lahirnya 11 anak pada tanggal 11 November 2011 (11/11/2011) dari ibu yang berbeda. Cuplikan ketiga, keempat, dan kelima merupakan foto dari Nadya Suleman, wanita pemegang rekor melahirkan delapan bayi kembar dalam sekali persalinan.
Adapun, setelah ditelusuri, isu seorang wanita melahirkan hingga 17 anak tersebut berasal dari portal satire World News Daily Report. Artikel dari portal tersebut tidak berasal dari fakta karena portal tersebut merupakan portal satire.
Selain itu, isu serupa sudah pernah diperiksa faktanya dengan judul “[SALAH] Seorang Ibu Lahirkan 18 Bayi Kembar” pada September 2019. Hingga kini, pemegang rekor melahirkan anak terbanyak dalam sekali proses persalinan masih dipegang oleh Nadya Suleman.
Cuplikan kedua merupakan foto lahirnya 11 anak pada tanggal 11 November 2011 (11/11/2011) dari ibu yang berbeda. Cuplikan ketiga, keempat, dan kelima merupakan foto dari Nadya Suleman, wanita pemegang rekor melahirkan delapan bayi kembar dalam sekali persalinan.
Adapun, setelah ditelusuri, isu seorang wanita melahirkan hingga 17 anak tersebut berasal dari portal satire World News Daily Report. Artikel dari portal tersebut tidak berasal dari fakta karena portal tersebut merupakan portal satire.
Selain itu, isu serupa sudah pernah diperiksa faktanya dengan judul “[SALAH] Seorang Ibu Lahirkan 18 Bayi Kembar” pada September 2019. Hingga kini, pemegang rekor melahirkan anak terbanyak dalam sekali proses persalinan masih dipegang oleh Nadya Suleman.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka konten video tersebut tidak benar. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori Manipulated Content atau Konten yang dimanipulasi.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1228127044186495/
- https://turnbackhoax.id/2020/07/07/salah-video-detik-detik-lahirnya-17-anak-kembar/
- https://www.bcsnoticias.mx/el-antes-y-despues-de-mercedes-la-mujer-con-el-tumor-mas-grande-del-mundo/
- https://www.dailymail.co.uk/news/article-2724821/Mexican-woman-weight-ballooned-275-pounds-132-pound-TUMOUR-finally-went-check-nagged-daughter.html
- https://nadkarniivf.wordpress.com/2011/11/11/11-11-11/
- https://web.archive.org/web/20120302173722/
- http://www.afternoondc.in/nation/indias-team-11-on-11-11-11/article_39690
- https://www.wallofcelebrities.com/celebrity/nadya-suleman/pictures/nadya-suleman_3607791.html
- https://www.dailymail.co.uk/news/article-1214107/Octomom-Nadya-Suleman-battles-brood-takes-babies-trip-park.html
- https://www.mirror.co.uk/news/uk-news/octuplets-mum-nadya-suleman-mixes-390230
- https://www.guinnessworldrecords.com/world-records/most-children-delivered-at-a-single-birth-to-survive
- https://turnbackhoax.id/2019/09/09/salah-seorang-ibu-lahirkan-18-bayi-kembar/
(GFD-2020-4287) [SALAH] Gambar “Pilih Golkar”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 07/07/2020
Berita
Akun Soeharto Bin Petrus membagikan gambar pengibaran bendera Golkar di atas sebuah gedung. Dalam narasinya, akun tersebut menuliskan ajakan untuk pilih Golkar.
Berikut kutipan narasinya:
“Pilih Golkar As** Jangan PDI Pel**r”
Berikut kutipan narasinya:
“Pilih Golkar As** Jangan PDI Pel**r”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa gambar tersebut hasil suntingan. Gambar tersebut hasil suntingan dari foto bertajuk “Raising a flag over the Reichstag” karya fotografer perang Yevgeny Khaidel.
Foto tersebut merupakan peristiwa bersejarah pengibaran bendera Soviet oleh seorang tentara pada Mei 1945 di atas gedung Reichstag, Berlin. Adapun, foto tersebut sempat dimanipulasi menjadi isu hoaks lambang PKI di uang Rp100 ribu pada tahun 2017 dan sudah diperiksa faktanya dalam artikel berjudul HOAX: Foto Hitam Putih Tentara Mengibarkan Bendera Dengan Logo “Komunis” Dan Uang Pecahan 100 Ribu Rupiah.
Foto tersebut merupakan peristiwa bersejarah pengibaran bendera Soviet oleh seorang tentara pada Mei 1945 di atas gedung Reichstag, Berlin. Adapun, foto tersebut sempat dimanipulasi menjadi isu hoaks lambang PKI di uang Rp100 ribu pada tahun 2017 dan sudah diperiksa faktanya dalam artikel berjudul HOAX: Foto Hitam Putih Tentara Mengibarkan Bendera Dengan Logo “Komunis” Dan Uang Pecahan 100 Ribu Rupiah.
Kesimpulan
Atas dasar penjelasan tersebut, maka gambar sumber terbukti sebagai gambar hasil suntingan. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori Manipulated Content atau Konten yang Dimanipulasi.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1228153007517232/
- https://turnbackhoax.id/2020/07/08/salah-gambar-pilih-golkar/
- https://www.workers.org/2018/05/37275/
- http://100photos.time.com/photos/yevgeny-khaldei-raising-flag-over-reichstag
- https://en.wikipedia.org/wiki/Raising_a_Flag_over_the_Reichstag
- https://turnbackhoax.id/2017/01/24/hoax-foto-hitam-putih-tentara-mengibarkan-bendera-dengan-logo-komunis-dan-uang-pecahan-100-ribu-rupiah/
(GFD-2020-4288) [SALAH] “Dirut RSUI bersama 2 Direktur RSUI lainnya dan 10 staff RSUI saat ini dirawat di RSUI terkena Covid”
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 07/07/2020
Berita
Beredar pesan berantai Whatsapp yang menyebutkan bahwa Direktur Utama Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) bersama dua direktur dan 10 staff terkena virus Corona atau Covid-19.
Berikut kutipan narasinya:
“Rekan2 di Jkt dan sekitarnya…. mohon berhati2 ya……
Saat ini Jkt dan sekitarnya penularan Covid meningkat.
Dirut RSUI bersama 2 Direktur RSUI lainnya dan
10 staff RSUI saat ini dirawat di RSUI terkena
Covid.
Banyak perawat di RS Swasta di Jkt saat ini terjangkit Covid.
Semoga diberi kesembuhan 🙏
Kiranya kita semua waspada….”
Berikut kutipan narasinya:
“Rekan2 di Jkt dan sekitarnya…. mohon berhati2 ya……
Saat ini Jkt dan sekitarnya penularan Covid meningkat.
Dirut RSUI bersama 2 Direktur RSUI lainnya dan
10 staff RSUI saat ini dirawat di RSUI terkena
Covid.
Banyak perawat di RS Swasta di Jkt saat ini terjangkit Covid.
Semoga diberi kesembuhan 🙏
Kiranya kita semua waspada….”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, isi pesan berantai tersebut tidak benar. Dilansir dari depoktren.com, Manajer Pengembangan Bisnis RSUI Depok, dr. Astrid Saraswaty Dewi, MARS telah membantah isu tersebut.
“Sehubungan dengan informasi yang beredar mengenai RSUI Depok, dapat diberitahukan bahwa Informasi yang tidak disampaikan melalui laman resmi media sosial, website, maupun siaran pers RSUI Depok tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ujarnya.
Astrid memohon kepada masyarakat untuk bijak dalam menerima informasi. “Kami mohon agar masyarakat dapat bijak menerima informasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya,” tegas Astrid.
Menurut Astrid, RSUI Depok telah menerapkan protokol pencegahan dan pengendalian infeksi termasuk Covid-19 secara ketat di lingkungan rumah sakit agar pasien, pengunjung, dan pegawai tetap aman dan nyaman beraktivitas di RSUI Depok.
“Sebagai bagian dari upaya dan komitmen RSUI Depok untuk menjaga keamanan dan keselamatan seluruh pasien, pengunjung dan pegawai, RSUI Depok melakukan pemeriksaan swab secara berkala kepada seluruh pegawai di lingkungan RSUI Depok sebagai upaya deteksi serta pencegahan penyebaran infeksi Covid-19,” terangnya.
Dia menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut dilakukan tata laksana sesuai protokol yang berlaku. Jika ditemukan hasil swab positif, baik ada atau tidak ada gejala, segera dilakukan isolasi, penelusuran kontak lebih lanjut, dan tata laksana yang sesuai.
“RSUI Depok tetap membuka pelayanan kepada masyarakat sesuai jadwal operasional dengan menerapkan protokol kesehatan bagi seluruh pasien, pengunjung, maupun pegawai,” tutur Astrid.
“Sehubungan dengan informasi yang beredar mengenai RSUI Depok, dapat diberitahukan bahwa Informasi yang tidak disampaikan melalui laman resmi media sosial, website, maupun siaran pers RSUI Depok tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ujarnya.
Astrid memohon kepada masyarakat untuk bijak dalam menerima informasi. “Kami mohon agar masyarakat dapat bijak menerima informasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya,” tegas Astrid.
Menurut Astrid, RSUI Depok telah menerapkan protokol pencegahan dan pengendalian infeksi termasuk Covid-19 secara ketat di lingkungan rumah sakit agar pasien, pengunjung, dan pegawai tetap aman dan nyaman beraktivitas di RSUI Depok.
“Sebagai bagian dari upaya dan komitmen RSUI Depok untuk menjaga keamanan dan keselamatan seluruh pasien, pengunjung dan pegawai, RSUI Depok melakukan pemeriksaan swab secara berkala kepada seluruh pegawai di lingkungan RSUI Depok sebagai upaya deteksi serta pencegahan penyebaran infeksi Covid-19,” terangnya.
Dia menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut dilakukan tata laksana sesuai protokol yang berlaku. Jika ditemukan hasil swab positif, baik ada atau tidak ada gejala, segera dilakukan isolasi, penelusuran kontak lebih lanjut, dan tata laksana yang sesuai.
“RSUI Depok tetap membuka pelayanan kepada masyarakat sesuai jadwal operasional dengan menerapkan protokol kesehatan bagi seluruh pasien, pengunjung, maupun pegawai,” tutur Astrid.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka klaim pada pesan berantai tidak benar. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori Fabricated Content atau Konten Palsu.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1228179050847961/
- https://turnbackhoax.id/2020/07/08/salah-dirut-rsui-bersama-2-direktur-rsui-lainnya-dan-10-staff-rsui-saat-ini-dirawat-di-rsui-terkena-covid/
- https://www.depoktren.com/2020/06/29/rsui-depok-bantah-kabar-dirut-2-direktur-dan-10-staff-terpapar-covid-19/
- https://data.jakarta.go.id/jalahoaks/detail/HOAKS-Dirut-dan-Staf-RSUI-Dirawat-karena-Covid-19-serta-Lonjakan-Pasien-Baru-Covid-19-20-orang-per-Hari-di-RS-Persahabatan
- https://kominfo.go.id/content/detail/27606/disinformasi-dirut-dan-staf-rsui-dirawat-karena-covid-19-serta-lonjakan-pasien-baru-covid-19-20-orang-per-hari-di-rs-persahabatan/0/laporan_isu_hoaks
(GFD-2020-8170) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Air Minum Kemasan yang Bisa Hantarkan Listrik Tak Layak Konsumsi?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 07/07/2020
Berita
Sebuah video yang memperlihatkan uji coba air minum dalam kemasan yang bisa menghantarkan listrik ke lampu beredar di media sosial. Video tersebut diikuti dengan narasi bahwa air minum yang diuji coba itu, yakni Le Minerale dan Aqua, tak layak konsumsi karena mengandung bahan yang dapat menghantarkan listrik, yakni besi.
Dalam video tersebut, tampak seorang pria tengah mempraktekkan cara menguji air yang mengandung besi. Ia menggunakan sampel beberapa merek air minum dalam kemasan, di antaranya Le Minerale dan Aqua. Kemudian, kedua merek itu dibandingkan dengan air yang disebut tidak mengandung besi. Dalam video tersebut, tampak air minum Le Minerale dan Aqua mampu menyalakan lampu setelah dihubungkan dengan konduktor.
Di Facebook, video berdurasi 2 menit 38 detik tersebut dibagikan salah satunya oleh akun Sriindahsari Azhar, yakni pada 3 Juli 2020. “Untung sy ndk trlalu suka minum le mineralle sm aqua. lebih suka minum air dirumah yg sdh di rebus smpai mendidih2,” demikian narasi yang ditulis oleh akun Sriindahsari Azhar.
Hingga artikel ini muat, video yang dibagikan akun Sriindahsari Azhar itu telah ditonton lebih dari 58 ribu kali, dikomentari sebanyak 179 kali, dan dibagikan lebih dari 1.800 kali.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Sriindahsari Azhar.
Apa benar air minum kemasan yang bisa menghantarkan listrik tidak layak konsumsi?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menjadi beberapa gambar dengantoolInVID. Selanjutnya, gambar-gambar hasil fragmentasi itu ditelusuri denganreverse image toolGoogle dan Yandex.
Hasilnya, ditemukan banyak video uji coba serupa yang telah beredar di internet sejak 2018. Salah satunya adalah video presentasi oleh sebuah merek air minum. Video itu diunggah oleh kanal YouTube Detox Water pada 14 Juni 2018 dengan judul “Tes Air Minum Sederhana”.
Video uji coba yang sama lainnya juga pernah diunggah oleh kanal YouTube Air Segar Maaqo pada 14 Oktober 2019 dengan judul “Wow Air Mineral Ini Menyala”. Dalam video berdurasi sekitar 1 menit itu, pihak Maaqo meyakinkan konsumennya bahwa air minum yang mereka produksi tidak akan menyala karena tidak mengandung bahan penghantar listrik sama sekali.
Namun, Yuni Gunawan, Corporate Secretary Mayora Indah, perusahaan yang memegang merek Le Minerale, mengatakan bahwa uji coba kandungan air dalam video tersebut menggunakan metode yang salah. "Jelas ini metode yang salah, tidak valid, dan menyesatkan yang dilakukan oleh oknum yang tidak mempunyai kapasitas dan tidak kredibel di dalam pemahaman mengenai pelaksanaan metode pengujian keamanan makanan dan minuman," tutur Yuni kepada Liputan6.com pada 2 Juli 2020.
Menurut Yuni, air secara alami mengandung mineral sehingga bersifat konduktor dan menghantarkan listrik, sedangkan air yang didemineralisasi tidak akan menghantarkan listrik karena mineralnya telah dihilangkan. "Kesimpulan menyesatkan diambil dengan menyatakan bahwa air yang lampunya menyala mengandung bahan berbahaya," ujarnya.
Melalui situs resminya pada 2 Juli 2020, Badan Pengawasan Obat dan Makanan ( BPOM ) juga menyatakan bahwa klaim "air mineral yang mengandung zat besi tidak layak dikonsumsi" menyesatkan. Saat ini, terdapat empat jenis air minum dalam kemasan (AMDK) yang beredar di Indonesia, yaitu air mineral, air demineral, air mineral alami, dan air minum embun. Keempatnya memiliki standar keamanan dan mutu yang berbeda-beda sehingga tidak dapat dibandingkan satu sama lain.
Menurut BPOM, kandungan mineral menyebabkan air mineral memiliki kemampuan untuk menghantarkan listrik karena mineral adalah sumber elektrolit yang mempunyai sifat penghantar listrik. Kandungan zat besi maupun mineral lainnya dalam air mineral diatur dalam dalam SNI 335:2015 tentang Air Mineral yang penerapannya bersifat wajib. Selain itu, kandungan zat besi juga diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.
BPOM menyatakan bahwa mereka selalu melakukan penilaian terhadap keamanan, mutu, dan gizi produk pangan sebelum diedarkan di wilayah Indonesia (pre-market evaluation), termasuk kandungan cemaran sesuai standar yang telah ditetapkan. BPOM tidak akan memberikan izin edar terhadap AMDK yang memiliki kandungan cemaran melebihi batas yang ditentukan.
Secara rutin, BPOM pun melakukan pengawasan terhadap produk pangan, termasuk AMDK, yang beredar di wilayah Indonesia (post-market control), baik melalui pemeriksaan sarana produksi, sarana distribusi, maupun kegiatan pengambilan sampel dan pengujian untuk memeriksa cara produksi atau distribusi dan kualitas produk setelah diedarkan.
"Kepada masyarakat dihimbau agar menjadi konsumen cerdas yang tidak mudah terpengaruh oleh isu yang beredar di media sosial. Selalu ingat cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengkonsumsi produk obat dan makanan," demikian penjelasan BPOM.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim dalam video di atas, bahwa air minum kemasan yang bisa menghantarkan listrik tidak layak konsumsi, menyesatkan. Uji coba dalam video tersebut membandingkan kandungan jenis air yang berbeda, yakni air mineral dan air demineral. Keduanya memiliki standar keamanan dan mutu yang berbeda sehingga tidak dapat dibandingkan. Kandungan mineral menyebabkan air mineral memiliki kemampuan untuk menghantarkan listrik karena mineral adalah sumber elektrolit yang mempunyai sifat penghantar listrik. Sedangkan air demineral tidak akan menghantarkan listrik karena kandungan mineralnya telah dihilangkan.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
Halaman: 7275/7906



