(GFD-2020-8232) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video-video Ledakan dan Kebakaran di Dubai?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 14/08/2020
Berita
Akun Facebook Saddam Al Gantara membagikan empat video yang memperlihatkan peristiwa kebakaran hebat di sebuah wilayah perkotaan pada 13 Agustus 2020. Empat video itu diklaim sebagai video-video peristiwa ledakan dan kebakaran di Dubai, Uni Emirat Arab.
"Innalilahi wa Inna ilaihi roji'un. Informasinya Dubai, terjadi ledakan atau kebakaran. Ya Allah SWT berikanlah keselamatan untuk saudara kami di Dubai. Aamiin Ya Rabbal Alamin," demikian narasi yang dibagikan oleh akun Saddam Al Gantara.
Empat video itu sendiri menunjukkan peristiwa ledakan dan kebakaran yang direkam di berbagai tempat yang berbeda. Ada yang diambil dari jalanan, tangga stasiun kereta bawah tanah, atau lantai atas gedung. Hingga artikel ini dimuat, unggahan itu telah dibagikan lebih dari 500 kali.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Saddam Al Gantara.
Apa benar video-video di atas adalah video-video peristiwa ledakan dan kebakaran di Dubai?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, dari empat video tersebut, dua di antaranya memang merekam peristiwa kebakaran di Dubai, Uni Emirat Arab. Namun, dua video lainnya adalah video insiden yang terjadi di negara lain. Hasil ini diperoleh setelah Tempo memfragmentasi video-video itu menjadi sejumlah gambar dengantoolInVID, kemudian menelusurinya denganreverse image toolGoogle dan Yandex untuk mendapatkan jejak digital video-video itu.
Berikut ini fakta atas empat video tersebut:
Video ini pernah diunggah oleh kanal YouTube The Sun dan situs Khaleejtimes. Video itu berisi rekaman peristiwa meledaknya pipa minyak di sebuah jalan di Kairo, Mesir pada 15 Juli 2020. Ledakan ini terjadi setelah pipa minyak mentah pecah dan percikan api dari mobil-mobil yang lewat memicu kebakaran dahsyat. Sedikitnya 20 mobil terbakar dan 17 orang terluka. Menurut pihak berwenang, kebakaran besar itu terjadi setelah minyak dari pipa Shuqair-Mostorod di sebelah jalan raya yang sibuk di pinggiran Kairo bocor.
***
Video rekaman CCTV ini pernah dimuat di situs media Inggris, Daily Mail, pada 27 Februari 2019. Namun, peristiwa dalam video itu bukan peristiwa ledakan di Dubai, melainkan kecelakaan kereta api di Mesir. Kereta tersebut menempuh perjalanan dari Alexandria menuju ibu kota Mesir, Kairo. Namun, kereta menabrak penyangga beton di Stasiun Ramses dan akhirnya meledak. Sedikitnya 25 orang tewas dan 47 orang luka-luka karena kecelakaan itu.
***
Video ini pernah dimuat oleh situs media Inggris, BBC, pada 5 Agustus 2020. Video tersebut menunjukkan kebakaran yang terjadi sekitar pukul 18.30 di sebuah pasar di kawasan industri baru di Ajman, sekitar 50 kilometer dari Dubai. Pertahanan Sipil Ajman berhasil mengendalikan api sekitar pukul 21.00.
***
Video ini juga merupakan video peristiwa kebakaran di Ajman pada 5 Agustus 2020. Video tersebut pernah dimuat di situs media Uni Emirat Arab, Gulf News.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video-video di atas adalah video peristiwa ledakan dan kebakaran di Dubai sebagian benar. Dari empat video tersebut, dua di antaranya memang menunjukkan peristiwa kebakaran yang terjadi di sebuah pasar di Ajman, Dubai, pada 5 Agustus lalu. Namun, dua video lainnya merupakan video peristiwa di Kairo, Mesir, yang menunjukkan kebakaran akibat pipa minyak yang bocor dan kecelakaan kereta api.
IKA NINGTYAS
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cekfakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- http://archive.ph/C3KZt
- https://www.tempo.co/tag/dubai
- https://www.tempo.co/tag/kebakaran
- https://www.tempo.co/tag/uni-emirat-arab
- https://www.youtube.com/watch?v=JTPsvJLMfY4
- https://www.khaleejtimes.com/region/mena/video-massive-egypt-oil-pipeline-fire-injures-17-destroys-two-dozen-cars
- https://www.khaleejtimes.com/region/mena/video-massive-egypt-oil-pipeline-fire-injures-17-destroys-two-dozen-cars
- https://www.dailymail.co.uk/news/article-6750753/Train-fireball-Cairo-station-leaves-ten-dead-dozens-injured.html
- https://www.bbc.com/pidgin/world-53670965
- https://gulfnews.com/uae/watch-fire-breaks-out-in-ajman-market-1.73002373
- https://www.tempo.co/tag/ledakan
- https://www.tempo.co/tag/mesir
(GFD-2020-4618) [SALAH] “Google Translate: Jokowi = Thu Khang Thi Phu”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 13/08/2020
Berita
Akun Al Istighol (fb.com/al.istighol.5) mengunggah sebuah gambar yang seolah adalah tangkapan layar dari fitur Google Translate dengan narasi sebagai berikut:
“Coba lu buka Google Translate, apabila bisa Kayak punya Gue, maka HP Lu Canggih…”
Di gambar tersebut, terdapat kata “Jokowi” yang diterjemahkan ke Bahasa China (Aks. Sederhana) “乔科维” yang pelafalannya adalah “Thu Khang Thi Phu”
“Coba lu buka Google Translate, apabila bisa Kayak punya Gue, maka HP Lu Canggih…”
Di gambar tersebut, terdapat kata “Jokowi” yang diterjemahkan ke Bahasa China (Aks. Sederhana) “乔科维” yang pelafalannya adalah “Thu Khang Thi Phu”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa kata “Jokowi” jika diterjemahkan ke Bahasa China (Aks. Sederhana) menggunakan fitur Google Translet artinya “乔科维” dan pelafalannya adalah “Thu Khang Thi Phu” merupakan klaim yang salah.
Faktanya, gambar itu adalah gambar hasil editan atau suntingan. Di Google Translate, kata Jokowi ketika diterjemahkan ke Bahasa China (Aks. Sederhana) adalah 乔科维 (Qiáo kē wéi).
Dilansir dari Medcom, situs-situs asing berbahasa Mandarin kerap menerjemahkan nama pejabat internasional dengan karakter-karakter yang ada dalam bahasa mereka. Semua nama dalam Bahasa Indonesia akan diterjemahkan ke dalam karakter Mandarin dan disesuaikan dengan cara pengucapan yang pas dengan lidah mereka.
Misalnya, di situs Madame Tussauds Hongkong, nama Presiden Joko Widodo diterjemahkan menjadi “總統佐科・維多多”.
Bukan hanya Presiden Jokowi, di artikel Wikipedia berjudul “印度尼西亚总统” (Presiden Indonesia), menuliskan nama-nama presiden Indonesia sebagai berikut;
苏加诺(Sū jiā nuò): Soekarno
苏哈托 (Sū hā tuō): Soeharto
優素福·哈比比 (Yōu sù fú · hā bǐ bǐ): Baharuddin Jusuf Habibie
瓦希德 (Wǎ xī dé):Abdurrahman Wahid
梅加瓦蒂 (Méi jiā wǎ dì): Megawati Soekarnoputri
苏西洛 (Sū xi luò):Susilo Bambang Yudhoyono
Sementara Presiden Joko Widodo ditulis menjadi “佐科·維多多” (Zuǒ kē·wéi duōduō)
Faktanya, gambar itu adalah gambar hasil editan atau suntingan. Di Google Translate, kata Jokowi ketika diterjemahkan ke Bahasa China (Aks. Sederhana) adalah 乔科维 (Qiáo kē wéi).
Dilansir dari Medcom, situs-situs asing berbahasa Mandarin kerap menerjemahkan nama pejabat internasional dengan karakter-karakter yang ada dalam bahasa mereka. Semua nama dalam Bahasa Indonesia akan diterjemahkan ke dalam karakter Mandarin dan disesuaikan dengan cara pengucapan yang pas dengan lidah mereka.
Misalnya, di situs Madame Tussauds Hongkong, nama Presiden Joko Widodo diterjemahkan menjadi “總統佐科・維多多”.
Bukan hanya Presiden Jokowi, di artikel Wikipedia berjudul “印度尼西亚总统” (Presiden Indonesia), menuliskan nama-nama presiden Indonesia sebagai berikut;
苏加诺(Sū jiā nuò): Soekarno
苏哈托 (Sū hā tuō): Soeharto
優素福·哈比比 (Yōu sù fú · hā bǐ bǐ): Baharuddin Jusuf Habibie
瓦希德 (Wǎ xī dé):Abdurrahman Wahid
梅加瓦蒂 (Méi jiā wǎ dì): Megawati Soekarnoputri
苏西洛 (Sū xi luò):Susilo Bambang Yudhoyono
Sementara Presiden Joko Widodo ditulis menjadi “佐科·維多多” (Zuǒ kē·wéi duōduō)
Kesimpulan
Gambar editan / suntingan. Di Google Translate, kata Jokowi ketika diterjemahkan ke Bahasa China (Aks. Sederhana) adalah 乔科维 (Qiáo kē wéi).
Rujukan
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/ybDl3xjb-cek-fakta-thu-khang-thi-phu-arti-kata-jokowi-dalam-bahasa-mandarin
- https://translate.google.com/?hl=id#view=home&op=translate&sl=auto&tl=zh-CN&text=Jokowi
- https://www.madametussauds.com/hong-kong/zh-hant/展館概覽/風雲人物/總統佐科-維多多/
- https://zh.wikipedia.org/wiki/印度尼西亚总统
(GFD-2020-4619) [SALAH] Narasi Foto Islam Nusantara Sholat Berlatar Belakang Salib
Sumber: facebook.comTanggal publish: 13/08/2020
Berita
Akun facebook bernama Munzirin mengunggah foto beberapa orang yang sedang menunaikan ibadah sholat dengan latar belakang berupa Salib. Selain itu akun tersebut menambahkan narasi provokatif mengandung unsur SARA.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuruan, narasi pelintiran terhadap foto tersebut bukan yang pertama kali. Pada tahun 2018 lalu terdapat klaim yang menyebutkan orang-orang tersebut sholat di gereja.
Faktanya, Akun facebook bernama ShonHaji Zuhri memberikan klarifikasi sebagai berikut:
KLARIFIKASI
Foto-foto yang beredar mengenai Orang² yang sedang melaksanakan kewajiban sholat (maghrib) dan saat ini viral itu bukan editan, tapi banyak #PELINTIRAN (dikatakan sholat di gereja), karena saya (ShonHaji) salah seorang yang ada di dalamnya.
PAC. IPNU/IPPNU Kec. Sagulung Kota Batam di Undang untuk mengisi acara Pentas Seni di Jambore Pelajar Katholik yang diadakan di Yayasan Tunas Karya (SD KATHOLIK St. Ignasius Loyola /Sekolah Berasrama) Rempang – Galang
KLARIFIKASI :
Kronologi Kejadian :
Kita harus mulai dari tema:
Tema Jambore MBPA diambil juga dari Tema Jambore Nasional yang mengangkat isu tentang Kebhinnekaan. Sebelum hari H ada masa Pra Jambore yaitu animasi modul-modul yang mengarah pada tema termasuk Modul Kebhinnekaan. Pada modul ini Pelajar Remaja belajar bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar terdiri dari beragai suku, bahasa, budaya dan Agama.
Oleh karena itu membutuhkan sikap saling menghormati dan menghargai berbagai keragaman tadi yang dimulai dan ditumbuhkan sejak usia dini.
Jambore tersebut dilaksanakan pada tanggal 22-24 Juni 2018, dimana Kepanitiaan mengundang Pelajar NU untuk menampilkan Kesenian yang bertemakan kebangsaan dan keberagaman yang dijadwalkan pada tanggal 23 Juni 2018 dimulai pukul 20.00 WIB.
Pada saat rombongan Adik-adik IPNU/IPPNU dikawal beberapa anggota Banser sampai lokasi acara ternyata sudah masuk waktu sholat maghrib dan akhirnya rombongan melakukan sholat maghrib berjamaah di sebuah gedung yg ada salibnya. Saat ini kejadian tersebut sudah mulai viral karena foto²nya di share di medsos.
pertanyaan yang muncul kemudian adalah :
“Kenapa sholat di tempat ibadah agama lain? apakah dalam keadaan darurat?”.
Jawaban dari pertanyaan itu adalah :
Gedung itu BUKAN TEMPAT IBADAH/GEREJA melainkan ASRAMA/AULA yang lokasinya TERPISAH dari Gereja dan steril dari hewan yang dalam hukum Islam dihukumi Najis Mugholadhoh.
Kami sudah berusaha mencari Masjid/Mushalla terdekat, namun jika kami sampai ke Masjid terdekat dengan jarak yang jauh dan harus kami tempuh dengan jalan kaki (karena begitu sampai lokasi, mobil yang mengantar kami langsung meninggalkan lokasi dan kembali ke lokasi pada jam 22.00WIB), maka kami MEYAKINI jika kami memaksakan diri harus melaksanakan sholat maghrib di Masjid terdekat maka waktu sholat (maghrib) akan habis, sementara itu kami tidak mungkin juga melaksanakan sholat di lapangan yg ada di lokasi, karena keadaan cuaca (gerimis) dan lapangannya becek akibat guyuran air hujan selama 2 hari.
Demikian yang bisa kami sampaikan, semoga dengan alasan yang kami kemukakan bisa dipahami dan menjadikan maklum serta bisa mendinginkan suasana.
Terimakasih. ??
Regards,
shonhaji zuhri
Faktanya, Akun facebook bernama ShonHaji Zuhri memberikan klarifikasi sebagai berikut:
KLARIFIKASI
Foto-foto yang beredar mengenai Orang² yang sedang melaksanakan kewajiban sholat (maghrib) dan saat ini viral itu bukan editan, tapi banyak #PELINTIRAN (dikatakan sholat di gereja), karena saya (ShonHaji) salah seorang yang ada di dalamnya.
PAC. IPNU/IPPNU Kec. Sagulung Kota Batam di Undang untuk mengisi acara Pentas Seni di Jambore Pelajar Katholik yang diadakan di Yayasan Tunas Karya (SD KATHOLIK St. Ignasius Loyola /Sekolah Berasrama) Rempang – Galang
KLARIFIKASI :
Kronologi Kejadian :
Kita harus mulai dari tema:
Tema Jambore MBPA diambil juga dari Tema Jambore Nasional yang mengangkat isu tentang Kebhinnekaan. Sebelum hari H ada masa Pra Jambore yaitu animasi modul-modul yang mengarah pada tema termasuk Modul Kebhinnekaan. Pada modul ini Pelajar Remaja belajar bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar terdiri dari beragai suku, bahasa, budaya dan Agama.
Oleh karena itu membutuhkan sikap saling menghormati dan menghargai berbagai keragaman tadi yang dimulai dan ditumbuhkan sejak usia dini.
Jambore tersebut dilaksanakan pada tanggal 22-24 Juni 2018, dimana Kepanitiaan mengundang Pelajar NU untuk menampilkan Kesenian yang bertemakan kebangsaan dan keberagaman yang dijadwalkan pada tanggal 23 Juni 2018 dimulai pukul 20.00 WIB.
Pada saat rombongan Adik-adik IPNU/IPPNU dikawal beberapa anggota Banser sampai lokasi acara ternyata sudah masuk waktu sholat maghrib dan akhirnya rombongan melakukan sholat maghrib berjamaah di sebuah gedung yg ada salibnya. Saat ini kejadian tersebut sudah mulai viral karena foto²nya di share di medsos.
pertanyaan yang muncul kemudian adalah :
“Kenapa sholat di tempat ibadah agama lain? apakah dalam keadaan darurat?”.
Jawaban dari pertanyaan itu adalah :
Gedung itu BUKAN TEMPAT IBADAH/GEREJA melainkan ASRAMA/AULA yang lokasinya TERPISAH dari Gereja dan steril dari hewan yang dalam hukum Islam dihukumi Najis Mugholadhoh.
Kami sudah berusaha mencari Masjid/Mushalla terdekat, namun jika kami sampai ke Masjid terdekat dengan jarak yang jauh dan harus kami tempuh dengan jalan kaki (karena begitu sampai lokasi, mobil yang mengantar kami langsung meninggalkan lokasi dan kembali ke lokasi pada jam 22.00WIB), maka kami MEYAKINI jika kami memaksakan diri harus melaksanakan sholat maghrib di Masjid terdekat maka waktu sholat (maghrib) akan habis, sementara itu kami tidak mungkin juga melaksanakan sholat di lapangan yg ada di lokasi, karena keadaan cuaca (gerimis) dan lapangannya becek akibat guyuran air hujan selama 2 hari.
Demikian yang bisa kami sampaikan, semoga dengan alasan yang kami kemukakan bisa dipahami dan menjadikan maklum serta bisa mendinginkan suasana.
Terimakasih. ??
Regards,
shonhaji zuhri
Kesimpulan
Foto tersebut memang benar dan bukan editan, namun narasi-narasi pelintiran yang mengklaim bahwa Islam Nusantara Tuhannya adalah Yesus dan Kitabnya adalah stensil merupakan narasi yang menyesatkan. foto tersebut adalah foto PAC. IPNU/IPPNU Kec. Sagulung Kota Batam yang sedang melaksanakan ibadah Sholat Maghrib saat diundang ke acara pentas seni di Jambore Pelajar Katholik yang diadakan di Yayasan Tunas Karya. Pada saat itu sedang turun hujan dan Mesjid jaraknya cukup jauh dari lokasi acara.
Rujukan
(GFD-2020-8227) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Virus Corona Covid-19 Dibuat di Lab Militer Partai Komunis Cina?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 13/08/2020
Berita
Klaim bahwa virus Corona penyebab Covid-19, SARS-CoV-2, dibuat di laboratorium militer Partai Komunis Cina (PKC) beredar di media sosial. Menurut klaim itu, pernyataan tersebut diungkapkan oleh ilmuwan asal Cina yang melarikan diri ke Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu, Li Meng Yan.
Di Instagram, klaim tersebut diunggah salah satunya oleh akun @prabowopejuang, yakni pada 6 Agustus 2020. Klaim itu berasal dari sebuah artikel yang diterbitkan oleh situs ID Today pada 4 Agustus 2020 yang berjudul "Lari ke AS, Ilmuwan China Beberkan Fakta Covid-19 Dibuat di Lab Militer Partai Komunis".
Menurut artikel itu, Li Meng Yan menyatakan SARS-CoV-2 tidak berasal dari pasar Wuhan seperti yang dikatakan oleh pemerintah Cina. Ahli virologi dari Hong Kong School of Public Health, Universitas Hong Kong (HKU), ini menuturkan bahwa dia "mengetahui" secara jelas SARS-CoV-2 diciptakan di laboratorium yang terkait dengan Tentara Pembebasan Rakyat Cina (PLA).
"Pada waktu itu, saya dengan jelas menilai bahwa virus itu berasal dari laboratorium militer Partai Komunis Cina," kata Li Meng Yan. “Pasar basah Wuhan hanya digunakan sebagai umpan,” ujarnya. Hal itu disampaikannya dalam wawancara dengan Taiwan News Agency Lude Press.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Instagram @prabowopejuang.
Namun, apa benar virus Corona Covid-19 dibuat di laboratorium militer Partai Komunis Cina?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim-klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri artikel Taiwan News terkait pernyataan Li Meng Yan itu. Hasilnya, ditemukan artikel di Taiwan News yang dimuat pada 31 Juli 2020 yang berjudul "Ahli virologi China mengklaim virus Corona berasal dari laboratorium PLA".
Artikel tersebut berisi pernyataan Li Meng Yan bahwa, selama penelitiannya tentang penularan virus dari manusia ke manusia, dia melacak sumber wabah ke PLA. "Saat itu, saya sudah menilai dengan jelas bahwa virus itu berasal dari laboratorium militer Partai Komunis China. Pasar basah Wuhan hanya dijadikan umpan," katanya.
Meskipun begitu, dalam pernyataannya, Li Meng Yan tidak membeberkan bukti-bukti yang dimilikinya terkait klaim itu. Li Meng Yan hanya mengatakan bahwa dia dibesarkan dan dididik di bawah PKC dan tahu "hal-hal apa yang akan dilakukan oleh pemerintah Cina".
Sebelumnya, dalam wawancara dengan Fox News pada 10 Juli 2020, Li Meng Yan menyatakan bahwa Cina mengetahui virus Corona baru ini jauh sebelum mereka mengakui munculnya virus tersebut. Dia juga mengatakan bahw pemerintah Cina menutup-nutupi keberadaan Covid-19 dan mengabaikan penelitian yang dilakukannya di awal pandemi, yang ia percaya bisa menyelamatkan banyak nyawa.
Namun, kampus Li Meng Yan, HKU, membantah klaim tersebut. HKU mengkonfirmasi bahwa Li Meng Yan memang merupakan mahasiswa pascadoktoralnya yang telah meninggalkan kampus. Tapi, menurut HKU, klaim Li Meng Yan tidak sesuai dengan fakta-fakta kunci yang mereka pahami.
HKU juga mengklarifikasi bahwa Li Meng Yan belum melakukan penelitian tentang topik tersebut di kampus dari Desember 2019 hingga Januari 2020. "Kami selanjutnya mengamati bahwa apa yang mungkin ditekankannya dalam wawancara yang dilaporkan tidak memiliki dasar ilmiah tapi menyerupai desas-desus."
Selain itu, HKU membantah klaim Li Meng Yan bahwa ia menemukan adanya potensi penularan dari manusia ke manusia, namun tidak digubris oleh pejabat setempat. Menurut pernyataan HKU, salah satu profesornya, Yuen Kwok Yung, justru memberi tahu Menteri Kesehatan Hong Kong Sophia Chan Siu Chee tentang wabah di Wuhan dan mencatat potensi pandemi serta kemiripannya dengan SARS, yang mana menular antar manusia.
Sumber Covid-19
Dilansir dari organisasi cek fakta AS, Fact Check, setelah virus Corona Covid-19 pertama kali muncul di Wuhan pada akhir Desember 2019, memang tersebar berbagai rumor palsu tentang misteri asal-usul virus. Salah satunya adalah bahwa virus Corona Covid-19 merupakan senjata biologi yang bocor dari laboratorium di Wuhan. Namun, seluruh versi teori ini tidak memiliki pijakan bukti dan penjelasan secara sains.
Bukti-bukti yang ada justru menunjukkan bahwa virus itu kemungkinan menular ke manusia dari hewan yang belum teridentifikasi, seperti yang pernah terjadi di masa lalu pada jenis virus Corona lain. SARS-CoV pada 2002-2003 misalnya, diperkirakan berasal dari kelelawar dan menyebar ke manusia melalui musang. Pada 2012, muncul pula MERS-CoV yang kemungkinan berasal dari kelelawar, dan menyebar ke manusia melalui unta.
Berdasarkan arsip berita Tempo pada 30 Maret 2020, hasil studi yang dipimpin oleh Kristian Andersen, profesor imunologi dan mikrobiologi di Scripps Research Institute, California, AS, pun telah membantah rumor bahwa virus Corona Covid-19 sengaja dibuat atau produk rekayasa laboratorium. Menurut studi yang telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine ini, virus Corona Covid-19 adalah buah dari proses evolusi alami.
Andersen menjelaskan, sejak awal pandemi Covid-19, para peneliti telah menguliti asal-usul SARS-CoV-2 tersebut dengan menganalisis data urutan genomnya. "Dengan membandingkan data urutan genom jenis-jenis virus Corona yang sudah diketahui, kami dapat dengan tegas menentukan bahwa SARS-CoV-2 berasal dari proses alami," ujarnya.
Dilansir dari The Conversation, sebagian besar ilmuwan yang mempelajari virus setuju SARS-CoV-2 berevolusi secara alami dan menular ke manusia dari hewan, yang kemungkinan besar adalah kelelawar. Menurut dosen parasitologi dan mikrobiologi medis Universitas Westminster, Polly Hayes, untuk mengetahui bahwa SARS-CoV-2 berasal dari hewan dan bukan buatan, bisa dilihat materi genetik virus tersebut.
Hayes mengatakan susunan genetik atau genom SARS-CoV-2 telah diurutkan dan dibagikan ke publik oleh para ilmuwan di seluruh dunia. Jika virus tersebut direkayasa secara genetik di laboratorium, akan ada tanda-tanda manipulasi pada data genom. "Ini akan mencakup bukti urutan virus yang ada sebagai tulang punggung bagi virus baru, serta elemen genetik yang jelas dan ditargetkan dimasukkan atau dihapus," ujarnya.
Namun, menurut Hayes, tidak ditemukan bukti semacam itu dalam materi genetik SARS-CoV-2. "Sangat tidak mungkin bahwa teknik apa pun yang digunakan untuk merekayasa virus secara genetik tidak akan meninggalkan tanda genetik, seperti potongan kode DNA tertentu yang dapat diidentifikasi," katanya.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim "Covid-19 dibuat di laboratorium militer Partai Komunis Cina" keliru. Hingga kini, tidak ada bukti bahwa virus Corona Covid-19 merupakan buatan laboratorium. Bukti-bukti yang ada justru menunjukkan bahwa virus itu berevolusi secara alami dan menular ke manusia dari hewan. Tidak ada pula tanda-tanda manipulasi pada data genom SARS-CoV-2 yang menunjukkan bahwa virus tersebut merupakan hasil rekayasa laboratorium.
IBRAHIM ARSYAD | ANGELINA ANJAR SAWITRI
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/corona
- https://www.tempo.co/tag/covid-19
- http://archive.ph/aZMUr
- https://idtoday.co/kesehatan/lari-ke-as-ilmuwan-china-beberkan-fakta-covid-19-dibuat-di-lab-militer-partai-komunis/
- https://www.taiwannews.com.tw/en/news/3977823
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/897/fakta-atau-hoaks-benarkah-ahli-virus-cina-klaim-covid-19-hasil-persekongkolan-jahat
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/751/fakta-atau-hoaks-benarkah-peneliti-cina-ini-sebut-virus-corona-hanya-satu-dari-1-500-virus-yang-tersimpan-di-lab-wuhan
- https://www.tempo.co/tag/virus-corona
- https://theconversation.com/heres-how-scientists-know-the-coronavirus-came-from-bats-and-wasnt-made-in-a-lab-141850
- https://www.tempo.co/tag/partai-komunis-cina
Halaman: 7192/7906




